Anda di halaman 1dari 11

RASUL –RASUL ULUL AZMI

I. PENDAHULUAN
Berbicara tentang Ulul Azmi, terdapat 5 Rasul yang mendapat gelar ini.
Dari jumlah rasul yang cukup banyak, terdapat 5 yang memiliki ketabahan hati
yang luar biasa sekali, jadi gelar Ulul Azmi ini sangat pantas disematkan pada
utusan-utusan Allah tersebut.
Ulul Azmi merupakan sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan
kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan
kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid.
Jadi, rasul ulul azmi yang dipilih oleh Allah SWT memiliki ketabahan dan
kesabaran yang sangat luar bias, melebihi rasul-rasul yang lain. Kelima rasul
tersebut adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad, atau disingkat dengan
“NIMIM”. Rasul ulul azmi memiliki memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar
biasa, terdapat ciri-ciri lain dari rasul bergelar Ulul Azmi tersebut, yaitu:
Memperoleh pengiktirafan Allah SWT, Memiliki kesabaran yang tinggi,
Senantiasa memohon kepada Allah agar kaumnya tidak diberikan azab,
Senantiasa berdoa kepada Allah agar kaumnya diberikan hidayah, Memiliki
keazaman yang tinggi semasa berdakwah. Namun, secara umum yang lebih
ditonjolkan adalah tekad dan keteguhan hati yang kuat dengan disertai kesabaran
dan ketabahan hati yang luar biasa dalam menghadapi segala bentuk rintangan dan
tantangan dalam mendakwahkan agama Allah SWT

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Ulul Azmi
Secara etimologis Ulul Azmi berasal dari kata dua suku
kata Ulu dan Azmi. Ulumempunyai arti yang empunya (untuk bentuk jamak)
serta Azmi berasal dari kata Azama yang mempunyai arti kemauan yang teguh dan
kuat.
Ulul Azmi adalah Nabi dan Rasul itu ada yang mendapatkan keistimewaan
dari Tuhan, karenanya kedudukan mereka lebih tinggi dan mereka mempunyai

1
kemauan yang teguh. Dengan kata lain, Ulul Azmi adalah mereka yang memiliki
keteguhan hati dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan serta tekad yang
membaja untuk mewujudkan kebaikan.
Hal tersebut telah dijelaskan oleh Imam Qurthubi, bahwa pengertian Ulul
Azmi adalah mereka yang senantiasa menyuarakan perang melawan kemungkaran
yang pada akhirnya nampaklah kemenangan serta berupaya dengan sekuat tenaga
dan pikiran untuk berjuang melawan perilaku kekafiran.
Ulul Azmi adalah suatu gelar, di mana tidak semua para nabi mendapatkan
gelar tersebut. Hal ini disebabkan karena ada beberapa prasyarat yang melekat
pada seorang nabi, sehingga mendapatkan julukan tersebut. Prasyarat tersebut
adalah sabar, lapang dada/ kesediaan memberi maaf, tekad yang kuat untuk
melaksanakan tuntunan Allah, dan tidak tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu
Dengan persyaratan tersebut, rasul pilihan kemudian diberikan gelar Ulul
Azmi. Mereka yang tetap tabah dalam menghadapi sikap dan tindakan orang-
orang kafir yang mengingkari dan mendustakan risalah yang disampaikan kepada
mereka, yaitu dengan senantiasa mengajak mereka ke jalan Allah, baik di waktu
siang maupun malam, tidak jemu mendoakan supaya kaumnya sadar dan
senantiasa memohonkan ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat kaumnya.
Gelar ini hanya diberikan kepada 5 (lima) Nabi saja yaitu : Nabi Nuh a.s, Nabi
Ibrahim a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s dan Nabi Muhammad S.A.W
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
  
 
  
 
   
  
 
dan (ingatlah) ketika Kami mengambil Perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu
(sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah
mengambil dari mereka Perjanjian yang teguh. (QS. Al-Ahzab:7)

     


   

2
  
  
   
  
    
  
   
   
   
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-
Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang
telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama
dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang
musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama
itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya
orang yang kembali (kepada-Nya). (QS. Asy Syuura:13)

