Anda di halaman 1dari 8

INISIASI 5

Struktur Pasar Industri Persaingan Murni, Pasar Monopoli


Murni, Persaingan Monopolistik dan Oligopoli

Struktur Pasar Industri


Dalam kenyataan terdapat hampir tak terhitung banyaknya pasar atau
industri. Tak ada di antara bentuk-bentuk tersebut yang serupa satu dengan
lainnya. Dua bentuk ekstrim biasanya ditampilkan. Di satu ekstrim terdapat
bentuk pasar industri yang disebut monopoli murni, di mana hanya terdapat satu
produsen yang sepenuhnya menguasai suatu pasar produk, sementara di ekstrim
lain terdapat pasar persaingan murni atau pasar persaingan sempurna di mana
terdapat banyak sekali perusahaan yang masing-masing menawarkan bagian
sangat kecil dari output pasar. Di antara dua bentuk ekstrim ini terdapat banyak
sekali bentuk atau pengaturan pasar yang mirip satu dengan lain. Hampir tak
mungkin menganalisis satu per satu di samping juga tak banyak yang bisa
disimpulkan dengan berbuat demikian. Karena itu akan lebih realistik dengan
hanya membatasinya pada empat bentuk atau model pasar utama. Dengan
demikian bisa dipahami secara lebih mudah bagaimana harga kuantitas dan
output ditentukan di pasar berdasarkan mekanisme sistem harga. Klasifikasi
bentuk-bentuk pasar ditentukan untuk sementara oleh keadaan pihak penjual
atau produsen. Berikutnya dipertimbangkan pula segi pembeli atau rumah
tangga konsumen dalam mempertimbangkan bentuk-bentuk pasar ini.
Penggunaan hanya beberapa bentuk pasar merupakan langkah
penyederhanaan analisis dan perlu dicatat beberapa hal berikut. Pertama, model-
model pasar merupakan abstraksi dan penyederhanaan yang menyajikan
gambaran realitas secara tak lengkap. Mereka tidak memberikan penjelasan
secara lengkap, tetapi hanya mengemukakan kerangka kerja perusahaan-
perusahaan sejenis. Kedua, bekerjanya perusahaan-perusahaan dan industri-
industri sepenuhnya seperti yang dikemukakan dalam model. Perlu diakui
definisi model dasar pasar dalam ilmu ekonomi tidak sesuai dengan definisi atau
pengertian yang digunakan oleh para usahawan atau oleh orang awam. Misalnya
istilah persaingan mempunyai arti khusus bagi ahli ekonomi.

1. Bentuk Pasar atau Industri


Ada empat bentuk utama pasar yang umumnya dikemukakan yaitu pasar
persaingan murni, pasar persaingan monopolistik, pasar oligopoli, dan
pasar monopoli. Empat bentuk pasar ini bisa dipandang dari segi penjual
atau dari segi pembeli.
a. Pembandingan Bentuk Pasar Persaingan Murni dan Monopoli Murni

Perbedaan
Karakteristik
Persaingan Murni Monopoli Murni
Banyaknya Banyak sekali, relatif Hanya ada satu
Perusahaan/Produsen berukuran/skala kecil hingga perusahaan produsen
dan Kendali Harga tak bisa mempengaruhi yang merupakan satu-
harga pasar dengan merubah satunya penjual di pasar.
kuantitas yang Ia bisa mempengaruhi
ditawarkannya. harga pasar dengan
merubah kuantitas yang
ditawarkannya.
Macam Produk Homogen, produksinya sama Unik, tak ada barang
oleh semua perusahaan pengganti yang dekat.
produsen.

