Anda di halaman 1dari 6

TAKOKAK

(Solanum torvum)

Nama : Putu Ayu Nanda Candrika

NPM : 1801842050023

Dosen Pengampu : Drs. I Made Diarta, MSi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

DENPASAR

2019/2020
A. Identifikasi

1. Nama ilmiah
Nama ilmiah dari tumbuhan takokak yaitu Solanum torvum.
2. Nama daerah
Pada daerah – daerah tertentu takokak memiliki nama yang berbeda – beda.
Seperti di daerah Batak Toba, takokak memiliki nama daerah seperti terong
teter, terong belut, cokowana, dan ribbang. Lalu kemudian di daerah Jawa
takokak memiliki nama daerah seperti cepokak dan pokak.
3. Nama sinonim
Nama sinonim dari takokak yaitu Solanum ficifolium Ortega

B. Klasifikasi

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
SubKingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sumber : Wikipedia
Subkelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaeceae
Genus : Solanum
Species : Solanum torvum Sw.
C. Pertelaan

Takokak merupkan jenis tumbuhan obat yang memiliki nama daerah terong
cepoka, terong pipit (Indonesia), takokak (sunda), terong cekoka, cemongkak,
poka, terongan, cepoka, cong belut (jawa). Habitusnya berupa perdu yang
seluruhnya dilapisi dengan bulu bintang yang putih kuning dengan tinggi 2-4 m.
Sistem perakaran berupa akar tunggang berwarna kuning cokelat. Batang
berbentuk bulat, berkayu, berwarna putih kotor atau keunguan, berduri tajam serta
tegak, berbulu pada waktu muda. Cabang berbentuk bulat. Tanaman ini berdaun
tunggal, tersebar, dan bertangkai. Panjang tangkai 1,5-10,5 cm, tangkai berbulu
bintang rapat, sering mempunyai duri tempel. Helaian daun berbentuk bulat telur
dengan ukuran 27-30 x 20-24 cm, bercangap, bersisi tidak seimbang, bagian
pangkal runcing, bagian ujung runcing, bagian tepi rata, berwarna hijau pada
permukaan atas. Ibu tulang daun menonjol di bagian bawah, berduri tempel,
tulang daun sekunder menyirip. Perbungaan majemuk dengan bungabunga
kantong yang putih berbentuk bintang, tangkai karangan bunga 0-0,5 cm, berbulu
bintang padat, bertaju, berbintik ungu ketika kuncup. Kelopak berbulu, bertaju 5,
runcing bintang, sisi luar berbulu bintang, bertaju 5, taju dihubungkan dengan
selaput tipis. Benangsari berjumlah 5, bertangkai dengan panjang ± 1 cm. Kepala
putik berwarna putih atau hijau. Buah bertipe buni, berbentuk bulat dengan
diameter 12-15 mm, berwarna hijau ketika muda, dan jingga setelah tua. Biji
berbentuk pipih, kecil, licin, dan berwarna kuning pucat (Heyne 1987, Zuhud et
al. 2003).

Tumbuhan ini banyak tumbuh di hutan-hutan, di tepi sungai, di ladang, di kebun,


kadang-kadang dibudidayakan di halaman. Tumbuh dengan baik di berbagai jenis
tanah dengan karakteristik lahan yang tidak terlalu berair, ternaungi sedang atau
tersinar matahari, dan pada ketinggian tempat 1-1800 mdpl. Tumbuhan ini selalu
tumbuh secara tersebar (Heyne 1987, Zuhud et al. 2003). Tumbuhan ini berasal
dari Amerika, kemudian tersebar luas ke wilayah Asia. Penyebaran tumbuhan ini
di Indonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara,
Sulawesi, Ambon, Maluku, Halmahera, Ternate, dan Irian Jaya (Zuhud et al.
2003).

