Anda di halaman 1dari 3

 Hari Guntur Indonesia 180-260 Electrotechnical Commission) TC 81/1989

 Sistem penangkal petir eksternal tentang konsep Lightning Protection Zone (LPZ)
Pengadaan Susunan Finial Penangkal
Petir/Interseptor.  Prinsip proteksi petir gedung
Susunan finial penangkal petir dapat berupa o Menangkap petir (Aktif (menyambut)
Finial Batang Tegak; Susunan Finial Mendatar dan Pasif)
dan Finial-finial lain dengan memanfaatkan o Menyalurkan petir (scr aman tanpa
mengakibatkan terjadinya loncatan
benda logam yang terpasang di atas bangunan
listrik (imbasan) ke bangunan atau
seperti atap logam, menara logam, dll.
manusia)
Pengadaan Sistem Penyaluran Arus o Menampung petir (agar arus petir yang
Petir/Down Conductor. turun dapat sepenuhnya diserap oleh
Arus sambaran petir yang mengenai tanah)
finial harus secara cepat dialirkan ke tanah o Proteksi grounding (pencegahan
dengan pengadaan sistem penyaluran arus petir terjadinya loncatan karena beda
melalui jalan terpendek. Dimensi atau luas potensial)
penampang, jumlah dan rute penghantar o Proteksi jalur power
ditentukan oleh kuadrat arus impuls sesuai o Proteksi jalur komunikasi
dengan tingkat perlindungan yang ditentukan
 Indeks
serta tingginya arus puncak petir. Resiko bahaya
o Penggunaan
yang dapat ditimbulkan dari penyaluran arus
Jarang Digunakan 0
petir ini terutama adalah adanya induksi
Tempat tinggal, toko, 2
elektromagnetik pada peralatan elektronik di
pabrik kecil
dalam bangunan
Cukup penting 2
Pembuatan Sistem
(menara air, pabrik,
Pentanahan/Equipotensialisasi.
gedung pemerintahan
Sistem pentanahan berfungsi sebagai sarana
mengalirkan arus petir yang menyebar ke segala Bangunan umum 3
arah ke dalam tanah. Hal yang perlu (masjid, bioskop,
diperhatikan dalam perancangan sistem sekolah, gereja)
pentanahan adalah tidak timbulnya bahaya Instalasi gas, bensin, 5
tegangan langkah dan tegangan sentuh, rumah sakit
semakin tinggi harga tahanan pentanahan akan Bangunan yang 15
semakin tinggi pula tegangan pada penyama mudah meledak
potensial (potential equalizing bonding)
sehingga upaya perlindungan internalnya akan o Konstruksi
lebih berat. Seluruh bangunan 0
 Sistem Penangkal Petir Internal terbuat dari logam
Implementasi konsepsi penangkal petir internal (mudah menghantar
pada dasarnya adalah upaya menghindari listrik)
terjadinya beda potensial pada semua titik di Kontruksi beton 1
instalasi atau peralatan yang diproteksi di dalam bertulang / rangka
bangunan. Langkah-langkah yang dapat besi dengan atap
dilakukan merupakan integrasi dari sarana logam
penyama potensial, pemasangan arester Kontuksi beton 2
tegangan dan arus, perisaian dan filter. bertulang / rangka
Upaya minimisasi biaya dapat dilakukan dengan besi dengan atap
langkah pendefinisian Zoning Area proteksi dan bukan logam
terutama dengan upaya mengurangi menjadi Bangunan kayu 3
sekecil mungkin semua arus atau tegangan dengan atap bukan
impuls petir yang menjalar ke dalam bangunan logam
dan instalasi. Mengacu pada IEC (International
o Tinggi
0-6 0
6-12 2  Proteksi 2 Groundwire
12-17 3
17-25 4
25-35 5
35-50 6
50-70 7
70-100 8
100-140 9
140-200 10