B. Sifat-sifat Ulul Azmi


Sifat-sifat Rasul Ulul Azmi adalah :
1. Mempunyai kesabaran yang kuat saat menyampaikan kebenaran
2. Selalu memohon kepada Allah supaya kaumnya diberi petunjuk dan azab
tidak diturunkan supaya ada kesempatan bertaubat terlebih dahulu
3. Selalu berdo'a agar Allah memberi hidayah kepada umatnya
4. Memiliki semangat yang kuat dan kokoh (azzam) yang tinggi semasa
menyampaikan kebenaran
Sifat kesabaran dan ketabahan salam menghadapi rintangan para rasul
khusunya ulul azmi sangat jauh berbeda dengan kita. Nabi Muhammad Saw
pernah bersabda bahwa yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian
orang-orang yang seperti mereka. Sifat kesabaran dan ketabahan nabi dan rasul
tersebut disebabkan oleh kekuatan iman mereka. Mereka meyakini bahwa
berbagai bentuk cobaan dan fitnah yang diberikan Allah adalah bentuk kasih
sayang-nya supaya dapat naik derajatnya disisi Allah Swt.

C. Rasul-rasul Ulul Azmi


1. Nabi Nuh AS

3
Nuh bin Lamik bin Mutuisyalkh dari keturunan Idris, lalu
keturunan Nabi Syits bin Adam. Diperkirakan hidup pada tahun 3993-
3043 SM dan diangkat menjadi Nabi pada tahun 3650 SM. Diperkirakan
beliau tinggal di wilayah yang kini disebut sebagai Iraq. Para ahli sejarah
banyak menyebutkan bahwa beliau wafat di Mekkah, dan memiliki 4 anak
laki-laki. Nama Nuh disebutkan sebanyak 43 kali dalam Al-Qu’ran.
Nabi Nuh diangkat sebagai ulul azmi di antaranya karena
kesabarannya dalam berdakwah yang selalu mendapat hinaan dari
kaumnya. Nabi Nuh tanpa menyerah terusmenerus mendakwahi keluarga,
kerabat dan masyarakat umum, untuk kembali kejalan yang lurus. Hampir
1000 tahun usianya jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200
orang. Bahkan istri dan anaknya yang bernama Kan’an termasuk
penentangnya. Atas kehendak Allah umat Nuh yang membangkang
ditenggelamkan dengan gelombang air bah dan semuanya hancur, kecuali
Nuh dan pengikutnya yang beriman.
Selama 950 tahun Nabi Nuh a.s menyeru kaumnya bangsa
Armenia agar bertauhid kepada Allah swt. Dan meninggalakan berhala-
berhala yang mereka sembah. Seruan Nabi Nuh a.s itu disambut dengan
cemoohan, ejekan dan hinaan. Semula Nabi Nuh a.s menghadapi mereka
dengan penuh sabar dan tabah. Tapi mereka semakin berani dan runyam
serta sulit dapat diharapkan mau beriman. Setelah beliau bersama mereka
950 tahun lamanya tidak ada yang mau mengikuti beliau kecuali beberapa
orang saja. Maka terpaksa Nabi Nuh a.s mohon kepada Allah swt. dengan
berdo`a sebagai mana tersebut dalam Al-Qur an
    
  
  
  
  
  
 
26. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di
antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

4
27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka
akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan
selain anak yang berbuat ma'siat lagi sangat kafir. (QS. Nuh:26-27)

Allah swt. menjawab dan memenuhi permintaan Nabi Nuh a.s.,


seraya memerintahkan agar beliau membuat perahu. Setiap orang yang
lewat menertawakan dan mengejeknya karena sungguh dianggap lucu
membuat perahu ditanah dataran tinggi.Setelah selesai membuat perahu,
datanglah azab Allah swt. berupa hujan dan banjir yang bukan alang
kepalang serta angin tofan yang dahsyat.

2. Nabi Ibrahim AS
Nabi Ibrahim bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh.
Beliau diperkirakan hidup tahun 1997-1822 SM dan diangkat menjadi
Nabi pada tahun 1900 SM. Beliau tinggal di Iraq. Beliau wafat di Al-
Khalil, Hebron, Palestin. Nama beliau disebutkan sebanyak 69 kali dalam
Al-Quran.
Nabi Ibrahim AS dihadapkan pada suatu kaum yang rusak, yang
dipimpin oleh Raja Namrud, seorang raja yang sangat ditakuti rakyatnya
dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Sejak kecil Nabi Ibrahim AS
selalutertarik memikirkan kejadian-kejadian alam. Ia menyimpulkan
bahwa keajaiban-keajaiban tsb pastilah diatur oleh satu kekuatan yang
Maha Kuasa. Semakin beranjak dewasa, Ibrahim mulai berbaur dengan
masyarakat luas. Salah satu bentuk ketimpangan yang dilihatnya adalah
besarnya perhatian masyarakat terhadap patung-patung.
Nabi Ibrahim AS yang telah berketetapan hati untuk menyembah
Allah SWT dan menjauhi berhala, memohonkepada Allah SWT agar
kepadanya diperlihatkan kemampuan-Nya menghidupkanmakhluk yang
telah mati. Tujuannya adalah untuk mempertebal iman dan keyakinannya.
Allah SWT memenuhi permintaannya. Atas petunjuk Allah SWT, empat
ekor burung dibunuh dan tubuhnya dilumatkan serta disatukan. Kemudian

