Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR 2

MODUL 3: PENGISIAN DAN PENGOSONGAN MUATAN PADA KAPASITOR

Hari, Tanggal : Kamis, 03 Oktober 2019


Tempat : Laboratorium Fisika Dasar, Institut Teknologi Del,
Sitoluama, Kab. Tobasa
Instruktur : Lasro P. Sihite

Nama Praktikan : Rut Yana Gultom


NIM : 12S19059
Kelas : 11 SI 2
Prodi : Sistem Informasi

LABORATORIUM FISIKA DASAR


INSTITUT TEKNOLOGI DEL
SITOLUAMA, KEC. LAGUBOTI, KAB. TOBASA
T.A 2019/2020
I. TUJUAN
1. Mempelajari konstanta waktu secara eksperimen suatu rangkaian resistor-
kapasitor (RC)
2. Membandingkan konstanta waktu terhadap nilai yang diprediksi dari nilai
resistansi dan kapasitansi.
3. Mengukur potensial kapasitor sebagai fungsi waktu pada saat pengisian
(charging) dan pengosongan (discharging) muatan listrik.
4. Mencocokkan data hasil eksperimen dengan suatu fungsi eksponensial.
II. Dasar Teori

Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat digunakan untuk menyimpan


muatan listrik dalam waktu tertentu. Apabila kapasitor dihubungkan dengan sumber arus
searah maka dalam beberapa saat akan ada arus listrik yang mengalir masuk ke dalam
kapasitor, kondisi ini disebut proses pengisian kapasitor , apabila muatan listrik di dalam
kapasitor sudah penuh, maka aliran arus listrik akan berhenti.
Kapasitansi (C) didefenisikan sebagai perbandingan jumlah muatan (Q) dengan beda
potensial antara konduktor. Yang di rumuskan sebagai berikut:
𝑄
𝐶=
𝑉
Saat pengisian dan pengosongan kapasitor, lamanya pengisian dan pengosongan
muatannya tergantung dari besarnya nilai resistansi dan kapasitansi yang digunakan pada
rangkaian. Dalam pengisian (charging) dibutuhkan suatu aliran arus dari sumber
tegangan. Bila pelat – pelat kapasitor tersebut terhubung singkat dengan suatu
pengahantar maka akan terjadi pengosongan (discharging) pada kapasitor yang akan
menimbulkan panas pada penghantar tersebut.
Pada saat saklar menghubungkan ke titik 1 arus listrik mengalir dari sumber-sumber
tegangan melalui komponen R menuju komponen C. Tegangan pada kapasitor meningkat
dari 0 volt sampai sebesar tegangan sumber, kemudian tak terjadi aliran, saklar
dipindahkan posisinya ke titik 2 maka terjadi proses pengsosongan.

Gambar 1. Rangkaian arus searah


Kapasitor akan menjadi hambatan tak hingga. Hanya saat rangkaian dibuka dan
ditutup, arus akan mengalir. Saat rangkaian tertutup, arus akan mengakibatkan kapasitor
dimuati hingga saat dengan tegangan diberikan 𝑉0. Sebaliknya, kapasitor akan
melepaskan muatan melalui resistor saat rangkaian dibuka. Karakteristik tegangan pada
kapsitor dapat diterangkan dengan fungsi eksponensial.
Besar tegangan saat rangkaian terbuka adalah
V(t) = 𝑉0 𝑒 −𝑡/𝜏
(1)
Dengan 𝜏 adalah kosntanta waktu [s]. Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan
1
hingga tegangan jatuh menjadi 𝑉 yang ditentukan dari besar hambatan dan kapasitans
𝑒 0

𝜏=𝑅𝐶
(2)
Hal yang sama, besar tegangan saat rangkaian tertutup adalah
V(t) = 𝑉0 (1 - 𝑒 −𝑡/𝜏 )
(3)
Penurun tegangan akan melambat sebanding dengan waktu. Tegangan kapasitor 𝑉𝑐 (t)
turun secara asimtotik menjadi nol.
Konstanta waktu dapat dihitung berdasarkan kurva pengisian kapasitor. Tarik garis
tangensial dari kurva pengisian pada titik t = 0 s dan tarik garis asimtot dari kurva
pengisisan. Buat garis yang tegak lurus dari titik perpotongan antara tangensial dengan
garis asimtot ke sumbu x. Tititk yang diperoleh pada sumbu adalah konstanta waktu.

Gambar 2. Kurva pengisian dan pengosongan dari kapsitor serta penentu konstanta
waktu
III. Alat dan Bahan

No. Alat dan Bahan Jumlah


1. Komputer 1 buah/kelompok
2. Software Logger Pro 3.9 1 buah
3. Vernier Minilab quest 1 buah
4. Vernier differential voltage probe 1 buah
5. Kabel dengan capit buaya 10 buah
6. Vernier Circuit board 1 buah
7. Power Supply 1 buah
IV. Prosedur Percobaan

1. Pastikan power supply berada dalam kondisi off (jangan dihubungkan dulu ke
tegangan PLN)
2. Rangkailah rangakian listrik 10µF kapasitor dan 100kΩ dengan menggunakan
kabel seperti ditunjukkan pada gambar 1 dibawah ini. Catatan: angka pada
gambar menunjukkan pin/terminal pada papan rangkaian ( circuit board ).

Gambar 1. Skema rangkaian pengisian dan pengosongan kapasitor


3. Tuliskan nilai resistor dan kapasitor yanga digunakan pada papan rangkaian dalam
tabel 1 berikut ini beserta nilai toleransinya.
Tabel 1. Data Percobaan
Fit Parameters Resistor Capacitor Time constant
Trial A B C 1/C R (kΩ) C (F) RC(s)
Discharge 1
Charge 1
Discharge 2
Charge 2

4. Hubungkan differential voltage probe ke probe Lab Quest Mini CH 1.


5. Hubungkan capit kabel differential voltage probe ke ujung-ujung kapasitor.
Catatan: hubungkan kabel merah dengan ujung kapasitor yang terhubung dengan
resistor (pin 20), sedangkan kabel hitam dengan ujung lainnya dari kapasitor (pin
21) seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
6. Hubungkan Lab Quest Mini dengan Komputer/Laptop menggunakan kabel USB.
Catatan: Jika lampu indicator pada Labquest Mini menunjukkan warna kuning,
maka sambungan telah terpasang dengan sempurna.
7. Atur saklar 1 (SW1), yang terletak di dekat tempat batterai pada papan rangkaian
menjadi kearah tulisan External dengan mendorong secara perlahan saklar
tersebut. Kepanjangan SPDT (single pole, double throw).
8. Atur saklar SW2 agar menjadi kea rah pin 34 (off).
9. Pada power supply, atur tegangannya menjadi 3V, lalu ambil kabel pin banana
(Gambar 2), hubungkan ke port DC pada power supply dengan port power pada
papan rangkaian. Polaritas power supply dihubungkan dengan polaritas yang
sama pada papan rangkaian (tanda + dan -). Gunakan warna kabel yang sama
dengan warna port. Setelah selesai, mintalah bantuan asisten Lab untuk
memeriksa rangkaian yang telah dibuat.
V. Data dan Pengolahan data
Fit Parameters Resistor Capacitor Time
Constant
Trial A B C 1/C R(kΩ) C (F) RC (s)
Discharge 1 249,3 0,030 0,849 1,1768 100 10−5 𝐹 5s
4
Charge 2 4894 -4891 1,452 0,6887 100 10−5 F 5s
Discharge 2 2,669 0,022 1,746 0,5727 47 10−5 F 5s
9
Charge 2 3,773 -3,773 1,818 0,5500 47 10−5 F 5s
Discharge 3 4,101 0,024 3,539 0,2825 22 10−5 F 5s
8
Charge 3 1,508 -1,508 2,932 0,3410 22 10−5 F 5s

Gambar 3. Discharge 1 resistensi 100 ohm


Gambar 4. Discharge 2 resistensi 47 ohm

Gambar 5. Charge 1 resistensi 100 ohm


Gambar 6. Charge 2 resistensi 47 ohm

Pertanyaan
1. Pada tabel data yang diperoleh, hitunglah konstanta waktu pada rangkaian yang
digunakan (catatan 1ΩF=1 sekon)

Jawab:
o Resistor 100kΩ
𝜏 = (1𝑥105) (1x105)
=1s
o Resistor 47kΩ
𝜏 = (47x103)(1x105)
= 0,47 s

2. Hitung kebalikan dari konstanta fit C (1/C) untuk setiap percobaan dan masukkan
ke dalam tabel. Sekarang bandingkan setiap nilai tersebut dengan konstanta waktu
pada rangkaianmu. Apakah parameter cocok dengan percobaanmu?

Jawab:
1 Waktu (t)
𝑐
0,004443 v 5S
0,007708 v 5S
0,1396 v 5S
0,2061 v 5S

3. Resistor dan kapasitor tidak menunjukkan nilai yang sebenarnya, tetapi hanya
mendekati nilai yang sebenarnya dengan toleransi dari masing-masing komponen.
Tentukan toleransi pada masing-masing komponen yang anda gunakan. Jika ada
perbedaan antara kedua nilai tersebut bandingkan nilai tersebut dengan hasil yang
didapat pada pertanyaan kedua, apakah nilai toleransi menjelaskan perbedaan
tersebut?

Jawab:
Nilai toleransi resistor adalah perubahan nilai resistansi dari nilai yang
tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor
tersebut berada dalam kondisi baik. Akan tetapi, pada percobaan praktikum yang
kami lakukan tidak membahas nilai toleransi dari kapasitor dan resistor.

4. Apakah pengaruh dari pengurangan nilai hambatan pada resistor terhadap


pengosongan kapasitor?

Jawab:
Berkurangnya resistansi dan resistor pada saat terjadi pengosongan
muatan pada kapasitor akan berdampak terhadap waktu, dimana waktu untuk
melakukan proses pengosongannya semakin cepat atau semakin singkat karena
resistor bertujuan memperlambat pergerakan arus listrik.

5. Prediksikan sketsa grafik logaritma natural dari potensial terhadap waktu pada
pengsosongan kapasitor. Apa signifikansi dari kemiringan sketsa grafik yang
terbentuk?
VI. Analisa Data
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, yaitu pengisian dan pengosongan
kapasitor dalam resistor yang bernilai 100kΩ dan 47kΩ.
 Pengisian kapasitor
Ketika alat dihidupkan maka grafik yang ditunjukkan pada looger pro 3.9 awalnya
titik grafik tersebut adalah bernilai minimum namun ketika alat dihidupkan seiring
berjalannya waktu maka grafik itu akan bergerak pada nilai maksimum dan
seiring berjalannya waktu grafik tersebut akan mendatar. Pendataran dari grafik
tersebut menunjukkan bahwa kapasitor benar-benar penuh berdasarkan
kapasitansi dari kapasitor tersebut.

 Pengosongan kapasitor
Ketika kapasitor bernilai maksimum pada saat percobaan pengosongan kapasitor
maka alat tersebut akan dimatikan. Ketika pada saat grafik tersebut bernilai
maksimum dan alat tersebut dimatikan maka grafik tersebut berangsur-angsur
menuju nilai minimum. Pada waktu tertentu grafik tersebut akan kembali datar,
pendataran grafik tersebut menandakan bahwa kapasitor tersebut telah kosong.

Pengisian dan pengosongan kapasitor saling berhubungan dengan resisitor


dimana semakin besar aliran resistannya maka waktu yang diperlukan untuk
pengisian dan pengosongan resistor akan semakin besar. Ketika resistor bernilai
minimum maka waktu yang diperlukan semakin sedikit.
VII. Kesimpulan dan Saran

7.1 Kesimpulan
1. Pada pengisian kapasitor, semakin banyak waktu yang digunakan maka
tegangan akan semakin besar secara eksponensial.
2. Pada pengosongan kapasitor, semakin banyak waktu yang digunakan maka
tegangan akan semakin kecil secara eksponensial.
3. Semakin besar kapasitansi kapasitor maka semakin besar konstanta waktu
kapasitansi yang digunakan dan semakin lama waktu pengisian dan
pengosongan kapsitor.
7.2 Saran
1. Sebelum memulai praktikum sebaiknya praktikan lebih memahami modul
yang akan dipraktekkan.
2. Sebaiknya praktikan lebih menggunakan waktu dengan efisien, agar
percobaan terlaksana dengan tepat waktu.
VIII. Daftar Pustaka

1. https://caridokumen.com/downloadFile/5a452f28b7d7bc7b7aab1fdb
2. https://www.academia.edu/19314086/Laporan_Praktikum_Elektronika_Dasar_Pe
ngisian_dan_Pengosongan_Kapasitor

Anda mungkin juga menyukai