Anda di halaman 1dari 43

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pekerjaan : Pembangunan Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (Tahap I)


Penawar : PT. Mina Fajar Abadi

Apabila perusahaan kami memenangkan lelang ini maka sebelum pekerjaan dilapangan dimulai akan
dilakukan pengurusan administrasi oleh Pelaksana sebagai dasar hukum untuk pelaksanaan pekerjaan
yaitu meliputi Surat Perintah Kerja, Surat Perintah mulai kerja dan Surat penyerahan lapangan kerja.
Setelah itu maka Pelaksana akan melakukan mobilisasi baik personil, peralatan dan material kerja ke
lokasi/lapangan pekerjaan, personil yang ditempatkan akan melakukan pengukuran kembali atau MC-0
(Apabila dibutuhkan) dilokasi pekerjaan, setelah itu dilakukan :

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lapangan
 Metode Pelaksanaan :
Pembersihan lapangan atau lokasi kerja serta perataan area dilakukan oleh pekerja dan Tukang
dibawah arahan dan komando Site Manager, dengan membersihkan seluruh area pekerjaan,
membersihkan sampah dan akar pohon apabila ada serta memberi patok batas pada area pekerjaan
agar tahapan pekerjaan selanjutnya dapat dilaksanakan. Apabila pada area pekerjaan terdapat pipa-
pipa air atau listrik maka akan dikoordinasikan dengan konsultan pengawas dan owner terhadap
pemindahan atau intruksi lain untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang (parang, cangkul, dan lainnya)
- Pacul, dan pembuang sampah
- Dump Truck 4 Ton
- Pick Up
- Genset
- Waterpass
- Kereta Sorong

 Personil Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Juru Gambar
- Kepala Tukang Besi
- Kepala Tukang Plaster
- Kepala Tukang Beton
- Seluruh Mandor
- Seluruh Kepala Tukang
- Seluruh Pekerja
- Seluruh Tukang

Pada saat pembersihan lapangan yang awal mula pekerjaan ini sebagai persiapan untuk
tahapan pekerjaan selanjutnya dihadirkan seluruh personil inti tenaga ahli dan personil kerja
sebagai tahapan untuk melakukan koordinasi antar personil dalam mengoptimalkan kinerja
seluruh personil kerja.

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Terkena Alat Kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh ke lubang - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

2. Pagar Pengaman Sementara Seng BJLS


 Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan pekerjaan ini dilakukan pemasangan pagar sementara sebagai pengaman lokasi kerja.
Pekerja dan Tukang kayu akan memasang tiang penyangga pagar, kemudian seng bjls dipakukan
membentuk pagar. Tinggi pagar akan disesuaikan dengan petunjuk pengawas dan Owner.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Water Pass
- Kereta Sorong
- Pick Up
- Genset

 Personil Kerja :
- Site Manager
- Quality
- Seluruh Mandor
- Seluruh Kepala Tukang
- Seluruh Pekerja
- Seluruh Tukang

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena paku - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari tinggi pagar - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

3. Papan Proyek
Untuk papan nama proyek akan dilakukan pengesetan pada printing grafika dan akan diprint sebagai
spanduk dan dipasangkan pada tiang kayu Penyangga dengan baik. Papan nama proyek dengan dimensi
yang disesuaikan yang memuat tentang identitas proyek, terlebih dahulu dipasang sebagai tanda
dimulainya pekerjaan. Untuk patok penunjuk arah akan dibuat dari kayu dan diberi tanda penunjuk arah.
bentuk papan nama proyek dapat dilihat pada gambar berikut : 1,5m
Papan nama proyek biasanya berisikan tulisan : mtr
1. Nama Pekerjaan
2. Sumber Dana
1,2 m
3. Nilai Pekerjaan
4. Nama Kontraktor Pelaksana
5. Nama Konsultan Pengawas
6. Nama Instansi
7. Nama Consultant Perencana 8. Nama subtansi/ Dinas

Papan Nama Proyek

4. Direksi Keet, Gudang dan Barak Kerja


Untuk direksi keet, Barak kerja dan los kerja akan dikoordinasikan dengan owner dimana letak yang
boleh area diigunakan, para pekerja akan membuat bedeng dan direksi keet dari komponen kayu dan
triplek di lokasi pekerjaan dengan ukuran sessuai dengan instruksi Owner dan Pengawas Pekerjaan.
5. Listrik dan Air Kerja (Fasilitas Kerja)
Untuk listrik digunakan Generator Set dan Air Kerja akan dipasok air bersih dan sitampung Water Tank.

6. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank


 Metode Pelaksanaan :
Pada tahapan pekerjaan ini termasuk untuk Pengukuran akan dilakukan kembali pengukuran awal (MC-0)
apabila dibutuhkan terhadap pekerjaan. Pengukuran diukur berdasarkan titik penentuan sesuai dengan
gambar rencana dan intruksi pengawas dan Owner. Untuk pemasangan Bowplank dipasang dengan jarak
dan ukuran tertentu dengan menggunakan kayu sembarang serta paku kayu. Pengukuran dan
pemasangan bouwplank titik duga (peil + 00) ditentukan bersama - sama Kontraktor dan Konsultan
Pengawas dan Owner. Patok - patok berukuran minimal 5/7 cm dan papan bouwplank 3/20 cm dengan
panjang ukuran lebih dari 4 m dan diambil dari kayu kualitas baik. Papan patok dipasang kayu keras dan
tidak berubah posisinya, tanda – tanda dan sumbu akan di pasang secara teliti dan jelas, dicat dengan cat
menie (Apabila dianjurkan).

