Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY R DENGAN

DIAGNOSA MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE

DI IRNA 1B RSUD KOTA MATARAM

OLEH:
Achmad Apriandi Rizkan
NPM: 019.02.0875

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM
2019
Nama mahasiswa : Achmad Apriandi Rizkan

Tempat praktek : 1.B

Tanggal : 21 Oktober 2019

I. Identitas diri klien


Nama : Ny R

Suku : Sasak

Umur : 63 th

Pendidikan : -

Jemis kelamin : Perempuan

Pekerjaan : -

Alamat : jln. Banda seraya Gg. Darul falah Pagutan

Lama bekerja : -

Tanggal masuk RS : 11 Oktober 2019

Status perkawinan : Kawin

Tanggal pengkajian : 10 Oktober 2019

Agama : Islam

Sumber Informasi : keluarga

II. Riwayat penyakit


1. Keluhan utama : Mual muntah
2. Riwayat penyakit sekarang :
Klien dating ke igd RSUD Kota Mataram tanggal 10 oktober 2019
jam 01:59 wita dengan keluhan sesak nafas, RR: 28. Saat dikaji
klien mengatakan mual muntah, badab lemas, nafsu makan
berkurang, menghabiskan ½ porsi dari yang disediakan RS
3. Riwayat Penyakit Dahulu :
Klien mengatakan ini kali ke 4 masuk RS dan klien memiliki
riwayat penyakit DM
4. Diagnosa medik pada saat MRS, pemeriksaan penunjang dan
tindakan yang telah dilakukan :
- Diagnosa Medik : ckd
- Pemeriksaan penunjang yang sudah dilakukan : Pemeriksaan
Lab, MSCT abdomen, USG abdomen
- Tindakan yang sudah diberikan : Pemberian terapi insulin,
cairan infus NaCl dan obat, pemasangan NGT.

III. Pengkajian saat ini (mulai hari pertama saudara merawat klien)
1. Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan jika sakit, klien mencari tempat pengobatan
terdekat sehingga klien mengetahui tentang penyakit yang di
deritanya.
2. Pola nutrisi/metabolic
Intake makanan :
 Sebelum sakit : klien mengatakan biasanya makan 3x sehari
dengan porsi makan 1 porsi habis dengan lauk pauk, sayur
mayur, ikan dan minum air putih 7-8 gelas perhari.
 Saat sakit : klien mengatakan mual dan muntah, nafsu
makan berkurang, klien menghabiskan ½ porsi dari makanan yang
disajikan oleh RS.
 Pengkajian ABCD
1. Airway: Klien menggunakan oksigen, terdengar adanya
bunyi aliran udara pernafasan,terasa adanya aliran udara
pernafasan
2. Breathing: Klien mengatakan tidak ada trauma abdomen dan
tidak ada trauma dada
3. Circulation: Klien mengatakan sebelum masuk RS mengalami
muntah, ku lemah, N: 88x, TD: 130/70, akral dingin,
warna kulit pucat
4. Disability: Klien mengatakan tidak ada trauma kepala,
terkadang mengeluh sedikit pusing
Intake cairan:
 Sebelum sakit : klien mengatakan sebelum sakit pasien minum
6-8 gelas sehari
 Saat sakit : klien mengatakan saat sakit minum air tidak
terlalu banyak, kurang lebih 1-2 gelas sehari
3. Pola eliminasi
a. Buang air besar
 Sebelum sakit : klien mengatakan sebelum sakit BAB 1-2x
sehari
 Saat sakit : klien mengatakan BAB tidak teratur, klien
BAB 1x dalam 2-3 hari
b. Buang air kecil
 Sebelum sakit : klien mengatakan sebelum sakit BAK 3-4x
sehari
 Saat sakit : klien mengatakan BAK, 4-5 kali sehari.
Pasien menggunakan pampers.