5
tubuh burung-burungitu dibagi menjadi empat dan masing-masing bagian
diletakkan di atas puncak bukit yang terpisah satu sama lain.
Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk memanggil
burung-burung tsb. Atas kuasa-Nya, burung yang sudah mati dan
tubuhnya tercampur itu kembali hidup. Hilanglah segenapkeragu-raguan
hati Ibrahim AS tentang kebesaran Allah SWT. Ibrahim menghancurkan
berhalakaum Babylonia Orang pertama yang mendapat dakwah Nabi
Ibrahim AS adalah Azar, ayahnya sendiri. Azar sangat marah mendengar
pernyataan bahwa anaknya tidak mempercayai berhala yangdisembahnya,
bahkan mengajak untuk memasuki kepercayaan baru menyembah Allah
SWT. Ibrahim pun diusir dari rumah. Ibrahim merencanakan untuk
membuktikan kepada kaumnya tentang kesalahan mereka menyembah
berhala. Kesempatan itu diperolehnya ketika penduduk Babylonia
merayakan suatu hari besar dengan tinggal di luar kota selama berhari-
hari. Ibrahim lalu memasuki tempat peribadatan kaumnya dan merusak
semua berhala yang ada, kecuali sebuahpatung yang besar. Oleh Ibrahim,
di leher patung itu dikalungkan sebuah kapak. Mukjizat Allah: Api
menjadi dingin Akibat perbuatannya ini, Ibrahim ditangkap dan diadili.
Namun ia menyatakan bahwa patung yang berkalung kapak itulah yang
menghancurkan berhala-berhala mereka dan menyarankan para hakim
untuk bertanya kepadanya. Tentu saja para hakim mengatakan bahwa
berhala tidak mungkin dapat ditanyai.
Saat itulah Nabi Ibrahim AS mengemukakan pemikirannya yang
berisi dakwah menyembah Allah SWT. Hakim memutuskan Ibrahim harus
dibakar hidup-hidup sebagai hukumannya. Saat itulahmukjizat dari Allah
SWT turun. Atas perintah Allah, api menjadi dingin dan Ibrahim pun
selamat. Sejumlah orang yang menyaksikan kejadian ini mulai tertarik
pada dakwah Ibrahim AS, namun mereka merasa takut pada penguasa.
Langkah dakwah Nabi Ibrahim AS benar-benar dibatasi oleh Raja Namrud
dan kaki tangannya. Karena melihat kesempatan berdakwah yang sangat
sempit, Ibrahim AS meninggalkan tanah airnya menuju Harran, suatu

6
daerah di Palestina. Di sini ia menemukan penduduk yang menyembah
binatang. Penduduk di wilayah ini menolak dakwah Nabi Ibrahim AS.
Ibrahim AS yang saat itu telah menikah dengan Siti Sarah kemudian
berhijrah ke Mesir. Di tempat ini Nabi Ibrahim AS berniaga, bertani, dan
beternak. Kemajuan usahanya membuat iri penduduk Mesir sehingga ia
pun kembali ke Palestina.
Ibrahim menikahi Siti Hajar Setelah bertahun-tahun menikah,
pasangan Ibrahim dan Sarah tak kunjung dikaruniai seorang anak. Untuk
memperoleh keturunan, Sarah mengizinkan suaminya untuk menikahi Siti
Hajar, pembantu mereka. Dari pernikahan ini, lahirlah Ismail yang
kemudian juga menjadi nabi. Ketika Nabi Ibrahim AS berusia 90 tahun,
datang perintah Allah SWT agar ia meng-khitan dirinya,Ismail yang saat
itu berusia 13 tahun, dan seluruh anggota keluarganya. Perintah ini segera
dijalankan Nabi Ibrahim AS dan kemudian menjadi hal yang dijalankan
nabi-nabi berikutnya hingga umat Nabi Muhammad SAW. Allah SWT
juga memerintahkan Ibrahim AS untuk memperbaiki Ka'bah (Baitullah).
Saat itu bangunan Ka'bah sebagai rumahsuci sudah berdiri di Mekah.
Ibrahim AS adalah nenek moyang bangsa Arab dan Israel.
Keturunannya banyak yang menjadi nabi. Dalam riwayat dikatakan bahwa
usia Nabi Ibrahim AS mencapai 175 tahun.

