Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Latihan ROM Pasif pada Ny. S


Di Ruang Alamanda RSUD Tugurejo Semarang

Hari : Jumat
Tanggal : 18 Oktober 2019
Jam : 16.00 WIB

A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan tangan dan kaki sebelah kirinya tidak bisa digerakkan
B. Diagnosa Medis
Stroke Non Haemoragic
C. Diagnosa Keperawatan
Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot
D. Data yang mendukung Diagnosa Keperawatan
DS :
- Pasien mengatakan tangan dan kaki sebelah kirinya tidak bisa digerakkan
DO :
- Kesadaran compos mentis
- Pasien tampak lemah
- Tampak aktivitas dibantu keluarga
- Kekuatan otot kanan dan kiri
5555 0000
5555 0000

- Vital sign
TD : 161/84 mmHg
N : 81 x/menit
S : 38 °C
RR : 20 x/menit
E. Dasar Pemikiran
Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah gangguan neurologik mendadak
yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui system
suplai arteri otak (Sylvia A Price,2006). Stroke non hemoragik merupakan
proses terjadinya iskemia akibat emboli dan trombosisserebral biasanya terjadi
setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau di pagi hari dantidak terjadi
perdarahan. Namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan
selanjutnya dapat timbul edema sekunder. (Arif Muttaqin, 2008).
Gejala pada stroke mencakup komplikasi diantaranya 80% pasien stroke
mengalami penurunan parsial atau total gerakan dan kekuatan lengan atau
tungkai di salah satu sisi tubuh (kelumpuhan parsial disebut paresis,
kelumpuhan total disebut paralisis). Selain itu 30% mengalami masalah
komunikasi atau tidak mampu berbicara, selanjutnya 30% mengalami
kesulitan menelan (disfagia), 10% mengalami masalah melihat benda-benda di
satu sisi (hemianopia) 10 % lagi mengalami penglihatan ganda (diplopia).
Kurang dari 10% mengalami gangguan koordinasi saat duduk, berdiri atau
berjalan, 30% mengalami orientasi kiri kanan bahkan tidak menyadari
masalahnya. Hingga 70% mengalami gangguan suasana hati, 20% merasakan
nyeri bahu. Kurang dari 10% mengalami kejang atau epilepsi, bahkan
menderita sakit kepala (Valery, 2006)
Dari komplikasi tersebut sekitar 80% pasien stroke mengalami
kelumpuhan di mana kelumpuhan merupakan komplikasi terbesar. Pemulihan
atau perawatan stroke merupakan suatu proses yang dapat dilakukan selama di
rumah sakit, layanan rehabilitasi, rumah, dan perawatan residensial. Pada fase
akut (biasanya 48-72 jam pertama setelah serangan stroke) keadaan belum
stabil, sehingga pasien harus berbaring di tempat tidur. Walaupun seperti itu
setelah fase akut sikap dan posisi pasien harus diperhatikan, terutama anggota
badan yang lumpuh. Selain untuk mencegah kecacatan juga untuk
memberikan rasa nyaman kepada pasien.
Selain memperhatikan sikap dan posisi pasien, kita juga harus memberikan
latihan-latihan pasif dan aktif anggota gerak atas dan bawah Range Of Motion
(ROM) pasif - aktif yang berguna untuk mencegah terjadinya kekakuan otot
dan sendi. Range Of Motion ROM meliputi gerakan fleksi dan ekstensi antara
lain menekuk dan meluruskan sendi bahu, menekuk dan meluruskan siku,
memutar pergelangan tangan, menekuk dan meluruskan pergelangan tangan,
memutar ibu jari, menekuk dan meluruskan jari-jari tangan, menekuk dan
meluruskan pangkal paha, menekuk dan meluruskan lutut, gerakan kaki
menjauh, gerakan memutar pergelangan kaki (Mulyatsih, 2000)
F. Prinsip tindakan keperawatan ( berisi SPO Yang dilakukan )

JUDUL ROM PASIF

PENGERTIAN Latihan pergerakan perawat atau petugas lain yang


menggerakkan persendian klien sesuai dengan rentang
geraknya

TUJUAN Menjaga fleksibilitas dari masing-masing persendian

PERSIAPAN 1. Memberikan salam, memperkenalkan diri, dan


PASIEN mengidentifikasi pasiendengan memeriksa identitas pasien
secara cermat.
2. Menjelaskan tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan,memberikan kesempatan kepada pasien untuk
bertanya dan menjawabseluruh pertanyaan pasien.
3. Meminta pengunjung untuk meninggalkan ruangan,
memberi privasi pasien.
4. Mengatur posisi pasien sehingga merasa aman dan
nyaman

PROSEDUR a. Prosedur umum


PELAKSANAAN 1. Cuci tangan untuk mencegah transfer organisme.

2. Jaga privasi klien dengan menutup pintu atau memasang


sketsel

3. Beri penjelasan kepada klien mengenai apa yang akan


dikerjakan dan minta klien untuk dapat bekerja sama.

