Anda di halaman 1dari 3

Impianku dan Sahabatku

Mimpi. Mana mungkin mimpi itu bisa terjadi. Begitulah kata orang yang tidak mempercayai
akan mimpinya itu. Tapi ada beberapa orang yang berpendapat seperti ini “Apa yang kita
impikan selama ini pasti akan terjadi jika kita mau bekerja keras, selalu berdoa dan tidak
sombong”. Apakah kalian mempunyai sesuatu yang di impikan? pasti punya kan? begitupun
denganku.

Aku, Viona. Impian terbesarku adalah menjadi seorang perancang busana ternama yang
karyanya dihargai dan bisa membuat orang-orang tersenyum puas saat melihatnya. Aku juga
ingin membuat pameran untuk kalangan perancang busana yang masih pemula agar mereka
dapat lebih kreatif membuat sesuatu yang baru. Aku membayangkan betapa bangganya kedua
orang tuaku nanti melihat anaknya ini sukses, ini sungguh membuatku tak sabaringin
mewujudkan mimpi itu. Aku mendesah pelan, memejamkan kedua mataku, membisikan
harapan agar impianku terwujud kepada Tuhan. Lalu kubuka mataku kembali dan menatap ke
arah langit yang biru yang tersenyum indah seakan-akan menyemangati aku.

“Viona,” kutolehkan kepalaku ke arah samping, kudapati seorang gadis cantik yang duduk
disampingku, entah sejak kapan dia ada disini.
“Gaby? Sejak kapan kamu ada disini?” tanyaku dengan kening berkerut. Gaby pun
tersenyum.
“Ya kira-kira 2 menit lebih 50 detik yang lalu,” aku yakin dia jawabnya asal. Dia tidak
mungkin serajin itu menghitung menit juga detiknya.
“Gab, aku serius!” Dia malah tertawa terbahak-bahak melihatku. Kugelengkan kepalaku
melihat kelakuan sahabatku yang aneh ini. Akupun melanjutkan kegiatan awalku, menikmati
anging yang berhembus nyaman di depan kelasku.

“Gab, kekuatan dan keyakinan dari sebuah impian, kamu percaya itu kan?” Hening. Tak ada
jawaban apapun dari sahabatku ini. Aku melirik sekilas ke arahnya. Kesan pertama yang
kulihat dari wajahnya adalah wajah bingungnya yang sangat konyol!.
“Hmm, masih bermimpi menjadi perancang busana?” dengan wajah yang tidak yakin.
“Dih! Itu bukan bermimpi tapi impian!” aku mencubit pelan tangannya, membuat dia
meringis dan menampakkan mimik tak suka padaku.
“Vio, jangan cubit tanganku begitu! sakit tau! Lagi pula itu sama saja kan?”
“Beda tahu! Bermimpi itu disaat kau tak sadar dan tak tahu apa yang sedang kau lakukan
sedangkan mimpi itu sesuatu yang teramat inginkau capai,”
“Ya biasa aja kali, nggak usah cubit-cubit segala,” aku hanya tersenyum malu kepadanya.
“Memangnya kamu benar-benar ingin menjadi perancang busana? Seriusan?”
“Gaby, sahabatku yang cantik, baik, tidak sombong dan suka menabung, sudah berapa kali
aku bilang kalau aku ingin menjadi perancang busana yang ternama ya pasti aku benar-benar
serius,”
“Iya sih Vio, tapi..” kulihat ada keraguan diwajah sahabatku ini. Lalu kudorong pelan
jidatnya dan membuat dia meringis dan menatap tajam ke arahku.
“Kegagalan bukan akhir dari segalanya kan Gab? Justru kegagalan adalah awal dari
segalanya. Proses menjadi suatu yang berharga, itu tak semudah menyiram wajahmu dengan
jus jeruk kan,Gab? Aku hanya ingin mencoba menjadi yang lebih baik lagi, Gab,”
kusandarkan kepalaku di atas bahunya.
“Hmm. Try to be something if you’re nothing. Try to be somebody if you’re nobody. But
don’t try to be some else.”
“Just be yourself , iya kan?” aku tersenyum manis sambil memeluk erat pinggang sahabatku.
“Ayo kita wujudkan impianmu bersama-sama dengan kekuatan dan keyakinan yang kamu
miliki!” Aku bersemangat ria mendengar Gaby berkata begitu.
“Dan juga dengan kekuatan persahabatan kita!” kataku, yang disetujui olehnya.
“Jangan buat kekuatan dan keyakinan itu terkikis karena kegagalan,Vio,” bisiknya pelan,
akupun mengangguk.
”Dan jangan buat kekuatan persahabatan kita terkikis dengan pengkhianatan, Gab,” dia pun
tersenyum manis mendengarnya.
“Yang paling penting, jangan menyerah tetap melangkah maju kedepan dan jangan putus
asa!” Kukecup pipinya sebentar lalu berlari menjulurkan lidak ke arah Gaby yang melolot
melihatku. Aku tahu bahwa Gaby paling tidak suka dikecup pipinya. Sahabatku tercintapun
berlari mengejar ku. Aku tertawa puas tanpa menghentikan langkah kakiku.
“Gaby, mari kita wujudkan impianku bersama-sama dengan kekuatan persahabatan kita”
kami berduapun berteriak seakan tak ada orang disekitar.
Kita hadapi semuanya bersama, Gab!

-TAMAT-
Nama Lengkap : Gabriela Winonakiyani Angelika
Tempat/Tanggal Lahir : Kereng Bangkirai, 16 Juni 1998
Alamat Lengkap : Jl. Mahir Mahar 2 No.2 Tjilik Riwut Km.8
Asal Sekolah : SMA Negeri 2 Palangka Raya
Alamat Email : angel.gabrielaaa@gmail.com
No. Hp : 085246131060
No. Rekening : 4541-01-006355-53-4