Anda di halaman 1dari 8

KISI KISI UAP FITOKIMIA / FARMASI BAHAN ALAM 2014

01. Jelaskan pengertian simplisia. Apa syarat kemurnian simplisia ? 02. Apa yang dimaksud dengan maserasi dan perkolasi. Jelaskan apa
Uraikan parameter untuk mengetahui karakterisitik simplisia. kelebihan dan kekurangan kedua cara tersebut.
simplisia, adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan
belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Cairan
berupa bahan yang telah dikeringkan penyari akan menembus dinding seldan masuk ke dalam rongga sel yang
Apa syarat kemurnian simplisia ? mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dank arena adanya perbedaan
SYARAT SIMPLISIA NABATI/HEWANI konsentrasi antara larutan zat aktif di dsalam sel dengan yang diluar
1. Harus bebas serangga, fragmen hewan, kotoran hewan sel,maka larutan yang terpekat didesak keluar. Peristiwa tersebut berulang
2. Tidak boleh menyimpang dari bau, warna sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dengan
3. Tidak boleh mengandung lendir, cendawan, menun jukkan tanda-tanda larutan di dalam sel.
pengotoran lain Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif
4. Tidak boleh mengandung bahan lain yang beracun atau berbahaya yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung zat yang mudah
5. Kadar abu yang tidak larut dalam asam maksimal 2% mengembang dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak dan
PELIKAN : Harus bebas dari pengotoran tanah, batu, hewan, fragmen hewan lain-lain
dan bahan asing lainnya Keuntungan cara penyarian dengan maserasi adalah cara pengerjaan dan
Uraikan parameter untuk mengetahui karakterisitik simplisia. peralatan sederhana dan mudah diusahakan.
Penetapan karakteristik simplisia dapat dilakukan meliputi penetapan : Kerugian cara maserasi adalah pengerjaanya lama,dan penyariannya kurang
 Kadar abu total sempurna.
 Kadar abu tidak larut asam
 Kadar abu larut air Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan
 Kadar sari larut air penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Kekuatan yang
 Kadar sari larut etanol berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat, kekentalan, daya larut,
 Penetapan Kadar Sari LarutDalamEtanol tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler dan daya geseran
Keringkanserbuk (4/18) di udara, maserasiselama 24 jam 5,0 g (friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena:
serbukdengan 100 mL etanol (95%), a.Aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi
menggunakanlabubersumbatsambilberkali-kali dikocokselama 6 jam dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan
pertamadankemudiandibiarkanselama 18 jam. derajat perbedaan konsentrasi.
Saringcepatdenganmenghindarkanpenguapanetanol (95%), uapkan b.Ruangan diantara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat
20 mL filtrathinggakeringdalamcawandangkalberdasar rata yang mengalir cairan penyari.karena kecilnya saluran kapiler tersebut,maka
telahditara, panaskansisapadasuhu 1050C hinggabobottetap. kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas,sehingga dapat
Hitungkadardalampersen sari yang larutdalametanol (95%), meningkatkan perbedaan konsentrasi.
dihitungterhadapbahan yang telahdikeringkan di udara (Depkes RI,
1995 b).
03. Jelaskan prinsip kerja ekstraksi dengan corong pisah dan dengan alat “ Suatu zat yang dapat larut dalam dua zat pelarut yang tidak saling campur
soxhlet. dan ketiga-tiganya ada bersama, maka zat tersebut akan terbagi kedalam
Faktor apa saja yang mempengaruhi hasil ekstraksi. Jelaskan hukum dua pelarut tersebut. Pada keadaan setimbang, perbandingan fraksi mol
Partisi/Distribusi yang berlaku pada proses ekstraksi. dari zat terlarut dalam kedua pelarut berharga tetap pada temperatur
PRINSIP KERJA tetap”. Hukum ini hanya berlaku bila larutannya encer dan zat terlarut
CORONG PISAH: memisahkan zat/senyawa tertentu dalam sampel mempunyai struktur molekul yang sama dalam dua pelarut. Tetapan ini
berdasarkan kelarutan dalam pelarut tertentu yang memiliki perbedaan dinyatakan dalam koefisien distribusi (KD)=C2/C1
fasa.
