Anda di halaman 1dari 22

SPIRITUAL

SETIA HATI

Sunar Dwigdjowahono
A. SH ADALAH UNIVERSAL
Kalau kita meneladani pendahulu atau sesepuh sesepuh kita,
maka perlu diingat bahwa manusia itu dibentuk menurut
situasi dan kondisi dan iramanya masing masing. Disinilah
letak ke universalan SH. Manusia tidak bisa lepas dari; Naluri,
Akal, Agama (semua itu juga tidak lepas dari segala aspek
yang mempengaruhinya).

SH bersifat universal karena ajaranya (pencak dan kerohanian)


bisa diikuti oleh semua golongan, baik dari golongan sosial
terendah sampai golongan sosial tertinggi. Tidak memandang
golongan suku, ras dan agama.

Kita lihat salah satu contoh dari filosofi uluk salam SH juga
menggambarkan bahwa kita menghormati semua mahluk
ciptaan Tuhan dari strata terendah sampai pada strata
tertinggi. Bagi golongan rendah jangan berkecil hati atau
rendah diri dan bagi golongan atas jangan sombong dan tinggi
hati. Semua sudah terikat oleh tali persaudaraan dan saling
membutuhkan satu sama lain tanpa membeda bedakan.

Dalam buku kerohanian SH Bapak Moenandar, walaupun


beliau seorang santri, beliau tetap menjaga ke universal an SH.
Tidak ada satupun ayat ataupun hadis dicantumkan secara
terbuka (walau bagi yang Muslim, akan tahu ayatnya apa dan
hadistnya apa). Sebutan Allah disebutkkan dengan sebutan
Tuhan. Dalam beberapa kali wejangan ke SH an ada beberapa
sesepuh yang beragama di luar Islam. Ada juga yang Kejawen,
tapi semuanya bisa menikmati wejangan ke SH an Pak Moen.
Tuntunan Pak Moen ibarat sebagai pengantar. Aplikasinya
diserahkan kepada masing masing individu menurut
keyakinanannya masing masing. Tentunya ini semua karena ke
universal an SH.

B. ARAH PENGEMBANGAN AJARAN SH


Ada 3 Kecenderungan Pokok

1. Tonggak prinsip pokok ajaran kesejatian SETIA HATI

2. Ada yang mencoba menggali atau mengupas menjabarkan


ajaran pokok ke SETIA HATI an berdasar sudut pandang
berbagai macam disiplin ilmu.

3. Ada yang mencoba memasukkan berdasar versi faham atau


agama tertentu sesuai keyakinannya.

ITU WAJAR

Tinggal kita tetap berpegang pada pokok prinsipnya sebagai


"AS" ajaran ke SETIA HATI an yang memakai alat bersumber
dari keyakinannya masing masing sebagai jalan dalam
menemukan sang KUASA.

JADI KE SETIA HATI AN ITU MERUPAKAN SENI BUDAYA


YANG BERSUMBER DAN MENUNJANG LAKU AGAMA ...... >>
BUKAN AGAMA ....... >>> KALAU MAU BERAGAMA YA
SILAHKAN KEMBALI KE AREAL PRINSIP AGAMA MASING
MASING. Lakunya sama .... disesuaikan dengan agama dan
kepercayaan masing masing.
Jadi ajaran SH bukan Agama tapi bagian dari Agama. Yang
menuntun menuju kepada Tuhannya itu ya ajaran Agama serta
keyakinannya masing masing. Maka mengupas ajaran SH
dalam perspektif agama dan kepercayaan masing masing itu
sangat baik. Sebab ajaran SH bukan sebagai agama baru di
dunia ini. Sekedar jalan untuk menemukan AS.

Dalam menemukan AS maka pelaku spiritual Ada yang


merambah hutan. Ada yang mendaki gunung. Ada yang tekun
di pesantren dan banyak cara lainnya. Yang terpenting disini
adalah laku seorang SH yer disetiap hirupan nafas selalu
mengingat SANG MAHA KUASA sehinggga pada saat
dipanggil dalam keadaan manembah Gusti.