D. Gambar Takokak

Buah Takokak

Batang Takokak

Bunga Takokak
Daun Takokak

E. Cara Penanaman

1. Pengolahan tanaman

Waktu bertanam yang baik untuk takokak adalah ialah pada awal musim kemarau
(akhir musim hujan), akan tetapi dapat pula ditanam pada musim hujan. Takokak
dikembangbiakan dengan biji.

2. Penanaman tanaman

Ambil buah tekokak yang telah matang, kemudian pisahkan bijinya. Selanjutnya
biji tekokak tersebut disemai terlebih dahulu. Lakukan penyemaian biji rimbang
ini seperti menyemai biji tomat, semai biji rimbang tersebut. Setelah tumbuh
dengan ketinggian sekitar 10 cm atau telah berusia 1,5 bulan, bibit rimbang dapat
dipindahkan ke lahan tanam. Lahan yang akan digunakan untuk menanam rimbang
dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Setelaj
itu geburkan tanah, jika lahan tersebut kurus maka perlu diberikan pupuk kandang
dan jika lahan tersebut ternyata tandus maka perlu diberi pupuk buatan sebanyak
40 kg ZA, 80 kg DS. Selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak tanam 70 x 80
cm.

3. Pemeliharaan tanaman

Perawatan yang perlu dilakukan pada tanaman rimbang hanyalah pembersihan


rumput liar maupun tanaman liar lainnya yang ada di sekitar tanaman takokak.

4. Pemananen tanaman

Pemanenan rimbang atau Tekokak dapat dilakukan setelah tanaman memasuki


usia 3 bulan sejak tanaman tersebut ditanam. Buah rimbang yang bisa dipetik atau
dipanen yaitu buah rimbang yang hampir tua, tak terlalu muda atau terlalu tua.
Dalam 1 tahun, tanaman rimbang akan menghasilkan lebih dari 2 kg buah rimbang.

F. Pemanfaatan

Akar tumbuhan takokak mengandung jurubin. Daun, bunga, dan buah tanaman
takokak mengandung saponin dan haronoid. Daun dan bunga tanaman takokak
juga mengandung neoklorogenin, panikulogenin, dan alkeloid. Selain itu buah
tanaman takokak juga mengandung solosin, klorogenin, sisalagenon, tervogenin,
protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vit. A, B1, dan C (Zuhud et al. 2003). Buah
takokak mengandung alkaloid dan senyawa solasodina yang dapat digunakan
sebagai substrat untuk produksi steroid penting dalam farmakologi (Amador et al.
2007).

Buah takokak memiliki rasa pedas dan sejuk bila dimakan, mempunyai sifat agak
beracun. Buah takokak bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah,
menghilangkan darah beku, menghilangkan sakit, dan menghilangkan batuk (Zuhud
et al. 2003). Selain itu buah takokak merupakan suatu obat herbal rakyat, yang
digunakan sebagai obat penenang, pencernaan, haemostatic dan diuretik. Penelitian
terhadap kandungan kimia buah tanaman Solanum torvum telah banyak dilakukan,
dan dilaporkan bahwa tanaman ini bersifat hepatotoksik (efek samping kerusakan
sel-sel atau jaringan hati dan sekitarnya akibat konsumsi suatu obat) dan antivirus
(Yuan et al. 2011).

Buah takokak memiliki khasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, katimilmul, dan
penambah nafsu makan. Sedangkan daun tanaman takokak memiliki khasiat sebagai
obat jantung mengipas (kondisi jantung yang seakan bergoyang-goyang), sakit
kepala, dan jantung berdebar (Zuhud et al. 2003). Hasil penelitian Bari et al. (2010)
mengungkapkan bahwa kloroform dan ekstrak metanol akar S.torvum sangat aktif
terhadap Streptococcus - β - haemolyticus, dan Vasin factum. Hasil analisis
konsentrasi hambat minimum (KHM) menunjukkan bahwa ekstrak metanol pada
akar dapat menghambat pertumbuhan bakteri bahkan pada konsentrasi rendah (64-
128 μg mL-1).