Anda di halaman 1dari 36

Rodentisida

Condro Sukma Pranajaya 25010116120120


Nicholas Avorandi K 25010116140183
Ramadani Sukaningtyas 25000118183009
Trivano Yonathan Lenakoly 25000118183017
Rodentisida

Bahan yang mengandung senyawa


kimia beracun yang digunakan untuk
mematikan berbagai jenis binatang
pengerat misalnya tikus
Mengapa perlu Rodentisida?

Tikus sering menyerang tanaman


pangan, hortikultura, dan tanaman
perkebunan dalam waktu yang singkat
dengan tingkat kerugian yang cukup
besar.
Bentuk rodentisida

•Serbuk
•Butiran
•Pelet
Jenis Jenis Rodentisida
Rodentisida Akut

Menyebabkan kematian tikus dalam 24


jam atau kurang setelah pemberian pada
dosis yang mematikan dengan merusak
sistem Syaraf
Rodentisida Akut

•Tidak Memiliki antidote spesifik


•Dibatasi keberadaannya
•Bahan aktif yang dipakai brometalin,
crimidine, dan arsen trioksida.
Rodentisida Akut
• Seng Fosfida (Zn3P2). dan merupakan satu-satunya
bahan aktif yang tersedia secara luas dan diizinkan
digunakan oleh non profesional.
• LD50 seng fosfida terhadap tikus adalah 45.7 mg/kg.
• Tikus akan mati beberapa jam setelah mengkonsumsi
Rodentisida Akut
• Bahan Aktif Seng Fosfida menghasilkan gas Fosfin
(PH3) yang merusak saluran pencernaan, masuk ke
aliran darah dan merusak hati.
• Rodentisida ini juga membunuh anjing, kucing, babi,
ayam, dan itik dengan LD50 seng fosfida terdapat
pada kisaran 20-40 mg/kg.
Rodentisida Kronis

•Mengganggu metabolisme vitamin K dan


pembekuan darah.
•Merusak pembuluh darah.
•Bahan Aktif : warfarin, kumatetralil, fumarin,
difasinon, pival (generasi I), bromadiolon,
difenakum, flokumafen (Generasi II)
Rodentisida Kronis