Kemungkinan masuk Sangat mudah dan boleh Dihalangi hingga tak


ke dalam industri dikatakan tak ada hambatan bisa masuk ke dalam
bagi perusahaan produsen industri dan
lain untuk masuk ke dalam mempengaruhi besarnya
penawaran produk bagi
industri dan mempengaruhi
perusahaan produsen
penawaran produk.
lain. Hal ini karena
situasinya (alami dan
biaya produksi rata-rata
dan marginal menurun
dengan bertambahnya
output), atau karena
berbagai upaya/tindakan
pencegahan oleh
perusahaan monopolis.
Persaingan bukan- Persaingan hanya berupa Tak ada persaingan
harga persaingan harga dan tak ada harga dan sangat efektif
persaingan bukan harga. Hal dilakukan advertensi
ini karena produknya untuk mendorong atau
homogen. menggeser kurva
permintaannya yang
berlereng menurun
(berslope negatif) ke
kanan atas serta
membuatnya makin
tidak elastis (makin
tegak).
Keuntungan Keuntungan ekonomi nol Diperoleh keuntungan
perusahaan produsen (= keuntungan normal) ekonomi atau super
karena kemungkinan masuk normal (di atas normal)
dan keluarnya produsen dan ini bertahan karena
perusahaan dari pasar tak ada persaingan di
industri produknya. pasar produk (output)
Keuntungan finansial masih
bisa diperoleh.
Kebijakan pemerintah Mendorong adanya Mencegah atau
persaingan yang fair (adil) di melakukan regulasi atas
pasar industri. industri monopoli lewat
pajak, dan mungkin juga
berupa pemilikan
perusahaan oleh
pemerintah.

b. Pasar Persaingan Monopolistik. Persaingan monopolistik terletak antara


dua bentuk ekstrim pasar persaingan murni maupun pasar monopoli
murni. Namun ia lebih dekat dengan bentuk pasar persaingan murni. Ciri-
ciri atau karakteristiknya sebagai berikut.
1. Terdapat sejumlah besar produsen penjual yang bekerja secara
independen. Jumlahnya mungkin tak sebanyak dalam kasus pasar
persaingan murni tetapi perusahaan-perusahaan tersebut cukup kecil
dibandingkan dengan output total.
2. Terdapat diferensiasi produk yang meliputi tidak hanya diferensiasi
fisik saja, tetapi juga pembungkusan atau pengepakan, efektivitas
pengiklanan, reputasi pelayanan, tersedianya pembayaran kredit, dan
lain-lain. Meskipun produknya kelihatan sama, tetapi ada ciri yang
membedakan antara produk perusahaan yang satu dengan produk
perusahaan lain di dalam industri tersebut.
3. Para produsen penjual sejauh tertentu mengendalikan harga produk.
Pengaruh atas harga terutama tergantung pada derajat diferensiasi
produk. Seorang produsen penjual dapat sedikit menaikkan harga
produknya. dan tidak kehilangan seluruh kuantitas penjualan. Hal ini
karena para pembeli mengenal produknya dan tidak bersedia membeli
produk sejenis perusahaan lain.
4. Masuk ke dalam industri persaingan monopolistik umumnya mudah
namun secara relatif sedikit lebih sukar dibandingkan dengan pasar
persaingan murni. Hal ini karena ada diferensiasi produk, di mana
untuk memperoleh pangsa pasar tertentu dibutuhkan riset dan
pengembangan produk yang memerlukan biaya cukup besar agar
produknya dapat dibedakan dari produk serupa hasil produksi
perusahaan lain. Sudah tentu diperlukan kampanye pengiklanan
produk baru untuk meyakinkan para pembeli agar beralih dan membeli
produk tersebut karena ia lebih baik daripada produk sejenis lainnya.
5. Karena produknya didiferensiasikan maka industri ini mempunyai ciri
persaingan bukan harga yang ketat. Persaingan meliputi persaingan
kualitas, pengiklanan, dan syarat-syarat serta pelayanan penjualan.
Tekanannya pada kemasan untuk meyakinkan para konsumen pembeli
bahwa produk sejenis yang dijual oleh para pesaing bukan merupakan
barang pengganti yang baik dan sempurna, ini merupakan usaha
menimbulkan kesetiaan pada merek tertentu.

c. Bentuk Pasar Oligopoli.