o Situasi
Tanah datar di semua 0  Istilah Keandalan (“reliability” )
ketinggian berhubungan dengan kemampuan sistem
Kaki bukit sampai ¾ 1 untuk menyalurkan energi listrik ke semua
tinggi bukit atau di titik penggunanya dalam standar dan
pegunungan sampai jumlah yang sesuai atau bisa diterima.
1000 meter Ada dua hal utama yang biasa dikaji dalam
Puncak gunung atau 2 reliability:
pengunungan lebih 1. Kecukupan / Adequacy:
dari 1000 meter mempelajari kecukupan fasilitas yang
dibutuhkan sistem untuk memenuhi
o Hari Guntur kebutuhan sistem.
2 0 2. Keamanan Sistem / Security:
4 1 mempelajari kemampuan sistem untuk
8 2 tanggap terhadap gangguan.
16 3  Keandalan dan kemampuan suatu sistem
32 4 tenaga listrik dalam melayani konsumen
64 5 sangat tergantung pada sistem proteksi
128 6 yang digunakan.
256 7  Fungsi utama pengaman sistem
a. Untuk mengamankan manusia
o Hasil terutama terhadap bahaya yang
<11 Abaikan Tidak Perlu ditimbulkan oleh listrik
11 Kecil Tidak Perlu b. Untuk menghindari atau mengurangi
12 Sedang Agak kerusakan peralatan listrik akibat adanya
Dianjurkan gangguan (kondisi abnormal)
13 Agak Besar Dianjurkan c. Untuk mempercepat lokalisir atau zone
14 Besar Sangat daerah yang terganggu menjadi sekecil
Dianjurkan mungkin
>14 Sangat Sangat Perlu d. Untuk memberikan pelayanan tenaga
Besar listrik dengan keandalan yang tinggi.
 Persyaratan dasar pengaman
 Proteksi 1 GroundWire
a). Selektivitas
Efektivitas suatu sistem proteksi dapat
dilihat dari kesanggupan sistem dalam
mengisolir bagian yang mengalami
gangguan saja.
b). Stabilitas
Sifat yang tetap inoperatif apabila
gangguan-gangguan terjadi diluar zona yang
melindungi (gangguan luar).
c). Kecepatan Operasi
Sifat ini lebih jelas, semakin lama arus  Klasifikasi Relai
gangguan terus mengalir, semakin besar o Over Current
kemungkinan kerusakan pada peralatan.  Arus lebih seketika
Hal yang paling penting adalah kecepatan  Arus lebih waktu tertentu
mendeteksi, bereaksi dan bekera dari  Arus lebih berbanding
peralatan – peralatan proteksi. terbalik
d). Sensitivitas (kepekaan) o Diferensial
Kemampuan mendeteksi permasalahan o Jarak
yang paling kecil sekalipun, arus atau sistim o Directional
tidak normal dan tidak sesuai dengan o Groud Fault
setting operasi (besarnya arus gangguan o Under Voltage
agar alat bekerja).  Jenis Relai
e). Pertimbangan ekonomis a. Berdasarkan prinsip kerjanya : - relay
Aspek ekonomis hampir mengatasi aspek elektro-magnetis - relay termis - relay
teknis, Proteksi relatif mahal, namun elektronis
demikian pula sistem atau peralatan yang b. Berdasarkan kontruksinya : - tipe angker
dilindungi dan jaminan terhadap tarikan - tipe batang seimbang - tipe cakram
kelangsungan peralatan sistem adalah vital. induksi - tipe kumparan bergerak
f). Realiabilitas (keandalan) c. Berdasarkan besaran yang diukur : - relay
Sifat ini jelas, penyebab utama dari tegangan - relay arus - relay impedans -
“outage” rangkaian adalah tidak bekerjanya relay frekuensi
proteksi sebagaimana mestinya (mal d. Berdasarkan cara kerja kontrol elemen : -
operation). direct acting; kontrol elemen bekerja
g) Proteksi Pendukung (back up protection) langsung memutuskan aliran - indirect
Proteksi pendukung (back up) merupakan acting; kontrol elemen hanya digunakan
susunan yang sepenuhnya terpisah dan untuk menutup kontak suatu peralatan lain
yang bekerja untuk mengeluarkan bagian digunakan memutus rangkaian / aliran
yang terganggu apabila proteksi utama e. Berdasarkan karakteristiknya : -
tidak bekerja (fail). Sistem pendukung ini instantaneous - definitte time delay, yaitu
sedapat mungkin independen akan relay yang bekerjanya dengan kelambatan
memberikan perlindungan karena berlapis waktu - inverse
dengan zona-zona utama.
 Langkah kerja komponen proteksi

 Fungsi Relai
a. Mendeteksi adanya gangguan atau
keadaan
abnormal pada bagian sistem yang
diamankannya.
b. Melepaskan bagian sistem yang
terganggu
sehingga bagian sistem lainnya dapat terus
beroperasi.
c. Memberitahu operator tentang adanya
gangguan dan lokasinya.
 Syarat Relai
o Cepat beraksi
o Selektif
o Peka/Sensitif
o Andal/Reliability