Anda di halaman 1dari 11

BAB III

URAIAN PROSES

3.1 Pengantar LNG (Liquefied Natural Gas)

LNG merupakan singkatan dari “Liquefied Natural Gas” atau bisa


diartikan sebagai gas alam yang dicairkan. Prinsip utama dari pencairan ini adalah
menurunkan suhu gas dari 32oC menjadi -160 oC. Prinsip pencairan gas
alam ini adalah menurunkan suhu gas dengan proses pendinginan dan
ekspansi pada temperatur rendah yang disebut cryogenic temperatur yaitu -160
o
C pada tekanan di bawah 1 atm. Tujuan dari pencairan ini adalah untuk
meningkatkan efesiensi pengangkutan dan penyimpanan (Loading&Storage),
karena volume gas sebelum dan sesudah dicairkan adalah 630:1 artinya kita akan
mendapatkan 1 cuft LNG jika kita mencairkan gas alam sebanyak 630 cuft.
Pada masa-masa lalu pemakaian gas alam sebagai sumber energi masih
belum mendapat perhatian karena kesulitan dalam pengangkutan dan
penyimpanan. Sebagian orang berpikir bahwa gas alam hanya dapat dipakai oleh
konsumen jika masing-masing konsumen mempunyai pipa khusus untuk
penyaluran gas alam dari pabrik di samping itu, gas alam yang dihasilkan
juga sulit untuk di angkut ke tempat-tempat yang terpencil dan jauh tetapi
seiring dengan kemajuan teknologi kendala tersebut dapat diatasi dengan cara
dikonversi gas alam menjadi LNG. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh
LNG antara lain:

a. sifatnya yang lebih ramah terhadap lingkungan.


b. tidak beracun.
c. aman.
d. lebih ringan dari udara, dan
e. mempunyai nilai bakar yang tinggi.
Batasan komposisi LNG didominasi oleh Metana (CH4) dan sedikit
Etana (C2 H6 ) serta Propana (C3 H8).

1
PT. Perta Arun Gas sekarang ini melakukan kegiatan usaha receiving &
regasification terminal / pembuatan terminal penerimaan dan proses pembentukan
gas kembali serta penjualan produksi dan gas bumi hasil kegiatan usaha tersebut.
Gas yang akan diuapkan dibeli dari Tangguh LNG yang terletak di Kabupaten
Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Indonesia. Adapun komposisi LNG yang
dibeli dari kilang Tangguh LNG untuk diuapkan di plant site PT. Perta Arun Gas
dapat dilihat pada Tabel 3.1. berikut:

Tabel 3.1 Komposisi Gas LNG Tangguh

Component % Mol

Oxygen(O2 ) 0.00

Nitrogen (N2 ) 0.22

Carbon Monoxide(CO) 0.00

Carbon Dioxide(CO2 ) 0.00

Methane (CH4 ) 96.76

Ethane (C2 H6 ) 2.31

Propane (C3 H8 ) 0.49

i – Buthane(i − C4 H10 ) 0.09

n – Buthane(n − C4 H10 ) 0.11

i – pentane(i − C5 H12 ) 0.02

n – pentane(n − C5 H12 ) 0.00

Sumber : Laboratorium, PT. Perta Arun Gas

3.2 Uraian Singkat Proses di PT. Perta Arun Gas


Secara umum proses yang terjadi di PT. Perta Arun Gas ini adalah sebagai
berikut:
 Menerima LNG dari Tangguh Papua.

2
 LNG Dari Tangguh diuapkan (vaporized) atau diregasifikasi.
 Menyalurkan gas hasil dari unit regasifikasi ke pengguna/pelanggan gas.
3.3 Regasifikasi LNG
Tujuan utama terminal penerimaan atau regasifikasi LNG adalah untuk
menerima pengiriman LNG dari tanker LNG di laut, menyimpan dan
meregasifikasi LNG, serta mentransmisikan gas bumi.

3.3.1 Unit penerimaan LNG/Unloading


Untuk unit penerima LNG yang disalurkan dari kapal tanker pembawa
LNG yang bersandar pada dermaga ke tanki timbun melalui unloading arm.
Terdapat dua unloading arm yang berfungsi menyalurkan LNG dari tanker ke
tanki timbun serta BOG (Boil Off Gas) kembali ke kapal tanker. Sistem unloading
LNG terdiri dari semua fasilitas, infrastruktur dan peralatan yang diperlukan
untuk merapatnya kapal LNG dengan aman, untuk menetapkan
hubungan interface kapal ke pantai dan memindahkan muatan dari kapal ke pipa
yang ada didarat. Sistem ini juga meliputi fasilitas untuk pelepasan interface kapal
ke pantai pada akhir kegiatan unloading. Secara spesifik sistem unloadingterdiri
dari:
 Merapatkan dan memindahkan jangkar untuk keamanan kapal LNG
dermaga unloading.
 Platform unloading yang mendukung

3.3.2 Unit penyimpanan/Storage


Unit tanki penyimpanan adalah tempat LNG disimpan sebelum memasuki
unit regasifikasi untuk dikonversi menjadi Natural Gas kembali. Tanki LNG yang
digunakan beroperasi pada tekanan rendah (dekat dengan tekanan atmosferik)
serta temperatur sekitar -162˚C. Sistem penyimpanan menyediakan suatu
penyangga antara penyaluran LNG dari kapal dan pen guapan yang meregasifikasi
LNG. Sistem terdiri dari satu atau lebih tanki-tanki yang didesign khusus. Kapal
pembawa LNG tiba di terminal pada interval tertentu. Persyaratan kapasitas
minimum penyimpanan adalah volume penyaluran LNG dari kapal terbesar yang

3
diperkirakan ada di terminal. Secara praktis, penyimpanan yang terpasang adalah
lebih besar daripada syarat minimumnya. Kelebihan kapasitas penyimpanan
disediakan untuk antisipasi keterlambatan kedatangan kapal yang terjadwal atau
tidak terjadwal.

3.3.3 Unit regasifikasi/Vaporizer


Unit regasifikasi adalah unit untuk mengubah LNG menjadi Natural Gas.
Peralatan utamanya yaitu vaporizer yang menyalurkan panas pada LNG sehingga
mengalami perubahan wujud dari cair menjadi fase uap. Sebelum proses ini,
LNG terlebih dahulu dinaikkan tekanannya hingga sekitar 700 psig menyesuaikan
dengan tekanan pada pipa transmisi.
Dalam sistem penguapan, LNG di uapkan (vaporized) atau diregasifikasi.
Transformasi fisik dari bentuk cair (LNG) ke bentuk gas membutuhkan transfer
panas kedalam LNG. Peralatan penguapan memenuhi transfer panas kedalam
LNG. Peralatan penguapan memenuhi transfer panas secara efisien, aman.
Beberapa design dari peralatan penguapan tersedia. Dalam industri base-
load LNG dua dari design-design ini telah mendapat penerimaan yang luas.
Yaitu Open-rack Seawater Vaporizers (ORV) dan Submerged Combustion
Vaporizers(SCV). Perbedaan utama diantara kedua tipe ini adalah dalam sumber
panas untuk penguapan. Perbedaan dalam hasil sumber panas sedikit berbeda
karakteristik fisiknya untuk kedua jenis peralatan.
Dalam jenis ORV, keuntungan diambil dari perbedaan dalam temperatur
antara air laut dan LNG. Sejumlah besar air laut dibawa dalam kontak tidak
langsung dengan LNG bertekanan melalui tubing berdesign khusus. Panas
ditransfer dari air laut ke LNG, menyebabkan LNG menjadi panas dan menguap.
Air laut menyerap ‘cold’ dari LNG dan dikembalikan ke laut dari beberapa derajat
lebih dingin daripada temperatur air laut sekitarnya. Panas air laut secara
kebetulan didapatkan bebas/gratis, namun investasi yang cukup berarti dibutuhkan
untuk memompa dan perpipaan untuk volume air laut yang besar ke area proses
ORV, dan untuk mengembalikan air laut ke lautan/samudra. Penggunaan ORV
mungkin tidak efektif bila temperatur air laut lebih rendah dari 5˚C hingga 7˚C.

4
Pada SCV, panas dihasilkan dengan membakar gas alam.
Istilah submerged comburtion telah berkembang karena panas gas dari
pembakaran gas alam digelembungkan melalui sebuah bak air. Tubing atau koil
yang membawa LNG dibenamkan dalam bak ini, sehingga air bertindak sebagai
media pambatas antara gas yang panas dengan LNG yang dingin. Peralatan SCV
lebih kompak dan tidak semahal dari tipe ORV. Tapi bagaimanapun, sekitar 1,5%
gas alam yang diimpor dikonsumsi sebagai bahan bakar.

Gambar 2.7 Blok diagram proses penguapan LNG


3.3.4 Unit Distribusi
Unit penyaluran gas adalah untuk menyalurkan gas hasil dari unit
regasifikasi ke pengguna/pelanggan gas. Terminal LNG dikembangkan dalam
ukuran skala yang cukup luas, dari ukuran yang kurang dari satu juta per tahun
(MTPA) hingga 10 juta ton per tahun (MTPA) terhadap gas yang dihasilkan.
Pengguna akhir untuk gas ini meliputi:
 Pembangkit listrik untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara
 Industri/bahan bakar domestik via jaringan pipa untuk kegunaan
regional (PIM)

5
3.4 Seksi Penunjang Off-plot & Marine
Seksi ini merupakan bagian dari departemen operasi yang sangat penting
untuk menunjang kelanjaran produksi. Fungsi bagian ini adalah penunjang
jalannya pengoperasian pabrik dengan cara menyediakan segala sarana yang
diperlukan dalam proses pengolahan gas alam. Seksi ini mempunyai tugas antara
lain :
a. Menyediakan tenaga listrik baik untuk pabrik maupun untuk perumahan
karyawan
b. Menyediakan air pendingin dan air minum untuk pabrik dan perumahan
c. Menyediakan uap air (Steam) untuk proses
d. Menyediakan udara instrument
e. Menyediakan nitrogen
Unit- unit yang menjadi tanggung jawab seksi penunjang mencakup :
a. Pembangkit tenaga listrik (unit 90)
b. Distribusi tenaga listrik (unit 88)
c. Sistem gas bahan bakar (unit 75)
d. Sistem pembakaran (unit 79)
e. Sistem pengolahan air (unit 94)
f. Sistem pembangkit uap/steam (unit 92)
g. Unit penyediaan nitrogen (unit 77)
h. Unit penyediaan udara pabrik dan udara instrumen (unit 74)

3.4.1 Unit Pembangkit Tenaga Listrik


Unit ini bertugas menyediakan tenaga listrik untuk keperluan pabrik dan
perumahan PT. Perta Arun Gas. Unit ini mempunyai 8 turbin gas yang
menggerakkan 8 buah generator listrik dimana daya masing – masing turbin
adalah 33.000 HP, sedangkan kapasitas masing – masing generator listrik adalah
21 MW.

6
3.4.2 Unit Distributor Tenaga Listrik
Unit ini bertugas mendistribusikan tenaga listrik ke semua pemakai
dengan menggunakan transformer dan switch gear dengan system bawah tanah ke
cabang yang ada di pabrik. Dari cabang ini energi listrik dikirim ke pemakai
(pabrik dan perumahan).
3.4.3 Unit Sistem Gas Bahan Bakar
Tugas unit ini adalah menyediakan dan mendistribusikan :
a. Gas bahan bakar bertekanan rendah digunakan sebagai bahan bakar pada
stabilizer reboiler dan generator uap pada boiler.
b. Bahan bakar bertekanan tinggi digunakan untuk turbin gas yang berada di
train maupun dipembangkit tenaga.
Unit ini dilengkapi dengan peralatan utama, yaitu :
c. Fuel gas booster compressor (K-7501), berfungsi untuk mengubah
tenakan gas bahan bakar bertekanan rendah menjadi gas bahan bakar
bertekanan tinggi.
d. Fuel gas mixed drum (D-75010), berfungsi sebagai tempat penampungan
gas discharge compressor sebelum didistribusikan ke pengguna bahan
bakar tenaga tinggi.

3.4.4 Unit Sistem Pembakaran


Unit ini bertugas membakar gas buang dari proses yang tidak mungkin
diolah kembali, begitu juga yang akan dibuang karena keadaan darurat (pada
tekanan yang tinggi). Peralatan yang terdapat di unit ini adalah :
a. Stack tower (5 buah) yang berfungsi sebagai tempat pembakaran gas-gas
buang.
b. Knock out drum (4 buah) yang berfungsi memisahkan cairan yang
mungkin terbawa bersama gas.

3.4.5 Unit Sistem Pengolahan Air


Unit ini berfungsi menyediakan air untuk memenuhi kebutuhan pabrik dan
perumahan. Unit ini terdiri dari 7 buah system, yaitu :

7
a. Raw water system (Unit 70), berfungsi sebagai tempat penampungan air
yang dikirim dari unit 94A sebelum dikirim keunit pengolahan air.
b. Raw watertreatment (Unit 94B), berfungsi menjernihkan air sungai yang
dikirim dari unit 70 menjadi air bersih. Setelah melalui proses penjernihan,
air dikirim ke tangki penyimpanan yang kemudian didistribusikan ke
boiler feel water, make up, untuk keperluan pabrik dan perumahan.
c. Boiler feel water treatment (unit 91), berfungsi mengolah air yang akan
digunakan di boiler untuk menghasilkan uap. Pengolahan yang dilakukan
adalah proses pelunakan. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan
kotoran-kotoran dari dalam air yang dapat menimbulkan kerak pada pipa
boiler.
d. Cooling water system (unit 71), berfungsi menyediakan air pendingin
yang digunakan untuk mendinginkan pompa, kompresor dan sebagainya.
Air pendingin yang sudah digunakan dikembalikan ke unit pendingin ini
untuk didinginkan kembali dengan air laut.
e. Raw water intake facility and pipe line (unit 94A), berfungsi
menyediakan air mentah yang dialirkan dengan menggunakan pompa
sentrifugal dari sungai Peusangan ke plant site yang berjarak 40 km.
f. Domestik water system (unit 73), berfungsi menampung dan
mendistribusikan air bersih ke kantor-kantor dan pabrik sebagai air minum
dan air cuci.
g. Fire water system (unit 81), bertugas menyediakan air untuk pemadam
kebakaran. Air ditampung pada kolam/waduk, kemudian didistribusikan
ke unit-unit pemakai dengan menggunakan pompa yang digerakkan oleh
motor diesel dan listrik. Kapasitas masing-masing pompa adalah 454
m3/jam.

3.4.6 Unit Sistem Pembangkit Uap (unit 92)


Unit bertugas untuk menyediakan uap air (steam) yang akan digunakan
sebagai pemanas di unit proses LNG, storage and loading, dan utilitas. Proses
yang terjadi adalah system tertutup. Dimana uap yang telah digunakan berubah

8
menjadi air dan dikembalikan ke boiler yang selanjutnya dibakar dengan tekanan
yang rendah untuk diubah bentuknya menjadi uap kembali. Unit ini dilengkapi
dengan beberapa peralatan utama seperti :
1. Deaerator sebanyak 3 unit, berfungsi sebagai tempat pemanasan
pendahuluan boiler feed water disamping sebagai tempat pembuang gas
yang terlarut dalam boiler feed water.
2. HRSG (Heat Recorvery Steam Generator ) sebanyak 10 unit, berfungsi
untuk menghasilkan steam. HRSG ini bisa membangkitkan steam
sebanyak 17.000 ton/hari, dengan menghemat 36 MMSCFD fuel gas.
3. Boiler feel water pump sebanyak 4 buah setiap pembangkit uap, berfungsi
memompakan boiler feel water dari deaerator ke steam drum.
Sepuluh unit HRSG yang dibangun di beberapa lokasi pabrik, yaitu :
a. 6 unit fired HRSG di area pembangkit listrik dengan mengunakan
burner yang mana dapat menghasilkan maksimum 120 ton/jam steam
bertekanan rendah.
b. 2 buah unit HRSG di train 4 dengan memanfaatkan gas panas yang
keluar dari exhaust stack KGT-4401/2 (Compressor gas turbin)
dengan temperature +530 0C yang akan menghasilkan maksimum 65
ton/jam steam bertekanan + 10 kg/cm2.
c. 2 buah unit HRSG di train 5 dengan memanfaatkan gas panas yang
keluar dari exhaust stack KGT-4501/2 (Compressor Gas Turbin)
0
dengan temperature +530 C yang menghasilkan maksimum 65
ton/jam steam bertekanan + 10 kg/cm2.

3.4.7 Unit Penyedia Nitrogen (Unit 77)


Unit ini berfungsi menyediakan nitrogen cair dan gas untuk memenuhi
kebutuhan pabrik, antara lain sebagai make-up MCR, purging pipe lines dan
sebagainya. Unit ini terdiri dari 3 unit penyedia nitrogen dengan kapasitas 600
m3/jam untuk nitrogen gas dan 4 m3/jam untuk nitrogen air. Unit ini dilengkapi
dengan beberapa peralatan utama seperti :

9
1. Intel air filter, berfungsi untuk menyerap dan menyaring udara luar
(atmosfer) yang akan menghasilkan gas nitrogen.
2. Compressor, berfungsi untuk menaikan tekanan udara dari atmosfer
hingga mencapai tekanan sebesar 10,4 kg/m3g untuk proses pencairan
nitrogen.
3. Air Chiller and Separator, Air Chiller adalah alat pendingin udara yang
bekerja dengan Freon system, berfungsi untuk mendinginkan udara yang
berasal dari compressor agar tekanannya diturunkan sehingga sebagian
dari udara berubah menjadi uap. Separatoradalah alat yang berfungsi
untuk memisahkan udara yang berembun dan mengalirkan udara yang
terbebas dari air.
4. Dryers, berfungsi untuk mengeringkan udara yang bebas dari air agar
berubah menjadi gas yang kering. Dryers terdiri dari molecular sieve yang
bekerja bergantian dalam waktu yang bersamaan, satu tabung
mengeringkan dan tabung yang lain di regenerasi.
5. Cold Box, berfungsi untuk memisahkan gas nitrogen dari udara yang
masih mengandung oxygen dengan temperatur yang sangat rendah -
164°C.

3.4.8 Unit Penyedia Udara Pabrik (Unit 74)


Unit ini berfungsi menghasilkan udara bertekanan yang dihisap oleh
atmosfer oleh tiga buah compressor, udara tersebut digunakan untuk penggerak
instrument disamping membersihkan alat-alat pabrik dan pemakaian lainnya. Unit
ini mempunyai 3 buah drier dimana udara dimanfaatkan sehingga tekanan udara
antara 8-9 kg/cm3.
Penyimpanan, Pemuatan & Pengisian (Storage, Loading & Unloading)
Tugas dari unit ini adalah sebagai berikut :
 Menerima, dan menyimpan LNG dari kapal.
 Menerima, menyimpan dan menghasilkan kondensat stabil dari
proses ke kapal.

10
 Menyediakan air laut yang diperlukan untuk proses pendinginan di
pabrik serta untuk proses regasification di ORV.
Storage dibagi dua jenis, yaitu condensate storage dan LNG storage. Pada
saat ini kilang PT. Perta Arun Gas memiliki 5 tangki penyimpanan LNG yang
masing-masing berkapasitas 127200 m3 dan tangki condensate sebanyak 4 tangki.

11