Anda di halaman 1dari 36

TELAAH KURIKULUM DAN BUKU TEKS KIMIA

DISUSUN OLEH

1. CLAUDIA LABURA (06101381722055)


2. TASYA BELINA (06101381722058)
3. ACNES OKTAVIANI (06101381722063)

DOSEN PENGASUH :

ICENG HIDAYAT, DR.,M.SC

DAN BETY LESMINI, DR., M.SC

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

2019
1. Analisis deskriptif kurikulum 2013 kimia kelas X, XI, dan XII

Mengapa perlu adanya pengembangan kurikulum

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Hal-hal yang mendorong
pengembangan kurikulum adalah:

- Internal: mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini
dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan
keterampilan melalui pendidikan
- Eksternal: globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup,
kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan
perkembangan pendidikan di tingkat internasional
- Penyempurnaan pola pikir: gaya belajar siswa (learning style), pembelajaran interaktif,
internet literacy, pendekatan saintific, pembelajaran berbasis multimedia,
- Penyempurnaan tata kelola kurikulum: tata kerja guru lebih kolaboratif, educational
leader, dan penguatan sarana dan prasarana
- Penguatan materi: diperlukan pengurangan materi yang tidak relevan serta pendalaman
dan penguatan materi yang relevan.
1. Elemen utama perubahan kurikulum 2013
- Standar Isi: Pengurangan adaptif dan normatif, penambahan produktif dan produktif
disesuaikan dengan trend perkembangan di Industri
- Standar Proses: Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan
Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan,
Menyimpulkan, dan Mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di
lingkungan sekolah dan masyarakat. Guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sikap
tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan. Kompetensi
keterampilan yang sesuai dengan standar industri
- Standar Kompetensi Lulusan:
- Standar Penilaian: penilaian menggunakan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban
tunggal, penilaian spontanitas/ekspresif.
2. Strategi implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran
Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan
pemerintah daerah propinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.
- Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk
melaksanakan kurikulum.
- Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum
secara nasional.
- Pemerintah propinsi bertanggungjawab dalam melakukan supervisi dan evaluasi
terhadap pelaksanaan kurikulum di propinsi terkait.
- Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam memberikan bantuan profesional
kepada guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota
terkait.
- Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dilaksanakan secara bertahap.
- Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
- Pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru.
- Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan
budaya sekolah (budaya kerja guru) terutama untuk SMA dan SMK.
- Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi untuk menemukan kesulitan dan
masalah implementasi dan upaya penanggulangan.
3. Perbedaan kompetensi peserta didik pada kurikulum 2006 dan 2013
Pada kurikulum 2006 mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu serta
mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri, sedangkan
pada kurikulum 2013 tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap,
keterampilan, pengetahuan) dan mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain
serta memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas. Pada
kurikulum 2013 kompetensi terbagi menjadi 3 aspek yaitu kompetensi pedagogi,
kompetensi sikap dan kompetensi keterampilan.
4. Pendekatan dan model pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013
Pendekatan: seperangkat asumsi mengenai cara belajar mengajar. Pendekatan
merupakan titik tolak dalam memandang sesuatu yang bersifat aksiomastis (kebenaran
teori-teori yang digunakan tidak di persoalkan lagi). Model pembelajaran adalah cara
melakukan sesuatu atau cara proses belajar mengajar, cara-cara yang dilakukan agr tujuan
pembelajaran tercapai, (ceramah, diskusi, demontrasi, studi kasus dll). Pendekatan ilmiah
(scientific appoach) digunakan dengan model pembelajaran inquiri, Problem Base
Learning (PBL) dan Project Base Training (PBT)
Alasan digunakan pendekatan dan model pembelajaran tersebut adalah karena
pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah
lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Proses pembelajaran dengan
pendekatan ilmiah lebih mengutamakan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan,
pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Pendekatan ilmiah (scientific
appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya,
mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata
pelajaran.

5. Perubahan penilaian pembelajaran kurikulum 2013


Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan
hasil saja], menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga
kompetensi inti dan SKL. Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai
instrumen utama penilaian
Penilaian pembelajaran kurikulum 2013 berbasis Penilaian otentik memiliki relevansi
kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum
2013. Penilian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik,
baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.