Nabi SAW bersabda, Barangsiapa yang tidak banyak


menyebut-nyebut Allah mk sungguh terlepas dia dari iman.
(HR. Tobroni)

Makanya singkron dengan dawuh Mas Didik Panti Masuk


keluare nafas Allah.

Jika seorang Kadhang SH sudah berfikir bahwa semua adalah


DARI UNTUK dan AKAN KEMANA semata menjalani titah
YANG MAHA KUASA, maka pelaku nya disebut SH yer. Pun
saat makan, minum, tidur dan aktivitas lain dimulai dengan
mengingat SANG MAHA KUASA. Demikian kebiasaan Ki
Ngabehi Surodiwiryo yang dilestarikan para SH yer.
C. SPIRITUAL EYANG SURO
Tiga ikan di lautan tanpa
tepi, mengikuti arus
kehidupan dengan
menyepi.. Ombak hiruk
pikuk tanpa tidur dan
mimpi.. Ikan pertama
berkata teguhkan iman
bagi takdir Kalam, ikan
kedua berseru sebarkan
islam ke diri dan ke dalam, ikan ketiga berbisik tanamkan
ikhsan dan terangi malam.. 3 ikan dengan 1 MATA HATI tak
berkedip walaupun sedetik, tak lengah berdzikir dari yang
setitik.

Ki Ngabehi Suro Diwiryo tabah melakoni.

Banyak diantara kita setelah Kecer merasa sempurna, tinggal


mengharap penghormatan yang berlebihan dari orang lain,
tanpa ada "lelaku" SH apapun selain norma kebaikan.

Di Panti, sejak eerste Trap sudah ditekankan tentang prinsip :

1) "Bahwa diantara pergantian malam dan siang terdapat


tanda tanda bagi orang yang beriman"

2) Penting nya shalat diantara shalat 5 waktu.

Bagi Tweede Trap, sudah wajib menjalankan point 1 tersebut


(sejak jam 4 pagi sampai duhur) tidak boleh tidur. Harus penuh
wirid.

Bagi Sang Derdeer Trapper sudah seperti 3 ikan yang mata


batinnya tak sedetikpun tertidur, tetap sehat dengan energy full
matahari yang disongsongnya di setiap pagi.

MEMBEDAH MAKNA : 3 EKOR IKAN BERMATA SATU.

TIGA EKOR IKAN memiliki makna : 3 pencarian - 3


pengungkapan - 3 perilaku, yang membentuk SIFAT dan
pe"raga"an SIKAP manusia sejati yang harus dilaksanakan.

● Sifat dan sikap tersebut. meliputi :

a. SIFAT atau SIKAP KSATRIA ( eerste - traap ) yang memiliki


sifat2

- "PURUHITA" ( kreatif dan innovatif : belajar - mencari -


menggali dan menemukan ).

- SETIA dan PATUH pada hukum yang berlaku; seperti : hukum


alam atau TAO, hukum positif atau negara, adat, karma atau
sebab - akibat atau karmapala, agama, dll. Membawa sikap
AMANAH sebagaimana sifat seorang HAMBA atau utusan
TUHAN.

- PANTANG MUNDUR (kecuali tertambat dan terhambat pada


atau oleh "batas" kodrat).

- PANTANG MENYERAH ( MUNDUR SELANGKAH untuk MAJU


ke depan ), yaitu dalam arti pencarian pemecahan masalah
kehidupan; sebagaimana ikan yang TAK PERNAH BERENANG
MUNDUR ( bahkan ikan mampu berenang MELAWAN ARUS air
yang deras ), kecuali selangkah dua langkah untuk maju ke
depan kembali.

- TAWAR - HATI terhadap hal hal yang "di luar jangkauan"


kodratnya ( sederhana atau tidak muluk muluk dalam
berangan - angan ) dan KUKUH JIWA sebagaimana ikan laut
yang "tak ingin" meloncat ke daratan, atau ke danau.