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang (Gergaji, Meteran, Palu, dan lainnya)
- Alat Bantu
- Waterpass

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Juru Gambar
- Pekerja / Tukang
- Mandor
- Kepala Tukang
- Juru Ukur

7. Administrasi Dan Dokumentasi


Pada tahapan ini dilakukan proses administrasi meliputi surat menyurat, arsip file, pelaporan setiap aspek
pekerjaan baik laporan harian, mingguan, dan bulanan dan juga Pelaporan progrees kemajuan pekerjaan
dilapangan dan lain lain serta untuk dokumentasi ialah dilakukan pengambilan foto untuk tahapan setiap
pekerjaan dilapangan pada masa pelakasanaan pekerjaan.
 Bahan dan Alat yang digunakan :
- Kamera Foto, Bahan Administrasi Dan Lainnya

 Tenaga Kerja :
- Tenaga Administrasi Dan Dokumentasi
- Quality
- Quantity

PEKERJAAN
II.
LANTAI I
A. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI

Pondasi Tapak

1 Galian Tanah Pondasi Tapak (TP.1, TP.2 dan TP.3)


 Metode Pelaksanaan :
Untuk pekerjaan galian pondasi maka galian pondasi tapak terlebih dahulu dilakukan setelah pondasi
tapak baru dilakukan galian tanah pondasi batu gunung. Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut,
dilakukan oleh Tukang Gali dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar kerja). Juru ukur akan
memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai. Material hasil galian
sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali, jarak penempatan hasil galian
untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk kedalam lubang galian. Hasil galian
yang berlebih, atau yang tidak dapat dipakai untuk timbunan kembali dimuat langsung ke Dumptruk
untuk dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi dengan terpal/plastik agar tanah yang
dibawa tidak berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan
yang dapat ditimbulkan akibat aktifitas pekerjaan Galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur
manual atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke luar,
sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang (parang, cangkul, Skrup dan lainnya)
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set
 Tenaga Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena paku - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari tinggi pagar - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

2. Urugan Kembali Bekas Galian


 Metode Pelaksanaan :
Urugan tanah kembali dikerjakan setelah pekerjaan konstruksi pondasi selesai dikerjakan. Tukang atau
pekerja akan mengurug tanah ke bekas lubang galian secara menyeluruh dan merata. Untuk urugan
pondasi dapat digunakan tanah hasil galian pondasi atau material lain yang disetujui oleh Konsultan
supervisi dan Owner. Tanah Humus atau tanah hasil pembersihan lapangan tidak digunakan sebagai
urugan pondasi. Tanah urugan pondasi dipadatkan dengan alat pemadat atau alat lain yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas Dan Owner.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang (parang, cangkul, Skrup dan lainnya)
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set

 Tenaga Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena paku - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari tinggi pagar - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

3. Urugan Pasir Di Bawah Pondasi


 Metode Pelaksanaan :
Untuk urugan pasir akan dilakukan setelah galian tanah untuk pondasi dilakukan, pada lantai galian
Tukang akan menghampar pasir urug dengan ketebalan sesuai dengan bestek dan gambar rencana,
pekerja akan memastikan pasir dalam keadaan tidak tercampur dengan batu atau tanah, setelah pasir
dihampar akan akan dilakukan pengukuran ketebalan agar sesuai dengan ukuran dan dimensi yang
dipersyaratkan. Urugan Pasir dilakukan dengan menyeluruh dan merata mengikuti dimensi galian agar
padat dan rapat. Berikut urutan metode pelaksanaan :
- Pada dasar galian pondasi dihampar pasir urug padat dengan ketebalan sesuai gambar kerja
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
- Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan sesuai dengan bestek

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set, Dump Truck, Pick Up
 Tenaga Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena paku - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari tinggi pagar - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

4. Lantai Kerja Beton Tumbuk K-100 (TP.1, TP.2 dan TP.3)


 Metode Pelaksanaan :
- Pekerja memeriksa area pengecoran lantai kerja
- Pekerja / Tukang membuat adukan beton cor untuk lantai kerja
- Pekerja / Tukang Menuang dan menghampar beton cor untuk area lantai kerja.
- Pengecoran dilakukan dengan merata dan ketebalan sesuai dengan gambar kerja

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set, Dump Truck, Pick Up

 Tenaga Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena paku - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari tinggi pagar - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

Pondasi Batu Gunung Menerus

1 Galian Tanah Pondasi Batu Gunung


Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dengan kemiringan 1 : 0,5 (Sesuai dengan gambar
kerja). Juru ukur akan memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus
dicapai. Material hasil galian sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali,
jarak penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk
kedalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak dapat dipakai untuk timbunan
kembali dimuat langsung ke Dumptruk untuk dibuang ke Disposal area. Bak dumptruck harus ditutupi
dengan terpal/plastik agar tanah yang dibawa tidak berceceran. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk
mencegah terjadinya dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan akibat aktifitas pekerjaan Galian.

Berikut Urutan metode pelaksanaan :


- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur
manual atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air dipompa ke luar,
sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
 Bahan dan Alat yang digunakan :
- Alat Perkakas Tukang (parang, cangkul, Skrup dan lainnya)
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena paku - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari tinggi pagar - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

2 Urugan Kembali Bekas Galian

3 Urugan Pasir Alas Pondasi


Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

4 Pemasangan Pondasi Batu Gunung


 Metode Pelaksanaan :
Untuk pasangan pondasi batu kali/gunung dilakukan setelah konstruksi pondasi tapak selesai/siap.
Sebelum pondasi dilaksanakan, tanah dasar galian harus diberi lapisan pasir urug dengan tebal sesuai
gambar, dibuat secara rata (tidak turun naik) dan selebar galian pondasi yang akan dipasang. Batu yang
sudah dibelah adalah sejenis batu yang kasar, berat. Tidak ringan dan porous. Bahan asal adalah batu
gunung/kali yang besar kemudian dibelah atau dipecah-pecah menjadi ukuran normal menurut tata cara
pekerjaan yang bersangkutan. Memenuhi Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI- 1982).
Adukan Pondasi batu kali 1pc : 4 ps, lapisan paling bawah digelar diatas pasir urug. Tukang Batu akan
memeriksa ukuran batu gunung sebelum dipasang agar pemasangan bias seukuran dan rapi. Tukang akan
meletakkan/memasang batu gunung dengan metode susunan batu mengikuti bentuk dalam gambar
kerja, setiap lapisan batu gunung dalam susunan akan diberi cor beton sebagai perekat dan pengunci
susunan pasangan batu. Pemasangan sesuai dengan ukuran-ukuran didalam gambar atau atas petunjuk-
petunjuk dari Direksi Lapangan. Batu harus dipasang saling mengisi masing-masing dengan adukan lapis
demi lapis, sehingga tidak ada rongga diantara batu-batu tersebut dan mencapai masa yang kuat dan
integral. Hasil pekerjaan pondasi tapak harus benar-benar tegak lurus dalam arah horizontal dan tegak
lurus arah vertical. Berikut urutan metode pelaksanaan :

