Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR

PADA BAYI Ny.I DI RUANG SRIKANDI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO


SEMARANG

DISUSUN OLEH :
ENDANG JUNAELA
P1337420919014

PROGRAM STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
SEMARANG
2019

1
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR
PADA BAYI Ny.I DI RUANG SRIKANDI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO
SEMARANG

NAMA MAHASISWA : ENDANG JUNAELA


NIM : P1337420919014
RUANGAN : SRIKANDI
RS : RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO
Nama ayah/ibu : Ny. I dan Tn. S
Alamat : Sendangduo RT II RW IX Semarang

A. JUMLAH ANAK
No Tahun lahir L/P BB lahir Keadaan Komp Jenis Tempat Ket
bayi persalinan lahir
1. 2012 P 2900 gr Sehat - Spntan Bidan -
2. 2019 L 2900 gr Sehat - Spontan RS -

B. RIWAYAT KELAHIRAN
Status Gravida Ibu : G2P1A0 39 Mgg
Riwayat Persalinan : Spontan
BB/TB Ibu : 63 kg/156 cm
Tempat Persalinan : RSUD K.R.M.T Wongsonegoro
Jenis Persalinan : Spontan pervaginam
Komplikasi Persalinan : -
Lama Pecahnya Ketuban : 11 jam
Proses Persalinan : Kala I : 11 Jam
Kala II : 30 menit
Keadaan bayi saat lahir : menangis kuat, badan kemerahan, gerakan aktif,tonus otot ada.
Lahir tanggal : 02/09/2019
Jam : 12.30 WIB
Jenis Kelamin : Laki-laki
Bayi : Tunggal
BB/PB lahir : 2900 gr/ 48 cm
Nilai APGAR : 9-10-10
Plasenta
1. Berat : 500 gr
2. Kotiledon : 18 kotiledon (lengkap dan utuh tidak ada yang bagian yang
hilang)
3. Ukuran : 20 cm x 20 cm x 2 cm
4. Kelainan : tidak ada
5. Insersi tali pusat : Insertio lateralis
Tali Pusat
1. Panjang : 50 cm
2. Pembuluh darah : 2 arteri umbilikalis dan 1 vena umbilikalis

2
3. Jenis kelainan : tidak ada

C. PEMERIKSAAN FISIK BAYI


1. Umur :0
2. Hari : Senin/ 02/09/2019
3. Suhu badan : 37oC
4. Genitalia : laki-laki (testis)
5. Testis : tidak ada pembesaran, Penis lurus, meatus urinarius di sisi kiri di
glans tetis ( epispadia ) dan skrotum penuh
6. BB : 2900 gr
7. PJ : 48 cm
8. Lingkar kepala: 32 cm
9. Lingkar dada : 31 cm
10. Anus : ada

D. ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR


Lingkar dada : 31 cm
Lingkar perut : 30 cm
Ekstremitas : Panjang sama kedua sisi dan sepuluh jari kaki tanpa selaput, jarak
antar jari sama bantalan kuku merah muda, panjang kuku melewati
bantalan kuku
Jari tangan : lengkap (10 jari)
Pergerakan : aktif
Mekonium : bewarna hijau kehitaman
Kepala dan leher : Distribusi rambut di puncak kepala, Tidak ada massa atau area lunak
di tulang tengkorak, fontanel anterior dengan ukuran 5 x 4 cm
sepanjang sutura korona dan sutura segital, fortanel posterior dengan
ukuran 1 x 1 cm sepanjang sutura lambdoidalis dan sagitalis.
Bentuk komplikasi: tidak ada
Molding : 1 (sutura (pertemuan dua tulang tengkorak) yang tepat/bersesuaian)
Caput : tidak ada ditemukan caput succedaneum
Garis telapak tangan/kaki : garis tangan tidak hanya satu buah, menyerupai huruf M
Chepal hematom : tidak ditemukan
Status Neurologis : Baik
Ubun-ubun/sutura : Ukuran variasi, tidak ada standar. Merupakan titik lembut pada
bagian ataskepala bayi di tempat tulang tengkorak yang sudah
sepenuhnya bertemu.