- SIGAP dan CEPAT MENGAMBIL KEPUTUSAN dan TINDAKAN.

• Manakala seekor ikan telah menemukan mangsanya ( sesuai


kodratnya ), maka secepat kilat mangsanya dilahap habis.
Artinya : bertanggung - jawab menyelesaikan tugas dan
menuntaskan kewajiban.

- MENYESUAIKAN DIRI, namun TAK TERSERET ARUS. •


Seekor ikan yang hidup di lautan ( pada air asin )pun, tak
pernah terasa asin ! ( Jawa : "Ngeli nanging ora keli" ). Seperti
bunga terate yang hidup subur di tanah berkumpur, namun
mampu me"lahir"kan bunga yang indah dan terlepas dari
KOTORNYA lumpur.

b. SIKAP SEORANG RAJA ( sikap tweede - traap ).

• Manusia SEJATI musti tahu tentang keDIRIan dan


keSENDIRIan nya. Bahwasanya DIRI memiliki KESADARAN
tentang HIDUP DAN KEHIDUPAN dalam hubungannya
TERHADAP MASALAH DIRI SENDIRI dan TERHADAP
LINGKUNGAN (alam dan sosial), sehingga mampu
MENENTUKAN dan MENGATUR SIKAP HIDUP SETEPATNYA
(bagaikan seorang raja pada "KERAJAAN PRIBADI"nya ),
dengan tujuan menciptakan HARMONISASI terhadap DIRI
SENDIRI maupun kepada EKSISTENSI DI LUAR DIRI. Maka
terciptalah konsep tentang TAHU BENAR DAN SALAH ( secara
pribadi dan secara umum ).

Namun seringnya terjadi "over - lapping" antara keduanya


maka tetap diperlukan "sikap eerste - traap", yang menyangkut
pemecahan masalahnya secara tehnis secara lahiriyah
maupun batiniyah (psikologis - sosiologis ).

• BIJAKSANA dapat dimaknai dengan SIKAP SETEPATNYA


dalam menanggapi dan berrindak agar memperoleh akurasi
hasil setinggi - tingginya dengan energi serendah - rendahnya.

c. SIKAP "PERTAPA" ( deerde -traap ).

MANUSIA SEJATI dalam tingkat ini mesti menggenggam


PENGHAYATAN TENTANG HIDUP SEJATI yang TAK DIBATASI
oleh RUANG ( "tanpo empan - papan") dan WAKTU ( "tanpo
mongso - kolo" ), Yaitu kesadaran bahwa RUH manusia adalah
"bagian kecil" dari RUH ALLAH, yang mengembara di dunia
sebagai UTUSAN TUHAN untuk menjalankan MISI YANG
"ENTAH". Maka jiwa manusia mau tak mau harus
menggenggam SASARAN FINISH, yaitu KEPULANGAN ke
"kampung halaman SEJATI", menyatu kembali pada Sang
Khaliq.

• Kita TAK PERNAH TAHU tentang kapan kita "PULANG


KAMPUNG". Tetapi hal "pengABADIan" ini merupakan
KENISCAYAAN yang tak mampu dihindarkan (hehehe, kecuali
kalau rindu untuk jadi jenglot ya ! ), dan mestinya harus
menjadi DAMBAAN SEMUA INSAN PENCINTA TUHAN.
Maka dalam penghayatan ini pertanyaannya adalah : "SUDAH
SIAPKAH KITA untuk pulang ?".

Nah barangkali inilah tingkat yang mengupayakan sikap KERAS


dalam mengupayakan PENGOSONGAN PENGOSONGAN
secara jiwani maupun rokhani. Namun tentu saja sikap sikap
eerste - traap maupun deerde - traap tetap harus dilakukan.

Anjuran Untuk Upaya Laku PONCO - UKORO yaitu :

• CIPTO - RAHAYU

• ROSO - TIDHEM

• SUKMO - SUMANGGEM

• KARSO - SUMINGGAH

• MAKARYO TANPO MAKARYO.

