Anda di halaman 1dari 10

BAB III

PEMBAHASAN

A. Definisi Modul Bendahara


Modul Bendahara adalah sistem aplikasi yang digunakan oleh bendahara tingkat Satuan Kerja
untuk mengelola kas (penerimaan dan pengeluaran) yang tidak dilakukan secara langsung oleh
modul Pembayaran. Modul Bendahara merupakan salah satu dari tujuh Modul yang ada dalam
aplikasi SAKTI. Kewenangan pengguna Operator dalam Modul Bendahara adalah melakukan
perekaman, perubahan, dan penghapusan data transaksi bendahara pengeluaran dan penerimaan
melalui SAKTI seperti pencatatan kuitansi, bon pengeluaran, SSP, SSBP, SSPB. Ouput yang
dihasilkan seperti Buku Kas Umum, Buku Kas, Buku Bank, SPTB, LPJ Bendahara dan yang lain.
B. Bendahara Penerimaan
Bendahara Penerimaan adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan,
menyetorkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan negara dalam
rangka pelaksanaan APBN pada Kantor/Satker Kementerian Negara/Lembaga. Bendahara
Penerimaan berkedudukan di unit yang memiliki fungsi pengelolaan keuangan atau unit teknis
yang memiliki fungsi penerimaan negara pada Satker. Bendahara Penerimaan secara fungsional
bertanggungjawab kepada Kuasa BUN dan secara pribadi bertanggung jawab atas seluruh
uang/surat berharga yang dikelolanya dalam rangka pelaksanaan APBN. Bendahara Penerimaan
memiliki tugas:
1. Menerima dan menyimpan uang Pendapatan Negara;
2. Menyetorkan uang Pendapatan Negara ke rekening Kas Negara seacar periodic sesuai
ketentuan Peraturan Perundang-undangan;
3. Menatausahakan transaksi uang Pendapatan Negara di lingkungan
Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja;
4. Menyelengarakan pembukuan transaksi uang Pendapatan Negara;
5. Mengelola rekening tempat penyimpanan uang Pendapatan Negara; dan
6. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban bendahara kepada Badan Pemeriksan Keuangan
dan Kuasa BU
Bendahara Penerimaan melakukan penatausahaan transaksi - transaksi dalam aplikasi SAKTI,
yakni (1) migrasi saldo awal Bendahara Penerimaan, (2) transaksi setoran PNBP Fungsional, (3)
transaksi pengelolaan rekening pemerintah dan (4) transaksi pengelolaan dana titipan Bendahara
Penerimaan.
Migrasi saldo awal Bendahara Penerimaan dilaksanakan dalam hal penggunaan SAKTI untuk
kali pertama dan/ atau terjadi pergantian tahun anggaran. Migrasi saldo awal Bendahara
Penerimaan dilakukan melalui perekaman data saldo akhir tahun anggaran yang lalu kedalam
saldo awal tahun anggaran berjalan oleh Operator.
Transaksi kedua Bendahara Penerimaan yang dapat diakomodir dalam SAKTI adalah
menatausahakan transaksi setoran PNBP Fungsional. PNBP Fungsional adalah PNBP yang
dikelola oleh Bendahara Penerimaan Satuan Kerja yang bersumber dari pendapatan satuan kerja
yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi Satuan kerja lingkup Kementerian / Lembaga.
Penatausahaan transaksi Setoran PNBP Fungsional dilakukan sesuai dengan pengaturan
mengenai penatausahaan transaksi Setoran PNBP Umum. Bendahara Penerimaan
menatausahakan semua uang yang dikelolanya baik yang sudah menjadi penerimaan negara
maupun yang belum menjadi penerimaan negara. Penerimaan negara pada kantor/satker pada
Kementerian Negara/Lembaga tidak dapat digunakan secara langsung untuk pengeluaran, kecuali
diatur khusus dalam peraluran perundang-undangan tersendiri. Bendahara Penerimaan dilarang
menerima secara langsung setoran dari wajib setor, kecuali untuk jenis penerimaan tertentu yang
