Anda di halaman 1dari 11

07/01/2012

Kuliah ke 10

Tegangan Pada Massa Tanah


 Pada tanah yang harus mendukung pondasi dengan berbagai bentuk
umumnya terjadi kenaikan tegangan .
 Kenaikan tegangan pada tanah tersebut tergantung pada beban per
satuan luas dimana pondasi berada, kedalaman tanah di bawah
pondasi dimana tegangan tersebut di tinjau, dan faktor-faktor lainnya.
 Kenaikan tegangan vertikal yang terjadi pada tanah akibat beban
pondasi perlu juga dihitung agar besarnya penurunan tanah yang
akan terjadi dapat diperkirakan.
 Prosedur perhitungan penurunan tanah ini akan di bahas lebih lanjut.
 Berikut ini akan dibahas prinsip-prinsip perhitungan besarnya
kenaikan tegangan vertikal pada tanah yang diakibatjan oleh
berbagai macam pembebanan berdasarkan pada teori elastis.
 Walaupun tanah secara aslinya sebagaian besar tidak elastis
penuh, tidak homogen, perhitungan untuk memperkirakan besarnya
kenaikan tegangan vertikal umumnya memberikan hasil yang cukup
baik untuk maksud-maksud praktis di lapangan.

1
07/01/2012

Tegangan Normal dan Tegangan


Geser pada Sebuah Bidang
 Pada gambar (a) berikut terlihat sebuah contoh dua dimensi
dari suatu elemen tanah yang menerima tegangan normal
dan tegangan geser dimana σy > σx.

 Untuk menentukan besarnya


tegangan normal dan tegangan
geser pada sebuah bidang EF
yang membentuk sudut θ
terhadap bidang AB, kita perlu
meninjau diagram benda bebas
(free-body) EFB sebagaimana
terlihat pada gambar (b)
berikut.

Tegangan Normal dan Tegangan Geser pada


Sebuah Bidang
 Misalkan σn adalah tegangan normal
dan τn adalah tegangan geser pada
bidang EF.
 Dari analisa geometri didapat :
EB = EF cos θ dan
FB = EF sin θ
 Dengan menjumlahkan komponen
gaya-gaya yang bekerja pada elemen
tersebut dalam arah N , diperoleh :

σn EF = σx FB sin θ + σy EB cos θ + τxy FB cos θ + τxy EB sin θ


σn EF = σx EF sin2 θ + σy EF cos2 θ + 2 τxy EF sin θ cos θ
σn = σx sin2 θ + σy cos2 θ + 2 τxy sin θ cos θ
 y  x  y  x
n   cos 2   xy sin 2 …. persamaan (1)
2 2

2
07/01/2012

Tegangan Normal dan Tegangan Geser pada


Sebuah Bidang
 Dengan menjumlahkan komponen
gaya-gaya yang bekerja pada
elemen tersebut dalam arah
T, (tegak lurus arah N) diperoleh :

τn EF = – σx FB cos θ + σy EB sin θ + τxy FB sin θ – τxy EB cos θ


τn EF = – σx EF sin θ cos θ + σy EF cos θ sin θ + τxy EF sin θ sin θ
– τxy EF cos θ cos θ
τn = σy sin θ cos θ – σx sin θ cos θ – τxy (cos2 θ – sin2 θ)
 y  x
n  sin 2   xy cos 2 …. persamaan (2)
2

Tegangan Normal dan Tegangan Geser pada


Sebuah Bidang
 Dari persamaan (2) dapat diketahui bahwa harga θ dapat
ditentukan sedemikian rupa sehingga τn menjadi = 0.
 Dengan memasukkan harga τn = 0 pada persamaan (2), didapat :
 y  x sin 2 2 xy
sin 2   xy cos 2 
2 cos 2  y   x

2 xy
tan 2  … persamaan (3)
 y  x
 Untuk setiap harga τxy, σx dan σy persamaan di atas
menghasilkan dua harga θ yang selisihnya 900.
 Ini berarti terdapat dua bidang yang tegak lurus satu sama lainnya
dimana tegangan geser pada bidang-bidang tersebut, τn = 0.
 Bidang-bidang tersebut dinamakan bidang utama (principal
planes).

3
07/01/2012

Tegangan Normal dan Tegangan Geser pada


Sebuah Bidang
 Tegangan normal yang bekerja pada bidang utama ini disebut
tegangan utma (principal stress).
 Besarnya tegangan utama ini dapat ditentukan dengan
memasukkan persamaam (3) ke persamaan (1) yang
menghasilkan :
Tegangan Utama Besar (Major Principal Stress) :

)
2
 y  x  σy  σx 
    xy
2
   ….. Persamaan (4)
n 1
2  2 
Tegangan Utama Kecil (Minor Principal Stress) :
(

)2
 y  x  σy  σx 
    xy
2
   ….. Persamaan (5)
n 3
2  2 

Tegangan Normal dan Tegangan Geser pada Sebuah Bidang


 Tegangan normal dan tegangan geser yang bekerja pada sembarang
bidang juga dapat ditentukan dengan menggambar sebuah lingkaran
Mohr, seperti terlihat pada gambar berikut :

 Perjanijian tanda yang dipakai dalam lingkaran Mohr adalah sbb :


o Tegangan normal tekan dianggap positif;
o Tegangan geser dianggap positif apabila tegangan geser yang
bekerja pada sisi-sisi elemen tegangan bujur sangkar yang
berhadapan berotasi berlawanan arah perputaran jarum jam.

4
07/01/2012

TEGANGAN NORMAL DAN TEGANGAN GESER


PADA SEBUAH BIDANG
 Untuk bidang AD dan BC pada elemen tanah
dalam gambar, tegangan normalnya adalah +
σx dan tegangan gesernya adalah + τxy.
 Untuk bidang AB dan DC, tegangan
normalnya adalah + σy dan tegangan
gesernya adalah - τxy.
 Titik R dan M mewakili keadaan
tegangan pada bidang-bidang AD dan
AB.
 Titik O merupakan titik perpotongan
antara sumbu tegangan normal dan
garis RM dan juga sebagai titik pusat
lingkaran MNQRS.
 Jari-jari lingkaran Mohr OR adalah :

)
R
O
2
 σy  σx 
  xy
2
 
 2 

TEGANGAN NORMAL DAN TEGANGAN GESER


PADA SEBUAH BIDANG
 Tegangan pada bidang EF dapat
ditentukan dengan memutar sebuah sudut
sebesar 2 θ (2 x besar sudut yang dibentuk
oleh bidang EF terhadap bidang AB pada
arah berlawanan jarum jam seperti pada
gambar sebelah kiri) dalam arah
berlawanan jarum jam dari titik M pada
keliling lingkaran Mohr menuju titik Q.
 Absis dan ordinan titik N
merupakan tegangan normal σn
dan dan tegangan geser τn pada
bidang EF.
 Karena ordinat (tegangan geser) di
titik N dan S = 0, maka titik-titik
tersebut mewakili
tegangan-tegangan pada bidang
utama.
 Absis titik N adalah σ1 (pers
4), dan absis titik S adalah σ3 (pers
5).

5
07/01/2012

TEGANGAN NORMAL DAN TEGANGAN GESER


PADA SEBUAH BIDANG
 Pada kasus tertentu, yaitu bila bidang-bidang AB dan AD
merupakan bidang-bidang utama besar dan kecil, tegangan
normal dan tegangan geser pada bidang EF menunjukkan
bahwa σy = σ1 dan σx = σ3 sebagaimana terlihat pada gambar (a)
di bawah, sehingga :
 y  x  y  x
n   cos 2
2 2
 y  x
n  sin 2
2
 Bentuk lingkaran Mohr untuk
kondisi tegangan seperti ini
diberikan pada gambar (b).
 Absis dan ordinat titik Q
menunjukkan besarnya tegangan
normal dan tegangan geser pada
bidang EF.

Metode Kutub Untuk Menentukan Tegangan


Tegangan--
tegangan Pada Sebuah Bidang
 Terdapat cara lain untuk menentukan tegangan-tegangan pada sebuah
bidang dengan menggunakan lingkaran Mohr, yaitu Metode Kutub (Pole
Methode), atau Metode Pusat Bidang (Origin of Plane Methode).
 Metode-metode ini ditunjukkan pada gambar berikut :

 Pada gambar (a) terlihat sebuah


contoh suatu elemen tanah yang
menerima tegangan normal dan
tegangan geser dimana σy > σx.
 Gambar (b) merupakan lingkaran
Mohr untuk tegangan-tegangan
yang terjadi pada elemen tanah
tersebut.
 Dengan metode kutub, kita dapat
menarik garis dari sebuah titik
tertentu pada lingkaran Mohr
sejajar terhadap bidang dimana
tegangan-tegangan tersebut
bekerja.

6
07/01/2012

Metode Kutub Untuk Menentukan


Tegangan--tegangan Pada Sebuah Bidang
Tegangan
 Titik perpotongan garis ini
dengan lingkaran Mohr disebut
titik kutub.
 Titik ini hanya ada satu untuk
semua kedudukan tegangan
pada elemen yang ditinjau.
 Misalnya titik M pada lingkaran
Mohr gambar (b) menunjukkan
tegangan-tegangan pada bidang
AB.
 Garis MP ditarik sejajar dengan
bidang AB
 Jadi P merupakan titik kutub (pusat bidang) pada kondisi elemen tersebut.
 Bila kita ingin mendapatkan tegangan-tegangan pada bidang EF, kita hanya
perlu menarik sebuah garis dari titik kutub tersebut sejajar dengan bidang EF.
 Titik perpotongan garis ini dengan lingkaran Mohr adalah titik Q.
 Koordinan titik Q merupakan tegangan yang bekerja pada bidang EF. (Catatan:
dengan ilmu ukur sudut dapat diketahui besar sudut QOM adalah 2 x besar
sudut QPM).

Contoh Soal
 Bila diketahui bahwa tegangan-tegangan pada sebuah elemen tanah
adalah seperti pada gambar dibawah ini, tentukan :

a. Tegangan utama besar (x1)


b. Tegangan utama kecil (x3)
c. Tegangan normal dan tegangan
geser pada bidang DE.
Gunakan cara metode kutub

 Penyelesaian :
Pada bidang AD : tegangan normal = + 150 kN/m2
tegangan geser = - 50 kN/m2
 Pada bidang AB : tegangan normal = + 50 kN/m2
tegangan geser = + 50 kN/m2

7
07/01/2012

Contoh Soal
 Dengan menggambar lingkaran Mohr seperti pada gambar (b), didapat :

a. Tegangan utama besar = 170,7 kN/m2


b. Tegangan utama kecil = 29,3 kN/m2
c. NP adalah garis yang ditarik sejajar
bidang CB.

 Pada lingkaran Mohr :


 Titik P merupakan titik kutub.
 Garis PQ ditarik sejajar DE yang ada pada gambar (a)
 Koordinat titik Q menggambarkan besarnya tegangan-tegangan yang
bekerja pada bidang DE.
 Jadi : tegangan normal = 164 kN/m2
tegangan geser = - 29,9 kN/m2

Tegangan--tegangan Yang Dihasilkan Oleh


Tegangan
Beban Terpusat
 Boussinesq (1883) telah memecahkan masalah yang berhubungan dengan
penentuan tegangan-tegangan pada sembarang titik pada sebuah media yang
homogen, elastis, dan isotropis.
 Media tersebut berupa ruang yang luas tak terhingga dan pada permukaannya
bekerja sebuah beban terpusat (beban titik) sebagaimana terlihat pada
gambar berikut :
 Rumus Boussinesq untuk tegangan normal
pada titik A yang diakibatkan oleh beban
terpusat P adalah :

P  3x 2 z  x2  y2 y 2 z 
p x   5  1  2   2  3 2 
2  L  Lr L  z  L r  

P 3 y 2 z  y2  x2 x2 z 
p y   5  1  2   2  3 2 
2  L  Lr L  z  L r  
dimana :

3P z 3 3P z3 r  x2  y2
p z  
5

2 L 2 r 2  z 2 
5/ 2
L x2  y2  z2  r2  z2
  angka Poisson

8
07/01/2012

Tegangan--tegangan Yang Dihasilkan Oleh


Tegangan
Beban Terpusat
 Persamaan Δpx dan Δpy, merupakan tegangan-tegangan
normal dalam arah horizontal yang besarnya tergantung
pada angka poisson (μ)medianya.
 Sedangkan tegangan arah vertikal Δpz, tidak tergantung
pada angka poisson (μ).
 Hubungan untuk Δpz, kemudian dapat dituliskan lagi dalam
bentuk sebagai berikut :

P  3 1  P
pz     2 II
z2  2   r / z   2 5/2
 z

3 1
dimana : I I 
2  r / z  2 5/2

Contoh Soal
 Terdapat sebuah beban terpusat P = 1000 lb seperti gambar berikut :
 Gambarkan grafik variasi kenaikan tegangan
vertikal Δpz terhadap kedalaman yang
diakibatkan oleh beban terpusat di bawah
permukaan tanah dimana x = 3 ft dan y = 4 ft.
 Penyelesaian :

r  x 2  y 2  32  4 2  5 ft
Δpz (lb/ft2)
0 1 2 3 4
r z r/z II Δpz
0
5 0 - 0 0
-4
Kedalaman z (ft)

2 2,5 0,003 0,75


4 1,25 0,045 2,81 -8
6 0,83 0,129 3,58
8 0,63 0,207 3,23 -12
10 0,5 0,273 2,73 -16
12 0,42 0,318 2,21
16 0,31 0,38 1,48 -20
20 0,25 0,411 1,03 -24

9
07/01/2012

Tegangan Vertikal yang Diakibatkan oleh


Beban Garis
 Gambar berikut ini menunjukkan sebuah beban garis yang lentur
dengan panjang tak terhingga dan intensitas beban q per satuan
panjang pada suatu masa tanah yang semi-tak terhingga.
 Kenaikan (perubahan) tegangan vertikal Δp
di dalam massa tanah tersebut dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
2q
p 

 z  x / z 2  1  2 atau

p 2

q / z    x / z  2
1 
2

 Persamaan Δp/(q/z) adalah suatu bentuk persamaan tanpa dimensi.


 Dengan persamaan tersebut, variasi Δp/(q/z) terhadap x/z dapat dihitung.
 Hal ini sebagaimana terlihat pada gambar berikut :

Tegangan Vertikal yang Diakibatkan oleh


Beban Garis

 Harga Δp yang dihitung dari persamaan Δp/(q/z) adalah


merupakan tambahan tegangan pada tanah yang
disebabkan oleh beban garis.
 Harga Δp tersebut tidak termasuk tekanan akibat tanah di
atas titik A.

10
07/01/2012

Contoh Soal
 Pada gambar (a) terlihat dua buah
beban garis di atas tanah.
 Tentukan kenaikan tegangan di
titik A
 Penyelesaian :
Dari gambar (b) kenaikan
tegangan total di A adalah :
2q
p 

 z  x / z 2  1 
2

 p   p1   p 2

2 q1 2q2
 p1  p2 

 z  x1 / z   1 2

2

 z  x 2 / z 2  1 2
 p   p1   p 2
2 500  2 1000   p  12 ,12  3 ,03
 p1  p2 

  4 5 / 4
2
1 
2

  4 10 / 4
2
1 
2
 p  15 ,15 lb/ft 2

2 2
 p 1  12 ,12 lb/ft  p 2  3 ,03 lb/ft

11