SOXHLET: ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya
sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan 04. Sebutkan beberapa contoh pelarut polar dan non polar.
adanya pendingin balik Sebutkan syarat pelarut yang digunakan untuk ekstraksi (memisahkan)
senyawa aktif dari simplisia.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL EKSTRAKSI
1. Jenis pelarut PELARUT POLAR: Asetona, Tetrahidrofuran, Asetonitril, Asam asetat, n-
Jenis pelarut mempengaruhi senyawa yang tersari, jumlah solut yang Butanol, n-Propanol, metanol, asam format
terekstrak dan kecepatan ekstraksi. Dalam dunia farmasi dan produk bahan PELARUT NON POLAR: Heksana, Benzena, Dietil eter, Kloroform, etil asetat
obat alam, pelarut etanol, air dan campuran keduanya lebih sering dipilih
karena dapat diterima oleh konsumen. Sebutkan syarat pelarut yang digunakan untuk ekstraksi (memisahkan)
2. Temperatur senyawa aktif dari simplisia.
Secara umum, kenaikan temperatur akan meningkatkan jumlah zat terlarut a.Murah dan mudah diperoleh
ke dalam pelarut. Temperatur pada proses ekstraksi memang terbatas b.Stabil secara fisika dan kimia
hingga suhu titik didih pelarut yang digunakan. c.Bereaksi netral
3. Rasio pelarut dan bahan baku d.Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar
Jika rasio pelarut-bahan baku besar maka akan memperbesar pula jumlah e.Selektif yaitu hanya menarik zat berkhasiat yang dikehendaki
senyawa yang terlarut. Akibatnya laju ekstraksi akan semakin meningkat. f.Tidak mempengaruhi zat berkhasiat
Akan tetapi semakin banyak pelarut, proses ekstraksi juga semakin mahal.
digunakan maka proses hilirnya akan semakin mahal. 05. Apa yang disebut dengan destilasi. Sebutkan dan jelaskan macam macam
4. Ukuran partikel teknik destilasi.
Laju ekstraksi juga meningkat apabila ukuran partikel bahan baku semakin Destilasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk memisahkan suatu
kecil. Dalam arti lain, rendemen ekstrak akan semakin besar bila ukuran substansi yang mudah menguap dari substansi yang lain yang relatif tidak
partikel semain kecil. mudah menguap. Proses destilasi terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Mengubah substansi dalam bentuk uapnya
HUKUM PARTISI/DISTRIBUSI DALAM PROSES EKSTRAKSI 2. Memindahkan uap yang telah terbentuk
3. Mengkodensasikan uap yang terbentuk menjadi cairannya kembali.
substansi-substansi organik yang mengalami peruraian sebelum mencapai
Macam Macam destilasi titik didih normalnya.Memisahkan dua komponen yang titik didihnya sangat
1. Destilasi sederhana tinggi, metode yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan
Destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan substansi dari permukaan lebih rendah dari 1atm sehingga titik didihnya juga menjadi
campurannya yang mempunyai perbedaan titik didih lebih besar dari rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendestilasinya tidak
50°C. Pada destilasi sederhana, digunakan pemanas, labu destilasi dan terlalu tinggi.
pendingin yang sesuai dengan sifat-sifat fisika dan kimia cairan yang
didestilasi. 5. Destilasi azeotrop
2. Destilasi Uap Air (steam distillation) Memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang
Destilasi uap air adalah suatu metode destilasi yang bertujuan untuk sulit dipisahkan) biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang
memisahkan suatu substansi dari campurannya dengan pertolongan uap air. dapat memecah ikatan azeotrop tersebut, atau dengan menggunakan
Destilasi uap air digunakan untuk memisahkan substansi-substansi yang tekanan tinggi.
tidak saling campur atau menurunkan titik didih komponen campuran yang
titik didihnya tinggi, dengan adanya uap air itu.