diatur secara khusus dan telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan
Pengelolaan PNBP Fungsional dilakukan dengan menggunakan dua cara yakni setoran PNBP
tanpa SBS dan setoran PNBP dengan SBS. SBS merupakan surat bukti setor. SBS adalah tanda
bukti penerimaan yang diberikan oleh Bendahara pada penyetor. PNBP tanpa SBS dalam keadaan
penyetoran PNBP Fungsional dilaksanakan secara mandiri oleh Wajib Bayar/Wajib Setor/yang
mendapatkan pelayanan yang menghasilkan PNBP setelah mendapat kode billing. Setoran PNBP
tanpa SBS dilakukan dengan mencatat detil setoran dan NTPN. Kemudian untuk setoran PNBP
dengan SBS dilakukan dengan mencatat uang masuk, mencatat setoran dan mencetak SBS.
Penatausahaan transaksi Pengelolaan Rekening Pemerintah merupakan penatausahaan
terhadap informasi rekening pemerintah berupa pengelolaan rekening Bendahara Penerimaan dan
Rekening Pemerintah Lainnya. Rekening penerimaan adalah rekening giro pemerintah pada bank
umum yang dipergunakan untuk menampung uang pendapatan negara untuk Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Satuan Kerja Lingkup Kementerian
Negara/Lembaga. Pengelolaan rekening dimaksud terdiri atas (1) Pemberian Persetujuan
Pembukaan Rekening, (2) Melakukan blokir rekening, (3) Menutup rekening dan (4) Memperoleh
informasi atas rekening.
Transaksi berikutnya yang diakomodir dalam modul bendahara adalah penatausahaan
transaksi Pengelolaan Dana Titipan Bendahara Penerimaan yangmana merupakan penatausahaan
terhadap dana titipan yang dikelola oleh Bendahara Penerimaan. Penatausahaan transaksi
Pengelolaan Dana Titipan Bendahara Penerimaan dilakukan dengan pencatatan kas masuk Dana
Titipan pada pembukuan Bendahara Penerimaan. Pengembalian Dana Titipan kepada pihak yang
berhak menerima dilakukan dengan pencatatan kas keluar Dana Titipan.
C. Bendahara Pengeluaran
Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan,
membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan Belanja
Negara dalam pelaksanaan APBN pada Kantor/Satker Kementerian Negara/Lembaga. Bendahara
Pengeluaran dan BPP berkedudukan di unit yang memiliki fungsi pengelolaan keuangan pada
Satker. Modul bendahara mengakomodir transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Bendahara
Pengeluaran. Penatausahaan transaksi Bendahara Pengeluaran dalam Modul Bendahara antara
lain terdiri atas:
1. migrasi Saldo Awal Bendahara Pengeluaran;
2. transaksi Uang Persediaan (UP)
3. transaksi Penggantian Uang Persediaan (GUP)/GUP Nihil
4. transaksi Tambahan Uang Persediaan (TUP)
5. transaksi Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan (PTUP)
6. transaksi Uang Persediaan Kembali Pajak (UPKP)
7. transaksi Penggantian Uang Persediaan Kembali Pajak (GUPKP)
8. transaksi dan Pembayaran LS Bendahara/dana titipan
9. transaksi Setoran PNBP Umum
10. transaksi Pungutan dan Setoran Perpajakan
11. transaksi Setoran Pengembalian Belanja
12. transaksi Pengelolaan Kas Hibah
13. transaksi Pencatatan Dana Kas Masuk Badan Layanan Umum
14. Transaksi Pengelolaan Rekening Pemerintah
Migrasi Saldo Awal Bendahara Pengeluaran dilaksanakan dalam hal penggunaan SAKTI
untuk kali pertama dan/ atau terjadi pergantian tahun anggaran. Migrasi saldo awal bendahara
pengeluaran dilakukan melalui perekaman data saldo akhir tahun anggaran yang lalu ke dalam
saldo awal tahun anggaran berjalan oleh Operator.
Penatausahaan transaksi UP pada Modul Bendahara terdiri atas membuat usulan UP dan