● PANDANGAN SISI KE SH AN yaitu :

• 1. IKAN adalah lambang PENGETAHUAN dan SIKAP yang


melahirkan ARIF - BIJAKSANA ( "smaart & wises" ), dengan
rincian rincian :

• MATA TUNGGAL : yaitu AS ( satu mata untuk tiga ekor ikan ):

• MATA di kepala ikan adalah lambang TAHU karena "melihat"


dan YAKIN tentang pengertian sebenarnya, tentang apa yang
dilihat mata. Maka lahirlah AINUL YAQIN dan HAQUL YAQIN.

2. Ketiga ekor ikan melambangkan CIPTA - RASA - KARSA (


penalaran, pertimbangan dan kehendak ) yang diposisikan
secara SEIMBANG dengan pemusatan perhatian pada AS (
kehampaan ). "Pertempuran" ketiga ekor ikan ( cipta - rasa-
karsa ) akan melahirkan DIAM ( "sampyuh" ), yang menandai
terkumpulnya "kracht" ( daya - hidup ). Dengan demikian
secara otomatis terhubung dengan ROSING - ROSO ( Mahligai
Sang Hidup ). Maka dari situasi rohani inilah timbulnya :
INTUISI, INSPIRASI, FEELING dll. Semacam "ASSUMSI"(
sangkaan ) tetapi ternyata tepat secara KASUNYATAN.

Para salik yang telah bertemu dengan Tuhannya, disimbolkan


dengan ikan tongkol. Pada saat itu sudah tidak ada lagi yang
terlihat di matanya kecuali hanya Tuhannya. Semua makhluk
telah sirna dalam pandangannya. Sang salik sudah tidak lagi
melihat apa apa dan atau siapa siapa karena yang dilihatnya
hanya al-Haqq yakni Sang Kebenaran Sejati.

Ada dua versi... Suro Diwiryo bandeng... Dari aspek gizi ikan
bandeng nomer satu... Lebih bagus dibanding Kod dan
Salmon.

D. TINEMUNE ILMU SARONO LAKU


Ini berbicara tentang ilmu hikmah. Ini berbicara tentang
pelajaran apa yang bisa kita ambil dari setiap apa yang kita
alami. Yang dimaksut ilmu dalam pembahasan di sini adalah
ilmu secara universal, bukan semata ilmu supranatural. Yang
dimaksut kita alami bukan berarti kita mengalami secara
langsung. Bisa karena melihat, mendengar, membaca dan
lainnya.
Manusia secara alamiah atau secara insting memiliki
kemampuan untuk memahami sesuatu. Memang tidak
semudah membalik telapak tangan untuk mampu menjadikan
apa yang kita lihat, baca, dengar membuat kita bisa mengambil
hikmah sebagaimana seharusnya. Ada banyak hal yang
mempengaruhi, antara lain pengalaman, latar belakang
kehidupan, ilmu yang mendasari dan sebagainya.

Selain itu juga dibutuhkan kejujuran pada hati atau jiwa agar
mampu menyimpulkan sesuatu lepas dari nafsu. Tanpa
melepas dari nafsu maka kita semata berbohong kepada ilmu
pengetahuan. Atau. Ilmu pengetahuan semata alat bagi kita
untuk berbohong.

Hikmah, dari satu akan bisa menjadi beranak pinak ilmu


pengetahuan. Maka ilmu tidak penting banyak, walau sedikit
tapi amalkan dengan sungguh sungguh. Tidak penting orang
pintar tapi butuh orang mengerti atau memahami dengan luas
(bila disingkronkan dengan realitas kehidupan yang ada).

Lebih dulu mana ilmu dengan hikmah?

Kelompok filsafat mengatakan lebih dulu ilmu.

Kelompok tekstualis (orang yang lebih utamakan spiritualis)


mengatakan lebih dulu hikmah.