3. Nabi Musa AS
Musa bin Imran dri keturunan Ya’qub bin Ishak. Diperkirakan
hidup pada tahun 1527-1408 SM dan diangkat menjadi Nabi pada tahun
1450 SM. Beliau ditugaskan berdakwah kepada Firaun Mesir dan Bani
Israil di Mesir. Beliau wafat di Tanah Tih. Mempunyai 2 orang anak.
Musa termasuk orang sabar dalam menghadapi dan
mendakwahi Firaun, selain itu,dia juga mampu untuk bersabar dalam
memimpin kaumnya yang sangat pembangkang. Ketika Musa akan
menerima wahyu di Bukit Sinai, pengikutnya yang
dipimpin Samirimenyeleweng dengan menyembah berhala Anak lembu

7
emas. Harun yang ditugasi mengganti peran Musa, tidak sanggup untuk
menghalangi niat mereka, bahkan ia diancam hendak dibunuh. Tetapi,
Musa pernah tidak dapat bersabar ketika berguru kepada Khidir.
Nabi Musa a.s hidup pada masa Fir`aun di Mesir. Menurut tukang
ramal, akan lahir bayi laki-laki dari bangsa yahudi yang akan merobohkan
singgasana Fir`aun. Oleh sebab itu, Ibunya meletakan Musa a.s kedalam
peti lalu dihanyutkan ke sungai Nil.Setelah dewasa nabi Musa a.s Nampak
cerdas dan tangkas, serta memperhatikan orang-orang yang lemah.

4. Nabi Isa AS
Isa bin Maryam binti Imran dari keturunan Sulaiman bin Daud.
Diperkirakan hidup pada tahun 1SM-32M dan diangkat menjadi nabi pada
tahun 29M. Beliau ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestin.
Beliau juga tidak wafat melainkan diangkat ke sisi Allah. Nabi Isa as
Disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran.
Banyak hal yang menunjukkan bahwa Isa memiliki kesabaran dan
keteguhan dalam menyampaikan ajaran Allah. Terutama, ketika Isa sabar
menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan seorang
muridnya, Yudas Iskariot, menghadapi fitnah, penolakan, hendak diusir
dan dibunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan Isa menggambarkan
kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah.
“Isa menemui kaumnya dengan memakai pakaian dari wol. Ia
keluar dalam keadaan tidak beralas kaki sambil menangis
serta wajahnya tampak pucat karena kelaparan danbibirnya tampak kering
karena kehausan. Isa berkata, “Salam kepada kalian wahai Bani Israil. Aku
adalah seseorang yang meletakkan dunia di tempatnya sesuai dengan
izin Allah, tanpa bermaksud membanggakan diri. Apakah kalian
mengetahui di mana rumahku?” Mereka menjawab: "Di mana rumahmu
wahai Ruhullah?" Isa menjawab: “Rumahku adalah tempat ibadah,
wewangianku adalah air, makananku adalah rasa lapar, pelitaku
adalahbulan di waktu malam dan salat ku di waktu musim dingin di

8
saat matahari terletak diTimur, bungaku adalah tanaman-tanaman bumi,
pakaianku terbuat dari wol, syiarku adalah takut kepada Tuhan Yang
Maha Mulia, teman-temanku adalah orang-orang yang fakir, orang-orang
yang sakit, dan orang-orang yang miskin. Aku memasuki waktu pagi dan
aku tidak mendapati sesuatu pun di rumahku begitu juga aku memasuki
waktu sore dan aku tidak menemukan sesuatu pun di rumahku. Aku adalah
seseorang yang jiwanya bersih dan tidak tercemar. Maka siapakah yang
lebih kaya daripada aku?

