Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA NY.

N DI PANTI JOMPO
MUHAMADIYAH RT /RW 05/02 RANCABOLANG KECAMATAN
GEDEBAGE KOTA BANDUNG

Disusun Oleh :
LILIS ANISA SOLIHAT
I9I FK 04029

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Pokok Bahasan : Hipertensi


Sasaran : Lansia dan keluarga lansia
Hari/Tanggal : 31 Desember 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : Rumah lansia RT /RW 05/02 Rancabolang Kecamatan
Gedebage Kota Bandung

I. Tujuan Umum :
Setelah diberikan penyuluhan mengenai hipertensi selama 30 menit
diharapkan sasaran dapat mengetahui, memahami, mengatasi dan
mengaplikasikan cara mengatasi dan mencegah hipertensi.
II. Tujuan Khusus:
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Peserta dapat mengetahui pengertian hipertensi
2. Peserta dapat menjelaskan klasifikasi hipertensi
3. Peserta dapat menjelaskan penyebab hipertensi
4. Peserta dapat menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
5. Peserta dapat menjelaskan pencegahan dan komplikasi hipertensi
6. Peserta dapat menjelaskan dan mengaplikasikan pengobatan /
penatalaksanaan hipertensi

III. Materi
Terlampir
IV. Sasaran
Memberi informasi kepada lansia mengenai penyakit hipertensi
V. Metode
Diskusi, Tanya Jawab dan Demontrasi

1
VI. Media
Leaflet
VII. Strategi
1. Menyeting ruangan atau lingkungan
2. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens
3. Menggunakan leaflet yang menarik
4. Melakukan demonstrasi cara pengobatan hipertensi
5. Penyuluh mengevaluasi materi yang telah dijelaskan

VIII. Pembagian Tugas


Moderator :
Penyuluh : Lilis Anisa
Pendemo : Lilis Anisa
Fasilitator : Lilis Anisa
Observer : Lilis Anisa

IX. Kegiatan Penyuluhan


Acara Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu

Pembukaan - Memberi salam - Menjawab salam 3 menit


- Perkenalan - Mendengarkan
- Menyampaikan - Mendengarkan
pokok bahasan dan menyimak
- Menjelaskan - Mendengarkan
tujuan - Menyetujui
- Melakukan kontrak waktu
kontrak waktu yang di sepakati

Penyampaian Penyampaian Materi : Mendengarkan 15 menit


materi
1. Pengertian

2
hipertensi
2. Klasifikasi
hipertensi
3. Penyebab
hipertensi
4. Tanda dan gejala
hipertensi
5. Pencegahan
hipertensi
6. Menjelaskan dan
Memperagakan
Cara pengobatan
hipertensi
Bertanya dan Evalusi : 1. Memberikan 10 menit
menjawab pertanyaan
1. Mempersilahkan
pertanyaan 2. Menyebutkan
pada audiens
dan menjelaskan
untuk bertanya
kembali materi
2. Meminta
yang telah
menjelaskan dan
disampaikan.
menyebutkan
3. Mendengarkan
kembali materi
kesimpulan yang
yang sudah
disampaikan
disampaikan
penyuluh
3. Menyimpulkan
yang sudah di
jelaskan
Penutup Pemateri menutup Menjawab salam 2 menit
kegiatan penyuluhan
dengan mengucapkan
salam

3
X. Evaluasi
1. Jelaskan pengertian hipertensi ?
2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi hipertensi ?
3. Jelaskan penyebab hipertensi ?
4. Sebutkan 3 tanda dan gejala hipertensi ?
5. Jelaskan dan menyebutkan cara mencegah dan komplikasi hipertensi ?
6. Menjelaskan dan memperagakan kembali pengobatan/ penatalaksanaan
hipertensi ?

