Anda di halaman 1dari 23

Profil Puskesmas Nggele 2019

PROFIL PUSKESMAS NGGELE

TAHUN 2019

PROFIL PUSKESMAS PUSKESMAS NGGELE


KABUPATEN PULAU TALIABU
PROVINSI MALUKU UTARA
TAHUN 2019

PUSKESMAS NGGELE 1
Profil Puskesmas Nggele 2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT,atas segala limpahan dan karunianya sehingga
penyusunanProfil Puskesmas Nggele merupakan sebuah perencanaan yang disusun sesuai dengan data
ril yang ada di Puskesmas Nggele berpedoman pada Manajemen Puskesmas.

Puskesmas adalah unit Pelaksanaan Tekhnis Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota, yang merupakan ujung
tombak pentelenggaraan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat diwilayah Kerjanya.Untuk
mendukung keberhasilan penyelenggaraan Puskesmas perlu dikelola melalui pencapaian manajemen
Puskesmas secara optimal.

Akan tetapi sesuai dengan semangat masing-masing tim Penyusunan Profil Puskesmas Nggele dapat
menerapkan manejemen yang dianggap paling sesuai. Namun prinsipnya Perencanaan penyusunan
Profil Puskesmas tersebut merupakan suatu siklus yang tidak terputus, artinya evaluasi hasil
kinerja/kegiatan yang dilaksanakan harus dapat digunakan untuk menyusun perencanaan yang akan
datang, dan selanjutnya perencanaan yang dibuat dapat dipantau dan dinilai hasilnya.

Profil Puskesmas ini, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Puskesmas Nggele dalam
penyelenggaraan pelayanan dan kegiatannya.

Akhir kata kami menyadari bahwa Penyusunan Profil Puskesmas ini masih belum sempurnah, untuk
itu saran dan masukan untuk penyempurnaan Profil Puskesmas ini sangat diharapkan.

Nggele…………….

Kepala Puskesmas Nggele

Mariasa Lamari, A.Md.Kep


Nip. 10980821 200903 2002

PUSKESMAS NGGELE 2
Profil Puskesmas Nggele 2019

Halaman
KATA PENGANTAR...........................................................................................................................................2

DAFTAR ISI..........................................................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................................4
1.1. Latar Belakang...................................................................................................................................4
1.2. Tujuan dan Manfaat............................................................................................................................4
1.3. Visi Misi dan Moto.............................................................................................................................5

BAB II GAMBARAN UMUM.............................................................................................................................6


2.1. Kondisi Geografi................................................................................................................................6
2.2. Kondisi Demografi.............................................................................................................................7

BAB III DERAJAT KESEHATAN....................................................................................................................9


3.1. Angka Kematian (Mortalitas)..............................................................................................................9
3.2. Angka Kesakitan (Morbiditas)...........................................................................................................10
3.3. Status Gizi Masyarakat.......................................................................................................................12

BAB IV UPAYA KESEHATAN........................................................................................................14


4.1. Pelayanan Kesehatan............................................................................................................14
4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan.................................................................................19
4.3. Prilaku Hidup Masyarakat....................................................................................................19
4.4. Keadaan Lingkungan............................................................................................................20
4.5. Pelayanan Kefarmasian........................................................................................................21

BAB V SUMBER DAYA KESEHATAN...........................................................................................22


5.1. Sarana Pelayanan Kesehatan.................................................................................................22
5.2. Tenaga Kesehatan.................................................................................................................22
5.3. Sumber Pembiayaan Kesehatan............................................................................................23

BAB VI PENUTUP..............................................................................................................................24

PUSKESMAS NGGELE 3
Profil Puskesmas Nggele 2019

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan
masyarakat yang Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu, hidup dalam lingkungan sehat dan
memiliki kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk
mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

Puskesmas sebagai ujung tombak pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
hingga tingkat terkecil menjadi basis data Informasi Kesehatan pada sebuah daerah. Sehingga
SIKPuskesmas yang terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan dapat menjadi alat untuk
memberikan penjelasan, menggambarkan dan mengevaluasi keberhasilan setiap upaya-upaya
kesehatan yang dilakukan dalam rangka menuju Indonesia Sehat 2020.Salah satu bentuk dari SIK
ini adalah Profil Kesehatan di tingkat Puskesmas.

Profil Kesehatan Puskesmas merupakan bahan evaluasi kinerja pembangunan kesehatan serta dapat
dijadikan sebagai sebuah indikator untuk mengukur tercapainya masyarakat sehat. Lebih jauh lagi,
profil puskesmas Nggele ini dapat dijadikan pedoman dalam membuat perencanaan, pengambilan
keputusan dan tata kelola kesehatan.

Profil kesehatan Puskesmas Nggele tahun 2019 ini memuat berbagai data tentang kesehatan yang
meliputi derajat kesehatan, upaya kesehatan dan sumber daya kesehatan. Profil ini juga menyajikan
data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan dan data
lingkungan. Keseluruhan data yang ada merupakan gambaran tingkat pencapaian penyelenggaraan
pelayanan kesehatan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang
diukur melalui Indikator Indonesia Sehat dan Indikator Kinerja SPM bidang Kesehatan.

1.2 TUJUAN DAN MANFAAT


1.2.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui derajat kesehatan dan pencapaian upaya kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas Nggele Tahun 2019.