5. Nabi Muhammad SAW


Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib dari keturunan
Ismail bin Ibrahim. Diperkirakan hidup pada tahun 571M-632M dan
diangkat menjadi Nabi pada tahun 610M. Baginda ditugaskan berdakwah
kepada seluruh manusia dan alam semesta. Tinggal di Mekkah dan
Madinah. Wafat di Madinah. Meninggalkan 7 orang anak. Rasulullah
s.a.w namanya disebutkan 5 kali di dalam Al-Quran.
Beliau mendapat julukan ulul ’azmi kerana sejak kecil sampai
dewasa, Rasulallah saw selalu mengalami masa-masa sulit. Pada usia 6
tahun dia sudah menjadi yatim piatu. Setelah dewasa ia harus membantu
meringankan beban bapa saudara (paman) yang merawatnya sejak kecil.
Tentangan terberat yang dihadapi adalah setelah diangkatnya menjadi
seorang rasul. Penentangan bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari Abu
Lahab, bapa saudaranya (pamannya) sendiri. Rasulullah saw juga harus
ikut menderita tatkala Bani Hasyim diboikot (diasingkan) di sebuah
lembah dikeranakan dakwahnya. Dan masih banyak lagi kesabaran dan
masa masa sulit yang dihadapi baginda dari mulai lahir sampai beliau
wafat.

D. Teladan Rasul Ulul Azmi


1. Misi risalah yang dibawa oleh para Nabi a.s dan khususnya para Nabi Ulul
Azmi selalu mendapatkan tantangan dari kaumnya dan penguasa serta

9
keluarganya. Jadi, sekiranya kita melakukan dakwah lalu kita
mendapatkan rintangan dan tantangan adalah suatu hal yang wajar.
2. Dalam menghadapi rintangan itu bisa menggunakan beberapa cara:
a. Selayaknya kita bersabar diri, seranya mndo`akan mereka agar
mendapatkan hidayah dari Allah swt. seperti yang dilakukan oleh nabi
Muhammad saw.
b. Bersikap tegas kalau memang sudah sulit keimanan mereka dan cucu
mereka seperti sikap Nabi Nuh a.s dalam Do`anya
c. Hijrah ketempat lain yang menurut perhitungan lebih menguntungkan
untuk pelaksanaan dakwah.
3. Harta kekayaan dan kekuasaan yang membawa ke kafiran tidak akan
menyealamatkan pemiliknya.
4. Hendaknya kita selalu berdo`a meminta petunjuk kepada Allah swt. dari
segala hal.
5. Kita tidak boleh sombong sekalipun telah memperoleh ilmu yang banyak.
Sebab setiap orang yang berilmu niscaya ada yang lebih alim lagi.
6. Hidup ini adalah perjuangan antara yang haq dan yang batil, dan yang batil
itu akhirya akan kalah sedangkan kebenaran/yang haq akan menang.

III. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Secara etimologis Ulul Azmi berasal dari kata dua suku
kata Ulu dan Azmi. Ulu mempunyai arti yang empunya (untuk bentuk
jamak) serta Azmi berasal dari kata Azama yang mempunyai arti kemauan
yang teguh dan kuat. Ulul Azmi adalah Nabi dan Rasul itu ada yang
mendapatkan keistimewaan dari Tuhan, karenanya kedudukan mereka
lebih tinggi dan mereka mempunyai kemauan yang teguh. Dengan kata
lain, Ulul Azmi adalah mereka yang memiliki keteguhan hati dan
ketabahan dalam menghadapi kesulitan serta tekad yang membaja untuk
mewujudkan kebaikan.

10
2. Sifat kesabaran dan ketabahan salam menghadapi rintangan para rasul
khusunya ulul azmi sangat jauh berbeda dengan kita. Nabi Muhammad
Saw pernah bersabda bahwa yang paling berat ujiannya adalah para nabi,
kemudian orang-orang yang seperti mereka. Sifat kesabaran dan ketabahan
nabi dan rasul tersebut disebabkan oleh kekuatan iman mereka. Mereka
meyakini bahwa berbagai bentuk cobaan dan fitnah yang diberikan Allah
adalah bentuk kasih sayang-nya supaya dapat naik derajatnya disisi Allah
Swt.
3. Gelar ini hanya diberikan kepada 5 (lima) Nabi saja yaitu : Nabi Nuh a.s,
Nabi Ibrahim a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s dan Nabi Muhammad
S.A.W
4. Kisah para ulul Azmi tiada habis kita renungkan, perjuangannya pun tak
mampu lagi dibayangkan. Pengorbanannya pun tak tertandingi, dan
kisahnya mari kita jadikan inspirasi. Sekilas cerita di atas, semoga
mengantarkan kita agar tergerak untuk menyelaminya lebih dalam dari
lautan ilmu.

B. Saran
Kami dari Kelompok menyadari bahwa masih kurang sempurnya makalah
yang kami sajikan ini, untuk itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang
membangun untuk memperbaiki dan kesempurnaan dari makalah kami ini.

11