Anda di halaman 1dari 17

Taxonomy of Education Objective

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Indigenous

Nama Kelompok :

Moh. Aminullah 1707043001

Yandres Tri Putra 1707043004

Irwan Rosadi 1707043017

Handy Satria Yudha 1707043019

Furqan Nugraha Rahman 1707043021

PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

2017
Taxonomy of Education Objective

Menulis tujuan pengajaran dan pemberian penilaian untuk memutuskan perbedaan


tingkat pengertian adalah penting. Contohnya dalam mengajar pelajaran membaca,
bagaimana menemukan , kemudian topik siswa mengulang definisi topik kalimat. Pertama-
tama, guru meminta siswa mengulang definisi “topik kalimat”, kemudian topik kalimat
diidentifikasikan ke dalam paragraf. Akhirnya, mereka disuruh menulis topik kalimat dari
paragraf yang sebenarnya. Setiap kegiatan ini menunjukkan pengertian yang berbeda tentang
konsep “topik kalimat” dan kita tidak dapat memutuskan konsep mengajar yang tepat jika
siswa hanya melakukan suatu kegiatan saja.

Pada tahun 1956, Benjamin Bloom dan beberapa peneliti pengikutnya menerbitkan A
Taxonomy of Educational Objectives yang telah mempengaruhi secara ektrem penelitian dan
praktik-praktik pendidikan. Taksonomi adalah suatu sistem klasifikasi. Bloom dan teman-
temannya mengkategorikan tujuan dari yang sederhana ke kompleks atau dari fakta ke
konsep.

Adapun taksonomi atau klasifikasi tersebut sebagai berikut:

Ranah kognitif (kognitive domain)

1. Pengetahuan (knowledge)
2. Pemahaman (comprehension)
3. Penerapan (Application)
4. Analisis (analysis)
5. Sintesis (syntesis)
6. Evaluasi (evaluation)

1. Pengetahuan ( Knowledge ).

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-


fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan sebagainya. Sebagai contoh,
ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yang berada di level ini bisa
menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar
kualitas minimum untuk produk, dan sebagainya.
2. Pemahaman
Tingkatan Pemahaman adalah ketermpilan yang menunjukan pengetahuan tentang apa
yang dikatakan oleh bentuk verabl, gambar, atau simbol. Tingkatan ini, memperlihatkan
adanya pengertian tentang fakta dan gagasan dengan cara mengorganisasi, membandingkan,
menerjemahkan, menafsirkan, memberikan deskripsi, dan menyatakan ide atau gagasan. Di
dalamnya ada proses memahami informasi, menangkap makna, menerjemahkan pengetahuan
ke dalam kontes baru, menafsirkan fakta, menarik hubungan sebab akibat dan konsikuensi.
(Ratih, 2008).
Persoalan pada Pemahaman ini, memerlukan pelajar menerangkan kembali perkara
yang sudah difahami mengenai sesuatu situasi. Pelajar juga mampu menjelaskan perkara
tersebut beserta contoh-contoh yang jelas menunjukan kefahaman pelajar mengenai perkara
tersebut. Biasanya soal-soal pemahaman ini, dimulakan dengan perkataan seperti, huraikan,
terangkan, jelaskan. (Hashim, Jantan, & Razali, 2006).
Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam jenjang ini adalah : memperkirakan,
menjelaskan, mengkategorikan, mencirikan, merinci, mengasosiasikan, membandingkan,
menghitung, mengkontraskan, mengubah, mempertahankan, menguraikan, menjalin,
membedakan, mendiskusikan, menggali, mencontohkan, menerangkan, mengemukakan,
mempolakan, memperluas, menyimpulkan, meramalkan, merangkum, dan menjabarkan.
3. Penerapan /aplikasi
Pada jenjang ini, aplikasi diartikan sebagai kemampuan menerapkan informasi pada
situasi nyata, dimana peserta didik mampu menerapkan pemahamannya dengan cara
enggunakannya secara nyata. Di jenjang ini, peserta didik dituntut untuk dapat menerapkan
konsep dan prinsip yang ia miliki pada situasi baru yang belum pernah diberikan sebelumnya.
persoalan pada penerapan ini memerlukan pelajar mengasingkan dan memecahkan sesuatu
perkara utama kepada bagian-bagian yang lebh kecil atau disebut juga sebagai cerakin
kepada komponen-komponen yang lebih kecil. (Hashim, Jantan, & Razali, 2006).
Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam jenjang ini adalah : menugaskan,
mengurutkan, menentukan, menerapakan, menyesuaikan, mengkalkulasi, memodifikasi,
mengklasifikasi, menghitung, membangun, membiasakan, mencegah, menggunakan, menilai,
melatih, menggali, mengemukakan, mengadaptasi, menyelidiki, mengoperasikan,
mempersoalkan, mengkonsepkan, melaksanakan, meramalkan, memproduksi, memproses,
mengaitkan, menyusun, mensimulasikan, memecahkan, melakukan, dan mentabulasi.
Deskripsi indikator dominan (ranah) Kognitif
4. Analisis
Merupakan kemampuan untuk menganalisa atau merinci suatu situasi, atau
pengetahuan menurut komponen yang lebih kecil atau lebih, terurai dan memahami hubungan
diantara bagian yang satu dengan yang lain. Selain itu untuk menentukan bagian-bagian dari
masalah, penyelesaian atau gagasan. Indikator Analisis dapat dibagi menjadi tiga jenis atau
tingkatan. Pada tingkat satu siswa diharapkan memecah material menjadi bagian
penyusunnya, untuk mengidentifikasi atau mengklasifikasikan unsur-unsur yang ada.
Sementara tingkat dua diminta untuk membuat eksplisit hubungan di antara unsur-unsur,
untuk menentukan koneksi dan interaksi mereka. Tingkat ketiga melibatkan pengorganisasian
dari segi susunan dan struktur, yang kemudian dikombinasikan guna menyelesaikan masalah.