6. Permasalahan KI dan KD mata pelajaran peminatan


KI-1 yang tidak diturunkan kdnya sehingga sulit di buat indikatornya. Akibatnya sulit
di ukur pencapaiannya.
a. Kelas X

STRUKTUR ATOM

Kompetensi dasar :

1.1 memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, masaa atom relatif,
dan sifat-sifat periodik unsur dalm tabel periodik serta menyadari keteratuannya, melalui
pemahaman konfigurasi elektron

Indikator :

1. menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukan kelemahan dan kelebihan masing-
masing teori atom berdasarkan fakta ekperimen

2. mengklasisfikasikan unsur kedalam isotop, isobar dan isoton

3. menentukan masa atom realtif berdasarkan kelimpahan isotopnya

4. meentukan masa molekul relatif

5. menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi

6. mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur

7. membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk menginditifikasikan kelebihan


dan kekurangnnya

8. menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron atau sebaliknya

9. menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi,
afinitas elektron dan kelektronegatifan.

10. mengklasifikasikan unsur kedalam logam, nonlogam dan metaloid

Tujuan : setelah mempelajari, diharapkan siswa dapat

1. menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukan kelemahan dan kelebihan masing-
masing teori atom berdasarkan fakta ekperimen

2. mengklasisfikasikan unsur kedalam isotop, isobar dan isiton

3. menentukan masa atom realtif berdasarkan kelimpahan isotopnya


4. meentukan masa molekul relatif

5. menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi

6. mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur

7. membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk menginditifikasikan kelebihan


dan kekurangnnya

8. menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron atau sebaliknya

9. menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi,
afinitas elektron dan kelektronegatifan.

10. mengklasifikasikan unsur kedalam logam, nonlogam dan metaloid

Kompetensi dasar :

3.2 Menganalisis perkembangan model atom dari model atom dalton, thomson, Rutherford,
Bohr dan mekaika gelombang

3.3 Menjelaskan konfigurasi elektorn dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap
golongan dalam tabel sistem periodik

3.4 Menganalisis kemiripan sifat unsur dalm golongan dan keperiodikannya

4.2 menjelskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atom

4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron

4.4 Menyajikan hasil analisis data-data unsur dalam kaitannya dengan kemiripan dan sifat
keperiodikan unsur

Indikator :

1. Memahami bahwa atom tersusun dari partikel dasar, yaitu elektron, proton, dan neutron serta
proses penemuannya

2. Menganalisis dan menyimpulkan bahwa nomor atom, nomor massa, dan isotop berkaitan
dengan jumlah partikel dasar penyusun atom.
3. Menggambarkan model-model atom menurut Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan
mekanika kuantum.
4. Menjelaskan penyebab benda memiliki warna yang berbeda-beda berdasarkan model atom
Bohr.
5. Menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atom
6. Menjelaskan prinsip dan aturan penulisan konfigurasi elektron
7. Menuliskan konfigurasi elektron dalam bentuk diagram orbital
8. Menentukan bilangan kuantum dari setiap elektron.
9. Menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dikaitkan dengan letak unsur dalam
Tabel Periodik Unsur berdasarkan konfigurasi electron
10. Menyimpulkan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi electron
11. Menunjukkan bahwa unsur-unsur dapat disusun dalam suatu tabel berdasarkan kesamaan
sifat unsure melalui Tabel Periodik Unsur.
12. Menganalisis hubungan antara nomor atom dengan sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom,
energi ionisasi, afinitas elekton, dan keelektronegatifan) berdasarkan data sifat keperiodikan
unsur.
13. Memperkirakan sifat fisik dan sifat kimia unsur.
14. Mempresentasikan hubungan antara nomor atom dengan sifat keperiodikan unsur (jari-jari
atom, energi ionisasi, afinitas elekton, dan keelektronegatifan) berdasarkan data sifat
keperiodikan unsur
Tujuan : setelah mempelajari, siswa diharapkan mampu
1. Memahami bahwa atom tersusun dari partikel dasar, yaitu elektron, proton, dan neutron serta
proses penemuannya