4. Atur ketinggian tempat tidur yang sesuai agar


memudahkan perawat dalam bekerja, terhindar dari
masalah pada penjajar tubuh dan pergunakan selalu
prinsip-prinsip mekanik tubuh.

5. Posisikan klien dengan posisi supinasi dekat dengan


perawat dar buka bagian tubuh yang akan digerakkan.

6. Rapatkan kedua kaki dan letakkan kedua lengan pada


masing-masing sisi tubuh.

7. Kembalikan pada posisi awal setelah masing-masing


gerakan. Ulangi masing-masing gerakari 3 kali.

8. Selama latihan pergerakan, kaji

 kemampuan untuk menoleransi gerakan;

 rentang gerak (ROM) dari masing-masing


perserudian yang bersangkutan.

9. Setelah latihan pergerakan, kaji denyut nadi dan


ketahanart tubuh terhadap latihan.

10. Catat dan laporkan setiap masalah yang tidak


diharapkan atau perubahan pada pergerakan klien,
misalnya adanya kekakuan dan kontraktur.

b. Prosedur Khusus
1. Pergerakan bahu
 Pegang pergerakan tangan dan siku penderita, lalu
angkat selebar bahu, putar ke luar dan ke dalam
 Angkat tangan gerakan ke atas kepala dengan di
bengkokan, lalu kembali ke posisi awal
 Gerakan tangan dengan mendekatkan lengan kearah
badan, hingga menjangkau tangan yang lain
2. Pergerakan siku
 Buat sudut 90° pada siku lalu gerakan lengan keatas
dan ke bawah dengan membuat gerakan setengah
lingkaran
 Gerakan lengan dengan menekuk siku sampai ke dekat
dagu
3. Pergerakan tangan
 Pegang tangan pasien seperti bersalaman, lalu putar
pergelangan tangan
 Gerakan tangan sambil menekuk tangan ke bawah
 Gerakan tangan sambil menekuk tangan keatas
4. Pergerakan jari tangan
 Putar jari tangan satu persatu
 Pada ibu jari lakukan pergerakan menjauh dan
mendekat dari jari telunjuk, lalu dekatkan pada jari –
jari yang lain.
5. Pergerakan kaki
 Pegang pergelangan kaki dan bawah lutut kaki lalu
angkat sampai 30° lalu putar
 Gerakan lutut dengan menekuknya sampai 90°
 Angkat kaki lalu dekatkan kekaki yang satu kemudian
gerakan menjauh
 Putar kaki ke dalam dan ke luar
 Lakukan penekanan pada telapak kaki keluar dan
kedalam
 Jari kaki di tekuk – tekuk lalu di putar
6. Pergerakan Leher
 Pegang pipi pasien lalu gerakan kekiri dan kekanan
 Gerakan leher menekuk kedepan dan kebelakang

Terminasi 1. Mengevaluasi hasil tindakan


2. Berpamitan dengan pasien
3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
G. Analisis Tindakan ( berisi ttg dasar pemberian terapi dan manfaat
pemberian tindakan )
Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan
menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan
massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005).
H. Bahaya dilakukannya tindakan ( berisi tentang efek yg muncul apabila
dosis tidak sesuai atau kesalahan pemberian tindakan )
1. Kelainan sendi atau tulang
2. Trauma baru dengan kemungkinan ada fraktur yang tersembunyi atau luka
dalam
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan ( sesuai dengan NIC )
1. Kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi
2. Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika
diperlukan
3. Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan
kebutuhan
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S:

- Pasien mengatakan tangan dan kaki sebelah kirinya tidak bisa digerakkan
- Pasien mengatakan untuk sementara dirinya bisa untuk duduk diatas tempat
tidur sebentar
O:
- Pasien tampak lemah
- Pasien dapat duduk di tempat tidur
- Tampak sebagian aktivitas dibantu keluarga
- Kekuatan otot kanan dan kiri
5555 0000
5555 0000

- Vital sign
TD : 160/82 mmHg
N : 89 x/menit
S : 37,4 °C
RR : 20 x/menit
A : Masalah hambatan mobilitas fisik belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan
K. Evaluasi diri ( kesenjangan langkah prosedur yg telah dilakukan dengan
SPO nya )
SOP dilakukan sesuai prosedur
L. Daftar pustaka / Referensi
Feigin, Valery. 2006. Stroke, Panduan Bergambar tentang Pencegahan dan.
Pemulihan Stroke. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer
Muttaqin, Arif. 2008. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Persarafan. Jakarta: Salemba Medika
Potter & Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses,
dan. Praktik. Edisi 4 volume 1. Jakarta : EGC
Price, A. Sylvia.2006 Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit
edisi 4. Jakarta : EGC.
Mengetahui,
Mahasiswa Praktikan, Pembimbing Klinik / CI

Dio Argi Awaliya Hilda F., S.Kep., Ns


NIM. P27220019262 NIP. 198808122014022001