- Sebelum pekerjaan pemasangan pasangan batu kali dimulai, terlebih dahulu dilakukan pengukuran
dengan menggunakan theodolith untuk mendapatkan level pasangan batu kali
- Tukang Dan Pelaksana Lapangan memastikan galian tanah untuk pasangan batu kali, ukuran lebar dan
kedalaman sudah sesuai gambar kerja.
- Tukang memasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.
- Tukang membuat adukan cor beton untuk pasangan pondasi batu kali.
- Tukang dan Pekerjan membasahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.
- Tukang Batu memasang batu kali dengan menggunakan adukan cor beton yang merata mengisi
rongga-rongga antar batu kali dan menyusun membentuk seperti Gambar Kerja.
- Tukang memasukkan besi stik kolom pada susunan pasangan batu kali sebagai angker pada titik-titik
penempatan stik
- Tukang Batu memasang batu kali yaitu disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak
mudah retak/patah dan berongga besar
- Juru Ukur mengecek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai gambar kerja
- Pekerjaan akhir adalah finish pasangan batu kali dengan plesteran siar.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set, Concrete Mixer, Pick Up

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang Beton
- Mandor
- Pekerja
RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena alat kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

1 Galian Tanah Bawah Sloof (S1, S2 & S3)

2 Urugan Kembali Bekas Galian

3 Urugan Pasir Alas Sloof (S1, S2 & S3)


Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

B. PEKERJAAN BETON BERTULANG

1 Pondasi Tapak TP.1 320 x 320 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 16

- Bekisting

2 Pondasi Tapak TP.2 320 x 620 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 16

- Bekisting

3 Pondasi Tapak TP.3 200 x 200 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 16

- Bekisting

4 Pondasi Tapak TP.3' 200 x 530 Cm

- Beton Cor K-250


- Besi Beton Ulir D 16

- Bekisting

5 Sloof S1 45/100 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

6 Sloof S2 30/50 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 16

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

7 Sloof S3 20/30 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 16

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

8 Kolom K1 50/70 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

9 Kolom K2 30/30 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting
10 Kolom KP 13/13 Cm

- Beton Cor K-175

- Besi Beton Polos 12 mm

- Besi Beton Polos 8 mm

- Bekisting

11 Balok B1 45 x 100 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

12 Balok B2 30 x 50 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

13 Balok B3 20 x 30 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 16

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

14 Balok BL1 13 x 15 Cm

- Beton Cor K-175

- Besi Beton Polos 12 mm

- Besi Beton Polos 8 mm

- Bekisting

15 Balok Baja IWF 400 x 200 x 8 x 13 mm

16 Pat Lantai T = 12 Cm
- Beton Cor K-250

- Besi Beton Polos 10 mm

- Bekisting
Untuk pekerjaan ini dirangkum metode pelaksanaan sebagai berikut :
1. Pekerjaan Bekisting
a. Bahan :

- Multipleks 6, 9 dan 12 mm
- Kayu balok sembarang keras, Kayu Bekisting
- Paku
b. Peralatan :
- Alat potong
- Scaffolding
- Pipe Support
- Peralatan Tukang

c. Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk Pondasi, sloof, kolom, sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi
terlebih dahulu di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing.
Sedangkan untuk plat lantai tidak perlu difabrikasi di work shop. Ukuran dan bentuk akan
dikerjakan dengan teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh
Pemberi Tugas.

- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya yang tertera di shop drawing.
Bekisting dibuat kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas,
sampah-sampah dll.

2. Pekerjaan Pembesian
a. Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
b. Peralatan :
- Bar Cutter , Caliper
- Bar Bender
- Alat Angkat/Transport / Mobil Crane
- Peralatan Tukang

c. Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian &
Bending schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian
pembengkokan sesuai Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender.
Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan
ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang
telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock yard besi yang telah disediakan terlebih
dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.

- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan.
Pemasangan dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi
harus dicheck dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan
pembongkaran pasangan besi. Tukang yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk
menjamin kualitas pemasangan.

3. Pekerjaan Pengecoran
a. Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
- Additive ( jika diperlukan )
- Bonding Agent
- Goni basah.
b. Peralatan :
- Alat Pencampur beton ( Concrete mixer )
- Alat angkat/Lift barang
- Compressor
- Concrete vibrator
- Gerobak sorong
- Peralatan Tukang

c. Metode
1) Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan
dibuat. Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai
standar yang diminta spesifikasi, antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS.
Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh
Pengawas/Pemilik Proyek.

2) Pelaksanaan pengecoran beton.


Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran dengan compressor untuk menghilangkan kotoran-kotoran
penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Dengan menggunakan check list
pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan
pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
maka pengecoran dapat segera dilaksanakan.
Pada pekerjaan ini menggunakan beton ready Mix mutu k-250. Beton segar yang
diangkut truck mixer dituang dengan memakai alat tuang untuk dicorkan ke media
cord an diberi getaran agar merata pada setiap bekisting.

Secara umum cara-cara pengecoran dibagi 4 :


1) Dengan talang langsung ( seperti : Pondasi, Pile cap, Tie beam, dll. )
2) Dengan Concrete pump ( seperti : Plat lantai & Balok, Dinding dll )
3) Dengan Tower crane ( seperti : Kolom, dinding yg tipis dll )
4) Dengan manual ( seperti : kolom praktis, balok praktis dll dengan vol. kecil )

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun perancah untuk
memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada beton yang dicorkan sesuai
prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.
Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagai pelembabnya, baik
disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi
spesifikasi teknik.