2. Menganalisis dan menyimpulkan bahwa nomor atom, nomor massa, dan isotop berkaitan
dengan jumlah partikel dasar penyusun atom.
3. Menggambarkan model-model atom menurut Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan
mekanika kuantum.
4. Menjelaskan penyebab benda memiliki warna yang berbeda-beda berdasarkan model atom
Bohr.
5. Menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atom
6. Menjelaskan prinsip dan aturan penulisan konfigurasi elektron
7. Menuliskan konfigurasi elektron dalam bentuk diagram orbital
8. Menentukan bilangan kuantum dari setiap elektron.
9. Menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dikaitkan dengan letak unsur dalam
Tabel Periodik Unsur berdasarkan konfigurasi electron
10. Menyimpulkan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi electron
11. Menunjukkan bahwa unsur-unsur dapat disusun dalam suatu tabel berdasarkan kesamaan
sifat unsure melalui Tabel Periodik Unsur.
12. Menganalisis hubungan antara nomor atom dengan sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom,
energi ionisasi, afinitas elekton, dan keelektronegatifan) berdasarkan data sifat keperiodikan
unsur.
13. Memperkirakan sifat fisik dan sifat kimia unsur.
14. Mempresentasikan hubungan antara nomor atom dengan sifat keperiodikan unsur (jari-jari
atom, energi ionisasi, afinitas elekton, dan keelektronegatifan) berdasarkan data sifat
keperiodikan unsur
Hasil telaah
Pada kurikulum KTSP hanya menjelaskan teori atom Bohr, sedangakn pada kurikulum
2013 dijelaskan secara rinci teori atom menurut para ahli yaitu Dalton, Thomson, Rutherford,
Bohr dan mekanika kuantum.
Pada kurikulum 2013 menjelsakan tentang fenomena alam atau hasil percobaan
menggunakan model atom, sedangakan pada kurikulum KTSP tidak menjelaskan tentang
fenomena alam hal ini membuat siswa kurang mampu mengidentifikasi fenomena alam yang
terjadi disekitar mereka.
b. Kelas XI

KOLOID

Kompetensi dasar : 5.1 membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada
disekitarnya

5.2. mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam


kehidupan sehari-hari

Indikator : 1. Menjelaskan proses pembuatan koloid.

2. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid


berdasarkan data hasil pengamatan (effek tyndall, homogen /
heterogen, dan penyaringan)
3. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase
pendispersi
4. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek tyndall, gerak brown,
dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)

5. Menjelaskan koloid liofob dan liofil

6. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan


farmasi
Tujuan : setelah mempelajari, diharapkan siswa dapat :

1. Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.


2. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid
berdasarkan data hasil pengamatan (effek tyndall, homogen /
heterogen, dan penyaringan)
3. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase
pendispersi
4. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek tyndall, gerak brown,
dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)

5. Menjelaskan koloid liofob dan liofil


6. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan
farmasi

Hasil Telaah

Kompetensi Dasar : 3.14. Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan


menjelsakan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan
sifat-sifatnya

4.14.membuat makanan atauproduk lain yang berupa koloid atau


melibatkan prinsip koloid.

Indikator :

1. Mengidentifikasi berbagai jenis produk yang berupa koloid

2. menjelaskan jenis koloid dan sifat-sifat koloid.

3. menghubungkan sistem koloid dengan sifat-sifatnya.

4. Melakukan percobaan efek tyndall

5. membedakan koloid liofob dan koloid hidrofob

6. menjelaskan pemurnian koloid, pembuatan koloid, dan peranannya dalam kehidupan sehari-
hari

7. menjelaskan bahan/zat yang berupa koloid dalm industri farmasi. Kosmetik, bahan makanan,
dan lain-lain.

8. Melakukan percobaan pembuatan maknan atau produk lain berupa koloid atau yang
melibatakan prinsip koloid dan melaporkan hasil percobaan.

Tujuan: setelah mempelajari, diharapkan siswa akan dapat :


1. 1. Mengidentifikasi berbagai jenis produk yang berupa koloid

2. menjelaskan jenis koloid dan sifat-sifat koloid.


3. menghubungkan sistem koloid dengan sifat-sifatnya.

4. Melakukan percobaan efek tyndall

5. membedakan koloid liofob dan koloid hidrofob

6. menjelaskan pemurnian koloid, pembuatan koloid, dan peranannya dalam kehidupan sehari-
hari

7. menjelaskan bahan/zat yang berupa koloid dalm industri farmasi. Kosmetik, bahan makanan,
dan lain-lain.

8. Melakukan percobaan pembuatan maknan atau produk lain berupa koloid atau yang
melibatakan prinsip koloid dan melaporkan hasil percobaan.