Model pasar ini mengandung variasi cukup luas dibandingkan dengan tiga
bentuk pasar yang telah dikemukakan sebelumnya. Karena itu lebih sukar
memperoleh prediksi tentang perilaku industri oligopoli. Ciri-ciri atau
karakteristik bentuk pasar ini adalah sebagai berikut.
1. Hanya ada sejumlah kecil atau beberapa perusahaan yang mendominasi
pasar produk tersebut. Sering kali dikenal istilah Tiga Besar, Lima
Besar dan sebagainya; atau di mana beberapa perusahaan besar
menguasai 70 atau 80 persen pangsa pasar sedang perusahaan-
perusahaan kecil lain memasok sisa pasar. Karena beberapa perusahaan
besar menguasai bagian besar pangsa pasar maka tindakan salah satu
dari mereka akan mempengaruhi pasar dan para pesaing akan bereaksi
terhadap tindakan-tindakan perubahan harga produk, pengiklanan,
kualitas produk, dan lain-lain. Jadi terdapat saling ketergantungan di
dalam pasar oligopoli di mana tindakan untuk mempengaruhi pasar
oleh sebuah perusahaan akan diimbangi atau menimbulkan tindakan
balasan oleh perusahaan lain pesaingnya.
2. Kasus oligopoli bisa dibedakan antara kasus produk standar atau
produk tak di diferensiasi dan kasus produk yang di diferensiasi.
Contoh kasus pertama adalah industri yang memproduksi bahan mentah
atau barang setengah jadi di mana mereka memproduksi barang-barang
yang sejenis, misalnya baja, tembaga, aluminium yang merupakan
bahan mentah; dan semen, rayon, bahan peledak, yang merupakan
barang setengah jadi. Contoh kasus kedua yaitu oligopoli dengan
diferensiasi produk adalah barang-barang konsumsi seperti mobil,
sepeda motor, ban, sabun mandi maupun pencuci, rokok, pensil, pena,
radio, lemari es, televisi, video, dan lain-lain.
3. Karena pengendaliannya atas harga pasar dan Baling ketergantungan di
antara para produsen bestir maka kemungkinan besar terjadi perang
harga pada industri ini. Tindakan oleh seorang penjual akan
menimbulkan balasan dan diimbangi oleh perusahaan pesaing. Bila
seorang produsen menurunkan harga untuk memperoleh pangsa pasar
lebih besar maka pesaingnya juga akan membalas berbuat serupa
bahkan dengan menurunkan harga lebih besar. Sebaliknya bila seorang
produsen menaikkan harga produknya, para pesaing tak akan ikut
menaikkan harga sehingga mereka dapat memperoleh tambahan pangsa
pasar serta keuntungan lebih besar. Untuk menghindari kemungkinan
terjadi perang harga yang Baling merugikan, perusahaan-perusahaan
besar oligopoli cenderung mengadakan kolusi untuk bersama-sama
menetapkan harga dan tidak terlalu sering mengubahnya, di mana
mereka bersama-sama menurunkan atau menaikkan harga produk.
Dengan demikian mereka bersama-sama dapat mengendalikan harga
dengan cara yang sama seperti sebuah perusahaan monopoli.
4. Terdapat rintangan cukup berat untuk masuk ke dalam industri
oligopoli. Pemilikan hak paten atau penguasaan pasokan bahan mentah
esensial oleh perusahaan-perusahaan yang sudah ada dapat merupakan
penghambat masuknya perusahaan-perusahaan baru ke dalam industri
tersebut. Teknologi industri berat yang biasanya digunakan dalam
industri oligopoli mensyaratkan perusahaan baru yang masuk harus
merupakan perusahaan besar hingga tidak ada kemungkinan bagi
perusahaan dengan skala kecil untuk masuk ke dalam industri. Di
samping itu sulit bagi para pendatang baru bersaing dengan
perusahaan-perusahaan lama yang sudah ada, karena perusahaan lama
merupakan perusahaan-perusahaan yang sudah terkenal dengan
advertensi gencar dan penjualan produk melalui saluran dan organisasi
pemasaran yang telah mapan. Namun, kemungkinan masuknya
perusahaan baru masih lebih mudah dibandingkan dengan
kemungkinan pada kasus pasar industri monopoli.
5. Persaingan melalui iklan sangat kuat pada industri oligopoli dengan
diferensiasi produk yang ditujukan untuk menimbulkan kesan bahwa
produk perusahaan lebih superior daripada produk pesaingnya yang
sejenis. Persaingan kualitas pun sangat ketat pada kasus ini hingga
pengeluaran untuk riset dan pengembangan cukup besar di samping
juga pengeluaran untuk advertensi.