 Tenaga Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang besi
- Kepala Tukang beton
- Mandor
- Pekerja
RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tertimpa Material - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari ketinggian - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
Bekerja
- Mencari jadwal untuk pengecoran agar tak menimbulkan
kebisingan
C. PEKERJAAN TANGGA

1 Tangga Type I (Tangga Sisi Tengah)

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

- Pas. Lantai Keramik 30 x 30 Cm (Unpolished)

Untuk pekerjaan keramik berikut metode pelaksanaannya :


a. Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk Pengawas Lapangan.
b. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai dengan warna-warna
yang sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan dengan rapi dengan memakai mesin
pemotong dan pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
c. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi jenuh air untuk
menghindari pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
d. Keramik dan stepnozing keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 PC : 4 Pasir
dalam perbandingan volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan apabila terjadi
ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup kering keramik dicuci dengan lap
basah sampai bersih, dan apabila ada bagian-bagian yang lepas harus cepat diperbaiki.
e. Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari dari injakan dan
gangguan lain. Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada permukaan lantai harus segera
dibersihkan sebelum menjadi kering.
f. Pemasangan keramik lantai yang tidak lurus atau tidak rata atau cacat atau tidak sesuai gambar
kerja dapat dilakukan perintah pembongkaran oleh Pengawas Lapangan, dan biaya yang timbul
akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung Kontraktor.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set, Concrete Mixer, Pick Up

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang Beton
- Mandor
- Pekerja
RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena alat kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

- Railing Tangga Pipa Galvani Ø 5" Dengan Cat + Kaca Tempered 9 mm Terpasang
Untuk pekerjaan ralling akan dilakukan penampahan dan pembentukan besi ralling di workshop atau
bengkel kerja. Setelah rallying dirakit dan membentuk maka dibawa ke lokasi pekerjaan untuk
dipasangkan pada titik pasang. Pemasangan dilakukan dengan pengelasan dan pengikatan dengan paku.
Rallling dipastikan terpasang dengan baik kuat dan kokoh.

2 Tangga Type II (Tangga Samping Kiri & Kanan )

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

- Pas. Lantai Keramik 30 x 30 Cm (Unpolished)

- Railing Tangga Pipa Galvani Ø 5" Dengan Cat + Kaca Tempered 9 mm Terpasang

3 Tangga Type III (Tangga Sky Cross/Koridor)

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas
D. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN (DINDING BATA)

1 Pas. Dinding Bata 1 PC : 2 PP

2 Pas. Dinding Bata 1 PC : 4 PP

3 Pleteran Dinding Bata 1 PC : 2 PP

4 Pleteran Dinding Bata 1 PC : 4 PP

5 Acian Kolom dan Balok

6 Pas. Besi Galvanis Ø 2 " + Cat Pada Fased Depan

Berikut metode pelaksanaan pasangan batu bata :


a. Sediakan bak yang diisi air untuk merendam batu bata yang akan dipasang (± 10 menit )
b. Buat tarikan benang tiap ± 7 lapis bata.
c. Pemasangan kaso 5/7 di dua ujung lokasi secara tegak lurus
d. Tinggi pasangan bata maximum yang diperbolehkan terhadap sesuai dengan gambar dan
rencana dan syarat-syarat pekerjaan
e. sebelum pelaksanaan pasangan dimulai, pasangan batu bata sebaiknya disiram.
f. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian rupa
sehingga membentuk sambungan yang lurus.
g. Kemudian pekerja / Tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti gambar kerja dan
direkat dengan adukan beton
h. Tukang memastikan susunan pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi
i. Juru Ukur melakukan pengukuran agar pasangan bata terpasang dengan sejajar dan Sesuai
Bestek

Berikut metode pelaksanaan Plasteran :


a. Tukang membasahi permukaan pasangan bata sampai basah dan merata
b. Pekerja memaasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk caplakan kepalaan.
 - Cek tarikan benang
c. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1 hari.
 - Cek kepalaan dan sparing ME
d. Plester di antara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan dengan jidar alumunium mak. 3 m’.
 - Cek plesteran
e. Perawatan Plester kasar dengan penyiraman selama min. 3 hari, sebelum diaci.
f. Acian dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
g. Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan halus.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Survey Equipment, Pompa Air, Generator Set, Concrete Mixer, Pick Up, scafolding
 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang Plasteran
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena alat kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

H. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING

1 Urugan Tanah Bawah Lantai

2 Urugan Pasir Bawah Lantai

3 Lantai Beton Tumbuk K-175 t = 7 Cm


Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

III. PEKERJAAN LANTAI II

A. PEKERJAAN BETON BERTULANG

1 Kolom K1 50/70 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting
2 Kolom K2 30/30 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

3 Kolom KP 13/13 Cm

- Beton Cor K-175

- Besi Beton Polos 12 mm

- Besi Beton Polos 8 mm

- Bekisting

4 Kolom 20/30 Cm (Kolom Railing Selasar)

- Beton Cor K-175

- Besi Beton Polos 12 mm

- Besi Beton Polos 8 mm

- Bekisting

5 Balok B1 45 x 100 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

6 Balok B2 30 x 50 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 22

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

7 Balok B3 20 x 30 Cm

- Beton Cor K-250


- Besi Beton Ulir D 16

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

8 Balok BL1 13 x 15 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Polos 12 mm

- Besi Beton Polos 8 mm

- Bekisting

9 Plat Lantai T = 12 Cm

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Polos Ø 10 mm

- Bekisting
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

B. PEKERJAAN TANGGA

1 Tangga Type II (Tangga Samping Kiri & Kanan )

- Beton Cor K-250

- Besi Beton Ulir D 13

- Bekisting

- Pas. Lantai Keramik 30 x 30 Cm (Unpolished)

- Railing Tangga Pipa Galvani Ø 5" Dengan Cat + Kaca Tempered 9 mm Terpasang

C. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN (DINDING BATA)