Penjelasan :
Pada perubahan indikator 1 dikarenakan pada kurikulum 2013 siswa langsung
mengidentifikasi hasil produk berupa koloid agar siswa mampu mengkonstruksi hail
pengetahuan mereka sendiri. Sedangkan pada indicator 2 bukan mengklasifikasikan sebab
mengkalsifikasikan termasuk dalam tingkatan penerapan (C3) pada tingkatan bloom.
Pada indikator 4 kurikulu 2013 siswa melakukan percobaan mengenai efek tyndall,
sedangkan pada KTSP siswa hanya mendeskripsikan. Sehingga pada kurikulum KTSP siswa
kurang memahami materi karena hanye berfokus pada teori dan pada kurikulum 2013 siswa
lebih mengerti karena siswa melakukan percobaan, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan
mengerti materi tersebut.
c. Kelas XII
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Kompetensi dasar :
1.1 menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penerunan titik beku larutan dan
tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan
Indikator :
1. menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol)
2 menjelaskan penegrtian sifat-sifat larutan non elektrolit (hukum roulth) dan larutan elektrolit
3. menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut.
4. menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percoban
Tujuan : setelah mempelajari, siswa diharapkan dapat
1. menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol)
2 menjelaskan penegrtian sifat-sifat larutan non elektrolit (hukum roulth) dan larutan elektrolit
3. menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut.
4. menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percoban
Kurikulum 2013
Kompetensi dasar :
3.1 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis)
4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip sifat koligatif larutan
dalam kehidupan sehari-hari
3.2 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
4.2 Menganalisis data percobaan untuk menentukan derajat pengionan
Indikator :

1. Memahami penggunaan garam untuk mencairkan salju.

2. Memahami penjelasan tentang sifat koligatif larutan dengan menggunakan diagram P-


T

3. Menganalisis dan menyimpulan penyebab sifat koligatif larutan

4. Menganalisis perbedaaan sifat koligatif larutan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan
elektrolit.
5. Merancang percobaan sifat koligatif larutan, misalnya penurunan titik bekularutan
nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaan.

6. Melakukan percobaan sifat koligatif larutan, misalnya penurunan titik bekularutan


nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaan.

7. Menentukan derajat pengionan () zat elektrolit berdasarkan data percobaan.

8. Menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif larutan elektrolit dan


nonelektrolit.

9. Memaparkan terapan sifat koligatif dalam kehidupan sehari-hari misalnya membuat es


krim, memasak, dan mencegah pembekuan air radiator.

10. Memahami sifat koligatif larutan elektrolit

11. Memahami sifat koligatif larutan nonelektrolit

12. Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit

13. Melakukan percobaan untuk menentukan derajat pengionan

14. Menganalisis data percobaan untuk menentukan derajat pengionan

Tujuan : setelah mempelajari, siswa diharapkan dapat

1. Memahami penggunaan garam untuk mencairkan salju.

2. Memahami penjelasan tentang sifat koligatif larutan dengan menggunakan diagram P-


T

3. Menganalisis dan menyimpulan penyebab sifat koligatif larutan

4. Menganalisis perbedaaan sifat koligatif larutan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan
elektrolit.

5. Merancang percobaan sifat koligatif larutan, misalnya penurunan titik bekularutan


nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaan.

6. Melakukan percobaan sifat koligatif larutan, misalnya penurunan titik bekularutan


nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaan.

7. Menentukan derajat pengionan () zat elektrolit berdasarkan data percobaan.


8. Menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif larutan elektrolit dan
nonelektrolit.

9. Memaparkan terapan sifat koligatif dalam kehidupan sehari-hari misalnya membuat es


krim, memasak, dan mencegah pembekuan air radiator.

10. Memahami sifat koligatif larutan elektrolit

11. Memahami sifat koligatif larutan nonelektrolit

12. Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit

13. Melakukan percobaan untuk menentukan derajat pengionan

14. Menganalisis data percobaan untuk menentukan derajat pengionan

Hasil Telaah

Pada indikator di kurikulum KTSP hanya menjelaskan teori saja tentang sifat
kologatif larutan, sedangkan pada kurikulum 2013 siswa dituntut untuk menerapkan dari
materi yang dipelajari.
2. Analisis subtantif atau normatif kurikulum 2013 kimia kelas X, XI dan XII

A. Bahan Ajar dan Kurikulum 2013


1. Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)
Materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
dikembangkan berdasarkanStandar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK),
dan Kompetensi Dasar (KD) pada standar isi yangharus dipelajari oleh siswa dalam rangka
mencapai kompetensi yang telah ditentukan.Contoh sederhana materi pembelajaran adalah
sebagai berikut. Untuk Kompetensi Dasar (KD) 6.1:Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
Materi pembelajaran yang berkaitan dengan KD ini meliputi ciri-cirimakhluk hidup, yakni
bergerak, tumbuh dan berkembang, bernafas, membutuhkan makan, peka terhadaprangsangan,
mengeluarkan zat sisa dan berkembang biak. Namun, seberapa dalam dan seberapa luas
materipembelajaran ini untuk siswa kita, dari mana saja sumber materi pembelajaran ini dapat
kita peroleh, danbagaimana mengemas materi pembelajaran ini, tentu saja memerlukan
pemahaman yang lebih dalam tentangpengembangan materi pembelajaran.