a. Klasifikasi analsis
1) analisis elemen
Beberapa elemen secara eksplisit dinyatakan atau terkandung dalam komunikasi dan dapat
diakui dan tergolong relatif mudah dimengerti
2) analisis elemen lliustrative Educational Objectives
Kemampuan untuk mengenali asumsi yang tidak disebutkan. Ketrampilan dalam
membedakan fakta dari hipotesis.
3) Analisis of relationships
Pada tingkat ini kemungkinannya adalah analisis ke bagian-bagian yang penting untuk
yang menemukan mana Bentuk tesis utama. sebagai kontras dengan bagian atau elemen
tersebut yang dapat membantu memperluas, mengembangkan, atau mendukung tesis.
Sebagian besar analisis hubungan dapat dilakukan dengan konsistensi bagian ke bagian,
atau elemen ke elemen; atau relevansi unsur bagian pada ide sentral.
4) Analisis prinsip organisasi
Kemampuan untuk menganalisa, Kemampuan untuk mengetahui maksud, sudut pandang,
atau sifat pemikiran dan keinginan, Kemampuan untuk menyimpulkan konsep dan
Kemampuan untuk mengenali sudut pandang atau bias.
b. Contoh pengembangan dalam proses pembelajaran, yaitu:
1) Mengidentifikasi faktor penyebab;
2) Merumuskan masalah
3) Mengajukan pertayaan untuk memperoleh informasi;
4) Membuat grafik
5) Menggambarkan
6) Menguraikan
7) Mengorganisir
8) Menemukan makna tersirat

5. Sintesis

Merupakan kemampuan untuk menyatukan / menyusun elemen – elemen, komponen -


komponen dan bagian-bagian yang terpisah menjadi suatu keseluruhan yang terpadu sehingga
membentuk suatu pola dan sturktur yang jelas. Proses ini melibatkan gabungan dari beberapa
pengalaman dengan sesuatu hal yang baru, kemudian disusun kembali menjadi suatu yang
baru dan utuh. Ada perbedaan kemampuan untuk menyatukan atau menyusun pada tingkat
sintesis dengan tahap kognitif sebelumnya. Pada tingkatan pemahaman, aplikasi dan analisis,
kemampuan untuk menyusun / menyatukan ini cenderung lebih parsial, tidak lengkap, tidak
melibatkan hal luar, unsur – unsurnya tidak banyak dan berasal dari dalam. Oleh karena itu,
perilaku kreatif ini seringkali menghasilkan sesuatu yang unik.