Agar suatu substansi dapat dipisahkan dari campurannya dengan
destilasi uap air, maka beberapa persyaratan harus dipenuhi, yaitu : 06. Jelaskan fungsi/kegunaan Rotary evaporator. Hukum apa yang berlaku
1. Substansi tersebut tidak/hampir tidak larut di dalam air. pada prinsip kerja Rotary evaporator.
2. Tidak mengalami peruraian karena kontak dengan air panas. Rotary evaporator adalah alat yang digunakan untuk melakukan ekstraksi,
3. Mempunyai tekanan uap yang relatif tinggi pada 1000 C (minimal 5 penguapan pelarut yang efisien dan lembut. Komponen utamanya adalah
mm Hg). pipa vakum, pengontrol, labu evaporasi, kondensator dan labu penampung
3. Destilasi Fraksi (Bertingkat) hasil kodensasi (Rahayu, 2009). Prinsip rotary evaporator adalah proses
Destilasi fraksi mempunyai dua arti yaitu : (1) Pengulangan berkali- pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang
kali destilasi sederhana untuk mendapatkan destilat yang relatif murni. (2) dipercepat oleh putaran dari labu, cairan penyari dapat menguap 5-10º C di
Destilasi yang menggunakan kolom fraksi. Tujuan destilasi fraksi untuk bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan
memisahkan komponen-komponen yang saling campur yang titik-titik tekanan. Dengan bantuan pompa vakum, uap larutan penyari akan
didihnya berdekatan dari suatu larutan campuran. menguap naik ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-
Destilasi fraksi dapat digunakan untuk memisahkan hasil-hasil reaksi molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam labu penampung.
yang tidak dapat dipisahkan dengan reaksi kimia, misalnya dalam Prinsip ini membuat pelarut dapat dipisahkan dari zat terlarut di dalamnya
pembuatan etil asetat dari etanol dan asam asetat, yang hasilnya berupa tanpa pemanasan yang tinggi (Rachman, 2009).
campuran etil asetat, asam asetat, etanol dan air yang titik-titik didihnya
saling berdekatan.
4. Destilasi Vakum(Vacum Distillation).
Destilasi vakum ini satu-satunya destilasi yang tekannya dalam sistem
tidak sama dengan tekanan atmosfir. Destilasi vakum dilakukan terhadap
Hukum Raoult sangat penting untuk mempelajari sifat karakteristik fisik dari
larutan seperti menghitung jumlah molekul dan memprediksi masa molar
suatu zat (Mr).

Untuk larutan yang mengikuti hukum Raoult, interaksi antara molekul


individual kedua komponen sama dengan interaksi antara molekul dalam
tiap komponen. Larutan semacam ini disebut larutan ideal. Tekanan total
campuran gas adalah jumlah tekanan parsial masing-masing komponen
sesuai dengan hukum Raoul

07. Apa beda kadar air dan susut pengeringan ?


Bagaimana cara penetapan kadar air dengan metode thermogravimetri
dan thermovolumetri ?
Di dalam penetapan kadar susut pengeringan yang dihitung adalah zat-zat
yang menguap yang ada dalam simplisia termasuk air. Selain air, zat lain
yang mungkin menguap adalah minyak atsiri, minyak, dan lain-lain. Jadi
Pada destilasi uap air berlaku Hukum Dalton tentang Tekanan Parsial yang secara teoritis angka susut pengeringan bias lebih besar dari angka kadar air
menyatakan bahwa : Bila dua atau lebih gas atau uap yang satu sama lain Bagaimana cara penetapan kadar air dengan metode thermogravimetri dan
tidak bereaksi kimia dicampur pada suhu yang tetap, maka tiap gas thermovolumetri ?
menimbulkan tekanan yang sama seolah-olah gas itu berada sendirian dan 1. Metode Pengeringan (Thermogravimetri)
jumlah tekanan-tekanan parsial gas-gas itu sama dengan tekanan total Prinsipnya menguapkan air yang ada dalam bahan dengan jalan pemanasan.
yang ditimbulkan oleh sistem campuran gas-gas itu. Kemudian menimbang bahan sampai berat konstan berarti semua air sudah
Hukum Dalton itu dapat dirumuskan dengan persamaan : diuapkan. Cara ini relatif mudah dan murah. Kelemahannya antara lain:
P = P1 + P2 + P3 + … + Pn .......................................3.1 a. Bahan lain di samping air juga ikut menguap dan ikut hilang bersama
dengan uap misalnya alkohol, asam asetat, minyak atsiri, dan lain-lain.