2. Klasifikasi Pasar Sisi Permintaan


Penyederhanaan klasifikasi pasar menjadi empat model di atas
didasarkan pada sisi penawaran saja. Ini bisa dilengkapi dengan memasukkan
sisi permintaan dalam pengklasifikasiannya. Skema 5.1 menunjukkan gambaran
klasifikasi pasar dengan melihat dua sisi tersebut. Pertimbangan sisi permintaan
dalam klasifikasi pasar pada dasarnya sama dengan sisi penawaran pasar dalam
klasifikasi bentuk pasar. Dua bentuk yang pertama yaitu persaingan murni dan
monopoli murni juga ada pada sisi permintaan pasar. Hanya bedanya pada
persaingan murni terdapat banyak sekali pembeli yang pengaruhnya di pasar
sangat kecil atau bahkan tak ada, sedangkan pada persaingan monopsonistis
terdapat cukup banyak pembeli yang bertindak secara independen tetapi
jumlahnya tidak sebanyak pembeli, pada kasus pasar persaingan murni. Ingat di
sini terdapat diferensiasi produk.
Pada sisi permintaan pasar terdapat kasus oligopsoni yaitu keadaan di mana
hanya ada beberapa: pembeli yang jumlahnya cukup kecil hingga tindakan
masing-masing pembeli dapat mempengaruhi pasar. Tindakan para pembeli
akan saling tergantung. Monopsoni murni adalah kasus di mana hanya terdapat
satu pembeli di pasar. Bila dua sisi pasar tersebut dipertimbangkan maka
terdapat lebih banyak bentuk pasar yang dikenali, yang merupakan
penggabungan atau kombinasi salah satu dari kasus pada sisi penawaran pasar
dengan salah satu kasus pada sisi permintaan pasar. Salah satu bentuk pasar
yang mempertimbangkan dua sisi pasar ini misalnya bentuk pasar monopoli
bilateral di mana hanya ada satu pembeli dan satu penjual saja di pasar. Contoh
pasar oligopoli-oligopsoni adalah antara para perakit mobil dari beberapa merek
pabrik mobil sebagai pembeli ban mobil berhadapan dengan beberapa merek
pabrik ban sebagai penjual.