Bloom (1956) membagi sesuatu hal khusus tersebut / produk ke dalam 3 bentuk
(dalam dunia pendidikan), diantaranya :

a. Memproduksi komunikasi yang unik.

1) Keterampilan menulis, ide – ide dan kalimat – kalimat tersusun dengan sangat baik
2) Kemampuan menulis cerita, esai, sajak dengan kreatif, baik itu untuk kesenangan diri
sendiri atau sebagai sebuah informasi.
3) Kemampuan menceritakan pengalaman hidup dengan efektif.
4) Kemampuan membuat pidato yang baik.
5) Kemampuan menulis komposisi musik sederhana, seperti puisi pendek.
b. Memproduksi rencana atau kegiatan yang utuh.

1) Kemampuan untuk mengajukan cara untuk menguji hipotesis.


2) Kemampuan untuk mengintegrasikan hasil penyelidikan ke dalam rencana atau solusi
yang efektif untuk memecahkan suatu masalah.
3) Kemampuan untuk merencanakan petunjuk dalam situasi tertentu
4) Kemampuan untuk mendesain alat mesin sederhana untuk kegiatan tertentu.
5) Kemampuan untuk mendesain bangunan sesuai dengan spesifikasi yang diminta.
6) Kemampuan untuk mengolah pengetahuan kimia.
c. Menghasilkan/memproduksi seperangkat hubungan abstrak.
1) Kemampuan untuk merumuskan hipotesis yang tepat dan memodifiksinya berdasarkan
faktor-faktor yang terlibat.
2) Kemampuan untuk merumuskan teori pembelajaran dan menerapkannya di kelas.
3) Kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan solusi dari pengalaman.
4) Kemampuan untuk membuat penemuan dan generalisasi.

6. Evaluasi

Evaluasi adalah kemampuan berpikir dalam membuat keputusan mengenai nilai,


tujuan, ide, karya metode, solusi, dan alat. Hal ini lantas menggunakan kriteria sebagai
standar untuk sebuah penilaian tertentu bersifat yang akurat, efektif, ekonomis atau
memuaskan (Bloom dkk., 1959). Kemudian, ditambahkan oleh Stanley dan Moore (2010),
evaluasi adalah pendapat yang dinyatakan seseorang mengenai sebuah informasi, gagasan
atau sebuah pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu. Contoh dari evaluasi yaitu
ketika seseorang mengemukakan dan mempertahankan pendapat mengenai sebuah isu sosial
(Stanley dan Moore, 2010). Namun, menurut Bloom (1959) bahwa ada perbedaan antara
pendapat (opinion) .dengan evaluasi (evaluation). Pada umumnya pendapat (opinion)
dibentuk berdasarkan proses yang kurang disadari dan cenderung lemah terhadap sumber
yang menjadi dasar dalam sebuah penilaian, sedangkan evaluasi (evaluation) dibentuk
berdasarkan proses kesadaran yang tinggi dengan bersumber pada pengetahuan yang
mencukupi dan analisa yang mendalam tentang sebuah fenomena (Bloom, 1959). Evaluasi
merupakan tingkatan tertinggi di dalam tingkatan pengetahuan hal ini dikarenakan bahwa
evaluasi adalah kombinasi dari tingkatan-tingkatan sebelumnya (pengetahuan, pemahaman,
aplikasi, analisis dan sintesis) (Stanley dan Moore, 2010).
Sebagai tingkatan pengetahuan tertinggi, seseorang akan mempertimbangkan
berbagai aspek dari fenomena yang dievaluasi dengan berdasarkan kepada sudut padang
kriteria tertentu, sebagai berikut (Bloom, 1959):
a. Evaluasi berdasarkan kriteria internal
1) Evaluasi dengan berasarkan kriteria atau bukti internal adalah kemampuan untuk
menilai ketepatan dalam melaporkan fakta dengan melihat melalui pernyataan dan
bukti yang diberikan.
2) Kemampuan untuk menggunakan kriteria internal untuk menilai sebuah pekerjaan
3) Kemampuan untuk menunjukkan kesalahan logika dalam sebuah argument.
b. Evaluasi berdasarkan kriteria eksternal
1) Membandingkan teori dan fakta yang berbeda
2) Kemampuan untuk membandingkan sebuah pekerjaan dengan standar pekerjaan
lainnya dalam lingkup yang sama.
DAFTAR PUSTAKA