1 Pas. Dinding Bata 1 PC : 2 PP

2 Pas. Dinding Bata 1 PC : 4 PP

3 Pleteran Dinding Bata 1 PC : 2 PP

4 Pleteran Dinding Bata 1 PC : 4 PP


5 Acian Kolom dan Balok

6 Pas. Railing Selasar LT. II Besi Galvanis Ø 2 " + Cat


Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

D. PEKERJAAN DINDING PARTISI

1 Pas. Dinding Gypsum + Rangka Kayu Terpasang


Metode pelaksanaan :
- Ukur jarak dan pola partisi untuk dipasang gypsum
- Tukang memasang rangkayu sebagai rangka untuk partisi
- Pasang dan ikatkan gysum dengan skrup ke rangka
- Pasang peredam Glasswoll/rockwoll
- Pasang gypsum lapis sebelah nya lagi
- Coumpond setiap sambungan dan bekas skrup
- tempel kain tip disetiap sambungan gypsum yg sudah di coumpond agar setiap gypsum
merekat menjadi satu
- coumpond kembali diatas kain tip sampai halus

 Tenaga Kerja :
- Manager Proyek
- Site Manager
- Ahli K3
- Tenaga Ahli Arsitektur
- Quality
- Ahli Geoteknik
- Tenaga Ahli Alektrikal
- Ahli Teknik Geodesi
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang besi
- Kepala Tukang beton
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tertimpa Material - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja


2. Terjatuh dari ketinggian - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
Bekerja

E. PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA & VENTILASI

1 Pintu Type PJ1

Daun Pintu Kaca Tempered Glass (Buka Dua) Frame UPVC t = 12 mm Uk. 2 x (90 x 250)Cm +
-
Aksesoris (Handle, Kunci Dekson & Engsel) Terpasang

- Kusen UPVC

- Kaca Polos t = 5 mm

Frame Beton Bertulang

- Beton Cor K-175

- Besi Beton Polos Ø 10

- Besi Beton Polos Ø 6

- Bekisting

- Pas. Dinding keramik 30 x 30 Cm

2 Pintu Type P2

- Daun Pintu Kaca (Buka Dua) Frame UPVC Dengan Kaca t = 5 mm Fin Sticker Uk. 2 x (70 x 250) Cm

- Kusen UPVC

- Engsel

- Handle

- Kunci Silender

- Grandel Pintu

- Kaca Polos t = 5 mm

3 Pintu Type PJ1

- Daun Pintu Doble Multipleks t = 12 mm + Fin HPL Tambahan Kaca Polos t = 5 mm Uk. 80 x 210 Cm

- Rel Pintu Lengkap Dengan Box


4 Pintu Type P4
Daun Pintu Kaca Tempered Glass (Buka Dua) Frame UPVC t = 12 mm Uk. 2 x (90 x 250)Cm +
-
Aksesoris (Handle, Kunci Dekson & Engsel) Terpasang
- Kusen UPVC

- Engsel

- Grandel Pintu

5 Pintu Type P6

- Daun Pintu (Buka Dua) Doble Multipleks t = 12 mm + Fin HPL Uk. 2 x (45 x 100) Cm

- Kusen UPVC

- Engsel

- Grandel Pintu

6 Jendela Type J1

- Daun Jendela UPVC + Kaca Polos t = 5 mm Uk. 75 x 166 Cm

- Kusen UPVC

- Engsel Jendela

- Pegangan Jendela

- Grandel Jendela

- Hak Angin

- Kaca Polos t = 5 mm

7 Jendela Type J4

- Kusen UPVC

- Kaca Reflektif t = 5 mm

8 Jendela Type J5

- Daun Jendela UPVC + Kaca Polos t = 5 mm Uk. 73 x 200 Cm

- Kusen UPVC

- Engsel Jendela

- Pegangan Jendela

- Grandel Jendela
- Hak Angin

- Kaca Polos t = 5 mm

9 Jendela Type J6

- Daun Jendela UPVC + Kaca Polos t = 5 mm Uk. 90 x 90 Cm

- Kusen UPVC

- Engsel Jendela

- Pegangan Jendela

- Grandel Jendela

- Hak Angin

- Kaca Reflektif t = 5 mm

10 Jendela Type J7

- Kusen UPVC

- Kaca Reflektif t = 5 mm

11 Jendela Type J8

- Kusen UPVC

- Kaca Reflektif t = 5 mm

12 Jendela Type J9

- Kusen UPVC

- Kaca Reflektif t = 5 mm

13 Ventilasi Type V1

- Ventilasi UPVC + Kaca Polos t = 5 mm Uk. 48 x 68 Cm

Berikut metode pelaksanaannya :


F. PEKERJAAN PLAFOND

1 Rangka Metal Furring Plafond Gypsum Board

2 Plafond Gypsum Board t = 9 mm

3 List Profil Gypsum


Untuk item pekerjaan ini maka dirangkum metode pelaksanaan sebegai berikut :
a. Tentukan elevasi plafond dan buat garis
sipatan pada dinding & as sumbu ruangan.

b. Tentukan jarak penempatan kait


pengantung

c. Pasang benang untuk pedoman


penentuan titik paku penggantung untuk
menjamin kelurusan.

d. Pasang pakuakait dan rod/penggantung.

e. Pasang rangka utama


f. Pasang rangka pembagi.

g. Pasang dan kencangkan klip / rod.

h. Pasang panel

i. Cek kerapihan dan kerataan bidang


plafond.

j. Tutup sambungan antara panel dengan


paper tape dan diampelas dan difinishing
dengan cat.

k. Setelah plafond dan atap seslesai maka


akan dipaang listplank dari kayu atau
sesuai dengan gambar kerja.

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena alat kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

G. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING

1 Pas. Lantai Keramik 80 x 80 Cm Polished

2 Pas. Lantai Keramik 80 x 80 Cm unPolished

3 Pas. Lantai Keramik 30 x 30 Cm Unpolishid


4 Pas. Lantai Parquet 1,5 x 9 x 60 Cm

5 Pas. Dinding Keramik 30 x 60 Cm Polished


Untuk pekerjaan keramik berikut metode pelaksanaannya :
g. Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk Pengawas Lapangan.
h. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai dengan warna-
warna yang sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan dengan rapi dengan memakai
mesin pemotong dan pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
i. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi jenuh air untuk
menghindari pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
j. Keramik dan stepnozing keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 PC : 4 Pasir
dalam perbandingan volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan apabila
terjadi ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup kering keramik dicuci
dengan lap basah sampai bersih, dan apabila ada bagian-bagian yang lepas harus cepat
diperbaiki.
k. Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari dari injakan dan
gangguan lain. Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada permukaan lantai harus
segera dibersihkan sebelum menjadi kering.
l. Pemasangan keramik lantai yang tidak lurus atau tidak rata atau cacat atau tidak sesuai gambar
kerja dapat dilakukan perintah pembongkaran oleh Pengawas Lapangan, dan biaya yang
timbul akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung Kontraktor.

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Perkakas Tukang, Keramik, Semen, Semen Warna
- Kereta Sorong

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena alat kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

H. PEKERJAAN SANITAIR

1 Kloset Duduk

2 Floor Drain

3 Washtafel Keramik + Aksesoris

4 Hand Shower

5 Instalasi Pipa Kotoran 4" + Asisories

6 Instalasi Pipa Kotoran 3" + Asisories

7 Instalasi Pipa Air Bersih 1/2" + Asisories


Untuk item pekerjaan ini dirangkum metode pelaksanaan sebagai berikut :

- Untuk Pemasangan kloset duduk dipasang pada media pasang pada saat bersamaan dengan
pemasangan keramik lantai kamar mandi
- Floor drain dipasang pada lubang pasang
- Washtafel dipasang dengan ukuran dan posisi pada titik pasang bersamaan dengan
pemasangan keramik atau setelah pemasangan keramik
- Hand shower dipasang pada titik pasang
- Untuk instlasi pipa dipasang oleh tukang ledeng pipa dengan skema jaringan pipa sesuai
dengan gambar kerja pemasangan pipa secara teliti dengan menjamin tidak terdapat
kebocoran pada instalasi pipa.

I. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PANEL LP - LT 2

1 Box Panel + Aksesoris

2 Lampu Indikator 3 warna

3 MCCB 40 A, 3 Phasa, 30 kA

4 MCB 10 A, 1 Phasa

5 MCB 16 A, 1 Phasa
6 Kabel BC 16 mm

7 Biaya pemasangan + Pembuatan Panel

PANEL PP AC - LT 2

1 Box Panel + Aksesoris

2 Lampu Indikator 3 warna

3 Amper Meter 0 - 200 (A)

4 CT 0 - 200 A

5 Volt Meter

6 Slektor Switch

7 MCCB 50 A, 3 Phasa, 30 kA

8 MCB 16 A, 1 Phasa

9 Kabel BC 16 mm

10 Biaya pemasangan + Pembuatan Panel

PEKERJAAN LAMPU DAN STOP KONTAK LT. 2

1 Lampu TL LED (2 x 10 Watt) Tanam

2 Down Light 4" LED Bulb E27 (16 Watt)

3 Stop Kontak (Lengkap) Tinggi 140 cm

4 Stop Kontak (Lengkap) Tinggi 30 cm

5 Saklar Tunggal (Lengkap)

6 Saklar Ganda (Lengkap)

7 Stop Kontak Khusus AC Lengkap

8 Biaya pemasangan Instalasi Lampu

9 Biaya Pemasangan Instalasi Power Stop Kontak (Tinggi 140 cm & 30 cm dari lantai)

10 Biaya Pemasangan instalasi power Stop Kontak AC (30 cm dari plafon)

Kabel Instalasi penerangan ( NYM 2 x 2,5 mm) + Pipa instalasi + Kotak Sambung + socket +
11
Klam Pipa (20 mm)
Kabel Instalasi Penerangan (NYM 3 x 2,5 mm) + Pipa instalasi + Kotak Sambung + socket +
12
Klam Pipa (20 mm)

Kabel Instalasi stop kontak (NYM 3 x 2,5 mm) + pipa instalasi + Kotak Sambung + socket +
13
Klam Pipa (20 mm)

Kabel Instalasi Stop Kontak Power AC ( NYM 3 x 2,5 mm) + Pipa Instalasi + Socket + Klam
14
Pipa (20 mm)

15 Material Bantu

16 Testing dan Commisioning

PEKERJAAN MEKANIKAL

1 Instalasi Pipa Drain AC 2" + Asisories

2 Instalasi Pipa Drain AC 1/2" + Asisories


Untuk instalasi penerangan dipasang dan dirakit oleh tenaga elektrikal dengan jaringan instalasi
dibuat sesuai dengan gambar kerja
1. Metode Pemasangan Saklar & Stop Kontak
a. Bahan :
- Saklar
- Stop kontak
- Grid switch

b. Peralatan :
- Bor Tangan
- Tang, Obeng dll
- Water pas

c. Metode
 Marking jalur konduit pada dinding
 Pasang conduit & inbow dos
 Tunggu sampai dinding difinish.
 Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
 Pasang saklar & stop kontak, gunakan waterpass agar rata.

2. Metode Pemasangan Armatur Lampu

a. Bahan :
- Armatur
- Kawat gantungan

b. Peralatan :
- Tang, Obeng dll
- Benang

c. Metode

1) TL Resseced Mounted
 Marking plafon denngan kapur / spidol
 Pasang kawat gantungan
 Pasang lampu dengan melepas kap lampu
 kencangkan kawat gantungan
 Sambung ke instalasi
 Pemasangan TL setelah kondisi proyek aman dari pencurian.