4. Pola aktifitas dan latihan:


klien mengatakan sering merasa lemas dan lelah
Kemampuan 0 1 2 3 4
perawatan diri

Makan/minum 

Mandi 

Toileting 

Berpakaian 

Mobilitas di 
tempat tidur

Berpindah 

Ambulasi/ROM 

0: mandiri, 1: alat Bantu, 2: dibantu orang lain, 3: dibantu


orang lain dan alat, 4: tergantung total

5. Oksigenasi :
 Sebelum sakit : klien mengatakan tidak ada masalah pada
pernafasannya, pasien bernafas dengan normal
 Saat sakit : klien mengatakan tidak ada masalah dengan
dengan pernapasan, klien bisa bernafas dengan normal, klien
bernafas tanpa alat bantu, RR : 20
6. Pola tidur dan istirahat
 Sebelum sakit : Klien mengatakan biasa tidur 6-7 jam sehari
 Saat sakit : Klien mengatakan susah tidur
7. Pola persepsual
(penglihatan, pendengaran, pengecap, sensasi):
 Penglihatan : klien mengatakan tidak ada gangguan pada
penglihatannya
 Pendengaran : klien mengatakan tidak memiliki masalah
dengan pendengaranya.
 Pengecap : klien mengatakan tidak memiliki masalah dengan
pengecapanya
 Sensasi : klien mengatakan tidak memiliki masalah dengan
sensasi.
8. Pola persepsi diri
(pandangan klien tentang sakitnya, kecemasan, konsep diri)
Klien mengatakan penyakit yang dideritanya dan menganggapnya
sebagai ujian dari Tuhan dan harus sabar menghadapinya, dan
klien hanya ingin pulang
9. Pola seksualitas dan reproduksi
Tidak terkaji
10. Pola peran hubungan
(komunikasi, hubungan dengan orang lain, kemampuan keuangan):
Klien mengatakan dirumah selalu bekomunikasi dengan tetangga
dan keluarga serta selalu berusaha menjalin hubungan yang baik
dengan orang lain.
11. Pola managemen koping-stess
(perubahan terbesar dalam hidup pada akhir-akhir ini):
Pasien mengatakan apabila memiliki suatu masalah klien
biasanya menceritakan ke anaknya dan minta pendapat dalam
menyelesaikan masalah
12. Sistem nilai dan keyakinan
(pandangan klien tentang agama, kegiatan keagamaan, dll)
Pasien mengatakan sangat percaya dengan agamanya dan selalu
berusaha untuk menjalankan ibadah semampunya.
IV. Pemeriksaan fisik
1. Pernafasan
Gerakan simetris, tampak retraksi dinding dada minimal
akibat asites, ronchi negatif, wheezing negatif, Frekwensi
Nafas : 22 x/menit
2. Cardiovascular (Focus)
CRT : < 3 detik, Frekuensi nadi 88 x/menit
3. Persarafan
Keadaan umum lemah, tingkat kesadaran Compos Mentis, GCS :
5 (Eye : 4,Verbal :5,Motorik :6), Refleks normal, tidak ada
kejang.

4. Penginderaan
a. Mata (Penglihatan)
Konjungtiva anemis, sklera ikterus, pupil isokor,
refleks cahaya positif, penglihatan menurun.
b. Hidung (Penciuman)
Bentuk normal, tidak ada gangguan penciuman, tidak ada
polip dan obstruksi, tidak ada secret, tidak ada
pernafasan cuping hidung
c. Telinga (Pendengaran)
Secret, serumen, membran tympani dalam kondisi normal,
tidak ada polip,pendengaran menurun, pasien tidak
menggunakan alat bantu dengar.
d. Perasa: normal tidak ada tremor
e. Peraba: normal
5. Perkemihan
Terpasang DC, DC tampak bersih, setiap pagi dibersihkan
6. Pencernaan
Bising usus positif, perut tampak ascites, BAB tidak
teratur
7. Otot, Tulang Dan Integument
a. Otot dan Tulang : keadaan umum pasien lemah, pasien
bedrest, kemampuan pergerakan sendi lemah, tidak ada
fraktur, dislokasi atau hematom, ADL pasien dibantu oleh
keluarga
b. Integumen
Warna kulit sawomatang, akral dingin kering, turgor
kulit tidak elastis.
8. Reproduksi
Perempuan: tidak terkaji
9. Endokrin
pasien tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat-
obatan maupun makanan, pasien menderita penyakit DM
sejak 7 tahun yang lalu dan mulai mendapatkan suntik
insulin sejak kurang lebih sebulan yang lalu. Terpasang
double lumen