Dengan P : tekanan total; P1, P2 dst : tekanan parsial komponen b. Dapat terjadi reaksi selama pemanasan yang menghasilkan air atau zat
Bunyi dari hukum Raoult adalah: “tekanan uap larutan ideal dipengaruhi mudah menguap lain. Contoh gula mengalami dekomposisi atau
oleh tekanan uap pelarut dan fraksi mol zat terlarut yang terkandung dalam karamelisasi, lemak mengalami oksidasi dan sebagainya.
larutan tersebut”. c. Bahan yang mengandung bahan yang dapat mengikat air secara kuat
Secara matematis ditulis sebagai: sulit melepaskan airnya meskipun sudah dipanaskan.
2. Metode Destilasi (Thermovolumetri)
Plarutan= Xterlarut . Ppelarut Prinsip penentuan Kadar air dengan destilasi adalah menguapkan air dengan
“pembawa” cairan kimia yang mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air
dan tidak dapat campur dengan air serta mempunyai berat jenis lebih ekstraksi sempurna.Ekstraksi refluks digunakan untuk mengektraksi bahan-
rendah daripada air. Zat kimia yang dapat digunakan antara lain: toluen, bahan yang tahan terhadap pemanasan. Contoh: temulawak
xylen, benzena, tetrakhlorethilen, dan xylol.
09. Apa kegunaan pemeriksaan kadar abu ? Bagaimana cara pemeriksaannya
Cara penentuannya adalah dengan memberikan zat kimia sebanyak jumlah ?
yang ditentukan biasanya 75–100 mL pada sampel yang diperkirakan Apa yang dimaksud dengan kadar abu total, kadar abu larut air, kadar abu
mengandung air sebanyak 2–5 mL, kemudain dipanaskan sampai mendidih. tidak larut dalam asam ?
Uap air dan zat kimia tersebut diembunkan dan ditampung dalam tabung
penampung. Karena berat jenis air lebih besar daripada zat kimia tersebut Abu adalah sisa pembakaran sempurna bahan organik (residu yang tidak
maka air akan berada di bagian bawah pada tabung penampung. Bila pada menguap bila suatu bahan dibakar dengan cara tertentu). Secara kimia abu
tabung penampung dilengkapi skala maka banyaknya air dapat diketahui dapat didefinisikan sebagai oksida logam dan bahan-bahan lain yang tidak
langsung. Alat yang dipakai sebagai penampung ini antara lain tabung Strak- dapat dibakar. Dalam kaitan dengan simplisia, abu merupakan indicator
Dean dan Sterling-Bidwell atau modifikasinya. derajat kebersihan penanganan simplisia.
Secara alami didalam simplisia terdapat logam. Logam-logam ini merupakan
08. Jelaskan apa yang dimaksud dengan digesti, infudasi, refluks. komponen hara tumbuhan yang dapat merupakan komponen molekul
Bahan/simplisia apa yang biasa dilakukan dengan cara-cara tersebut ? penting dalam reaksi biokimiawi tumbuhan. Logam-logam tersebut
Apa alasanya ? merupakan abu fisiologis. Sebagian besar abu fisiologis ini larut air. Pada
Digesti adalah maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) pada saat penyiapan, simplisia dapat terkotaminasi oleh tanah, pasir, dsb. Pasir
temperatur yang lebih tinggi dari temperatur ruangan (kamar), yaitu secara merupakan senyawa silikat yang tidak terbakar. Senyawa silikat ini tidak
umum dilakukan pada temperatur terukur 90 C) selama waktu tertentu (15 larut asam, sehingga merupakan komponen penyusun abu tidak larut asam.
menit) Oleh karena itu, kadar abu dalam simplisia harus ditentukan untuk melihat
kadar senyawa pengotor yang terkandung di dalamnya. Bila kadar abu
Infundasi adalah ektraksi dengan pelarut air pada temperature penangas air simplisia melebihi persyaratan yang ditentu maka simplisia tersebut tidak
(bejana infus tercelup dalam penangas air mendidih, temperature terukur 90 boleh digunakan untuk bahan baku pembuatan jamu.
