Anda di halaman 1dari 2

TABIR DEMOKRASI

Juli Ardian

Tabir kering akan basah-mu

Demokrasi dahaga akan sejuk dari-mu

Tabir kasat akan naung hirup pada-mu

Demokrasi jagatraya akan lajur peradaban-mu

Tabir-lah nafsu dikutub aktifitas

Tabir -lah angan diruang realitas

Tabir -lah kesendirian saat jalan terbebas

Tabir -lah berfikir dangkal atas lintas malas

Tabir, Tabir, Tabir demokrasi -lah.... Tabir-kan naluri dini dijejak kausy spekulasi

Terapung yang kau sifati berlayar berhembuskan semilir

Tarik pandang mahluk mengalir pantul kejernihan

Tarian renang bergilir melampaui aliran air

Tertancaplah akal siap pertahanan

Tiap hulu kehilir terkandung makna

Tumpuhan dominasi disetiap arah serat

Tangkai penghubung kultur loyalitas kesemua

Titian Tabir mengucur deras pelebur keruh ranah sesat

Liku haluan-mu yang tak terduga telah membasahi hingga ke samudra

Lambaian gelombang telah menyejukkan lamunan dilensa mata yang memandang

Dingin terasa hangat saat terik matahari melintas diubun-ubun kerangka

Dinding pertahanan yang tak keras dari-mu telah membentengi siapapun penantang

Pusaran berputar terporos seakan tak kandas ditelan ambang kuasa

Pasukan elit yang mengedepankan prioritas diranah cair tak kerah tertantang

Demokrasi.., Demokrasi.. Tabir demokrasi...

Deras-tenang terpaan telah membelah, mungkinlah... Tabir!

Deretan telapak ta’akan membekas menyentuh ialah.. Demokrasi

1
Jalur penghantar namun tak dapat ditahlukan engkaulah... Tabir

Janji seakan terus membasahi sumber kehidupan ialah... Demokrasi

Tepian yang menyamankan tersinggahnya teologi, tampaklah.... Tabir

Taring runcing ataupun cakar tertajam akan sirna bila menyebrangi Demokrasi

Tabir cair sungai-lah Tabir

Demokrasi mengalir angan-lah lepas

beraktifitas lancar ingat-lah batas

beriman tak ingkar, kelak Esa-lah pembalas..,

Tabir –kah itu..? atau Demokrasi–kan ini..

Oooo000...., Tabir,! Haaaiiiiiii, Demokrasi...

Sampaikan-lah kepenghujung selatan-utara panjangnya akan pradabanmu...

Raungilah lembaran lebarmu dari ufuk timur-barat zaman..

Dan.....,Waktu cita-cita cinta sahabat, atau itu-kah atas restuNya

Jika aku diciptakan untuk belajar banyak tentang terbang


Harusnya aku punya peta dalam otakku
Jika aku ini memang diciptakan untuk terbang cepat
Harusnya aku punya sayap tuk,

Terus terbang bertemu teman, kawan dan sahabatku..