Program terapi:
No Nama obat Cara Dosis
pemberian
1 Infus NaCl 0,9% IV 500cc (8 tpm)
2 Infus pct IV 2x 1 gr (k/p)
3 Pantoprazole IV 1x40 mg
4 Drip NTG 50 mg (2 amp)
5 Nebu Combivent /8 jam
6 Granicetron IV 1x3 mg
7 Furosemid IV 7 mg/jam

Hasil Pemeriksaan Penunjang dan Laboratorium

- Lab tanggal 11 oktober 2019 :


Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Hematologi
darah rutin :
Hemoglobin 10,7 11,7– 15,5
MCV 92,6 80-100 £L
MCH 30,4 26-34 pg
MCHC 32,8 32 – 36 g/dl
RDW 15,9 18,0 – 42,0
Limfosit 14,2 25-40 %
Monosit 7,2 2-11 %
Eosinofil 6,7 1-3%
Basofil 2,4 0-2 %
Neutrofil 5,36 2,30-6,10
Serologi
HBsAg negatif negatif
ANALISA DATA

No Data (sign/symton) Etiologi Masalah Paraf

1 DS : ckd Ketidakseimbangan
nutrisi kurang
- Klien mengatakan dari kebutuhan
mual muntah tubuh
penurunan fungsi
- Klien mengatakan
eksresi ginjal
badan lemas
- Klien mengatakan
nafsu makan
berkurang sindrom uremia

DO :
i. Klien tampak Hco3
lemah
ii. Klien tampak mual
dan muntah asidosis
iii. TD: 150/90
N : 88x
S : 37ºc
RR: 22x/menit Mual

Muntah

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh
2 DS : Kelemahan pada Intoleransi
- Klien mengatakan otot aktivitas
lemah dan bengkak
pada tungkai kaki
bagian kanan
Susah
DO : beraktivitas
- Aktivitas hanya
di tempat tidur
- Aktivitas
sebagian di bantu
Intoleransi
- Konjungtiva aktivitas
anemis

3 DS : obstruksi saluran Kelebihan Volume


- Klien mengatakan kemih Cairan
lemas
- Klien mengatakan
BAK jarang dan
sedikit
DO : Retensi urin
-terdapat edema
diekstremitas
-balance cairan Gagal ginjal
-minum 3-4
gelas/hari
COP turun
-makan 200cc
-infus 8tpm
Aliran darah
-output
ginjal turun
-urine 300cc/24 jam
-BAB 150cc
RAA turun
-IWL 1000cc/kg
BB/24 jam
Retensi Na dan
H2O naik

Kelebihan volume
cairan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan


fungsi hati menurun, gangguan metabolisme, nafsu makan
menurun, mual muntah ditandai dengan pasien mengatakan mual
muntah dan tidak nafsu makan, klien hanya mampu menghabiskan
2-3 suap makanan yang disediakan rumah sakit, klien tampak
lemas dan letih. TD : 150/90, Nadi: 88, RR : 20, S : 37,5
2. Intoleransi Aktifitas berhubungan dengan penurunan volume
darah, anemia, kelemahan dan kelelahan, ditandai dengan
pasien mengatakan merasa lemas, bengkak pada tungkai kaki
bagian kanan, kebutuhan ADL dibantu orang lain, klien
bedrest, klien tampak menggunakan pampers, Hb : 10,7 (14,0–
17,5 g/dl) Ttv : TD : 130/70, Nadi: 88, RR : 20, S : 37,5.
3. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan Gangguan
mekanisme pengaturan, Asupan Natrium yang
berlebihan, Peningkatan asupan cairan sekunder akibat
hiperglikemik, pengobatan, dorongan kompulsif untuk
minum air, dan aktivitas lainnya.
PERENCANAAN INTERVENSI KEPERAWATAN
(NOC & NIC)