C) selama waktu tertentu (15 menit). Penyarian dengan cara ini Kadar abu total (sisa pemijaran) dan abu yang tidak dapat larut dalam asam
menghasilkan sari yang stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. dapat ditetapkan melalui metode yang resmi. Dalam hal ini terjadi
Oleh karena itu sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan pemijaran dan penimbangan, total abu kemudian dididihkan dengan asam
lebih dari 24 jam. Contoh: daun kumis kucing klorida, disaring, dipijarkan dan ditimbang abu yang tidak larut dalam asam
dimaksudkan untuk melarutkan kalsium karbonat, alkali klorida sedangkan
Refluks adalah ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya, yang tidak larut dalam asam biasanya mengandung silikat yang berasal dari
selama waktu tertentu dan jumlah pelarut terbatas yang relatif konstan tanah atau pasir. Jumlah kotoran, tanah, tanah liat dan lain-lain yang
dengan adanya pendingin balik. Umumnya dilakukan pengulangan proses terdapat dalam sample uji disebut sebagai zat anorganik asing yang
pada residu pertama sampai 3-5 kali sehingga dapat termasuk proses terbentuk dalam bahan obat atau melekat pada bahan obat pada saat
pencampuran (Anonim, 2007).
Perlu diingat, saat penimbangan kadar abu diakukan sampai diperoleh
bobot tetap/konstan dari alat dan bahan yang digunakan. Bobot konstan Kadar sari larut etanol (N) = (5 x berat ekstrak)/berat sampel x 100%
yang dimaksud bahwa dua kali penimbangan berturut-turut berbeda tidak
lebih dari 0,5 mg tiap gram sisa yang ditimbang (Anonim, 2007). Kadar sari rata-rata = ( N1 + N2 + N3)/3 x 100%
Cara perhitungan kadar abu (Anonim, 2007) :
Berat abu total = [berat total penimbangan – berat cawan kosong] Apa yang dimaksud dengan kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam
Kadar abu total = Berat abu total/Berat sampel x 100% etanol ?
Penetapan kadar sari yang larut dalam etanol lebih sering digunakan untuk
Kadar sari rata-rata = (N1 + N2 + N3)/3 x 100% mengetahui apakah bahan baku obat tradisional tersebut dapat larut dalam
pelarut organik. Penetapan kadar sari larut dalam air digunakan untuk
menentukan kemampuan dari bahan obat tersebut apakah tersari dalam
pelarut air.

11. Jelaskan prinsip kromatografi. Jelaskan aplikasi kromatografi kertas,


10. Apa kegunaan pemeriksaan kadar sari ? Bagaimana cara pemeriksaannya kromatografi lapis tipis, kromatografi kolom dan KCKT.