mencatat pembukuan SP2D UP. Uang Persediaan (UP) adalah sejumlah uang yang disediakan
untuk satker dalam melaksanakan kegiatan operasional kantor sehari-hari. UP merupakan uang
muka kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada
bendahara pengeluaran satker hanya untuk membiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari
yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung. Usulan UP yang menjadi dasar
pembuatan SPM UP diajukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai salah satu aktor
di modul Pembayaran, yang selanjutnya PPK akan memproses lebih lanjut dengan membuat SPP
UP. Setelah SPP UP mendapatkan nomor tagihan dari SPAN, selanjutnya Pejabat Pembuat Surat
Perintah Membayar (PPSPM) membuat SPM yang kemudian diserahkan kepada SPAN untuk
dibuatkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Dalam hal SPM UP telah diterbitkan SP2D,
Bendahara Pengeluaran melakukan pencatatan SP2D UP dalam pembukuan bendahara. Apabila
UP telah digunakan minimal 50% dari jumlah UP, Bendahara pengeluaran dapat mengajukan
Ganti Uang Persediaan (GUP) sebesar pengeluaran yang dilakukan dan atas pengeluaran tersebut
resmi dicatat sebagai pengeluaran negara. Kemudian pada akhir tahun, apabila masih ada sisa UP
yang belum digunakan, Bendahara mengembalikan uang tersebut ke kas negara melalui PNBP
umum dan membuat pertanggungjawaban UP melalui GUP Nihil.
Selain UP, Bendahara pengeluaran juga dapat melakukan transaksi TUP (Tambahan Uang
Persediaan). TUP adalah uang yang diberikan kepada satker untuk kebutuhan yang sangat
mendesak dalam satu bulan melebihi pagu UP yang ditetapkan. Dalam penatausahaan transaksi
TUP, Bendahara Pengeluaran merekam Rincian Pembiayaan TUP. Dalam rangka membuat
Rincian Pembiayaan TUP, Bendahara Pengeluaran merekam rincian akun dan nilai TUP yang
diminta. Dalam hal SPM TUP telah diterbitkan SP2D, Bendahara Pengeluaran melakukan
pencatatan SP2D TUP dalam pembukuan bendahara. Tambahan UP harus
dipertanggungjawabkan dalam waktu 1 (satu) bulan dan dapat dilakukan secara bertahap. Dalam
hal selama 1 (satu) bulan sejak SP2D TUP diterbitkan belum dilakukan pengesahan dan
pertanggungjawaban TUP, Kepala KPPN menyampaikan surat teguran kepada KPA. Sisa TUP
yang tidak habis digunakan harus disetor ke Kas Negara paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah
batas waktu.
Bendahara dapat melakukan transaksi LS seperti uang lembur, uang SPD, uang makan yang
mana atas uang tersebut dapat ditransfer langsung ke rekening pihak ketiga, dalam hal ini adalah
pegawai. Penatausahaan transaksi LS Bendahara/dana titipan dilakukan dengan membukukan
SP2D LS Bendahara pada pencatatan kas masuk bendahara pengeluaran. Penataausahaan dana
titipan selain LS Bendahara dilakukan dengan mencatat dana titipan pada pembukuan bendahara.
Penyaluran Dana LS Bendahara/dana titipan kepada pihak yang berhak menerima dilakukan
dengan pembayaran dana titipan. Penyaluran Dana titipan selain LS Bendahara kepada pihak
yang berhak menerima dengan membukukan dana titipan pada pencatatan kas keluar Bendahara
pengeluaran.
Dalam menjalankan fungsinya, bendahara pengeluaran juga dapat melakukan penatausahaan
transaksi Setoran PNBP Umum. PNBP Umum adalah PNBP yang dikelola oleh Bendahara
Pengeluaran Satuan Kerja yang bersumber selain dari pendapatan satuan kerja yang berhubungan
dengan tugas pokok dan fungsi Satuan kerja lingkup Kementerian / Lembaga, seperti