Dx Tujuan Intervensi Rasional Paraf

KetidakseØ Setelah  Kaji intake diit  Membantu


imbangan dilakukan  Kaji adanya alergi mengetahui
nutrisi asuhan makanan adanya
kurang keperawatan defisisensi
 Kolaborasi dengan
dari selama 3x 24  Mencegah pasien
ahli gizi untuk
kebutuhan jam diharapkan mendapatkan
menentukan jumlah
Ketidakseimbang makanan yang
kalori dan nutrisi
an nutrisi menjadi alergen
yang dibutuhkan
kurang dari
pasien.  Mengetahui
kebutuhan bisa
 Berikan makanan kebutuhan
diatasi,
yang terpilih ( nutrisi pasien
dengan kriteria
hasil : sudah  Pasien
dikonsultasikan mendapatkan
 Peningkatan
dengan ahli gizi) nutrisi yang
nafsu makan
 Monitor jumlah tepat
 Pasien mampu
nutrisi dan  Mengetahui
menghabiskan
kandungan kalori kandungan
makanan yang
 Monitor adanya nutrisi yang
disediakan
penurunan berat dikonsumsi
rumah sakit
badan  Menandakan
 Tidak ada
 Monitor tipe dan gangguan nutrisi
mual/muntah
jumlah aktivitas  Menghindari
 Mampu
yang biasa pengeluaran
mengidentifika
dilakukan energi berlebih
si kebutuhan
nutrisi  Monitor kulit  Menandakan
kering dan adanya gangguan
 Tidak ada
perubahan nutrisi pada
tanda tanda
pigmentasi pasien
malnutrisi
 Monitor mual dan  Meminimalkan
 Tidak terjadi
muntah anoreksia dan
penurunan
 Monitor kadar mual
berat badan
yang berarti albumin, total  Untuk
protein, Hb, dan menghilangkan
kadar Ht mual dan muntah
 Berikan makanan
sedikit tapi sering
 Kolaborasi
pemberian
antiematik
Intoleran Setelah Ø Activty Therapy
diberikan  Bantu klien  mencegah
si
asuhan mengidentifikasi aktivitas yang
Aktifitas keperawatan aktivitas yang berlebih
selama 3x24 jam mampu dilakukan  mencegah
diharapkan  Bantu untuk memilih penggunaan
klien aktivitas konsisten energi berlebih
meningkatkan yang sesuai dengan  agar
ambulasi atau kemampuan fisik pasien/keluarga
aktivitas denga ,psikologi dan mengetahui jenis
n kriteria sosial aktivitas yang
hasil :  bantu perlu di hindari
 Mampu pasien/keluarga untuk dilakukan
meningkatkan untuk secara mandiri
aktivitas mengidentifikasi  mengetahui
sehari-hari kekurangan dalam keadaan umum
secara mandiri beraktivitas pasien
 Mampu  monitoring tanda-  pemberian terapi
berpindah tanda vital tambahan
dengan atau  kolaborasi dengan
tanpa alat tenaga medis
bantu lainnya
 Pasien tampak
segar
 Tanda-tanda
vital normal
TD : 110-
130/70-90
Nadi : 60-80
RR : 16-20
Suhu : 36,5-
37,5
Kelebihan Setelah -Ukur masukan dan -Menunjukkan
dilakukukan haluaran, catat status volume
volume
tindakan keseimbangan positif sirkulasi,
caira keperawatan (pemasukan melebihi terjadinya/perbai
setelah 3x24 pengeluaran). kan perpindahan
jam, diharapkan Timbang berat badan cairan, dan
kebutuhan tiap hari, dan catat respon terhadap
cairan klien peningkatan lebih terapi.
dapat terpenuhi dari 0,5 kg/hari
sesuai dengan -Peningkatan
kebutuhan tubuh -Monitor TTV tekanan darah
klien. biasanya
-Auskultasi paru, berhubungan
catat penurunan/tak dengan kelebihan
adanya bunyi nafas volume cairan,
dan terjadinya bunyi mungkin tidak
tambahan terjadi karena
perpindahan
cairan keluar
area vaskuler.
-Peningkatan
kongesti pulmonal
mengakibatkan
konsolidasi,
gangguan
pertukaran gas,
dan komplikasi
IMPLEMENTASI