Bloom, Benjamin., dkk. 1956. Taxonomy of educational objective: handbook I cognitive


domain. London: Longmans.

Harsanto, R. 2007. Pengelolaan kelas yang dinamis. Yogyakarta : Penerbit Kanisius (


anggota IKAPI).
Hashim, S., Jantan, R., Razali, M, 2006. Psikologi pendidikan. Malaysia : PTS Professional
Moore, Besty dan Todd Stanley. 2013. Critical thinking and formative assessments:
increasing the rigor in your classroom. New York: Routledge.

Ramelan, R. 2008. Wacana jurnal ilmu pengetahuan budaya. Maskulinitas dan ilmu budaya.
Vol. 10 no. 1, april 2008, hlm.1-189. Issn 1411-2272
SOAL MENGENAI WUDHU

Nama: Moh. Aminullah

NIM: 1707043001

Pengetahuan

1. berikut ayat suci Al-quran yang membahas mengenai tentang wudhu adalah
a. Al-Maidah
b. Al- Waqi’ah
c. Al-Jumu’ah
d. Al-Qiyamah

pemahaman

2. air yang sudah terpakai untuk berwudhu disebut....


a. air mutlak
b. air must’amal
b. air musyamas
c. air najis

aplikasi

3. berikut merupakan tata cara tayamum dengan benar, adalah


a. niat - mengusap muka - mengusap kedua telapak tangan - mengusap kedua kaki
b. niat - mengusap muka - mengusap kedua tangan sampai siku - mengusap kedua kaki.
c. niat - mengusap muka - mengusap kedua tangan sampai siku
d. niat – mengusap muka – mengusap kedua telapak tangan

analisis

4. berikut merupakan salah satu tata cara wudhu, apa bila ditinggalkan maka wudhu
seseorang itu sah,
a. niat
b. membaca Tasmiyah
c. membasuh muka
d. jawaban A,B, dan C salah
sintesis
(1) Niat
(2) Membaca basmallah (tasmiyah)
(3) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
(4) Membasuh kedua tangan sampai siku
(5) Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
(6) Berkumur-kumur
(7) Membasuh muka
(8) Mengusap kepala
(9) Membasuh telinga
Dari 9 tata cara wudhu diatas, rangkaian yang diperintahkan dalam Alquran surat Al
maidah ayat 6 adalah Urutan yang benar dari tahapan berwudhu di atas adalah. . .

a. 3,4,8,9
b. 3,4,7,8
c. 1,3,6,9
d. 2,3,6,7

evaluasi
6. suatu ketika si fulan sudah melaksanakan wudhu, namun ditengah-tengah rukun wudhu ia
lupa membaca basmalah, langkah-langkah yang harus dilakukan sifulan agar wudhunya syah
adalah.
a. membaca basmalah seketika ia iangat, dan terus melanjutkan rangkaian wudhu tanpa
mengulangi dari awal
b. terus menyelesaikan wudhunya tanpa mengulangi dan membaca basmalah
c. mulai dari awal dari pada ragu-ragu akan ke syahan wudhu
d. jawaban a dan c benar
SOAL MENGENAI WUDHU

