Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari Selasa tanggal 10 September tahun 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini
setuju mengadakan perjanjian Hutang Piutang, yaitu :

1. Nama :
Pekerjaan :
Alamat :
No Hp :
untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

2. Nama :
Pekerjaan :
Alamat :
No Hp :
untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Terlebih dahulu PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menerangkan bahwa:

1. Para Pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa PIHAK PERTAMA telah memakai uang
dari PIHAK KEDUA sejumlah Rp 42.200.000,- tambah Rp 3.168.000,- dengan total Rp
45.368.000,- ( Empat puluh lima juta tiga ratus enam puluh delapan ribu rupiah).
2. Bahwa pinjaman tersebut akan dikembalikan kepada PIHAK KEDUA paling lambat
tanggal 30 September 2019, Dalam perjanjian ini telah disepakati bersama bahwa pihak
pertama telah menjaminkan kepada pihak kedua 2 (dua) buah bidang tanah dan 1
sertifikat rumah, jika setelah tanggal tersebut uang yang dipinjam tidak dapat
dikembalikan secara penuh maka barang yang dijaminkan tersebut menjadi hak milik
pihak kedua.
3. Dalam kesepakatan ini, usaha utama dari pihak pertama dan kedua adalah
menggadaikan sertifkat rumah tersebut ke bank agar proses hutang piutang ini segera
selesai.
4. Jika dalam proses penjualan tanah ada pembeli, maka pembeli wajib mentransfer uang
tersebut ke rekening Pihak kedua.

Maka melalui surat perjanjian ini, disetujui oleh kedua belah pihak dengan ketentuan-
ketentuan sebagaimana berikut :
1. Dalam perjanjian ini, jika PIHAK PERTAMA melanggar aturan dan kesepakatan yang telah
ditentukan, maka PIHAK PERTAMA siap sedia untuk diproses melalui HUKUM.
2. Surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan
tanpa tekanan dari pihak manapun.

Demikian surat perjanjian hutang piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi dalam
keadaan sehat jasmani dan rohani

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

…………………………………… ……………………………………………

Saksi-saksi

1.

2.

3.

4.

5.