Pemanfaatan BMN, jasa giro, sisa anggaran tahun anggaran yang lalu, sewa tanah dan bangunan,
denda keterlambatan, dan hasil penjualan dokumen lelang. Penatausahaan PNBP Umum
dilakukan dengan du acara yakni transaksi Setoran PNBP tanpa SBS (non SBS) dan transaksi
Setoran PNBP dengan SBS. Penatausahaan Setoran PNBP non SBS dilakukan dengan mencatat
detil setoran dan NTPN. Dalam penatausahaan Setoran PNBP dengan SBS, Bendahara
Pengeluaran mencatat uang masuk, mencatat setoran PNBP umum dan mencetak SBS.
Penatausahaantransaksi Pungutan dan Setoran Perpajakan merupakan penatausahaan
terhadap pajak yang berasal dari transaksi uang persediaan Bendahara Pengeluaran.
Penatausahaan Pungutan Perpajakan dilakukan dengan mencatat pungutan perpajakan atas dasar
Surat Perintah Bayar atau dokumen lainnya yang ditentukan. Penatausahaan Setoran Perpajakan
dilakukan dengan mencatat detil setoran atas pungutan pajak.
Penatausahaan transaksi Setoran Pengembalian merupakan penatausahaan terhadap setoran
pengembalian belanja yang telah dilakukan proses pencatatan SP2D. Penatausahaan Setoran
Pengembalian Belanja dilakukan dengan mencatat detil setoran pengembalian belanja dan
pengesahan pengembalian belanja.
Penatausahaan transaksi Pengelolaan Kas Hibah merupakan penatausahaan terhadap dana
hibah yang telah tercatat dalam DIPA. Penatausahaan transaksi kas hibah dilakukan dengan
merekam transaksi masuk kas hibah dan kuitansi kas hibah. Transaksi berikutnya adalah
Penatausahaan transaksi Pencatatan Dana Kas Masuk Badan Layanan Umum yang merupakan
penatausahaan terhadap pencatatan uang masuk dana kas BLU. Penatausahaan transaksi kas BLU
dilakukan dengan merekam transaksi uang masuk bendahara penerimaan. Dan yang terakhir,
Penatausahaan transaksi Pengelolaan Rekening Pemerintah merupakan penatausahaan terhadap
informasi rekening pemerintah berupa pengelolaan rekening Bendahara Pengeluaran dan
Rekening Pemerintah Lainnya.
D. Bendahara Pengeluaran Pembantu
Bendahara Pengeluaran Pembantu adalah orang yang ditunjuk sebagai pembantu bendahara
pengeluaran untuk melaksanakan pembayaran kepada yang berhak guna kelancaran pelaksanaan
kegiatan tertentu. Dalam menatausahakan transaksi, Bendahara Pengeluaran dapat dibantu oleh 1
(satu) atau beberapa Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) dengan menggunakan kewenangan
Operator Bendahara Pengeluaran Pembantu. Kewenangan Operator Bendahara Pengeluaran
Pembantu meliputi seluruh kewenangan Bendahara Pengeluaran kecuali:
1. mencatat SP2D pada pembukuan bendahara
2. merekam transaksi hibah
3. membuat usulan UP
4. membuat rincian pembiayaan TUP
E. Laporan Pertanggungjawaban Bendahara
Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara meliputi dua kondisi, yaitu
secara periodic dan secara insidentil/sewaktu-waktu. Laporan Pertanggungjawaban Bendahara
terdiri atas (1) Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran, (2) Laporan
Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran Pembantu dan (3) Laporan Pertanggungjawaban
Bendahara mencetak LPJ Bendahara Penerimaan LPJ Bendahara disampaikan ke KPPN sesuai
dengan Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai kedudukan dan tanggung jawab
Bendahara pada Satker pengelola APBN.
F. Hal – Hal yang Dapat Diakomodir dalam Modul Bendahara
Modul Bendahara tidak hanya dapat diakses oleh Bendahara Penerimaan dan Bendahara
Pengeluaran saja, namun juga oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat Penandatangan SPM.