1.2.2 Tujuan Khusus


a. Untuk mengetahui target dan pencapaian setiap program yang telah dilaksanakan di
wilayah kerja Puskesmas Nggele tahun 2019.
b. Untuk mengetahui program yang belum mencapai target di wilayah kerja Puskesmas
Nggele tahun 2019.
c. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pelayanan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Nggele tahun 2019.

1.2.3 Manfaat
a. Dapat menjadi bahan masukan terutama dalam rangka review tahunan kondisi kesehatan
masyarakat dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele.
b. Sebagai bahan evaluasi tahunan program kesehatan yang telah dilaksanakan serta
sebagai bahan masukan untuk perencanaan maupun program tahunan yang akan datang.

PUSKESMAS NGGELE 4
Profil Puskesmas Nggele 2019

c. Sebagai salah satu bahan informasi baik bagi Puskesmas Nggele maupun bagi Dinas
Kesehatan Kabupaten Taliabu dalam perencanaan peningkatan kesehatan masyarakat.

1.3 Visi, Misi, dan Motto


a. Visi
Visi Puskesmas Nggele adalah terwujudnya masyarakat Kecamatan Taliabu Barat Laut
yang Sehat, Mandiri dan Berkeadilan.
b. Misi
Misi Puskesmas Nggele adalah :
1. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas.
2. Meningkatkan Kemandirian Melalui Pemberdayaan Masyarakat Swasta Dan Lintas
Sektor.
3. Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Puskesmas Nggele.
4. Meningkatkan Pengelolaan Program Wajib Puskesmas.
c. Motto
Moto puskesmas Nggele yaitu melayani dengan sepenuh hati.

BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1 KONDISI GEOGRAFI


Puskesmas Nggele merupakan salah satu puskesmas yang berada di wilayah di kecamatan Taliabu
Barat Laut tengah tepatnya di desa Nggele, Kabupaten Taliabu Barat Laut.

Luas wilayah kerja Puskesmas Nggele sekitar 40,063 km² yang terdiri dari 5desa.Adapun batas
adminstratif wilayah kerja Puskesmas Nggele pada bagian utara berbatasan dengan
KecamatanTaliabu Barat laut (Desa Nggele) , bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Taliabu
Utara, bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Taliabu Barat, sementara pada bagian Barat
berbatasan dengan Selat Selule Timpaus, seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.

PUSKESMAS NGGELE 5
Profil Puskesmas Nggele 2019

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Nggele

Gambar 2. Denah Puskesmas Nggele

2.2 KONDISI DEMOGRAFI


2.2.1 Kependudukan
Data kependudukan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa penduduk yang berdomisili di
wilayah kerja Puskesmas Nggele berjumlah 4.572 jiwa, terdiri dari laki-laki 2.320 jiwa
(50,74%) dan perempuan sebanyak 2.252 (49,26%) yang terdistribusi kedalam 5 Desa.
Jumlah penduduk terbanyak berada pada Desa Nggele1.467jiwa (32,09%) sedangkan Desa
Beringin Jaya dengan jumlah penduduk paling sedikit yaitu 467 jiwa (10,21%)Adapun
distribusi penduduk untuk masing-masing kelurahan dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 1. Tabel Distribusi Jumlah Penduduk Menurut Desa.

N JUMLAH
DESA JUMLAH KK
O PENDUDUK

1. Nggele 1.467 386

PUSKESMAS NGGELE 6
Profil Puskesmas Nggele 2019

2. Onemay 1.390 376

3. Salati 746 204

4. Beringin Jaya 467 108

5. Kasango 502 120

JUMLAH 4.572 1.194

Sedangkan untuk distribusi penduduk jika dilihat menurut kelompok umur, sebagian besar
penduduk dalamusia produktif (15- 44 tahun) sebanyak 1.602 jiwa (35,04%) dan 1.392 jiwa
(30,45%) berusia dibawah 15 tahun dan berusia 44 tahun keatas sebanyak 2.555 jiwa (55,9%).

Jumlah rumah tangga/kepala keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele adalah
sebanyak 1.194 KK dengan KK terbanyak di Desa Nggele yaitu 386 KK dan KK paling
sedikit di Desa Beringin Jaya yaitu 108 KK. Jumlah KK di Desa Nggele adalah 386 KK, Desa
Onemay adalah 376 KK, Desa Salati adalah 204 KK, Desa Beringin Jaya adalah 108 KK, dan
Desa Kasango adalah 120 KK.
Untuk lebih jelasnya keadaan kependudukan dapat dilihat pada lampiran tabel 1.

2.2.2 Pendidikan
Kualitas Pendidikan sebuah masyarakat merupakan salah satu indikator penting yang dapat
menggambarkan kualitas sebuah wilayah, termasuk kualitas kesehatan lingkungan terhadap
pentingnya kesehatan harus tumbuh melalui pemahaman terhadap arti kesehatan dan semua
itu diperoleh melalui jalur pendidikan.

Kualitas pendidikan penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Nggele berdasarkan
data tahun 2019 dapat digambarkan bahwa secara umum sudah melek huruf, dimana
persentase penduduk berumur 10 tahun keatas sebanyak 580 orang yang melek huruf dalam
wilayah kerja Puskesmas Nggele yaitu 12,69% yang terdiri dari laki-laki sebanyak256 orang
(44,83%) dan penduduk perempuan sebanyak 274 orang (47,24%).

