Anda di halaman 1dari 6

KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM

A. Falsafah Ketuhanan dalam Islam


Pengertian falsafah adalah suatu pengetahuan di dalam ajaran
Islam. Sedangkan pengertian dari agama adalah suau ajaran yang benar
yang berasal dari Allah SWT.
Tujuan dari falsafah adalah menerangkan hal yang baik dan benar,
sedangkan tujuan dari agama itu sendiri adalah menjelaskan kebenaran
dan kebaikan.

B. Pengertian Tuhan
Berasal dari kata “ Ilah “, yaitu untuk menyataan berbagai objek
yang dibesarkan atau diagungkan oleh manusia.
Allah berfirman dalam surah Al-Jatsiyah : 23, yang berbunyi :





 
 


 


 

 
 

 

 


 

 


  


 
 
 

 
  
 



23. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-
Nya[1384] dan Allah Telah mengunci mati pendengaran dan hatinya
dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang
akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).
Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Serta dalam surah Al-Qashash : 38, yang berbunyi :

  


  
 
 

 

  
  


 
 
 



 
  


 

 

 
38. Dan Berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, Aku tidak mengetahui
Tuhan bagimu selain Aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat[1124]
Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya Aku dapat naik
melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya Aku benar-benar yakin bahwa dia
termasuk orang-orang pendusta".

Perkataan ” Ilah ” dalam Al-Qur’an juga dipakai dalam bentuk


tunggal, jamak , ganda, dan banyak.
a. Tuhan, sesuatu yang dipentinkan oleh manusia sehingga manusia
merelakan dirinya dikuasaiNya.
b. Tuhan, penyebab utama dari kejadian alam semesta.

C. Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan


a. Dinamisme, Kepercayaan terhadap benda keramat.
b. Animisme, Keercayaan terhadap roh.
c. Politeisme, Kepercayaan terhadap dewa sebagai tuhan.
d. Heoteisme, Kepercayaan terhadap dewa yang terkuat sebagai
tuhan.
e. Monoteisme, Menyatakan satu tuhan untuk seluruh rakyat.

Pada masa modern ini, terdapat tiga pemikiran tentang tauhid,


yakni :
a. Mu’tazilah, menekankan pemakaian akal ikiran dalam memahami semua
ajaran dan keimanan dalam Islam.
b. Qadariyah, Menekankan kebebasan berehendak bagi manusia.
c. Jabariyah, Menekankan bahwa manusia tidak dapat berkehendak dan
berbuat.

D. Tuhan Menurut Wahyu


Firman Allah SWT. dalam surah Al-Anbiya : 21, berbunyi :

 

 
 



 
 
 
21. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-
orang mati)?

Pada Firman Allah SWT. dalam surah Al-Maidah : 72



 
 

 
 
  

 


   

 


  

   
   

 
 


 
  

  

 
72. Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya
Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai
Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang
yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada
bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Pada surah Al-Ikhlas : 1-4, berbunyi :


   
  

   
 
    

 
 
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Dari beberapa Firman Allah SWT. diatas dapat disimpulkan


bahwa tuhan adalah Allah SWT. dan kemahaesaan Allah SWT. tidak
melalui teori evolusi dan evaluasi melainkan melalui wahyu yang
diturunkan Allah SWT. Berarti tauhid telah ada Sejas datangnya Nabi
Adam As.

E. Pembuktian Wujud Tuhan


a. Metode Pembuktian Ilmiah
Metode ini mengana hakikat melalui percobaan dan pengamatan,
sedangkan aqidah berhubungan dengan alam semesta, sehingga
tidak mungkin dilakukan percobaan.
b. Keberdaaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan
Bagi Amat Islam, mengetahui bahwa dengan adanya alam dan
segala isinya membuktikan bahwa Tuhanlah yang menjadi
pencipta dibalik semua kejadian tersebut.
c. Melalui Pendekatan Físika Adanya Tuhan
Berpedoman terhadap pernyataan bahwa jika alam bersifat azali,
maka sudah habis energinya, dan tidak akan ada kehidupan.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


Pertanyaan :
1. Apakah hukum bagi orang yang menganut aliran dinamisme ?
2. Seorang individu percaya pada Allah SWT., Namur tak melaksanakan
perintahNya. Bagaimana dengannya ?
3. Coba jelaskan kembali mengenai pembuktian wujud tuhan dengan metode
ilmiah ?

Jawaban :
1. Pada zaman dahulu, masyarakatnya memiliki suatu kegiatan yang tidak
seperti zaman sekarang, hanya bisa berburu dan melaksanakan kegiatan
untuk memenuhi kehidupannya masing – masing. Pada masa itu, tidak ada
suatu ikatan yang mengikat mengenai suatu aliran yang ia anut pada masa
itu, seua masyarakat hanya memiliki suatu ikatan yang sama. Jadi, ak ada
hukum baginya pada masa itu.
2. Di dalam Islam, terdapat Islam Kaffah, artinya Islam yang sempurna, yang
berarti melaksanakan segala yang diperintahkan Allah SWT. Kepadanya,
dan meninggalkan apa yang dilarang kepadanya. Jadi, orang tersebut,
bukanlah seorang Islam yang sesungguhnya, melainkan Islam hanya di
nama.
3. Manusia tidak dapat menganilisa kejadian munculnya tuhan, layaknya
pemahaman manusia terhadapa adanya manusia di dunia ini, karena hanya
Allah-lah yang mengethui semuanya jika dibandingkan dengan manusia
yang memiliki batas di dalam pemikirannya.