Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AKHIR –

IDENTIFIKASI KEMENERUSAN SITUS PETIRTAAN


DI SUMBER BEJI, JOMBANG, JAWA TIMUR
MENGGUNAKAN PEMODELAN INVERSI 3D DATA
MAGNETIK

MUHAMMAD LUTFILLAH KURNIAWAN


NRP. 03411640000054

DOSEN PEMBIMBING:

Depertemen Teknik Geofisika


Fakultas Teknik Sipil Lingkungan Dan Kebumian
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2019
1
ABSTRAK
Situs Petirtaan sumber beji merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit
di kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Diduga sekitar manivestasi petirtaan
masih terdapat situs situs sejenisnya yang terpendam. Survei magnetik dilakukan
unruk mengetahui persebaran situs petirtaan.penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi persebaran candi berdasarkan data magnetik. Selain itu,
dilakukan interpretasi struktur bawah permukaan berdasarkan analisis derivative
dan pemodelan forward 2D serta 3D inversi untuk mendapatkan suseptibilitas
bawah permukaan terkait dengan struktur geologi dan persebaran candi petirtaan
sumber beji.

Kata kunci: Anomali Magnetik, Pemodelan Forward 2D dan Inversion 3D,


Suseptibilitas

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan benda cagar
budaya. Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting,
artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan
kebudayaan, sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan demi pemupukan
kesadaran jati diri Bangsa Indonesia. Namun banyaknya situs-situs
peninggalan terdahulu yang terpendam, kini mulai banyak ditemukan
berupa singkapan bangunan dipermukaan seperti situs petirtaan sumber beji
di Ngoro Kabupaten Jombang. Sehingga di perlukannya sebuah metode
geofisika yang dapat mendeteksi sebaran atau kemenerusan dari singkapan
candi tersebut.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode magnetik. Metode
magnetik merupakan metode geofisika yang mencari variasi medan magnet
bumi yang disebabkan oleh perubahan struktur geologi bawah permukaan
atau perbedaan dari sifat kemagnetan batuan di dekat permukaan. Metode
magnetik merupakan salah satu metode dalam geofisika yang sangat sukses
untuk memetakan prospek-prospek arkeologi karena metode geomagnetik
adalah teknik geofisika pasif yang tergantung pada kontras magnetik suatu
benda dengan lingkungan sekitarnya. Faktor-faktor yang signifikan untuk
investigasi situs-situs arkeologi adalah magnetisasi dan suseptibilitas
magnetik suatu benda. Kebanyakan material arkeologi mengandung partikel
magnetik yang akan menyebabkan anomali magnet sehingga diperlakukan
berbeda dengan lingkungan sekitarnya (Schmidt, 2009).
Pada pengolahan data metode magnetik dapat dilakukan dengan
berbagai analisis diantaranya adalah proses reduksi ke kutub, dan pemodelan

2
kedepan 2D dan Inversi 3D. Proses reduksi ke kutub dapat membantu
menentukan zona anaomali yang memiliki keterkaitan dengan kemenerusan
candi. Pemodelan 3D inversi yang ada dapat dikorelasikan dengan informasi
geologi, data geofisika lainya.Sehingga dapat digambarkan kondisi bawah
permukaan situs petirtaan sumber beji. Berdasarkan hal tersebut penulis
tertarik untuk mencari hubungan suseptibilitas hasil pemodelan 3D dengan
data geologi, dan data gravitasi, untuk mencari kemenerusan situs petirtaan
sumber beji.

1.2 Rumusan Masalah


Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini yaitu:
a. Bagaimana mengidentifikasi kemenerusan candi berdasarkan data magnetik?
b. Bagaimana model bawah permukaan 2D dan 3D berdasarkan anomali
magnetik?

1.3 Batasan Masalah


Penelitian ini dibatasi oleh beberapa hal yaitu:
a. Pembuatan Model Inversi 3D data magnetik dilakukan dengan perangkat
lunak Oasis Montaj.
b. Data pendukung dalam penelitian ini adalah peta geologi lokal daerah
penelitian.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
a. Mengidentifikasi kemenerusan candi berdasarkan data magnetik.
b. Membuat model bawah permukaan 2D dan 3D beradasarkan anomali
magnetik.

1.5 Target Luaran


Target luaran penelitian ini merupakan publikasi ilmiah tingkat nasional atau
internasional.

3
DAFTAR PUSTAKA
Asikin, Sukendar. (1974). Evolusi geologi Jawa Tengah dan sekitarnya, ditinjau
dari segi tektonik dunia yang baru. Bandung: Pusat Sumber Daya Geologi.

Blakely, R. J. (1996), Potential theory in gravity and magnetic applications.


Cambridge: Cambridge University Press

Schmidt, L. 2002. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan


Subtropis. Buku. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan
Sosial Departemen Kehutanan, Jakarta. 530 h

Telford, W.M., Geldart, L.P., & Sheriff, R.E. (1990). Applied geophysics (2nd
Melbourne ed.)., Cambridge University Press.