Nama: Yandres Tri Putra

NIM: 1707043001

1. َ‫ب ا ْل ُمتَ َط ِه ِِّر ْين‬


ُّ ‫ب الت َّ َّوا بِ ْينَ َويُ ِح‬
ُّ ‫ انَّ هللاَ يُ ِح‬potongan ayat ini mengandung perintah kepada seluruh
umat Islam untuk :
a. Berwudhu b. Shalat
c. Mandi d. Bersuci
2. Bapak Irwan menderita sakit panas tinggi, menurut Dokter beliau tidak
boleh menggunakan air. Maka cara berwudhu yang sesuai dengan syariat Islam ialah….
a. Mengunakan tanah b. Tayamum
c. Diperbolehkan tidak berwudhu d. Tidak wajib shalat

‫َوا َ ْر ُجلَ ُك ْم الَى ا ْل َك ْعبَي ِْن‬ ‫س ُك ْم‬


ِ ‫س ُح ْوا ِب ُرئ ُْو‬ ِ ِ‫او ُجو َه ُك ْم َوا َ ْي ِديَ ُك ْم ِا َلى ا ْل َم َراف‬
َ ‫ق َوا ْم‬ ِ ‫صالَ ِة فَا ْغ‬
ُ ‫سلُ ْو‬ َّ ‫ا َ يُّهَاالَّ ِذ ْينَ ا ِّ َمنُ ْوا اِذَاقُ ْمت ُ ْم اِلَى ال‬
3. Berdasarkan potongn ayat di atas yang wajib dibasuh ketika berwudhu ada….
a. Empat b. Lima
c. Enam d. Tujuh
4. Awal do’a sehabis berwudhu yang benar adalah
a .... ‫اشهد ان الاله االهللا واشهد ان محمدا عبده ورسوله‬
b. ......... ‫اشهد ان الاله االهللا وحده الشريك له‬
c. ...............‫الاله االهللا محمدا عبده ورسوله‬
b. ........‫اشهد ان الاله االهللا واشهد ان محمدا رسوله‬
5. Tayamum berfungsi sebagai pengganti wudhu atau mandi junub, ketika kita hendak
melaksanakan shalat, Tayamum baru bisa dilakukan karena ada sebab antara lain :
a. Sudah masuk waktu shalat
b. Tidak habis buang air
c. Tersedia debu yang banyak
d. Sedang berjalan

6. Perhatikan data berikut :


a Karena sakit
b Sudah masuk waktu shalat
c Dalam perjalanan jauh
d Tidak mendapatkan air.
e Dengan debu (tanah) yang suci.
Dari data di atas, yang dapat menyebabkan diperbolehkannya tayamum adalah ....
a. a, b, c c. a, b, d
b. a, c, d d. b, c, e
SOAL MENGENAI WUDHU

Nama: Irwan Rosadi

NIM: 1707043017

1. Berwudhu ketika akan melaksanakan sholat hukumnya ?

a. Sunah c. Wajib

b. Makruh d. Haram

2. Gerakan wudhu yang dilakukan setelah membasuh muka adalah ?

a. Membasuh hidung c. membasuh kaki

b. Membasuh kedua telapak hingga siku d. mengusap kepala

3. Berikut ini yang termasuk membatalkan wudhu adalah ?

a. Makan c. Buang air kecil

b. Minum d. Batuk

4. Alat yang digunakan untuk berwudhu yaitu menggunakan ?

a. Tanah c. Air

b. Tissue d. Daun

5. Setelah berwudhu kita diharuskan untuk ?

a. Berdoa c. Merapikan rambut

b. Makan d. Langsung shalat


6. Sebelum menggunakan alqur’an kita diwajibkan untuk ?
a. Wudhu c. Mandi
b. Berdiskusi d. Menggunakan wangi-wangian

SOAL MENGENAI WUDHU

Nama: Handy Satria Yudha

NIM: 1707043019

1. Pengetahuan
Berikut hal yang harus dilakukan dalam keadaan ber-wudhu adalah. . .

a. Memasuki masjid
b. Tawaf sekitar Ka’bah
c. Berziarah kubur
d. Menghadiri ceramah

2. Pemahaman
Berikut adalah rukun wudhu, kecuali. . .
a. Niat
b. Membasuh kedua tangan
c. Mengusap (Menyapu) kepala
d. Berkumur-kumur

3. Aplikasi
Ketika menjelang subuh tiba Dito terbangun dari tidurnya, kemudian dito akan
menunaikan ibadah sholat shubuh.