E. SISTEM PERSYARAFAN
Reflek mata : berkedip ketika disoroti cahaya
Telinga : Posisi telinga berada garis lurus dengan mata, kulit tidak kendur,
pembentukkan tulang rawan yaitu pinna terbentuk dengan baik
kokoh.
Mulut : bentuk dan ukuran proporsional dengan wajah, bibir berbentuk penuh

3
berwarna merah muda dan lembab, membran mekosa lembab dan
berwarna merah muda, palatom utuh, lidah dan uvula di garis
tengah, reflek gag dan reflek menghisap serta reflek rooting ada.
Hidung : Posisi di garis tengah, nares utuh dan bilateral, bernafas melalui
hidung.
Leher : rentang pergerakan sendi bebas, bentuk simestris dan pendek.
Menggenggam : jari-jari bayi melengkung di sekitar jari yang diletakkan di telapang
tangan bayi dari sisi ulnar.
Dada : Bentuk seperti tong, gerakan dinding dada semetris, pola nafas
normal, nadi di apeks teraba di ruang interkosa keempat atau kelima
tanpa kardiomegali, suara nafas jernih sama kedua sisi, tidak ada
peningkatan timpani pada lapang paru.
Menangis : bayi menangis setelah dilakukan resusitas penghisapan lendir
Berjalan : Kaki akan bergerak ke atas dan kebawah bila sedikit disentuhkan ke
permukaan keras.
Tonus leher : tidak terdapat keterbatasan pergelakan tulang leher.
Denyut jantung : 120 x/menit
Tendon : Baik
Morro : bayi mengembangkan tangannya ke samping dan melebarkan jari
jarinya kemudian menarik tangannya kembali dengan cepat seperti
ingin memeluk seseorang
Rooting : bayi memalingkan kepalanya ke arah benda yang menyentuhnya,
dalam upaya menemukan sesuatu yang dapat dihisap
Sucking : bayi secara otomatis menghisap benda yang ditempatkan di mulutnya
Babinski : jari kaki mengembang (sepeerti kipas) dan ibu jari kaki dorsofleksi
Jantung & paru : pola nafas normal, nadi di apeks teraba di ruang interkosa keempat
atau kelima tanpa kardiomegali, tidak ada peningkatan timpani pada
lapang paru
Bunyi nafas : vesikuler, suara nafas jernih sama kedua sisi, pola nafas normal
RR menit : 40 x/menit
Fleksibilitas tulang punggung : baik
Kelainan Kulit : tidak ada
Leguno Vernik caseosa : ada
Keadaan : baik
Punggung kelainan: tidak ada
Abdomen
Bising usus : 3 x/menit
Kontur : cembung
Kelainan : tidak ada
1. ASI / PASI : ASI
2. Kemampuan minum : Baik
Eliminasi
1. BAB pertama : 02 September 2019 / 12.40 WIB
2. BAK pertama : 02 September 2019 / 13.00 WIB

4
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada pemeriksaan penunjang yang dilakukan

1. PENGKAJIAN ASKEP
Waktu
Symtom/Signs Etiologi Problem
Tgl & Jam
02/09/2019 DS : Resiko Hipotermi Regulasi suhu tubuh tak
12.35 WIB DO : efektif sekunder
- Kesadaran terhadap usia
komposmentis
- TTV :
T : 37oC
HR : 120 x/menit
RR : 40 x/menit
- Antropometri
BB : 2900 gr
PJ : 48 cm
LK : 32 cm
LD : 31 cm
- Bayi menangis,
bergerak aktif
- Badan kemerahan
- Apgar score : 9-10-
10
- Reflek moro (+),
rooting (+)

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko hipotermi berhubungan dengan sistem termoregulator bayi yang belum
sempurna

