Anda di halaman 1dari 7

TEKTONIK LEMPENG

TUGAS KE -1

Mata Kuliah Geologi Struktur Indonesia

Oleh :

Muhammad Harits Abyan


1019101
No. Absen : 11

TEKNIK GEOLOGI

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA

BANDUNG

2019
Tektonik Lempeng |Geologi Struktur Indonesia

Teori Tektonik Lempeng

Tektonik lempeng adalah pergerakan lempeng bumi yang menyebabkan pergeseran


(dislokasi), lipatan (fold), sesar atau patahan (fault) pada kerak bumi. Pergerakan lempeng
tektonik memiliki arah yang berbeda-beda. Perbedaan arah pergerakan lempeng tektonik akan
menghasilkan berbagai bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam seperti pegunungan
dan pematang samudera. Selain itu, perbedaan arah pergerakan lempeng tektonik berpotensi
terjadinya gempa bumi dan aktifitas gunung api.

Perbedaan arah gerakan lempeng tektonik menghasilkan batas lempeng yang berbeda-
beda. Pergerakan lempeng tektonik dapat diketahui pada titik pertemuannya. Ada tiga jenis
pergerakan lempeng tektonik, yaitu :

Gambar 1. Zona Subduksi tektonik dunia

1. Batas Konvergen

Batas antar lempeng yang saling betumbukan. Batas lempeng konvergen dapat
berupa batas subduksi (subduction), obduksi (obduction) dan batas kolisi (collision).

a. Subduksi (subduction)
Batas dua lempeng yang salah satunya menyusup ke dalam perut bumi dan
lainnya terangkat ke permukaan. Contohnya adalah Kepulauan Indonesia
(Gambar 2).

1
Muhammad Harits Abyan | 1019101
Tektonik Lempeng |Geologi Struktur Indonesia

Gambar di atas menunjukkan terjadinya zona subduksi di Indonesia. Batas


kedua lempeng ini ditandai di laut yang berbentuk palung (trench) yang
memanjang dari Sumatera, Jawa, hingga ke Nusa Tenggara Timur. Daerah yang
memiliki zona tunjaman akan sering terjadi gempa, pematang gunung berapi
(volcanic ridges), dan parit samudera (oceanic trenches).

Zona subduksi lempeng tektonik yang terkenal berada di Sirkum Pasifik.


Kawasan ini dikenal dengan sebutan Lingkaran Api Pasifik (Ring of Fire) karena
di sepanjang kawasan ini muncul serangkaian gunung api. Lingkaran Api Pasifik
membentang di antara subduksi dan pemisahan Lempeng Pasifik dengan
lempeng-lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Amerika Utara, serta tumbukan
Lempeng Nazca dengan Lempeng Amerika Selatan.

b. Obduksi (obduction)
Salah satu jenis batas antar lempeng yang saling mendekat. Obduksi ditandai
dengan kenampakan kerak benua menunjam di bawah kerak samudera.

Ada beberapa hipotesis tentang awal mula terjadinya obduksi. Hipotesis yang
paling memungkinkan, terjadinya obduksi diawali oleh penunjaman kerak
samudera dengan kerak benua. Pada awalnya, Kerak samudera naik ke atas kerak
benua. Selanjutnya, penunjaman di tempat itu berhenti dan berpindah ke tempat
lain yang dapat mengakomodasi konvergensi antar lempeng. Penunjaman bisa
terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen.

2
Muhammad Harits Abyan | 1019101
Tektonik Lempeng |Geologi Struktur Indonesia

Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua berbenturan dengan kerak


samudera. Untuk lebih jelasnya, bentuk obduksi dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

c. Kolisi (collision)
Batas tumbukan terjadi pada penunjaman kerak samudera yang membawa kerak
benua di belakangnya, ke bawah kerak benua. Jika hal ini berlanjut, maka akan
terjadi tumbukan antar kerak benua. Tumbukan tersebut dapat mengakibatkan
terbentuknya suatu relief yang tinggi, seperti Himalaya. Ilustrasi hasil dari batas
kolisi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4. Ilustrasi bentuk batas lempeng tektonik

3
Muhammad Harits Abyan | 1019101
Tektonik Lempeng |Geologi Struktur Indonesia

Pada batas kolisi sering tersisa pecahan kerak samudera (ofiolit). Kenampakan
hasil tumbukan termuda yang dijumpai di dunia adalah Pegunungan Himalaya,
sedangkan yang relatif lebih tua adalah Pegunungan Appalachia, Kaledonid,
Alpen, dan Ural. Penebalan kerak benua dapat terjadi karena pensesaran naik yang
berjenjang dan saling menumpang (imbrikasi).

2. Batas Divergen
Batas antar lempeng yang saling menjauh satu dan lainnya. Pemisahan ini
disebabkan karena adanya gaya tarik (tensional force) yang mengakibatkan naiknya
magma ke permukaan dan membentuk material baru berupa lava yang kemudian
berdampak pada lempeng yang saling menjauh. Contoh yang paling terkenal dari batas
lempeng jenis divergen adalah punggung tengah samudera (Mid Oceanic Ridges) yang
berada di dasar Samudera Atlantik.

Pada lempeng samudera, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor
spreading). Sebaliknya, pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya
lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling

4
Muhammad Harits Abyan | 1019101
Tektonik Lempeng |Geologi Struktur Indonesia

menjauh. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh


divergensi yang paling terkenal. Divergensi ini membujur dari utara ke selatan di
sepanjang Samudera Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua
Amerika.

3. Batas Transform
Batas antar lempeng yang saling berpapasan dan saling bergeser satu dan lainnya.
Batas lempeng ini menghasilkan suatu sesar mendatar jenis Strike Slip Fault. Contoh
batas lempeng jenis transform adalah patahan San Andreas di Amerika Serikat. Ilustrasi
mengenai batas transform dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA adalah batas transform
yang terjadi di daratan, meskipun umumnya batas transform berada di dasar laut. Sesar
ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah
tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.

5
Muhammad Harits Abyan | 1019101
Tektonik Lempeng |Geologi Struktur Indonesia

Berikut adalah keberadaan tipe tektonik di dunia :

a. Iceland, merupakan tipe batas divergent lempeng samudera, berupa hotspot.


b. Hawaii, merupakan tipe batas divergent lempeng samudera, berupa hotspot.
c. Mid Atlantic Ridge, merupakan tipe batas divergent lempeng samudera, berupa mid
oceanic ridge.
d. East African Rift Valley, merupakan tipe batas divergent lempeng benua, berupa
rift valley.
e. Philipphines, merupakan tipe batas convergent (collision) lempeng samudera.
f. Himalaya, merupakan tipe batas convergent (collision) lempeng benua.
g. Andes, merupakan tipe batas convergent (collision) antar lempeng benua dengan
lempeng samudera.
h. San Andreas Fault, merupakan tipe batas transform lempeng benua.

Gambar 7. Tectonic Types

6
Muhammad Harits Abyan | 1019101