1. Aktifitas Pejabat Pembuat Komitmen

No Aktifitas Deskripsi Tugas

1 Uang Persediaan  Melakukan monitoring UP


 Menginformasikan kepada Bendahara terhadap adanya
persetujuan dispensasi nilai UP dari Kanwil
Perbendaharaan/ Dit. Pelaksanaan Anggaran

2 Tambahan Uang  Melakukan monitoring TUP


Persediaan

3 Pengakuan dan  Mengesahkan kwitansi


Pengesahan
 Membuat Surat Pernyataan Tanggungjawab Belanja
Belanja
(SPTB)
 Membuat Bon Pengeluaran
 Melakukan monitoring Bon Pengeluaran

4 Penyelesaian  Melakukan monitoring UP dan TUP


Sisa UP dan TUP
 Mendapatkan informasi realisasi dan sisa UP/ TUP yang
tidak di belanjakan

5 Dana Titipan  Melakukan monitoring dana titipan


 Mendapatkan informasi dana titipan yang dikembalikan
ke kas Negara

2. Aktifitas Pejabat Pendandatangan SPM

No Aktifitas Deskripsi Tugas

1 Uang Persediaan  Melakukan monitoring UP


2 Tambahan Uang  Melakukan monitoring TUP
Persediaan

3 Pengakuan dan  Mendapatkan informasi ketersediaan dana UP


Pengesahan
 Membuat Perintah Bayar
Belanja
 Melakukan monitoring Perintah Bayar

4 Penyelesaian  Melakukan monitoring UP dan TUP


Sisa UP dan TUP
 Mendapatkan informasi realisasi dan sisa UP/ TUP
yang tidak di belanjakan

5 Dana Titipan  Melakukan monitoring dana titipan


 Mendapatkan informasi dana titipan yang
dikembalikan ke kas Negara

3. Aktifitas Bendahara Pengeluaran

No Aktifitas Deskripsi Tugas

1 Uang Persediaan  Mengecek program, kegiatan, dan output hingga jenis


belanja/ akun yang dapat dimintakan Uang Persediaan
 Mengusulkan besaran UP yang akan dimintakan PPK
ke KPPN .

2 Tambahan Uang  Mendapatkan informasi realisasi dan sisa UP/ TUP


Persediaan yang tidak di belanjakan
 Membuat Rincian Pembiayaan TUP

3 Pengakuan dan  Membuat kwitansi dan rekap kwitansi


Pengesahan
 Mencatat dan memonitor Uang Muka
Belanja
 Mencatat dan menyetorkan pungutan pajak

4 Penyelesaian Sisa  Mendapatkan informasi sisa UP/ TUP yang tidak di


UP dan TUP belanjakan
 Mencatat dan menyetorkan pengembalian UP atau
TUP
5 Dana Titipan  Mendapatkan informasi uang yang masuk berupa dana
titipan
 Merekam dan memonitor realisasi pembayaran dana
titipan
 Menyetorkan sisa dana titipan ke kas Negara melalui
Setoran Pengembalian Belanja (SSPB)

4. Aktifitas Bendahara Penerimaan

No Aktifitas Deskripsi Tugas

1 Penerimaan  Mencatat setoran PNBP yang diterima oleh Bendahara


Fungsional Penerimaan
 Mencatat dan meyetorkan PNBP yang diterima
langsung atau tidak langsung
 Memonitor Realisasi Penerimaan

G. Integrasi Modul Bendahara dengan Modul Lainnya

SAKTI yang menggunakan Single Database untuk modul - modul di dalamnya


memungkinkan Modul Bendahara untuk berfungsi lebih baik dari sebelum diterapkannya SAKTI
dan SPAN. Modul Bendahara mendapatkan input dari Database SAKTI berupa pagu ADK
dan/atau DIPA, informasi posting dan closing akun. Modul bendahara mengelola transaksi masuk
dan keluarnya kas di Satker atas transaksi penerimaan dan pengeluaran, termasuk menghasilkan
Laporan Pertanggungjawaban Bendahara.
Modul Bendahara sendiri memberikan suplai data kepada beberapa modul lainnya. Modul
Bendahara menyuplai data pembayaran yang dilakukan melalui mekanismen Uang Persediaan
kepada Modul Pembayaran. SP2D sendiri yang menjadi hasil dari modul Pembayaran (hasil
SPM), dicatat kembali pada Modul Bendahara. Selanjutnya, Modul Bendahara mendapatkan
input berupa data pagu / locking anggaran dari Modul Penganggaran. Modul Penganggaran
sendiri akan mendapatkan feedback berupa data dari database yang berasal dari Modul Bendahara
berupa kwitansi/bon bukti pembayaran / transaksi, serta realisasi pendapatan. Dengan adanya
input data dari Modul Bendahara ini, Modul Penganggaran dapat melakukan perhitungan Fund
Available (FA).
Dalam hal pembayaran yang ditatausahakan oleh Bendahara mengakibatkan diperolehnya
barang / asset, maka pencatatan yang dilakukan Modul Bendahara akan mengirimkan informasi
kepada Modul Persediaan dan/atau Modul Aset Tetap. Dalam integrasinya Modul Aset Tetap dan
Modul Persediaan akan mengakses informasi detail aset tetap dan persediaan yang di beli dengan
kontrak oleh Modul Komitmen, informasi aset tetap yang dibeli langsung dan dicatat oleh Modul
Bendahara, informasi Posting dan Closing dari Modul GLP dan referensi dari Modul
Administrasi. Informasi ini juga akan otomatis mempengaruhi informasi pada Modul GL dan
Pelaporan.