AGAR LEBIH PAHAM MAKA MARI KITA LANJUTKAN DENGAN


POTONGAN POTONGAN PEMBAHASAN DI BAWAH INI.
1. ILMU dan PENGETAHUAN

Kata ilmu berasal dari bahasa Arab dengan kata dasar 'alama'
artinya TAHU. Tetapi yang umum dikenal di dunia adalah
bahasa Inggris dari kata benda "Science" berarti ILMU.

Berbicara mengenai ilmu maka akan selalu berkaitan dengan


"pengetahuan", akan tetapi tidak boleh dikacaukan diantara
keduanya. Pengetahuan biasa dapat diartikan dengan
"knowledge" artinya pengetahuan biasa. Sedangkan ilmu
pengetahuan adalah "science".

Pengetahuan biasa dapat diperoleh dengan dua cara yaitu


pengalaman dan dengan mengetahui hal-hal yang berlaku
umum secara teoritis dalam kehidupan sehari-hari.

ILMU dan PENGETAHUAN sama-sama memiliki fungsi yang


sama yaitu untuk menemukan suatu pemahaman yang
menghasilkan rasa tahu.

Apa itu ILMU?

Ilmu merupakan usaha kita untuk menemukan dan


meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi
kenyataan yang terjadi di alam manusia. Jika seseorang yang
ingin berilmu maka perlu memiliki pengetahuan. Ilmu
merupakan suatu pengetahuan yang disusun secara
bersistem. Ilmu adalah hasil proses berfikir yang diperoleh dari
sekitar pengalaman untuk dijadikan objek penelitian dan dapat
diakui atau diyakini kebenarannya .
Menurut Aristoteles ilmu ada 2 :

Ilmu Teoritis : Penyelidikannya bertujuan memperoleh


pengetahuan tentang kenyataan.

Ilmu Praktis : Penyelidikannya bertujuan menjelaskan


perbuatan berdasarkan pengetahuan.

Apa itu PENGETAHUAN?

Pengetahuan adalah informasi yang di dapat untuk


memperoleh pemahaman , pembelajaran dan pengalaman.
Pengetahuan adalah hasil “tahu” melalui panca indera manusia
: Indera penglihatan, pendengaran , penciuman , rasa dan raba.

Pengetahuan bisa berasal dari pengetahuan ilmiah dan


pengetahuan bisa berasal karena pengalaman .

Jadi ilmu dan pengetahuan sangat berpengaruh untuk


dijadikan suatu pemahaman yang tepat , pemaparan yang
sesuai dengan kenyataan . karena seseorang dapat diartikan
berilmu jika seseorang tersebut mempunyai pengetahuan .
Dan seseorang dapat diartikan berpengetahuan jika seseorang
tersebut memiliki pengalaman. Jadi pada hakikatnya
pengalaman adalah ilmu dan pengetahuan yang sangat
berharga yang dapat menghasilkan suatu pemikiran dan rasa
tahu .
PERBEDAAN ILMU dengan NGELMU.

ILMU itu berhubungan dengan "dunia ILMIYAH" yang


RASIONAL, Jalaran ILMU kuwi "RIWIL kalau DURUNG KETEMU
atau terpecahkan", tegese mbutuhkan penalaran, keputusan
dan KESIMPULAN KESIMPULAN melalui proses yang sangat
panjang, sarana "penggalian"2 bahan, postulat2, evidensi lsp.
sing dikaji kanthi empiris, kronologis, lan mbutuhke aksioma2
sing adhedhasar logika. Akhire muncul TEORI sing bisa
dibuktekake kenyataane.

NGELMU ( "ANGELe yen WIS KETEMU" awit mbutuhke


penghayatan / ikhsan ). Kenging menapa kok ANGELE YEN
WIS KETEMU? Awit kelakone ngelmu dhedhasar LAKU ( self
disiplin ), sing lelandhesan SUGESTI lan PERCAYA luwih dhisik
sakdurunge ana bukti nyatane. Ing pungkasane lagi nglahirake
BUKTI - KASUNYATAN.