?  Prinsip dasar kromatografi adalh pemisahan yang didasarkan atas
Apa yang dimaksud dengan kadar sari larut dalam air, kadar sari larut distribusi diferensial komponen-komponen sampel diantara dua
dalam etanol ? fase yaitu fase diam dan fase gerak
 Kromatografi kertas adalah jenis kromatografi yang menggunakan
Penetapan kadar sari adalah metode kuantitatif untuk jumlah kandungan kertas sebagai adsorbennya dan zat cair sebagai eluennya. Teknik
senyawa dalam simplisia yang dapat tersari dalam pelarut tertentu. pemisahan, campuran komponen ditotolkan dalam bentuk pita
Penetapan ini dilakukan untuk simplisia yang tidak ada cara yang memadahi pada kertas ( kertas kromatografi) dengan pipet kecil misalkan pada
baik kimia atau biologi untuk penentuan konstituen aktifnya. Penetapan dua titik p dan q tidak terbenam kertas digantungkan supaya stabil
kadar sari dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kadar sari yang larut dalam dan di biarkan agar eluan naik perlahan sambil membawa
air dan kadar sari yang larut dalam etanol. Kedua cara ini didasarkan pada komponen yang terdapt pada p dan q tadi. Akhirnya akan terlihat
kelarutan senyawa yang terkandung dalam simplisia. komponen terpisah satu sama lain, karena perbedaan daya
serapnya pada kertas.( Lebih banyak digunakan untuk pemisahan
Dalam menetapkan besarnya kadar sari yang terkandung dalam bahan obat senyawa non polar, karena selulosa (kertas) bersifat polar banyak
tradisional (ekstrak) dilakukan beberapa kali penimbangan hingga diperoleh digunakan untuk pemisahan senyawa bahan alam )
bobot tetap/konstan. Bobot konstan yang dimaksud adalah dua kali  KLT merupakan kromatografi serapan dimana fase diam berupa zat
penimbangan berturut-turut berbeda tidak lebih dari 0,5 mg tiap gram sisa padat yang disebut adsorben (penyerap) berupa lapisan tipis dan
yang ditimbang (Anonim, 2007). fase gerak berupa zat cair, fase diam ditempatkan pada penyangga
Cara perhitungan kadar sari (Anonim, 2007) : berupa pelat gelas, logam, atau lapisan yang cocok. Campuran yang
Berat ekstrak = [berat penimbangan total – berat cawan kosong] akan dipisahkan berupa larutan yang ditotolkan berupa bercak,
setelah pelat diletakkan didalam bejana tertutup rapat yang berisi  Kromatografi Kertas : fase diam adalah kertas saring dan fase gerak
larutan pengembang yang cocok (fase gerak), pemisahan terjadi adalah pelarut, beberepa pewarna larut dalam jumlah minimum
selama pengembangan. pelarut
 Kromatografi Kolom didasarkan pada absorsi komponen2 campuran  Nilai Rf adalah jarak yang ditempuh oleh sampel dari titik percobaan
dengan afinitas berbeda terhadap permukaan fase diam, di buat dibagi jarak yang ditempuh oleh pelarut dari titik percobaan
preparasi sampel yaitu sampel diletakan dalam eluent, sampel 14. Apa pengertian senyawa golongan alkaloid ? Pereaksi apa yang digunakan
dilarutkan dalam pelarut yang kepolarannya lebih kecil dr eluen, untuk identifikasi senyawa golongan alkaloid ?
dibuat serbuk antara sampel dan adsorbent Alkaloid adalah golongan zat tumbuhan skunder yang terbesar, senyawa
 KCKT merupakan teknik pemisahan dengan fase diam padat dan yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen
fase gerak cair yang umumnya dilakukan dalam suhu ruang. Perekasi yang digunakan adalah pereaksi dragendorff, pereaksi mayer,
Pemisahan diperoleh dari hasil partisi, adsorpsi, atau penukar ion. perekasi wagner
Metode ini digunakan untuk analisis zat yang tidak stabil terhadap 15. Apa pengertian senyawa golongan saponin? Pereaksi apa yang digunakan
panas untuk identifikasi senyawa golongan saponin ?
 Senyawa golongan saponin adalah senyawa glikosid kompleks yaitu
12. Apa arti tulisan GF254dan GF 360 pada lempeng kromatografi ?. Lempeng senyawa hasil kondensasi suatu gula dengan suatu senyawa
tersebut digunakan untuk pemeriksaan apa ? hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan
 GF254 adalah lempeng yang mengandung gypsum dan indikator gula(glikon) dan non gula( aglikon) , atau senyawa glikosida
florousensi timah kadmium sulfida atau mangan timah silikat aktif triterpenoida ataupun glikosida steroid yang merupakan senyawa
yang berflorousensi pada panjang gelombang 254 aktif permukaan dan bersifat seperti sabun serta dapat dideteksi
 GF 360 adalah lempeng yang mengandung gypsum dan indikator berdasarkan kemampuannya membentuk busa
florousensi timah kadmium sulfida atau mangan timah silikat aktif  Pereaksi yang digunakan adalah Liebermann-Burchard
yang berflorousensi pada panjang gelombang 360 16. Apa pengertian senyawa golongan flavonoid ? Pereaksi apa yang
 Digunakan untuk pemeriksaan senyawa yang tidak berwarna digunakan untuk identifikasi senyawa golongan flavonoid ?