PUSKESMAS NGGELE 7
Profil Puskesmas Nggele 2019

BAB III
DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan masyarakat dinilai dengan menggunakan beberapa indikator yang mencerminkan
kondisi mortalitas ( kematian ), status gizi dan morbiditas ( kesakitan ). Dalam pembangunan kesehatan
keberhasilan program-program yang dilakukan oleh sebuah Puskesmas untuk masyarakat dapat diukur
berdasarkan nilai derajat kesehatannya. Indikator penting sebagai dasar menilai derajat kesehatan ini
dapat dilihat dari suatu daerah adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB),
Angka kematian balita ( AKABA ), Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi.

3.1 ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS)

Mortalitas adalah kejadian kematian yang terjadi pada kurun waktu dan tempat tertentu yang
diakibatkan oleh keadaan tertentu, dapat berupa penyakit maupun sebab lainnya.
Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian kematian
dalam masyarakat dari waktu ke waktu.Disamping itu kejadian kematian juga dapat digunakan
sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan
kesehatan lainnya.
3.1.1 Angka Kematian Bayi
Angka kematian bayi menunjukkan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap
kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi
meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun. Angka kematian bayi merupakan indikator penting
untuk mencerminkan keadaan derajat kesehatan di suatu masyarakat.
Jumlah kelahiran hidup selama 1 semester tahun 2019 di Puskesmas Nggele adalah sebanyak
23 orang.sedangkan jumlah bayi lahir mati selama 1 semester tahun 2019adlah sebanyak 2
orang.
Adapun Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2019 di wilayah Puskesmas Nggele adalah
5,41%. Dimana terdapat 1 orang bayi meninggal di desa salati dan 1orang di desa kasango.

3.1.2 Angka Kematian Balita


Angka kematian balita ( 1-4 tahun ) adalah jumlah kematian anak umur 1 – 4 tahun per 1.000
kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-
faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti status gizi,
sanitasi, penyakit menular dan tidak menular serta kecelakaan.Indikator ini menggambarkan
tingkat kesejahteraan sosial dalam arti besar dan tingkat kematian penduduk.Besarnya tingkat
kematian balita menunjukkan tingkat permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Selama tahun 2019 tidak terdapat balita yang meninggal.

3.1.3 Angka Kematian Ibu

PUSKESMAS NGGELE 8
Profil Puskesmas Nggele 2019

Angka kematian ibu merupakan indikator kesehatan yang cukup penting. Angka kematian ibu
diketahui dari jumlah kematian karena kehamilan, persalinan dan ibu nifas per 100.000
kelahiran hidup dalam waktu tertentu.

Angka kematian ibu mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan
melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi dan kesehatan menjelang
kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya
fasilitas kesehatan dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan
antenatal dan obstetric.

Kematian ibu dikelompokkan menjadi 3, yaitu kematian ibu hamil, kematian ibu bersalin dan
kematian ibu nifas.Selama tahun 2019 tidak terdapat kematian ibu hamil, ibu bersalin dan ibu
nifas.

3.2 ANGKA KESAKITAN (MORBIDITAS)


Morbiditas adalah angka kesakitan, dapat berupa angka insiden maupun angka prevalensi dari suatu
penyakit.Morbiditas menggambarkan kejadian penyakit dalam suatu populasi pada kurun waktu
tertentu.Morbiditas juga berperan dalam penilaian terhadap derajat kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh selama tahun 2018, diperoleh gambaran 10 penyakit terbanyak
untuk semua golongan umur pada Puskesmas Nggele.
Dapat dilihat pada tabel barikut.
N0 Jenis Penyakit Jumlah
1 Hypertensi 180
2 ISPA 107
3 Saluran Pencernaan 88
4 Hipotensi 82
5 Demam 70
6 Dermatitis 63
7 Diare 56
8 Hiperlipidemia 43
9 Bronkhitis akut 22
10 Kencing manis/DM 22

3.2.1 TB Paru
Indikator yang menunjukkan kasus TB Paru (Tubercoulosis) dalam masyarakat dapat
ditunjukkan dengan Angka Insidens TB Paru dan Angka Prelevansi TB Paru.Angka Insidens
menunjukkan jumlah kasus baru TB Paru yang terjadi di kalangan penduduk yang
mempunyai resiko dalam periode waktu tertentu.Sementara Angka Prevalensi TB Paru ini
mengukur jumlah orang di kalangan penduduk yang menderita TB Paru pada satu titik
tertentu. Angka ini relative lebih tinggi dibandingkan dengan angka insidens dikarenakan
meskipun jumlah penderitanya sedikit apabila penyakit tersebut kronis maka jumlahnya akan

PUSKESMAS NGGELE 9
Profil Puskesmas Nggele 2019

meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga angka ini sangat penting untuk penanganan dan
pemberantasan penyakit.

Dilihat dari hasil presentase diatas, maka untuk program TB masih perlu dilakukan kegiatan
pelacakan dimasyarakat di karenakan masih ada pasien terduga TB dimasyarakat terutama
Desa Beringin Jaya dan Desa Kasango yang tidak berobat ke Puskesmas karena pasien
tersebut menganggap batuknya tersebut adalah batuk biasa. Oleh karena itu, diperlukan kerja
sama dengan petugas kesehatan terutama petugas pustu dan polindes untuk menemukan
suspek TB dan mampu memberikan pemahaman kepada pasien serta pasien tersebut
dipastikan mau memeriksakan batuknya ke Puskesmas.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

NO. DESA JUMLAH BTA Positif ( + ) BTA Negatif ( - ) JUMLAH SUSPEK


YANG DIPERIKSA
PENDUDUK
Bulan Bulan Capaia % Bulan Bula Capaia %
ini Lalu n ini n n
Lalu

1. Nggele 1.467 0 2 2 0,13 0 6 6 0,40 8

2. Onemay 1.390 0 0 0 0 0 2 2 0,14 2

3. Salati 746 0 1 1 0,13 0 2 2 0,26 3

4. Beringin 467 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jaya
5. 502 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kasango

Jumlah 4.572 0 3 3 0,26 0 10 10 0,8 13

3.2.2 Diare

Jumlah kasus diare yang ditemukan selama 1 semester tahun 2019 dalam wilayah kerja
Puskesmas Nggele sebanyak9 kasus.Dari seluruh kasus tersebut semua penderita
mendapatkan pelayanan pengobatan hingga sembuh.

Angka penderita diare pada tahun 2019 sudah menurun dan jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya jumlah penderita diare mengalami penurunan.

3.2.3 Kusta

PUSKESMAS NGGELE 10
Profil Puskesmas Nggele 2019

Laporan Data penyakit kusta di tahun 2019 masih tetap sama dengan pasien yang sama.jadi
kesimpulan laporan penyakit kusta untuk tahun 2019 di nyatakan masih tetap.dengan jumlah 2
orang dengan presentase persen 0,351%. Di harapkan kepada masyarakat agar mempunyai
kesadaran supaya dapat memeriksakan diri kepuskesmas.

3.2.4 Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi ( PD3I)

Ada beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi diantaranya Difteri, Pertusis,
Tetanus, Tetanus Neonatorum, Polio, Hepatitis B dan campak.

Selama 1 semester tahun 2019,tidak di temukan penyakit tersebut di atas.

3.2.5 Malaria

KEGIATAN SURVEI PENEMUAN DAN PENGOBATAN MALARIA yang di lakukan bulan


juni 2019 kami belum mendapatkan kasus dengan malaria positif di evaluasi dari bulan januari
sampai desember 2018 di temukan angka penderita dengan malaria positif berjumlah 184
orang dengan jumlah 4.810% dengan kasus malaria klinis berjumlah 274.dengan jumlah 7.163
%
Angka penderita malaria di tahun 2019 makin menurun di karekan masyarakat sudah mampu
dan sudah mengetahui cara agar terhindar dari penyakit malaria.
Antara lain:
1. Menjaga kebersihan lingkungan rumah
2. Membersihkan tempat penampungan air setiap minggu
3. Menggunakan kelambu yang telah di bagikan
4. Serta telah di lakukan kegiatan MTBS yang di lakukan dengan Kegiatan Survei Penemuan
Dan Pengobatan Malaria.
5. Kesimpulan dari hasil evaluasi program penyakit malaria di tahun 2019 Triwulan I untuk
saat ini belum di temukan kasus dengan malaria positif

3.3 STATUS GIZI MASYARAKAT

Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator – indikator antara lain presentase berat badan
lahir rendah yang ditangani, status gizi balita dan kecamatan bebas rawan gizi.

PUSKESMAS NGGELE 11
Profil Puskesmas Nggele 2019

450

400

350

300

250
Axis Title
200

150

100

50

0
S K D N T BGM K/S% D/S% N/D% T/D% BGM/D

Gambar 3. Grafik status gizi balita Puskesmas Nggele Tahun 2019 selama 1 Semester

Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat bahwa secara umum jumlah bayi yang ditimbang memiliki
status gizi yang baik, namun demikian terdapat pula kasus gizi baik itu kurang maupun lebih yang
presentasenya sangat kecil. Dimana untuk balita dengan gizi lebih sebesar 0.29%, Gizi baik sebesar
97%, Gizi kurang sebesar 2%, sementara untuk kasus gizi buruk sebesar 0,30%. Jika dibandingkan
dengan tahun 2015 Status Gizi balita menurun dapat dilihat jumlah balita gizi buruk sebanyak 5 balita
( 0,30% ) sedangkan tahun 2015 sebesar 3 %. Distribusi gizi balita per kelurahandan data-data lainnya
dapat dilihat pada lampiran tabel 26.

PUSKESMAS NGGELE 12
Profil Puskesmas Nggele 2019

BAB IV
UPAYA KESEHATAN

Upaya kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas meliputi upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan
pengembangan. Upaya kesehatan wajib atau primer dilaksanakandalam bentuk pelayanan kesehatan
esensial dasar yang ditujukan pada target sasaran utama kelompok rentan dengan prioritas maternal,
bayi dan anak balita dalam upaya mencegah timbulnya masalah kesehatan/penyakit/komplikasi yang
berkaitan dengan proses kehamilan, persalinan dan nifas serta proses tumbuh kembang balita. Upaya
kesehatan pengembangan merupakan intensifikasi dari program yang esensial atau ekstensifikasi
program lain diluar upaya spesifik lokal.

4.1 PELAYANAN KESEHATAN

4.1.1 Pelayanan Kesehatan pada Ibu Hamil

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan profesional


(dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) kepada ibu
hamil selama kehamilannya, yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan
titik berat pada kegiatan promotif dan preventif.

Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4.Cakupan K1 atau
juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah
melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan
antenatal. Sedangkan cakupan K4 adalah gambaran jumlah ibu hamil yang telahmendapatkan
pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan
distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester
ketiga,Adapun yang di capai pada trimester 2 antara lain:

K1 adalah kontak pertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi
untuk mendapatkan pelayanan terpadu dan komprehensif sesuai standar. K1 terbagi menjadi 2
yaitu k1 akses dan k1murni. K1 Murni yaitu kontak pertama yang di lakukan sejak usia
kehamilan 0-12 minggu. Sedangkan k1 akses adalah kontak pertama yang di lakukan usia
kehamilan diatas 13 minggu, K1 mencapai target 32,7% dari target sasaran 70%. Sehingga
K1 belum mencapai target sasaran SPM .
N0 DESA SASARAN BULAN KOMU %
JAN FEB MAR APR MEI JUNI

1 NGGELE 40 1 3 3 0 1 0 8 20 %

2 ONEMAY 36 3 2 3 0 1 2 11 30.5 %

3 SALATI 18 1 2 3 0 0 2 8 44.4 %

4 B. JAYA 10 0 0 5 0 0 0 5 50 %

5 KASANGO 12 2 0 4 0 0 0 6 50 %

T0TAL 116 7 7 18 0 2 4 38 32.7 %

PUSKESMAS NGGELE 13
Profil Puskesmas Nggele 2019

Penyebab menurunnya cakupan K1 adalah kurangnya kesadaran ibu hamil tentang pentingnya
pemeriksaan kehamilan secara dini.

K4 adalah ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan yang
mempunyai kompetensi sesuai standar, minimal 4 kali selama kehamilannya dengan distribusi waktu 1
kali pada trimester ke 1 (0-12 minggu), 1 kali pada trimester 2 (>12-24 minggu) dan 2 kali pada
trimester ke 3 (>24 minggu sampai dengan kelahiran). K4 mencapai target 25% dari target sasaran
70%. Sehingga K4 belum mencapai target sasaran SPM .

N0 DESA SASARAN BULAN KOMULATIF %


JAN FEB MAR APR MEI JUNI

1 NGGELE 40 3 2 1 2 0 3 11 27.5 %

2 ONEMAY 36 0 3 0 3 0 4 10 27.7 %

3 SALATI 18 0 1 1 2 0 0 4 22.2 %

4 B. JAYA 10 0 1 0 0 0 0 1 10 %

5 KASANGO 12 0 0 1 1 0 1 3 16.6 %

T0TAL 116 3 7 3 8 0 8 29 25 %

Penyebab menurunnya cakupan k4 adalah rendahnya kunjungan k1 murni sehingga tidak memenuhi
standar pelayanan.

4.1.2 Pelayanan Persalinan dan Nifas.

Persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan (nakes) merupakan salah satu upaya untuk
penurunan angka kematian ibu dan bayi. Tenaga yang dapat memberikan pertolongan
persalinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga profesional (dokter spesialis kebidanan,
dokter umum, dan bidan) dan dukun bayi (dukun bayi terlatih dan tidak terlatih).

Angka yang diperoleh dari poin ini dapat memrefleksikan tingkat pengetahuan, sikap,
perilaku masyarakat terhadap persalinan, dimana semakin tinggi cakupan persalinan oleh
tenaga terlatih, semakin tinggi pula pemahaman mereka terhadap persalinan.

N0 DESA SASARAN BULAN KOMU %

JAN FEB MAR APR MEI JUNI

1 NGGELE 39 3 2 1 2 0 3 11 28.20 %

2 ONEMAY 35 0 3 0 3 0 4 10 28.5 %

3 SALATI 17 0 1 1 2 0 0 4 23.5 %

4 B. JAYA 9 0 0 0 0 0 0 0 0

5 KASANGO 11 0 0 1 1 0 0 2 18.18 %

T0TAL 111 3 6 3 8 0 7 28 24.32


%

PN adalah pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. Cakupan
persalinan normal 24,32%, belum mencapai target semester 1 (42,5 %). Penyebab Kurangnya
kesadaran akan pentingnya persalinan di tolong oleh nakes. Rencana tindak lanjut Meningkatkan kerja
sama lintas sector.

PUSKESMAS NGGELE 14
Profil Puskesmas Nggele 2019

4.1.3 Pelayanan Imunisasi Td pada Ibu Hamil

Pemberian imunisasi Tdpada ibu hamil adalah hal yang sangat penting.PersentaseIbu Hamil
yang memperolehimunisasi Tdselama tahun 2019 adalah sebagai berikut : untuk Td-1
mencapai 9,7%, Td-2 berada pada kisaran 9,0%, Td-3 dengan presentase 7,7%, Td-4
mencakup 1,3%, sementara Td-5 hanya 1,3%.

Angka tersebut sangat jauh dari sasaran yang ditetapkan dalam SPM, keadaan ini disebabkan
oleh lemahnya pemahaman Ibu Hamil terhadap pentingnya imunasasi ini.

4.1.4 Pelayanan Bumil dan Neonatal risti/komplikasi

Persentase bumil risti/komplikasi yang ditangani adalah 23 % dari 6bumil risti (1 semester),
sedangkan persentase neonatal risti/komplikasi selama tahun 2019 (1 semester)tidak terdapat
kasus tersebut.

Jika dibandingkan dengan tahun 2019 persentase pelayanan bumil risti dan neonatal risti yang
ditangani mengalami penurunan.

4.1.5 Pelayanan pemberian vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas

Pemberian vitamin A sangat penting terutama untuk bayi, balita dan ibu nifas.
Persentasepemberian vitamin A untuk bayi umur 6-11 bulan selama tahun 2019 adalah 95%
yang terdiri dari laki-laki 49% dan perempuan 46%. Persentase anak balita umur 1-4 tahun
yang mendapat vitamin A dua kali adalah 97% yang terdiri dari laki-laki 49% dan perempuan
adalah 48%. Sedangkan persentase ibu nifas yang mendapat viatamin A adalah 87% dari 643
orang sasaran ibu nifas.

Jika dibandingkan dengan target SPM maka persentase pencapaian pemberian vitamin A pada
bayi dan balita sudah mencapai target. Namun pemberian viatamin A pada ibu nifas masih
rendah sehingga belum mencapai target.

4.1.6 Pelayanan Keluarga Berencana (KB)

Keluarga Berencana ( KB ) adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan


jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Kontrasepsi atau anti konsepsi

( conception control ) adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi dengan menggunakan
alat atau obat-obatan.

Peserta KB Baru adalah Pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu
cara/alat dan/atau pasangan usia subur yang menggunakan kembali salah satu cara/alat
kontrasepsi setelah mereka berakhir masa kehamilan. Cakupan Peserta Aktif KB adalah
Cakupan peserta aktif KB dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur suatu wilayah
kerja pada kurun yang sama.

Peserta Keluarga Berencana baru selama tahun 2019 sebanyak 123 orang ( 19,96%) dari 616
pasangan usia subur yang tercatat.

PUSKESMAS NGGELE 15
Profil Puskesmas Nggele 2019

Sedangkan Proporsi peserta KB kategori, Suntik sebanyak 91 orang (14,8%)


IMPLANsebanyak3 orang (0,5%) sedangkan PIL sebanyak 29 orang (4,7 %).

4.1.7 Kunjungan Neonatus

Cakupan kunjungan neonatus 1 kali (KN 1) selama tahun 2019 adalah 85% dari 23bayi lahir
hidup. Jika dibandingkan dengan target SPM KN1 belum mencapai target.Sedangkan
presentase untuk kunjungan neonatus 3 kali (KN Lengkap) adalah 85% dari 20 bayi. Jika
dibandingkan dengan target SPM persentase cakupan KN Lengkap belum mencapai target.

4.1.8 Pelayanan Imunisasi pada bayi

Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memberikan kekebalan (imunitas)
pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit.(Depkes, 2000).Pelayanan imunisasi
rutin pada bayi meliputi pemberian imunisasi untuk bayi umur 0-1 tahun yaitu imunisasi BCG,
DPT, Polio, Campak, HB.

Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan proyeksi


terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapatkan imunisasi secara lengkap.Bila
cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu, berarti dalam wilayah
tersebut juga digambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat (herd immunity)
terhadap penularan PD3I. Suatu desa/kelurahan telah mencapai target UCI apabila minimal
80% bayi di desa/kelurahan tersebut mendapat imunisasi lengkap.

Berdasarkan cakupan imunisasi yang telah dilakukan selama tahun 2019, makapencapaian
terhadap Kelurahan menuju UCI (Universal Child Immunization) di wilayah kerja
Puskesmas Nggele telah mencapai 100%.

4.1.9 Pemberian MP ASI pada anak 6-23 bulan dari keluarga miskin

Pemberian makanan tambahan diberikan pada anak usia 6-23 bulan dengan kategori gizi
kurang. Pemberian MP ASI ini dikhususkan bagi anak dari keluarga miskin
(GAKIN).Program pemberian MP ASI selama 1 semester tahun 2019 adalah (100%).

4.1.10 Pelayanan Kesehatan Anak balita (Pra Sekolah)

Cakupan Pelayanan Kesehatan Anak Balita (Pra Sekolah) dapat dijadikan indikator terhadap
mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, melihat kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan
fasilitas pelayanan KIA di Puskesmas serta menilai tingkat kemudahan pencapaian fasilitas
pelayanan kesehatan.Dalam artian bahwa tinggi frekuensi kunjungan anak
Balitamencerminkan tingginya mutu pelayanan KIA, kesadaran karena penitngnya KIA
serta tingkat kemudahan pencapaian fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada tahun 2019, berdasarkan data yang diperoleh cakupan anak balita yang mendapatkan
pelayanan minimal 8 kali adalah sebanyak 78%dari 1,683 anak balita yang ada. Angka ini
menunjukkan bahwa cakupan pelayanan anak balita selama tahun 2019 menurun jika
dibandingkan dengan tahun 2018.

PUSKESMAS NGGELE 16
Profil Puskesmas Nggele 2019

4.1.11 Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat

Selama tahun 2019 dilakukan penjaringan terhadap murid kelas 1 SD, kelas VII, dan kelas
X.Jumlah murid SD yang dijaring adalah sebanyak 78 murid dari 78 jumlah murid kelas 1
dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele, jumlah murid kelas VII yang dijaring adalah
sebanyak 97 murid dari 97 jumlah murid kelas VII, dan jumlah murid kelas X yang dijaring
adalah sebanyak 81 murid dari 81 murid kelas X.Persentase yang mendapatkan pelayanan
kesehatan adalah sebesar 100%.

PUSKESMAS NGGELE 17
Profil Puskesmas Nggele 2019

4.1.12 Pelayanan Usila

Pada tahun 2019, jumlah penduduk yang termasuk dalam kategori USILA (45 tahun keatas)
dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele yang diperoleh berjumlah 953 orang yang terdiri
dari laki-laki 500 dan perempuan sebanyak 453 orang.Adapun yang mendapat pelayanan
kesehatan adalah sebanyak 93 orang (9,76%) yang di peroleh dari posyandu lansia.

4.1.13 Pelayanan Kesehatan Jiwa (Keswa)

Selain menyelenggarakan pelayanan kesehatan umum puskesmas juga memberikan


pelayanan kesehatan jiwa. Jumlah kunjungan pasien gangguan jiwa selama tahun 2019
sebanyak 7 kunjunganyang terdiri dari kunjungan pasien desa nggele 1 orang, desa salati 1
orang, desa Beringin Jaya 4 orang dan desa Kasango 1 orang. persentase cakupan pelayanan
kesehatan jiwa sebesar 0,15%. Jika dibandingkan dengan target (85%) cakupan pelayaan
kesehatan jiwa masi jauh dari target.

4.2 AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dapat dilihat dari jumlah penduduk yang menggunakan
sarana pelayanan kesehatan, selama tahun 2019 cakupan kunjungan rawat jalan sebanyak 616
kunjungan dalam 1 semester. Dari 4.572 penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele.

4.3 PERILAKU HIDUP MASYARAKAT

Perilaku hidup masyarakat dapat memberikan gambaran tingkat derajat kesehatan dalam
lingkungan masyarakat tersebut. Untuk mendapatkan digunakan beberapa parameter, yaitu :jumlah
penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan menurut cara pengobatan, persentase penduduk
yang berobat jalan menurut tempat berobat, persentase anak 2-4 tahun yang pernah disusui,
kebiasaan merokok, persentase penduduk yang melakukan aktifitas fisik, dan kebiasaan
mengkonsumsi jenis makanan sehat.

4.3.1 Rumah dengan Perilaku Bersih dan Sehat

Adapun untuk menilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam sebuah rumah tangga
dapat dilihat dari 10 yaitu: Persalinan oleh tenaga kesehatan, Balita dengan ASI eksklusif,
Kepemilikan jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok, tidak melakukan aktifitas fisik
setiap hari, makan sayur dan buah setiap hari, tersedianya akses terhadap air bersih,
tersedianya jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni dan lantai rumah bukan
dari tanah.
4.3.2 Jumlah posyandu purnama dan mandiri

Pada hakekatnya posyandu adalah kegiatan yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat
sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab kita
bersama terutama masyarakat sekitarnya.

PUSKESMAS NGGELE 18
Profil Puskesmas Nggele 2019

Pembinaan UKBM juga dilakukan, pada UKBM jenis posyandu tingkat/strata posyandu
yang telah dicapai menentukan juga keberhasilan partisipasi masyarakat di bidang
pembangunan.

Dalam wilayah Puskesmas Nggele jumlah posyandu secara keseluruhan adalah 5


posyandu.Posyandu Mandiri terdapat di desa Kasango, posyandu madya terdapat di Desa
Salati, Onemay dan Desa Nggele.

4.4 KEADAAN LINGKUNGAN

Kesehatan lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan
derajat kesehatan. Adapun indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesehatan
lingkungan antara lain :

MELAKASNAKAN 5 PILAR STBM


JUMLAH
NO NAMA DESA
KK JUMLAH JUMLAH
% SEHAT
DIPERIKSA SEHAT

1. NGGELE 450 210 180 40

2. ONEMAY 380 120 101 26,57

3. SALATI 250 115 100 40

4. BERINGIN JAYA 101 57 45 44,55

5. KASANGO 114 60 48 42,10

Jumlah 1.295 562 474 36,60

Pemantauan rumah yang melaksanakan 5 pilar STBM di wilayah kerja puskesmas


Nggele dengan jumlah sasara 1.295 KK. Untuk desa nggele terdapat 450 KK jumlah di
periksa 210 KK dari 210 KK yang melaksanakn 5 pilar STBM sebanyak 180 KK dengan
persentase 40%, sedangkan untuk desa onemay terdapat 380 KK.yang di periksa sebanyak
120 KK yang melaksanakan 5 Pilar STBM sebanyak 101 KK dengan persentase 26,57%,
untuk desa salati terdapat 250 KK yang di periksa sebanyak 115 KK yang melaksanakan 5
Pilar STBM 100 KK dengan persentase 40%, dan Desa Beringin Jaya terdapat 101 KK yang
periksa sebanyak 57 KK dan yang melaksanakan 5 Pilar STBM 45 Kk dengan persentase
44,55% dan untuk Desa Kasango terdapat 114 Kk, yang di periksa 68Kk yang melaksanakan
5 Pilar STBM sebnayak 48 Kk dengan persentase 42,10%. Berdasarkan data di atas dapat di
simpulkan bahwa untuk pemantauan 5 Pilar STBM di wilayah kerja puskesmas Nggele ada
1.295 Kk dan yang di periksa 562 Kk yang melaksanakn 5 pilar STBM sebnayak 474 dengan
persentase 36,60%.

PUSKESMAS NGGELE 19
Profil Puskesmas Nggele 2019

4.5 PELAYANAN KEFARMASIAN

4.5.1 Penggunaan Obat Rasional


Penggunaan Obat Rasional Puskesmas Nggele Tahun2019selama 1 semester adalah sebagai
berikut :
1. Presentasi pemakaian Antibiotik untuk Ispa adalah 363 Tablet
2. Presentasi pemakaian Antibiotik untuk Myalgia adalah 30 Tablet
3. Presentasi pemakaian Antibiotik untuk Diare adalah 32 Tablet

4.5.2 Penggunaan Obat Generik


Penggunaan Obat Generik Puskesmas Nggele Tahun 2019 selama 1 semesteradalah sebagai
berikut :
1. Jumlah resep intem obat generik adalah 1.210
2. Jumlah resep intem keseluruhan adalah 346
3. Jumlah perlembar resep adalah 346

BAB V
SUMBER DAYA KESEHATAN

5.1 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR

PUSKESMAS NGGELE 20
Profil Puskesmas Nggele 2019

Sarana dan prasarana kesehatan menjadi hal yang tidak terlepaskan untuk menunjang pencapaian
Indonesia Sehat 2019. Untuk itu sarana dan prasarana kesehatan yang berada dalam wilayah kerja
puskesmas Nggele yang meliputi puskesmas pembantu (pustu), polindes, posyandu dan sarana
upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) lainnya.

5.1.1 Puskesmas

Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan yang paling utama yang melayanai 4.572
jiwa penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele.

Berdasarkan Inpres No.5 tahun 1974, No.7 tahun 1975, No.4 tahun 1976 dijelaskan bahwa
satu unit puskesmas Pembina (puskesmas induk) harus mencakup atau melayani 30.000
penduduk.Sehingga keberadaan puskesmas dalam wilayah kec.Taliabu Barat Laut yang
melayani 4.572 jiwa penduduk cukup memenuhi kebutuhan.

5.1.2 Puskesmas Pembantu

Terdapat 2 puskesmas pembantu (pustu)dalam wilayah kerja puskesmas Nggele yang


bertempat di Desa Salati dan Desa Kasango serta 2 polindes yang bertempat di Desa Onemay
dan Beringin Jaya. Desa Kasango merupakan desa yang paling jauh jaraknya dari puskesmas
induk sehingga sangat diperlukan keberadaannya untuk melayani pasien/masyarakat yang
berada di wilayah Desa Kasango dan sekitarnya.

5.1.3 Fasilitas kesehatan di Puskesmas

Fasilitas kesehatan yang yang ada di Puskesmas yaitu kendaraan roda empat (ambulans) 1
unit, kendaraan roda dua (motor dinas) 2 unit, Bidan kit 1 unit, KIA kit 1 unit, Poliklinik set 1
unit dan fasilitas lainnya.

5.1.4 Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat

Dari sarana kesehatan dapat terlihat bahwa terdapat upaya kesehatan yang bersumber daya
masyarakat yaitu 5 posyandu.

5.2 TENAGA KESEHATAN

Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan
yang memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat yang
mengutamakan upaya pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Puskesmas Nggele sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam wilayahnya memiliki
tenaga kesehatan sebanyak 52 orang yang terdiri dari 1 orang dokter umum,1 tenaga farmasi, 15
orang tenaga perawat, 19 orang tenaga kebidanan, 13 orang tenaga kesehatan masyarakat, 1 orang
tenaga gizi, 1 orang tenaga analis dan 1 orang perawat gigi.Data tenaga kesehatan ini lebih jelas
digambarkan pada tabel 67 pada lampiran.

5.3 SUMBER PEMBIAYAAN KESEHATAN

PUSKESMAS NGGELE 21
Profil Puskesmas Nggele 2019

Sumber anggaran untuk membiayai kegiatan PuskesmasNggele selama tahun 2019 yaitu bersumber
dari APBD DAK Non FisikKabupaten (Rutin dan BOK). Dana yang bersumber dari APBN yaitu
JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

PUSKESMAS NGGELE 22
Profil Puskesmas Nggele 2019

BAB VI
PENUTUP

Salah satu kebutuhan dalam pembangunan adalah tersedianya informasi yang valid dan akurat, salah
satu bentuknya dituangkan dalam buku Profil Kesehatan yang merupakan gambaran secara garis besar
tentang perkembanganderajat kesehatan, upaya kesehatan yang dilaksanakan dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
Pada tahun 2019 berbagai peningkatan dan perbaikan terhadap derajat kesehatan masyarakat, upaya
kesehatan, sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan sebagai bagian dari yang optimal sehingga
masih perlu perhatian yang serius.

Kami sadari pelaksanaan pembangunan kesehatan di Puskesmas Nggeletelah menunjukkan hasil yang
cukup memuaskan, meskipun demikian masih ada program kesehatan yang belum mencapai hasil atau
masih belum sesuai dengan target SPM. Bahwa dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan ini masih
jauh dari sempurna, dan masih ditemui hambatan,sehinggaadapun saran –saran kami antara lain sebagai
berikut :
1. Dari hasil-hasil tersebut di atas, dapat dilihat bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum
mencapai hasil yang optimal. Salah satu diantaranya masih juga masih adanya bayi/balita gizi
kurang yang ditemukan dalam wilayah kerja Puskesmas Nggele, sebanyak 2 orang kematian bayi
lahir mati di karenakan sistem rujukan yang sangat jauh dari puskesmas.

2. Penyusunan buku Profil kesehatan Puskesmas Nggele telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-
tahun sebelumnya, baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Namun disadari pula dalam
penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan sehingga masih perlu
peningkatan dalam proses pembuatan dari segi kualitas data dan analisisnya.

3. Perlu peningkatan kemampuan / keterampilan pengelola data dan pemegang program dalam
mencermati data guna peningkatan validitas data dan tidak selalu terulang adanya data-data yang
tidak akurat .

Semoga Buku Profil Kesehatan Puskesmas Nggele Tahun 2019 ini dapat bermanfaat.Kritik dan saran
sangat kami harapkan demi perbaikan Penyusunan Buku Profil Kesehatan pada tahun - tahun
mendatang.

PUSKESMAS NGGELE 23

Anda mungkin juga menyukai