2. NAFSU PADA MANUSIA

Nafsu adalah anugerah dari Tuhan sebagai sarana jalannya


KARSA. Wondene karsa mobah - molah saking dayane RASA (
panglimbang/ pambiji / pamilih ) sing nuwuhake PANGRASA (
perasaan lan ngrasakke ) wujud : ala - apik, seneng - susah,
simpati - apati - antipati lsp.

Pangrasa mobah,- mosik awit saka dayane CIPTA ( angen2,


illusi, hallusinasi, idee lsp. ) sing urip atau aktif saka pengaruhe
MEMORI, PENGINDERAAN utawa PENGAMATAN marang
anane sawijining obyek.
Anasir CIPTA - RASA - KARSA tersebut ingkang minangka
TUK, sumbering mobah - molah tumrape URIP lan
PANGURIPAN. Vara gampange "ALAM OBAH SAKA ATI - ATI
MOSIK SAKA RASA........lsp" Kabeh mau lumaku saka getering
nafsu.

Wondene sakehe nafsu manungsa sing bisa mahanani


getering panguripan, bisa asifat : POSITIF, bisa NEGATIF,
gumantung marang sasaran lan tujuwane uripe.

• Nah ! Ya iki sing dadi masalah ing kahanan panguripan.


Yakuwi : Yen nafsune tumuju marang KALUHURAAN lan ADIL (
saka pangerten pangerten luhur ), dumadine "KARYA" bakal
mawujud KABECIKAN. Nanging yen nafsune kelu marang sing
NISTHA lan BAQIL, karyane bakal nyungsep ing tumindak
SASAR lan JAIL.

Dene nafsu sing kegolong BECIK, upamane,: mutma'inah,


rodi'ah, tumakninah.

• Sing perlu diARAHake atau dikendhaleni ( dudu dipateni ) :


AMMARAH, LAWWAMANAH lan SUPIYAH.

Sejatinya, kalau semua nafsu tersebut mau diarahkan untuk


PENGABDIAN dan KEBAKTIAN kepada Tuhan, maka semua
bisa menjadi hal keutamaan. Tapi walaupun "nafsu yang baik",
kalau dibuat untuk semata KEPENTINGAN DIRI, justru akan
menumbuhkan sikap TAKABUR dan RIYA'.
BABAGAN HAWA SANGA

Puasa yang sudah mengalami peningkatan mutu spiritual


adalah mereka yang sudah mulai memahami makna dan
esensi puasa hingga sudah tidak masuk lagi pada tataran fisik
tapi juga masuk kedalam tataran batin. Tataran yang mampu
bermanifestasi pada akal budi dan perilaku agar menjadi
taqwa atau agar kedekatan dan penghormatan kepada Tuhan
menjadi semakin besar.

Babagan howo songo, bahwa manusia hendaklah menjaga dari


hawa nafsu yang keluar dari 9 lubang yaitu : dua dimata, dua
telinga, dua hidung, satu mulut, satu lubang dubur dan kelamin.

9 lubang itu adalah jalan masuk hawa pada manusia. Manusia


akan lebih terarah hidup dan kehidupannya ketika mau
berikhtiar untuk mengontrol 9 lubang hawa tadi, karena
sebenarnya fitrah dari 9 jalan tadi adalah kesucian dan jalan
pengabdian kepada sang khaliq.

Manusia yang mampu menjaga puasanya seperti menjaga


jubahnya agar tak melekat didalamnya rasa iri, dengki, takabur,
riya, ujub, dan sebagainya sehingga jubah hatinya tak terkotori
oleh akhlak yang menjauhkan dirinya dari sisi Tuhan.