B. Langkah-Langkah Pengembangan Materi Pembelajaran


Sebelum melaksanakan pemilihan materi pembelajaran, terlebih dahulu perlu diketahui
kriteria pemilihanmateri pembelajaran.Kriteria pokok pemilihan materi pembelajaran adalah
standar kompetensi lulusan, standarkompetensi, dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa
materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh gurudi satu pihak dan harus dipelajari
siswa di lain pihak hendaknya berisikan materi pembelajaran yang benar-benarmenunjang
tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain, pemilihan
materipembelajaran haruslah mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.Setelah
diketahui kriteria pemilihan materi pembelajaran, sampailah kita pada langkah-
langkahpengembangan materi pembelajaran. Secara garis besar langkah-langkah
pengembangan materi pembelajaranmeliputi:
1. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi
dasar yang menjadiacuan atau rujukan pengembangan materi pembelajaran. Sebelum
menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut
perlu ditentukankarena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan
jenis materi yang berbeda-bedadalam kegiatan pembelajaran. Perlu ditentukan apakah
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harusdipelajari siswa termasuk aspek atau
ranah:
a) Kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan
penilaian.
b) Psikomotorik yang meliputi gerak awal, semi rutin, dan rutin.
c) Afektif yang meliputi pemberian respon, apresiasi, penilaian, dan internalisasi.
Setiap aspek standar kompetensi tersebut memerlukan materi pembelajaran atau materi
pembelajaran yangberbeda-beda untuk membantu pencapaiannya.

2. Mengidentifikasi jenis-jenis materi materi pembelajaran. Sejalan dengan berbagai jenis


aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi
aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek kognitif secara
terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip dan prosedur,
seperti telah diuraikan di depan.

3. Memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan
kompetensi dasaryang telah teridentifikasi tadi. Pemilihan jenis materi harus disesuaikan
dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi yang telahditentukan. Selain itu, perlu
diperhatikan pula jumlah atau ruang lingkup yang cukup memadai sehinggamempermudah
siswa dalam mencapai standar kompetensi. Sebagaimana disebutkan di point B di atas,
materiyang akan diajarkan perlu diidentifikasi apakah termasuk jenis fakta, konsep, prinsip,
prosedur, afektif, ataugabungan lebih daripada satu jenis materi. Dengan mengidentifikasi
jenis-jenis materi yang akan diajarkan,maka guru akan mendapatkan kemudahan dalam
cara mengajarkannya. Identifikasi jenis materi pembelajaranjuga penting untuk keperluan
mengajarkannya, sebab setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategipembelajaran
atau metode, media, dan sistem evaluasi/penilaian yang berbeda-beda. Misalnya
metodemengajarkan materi fakta atau hafalan adalah dengan menggunakan “jembatan
keledai”, “jembatan ingatan”(mnemonics), sedangkan metode untuk mengajarkan
prosedur adalah “demonstrasi”.Cara yang paling mudah untuk menentukan jenis materi
pembelajaran yang akan diajarkan adalah denganjalan mengajukan pertanyaan tentang
kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.Dengan mengacu pada kompetensi dasar, kita
akan mengetahui apakah materi yang harus kita ajarkanberupa fakta, konsep, prinsip,
prosedur, aspek sikap, atau psikomotorik.
C. Daftar Materi Pelajaran Kimia
Susunan bahan ajar (materi pembelajaran) kimia kelas X. XI, dan XII berdasarkan pada
tuntutan kurikulum 2013, dimana pembelajaran yang dilakukan di sekolah (SD, SMP, dan
SMA) sebaiknya menggunakan model pembelajaran tematik. Misalnya dalam penyusunan
materi-materi pelajaran kimia SMA sebaiknya dilakukan secara berurutan, yaitu dimulai dari
yang paling dasar hingga ke yang sulit dalam proses pemahaman materinya. Hal ini dilakukan
dengan tujuan untuk menanamkan image kepada peserta didik bahwa belajar kimia bukanlah
sesuatu yang harus dihindari tetapi dengan belajar kimia dapat memberikan kesenangan
tersendiri dibenak peserta didik sehingga setiap materi pelajaran kimia yang diberikan dapat
dipahami dengan mudah. Adapun daftar susunan materi pelajaran kimia kelas X, XI, dan XII
dapat dilihat pada table 1 di bawah ini.