No Hari/ Implementasi Evaluasi Paraf


Dx tgl/j
am
1, 21 1. mengKaji status S:
oktob nutrisi klien Klien mengatakan nafsu makannya mulai
er dan kebiasaan ada sedikit-dikit.
2019 klien makan.
O:
2. mengKaji
keadaan mukosa - Klien mengambiskan ¼ porsi makan
mulut yang diberikan oleh rumah sakit
3. mengAnjurkan - Klien hanya makan 2-3 sendok saja
makan dengan - Mukosa mulut lembab
porsi kecil
tapi sering. A : masalah teratasi sebagian
P : intevensi dilanjutkan :
4. mengAnjurkan
pasien untuk - Mengkaji status nutrisi klien dan
memenuhi diet kebiasaan makan klien
yang telah
diprogramkan - Mengkaji keadaan mulut dan mukosa
pasien
5. mengKolaborasi
dengan tim ahli - Menganjurkan pasien untuk
gizi untuk memenuhi diet yang disediakan
menentukan diit
/programkam
- Menganjurkan klien makan dengan
porsi kecil tapi sering
2 21 1. Membantu klien S : klien mengatakan masih
oktob untuk lemas, menggunakan alat bantu
er mengembangkan tongkat saat berjalan, kaki
2019 motivasi diri dan mulai tidak kaku saat
penguatan berjalan dan bengkak di
2. Memonitor respon tungkai kaki kanan mulai
berkurang.
fisik, social dan
spiritual. O :
3. Menganjurkan ganti
posisi dengan ·Aktifitas masih tempat tidur
dan kursi
sering untuk
aktivitas ·Aktivitas sebagian masih di
bantu.
·Konjungtiva tidak pucat dan
anemis
A : masalah teratsi sebagian.
P : lanjutkan intervensi
3 21 1.mengobservasi S :Frekuensi kencing normal
oktob status cairan ( 4-5 x setiap hari.
er terdapat edema pada
2019 kaki O : - Tidak terdapat edema
2.membatasi masukan pada kaki.
cairan pasien - Produksi urin normal
3.menjelasakan pada - TD dalam batas normal
keluarga / pasien 130/90 mmHg
tentang pembatasan - Tidak terdapat nyeri
intake cairan pada saat perkusi ginjal
A : Masalah keperawatan
kelebihan volume cairan belum
teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

1 22 1.mengKaji status S :
oktob nutrisi klien dan Klien mengatakan nafsu
er kebiasaan klien makannya mulai ada sedikit-
2019 makan. dikit.

2.mengKaji keadaan O :
mukosa mulut - Klien mengambiskan ¼
porsi makan yang
3.mengAnjurkan makan diberikan oleh rumah
dengan porsi kecil sakit
tapi sering. - Klien hanya makan 2-3
sendok saja
4.mengAnjurkan - Mukosa mulut lembab
pasien untuk A : masalah teratasi sebagian
memenuhi diet yang P : intevensi dilanjutkan :
telah diprogramkan - Mengkaji status nutrisi
klien dan kebiasaan
5.mengKolaborasi makan klien
dengan tim ahli gizi - Mengkaji keadaan mulut
untuk menentukan dan mukosa pasien
diit - Menganjurkan pasien
untuk memenuhi diet yang
disediakan /programkam
- Menganjurkan klien makan
dengan porsi kecil tapi
sering
2 22 o
-Membantu klien S : klien mengatakan masih
untukk mengembangkan lemas, menggunakan alat bantu
t
motivasi diri dan tongkat saat berjalan, kaki
o
penguatan mulai tidak kaku saat
b berjalan dan bengkak di
-Memonitor
e respon tungkai kaki kanan mulai
r
fisik, social dan berkurang.
spiritual.
2 O :
-Menganjurkan
0 ganti ·Aktifitas masih tempat tidur
posisi
1 dengan sering dan kursi
untuk9 aktivitas
·Aktivitas sebagian masih di
bantu.
·Konjungtiva tidak pucat dan
anemis
A : masalah teratsi sebagian.
P : lanjutkan intervensi
3 22 1.mengobservasi S :Frekuensi kencing normal
oktob status cairan ( 4-5 x setiap hari.
er terdapat edema pada
2019 kaki O : - Tidak terdapat edema
2.membatasi masukan pada kaki.
cairan pasien - Produksi urin normal
3.menjelasakan pada - TD dalam batas normal
keluarga / pasien 130/90 mmHg
tentang pembatasan - Tidak terdapat nyeri
intake cairan pada saat perkusi ginjal
A : Masalah keperawatan
kelebihan volume cairan belum
teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

1 23 1.mengKaji status S :
oktob nutrisi klien dan Klien mengatakan nafsu
er kebiasaan klien makannya mulai ada sedikit-
2019 makan. dikit.