13. Bagaimana cara menginterpretasikan hasil kromatografi ? Apa yang  Flavonoid adalah suatu kelompok yang termasuk ke dalam
dimaksud dengan nilai Rf ? senyawa fenol yang terbanyak di alam terdapat pada semua bagian
 Cara menginterpretasikan hasil kromatografi tanaman (buah, akar, daun), senyawa2 falvonoid bertanggung
KLT : hasil dilihat dari nilai rf, semakin besar nilai rf dari sampel jawab terhadap zat warna ungu, merah, biru, dan sebagian zat
maka semakin besar pula jarak bergeraknya senyawa tersebut pada warna kuning dalam tumbuhan, merupakan proteksi terhadap
plat KLT, bila identifikasi nilai Rf memliki nilai yang sama maka mikroba, sinar UV, insekta
senyawa tersebut dapat dikatakan memiliki karakteristik yang sama  Perekasi : AlCl3, asam sulfonat yang terdiazotasi
atau mirip, bila nilai Rf nya berbeda senyawa tersebut dapat 17. Apa pengertian senyawa golongan tanin ? Pereaksi apa yang digunakan
dikatakan merupakan senyawa yang berbeda untuk identifikasi senyawa golongan tanin ?
 Tanin adalah senyawa yang terdapat luas pada tumbuhan
berpembuluh, dalam angiospermae terdapat khusus dalam jaringan,
merupakan polifenol dari tanaman, yang memiliki sifat astringent,
rasa pahit, mengendapkan protein, alkaloid, polisakarida
 Pereaksi yang digunakan FeCl3
18. Apa pengertian senyawa golongan kuinon ? Pereaksi apa yang digunakan
untuk identifikasi senyawa golongan kuinon ?
 Kuinon merupakan senyawa berwarna dan meliliki kromofor
benzokuinon, yang terdiri atas dua gugus karbonil yang berkonjugasi
dengan dua ikatan rangkap karbon-karbon
 Pereaksi yang digunakan NaOH 1 N
19. Apa yang dimaksud dengan lipid, minyak, lemak, minyak atsiri ?
 Lipid adalah ester dari asam karboksilat rantai panjang dengan
alkohol(gliserol)
 Lemak adalah salah satu komponen tubuh yang cukup penting, yang
merupakan triacilgliserol pada suhu ruangan berbetuk padat atau
semipadat
 Minyak adalah merupakan triacilgliserol yang berbentuk cair pada
suhu ruangan
 Minyak atsiri merupakan minyak nabati yang berwujud cairan kental
pada suhu ruangan, tersusun oleh senyawa terpenoid, fenil
propanoid yang memiliki bau khas, tidak berwarna (kecuali
teroksidasi), mudah menguap pada suhu kamar, mudah menguap
pada suhu kamar, sukar larut dalam air
20. Pada pembuatan ekstrak dari suatu tanaman, umumnya menggunakan
pelarut alkohol. Apa alasan utama yang menjadi pertimbangan ? .
Bolehkan air digunakan untuk mengekstraksi zat aktif ? Apa alasannya ?
 Karena alkohol mempunyai polaritas yang tinggi sehingga dapat
mengekstrak bahan lebih banyak(melarutkan zat lebih selektif ),
mempunyai titik didih yang rendah(790C), dapat diperoleh kembali
 boleh, karena air memiliki tingkat kepolaran yang tinggi, kerugian
dari air adalah banyak senyawa yang larut sehingga tidak selektif
dan tidak tahan lama