PANYUWUNGAN

Sarana ngrumangsani yen AKU IKI

a. ORA BISA APA APA Jalaran olehku bisa iki mung jalaran
pinaringan IJINE GUSTI KANG MAHA WIKAN.
b. ORA DUWE APA APA Jalaran kabeh isine jagad gumelar iki
KAGUNGANE GUSTI ALLAH KANG MAHA KAGUNGAN. Kalebu
jiwangga lan nyawa, aku ora melu duwe. Mung kajibah
nggadhuh lan ngopeni ( titipan ).

c. ORA KEPENGIN APA APA kejaba NDHEREK SABDA ( waca,:


"takdir lan kodrat") NE GUSTI Kang Maha AMURBA - AMISESA.

• RASA RUMANGSA nduwe, bisa lan kepengin ( sing tujuwane


kanggo keperluwan pikolehe pribadi, mung tumiba ing tlatahe
NAPSU SUPIYAH, RIYA' lan EGOSENTRIS puncake anjog ing
EGOISME, sing iso nyiptakke KARMAPALA anyar.

D. MAKNA FILOSOFI LAMBANG


Kalau melihat makna FILOSOFIS yang terpampang pada
lambang, kita bisa menilikinya secara 2 dimensional :

1. Lambang dipajang secara VERTIKAL.

Ada sisi ATAS - BAWAH dan KIRI - KANAN.

- Bagian teratas Tersirat makna HABLUM MINAN NAS, yaitu


adanya tulisan PERSAUDARAAN, yaitu bertujuan MEMBANGUN
SAUDARA antar makhluk manusia sebagai "sesama kholifah"
di dunia.

Maka sifat PERSAUDARAAN di SH (apapun organisasinya )


merupakan MINIATUR PERSAUDARAAN UNIVERSAL, dengan
menggalang rasa saudara di SH sebagai SIMULASI
KEHIDUPAN SEMESTA.

- Bagian terbawah (fondasi) adalah TERATAI dan AIR TENANG


yang melambangkan HIDUP ( makna air ) dan KEHIDUPAN (
bunga teratai ).

2. Lambang diletakkan HORIZONTAL. seperti hamparan


permukaan air atau pemukaan meja. Maka TAK ADA dimensi
atas bawah. Bahwasanya di hadirat Sang Khalik, makhluk
hidup apapun bentuk atau wujudnya, bernilai SAMA. Yang
membedakan hanyalah wujud, kewajiban dan tugasnya.

Jadi, baik PERSAUDARAAN, SENJATA SENJATA,


(kemampuan, kelebihan, kekhususan dll. ) termasuk makna
TERATAI, hanya suatu SARANA untuk bekal PERJALANAN
HIDUP menuju ke TENGAH (AS = TUHAN, INGSUN, SUPER EGO
dll sebutan ). Namun harus mampu MENEROBOS :

- GARIS MERAH, yaitu MENIADAKAN BATAS KESABARAN,


untuk mencapai KESABARAN TANPA BATAS.

- Masuk ke JANTUNG HATI PUTIH, artinya KASIH SAYANG


TANPA PAMRIH (kasih sayang kadhewatan atau kemalaikatan
yang tak membutuhkan BALAS BUDI ). Ada yang berwarna
hitam, yang artinya HAMPA ( SUWUNG ).

● Nah. Selanjutnya :

a. Jika lambang ini diurai secara filosofis rasional, akan


menimbulkan KRACHT (daya hayati) positif. Maka lambang ini
merupakan SARANA PENGUNGKAP SPIRITUALITAS.
b. Kalau dipandang secara AUTO SUGESTI akan bercorak
kePARANORMALan. Karena cepat atau lambat akan lahir "daya
- lebih"

c. Sedang bila dipajang di dinding sebagai "jimat" untuk


menakut nakuti musuh ( orang lain ), barulah hal ini berubah
menjadi TAHAYUL.

d. Samahalnya juga dengan kasus Mori

• Maka alangkah pentingnya hal hal SAKRAL ini di


rasionalisasikan agar para siswa awal tidak HANYA TAHU
SETENGAH SETENGAH saja.

● Kesimpulan: Ilmu SH itu menjadi klenik, tahayul, spiritual dll.