2.mengKaji keadaan O :
mukosa mulut - Klien mengambiskan ¼
porsi makan yang
3.mengAnjurkan makan diberikan oleh rumah
dengan porsi kecil sakit
tapi sering. - Klien hanya makan 2-3
sendok saja
4.mengAnjurkan - Mukosa mulut lembab
pasien untuk A : masalah teratasi sebagian
memenuhi diet yang P : intevensi dilanjutkan :
telah diprogramkan - Mengkaji status nutrisi
klien dan kebiasaan
5.mengKolaborasi makan klien
dengan tim ahli gizi - Mengkaji keadaan mulut
untuk menentukan dan mukosa pasien
diit - Menganjurkan pasien
untuk memenuhi diet yang
disediakan /programkam
- Menganjurkan klien makan
dengan porsi kecil tapi
sering
2 23 1.mengKaji status S :
oktob nutrisi klien dan
er kebiasaan klien klien mengatakan masih lemas,
2019 makan. menggunakan alat bantu
tongkat saat berjalan, kaki
mulai tidak kaku saat
2.mengKaji keadaan berjalan dan bengkak di
mukosa mulut tungkai kaki kanan mulai
berkurang.
3.mengAnjurkan makan
dengan porsi kecil O :
tapi sering. ·Aktifitas masih tempat tidur
dan kursi
4.mengAnjurkan
pasien untuk ·Aktivitas sebagian masih di
memenuhi diet yang bantu.
telah diprogramkan
·Konjungtiva tidak pucat dan
5.mengKolaborasi anemis
dengan tim ahli gizi A : masalah teratsi sebagian.
untuk menentukan
diit P : lanjutkan intervensi
3 23 1.mengobservasi S :Frekuensi kencing normal
oktob status cairan ( 4-5 x setiap hari.
er terdapat edema pada
2019 kaki O : - Tidak terdapat edema
2.membatasi masukan pada kaki.
cairan pasien - Produksi urin normal
3.menjelasakan pada - TD dalam batas normal
keluarga / pasien 130/90 mmHg
tentang pembatasan - Tidak terdapat nyeri
intake cairan pada saat perkusi ginjal
A : Masalah keperawatan
kelebihan volume cairan belum
teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
EVALUASI

No Hari/tgl/jam Evaluasi paraf


Dx
1 23 oktober S :
2019 Klien mengatakan nafsu makannya mulai ada
sedikit-dikit.

O :
- Klien mengambiskan ¼ porsi makan yang
diberikan oleh rumah sakit
- Klien hanya makan 2-3 sendok saja
- Mukosa mulut lembab
A : masalah teratasi sebagian
P : intevensi dilanjutkan :
- Mengkaji status nutrisi klien dan
kebiasaan makan klien
- Mengkaji keadaan mulut dan mukosa
pasien
- Menganjurkan pasien untuk memenuhi diet
yang disediakan /programkam
- Menganjurkan klien makan dengan porsi
kecil tapi sering
2 23 oktober S :
2019
klien mengatakan masih lemas, menggunakan
alat bantu tongkat saat berjalan, kaki mulai
tidak kaku saat berjalan dan bengkak di
tungkai kaki kanan mulai berkurang.
O :
·Aktifitas masih tempat tidur dan kursi
·Aktivitas sebagian masih di bantu.
·Konjungtiva tidak pucat dan anemis
A : masalah teratsi sebagian.
P : lanjutkan intervensi
3 23 oktober S :Frekuensi kencing normal 4-5 x setiap
2019 hari.
O : - Tidak terdapat edema pada kaki.
- Produksi urin normal
- TD dalam batas normal 130/90 mmHg
- Tidak terdapat nyeri pada saat perkusi
ginjal
A : Masalah keperawatan kelebihan volume
cairan belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan