Anda di halaman 1dari 23

BAHAN AJAR

Sekolah : SMA Fkip Fisika Unsri Indralaya


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : XI/I (gasal)
Materi Pokok : Teori Kinetik Gas

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menjelaskan hukum-hukum yang berhubungan dengan gas pada ruang
tertutup;
2. menjelaskan persamaan gas ideal;
3. menganalisis hubungan antara tekanan dan kecepatan gas;
4. menganalisis hubungan antara tekanan dan energi kinetik rata-rata;
5. menganalisis hubungan antara temperatur dan energi kinetik rata-rata;
6. menganalisis konsep kecepatan efektif gas;
7. menjelaskan penerapan teori kinetik gas;
8. menganalisis besarnya energi dalam dari berbagai persoalan.

B. Pendahuluan
Pokok bahasan teori kinetik gas menjelaskan tentang karakter gas
dalam ruang tertutup. Dalam materi teori kinetik gas terdapat tiga subbab,
yaitu persamaan umum gas, hubungan antara tekanan, suhu, dan energi, serta
teori kinetik gas. Pembahasan teori kinetik gas membantu manusia dalam
mempelajari berbagai peralatan yang bermanfaat bagi manusia seperti
pemanfaatan balon udara untuk rekreasi dan penelitian. Selain itu, pembahasan
teori kinetik gas membantu manusia dalam mempelajari konsep termodinamika
yang diterapkan dalam pembahasan mesin Carnot maupun mesin
pendingin.
Dengan mempelajari materi ini, siswa diharapkan menyadari bahwa gas
merupakan bentuk yang kompleks dan telah diatur dan ditata rapi oleh Tuhan
Yang Maha Esa. Keteraturan tersebut membantu siswa untuk menyadari bukti
kekuasaan Tuhan. Jika siswa telah menyadari bukti kekuasaan Tuhan,
keimanan dan ketakwaannya semakin bertambah. Selain itu, siswa akan
menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak pantas untuk
menyombongkan diri di hadapan Tuhan.
Dengan mempelajari materi ini, siswa diharapkan untuk berlaku jujur
dalam menulis hasil percobaan, berperilaku kritis dan aktif dalam setiap diskusi,
berkomunikasi dengan baik, bertanggung jawab, dan disiplin dalam melakukan
kegiatan. Adapun hal lain yang diharapkan berupa siswa bersikap kreatif dan
inovatif melalui berbagai kegiatan. Dalam bab ini disajikan materi yang
membantu siswa untuk menemukan konsep sesuai dengan KD 3. Pada KD 3,
siswa diharapkan dapat memahami teori kinetik gas dalam menjelaskan
karakteristik gas dalam ruangan tertutup.

Palembang, April 2018

Penulis

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 2


C. Peta Konsep

D. Ringkasan Materi

Apa yang terjadi ketika suatu gas dipanaskan (diberi kalor)? Ketika suatu
gas dipanaskan, maka gas akan memuai. Pemuaian gas dapat dideskripsikan
dengan baik menggunakan besaran-besaran makroskopis, yaitu tekanan (P),
volume (V), dan suhu (T) yang diformulasikan melalui hukum boyle-gay lussac.
Akan tetapi, karakteristik gas tidak hanya cukup dideskripsikan secara
maksroskopis. Hal ini karena secara fisis, keadaan makroskopis yang ditunjukkan
gas dipengaruhi oleh keadaan mikroskopisnya, yaitu keadaan partikel-partikel
penyusun gas tersebut. materi tentang teori kinetrik gas yang akan Anda pelajari
dalam bab ini akan membuat Anda memahami karakteristik gas secara utuh
sehingga Anda dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut. Apa yang terjadi
pada partikel-partikel gas ketika gas mengalami perubahan suhu? Apakah secara

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 3


mikroskopis, karakteristik gas terhadap perubahan suhu juga dapat dideskripsikan
dengan besaran-besaran makroskopisnya?

A. Konsep gas ideal


Anda telah mengetahui bahwa gas terdiri atas partikel-partikel yang
bergerak. Partikel-partikel gas yang bergerak ini dapat menghasilkan energi.
Teori yang menggunakan tinjauan tentang gerak dan energi partikel-partikel
gas untuk menyelidiki sifat-sifat gas secara keseluruhan sebagai hasil rata-
rata kelakuan partikel-partikel gas tersebut disebut teori kinetik gas.
Pada pembahasan teori kjinetik gas ini, gas yang ditinjau adalah gas
ideal. Apakah yang dimaksud gas ideal? Gas ideal adalah gas yang memenuhi
asumsi-asumsi berikut.
1. Gas ideal terdiri atas partikel-partikel (atom-atom atau molekul-molekul)
yang jumlahnya sangat banyak dan gaya-gaya interaksi diantara partikel-
partikel tersebut diabaikan, kecuali pada saat tumbukan.
2. Partikel-partikel gas begerak dalam lintasan lurus dengan kelajuan tetap
dan arah geraknya acak (sembarang).
3. Ukuran partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran ruangan atau wadah
yang ditempatinya.
4. Setiap tumbukan yang terjadi, baik antara partikel-partikel gas maupun
antara partikel dengan dinding wadahnya merupakan tumbukan lenting
sempurna sehingga tidak ada energi yang hilang(energi kinetik dan
momentum partikel jkonstan).
5. Partikel gas terdistribusi merata dalam seluruh ruangan.
6. Untuk semua partikel gas, berlaku hukum newton tentang gerak.
Dapatkah Anda memberikan contoh gas ideal? Kenyataannya, tidak ada
gas yang mememnuhi sifat-sifat gas ideal, tetapi gas pada suhu kamar dan
pada tekanan rendah dapat dianggap sebagai gas ideal.

B. Persamaan Keadaan Gas Ideal


1. Hukum-Hukum yang Mendasari Persamaan Keadaan
Gas Ideal

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 4


Teori kinetik gas memberikan jembatan antara tinjauan gas secara
mikroskopis dan makroskopis. Hukum-hukum gas seperti Hukum Boyle,
Charles, Dan Gay Lussac, menunjukkan hubungan antara besaran-besaran
makroskopis dari adanya anggapan bahwa molekul-molekul gas selalu
bergerak. Berikut ini uraian tentang hukum-hukum gas yang nantinya
menjadi dasar perumusan persamaan keadaan gas ideal.

Bagaimanakah pernyataan Hukum Boyle? Hukum Boyle dikemukakan


oleh fisikawan Inggris yang bernama Robert Boyle. Hukum Boyle berkaitan
dengan proses gas yang terjadi pada suhu tetap (proses isotermik). Hukum
Boyle menyatakan bahwa jika suhu gas yang berada dalam bejana tertutup
dipertahankan konstan, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan
volumenya. Secara matematis, Hukum Boyle dapat dinyatakan dengan
persamaan berikut.

1 P1V1 = P2V2
𝑃= atau PV = konstan atau
𝑉

dengan :
P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3)
V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3)
Bagaimanakah representasi grafik tekanan (P) – volume (V) untuk
proses gas pada suhu konstan tersebut? Coba Anda perhatikan Gambar 1.1.
Gambar tersebut menunjukkan grafik P-V untuk proses gas pada suhu tetap
(isotermik).

Gambar 1.1. Grafik hubungan P-V pada suhu konstan

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 5


Hukum gas yang kedua adalah Hukum Charles. Hukum Charles
dikemukakan oleh fisikawan Prancis bernama Jacques Charles. Hukum ini
berkaitan dengan proses gas yang terjadi pada tekanan tetap (isobarik).
Hukum Charles menyatakan bahwa jika tekanan gas yang berada dalam
bejana tertutup dipertahankan konstan, maka voilume gas sebanding dengan
suhu mutlaknya.
Secara matematis, Hukum Charles dapat dinyatakan sebagai berikut.

𝑉 𝑉1 𝑉2
𝑉∝𝑇 atau = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 atau =
𝑇 𝑇1 𝑇2

dengan :

V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3)

V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3)

T1 = suhu mutlak pada keadaan 1 (K)

T2 = suhu mutlak pada keadaan 2 (K)

Bagaimanakah representasi grafik volume (V)-suhu (T) berdasarkan


Hukum Charles tersebut? jika hubungan antara volume dan suhu pada Hukum
Charles dilukiskan dalam grafik, maka hasilnya tampak seperti pada Gambar
1.2.

Gambar 1.2. Grafik hubungan P-V pada tekanan konstan

Kurva yang terjadi disebut kurva isobarik, karena setiap keadaan


volume dan suhu mempunyai tekanan yang sama.

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 6


Hukum gas yang ketiga adalah Hukum Gay Lussac. Hukum Gay
Lussac dikemukakan oleh kimiawan Prancis bernama Joseph Gay Lussac.
Hukum Gay Lussac berfkaitan dengan proses gas pada volume tetap
(isokhorik). Hukum Gay Lussac menyatakan bahwa jika volume gas yang
berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan gas
sebanding dengan suhu mutlaknya. Secara matematis, Hukum Gay Lussac
dapat dinyatakan sebagai berikut.

𝑃 𝑃1 𝑃2
𝑃∝𝑇 atau = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 atau =
𝑇 𝑇1 𝑇2

dengan :

P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m3)

P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m3)

T1 = suhu mutlak pada keadaan 1 (K)

T2 = suhu mutlak pada keadaan 2 (K)

Bagaimana grafik tekanan (P)-suhu (T) berdasarkan Hukum Gay


Lussac tersebut? jika hubungan antara tekanan dan suhu gas pada Hukum
Gay Lussac dilukiskan dalam grafik, maka hasilnya tampak seperti pada
Gambar 1.3.

Gambar 1.3. Grafik hubungan P-V pada volume konstan

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 7


Kurva yang terjadi disebut kurva isokhorik, karena setiap keadaan
mempunyai volume yang sama.

Jika persamaan Hukum Boyle, Hukum Charles, Dan Hukum Gay


Lussac digabungkan, maka diperoleh persamaan sebagai berikut.

𝑃𝑉 𝑃1 𝑉1 𝑃2 𝑉2
= 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 =
𝑇 𝑇1 𝑇2

Persamaan di atas disebut Hukum Boyle-Gay Lussac. Anda telah


mempelajari hukum-hukum tentang gas, yaitu Hukum Boyle, Hukum
Charles, dan Hukum Gay Lussac. Namun, dalam setiap penyelesaian soal
biasanya menggunakan Hukum Boyle-Gay Lussac. Hal ini disebabkan
hukum ini merupakan gabungan setiap kondisi yang berlaku pada ketiga
hukum sebelumnya.

Contoh soal 1.1


Suatu gas pada suhu 27ºC mempunyai voilume 30 liter dan
bertekanan 2 × 105 Pa. hitunglah volume gas tersebut jika
tekanannya dinaikkan menjadi 4× 105 Pa pada suhu 127ºC.

Penyelesaian:

T1 = (27 + 273) K = 300 K; T2 = (127 + 273) K = 400 K; P1 = 2 ×


105 Pa; P2 = 4× 105 Pa;
𝑃1 𝑉1 𝑃2 𝑉2
V1= 30 L; V2= …? =
𝑇1 𝑇2
Hukum Boyle-Gay Lussac: 𝑃1 𝑇2
𝑉2 = 𝑉
𝑃2 𝑇1 1
(2 × 105 𝑃𝑎)(300 K)
sehingga: = (30 𝐿)
(4 × 10 Pa)5 (400 𝐾)

= 20 L

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 8


2. Konsep Dasar Mol

Dalam mempelajari persamaan gas ideal dan teori kinetik gas, anda
akan menggunakan beberapa besaran molar sehingga anda perlu memahami
konsep dasar mol. Dalam hai ini, satu mol gas adalah banyaknya gas yang
mengandung sebanyak NA partikel (molekul) gas tersebut. secara matematis,
jumlah mol gas dapat ditentukan dengan persamaan:
𝑚 𝑁
𝑛= atau 𝑛=
𝑀 𝑁𝐴

dengan:

n = jumlah mol zat (gas)

m = massa total zat (gas)

M = massa molekul zat (gas)

N = jumlah molekul zat (gas)

NA = bilangan avogadro = 6,02 × 1023 molekul/mol

Karena gas terdiri atas sejumlah molekul, maka anda perlu


mendefinisikan massa satu molekul gas. Massa molekul gas ini dapat
ditentukan dengan persamaan:
𝑀 𝑚
𝑚0 = atau 𝑚0 =
𝑁𝐴 𝑁
dengan:

m0 = massa satu molekul zat (gas)

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 9


Contoh soal 1.2
1. Di dalam sebuah tabung terdapat 16 kg gas oksigen (O2). Jika
massa molekul oksigen tersebut adalah M = 32 g/mol, tentukan
(a) jumlah mol oksigen di dalam tabung dan (b) jumlah
molekul oksigen di dalam tabung.
Penyelesaian:
M = 16 kg; M = 32 g/mol; NA = 6,02 × 1026 molekul/kmol
a. n = …?
𝑚 16 𝑘𝑔
𝑛= = = 0,5 𝑘𝑚𝑜𝑙 = 500 𝑚𝑜𝑙
𝑀 32 𝑘𝑔/𝑘𝑚𝑜𝑙

b. N =…?
𝑚 1026 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙
𝑛 = ⟹ 𝑁 = 𝑛𝑁𝐴 = 0,5 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 6,02 ×
𝑀 𝑘𝑚𝑜𝑙
= 3,01 × 1026 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙
2. Tentukan massa sebuah molekul oksigen (o2) jika massa
molekul o2 tersebut adalah 32 g/mol.
Penyelesaian:
M = 32 g/mol; NA = 6,02 × 1023 molekul/mol; m0 = …?

𝑀
𝑚0 =
𝑁𝐴
32 𝑔/𝑚𝑜𝑙
= = 5,32 × 10−23 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙
6,02 × 1023 molekul/mol

3. Persamaan Keadaan Gas Ideal


Coba Anda kembali menyimak persamaan Hukum Boyle-Gay Lussac.
Dapatkah anda menentukan nilai konstan pada persamaan tersebut? pada
dasarnya, nilai konstan pada persamaan Hukum Boyle-Gay Lussac berkaitan
dengan jumlah partikel gas (N) dan sebuah konstanta (k), yang dapat
dinyatakan sebagai berikut.

𝑃𝑉
= 𝑁𝑘 atau 𝑃𝑉 = 𝑛𝑅𝑇
𝑇

dengan:

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 10


n = jumlah mol gas (mol)

N = jumlah molekul gas

R = tetapan gas (8,314 J/kmol K) = 0,082 L atm/mol K)

K = tetapan boltzmann (1,38 × 10-23 J/K)

Catatan:

1 atm = 1,01 × 105 Pa = 760 mmHg;

1 Pa = 1 N/m2;

1 L = 1 dm3 = 10-3m3 = 103cm3

Contoh Soal 1.3


Di dalam suatu ruangan terdapat 2 m3 gas oksigen pada suhu dan
tekanan normal (0ºC dan 1 atm). Tentukan jumlah molekul oksigen
(O2) yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
Penyelesaian:
V = 2 m3; P = 1 atm; = 1,01 × 105 Pa; T = (0 + 273) K = 273 K; R
= 8,314 J/mol K; NA = 6,02 × 1026 molekul/kmol
Karena yang ditanyakan dalam soal adalah jumlah molekul, maka
persamaan gas ideal yang digunakan adalah 𝑃𝑉 = ( 𝑁 ) 𝑅𝑇 ,
𝑁𝐴
Sehingga: 𝑁 = 𝑃𝑉𝑁𝐴
𝑅𝑇
(1,01 × 105 𝑃𝑎)(2𝑚3 )(6,02 × 1026 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙/𝑚𝑜𝑙)
=
(8,314 𝐽/𝑘𝑚𝑜𝑙 𝐾)(273 𝐾)
= 5,36 × 1020 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙

C. Analisis Besaran Fisis pada Teori Kinetik Gas


1. Tekanan Gas Ideal
Perhatikan gambar 1.4. ketika suatu gas ideal berada dalam suatu ruang
tertutup, maka gas tersebut akan melakukan tekanan pada dinding ruangan

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 11


karena prtikel-partikel gas tersebut senantiasa bergerak dan bertumbukan
dengan dinding ruangan.

Gambar 1.5. Sebuah partikel gas bergerak dalam ruang tertutup

Misalkan panjang rusuk ruangan adalah L, massa partikel gas adalah


m0, kecepatan partikel gas dalam arah sumbu-X, sumbu-Y, sumbu-Z adalah
Vx, Vy, dan Vz, luas bidang yang ditekan oleh partikel-partikel gas adalah A,
gaya tekan pada dinding adalah F, dan tekanan terhadap dinding adalah P.
Tinjau arah gerak partikel dalam arah sumbu-X. perhatikan Gambar 1.6.

Gambar 1.6. Momentum molekul pada waktu terpantul dari dinding

Dari gambar di atas, menunjukkan waktu yang dibutuhkan partikel


untuk menumbuk dinding (B) dan kembali lagi ke awal (A) dapat dinyatakan
dengan persamaan berikut.
2𝐿
∆𝑡 =
𝑉𝑋
= 𝑁𝑘

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 12


Setiap kali terjadi tumbukan antara partikel gas dengan dinding ruang,
partikel gas tersebut akan mengalami perubahan momentum. Besarnya
perubahan momentum ini dapat ditentukan dengan persamaan berikut.

∆(𝑚0 𝑣𝑥 ) = |−𝑚0 𝑣𝑥 − (𝑚0 𝑣𝑥 )| = 2𝑚0 𝑣𝑥

Perubahan momentum mengindikasikan bahwa terdapat impuls yang


dialami oleh partikel gas. Karena interaksi hanya terjadi antara partikel gas
dengan dinding ruang, maka impuls tersebut juga bekerja pada permukaan
dinding ruang dengan besar yang sama seperti yang dialami partikel, tetapi
arahnya berlawanan. Dalam hal ini, besarnya impuls tersebut sama dengan
perubahan momentum partikel, yaitu:
𝐼𝑋 = 𝐹∆𝑡 = 2𝑚0 𝑣𝑥 Sehingga besarnya gaya impuls yang terjadi ketika
2𝑚0 𝑣𝑥
partikel gas menumbuk dinding ruang adalah 𝐹𝑋 = . Adanya gaya
∆𝑡
impuls ini menyebabkan terjadinya tekanan pada dinding ruang. Karena
𝐹
tekanan (𝑃) = , dengan F = besar gaya impuls dan A = L × L = L2 =
𝐴
luas permukaan dinding, maka tekanan yang diberikan oleh satu partikel gas
yang menumbuk dinding ruang dalam arah sumbu-X dapat ditentukan
sebagai berikut.

2𝑚0 𝑣𝑥
𝐹𝑥 ( ∆𝑡 ) 2𝑚0 𝑣𝑥 2𝑚0 𝑣𝑥 𝑚0 𝑣𝑥2
𝑃0𝑥 = = = 2 = = 3
𝐴 𝐿2 𝐿 ∆𝑡 2𝐿 𝐿
(𝐿2 ) ( )
𝑣𝑥

Berdasarkan Gambar 1.5. nilai L3 sama dengan volume ruang (V)


sehingga besarnya tekanan yang diberikan oleh satu partikel gas ketika
menumbuk dinding dalam arah sumbu-X dapat ditentukan sebagai berikut.

𝑚0 𝑣𝑥 2
𝑃0𝑥 =
𝑉

Karena di dalam ruang terdapat sejumlah (N) partikel gas yang


menumbuk dinding ruang dalam arah sumbu- X, maka besarnya tekanan pada
dindiing akibat tumbukan partikel-partikel tersebut adalah:

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 13


𝑁𝑚0 ̅̅̅̅
𝑣𝑥 2
𝑃𝑥 =
𝑉

dengan:

N = jumlah partikel (molekul) gas

mo = massa satu molekul gas (kg)

V = volume ruang (m3)

Vx = kecepatan partikel gas dalam arah sumbu- X (m/s)

̅̅̅̅
𝑣𝑥 2 = rata-rata kuadrat kecepatan partikel gas pada sumbu- X (m/s)

Berdasarkan konsep gas ideal, gerakan partikel-partikel gas di dalam


ruang terjadi ke segala arah (dalam arah sumbu- X, sumbu- Y, dan sumbu-
Z). dengan cara yang sama seperti pada sumbu- X, tekanan pada dinding
ruang yang dikerjakan oleh partikel-partikel yang menumbuk dinding dalam
arah sumbu- Y dan sumbu- Z dapat ditentukan sebagai baerikut.

𝑁𝑚0 ̅̅̅̅̅
𝑣𝑦 2 𝑁𝑚0 ̅̅̅̅
𝑣𝑧 2
𝑃𝑦 = 𝑃𝑧 =
𝑉 𝑉

Partikel-partikel gas di dalam ruang dianggap bergerak ke segala arah


dengan kelajuan setiap (bergerak lurus beraturan), maka rata-rata kuadrat
kecepatan partikel-partikel gas yang bergerak dalam ruang dapat ditentukan
sebagai berikut.

̅̅̅̅ ̅̅̅2 = ̅̅̅̅̅̅ 1 2


𝑣𝑥 2 = ̅̅̅̅̅
𝑣𝑦 2 = ̅̅̅̅
𝑣𝑧 2 ⟹ 𝑣 3𝑣𝑥 2 ⇒ ̅̅̅̅
𝑣𝑥 2 = ̅̅̅
𝑣
3

Dengan demikian, tekanan total yang dikerjakan oleh partikel-partikel


gas terhadap dinding ruang dapat dinyatakan sebagai berikut.

̅̅̅̅̅̅̅
1 𝑚0 𝑁𝑣=̅̅̅̅
𝑧
2
𝑃=
3 𝑉

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 14


dengan:

P = tekanan gas (N/m2 atau Pa)

̅̅̅
𝑣 2 = rata-rata kuadrat kecepatan partikel gas (m2s2)

V = volume gas (m3)

2. Hubungan Tekanan dan Energi Kinetik Gas

Diawal telah dikemukakan bahwa partikel-partikel gas senantiasa


bergerak dengan kecepatan tertentu. masih ingatkah Anda besaran apa saja
yang dimiliki oleh benda atau partikel yang bergerak? Karena bergerak, maka
partikel-partikel gas tersebut memiliki sejumlah energi kinetik. Energi kinetik
partikel-partikel gas tidaklah sama sehingga kita perlu mendefinisikan energi
kinetik rata-rata partikel-partikel gas. Energi kinetik rata-rata partikel-partikel
gas dapat ditentukan oleh persamaan sebagai berikut.

1 ̅̅̅2
̅̅̅̅
𝐸𝐾 = 𝑚 𝑣
2 0
dengan:

̅̅̅̅
𝐸𝐾 = energi kinetik rata-rata partikel (joule)

̅̅̅
𝑣 2 = rata-rata kuadrat kecepatan partikel gas (m2/s2)

Bagaimana hubungan antara tekanan gas dengan energi kinetiknya?


Jika persamaan ini dimasukkan ke dalam persamaan sebelumnya, yaitu
1 𝑚0 𝑁𝑣̅̅̅̅
𝑧
2
𝑃= , maka akan diperoleh persamaan sebagai berikut.
3 𝑉
1 𝑚0 𝑁𝑣̅̅̅̅
𝑧
2 𝑁
𝑃= ( )
3 𝑉 𝑉
2 1 ̅̅̅̅2 𝑁
𝑃= ( 𝑚 𝑣 )( )
3 2 0 𝑧 𝑉

2 𝑁 3 𝑃𝑉
𝑃 = ̅̅̅̅
𝐸𝐾 ( ) atau ̅̅̅̅
𝐸𝐾 = ( )
3 𝑉 2 𝑁

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 15


Persamaan di atas menyatakan hubungan antara tekanan gas dengan
energi kinetik rata-rata partikel-partikel gas. Berdasarkan persamaan tersebut,
dapat disimpulkan bahwa semakin besar energi kinetik rata-rata partikel-
partikel gas, semakin besar tekanan gas tersebut.

Contoh Soal 1.4


Energi kinetik 2 mol gas monoatomik dalam tabung 10 liter adalah 2,3
× 10-23 joule. Berapa tekanan gas dalam tabung itu?

Penyelesaian:

n = 2 mol

V = 10 liter = 10 × 10-3 m3

̅̅̅̅ = 2,3 × 10-23 joule


𝐸𝐾

NA = 6,02 × 1023 Partikel/mol


𝑁
𝑛= ⟹ 𝑛𝑁𝐴 = (2)(6,02 × 1023 ) 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙
𝑁𝐴

= 1,204 × 1024 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙

Tekanan gas:
2 𝑁
̅̅̅̅ ( )
𝑃 = 𝐸𝐾
3 𝑉

2 −22
1,204 × 1024
= (2,3 × 10 ) ( ) 𝑃𝑎 = 18.461,3 𝑃𝑎
3 10−2

3. Hubungan Energi Kinetik dan Suhu Gas

Ketika suatu gas dipanaskan, maka suhu gas tersebut akan meningkat.
Kenikan suhu ini menyebabkan laju gerak partikel-partikel gas bertambah
besar, sehingga energi kinetik rata-rata partikel-partikel gas juga bertambah.
Secara matematis, hubungan antara suhu mutlak dengan energi kinetik rata-
rata partikel gas dapat diperoleh dari persamaan berikut.
𝑁
𝑃𝑉 = 𝑁𝑘𝑇 ⟺ 𝑃 = 𝑘𝑇 ( )
𝑉
|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 16
Dengan memasukkan nilai P ke dalam persamaan ,
maka Anda akan memperoleh hubungan sebagai berikut. 𝑃 = 2 𝐸𝐾 𝑁
̅̅̅̅ ( )
3 𝑉

𝑁 2 𝑁 2
𝑘𝑇 ( ) = ̅̅̅̅
𝐸𝐾 ( ) ⟺ 𝑘𝑇 = ̅̅̅̅
𝐸𝐾
𝑉 3 𝑉 3

Dengan demikian, hubungan energi kinetik rata-rata partikel gas dan


suhu mutlaknya dapat dinyatakan sebagai berikut.
3 3 𝑛𝑅𝑇
̅̅̅̅
𝐸𝐾 = 𝑘𝑇 atau ̅̅̅̅
𝐸𝐾 =
2 2 𝑁
Persamaan di atas menyatakan bahwa energi kinetik rata-rata kinetik
partikel gas hanya dipengaruhi oleh suhu mutlaknya. Semakin besar suhu
mutlak gas, semakin besar energi kinetik rata-ratanya.

Perlu diperhatikan bahwa persamaan ̅̅̅̅ 3


𝐸𝐾 = 𝑘𝑇 hanya berlaku untuk
2
gas monoatomik (misalnya gas-gas di atas mulia, seperti helium, neon, dan
argon). Untuk gas jenis lainnya berlaku persamaan lain yang akan dibahas
selanjutnya.

4. Kecepatan Efektif Partikel Gas

Bagaimanakah cara menyatakan kecepatan partikel gas? Kecepatan


gerak partikel-partikel gad dalam wadah tidak seluruhnya sama. Oleh karena
itu, diperlukan konsep kecepatan efektif partikel gas.

Misalkan, di dalam suatu wadah tertutup terdapat sebanyak N partikel


gas, masing-masing npartikel bergerak dengan kecepatan tertentu. N1 partikel
bergerak dengan kecepatan v1. N2 partikel bergerak dengan kecepatan v2,
demikian seterusnya, sehingga rata-rata kuadrat kecepatan ̅̅̅
𝑣 2 dapat
dinyatakan sebagai berikut.

2)
̅̅̅2 = 𝛴(𝑁1 𝑣1 𝑁1 𝑣1 2 + 𝑁2 𝑣2 2 + 𝑁3 𝑣3 3 + ⋯
𝑣 =
𝛴𝑁1 𝑁1 + 𝑁2 + 𝑁3 + ⋯

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 17


Perhitungan ini kemudian melahirkan konsep kecepatan efektif. Apakah
yang dimaksud dengan kecepatan efektif? Kecepatan efektif gas didefinisikan
sebagai akar dari rata-rata kuadrat kecepatan partikel-partikel gas sehingga
diperoleh persamaan kecepatan efektif gas sebagai berikut.

𝑣𝑅𝑀𝑆 = √̅̅̅
𝑣2

dengan:

𝑣𝑅𝑀𝑆 = kecepatan efektif partikel gas (m/s)

̅̅̅
𝑣 2 = rata-rata kuadrat kecepatan partikel gas (m/s)2

Dengan demikian, energi kinetik rata-rata partikel gas dapat dinyatakan


dengan kecepatan efektif partikel gas sebagai berikut.
1
̅̅̅̅ =
𝐸𝐾 𝑚 𝑣 2
2 0 𝑅𝑀𝑆
1
Dengan mensubtitusikan nilai ̅̅̅̅
𝐸𝐾 = 𝑚0 𝑣𝑅𝑀𝑆 2 ke dalam persamaan
3 , maka Anda akan memperoleh 2
̅̅̅̅ = 𝑘𝑇
𝐸𝐾 persamaan yang menyatakan
2
hubungan kecepatan efektif gas dengan suhu sebagai berikut.

3𝑘𝑇
𝑣𝑅𝑀𝑆 2 =√ 𝑚
0

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 18


Contoh Soal 1.5
Tentukan kecepatan efektif dari partikel-partikel suatu gas dalam
keadaan normal, jika massa jenis gas tersebut 10 kg/m3 dan tekanannya
3 × 105 N/m2

Penyelesaian:

Ρ = 10 kg/m3 ; P = 3 × 105 N/m2

Kecepatan efektif partikel gas:

3𝑃
𝑣𝑅𝑀𝑆 =√
𝜌

(3)(3 ×105 𝑁/𝑚2 )


=√ 10 𝑘𝑔/𝑚3

= √9 × 104 𝑚/𝑠 = 300 𝑚/𝑠

5. Teorema Ekulpartisi Energi dan Energi Dalam Gas


a. Teorema Ekuipartisi Energi
Suatu gas terdiri atas partikel-partikel (molekul-molekul). Pada sistem
partikel gas tersebut, tiap molekulnya mempunyai derajat kebebasan tertentu
(v). apakah yang dimaksud dengan derajat kebebasan? Derajat kebebasan
pada sistem partikel gas dijelaskan dengan teorema ekuipartisi energi. Dalam
hal ini, derajat kebebasan didefinisikan sebagai cara yang dapat digunakan
oleh partikel gas untuk menyerap energi. Untuk gas yang terdiri atas
molekul-molekul monoatomik (beratom tunggal), seperti helium (He), neon
(Ne), dan argon (Ar), maka energi yang diserap digunakan untuk melakukan
gerak translasi dalam arah sumbu- X, Y, dan Z, sehingga molekul-molekul
gas monoatomik dikatakan mempunyai 3 derajat kebebasan (v = 3).
Sementara itu, untuk gas yang terdiri atas molekul-molekul diatomik, seperti
hidrogen (H2), nitrogen (N2), dan oksigen (O2), maka energi yang diserap
digunakan untuk melakukan gerak translasi (dalam arah sumbu- X, Y, dan Z),

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 19


grak rotasi, dan vibrasi. Jadi, berapakah derajat kebebasan molekul-molekul
gas diaotomik?
Pada suhu rendah (±300 K), energi yang diserap oleh gas diatomik
hanya digunakan untuk bergerak translasi dalam arah X, Y, dan Z, dan
berotasi terhadap salah satu sumbu (misal X), sehingga terdapat dua
komponen energi rotasi. Dengan demikian, molekul gas diatomik pada suhu
sedang mempunyai v = 5. Sementara itu, pada suhu tinggi (±1.000 K), energi
yang diserap gas diatomik memungkinkan molekul gas bertranslasi dalam
arah sumbu- X, Y, dan Z, berotasi dalam arah Y dan Z, dan bergetar dalam
arah sumbu- X dan Y. dengan demikian v = 7.
Berdasarkan teorema ekuipartisi energi “Setiap derajat kebebasan
1
berkontribusi sebesar 𝑘𝑇 terhadap energi sistem partikel gas”. Berdasarkan
2

Teorema ini, maka energi mekanik rata-rata atau energi kinetik rata-rata
partikel (molekul) gas adalah:

1
̅̅̅̅̅
𝐸𝑀 = ̅̅̅̅
𝐸𝐾 = 𝑣 ( 𝑘𝑇)
2

dengan:

v = derajat kebebasan patikel (molekul) gas

b. Energi Dalam Gas

Apa yang dimaksud dengan energi dalam gas? Dalam ruang (wadah) tertutup,
gas ideal hanya mempunyai energi kinetik. Energi dalam gas adalah total
energi kinetik seluruh molekul gas yang terdapat di dalam suatu wadah
tertutup. Bagaimanakah persamaan untuk menentukan energi dalam gas?
Besarnya energi dalam dapat ditentukan sebagai berikut.

1
̅̅̅̅ = 𝑁𝑣 ( 𝑘𝑇)
𝑈 = 𝑁𝐸𝐾
2

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 20


Untuk gas monoatomik:

3 3
𝑈= 𝑁𝑘𝑇 = 𝑛𝑅𝑇
2 2

Untuk gas diatomik:

3 3
𝑈= 𝑁𝑘𝑇 = 𝑛𝑅𝑇
2 2

(pada suhu rendah (±300 K))

5 5
𝑈= 𝑁𝑘𝑇 = 𝑛𝑅𝑇
2 2

(pada suhu rendah (±500 K))

7 7
𝑈= 𝑁𝑘𝑇 = 𝑛𝑅𝑇
2 2

(pada suhu rendah (±1.000 K))

dengan:

I = energi dalam gas (J)

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 21


Contoh Soal 1.6
Suatu wadah dengan suhu 67ºC dan bertekanan 1,2 × 105 Pa berisi 2 g
gas heluim, dengan massa molekul 4 g/mol. Hitunglah energi dalam
gas tersebut, (k = 1,38 × 1023 J/K, NA = 1023 molekul/mol)

Penyelesaian:

T = 67ºC = 67 + 273 = 340 K; P = 1,2 × 105 Pa; M = 4 g/mol; k = 1,38


× 1023 J/K; m = 2 g; NA = 1023 molekul/mol

Carilah terlebih dahulu jumlah molekul gas (N):

𝑚
N = N An = N A
𝑀

2𝑔
= (6,02 × 1023 molekul/mol)( )
4 𝑔/𝑚𝑜𝑙

= 3,01 × 1023 molekul

Energi dalam gas helium (monoatomik) dengan suhu mutlak T = 340


K:
3 3 3
𝑈 = 𝑁𝑘𝑇 = 𝑛𝑅𝑇 = (3,01 × 1023 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙)(1,38 × 1023 J/K)
2 2 2

= 2.118,438 J

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 22


Rangkuman

1. Gas ideal terdiri atas partikel-partikel (molekul) yang jumlahnya


sangat banyak, gaya-gaya interaksi partrikel-partikel gas
diabadikan (kecuali saat tumbukan), partikel-partikel gas ideal
bergerak lurus beraturan (GLB) secara acak, ukuran partikel-
partikel gas ideal dapat diabaikan terhadap ukuran ruangan atau
wadahnya, tumbukan partikel-partikel gas ideal lenting sempurna
(tidak ada energi yang hilang), partikel-partikel gas terdistribusi
dalam seluruh ruangan, dan semua partikel gas memenuhi Hukum
Newton tentang gerak (mekanika Newton).
2. Hukum-hukum gas:
𝑃𝑉 𝑃1 𝑉1 𝑃2 𝑉2
 = konstan atau = (Hukum Boyle Gay-Lussac)
𝑇 𝑇1 𝑇2

 PV = konstan atau P1V1 = P2V2 (Hukum Boyle ⟶ untuk


1
proses isotermik P ∝ 𝑉)
𝑉 𝑉1 𝑉2
 = konstan atau = (Hukum Charles ⟶ untuk proses
𝑇 𝑇1 𝑇2

isobarik → V∝ T)
𝑃 𝑃1 𝑃2
 = konstan atau = (Hukum Gay- Lussac →untuk
𝑇 𝑇1 𝑇2

Gay- Lussac → untuk proses isokhorik → P ∝ T)

|Fisika Kelas XI Untuk SMA/MA 23