Anda di halaman 1dari 3

BAB III

ASPEK PRODUKSI

3.1 Alokasi Usaha

Penulis beserta WMI (Wirausaha Muda Indramayu) melaksanakan kegiatan


usaha ini sesuai visi yang tertuang dalam Visi WMI dari Wirausaha Muda Indramayu
yakni sebagai pusat pemberdayaan dan sinergisitas berbagai potensi untuk
menciptakan pengusaha muda yang cerdas, tangguh, berempati tinggi dan mampu
memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kabupaten Indramayu dan Bangsa
Indonesia.

3.2 Fasilitas Dan Peralatan Produksi

Pelaksanaan agenda kegiatan dan pemasaran WMI (Wirausaha Muda


Indramayu) menggunakan fasilitas ruko WMI Mart yang berlokasi di pusat kuliner
Cimanuk Indramayu. WMI Mart ini sebagai wujud aplikasi nyata pemasaran prodak
anggota UKM WMI sekaligus sebagai sentra oleh – oleh khas kota mangga karya
pemuda putra putri daerah Indramayu. Proses produksi pembuatan prodak anggota
UKM WMI dilakukan di masing – masing rumah produksi. Pada kesempatan
penulisan di subab Aspek Produksi ini penulis mengambil sampel mengangkat pada
proses pembuatan kue simping yakni kue tradisional khas Indramayu yang sudah
lama ditinggalkan oleh sesepuh pengrajinnya. Pembuat kue tradisional ini berada di
Desa Karangampel Kidul, pembuatan kue simping dikerjakan oleh anggota UKM
WMI remaja putri yang notabene putus sekolah. Kedepannya diharapkan kue
simping ini juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Simping makanan khas daerah Indramayu Jawa Barat. Bentuknya berupa


lembaran pipih, bundar tipis, berwarna putih, dan rasanya gurih. Makanan ini dibuat
dari daging buah kelapa yang diberi beberapa bumbu rempah - rempah. Kue
tradisonal ini di buat dengan cara di panggang dengan cetakan khusus yang
keberadaannya hampir punah. Walau mengkonsumsi dalam jumlah besar,
panganan ini tidak akan membuat kolesterol naik.
Simping Indramayu hadir dalam beberapa varian rasa seperti simping original
kacang, simping rumput laut, dan simping udang / Ebi. Berikut beberapa fasilitas dan
peralatan produksi yang digunakan diantaranya :

 Cetakan tradisional simping


 Pisau
 Wadah adonan
 Alat pengaduk adonan
 Kompor

3.3 Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi kue simping adalah :

 Aci Campu atau tepung tapioka 3 Kg


 Daging Kelapa Muda 1100 Gram
 Kacang 5 Sdm
 Ketumbar 2 Sdm
 Mecin 1 Sdt
 Bumbu penyedap rasa / Masako 24 Gram
 Garam 2 Sdm
 Daun Bawang Secukupnya
 Air Secukupnya
 Bawang Putih 100 Gram

3.4 Proses Produksi Prodak

Proses produksi pembuatan kue simping yaitu :

 Campurkan semua bahan seperti aci campu, daging kelapa muda garam,
mecin dan bumbu penyedap
 Sangrai ketumbar dan kacang, kemudian di tumbuk halus
 Bawang putih di haluskan / blender
 Sisir halus daun bawang
 Masukan bawang putih halus, sisiran daun bawang, ketumbar dan kacang
yang telah di sangrai lalu dihaluskan ke dalam wadah adonan daging kelapa,
aduk hingga rata tambahkan air secukupnya hingga mengental
 Panaskan cetakan tradisional simping di bara api
 Setelah cetakan panas masukan adonan simping ke dalam cetakan bentuk
bulat kecil seperti kelereng lalu tutup rapat pres cetakan tunggu sampai
adonan matang dan berbau wangi (sedap)
 Setelah adonan matang berbentuk pipih bertekstur keriuk krunci angkat
adonan dari cetakan menggunakan pisau
 Angin angin kan adonan kue simping hingga panasnya hilang
 Setelah itu kue simping siap dikemas dan di pasarkan

3.5 Proses Pengemasan Prodak

Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang


menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.
Adanya wadah atau pembukus dapat membantu mencegah atau mengurangi
kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya
pencemaran dan gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Disamping itu
pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk
industri agar mempunyai bentuk – bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan,
pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi
sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi
dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.

Peroses kemas kue simping menggunakan plastik Foodgrade dengan


ketebalan 0,8 yang kedap udara. Keberadaan kadaluarsa kue simping bisa bertahan
sampai enam bulan. Dalam proses kemasa dipres menggunakan mesin seller dan
tidak lupa dicantumkan label produksi logo, kadaluarsa, halal dan PIRT.