3. Dimensi Persaingan
Persaingan merupakan salah satu elemen terpenting bekerjanya mekanisme
harga pasar. Empat model pasar dari segi penawaran didasarkan terutama pada
derajat atau intensitas persaingan. Dimensi utama yang menonjolkan peranan
dan pengaruhnya adalah persaingan bukan harga. Persaingan harga meliputi
upaya menawarkan atau menjual dengan harga lebih rendah agar dapat menjual
jumlah lebih banyak, sedang persaingan bukan harga ditujukan bukan untuk
menawarkan atau menjual barang dengan harga serendah-rendahnya tetapi
dengan menawarkan berbagai kualitas barang, pengiklanan, dan usaha-usaha
promosi lain yang merupakan pendukung dan pelengkap persaingan harga.
Model Baku Pasar
Karakteristik Persaing Persaingan Monopoli
an Oligopoli
Monopolistik Murni
Murni
Banyaknya Banyak Cukup Sedikit Satu
Perusahaan sekali
Macam produk Homogen Diferensiasi Standar atau Unik, tidak
Pengendalian Tidak ada Ada dan diferensiasi ada barang
harga terbatas Saling tergantung pengganti
dan kecenderungan yang dekat
kolusi Cukup kuat
Kemungkinan Sangat Mudah secara Hambatan Dihalangi
masuk mudah relatif (rintangan)
tidak ada cukup kuat
hambatan
Persaingan Tidak ada Cukup banyak Banyak sekali Advertensi
bukan harga pada iklan dan terutama pada kasus
merek, dan lain- diferensiasi produk
lain
Contoh Produk Perdagangan Baja, mobil, Perusahaan
hasil eceran, pakaian peralatan air minum
pertanian konfeksi, sepatu listrik rumah tangga pemerintah
daerah

Persaingan pun dapat terjadi antarindustri atau antarproduk. Bahan


aluminium bersaing dengan baja dan kayu sebagai bahan-bahan dalam industri
konstruksi dan bangunan. Kayu dan plastik bersaing dalam industri mebel dan
alat-alat rumah tangga. Botol gelas, plastik, dan kertas karton bersaing sebagai
bahan pembungkus minuman dan makanan.
Kemajuan teknologi juga merupakan dimensi persaingan. Pengembangan
produk baru dan teknik produksi baru dapat menciptakan persaingan bagi
perusahaan-perusahaan yang sebelumnya mempunyai kekuatan monopoli cukup
besar.

4. Faktor Penentu Struktur Pasar


Beberapa contoh produk telah dikemukakan untuk setiap bentuk pasar.
Faktor-faktor yang menentukan bentuk atau struktur pasar adalah peraturan dan
kebijakan pemerintah, kebijakan dan kebiasaan praktek bisnis, serta
pertimbangan teknologi.
1. Peraturan dan kebijakan pemerintah. Misalkan untuk mencapai tujuan
mendorong kemajuan teknologi atau untuk mencapai tujuan-tujuan lain,
pemerintah memberikan hak paten kepada perusahaan-perusahaan penemu
produk baru dan memberikan hak istimewa kepadanya sebagai satu-satunya
produsen barang tersebut selama periode waktu tertentu. Contoh lain adalah
tarif bea masuk yang merupakan rintangan perdagangan internasional serta
penunjukan sebuah perusahaan sebagai importir tunggal suatu komoditi
memberikan hak monopoli kepada beberapa industri domestik.
2. Kebijakan dan praktek bisnis. Merger atau penggabungan serta konsolidasi
dan pembentukan grup-grup usaha telah mendorong ke arah bentuk struktur
oligopoli atau monopoli. Persaingan harga yang sangat tajam dan saling
mematikan menyebabkan jatuh bangkrutnya perusahaan-perusahaan dan
berkurangnya jumlah para pesaing di dalam industri.
3. Tingkat teknologi. Teknologi berkembang sedemikian rupa hingga
diperlukan skala produksi perusahaan besar agar dapat dicapai tingkat
produksi yang efisien dengan biaya rendah. Teknologi produksi massal
untuk memenuhi permintaan konsumsi yang luas hanya memerlukan
keberadaan sejumlah kecil perusahaan saja. Kemajuan teknologi telah
memaksa struktur pasar beberapa industri berat seperti industri mobil, besi,
baja, dan alumunium cenderung berbentuk industri oligopoli. Beberapa
perusahaan secara progresif serta agresif telah berkembang pesat melalui
riset serta pengembangan produk dan meninggalkan atau bahkan
mematikan perusahaan sejenis lain yang tak dapat mengimbanginya.