XI. Seting Tempat

Keterangan :
: Penyaji
: Audience
: keluarga Audience ( keluarga pasien)

4
LAMPIRAN

Pokok Bahasan : Hipertensi


Metode Pembelajaran : Ceramah
Penyusun : Lilis Anisa Solihat

A. Hipertensi
1. Definisi Hipertensi
Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg
pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan
cukup istirahat atau tenang (Kemenkes RI, 2014). Hipertensi berarti
tekanan darah di dalam pembuluh-pembuluh darah sangat tinggi, dimana
keadaan ini dapat merusak organ-organ vital tubuh bahkan menyebabkan
kematian (Susilo, 2011).
2. Klasifikasi Hipertensi

Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik


Normal Dibawah 130 mmHg Dibawah 85 mmH
Normal Tinggi 130-139 mmHg 85-89 mmHg
Stadium 1 (Hipertensi ringan) 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Stadium 2 (Hipertensi sedang) 160-179 mmHg 100-109 mmHg
Stadium 3 (Hipertensi berat) 180-209 mmHg 110-119 mmHg
Stadium 4 (Hipertensi maligna) 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih

Sumber: (Triyanto,2014)

3. Etiologi Hipertensi
Pada umumnya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik
(idiopatik). Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output

5
atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa faktor yang
mempengaruhi terjadinya hipertensi:
a. Genetik: Respon neurologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau
transport Na.
b. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat.
c. Stress Lingkungan.
d. Hilangnya Elastisitas jaringan dan arterosklerosis pada orang tua serta
pelebaran pembuluh darah.
Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
a. Hipertensi Esensial (Primer)
beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor
tersebut adalah sebagai berikut :
- Faktor keturunan
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki
kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang
tuanya adalah penderita hipertensi
- Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat )
- Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan )
- Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih )
- Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi
adalah Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr )
- Stress
- Merokok
- Minum alcohol
- Minum obat-obatan ( ephedrine, prednison, epineprin )
b. Hipertensi Sekunder
Penyebab hipertensi sekunder adalah :
- Glomerulonefritis
- Pielonefritis

6
- Tumor
- Aterosklerosis
- Emboli kolestrol
- DM
- Stroke
- Obat – obatan
4. Tanda dan Gejala Hipertensi
a. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg
b. Sakit kepala
c. Pusing / migraine
d. Rasa berat ditengkuk
e. Penyempitan pembuluh darah
f. Sukar tidur
g. Lemah dan lelah
h. Nokturia
i. Sulit bernafas saat beraktivitas

5. Pencegahan dan Komplikasi Hipertensi


a. Menjaga berat badan ideal. Berat badan berlebih bisa membuat
seseorang lebih berisiko terserang hipertensi.
b. Berolahraga secara rutin
c. Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat
d. Kurangi garam
e. Kurangi konsumsi alkohol.
f. Berhenti merokok
g. Konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan

Komplikasi Hipertensi
a. Aterosklerosis
Tekanan darah tinggi memicu pengerasan arteri, yang kemudian
disertai dengan penimbunan lemak di dinding pembuluh darah.

7
Kondisi ini disebut aterosklerosis. Aterosklerosis ini dapat
menimbulkan serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.
b. Kehilangan penglihatan
Kondisi ini terjadi karena penebalan dan penyempitan pembuluh darah
di mata.
c. Terbentuk aneurisma.
Tingginya tekanan darah bisa memicu pembuluh darah melemah dan
melebar. Jika kondisi ini terus berlanjut, pembuluh darah bisa pecah
dan menyebabkan kematian.
d. Gagal ginjal.
Tekanan darah tinggi bisa memicu penyempitan pembuluh darah di
ginjal.
e. Gagal jantung. Tingginya tekanan darah membuat jantung bekerja
lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
f. Demensia vaskuler. Hipertensi bisa menyebabkan gangguan pada
aliran darah ke otak.
g. Stroke

6. Penatalaksanaan Hipertensi
1. Pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi :
a. Diet
Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :
- Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 6 gr/hr
(tidak lebih dari ¼ sampai ½ sendok teh/ hari)
- Konsumsi garam perhari adalah:
- Hipertensi ringan : ½ sendok teh per hari
- Hipertensi sedang : ¼ sendok teh per hari
- Hipertensi berat : tanpa garam
- Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh
- Penurunan berat badan
- Menghidari minuman mengandung kafein

