Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOTEKNOLOGI
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bioteknologi
Dosen Pengampu : Bpk. Romdah Romansyah, S.Pd. M.Pd., M.Si.
dan Ibu Ruhana Afifi, M.Pd

Disusun oleh:
Kelompok 3
Tiana Putri Hidayati 2119160022
Ai Nurniati 2119160080
Ira Haripah 2119160069
Aef Saepul Rohman 2119160081

3C - BIOLOGI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2019
Kata Pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt atas rahmat dan karunianya
sehingga Laporan Praktikum ini dapat diselesaikan dengan baik dalam memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Bioteknologi.
Kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman
yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan laporan ini. Akhir kata,
kami mengharapkan semoga dari laporan ini dapat memberi manfaat maupun
inspirasi kepada pembaca. Selain itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca sehingga akan menumbuhkan rasa syukur kami kepada rahmat Allah
SWT dan dalam hal perbaikan laporan ini kedepannya.

Ciamis, Juli 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
Kegiatan Praktikum
A. Tujuan ............................................................................................................1
B. Dasar Teori .....................................................................................................1
C. Alat-alat dan Bahan .......................................................................................2
D. Cara Kerja ......................................................................................................2
E. Hasil Pengamatan ..........................................................................................6
F. Pembahasan ................................................................................................15
G. Kesimpulan .................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA

ii
Kegiatan 1

EFEKTIVITAS JENIS MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT


BSF (MEDIA SAWI, PEPAYA DAN MEDIA CAMPURAN)

A. Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis media terhadap pertumbuhan maggot.

B. Dasar teori
Pertumbuhan merupakan peristiwa perubahan pada ukurann (volume) pada
makhluk hidup yang terjadi selama masa hidupnya sebagai dampak dari
perbanyakan sel dan pembesaran ukuran sel yang tidak dapat kembali kebentuk
semula (irreversible). Sedangkan perkambangan merupakan proses makhluk hidup
menuju tingkat kedewasaan yang ditandai dengan adanya perubahan struktur dan
fungsi masing-masing organ menjadi lebih kompleks, yang terjadi karena adanya
diferensiasi sel. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang
berjalan secara sejajar dan berdampingan yang dimana di pengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya faktor luar (eksternal) yaitu berupa makanan atau nutrisi.
Dimana makanan merupakan bahan baku dan seumber energi dalam proses
metabolisme tubuh. Kuaitas dan kuantitas makanan akan memepengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur Black Soldier fly yang
dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya mengkonsumsi bahan-
bahan organik dan memiliki kemampuan untuk mengeluarkan enzim alami. Selain
itu maggot memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 42%
(Saurin 2005 ; Retnosari, 2007). Lalat tentara hitam, Black Soldier fly (Hermetia
illucens) ini tersebar hampir di seluruh dunia. Layaknya lalat lain, lalat tentara
memakan apa saja yang telah dikonsumsi oleh manusia, seperti sisa makanan,
sampah, makanan yang sudah terfermentasi, sayuran, buah buahan, daging bahkan
tulang (lunak), bahkan makan bangkai hewan. Larva lalat (maggot) ini tergolong
"kebal" dan dapat hidup di lingkungan yang cukup ekstrim, seperti di media/sampah
yang banyak mengandung garam, alkohol, acids/asam dan amonia. Mereka hidup

1
“di suasana yang hangat”, dan jika udara lingkungan sekitar sangat dingin atau
kekurangan makanan, maka maggot tidak mati tapi mereka menjadi fakum
/idle/tidak aktif menunggu sampai cuaca menjadi hangat kembali atau makanan
sudah kembali tersedia. Mereka juga dapat hidup di air atau dalam suasana alcohol.
Serangga BSF memiliki beberapa karakter diantaranya: (1) dapat mereduksi
sampah organik, (2) dapat hidup dalam toleransi pH yang cukup tinggi, (3) tidak
membawa gen penyakit, (4) mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi (40-
50%), (5) masa hidup sebagai larva cukup lama (± 4 minggu), dan (6) mudah
dibudidayakan (Adrian, 2015).
Berdasarkan uraian diatas melalui kegiatan ini maka mahasiswa akan
mengetahui pengaruh berbagai jenis media serta keberhasilan kualitas maggot yang
dihasilkan melalui beberapa media pertumbuhan sehingga efektivitas media
pertumbuhan pada maggot dapat terlihat.