3. TUJUAN DAN PERENCANAAN


Waktu
Tujuan Keperawatan (NOC) Rencana Tindakan (NIC)
Tgl & Jam
02/09/2019 Hipotermi tidak terjadi dalam 1 x - Ukur suhu tubuh bayi baru lahir
12.35 WIB 2 jam pertama dalam perawatan. - Observasi tanda-tanda hipotermi
Kriteria hasil : (stress, dingin) seperti pucat, tremor,
- Suhu tubuh bayi dalam batas kulit dingin, letargi, dll
normal (36,5oC – 37,5oC) - Berikan cairan oral dini pada bayi
- Tidak terdapat tanda-tanda ASI on demand dan susu
hipotermi (stress, dingin) seperti - Pertahankan suhu tubuh bayi dari
pucat, tremor, kulit dingin, pernapasan lingkungan
letargi, dll - Mandikan bayi setelah 6 jam
pertama dengan air hangat dan tidak
terlalu lama, keringkan segera
- Oles badan bayi dengan minyak
telon
- Beri pakaian hangat (baju-popok)
- Selimuti (bedong) bayi dengan
selimut hangat dan pasang kelambu

5
pada ranjang
- Letakkan keranjang bayi
dilingkungan yang hangat tidak ber
AC
- Jaga lingkungan sekitar dan tubuh
bayi supaya tetap kering
- Ganti kain popok yang basah oleh
urin dan mekonium sesegera
mungkin
- Bersihkan bokong bayi, genetalia.
Lipatan paha dan mengeringkannya.

4. PELAKSANAAN
Waktu No
Implementasi Evaluasi (Proses)
Tgl & Jam Dx
02/09/2019 1. - Mengukur suhu tubuh bayi S :
12.40 WIB baru lahir O : T : 37oC

- Mengobservasi tanda-tanda S:
hipotermi (stress, dingin) O:
seperti pucat, tremor, kulit - Tangan dan kaki dingin
dingin, letargi, dll - Tremor ketika bedong dibuka

- Memberikan cairan oral dini S :


pada bayi ASI on demand O : bayi diberikan kepada ibu untuk
dan susu disusui

- Mempertahankan suhu tubuh S :


bayi dari pemaparan O : bayi di bedong dan diselimuti
lingkungan

- Mengoles badan bayi dengan S :


minyak telon O : minyak telon dioles dipunggung
dan dada bayi

- Memberikan pakaian hangat S :


(baju-popok) O : bayi dipasangkan baju, popok
dan di bedong

S:
- Menyelimuti (bedong) bayi
O : bayi dibedong dan diletakkan
dengan selimut hangat dan
infant warmer
pasang kelambu pada
ranjang
S:
- Meletakkan keranjang bayi
O : bayi diletakkan infant warmer
dilingkungan yang hangat
tidak ber AC

6
- Menjaga lingkungan sekitar S :
dan tubuh bayi supaya tetap O : ganti popok bayi ketika dia
kering BAK/BAB

- Mengganti kain popok yang S :


basah oleh urin dan O : popok segera diganti ketika
mekonium sesegera mungkin terkena BAK/BAB

- Membersihkan bokong bayi, S :


genetalia. Lipayan paha dan O : bokong bayi, genetalia dan
mengeringkannya. lipatan paha di bersihkan dengan
tisu basah dan dikeringkan

5. EVALUASI
Waktu No
Diagnosa Evaluasi (Hasil)
Tgl & Jam Dx
02/09/2019 1. Resiko hipotermi S:
13.40 WIB berhubungan dengan O:
sistem termoregulator - Suhu tubuh bayi dalam batas normal
bayi yang belum T : 37,1 oC
sempurna - Tidak terdapat tanda-tanda hipotermi
Pucat (-)
Tremor (-)
Kulit hangat
- Bayi terpasang baju, popok dan bedong
serta
- Tubuh bayi tetap hangat walaupun tidak
berada didalam infant warmer
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi