Anda di halaman 1dari 3

WATER LEVEL CONTROL

Disusun oleh : Falih Iqbal Mufid


Dosen Pembimbing : Djodi Antono, B.Tech., M.Eng.
falihiqbal@gmail.com
Jurusan Teknik Elektro Polines
Jln. Prof. Sudarto Tembalang Semarang INDONESIA

Intisari
WLC atau Water Level Control merupakan salah satu
aplikasi dari rangkaian konvensional dalam bidang tenaga listrik
yang penerapanya terdapat pada motor listrik, khususnya motor
induksi untuk pompa air. Fungsi dari rangkaian WLC ini yaitu
untuk mengontrol level air dalam sebuah tangki penampungan
yang banyak dijumpai di rumah-rumah atau bahkan disebuah
industri di mana pada level tertentu motor listrik atau pompa air
akan beroperasi dan pada level tertentu juga pompa air akan
mati.

Keywords—Water Level Control, Motor Induksi, Elektroda.

I. PENDAHULUAN

Semakin berkembagnya zaman, pekerjaan yang pada Gambar 2.1 Water Level Control
dahulu dikerjakan oleh manusia kini semakin dipermudah
dengan adanya sistem otomatisasi dalam banyak hal. Pin 3 dan 9 merupakan terminal power supply
Termasuk dalam pengisian air pada bak penampungan, dengan tegangan 220 VAC. Untuk pin 4 dan 5 digunakan
sehingga pengguna tidak harus bolak-balik menghidupkan dan sebagai elektrode E3 dan E1. Pin 1, 10, dan 11 adalah kontak
mematikan saklar pada pompa untuk mengisi air. Teknologi output. Sedangkan pin 6, 7, dan 8 merupakan kontal relai.
yang digunakan untuk mengontrol air pada bak penampung
yang sering digunakan yaitu Water Level Control (WLC) GAMBAR RANGKAIAN
untuk kesempatan kali ini akan dijelaskan lebih lanjut apa itu
WLC dan bagaimana cara penggunaanya.

II. PEMBAHASAN

Untuk mengontrol level air dalam tangki


penampungan dapat menggunakan tiga buah elektroda yang
mana masing-masing dari elektroda tersebut menentukan
common power, low level dan high level dari level ketinggian
air. Jadi pada saat anda sedang menjalankan pompa air, air
dalam tangki sudah penuh maka pompa akan padam dengan
sendirinya tanpa harus menekan tombol stop. Demikian juga
apa bila air dalam tangki atau bak mulai berkurang sesuai
dengan batas yang telah ditentukan maka pompa akan jalan
dengan sendirinya.
Level controller berfungsi untuk melakukan kendali Gambar 2.2 Gambar Rangkaian
terhadap ketinggian air di dalam tangki dengan jalan
mengirimkan output sinyal kepada kendali motor. Salah satu
contoh level controller adalah Floatless Level Switch Omron III. PRINSIP KERJA
61F-GPN. Omron 61F-GP-N memiliki 11 piranti pin dan
bekerja pada tegangan supply 220 VAC. Dari gambar rangkaian gambar 2.2 :

1) Pada kondisi awal kita anggap bahwa air dalam


tangki tidak ada air sama sekali seperti terlihat pada
gambar di atas. Dengan keadaan yang demikian, VI. HASIL PRAKTIKUM
maka otomatis E1 yang difungsikan sebagai batas
atas air, E2 yang difungsikan sebagai batas bawah,
dan E3 yang difungsikan sebagai common akan VI.1 POSISI MANUAL
menggantung pada tangki tanpa tersentuh air sama
sekali. Pada kondisi ini motor atau pompa air akan E1 E2 E3 Motor
mati atau tidak berfungsi
2) Ketika permukaan air menyentuh E2 yang Terkena Terkena air Terkena air Berputar
difungsikan sebagai batas bawah, motor atau pompa
air akan tetap mati Seiring dengan semakin air
bertambahnya air tangki maka permukaan air akan Diatas Terkena air Terkena air Berputar
semakin bergerak ke atas sesuai dengan volume air
dalam tangki tersebut. Apabila permukaan air telah air
mencapai E1 dan motor atau pompa air akan menyala
Diatas Diatas air Terkena air Berhenti
dan mengisi bak penampung
3) Apabila permukaan air di dalam tangki mulai air
berkurang atau lebih rendah dari E2, pompa air akan
otomatis kembali mati dan untuk kembali menyala Diatas Diatas air Diatas air Berhenti
maka keseluruhan elektroda E1, E2, E3 harus air
tergenang oleh air. Berikut adalah pengoprasian
secara otomatis.
4) Untuk pada kondisi manual untuk pengoprasiannya VI.2 POSISI AUTO
yaitu harus dilakukan oleh operator dan jika air habis
atau elektroda pada kaki E1dan E2 tidak terkena air Posisi Motor Hidup dan Ingin dimatikan
mata motor atau pompa air akan mati dan untuk E1 E2 E3 Motor
menghidupkannya harus dilakukan olek operator
Terkena Terkena air Terkena air Berputar
air
IV. KELEBIHAN Diatas Terkena air Tekena air Berputar
Kelebihan dari system water level control ini adalah : air
1) Air dalam tandon atau sumur akan terpantau pada
saat habis dan masih. Diatas Diatas air Terkena air Berhenti
2) Dapat secara otomatis mengisi menggerakkan pompa air
apabila bak penampung kosong atau tidak ada air.
3) Dapat membuat umur pompa atau motor tidak cepat Diatas Diatas air Diatas air Berhenti
rusak atau terbakar karena pemilik pompa lupa
air
mematikan air.
4) Dengan penggunaan WLC kebutuhan air
diperusahaan dapat terpenuhi seluruhnya
Posisi Motor Mati dan Ingin dihidupkan
E1 E2 E3 Motor

V. KEKURANGAN
Kekurangan dari system water level control adalah : Diatas Diatas air Diatas air Berhenti
1) Harga alat alat yang mahal jadi sangat tidak cocok air
jika dipakai atau digunakan di rumah-rumah tinggal.
2) Pemasangannya yang susah dan cukup memakan Diatas Diatas air Tekena air Berhenti
waktu yang lama
3) Perawatan dan pengontrolan harus lebih sering air
dilaksanakan Diatas Terkena air Terkena air Berhenti
4) Adanya biaya listrik tambahan untuk penggunaan
system water level control. air
Terkena Terkena air Terkena air Berputar
air
Berdarkan data hasil prakti, dan berdasarkan pengujian maka motor bias kapan saja tanpa memandang level air (kecuali
yang perlu dibahas yaitu prinsip kerja dari Omron 61F-GP-N. keadaan locking). Dan mematikan bias kapan saja juga tidak
Elektroda tersebut disetting dengan meletakan E3 paling harus penuh. Sedangkan automatis proses bekerjanya yaitu
bawah, E2 di tengah dan E1 paling atas. Saat proses pengisian, berdasarkan level air pada sumur, ground reservoir dan tangki
air menyentuh E3 kemudian naik sampai menyentuh E2. Saat yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat
air menyentuh E3 dan E2 , kontak TC TB belun bekerja. Lalu terintegrasi dengan baik.
saat air sudah menyentuh E3, E2, E1maka kontak TC TB
bekerja menjadi TC TA. Jadi TC sebagai common VIII. SARAN
menggerakan tuasnya dari TB ke TA. Sedangkan roses
pengosongan yaitu pada saat air tidak lagi menyentuh E1, Dalam melakukan praktikum Rancangan Kendali
kontak masih belum berubah (TC TA). Lalu pada saat air Industri sebaiknya praktikan memperhatikan pengarahan
tidak menyentuh E1 dan E2 atau hanya menyentuh E3 maka prosedur yang diberikan oleh dosen pengajar agar dapat
kontak kembali seperti semula (TC TA). S0 dan S2 membuat rangkaian listrik dengan benar. Dalam praktikum
dihubungkan pada tegangan 220V. juga harus teliti dalam merangkai agar mengurangi tingkat
kesalahan, sehingga rangkaian yang dibuat dapat berfungsi
VII. KESIMPULAN (PENUTUP) dengan optimal.

Dari beberapa hal yang tertulis di atas, maka dapat diambil


REFERENSI
kesimpulan bahwa untuk mengontrol kerja pompa air
berdasarkan level air dapat digunakan alat Omron 61F-GP-N. [1]https://www.alatuji.com/kategori/286/water-level
Prinsip kerja Omron 61F-GP-N berdasarkan level air yang
[2] http://cerdaswae.blogspot.com/2019/06/pengertian-
dideteksi oleh elektroda sehingga menggerakan kontak pada
komponen tersebut. Pada rangkaian yang telah dibuat kali ini water-level-control-wlc.html
bias dioperasikan secara manual maupun automatis. Pada
[3]https://www.alatuji.com/index.php?/article/detail/536/wat
keadaan manual, menyalakan motor dengan menekan tombol
PB on dan mematikan motor dengan menekan PB off sesuai er-level-control-untuk-mengidentifikasikan-level-air
dengan motor mana yang ingin dinyalakan. Menghidupkan