C. Alat-alat dan Bahan-bahan


Alat : Bahan :
 Nampan plastik  Maggot
 Ember  Limbah sawi
 Insecneet  Limbah pepaya
 Timbangan  Limbah aci
 Gunting  Serbuk kayu
 Jangka sorong
 Cawan petri
 Ayakan
 Pisau
 Tali rapia

D. Cara Kerja
1. Persiapan media
a. Siapkan 3 jenis media yang akan di gunakan (limbah sawi, limbah pepaya
dan limbah aci)

2
b. Siapkan nampan plastik sebanyak 6 buah untuk menyimpan media, setiap
media 2 kali ulangan
2. Persiapan Black Soldier fly (Hermetia illucens)
a. Timbang BSF sebanyak 200 gr dan hitung jumlahnya, lakukan sebanyak 6
kali ulangan
b. Masukan BSF kedalam masing-masing media
3. Setiap media diambil sampel untuk ditimbang berat dan di ukur panjangnya
4. Pemberian pakan untuk setiap media sebanyak 200gr (1:1)
5. Pemberian pakan BSF menggunakan 3 media, yaitu :
1) limbah sawi diberikan 2 hari sekali
2) limbah pepaya diberikan 1 hari sekali
3) campuran limbah sawi, limbah pepaya dan limbah aci diberikan 2 hari
sekali
6. Timbang berat dan ukur panjang maggot pada hari ke 7 dan 14
7. Lihat bagaimana perkembangannya
8. Buat schedule untuk memudahkan dalam pengamatan

3
Jadwal Pelaksanaan (Schedule)
Kelompok 3
Minggu – 1 Minggu – 2 Minggu – 3
No. Nama kegiatan Pelaksana
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7

1. Studi literatur ALL

2. Persiapan alat dan bahan ALL

3. Penimbangan bobot awal ALL

4. Pemberian pakan ALL

5. Pemberian pakan ALL

6. Pemberian pakan ALL

7. Pemberian pakan ALL

8. Pemberian pakan Tiana

9. Pemberian pakan Tiana

Penimbangan bobot dan


10. ALL
pengukuran panjang

4
11. Pemberian pakan Ai

12. Pemberian pakan Ai

13. Pemberian pakan Aef

14. Pemberian pakan Aef

15. Pemberian pakan Ira

16. Pemberian pakan Ira

Penimbangan bobot akhir dan


17. ALL
penguukuran panjang

18. Membuat laporan ALL

5
E. Hasil Pengamatan

Tabel 1. Jumah populasi dan Berat massa

Jumlah Berat massa Jumlah Berat massa


populasi awal awal populasi akhir akhir

1 2 1 2 1 2 1 2
P P P P P P P P

P1 4987 5347 200 200 4231 4655 239 254


P2 4921 5644 200 200 4237 4899 325 341
P3 4988 4781 200 200 4534 4267 313 300

Tabel 2. Bobot berat maggot


Berat Awal Minggu - 2 Minggu - 3
1P 2P 1P 2P 1P 2P
1 1 1 1 1 1

P1 (i) 0,090 0,078 0,103 0,090 0,101 0,073

(ii) 0,085 0,093 0,102 0,104 0,104 0,080

(iii) 0,098 0,088 0,102 0,121 0,107 0,082

P2 1P 2P 1P 2P 1P 2P
2 2 2 2 2 2

(i) 0,065 0,135 0,108 1,125 0,133 0,145

(ii) 0,087 0,132 0,147 0,114 0,130 0,153

(iii) 0,059 0,089 0,125 0,128 0,121 0,140

P3 1P 2P 1P 2P 1P 2P
3 3 3 3 3 3

(i) 0,087 0,113 0,125 0,120 0,120 0,107

(ii) 0,067 0,108 0,097 0,114 0,107 0,095

(iii) 0.060 0,113 0,103 0,120 0,109 0,120

6
Tabel 3. Panjang maggot
Panjang Awal Minggu – 2 Minggu - 3
1P 2P 1P 2P 1P 2P
1 1 1 1 1 1

P1 (i) 1,10 1,47 1,70 1,59 1,81 1,88

(ii) 1,58 1,79 1,76 1,92 1,89 1,69

(iii) 1,36 1,65 1,81 1,91 1,82 1,95

P2 1P 2P 1P 2P 1P 2P
2 2 2 2 2 2

(i) 1,36 1,70 1,83 2,02 1,97 2,18

(ii) 1,68 1,71 1,98 1,84 2,18 2,07

(iii) 1,53 1,64 2,05 1,90 2,16 1,99

P3 1P 2P 1P 2P 1P 2P
3 3 3 3 3 3

(i) 1,66 1,68 2,05 1,70 1,97 2,04

(ii) 1,42 1,42 1,80 1,83 1,84 1,80

(iii) 1,46 1,45 1,75 1,45 1,88 2,19

7
Tabel 4. Kegiatan Selama Pengamatan

Kegiatan Keterangan

Pembelian bibit maggot yang


berumur 11 – 12 hari di
Kampung KB Mandiri Magot
Blok Bungur Dusun
Pasirpeuteuy Desa Pawindan
Kec/Kab. Ciamis

Pemilihan dan penimbangan


bibit maggot yang dibeli di
Kampung KB Mandiri Magot
Blok Bungur Dusun
Pasirpeuteuy Desa Pawindan
Kec/Kab. Ciamis

8
Persiapan alat dan bahan
sebagai tempat untuk media
dan perkembangan maggot

Penimbangan berat massa


awal seberat 200 gram untuk
setiap wadahnya.

9
Menghitung setiap jumlah
populasi dari masing –
masing wadah (nampan
plastik)

Melakukan pengukuran
panjang awal menggunakan
jangka sorong, dari setiap
populasi yang masing –
masing wadah diambil 3
sampel

Pemberian pakan untuk 3


media, yaitu limbah pepaya,
limbah sawi dan limbah
campuran

10
Pemotongan bahan untuk
media pakan maggot

Melakukan pengukuran
panjang dan penimbangan
berat maggot , pada minggu
kedua (hari ke 7), dari setiap
populasi yang masing –
masing wadah diambil 3
sampel

11
Persiapan pakan untuk media
campuran

Pengambilan sampel maggot


pada setiap populasi, pada
minggu terakhir

12
Melakukan pengukuran
panjang dan penimbangan
berat maggot , pada minggu
terakhir (hari ke 14), dari
setiap populasi yang masing –
masing wadah diambil 3
sampel

Melakukan pemisahan
maggot dari media untuk
melakukan penimbangan
berat massa akhir.

13
Melakukan penimbangan
berat massa dan jumlah
populasi akhir dari keenam
wadah.

14
F. Pembahasan
Proyek praktikum dimulai pada tanggal 29 Juni 2019, dengan menggunakan
3 jenis media yang berbeda pada setiap wadahnya. Dimana jumlah wadahnya
berjumlah 6. Analisis yang digunakan yaitu RAL dengan jumlah 3 perlakuan dan
dua kali ulangan. Media yang kami gunakan adalah media limbah pepaya, limbah
sawi dan limbah campuran (mix) yang terdiri dari sawi + pepaya + limbah aci.
Setiap wadahnya diisi maggot sebanyak 200 gram dan diberi pakan 1 : 1.
Proses pemberian pakan pada setiap media dilakukan berbeda, dimana pada limbah
pepaya (P1) diakukan sebanyak sehari sekali, hal ini dilakukan karena pada saat
pemberian pakan limbah pepaya, maggot sangat aktif makan sehingga pakan yang
diberikan cepat habis. Sedangkan untuk media limbah sawi (P2) dilakukan dengan
menimbang media sebanyak 200 gram untuk setiap wadahnya dan untuk limbah
campuran (P3) (sawi + pepaya + limbah aci) dilakukan dengan menimbang bahan
masing-masingnya sebanyak 66,7 gram untuk keseluruhan sebanyak 200 gram
setiap wadahnya. Baik limbah sawi dan limbah yang di mix pemberian pakan
dilakukan sebanyak dua hari sekali.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh kelompok kami,
pada setiap perlakuan, setiap popalasinya diambil 3 sampel dari tiga titik yang
berbeda, masing masing ketiga sampel tersebut diukur panjang dan beratnya. Hal
tersebut dapat dilihat melalui tabel pengamatan.
Pada P1 atau sawi sebagai medianya dengan dua perlakuan yaitu 1P1 dengan
jumlah populasi awal berjumlah 4987 dan populasi akhir menjadi 4231 dengan
bobot akhir seberat 239 gram dari berat awal seberat 200 gram. Dan 2P1 dengan
jumlah populasi awal berjumlah 5347 dan populasi akhir menjadi 4655 dengan
bobot akhir seberat 254 gram dari berat awal seberat 200 gram. Dilihat dari tabel
hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada limbah sawi sampel yang telah
ditimbang beratnya dari minggu awal sampai minggu akhir, menunjukkan bahwa
pada bobot awal sampai dengan minggu kedua dihasilkan berat yang tidak terlalu
jauh, tetapi pada saat perhitungan bobot akhir adanya penurunan berat hal tersebut
terjadi dikarenakan media yang mudah kering dan kurang lembab, sehingga maggot
tidak aktif makan. Sedangkan untuk panjangnya, dari minggu pertama sejak

15
dilakukannya pengamatan hingga minggu terakhir terjadi pertumbuhan pada
maggot yang membuat ukurannya bertambah panjang.
Pada P2 atau pepaya sebagai medianya dengan dua perlakuan yaitu 1P2
dengan jumlah populasi awal berjumlah 4921 dan populasi akhir menjadi 4237
dengan bobot akhir seberat 325 gram dari berat awal seberat 200 gram. Dan 2P2
dengan jumlah populasi awal berjumlah 5644 dan populasi akhir menjadi 4899
dengan bobot akhir seberat 341 gram dari berat awal seberat 200 gram. Dilihat dari
tabel hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada limbah pepaya sampel yang telah
ditimbang beratnya dari minggu awal sampai minggu akhir, menunjukkan bahwa
pada bobot awal sampai dengan minggu akhir dihasilkan berat yang sangat jauh
setiap minggunya, hal tersebut terjadi karena kandungan karbohidrat dan lemak
pada pepaya lebih tinggi dibandingkan dengan sawi, selain itu karena pemberian
pakan basah dan kondisi lingkungan yang lembab. Dan untuk panjangnya, dari
minggu pertama sejak dilakukannya pengamatan hingga minggu terakhir terjadi
pertumbuhan pada maggot yang membuat ukurannya bertambah panjang.
Pada P3 atau limbah campuran (sawi + pepaya + limbah aci) sebagai
medianya dengan dua perlakuan yaitu 1P3 dengan jumlah populasi awal berjumlah
4988 dan populasi akhir menjadi 4534 dengan bobot akhir seberat 313 gram dari
berat awal seberat 200 gram. Dan 2P3 dengan jumlah populasi awal berjumlah 4781
dan populasi akhir menjadi 4267 dengan bobot akhir seberat 300 gram dari berat
awal seberat 200 gram. Dilihat dari tabel hasil pengamatan menunjukkan bahwa
pada limbah campuran, sampel yang telah ditimbang beratnya dari minggu awal
sampai minggu akhir, menunjukkan bahwa pada bobot awal sampai dengan minggu
akhir dihasilkan berat yang relatif jauh setiap minggunya, tapi pada minggu ketiga
dihasilkan perhitungan bobot akhir dengan adanya penurunan berat. Dan untuk
panjangnya, dari minggu pertama sejak dilakukannya pengamatan hingga minggu
terakhir terjadi pertumbuhan pada maggot yang membuat ukurannya bertambah
panjang.

16
G. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa :
1. Media yang menggunakan limbah sawi, tidak terlalu berpengaruh terhadap
pertumbuhan maggot (Hermetia illucens), hal ini dikarenakan media yang
mudah kering dan kurang lembab, sehingga maggot tidak aktif makan.
2. Sedangkan media yang menggunakan limbah pepaya, sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens), hal ini dikarenakan
pemberian pakan yang basah dan kondisi lingkungan yang lembab, sehingga
maggot sangat aktif makan.
3. Dan untuk yang menggunakan media campuran, relatif berpengaruh terhadap
pertumbuhan maggot (Hermetia illucens), hal ini dikarenakan kondisi
lingkungan yang kering dan agak lembab, sehingga maggot aktif makan.
4. Jadi dari ketiga media yang paling berpengaruh efektivitasnya yaitu pada
media yang menggunakan limbah pepaya.

17
DAFTAR PUSTAKA

Suciati, Rizkia., & Faruq, Himan. (2017). EFEKTIFITAS MEDIA


PERTUMBUHAN MAGGOTS Hermetia illucens (Lalat Tentara Hitam)
SEBAGAI SOLUSI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK. BIOSFER,
J.Bio. & Pend.Bio. Vol.2, No.1, Juni 2017
Wardhana, April Hari. (2016). Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai
Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak. WARTAZOA Vol. 26 No. 2
Th. 2016 Hlm. 069-078
Gunawan, Ary. 2012. Pertumbuhan dan Perkembangan. Dikutip dari link
https://unitedscience.wordpress.com/ipa-2/bab-1-pertumbuhan-dan-
perkembangan/ pada hari Minggu, 14 Juli 2019, pukul 10.22 WIB.
Tarigan, Rani Rehulina. 2012. Budidaya Maggot. Dikutip dari link
https://blog.ub.ac.id/ranitarigan/2012/11/budidaya-magot/ pada hari
Minggu, 14 Juli 2019, pukul 15.43 WIB.

18