Itu tergantung pada pelatih atau para sepuh yang
menguraikannya. Sumber Kangmas YP Sukiyanto

E. KESEIMBANGAN LAHIR LAN BATIN


Ranyongko jumlah warga dadi puluhan yuto tersebar nganti
njaban projo (Eropah, Rusia, Taiwan lan liyane). Mbiyen sih
latihan ing pav kulon kab Mediun jumlah warga sih iso dietung
mung karo driji.

Mulo kanti kahanan saiki iki, kabeh warga penghayat Setia Hati
kudu tansah saling asah, saling asuh, saling asih.

Mugi Gusti Allah SWT tansah paring pengayoman, PSHT jaya


sepanjang masa. Aamiin99x Allahuma Aamiin.

Walo Setia Hati bukan agama, namun Setia Hati meyakini


adanya Pencipta jagad raya atau alam semesta dengan segala
isinya.

Dengan diawali latihan pencak silat atau fisik terlebih dahulu


baru disahkn atau dibaiat, maka yang dijadikan landasan pijak
dan langkah dalam mengarungi atau menjalani hidup dan
kehidupan ini adalah : mensana in corporisano (dalam tubuh
yang sehat ada jiwa yang kuat).

Kalau SH Winongo, disahkan atau dibaiat dulu baru latihan.

Kita semua tau, dengan strategi tersebut sungguh yang


berhasil atau berkembang pesat sehingga mendunia sampai
ke Eropah, Rusia (bukti nyata bahwa yang mengembangkn di
Rusia masih jejer meger meger sehat wal afiat) adalah PSHT.

Jangan sampai keberhasilan yang terwujud ini terkoyak


tercerai berai gara gara kita lupa atau terlalu fokus pada tata
lahir, padahal sudah ditegaskan bahwa jangan kandas pada
tata lahir (walo kita juga perlu atau tidak mengabaikan).

Dengan demikian rumus baku untuk menyelaraskan antara


tata lahir dan tata batin adalah WAJIB, untuk menggapai
kepuasan hidup yang paripurna.

Semoga Gusti Allah SWT tansah paring kasantosan kepada


kita semua warga PSHT atau penhayat ajaran Setia Hati.
Aamiin99x Allahuma Aamiin. Dari Kangmas Suparno
F. KESIMPULAN
Kenikmatan tiada bandingannya bagi orang yang beriman
yakni ketika bertemu dengan Tuhannya dan tidak akan pernah
bosan bosan membicarakanNYA. Kalau kita bosan
membicarakan Tuhan kita, itu pertanda cinta kita padaNYA
masih lemah.

Hati itu tempat suci dimana kita berkonsultasi dengan Tuhan.


Kemudian kita setia kepada Petunjuk Tuhan yang akan
tercermin dalam perbuatan kita. Apapun agamanya ... AGOMO
Agemane Nyowo.

Apapun di dunia ini adalah ilmu bagi orang yang mampu


berpikir. Kita bisa senantiasa berkonsultasi dengan Tuhan
"tanda kutip", memohon petunjukNYA bahkan diberi petunjuk
olehNYA bila kita mampu mengendalikan babagan howo
songo. Mampu mempergunakan nafsu sesuai pada situasi dan
tempatnya.

Ajaran SH hanyalah sebagai "Tongkat Penuntun" agar kita


dapat menjalankan perintah agama sesuai agama dan
keyakinan masing masing secara lebih baik. Jadi sangatlah
keliru kalau ada yang menganggap SH sebagai agama.

Untuk menemukan jalan menuju pada keesaan Tuhan maka


tiap manusia memiliki gerak mobah molah masing masing
sesuai irama kehidupannya.

Diramu Dari Berbagai Sumber

13 Maret 2019
Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari tulisan singkat
ini.

Kurang lebihnya, saya mohon maaf. Tiada akan ada tulisan ini
tanpa bantuan Allah YME.

Hormat Saya

Suro Wahono