Agar sholat subuh Dito menjadi sah, apakah yang harus dilakukan Dito sebelum
menunaikan sholat shubuh?

a. Mengaji
b. Bersholawat
c. Berwudhu
d. Sholat Sunnah

4. Analisis
Pada tahapan berwudhu, yang dilakukan sebelum mengusap kepala (ubun) dan telinga,
kecuali . . .
a. Membasuh kedua tangan sampai sikut
b. Berkumur-kumur
c. Membaca basmallah
d. Membasuh kedua kaki

5. Sintesis

(10) Membaca basmallah


(11) Membasuh kedua kaki sebanyak 3 kali
(12) Membasuh kedua tangan sampai siku sebanyak 3 kali
(13) Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
(14) Berkumur-kumur
(15) Mengusap wajah sebanyak tiga kali
(16) Mengusap kepala (ubun) dan telinga
Urutan yang benar dari tahapan berwudhu di atas adalah. . .

a. (1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)
b. (1)(4)(5)(6)(3)(7)(2)
c. (1)(5)(4)(6)(3)(7)(2)
d. (1)(3)(5)(6)(4)(7)(2)

6. Evaluasi
Berikut adalah tata cara yang benar untuk membersihkan hadas, yaitu :

a. Mandi untuk mengilangkan hadas besar, wudhu untuk menghilangkan hadas kecil,
dan tayamum untuk mengilangkan hadas besar dan kecil.
b. Mandi untuk mengilangkan hadas kecil, wudhu untuk menghilangkan hadas besar,
dan tayamum untuk mengilangkan hadas besar dan kecil.
c. Tayamum hanya untuk mengilangkan hadas besar, wudhu untuk menghilangkan
hadas kecil, sedangkan mandi untuk mengilangkan hadas besar dan kecil.
d. Mandi untuk mengilangkan hadas besar, tayamum hanya untuk menghilangkan hadas
kecil, sedangkan wudhu untuk mengilangkan hadas besar dan kecil.
SOAL MENGENAI WUDHU

Nama: Furqan Nugraha Rahman

NIM: 1707043021

1. Pengetahuan

Cara bersuci dari hadas kecil adalah

a. Mandi
b. Menyuci
c. Wudhu
d. Membasuh

2. Pemahaman

Yang merupakan sunah wudhu

a. Membaca niat
b. Membersihkan gigi dengan sikat gigi
c. Membasuh wajah
d. Tertib

3. Aplikasi

Hal hal yang membatalkan wudhu

a. Tersentuh kulit antara laki laki dan perempuan yang bukan muhrimnya
b. Mengaji
c. Hilangnya akal
d. A dan B
4. Analsis

Urutan wudhu yang benar adalah

a. Niat, bismillah, mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur, menghirup air kehidung,
membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai ke siku, membasuh telinga dan
membasuh kedua kaki hingga mata kaki
b. Niat, bismillah, mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur, menghirup air kehidung,
membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai ke siku, mengusap kepala, membasuh
telinga dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki
c. Niat, bismillah, mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur, membasuh muka,
membasuh kedua tangan sampai ke siku, mengusap kepala, membasuh telinga dan
membasuh kedua kaki hingga mata kaki
d. Niat, , mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur, menghirup air kehidung,
membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai ke siku, mengusap kepala, membasuh
telinga dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki

5. Sintesis
Air yang boleh digunakan untuk berwudhu

a. Air susu
b. Air sumur
c. Air laut
d. Air buah buahan

6. Evaluasi

Ditinjau dari hukumnya, air terbagi menjadi 4 macam,air terseebut adalah, kecuali

a. Air mutlak
b. Air musta’mal
c. Air makruh
d. Air kopi