•Penggunaan rodentisida kronis lebih sering


karena dapat mengurangi kecurigaan tikus.
•Tikus yang mengalami kontak dengan
racun tidak langsung mati
Kumatetralil (C19H16O3).
• Berbentuk bubuk kristal berwarna putih kekuningan.
• Antikoagulan
• Formulasi yang digunakan sebesar 0.0375% yang
telah dicampur dengan umpan.
• LD50 akut oral 16 mg/kg
Bromadiolon (C10H23BrO4)
• Antikoagulan generasi ke 2
• Mengendalikan tikus di bidang pertanian
• Konsentrasi yang banyak digunakan yaitu 0.005%
• Dapat membunuh tikus sawah dalam 24 jam dan
tikus rumah dalam 5 hari
Brodifakum (C31H23BrO)
• Antikoagulan generasi ke 2
• Digunakan untuk tikus dengan resistensi rodentisida
warfarin.
• LD50 untuk tikus jantan adalah 0.27 mg/kg dan untuk
tikus betina 0.4 mg/kg.
• dosis serendah 1 mg pada orang dewasa atau 0,014
mg / kg pada anak sudah cukup untuk menghasilkan
toksisitas.
Flokumafen
• Sama dengan brodifakum
• Tidak Larut dalam air
• Direkomendasikan dengan konsentrasi 0,005%
• Berwarna biru
Rodentisida Nabati
• Pestisida organik
• Untuk mengurangi penvemaran lingkungan
• Harga relatif murah
• Lebih mudah dalam pembuatan
• Sulit menimbulkan resistensi pada tikus.
Gadung (Dioscorea hispidae)
• Pestisida organik
• Memiliki kangungan 0.2 - 0.7% diosgenin dan 0.044%
dioscorine
• Menyebabkan kelumpuhan sistem saraf pusat
• Mudah terurai di alam
Jarak (Ricinus communis)
• Memiliki kandungan ricin yang bersifat toksin pada
manusia hewan dan serangga.
• Konsentrasi ricin tertinggi di dalam biji
• Menyebabkan penggumpalan darah pada tikus
Bintaro (Cebera odollam)
• Mengandung racun bernama cerberin
• Menghambat saluran ion kalsium dalam otot
• Mengganggu detak jantung dan menyebabkan
kematian.
• Asap pembakaran dapat menyebabkan kematian.
Rodentisida Antikoagulan
• Rendah toksisitasnya pada manusia
• Antikoagulan terbagi dalam dua bagian yaitu
coumarin dan indanedione
• Tanda-tanda keracunan racun tikus antikoagulan
adalah mual, muntah dan diare, perdarahan yang
menyebabkan luka lambat sembuh
Toksisitas Rodentisida
Klasifikasi Keracunan pada
Rodentisida
Rodentisida yang sangat beracun
• Zat-zat dengan LD dosis tunggal kurang dari
50mg/Kg berat badan.
• Ditinggalkan karena toksisitas pada manusia
• Contohnya : Alumunium Fosfida, Sodium
monofluoroasetat, Strychnine, Zinc Phosphide, Yellow
phosporus, Arsenik, dan Talium
Rodentisida yang sangat beracun
• Logam fosfida digunakan sebagai alat membunuh
tikus dan bertindak cepat sebagai dosis tunggal
rodentisida (1-3 hari setelah konsumsi umpan)
• Asam dalam sistem pencernaan bereaksi dengan
fosfida menghasilkan gas fosfin yang toksik
• Fosfor unsur. Menyebabkan kerusakan pada saluran
pencernaan, hati dan kardiovaskular.
Rodentisida Beracun sedang
• Rodentisida dengan LD 50 lebih dari 500mg/kg berat
badan
• Contohnya : Alpha-naphthyl-thiourea (ANTU) dan
Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT).
• Bila mengkonsumsi ANTU dalam Jumlah besar dapat
menyebabkan dispnea,sianosis, dan hipotermia
• Keracunan DDT dapat menyebabkan gejala seperti
Muntah, gemetar, dan Kejang.
Rodentisida Beracun rendah
• Rodentisida dengan LD 50 antara 500 dan 5000
mg/kg berat badan
• Contohnya : Merah squill, Norbormide, dan
Anticoagulants warfarin-type rodentisida
• Squill merah mengandung bahan kimia mirip digitalis
glikosida. Jarang menyebabkan toksisitas pada
manusia
Rodentisida Beracun rendah
• Norbormide menyebabkan nekrosis iskemik pada
tikus. Tapi tidak mempengaruhi hewan lain atau
manusia.
• Antikoagulan menyebabkan ketidakmampuan dalam
proses pembekuan darah dengan memblokir siklus
vitamin K dalam tubuh.
Sistem kerja beberapa rodentisida
• Bromethalin : menghentikan sel-sel di sistem syaraf
pusat dari menghasilkan energi. Sel-sel saraf ini
membengkak dan menghasilkan kelumpuhan serta
kematian.
• Cholecalciferol : Menyebabkan terlalu banyak
kalium dalam darah yang mempengaruhi sistem
saraf, otot, saluran pencernaan, sistem
kardiovaskuler dan gagal ginjal.
Sistem kerja beberapa rodentisida
• Zinc Phosphide : bereaksi dengan asam lalu
menjadi gas fosfin yang sangat berajun dan membuat
sel sel mati merusak jantungm otak, ginjal, dan hati
• Strychnine : Mempengaruhi sel di sumsum tulang
belakang dengan menyebabkan sel saraf bekerja
dengan cepat dan menyebabkan kejang otot. Kejang
dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan dan
kematian.
Tanda keracunan Rodentisida
• Antikoagulan : menyebabkan perdarahan tidak terkontrol
di bagian tubuh mmanapun. Kesulitan bernafas, batukm
mintah, tinja menghitam, pucat, perdarahan dari gusi,
kejang, memar, dan perut kembung.
• Bromethalin : menyebabkan tremor otot, kejang,
kepekaan terhadap cahaya atau kebisinganpada hewan.
Hewan akan kehilangan kemampuan untuk
mengendalikan kaki belakang, tidak nafsu makan lalu
mengalami kematian
Tanda keracunan Rodentisida
• Cholecalciferol : kehilangan nafsu makan, muntah,
haus, dehidrasi, diare. Dalam 1-2 hari akan
menyebabkan gagal ginjal. Orang yang terpapar akan
haus dan sering buang air kecil
• Seng fosfida : muntah setelah satu jam konsumsi.
Muntah mengandung darah dan berbau bawang
putih. Jika pada manusia dapat menyebabkan
muntah, nafas pendek, kejang , hingga koma.
Tanda keracunan Rodentisida
• Strychnine : kejang otot dan kehilangan kesadaran
pada manusia serta hewan. Dapat menyebabkan
gangguan pernapasan sehingga menimbulkan
kematian
Keracunan primer dan sekunder
• Keracunan primer disebabkan hewan memeakan
langsung umpan yang sudah diberi rodentisida
• Keracunan sekunder disebabkan memakan hewan yang
memakan rodentisida
• Keracunan sekunder tinggi pada elang dan burung hantu
disebabkan difethialone dan brodifakum
• Pada anjing dan kucing disebabkan chlorophacinone,
diphacinone, dan semua rodentisida dosis tunggal.
Brometalin dan kolekalsiferol
Pertolongan pertama keracunan racun
tikus
1. Jika kontak dengan kulit, bersihkan dengan air
mengalir selama 15-20 menit dengan sabun.
2. Jika kontak dengan mata, bersihkan dengan air
bersih mengalir selama 15 menit segera bawa ke
dokter.
3. Jika tertelan, minum air dan segera bawa ke rumah
sakit
4. Jika terhirup, beri udara segar
Tindakan medis keracunan racun tikus
1. Pemberian arang aktif
2. Tindakan Gastric lavage
3. Monitoring Laboratorium
4. Antidotum