2) TL Ceiling Mounted
 Tarik kabel instalasi & kawat gantungan ke luar plafon
 Pasang lampu jika plafon telah finish
 Gunakan skrup untuk pengikat lampu

PEMASANGAN INSTALASI LAN/INTERNET/Wifi

1 RJ45 Ethernet Duplex Wall Jack Wall Plate


Router Board RB 450G CPU minimal Speed 680MHz, RAM 256MB, Architecture MIPS-BE, LAN
2 ports 5, Gigabit Yes

3 Modem DSL/ADSL2+ (Koneksi Internet ISP)


4 Switch 48-Ports 10/100
Access Point Indoor EA4500 - N900, minimal GIGABIT Antenna Hi-Gain 15dBi Omnidirectional,
5
Bracket Antenna Om
6 Kabel LAN UTP cat-6 termasuk Aksesoris RJ45 diujung Kabel
7 Rak, Aksesoris pemasangan
8 Lemari Unit Komponen LAN/Internet
9 Biaya Instalasi/pemasangan
Untuk pekerjaan pemasangan internet dilakukan oleh tenag elektrikal dengan berkoordinasi dengan
pihak penyedia internet. Untuk instalasi dilakukan mengikuti prosedur dan tahapan kerja penyedia
internet. Area dan lokasi pemasangan internet sesuai dengan gambar kerja.

J. PEKERJAAN PENGECATAN

1 Pengecatan Bidang Dinding Baru Pas. Bata (L/D)

2 Pengecatan Bidang Dinding Partisi (L/D)


3 Pengecatan Bidang Kolom dan Balok

4 Pengecatan Roster Beton

5 Pengecatan Plafond dan List Profil Gypsum

Berikut metode pelaksanaannya :

a. Cek , apakah permukaan Dinding, Atau area yang akan dicat sudah rata ?
b. Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan dasar dengan alat bantu pada
bidang yang luas & kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
c. Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finish ( Jumlah pelapisan cat
sesuai dengan Spesifikasi ).
d. C e k , apakah pengecatan finish tersebut sudah rata ?
e. Apabila sudah rata, bersihkan cat- cat yang mengotori bahan-bahan / pekerjaan lain
yang seharusnya tidak terkena cat.
f. Untuk pengecatan plafond. Lembaran Plafond akan dicat terlebih dahulu sebelum
pemaangan
g. Untuk pengecatan palfond gunakan alat bantu seperti rol dan lainnya pada sisi yang tidak
bias dicat sebelum pemasangan

 Bahan dan Alat yang digunakan :


- Alat Perkakas Tukang
- Scaffolding

 Tenaga Kerja :
- Site Manager
- Ahli K3
- Quality
- Quantity
- Tukang
- Kepala Tukang Beton
- Mandor
- Pekerja

RK3K

RESIKO KERJA PENGENDALIAN RESIKO KERJA

1. Tangan kena alat kerja - Bekerja Hati-hati Gunakan alat safety kerja
2. Terjatuh - Gunakan Safety Kerja Pasang Pagar Pembatas
3. Tertimpa Alat - Bekerja secara hati-hati
4. Bising - Arahkan personil kerja untuk meredam kebisingan saat
bekerja

IV. PEKERJAAN LANTAI III


A. PEKERJAAN BETON BERTULANG
1 Kolom K1 50/70 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 22
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
2 Kolom K2 30/30 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 22
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
3 Kolom KP 13/13 Cm
- Beton Cor K-175
- Besi Beton Polos 12 mm
- Besi Beton Polos 8 mm
- Bekisting
4 Kolom 20/30 Cm (Kolom Railing Selasar)
- Beton Cor K-175
- Besi Beton Polos 12 mm
- Besi Beton Polos 8 mm
- Bekisting
5 Balok B2 30 x 50 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 22
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
6 Balok B3 20 x 30 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 16
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
7 Balok BL1 13 x 15 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Polos 12 mm
- Besi Beton Polos 8 mm
- Bekisting
8 Ring Balk RB1 30 x 50 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 16
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
9 Ring Balk RB2 20 x 30 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 16
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
10 Ring Balk RB2 20 x 30 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Ulir D 16
- Besi Beton Ulir D 13
- Bekisting
11 Plat Atap Dak Drop Off T = 10 Cm
- Beton Cor K-250
- Besi Beton Polos Ø 10 mm
- Bekisting

B. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN (DINDING BATA)


1 Pas. Dinding Bata 1 PC : 2 PP
2 Pas. Dinding Bata 1 PC : 4 PP
3 Pleteran Dinding Bata 1 PC : 2 PP
4 Pleteran Dinding Bata 1 PC : 4 PP
5 Acian Kolom dan Balok
6 Pas. Railing Selasar LT. II Besi Galvanis Ø 2 " + Cat

PEKERJAAN DINDING
C.
PARTISI
1 Pas. Dinding Gypsum + Rangka Kayu Terpasang

D. PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA & VENTILASI


1 Pintu Type P2
- Daun Pintu Kaca (Buka Dua) Frame UPVC Dengan Kaca t = 5 mm
Fin Sticker Uk. 2 x (70 x 250) Cm
- Kusen UPVC
- Engsel
- Handle
- Kunci Silender
- Grandle Pintu
- Kaca Polos t = 5 mm
2 Pintu Type P3
- Daun Pintu Doble Multipleks t = 12 mm + Fin HPL Tambahan Kaca
Polos t = 5 mm Uk. 80 x 210 Cm
- Rel Pintu Lengkap Dengan Box
3 Pintu Type P4
- Daun Pintu UPVC Uk. 70 x 210 Cm
- Kusen UPVC
- Engsel
- Kunci Pintu Bulat
4 Pintu Type P5
- Daun Pintu UPVC Uk. 70 x 210 Cm
- Kusen UPVC
- Engsel
- Handle
5 Pintu Type P6
Daun Pintu (Buka Dua) Doble Multipleks t = 12 mm + Fin HPL Uk. 2 x (45 x 100)
-
Cm
- Kusen UPVC
- Engsel
- Grandle Pintu
6 Jendela Type J4
- Kusen UPVC
- Kaca Reflektif t = 5 mm
7 Jendela Type J10
- Kusen UPVC
- Kaca Reflektif t = 5 mm
8 Jendela Type J11
- Kusen UPVC
- Kaca Reflektif t = 5 mm
9 Ventilasi Type V1
Ventilasi UPVC + Kaca Polos t = 5 mm Uk. 48 x 68 Cm
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

E. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND


Atap
1 Rangka Atap Baja Ringan
2 Penutup Atap Seng Spandek
3 Rabung Genteng Metal
Untuk item pekerjaan ini dirangkum sebagai berikut :
Pada tahapan pertama pekerjaan akan dilakukan pengadaan baja ringan rangka atap yang dipesan sesuai
dengan spek teknis dan gambar kerja. Tuakng atau pekerja akan mengukur pemasangan rangka sebagai
rangka atap. Stelah diukur maka tukang atau pekerja akan merakitg rangka baja sesuai dengan bentuk
gambar kerja. Setelah peraqkitan selesai maka rangka baja atap dinaikkan ke atas bangunan sebagai kuda-
kuda penopang atap. Rangka baja ringan akan dipasang dan diikat dengan paku atau baut pengikat
khusus. Pemasangan atap dipakukan langsung pada gording dengan menggunakan paku ulir (paku
khusus untuk atap). Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik. Alur atap harus
dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan rapi. Bubungan ditutup dengan
seng bubungan. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus
sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat
sehingga tidak mengakibatkan kebocoran. Pemasangan Bubungan (Rabung) dilakukan dengan Tindisan
antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan
pabrik minimal 10 cm. Pekerja memasang rabung dengan susunan mengarah lurus rapi dan dipasang
dengan baut atau paku khusus.

Plafond
1 Rangka Metal Furring Plafond Gypsum Board
2 Plafond Gypsum Board t = 9 mm
3 List Profil Gypsum
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas
F. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
1 Pas. Lantai Keramik 80 x 80 Cm Polished
2 Pas. Lantai Keramik 80 x 80 Cm Unpolished
3 Pas. Lantai Keramik 30 x 30 Cm Unpolishid
4 Pas. Lantai Parquet 1,5 x 9 x 60 Cm
5 Pas. Dinding Keramik 30 x 60 Cm Polished
G. PEKERJAAN SANITAIR
1 Kloset Duduk
2 Floor Drain
3 Washtafel Keramik + Aksesoris
4 Hand Shower
5 Instalasi Pipa Kotoran 4" + Asisories
6 Instalasi Pipa Air Kotor 3" + Asisories
7 Instalasi Pipa Air Bersih 1/2" + Asisories
H. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL
PANEL LP - LT 3
1 Box Panel + Aksesoris
2 Lampu Indikator 3 warna
3 MCCB 40 A, 3 Phasa, 30 kA
4 MCB 10 A, 1 Phasa
5 MCB 16 A, 1 Phasa
6 Kabel BC 16 mm
7 Biaya pemasangan + Pembuatan Panel
PANEL AC - LT 3
1 Box Panel + Aksesoris
2 Lampu Indikator 3 warna
3 Amper Meter 0 - 200 (A)
4 CT 0 - 200 A
5 Volt Meter
6 Slektor Switch
7 MCCB 60 A, 3 Phasa, 30 kA
8 MCB 16 A, 1 Phasa
9 Kabel BC 16 mm
10 Biaya pemasangan + Pembuatan Panel
PEKERJAAN LAMPU DAN STOP KONTAK LT. 3
1 Lampu TL LED (2 x 10 Watt) Tanam
2 Down Light 4" LED Bulb E27 (16 Watt)
3 Stop Kontak (Lengkap) Tinggi 140 cm
4 Stop Kontak (Lengkap) Tinggi 30 cm
5 Saklar Tunggal (Lengkap)
6 Saklar Ganda (Lengkap)
7 Saklar Tripel (Lengkap)
8 Stop Kontak Khusus AC Lengkap
9 Biaya pemasangan Instalasi Lampu
Biaya Pemasangan Instalasi Power Stop Kontak (Tinggi 140 cm & 30 cm dari
10
lantai)
11 Biaya Pemasangan instalasi power Stop Kontak AC (30 cm dari plafon)
Kabel Instalasi penerangan ( NYM 2 x 2,5 mm) + Pipa instalasi + Kotak Sambung
12
+ socket + Klam Pipa (20 mm)
Kabel Instalasi Penerangan (NYM 3 x 2,5 mm) + Pipa instalasi + Kotak Sambung
13
+ socket + Klam Pipa (20 mm)
Kabel Instalasi stop kontak (NYM 3 x 2,5 mm) + pipa instalasi + Kotak Sambung +
14
socket + Klam Pipa (20 mm)
Kabel Instalasi Stop Kontak Power AC ( NYM 3 x 2,5 mm) + Pipa Instalasi + Socket
15
+ Klam Pipa (20 mm)
16 Material Bantu
17 Testing dan Commisioning
PEKERJAAN MEKANIKAL
1 Instalasi Pipa Drain AC 2" + Asisories
2 Instalasi Pipa Drain AC 1/2" + Asisories
PEMASANGAN INSTALASI LAN/INTERNET/Wifi
1 RJ45 Ethernet Duplex Wall Jack Wall Plate
2 Switch 16-Ports 10/100
Access Point Indoor EA4500 - N900, minimal GIGABIT Antenna Hi-Gain 15dBi
3
Omnidirectional, Bracket Antenna Om
4 Kabel LAN UTP cat-6 termasuk Aksesoris RJ45 diujung Kabel
5 Rak, Aksesoris pemasangan
6 Biaya Instalasi/pemasangan
I. PEKERJAAN PENGECATAN
Pengecatan Bidang Dinding Baru Pas. Bata (L/D)
Pengecatan Bidang Dinding Partisi (L/D)
Pengecatan Bidang Kolom dan Balok
Pengecatan Plafond dan List Profil Gypsum
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaannya telah dijelaskan seperti diatas

V. PEKERJAAN LAIN-LAIN
D. PEMBERSIHAN AKHIR
1 Pembersihan Akhir

Setelah seluruh rangkaian item pekerjaan selesai dikerjakan maka akan dilakukan pembersihan seluruh
area pekerjaan meliputi pembersihan sisa-sisa material di area dan juga pembersihan terhadap
halaman area pekerjaan. Setelah pembersihan dilakukan maka akan dilakukan demobilisasi seluruh
struktur pekerjaan baik meliputi personil dan juga peralatan pekerjaan. Semua pekerjaan yang telah
dikerjakan akan dicek kembali sesuai dengan Gambar kerja dan juga sesuai dengan spesifikasi Teknis.