8
Tabel Makanan dan Minuman yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan untuk
Penderita Hipertensi

No. Jenis makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan


1. Karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, Roti, biskuit dan kue-kue
hankwe, gula, makaroni, mie, yang dimasak dengan garam
bihun, roti, biskuit, kue kering dapur dan atau baking
yang dimasak tanpa garam dapur powder dan soda
atau baking powder dan soda
2. Protein hewani Telur maksimal 1 butir / hari, Otak, ginjal, lidah sapi,
daging sapi, ayam dan ikan sarden, daging ,ikan, susu dan
maksimal 100 gram / hari ( 2 telor yang diolah dengan
potong kecil ) garam dapur. Contohnya :
daging asap, ham, Bachan,
dendeng, abon, keju, ikan
asin, ikan kaleng, kornet, ebi
atau udang kering, telor asin
dan telor pindang.
3. Protein nabati Tempe, tahu,kacang tanah, Selai kacang, keju, kacang
kacang hijau, kacang kedele, tanah dan semua kacang-
kacang merah, dan kacang- kacangan yang dimasak
kacangan lain yang dimasak dengan garam dapur dan
tanpa garam dapur, baking baking soda.
powder dan soda.
4. Lemak Minyak goreng, mentega dan Margarin dan mentega biasa
margarin tanpa garam
5. Sayuran Semua sayuran segar dan Sayur dalam kaleng, sawi
sayuran yang diawetkan tanpa asin, asinan dan acar
garam dapur dan natrium
benzoat ( paria, labu siam,
seledri, bawang merah, bawang

9
putih )
6. Buah-buahan Semua buah-buahan segar dan Buah dalam kaleng, asinan
buah-buahan yang diawetkan buah dan manisan buah.
tanpa garam dapur dan natrium
benzoat ( contohnya : alpukat,
melon, semangka dll )
7. Minuman Air putih 8 gelas / hari. Minuman kaleng, kopi, teh,
1 gelas = 250 ml alkohol
8. Bumbu Semua bumbu yang Garam dapur ( untuk
mengandung garam dapur hipertensi berat ), baking
powder, soda kue, vetcin ,
kecap, terasi, bumbu kaldu,
saos, petis dan tauco

b. Perubahan Pola hidup


- Latihan Fisik
Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas
aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal ( 220 – umur )
yang disebut zona latihan.
- Lamanya latihan berkisar antara 20 – 25 menit
- Menghentikan kebiasaan minum minuman beralkohol
- Menghentikan kebiasaan merokok
- Istirahat
Dianjurkan untuk istirahat 6 – 8 jam sehari. Hindari untuk
begadang.
- Mengendalikan stress
Bisa dilakukan dengan teknik relaksasi ( napas dalam ) dan juga
meditasi untuk menstabilkan emosi dan pikiran. Dianjurkan
untuk berpikir positif. Teknik napas dalam dengan cara menarik
napas dari hidung secara perlahan dan menahannya selama 3

10
detik, kemudian keluarkan melalui mulut secara perlahan
dengan mulut membentuk huruf O.

11
DAFTAR PUSTAKA

Jennifer, Kowalak,. Welsh, Williams. 2011. Buku ajar fatofisiologi. Alih


bahasa Andry Hartono. Jakarta : Buku kedokteran EGC.
Udjianti, Wajan. 2011. Keperawatan Kardiovaskular. Jakarta: Salemba
Medika.
Kowalski, Robert. 2010. Terapi Hipertensi: Program 8 minggu
Menurunkan Tekanan Darah Tinggi. Alih Bahasa: Rani Ekawati.
Bandung: Qanita Mizan Pustaka.
Rekam Medik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Kasus
hipertensi dalam rentang waktu tahun 2011 - 2012. Didapat pada
tanggal 9 Mei 2012.
Carpenito, Lynda Juall. 2009. Diagnosa Keperawatan. Aplikasi pada
Praktek Klinis. Edisi IX. Alih Bahasa: Kusrini Semarwati Kadar.
Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

12