Anda di halaman 1dari 5

TUGAS IPS

HASIL KEBUDAYAAN MASA PRA AKSARA

Disusun oleh :
1. Jeni Afriana (20)
2. Nur Hayati (27)
3. Nuzula Nur Akmala (28)
4. Sinta Dewi Wulandari (31)

SMP NEGERI 1MAYONG


TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
TUGAS

HASIL KEBUDAYAAN MASA PRA AKSARA

A. HASIL KEBUDAYAAN MASA BERBURU


No Gambar Keterangan
1  Merupakan sejenis kapak yang
digenggam, tidak memiliki tangkai, dan
berbentuk masif
 Alat ini berupa batu yang dibentuk
menjadi semacam kapak
 Bagian tajam kapak jenis ini hanya
terdapat pada satu sisi
 Teknik pembuatannya masih kasar dan
tidak mengalami perubahan dalam waktu
yang panjang
 Alat ini ditemukan di: Lahat (Sumatra
Selatan), Kamuda (Lampung), Bali,
Flores, Timor, Punung (Pacitan, Jawa
Timur), Jampang Kulon (Sukabumi, Jawa
Barat), Parigi, Tambangsawah (Bengkulu)
Kapak Perimbas

2
 Terbuat dari kalsedon dan fosil kayu
yang berukuran sedang dan kecil
 Bentuknya lebih kecil dari kapak
genggam
 Berfungsi untuk menggemburkan
tanah serta untuk mencari umbi-
umbian yang bisa dimakan
 Ditemukan hampir di seluruh wilayah
Indonesia

Kapak Genggam
B. HASIL KEBUDAYAAN MASA BERCOCOK TANAM
No Gambar Keterangan
1  Merupakan alat dengan
permukaan memanjang dan berbentuk
persegi 4
 Seluruh permukaan alat ini telah
digosok halus, kecuali pada bagian
pangkal yang digunakan untuk tempat
ikatan tangkai
 Sisi pangkal alat ini diikat pada
tangkai, sedangkan sisi depannya
diasah sampai tajam
Beliung persegi atau kapak persegi

2
 Merupakan alat berbentuk lonjong
dengan pangkal agak runcing dan
melebar pada bagiannya yang tajam
 Seluruh permukaan alat ini telah
digosok halus
 Sisi pangkalnya agak runcing dan
diikat pada tangkai
 Sisi depannya lebih melebar dan
diasah sampai tajam pada kedua
sisinya sehingga menghasilkan bentuk
ketajaman yang simetris.
 Alat ini hanya ditemukan di wilayah
Indonesia bagian timur, seperti:
Kapak lonjong Sulawesi, Sangihe Talaud, Flores,
Maluku, Papua
C. HASIL KEBUDAYAAN MASA PERUNDAGIAN
No Gambar Keterangan
1  Berupa tambur besar dari perunggu
yang berpinggang di bagian tengahnya dan
sisi atasnya tertutup
 Terdapat pola hias yang beraneka ragam,
seperti pola binatang, geometrik,
gambar burung, gambar gajah, gambar ikan
laut, gambar kijang, gambar harimau, dan
gambar manusia
 Memiliki nilai seni yang cukup tinggi
 Sering digunakan untuk upacara
mendatangkan hujan
 Alat ini ditemukan di: Jawa, Sumatra,
Bali, Kepulauan Kei, dan Papua

Nekara

2
 Bentuknya menyerupai nekara yang lebih
ramping.
 Bidang pukulnya menjorok keluar, bagian
bahu lurus dengan bagian tengah yang
membentuk silinder dan kakinya lurus
serta melebar di bagian bawah.
 Banyak ditemukan di Pulau Alor.

Moko
D. HASIL KEBUDAYAAN MEGALITIKUM
No Gambar Keterangan
1  Menhir adalah batu tunggal (monolith) yang
berasal dari periode Neolitikum (6000/4000 SM-
2000 SM) yang berdiri tegak di atas tanah.
 Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau
berkelompok sejajar di atas tanah.
 Diperkirakan benda prasejarah ini didirikan oleh
manusia prasejarah untuk melambangkan phallus,
yakni simbol kesuburan untuk bumi.
 Menhir adalah batu yang serupa dengan dolmen
dan cromlech, merupakan batuan dari periode
Neolitikum yang umum ditemukan di Perancis,
Inggris, Irlandia, Spanyol dan Italia.
 Batu-batu ini dinamakan juga megalith (batu
besar) dikarenakan ukurannya. Mega dalam
bahasa Yunani artinya besar dan lith berarti batu.
 Para arkeolog mempercayai bahwa situs ini
digunakan untuk tujuan religius dan memiliki
Menhir makna simbolis sebagai sarana penyembahan
arwah nenek moyang.

2  Peti kubur adalah peti mayat yang terbuat


dari batu-batu besar.
 Kubur batu dibuat dari lempengan atau
papan batu yang disusun persegi empat
berbentuk peti mayat yang dilengkapi
dengan alas dan bidang atasnya juga
berasal dari papan batu.
 Selain Pagaralam dan Lahat, daerah
penemuan peti kubur adalah Cepari
Kuningan, Cirebon (Jawa Barat),
Wonosari (Yogyakarta), dan Cepu (Jawa
Timur).
 Di dalam kubur batu tersebut juga
ditemukan rangka manusia yang sudah
rusak, alat-alat perunggu dan besi, serta
manik-manik.