Tabel 1. Daftar susunan materi pelajaran kimia kelas X

No. Kelas Pokok Materi Sub Materi

1. Materi dan Wujudnya


Bab I Materi dan
1. 2. Perubahan Materi
Perubahannya
3. Klasifikasi Materi
1. Perkembangan Model Atom
2. Partikel Dasar Penyusunan Atom
3. Lambang Atom/Unsur
4. Nuklida
Bab II Struktur Atom dan
2. 5. Konfigurasi Elektron dan Bilangan
Sistem Periodik
Kuantum
X 6. Sistem Periodik Unsur (Golongan
dan Periode)
7. Sifat Periodik Unsur
1. Jenis-Jenis Ikatan Kimia
3. Bab III Ikatan Kimia 2. Bentuk Geometri Molekul
3. Tata Nama Senyawa Kimia
1. Rumus Empiris dan Rumus
Molekul
4. Bab IV Stoikiometri
2. Massa Atom Relatif
3. Massa Molekul Relatif
4. Konsep Mol
5. Persamaan Reaksi Kimia
6. Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia
7. Hukum-Hukum Ilmu Kimia untuk
Gas

*Alasan Penyusunan Bahan Ajar (Materi Pembelajaran) Kimia Kelas X


BAB I MATERI DAN PERUBAHANNYA
1. Materi dan Wujudnya
2. Perubahan Materi
3. Klasifikasi Materi
Alasan:
 Di bab 1 (pertama) dibahas terlebih dahulu “Materi dan Perubahannya” hal ini sangat
penting karena pertemuan pertama merefresh kembali ingatan siswa tentang
pengertian materi, perubahan materi, dan klsifikasi materi, sekaligus menjelaskan
perbedaan antara unsur, molekul unsur dan senyawa.
 Mengajak siswa untuk memahami bahwa disekitar kita selalu terjadi perubahan
materi, dan meyakinkannya bahwa pelajaran kimia itu penting dan menarik.

BAB II STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR


1. Perkembangan Model Atom
2. Partikel Dasar Penyusunan Atom
3. Lambang Atom/Unsur
4. Nuklida
5. Konfigurasi Elektron dan Bilangan Kuantum
6. Sistem Periodik Unsur (Golongan dan Periode)
7. Sifat Periodik Unsur
Alasan:
 Di bab 2, “Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur” hal ini karena setelah
mempelajari konsep materi dan perubahannya, siswa diperkenalkan tentang apa itu
atom? Bagaimana perkembangan teori atom, dan menjelaskan perkembangan sistem
periodik unsur.
 Di bab ini materi “Konfigurasi Elektron dan Bilangan Kuantum” langsung di ajarkan,
tidak seperti pada banyak buku yang menempatkannya terpisah (di kelas XI SMA).
Hal ini karena dengan menjelaskan penentuan periode dan golongan dilakukan
dengan konfigurasi elektron metode bilangan kuantum bukan lagi dengan rumus 2n2.
Penentuan golongan dan periode dengan menggunakan rumus ini terdapat
kelemahannya.

BAB III IKATAN KIMIA


1. Jenis-Jenis Ikatan Kimia
2. Bentuk Geometri Molekul
3. Tata Nama Senyawa Kimia

Alasan:
 Di bab 2, “Ikatan Kimia” dibahas hal ini karena setelah mempelajari tentang atom,
dan letak golongan dan periode unsur, akan lebih mudah dilanjutkan dengan materi
ikatan kimia.
 Selanjutnnya dalam bab ini, materi “Tata Nama Senyawa Kimia” digabung dengan
“Ikatan Kimia”, karena dalam tata nama senyawa, salah satu prasyaratnya adalah
siswa mengetahui unsur mana yang masuk dalam logam atau non logam dsb.

BAB 4. STOIKIOMETRI
1. Rumus Empiris dan Rumus Molekul
2. Massa Atom Relatif
3. Massa Molekul Relatif
4. Konsep Mol
5. Persamaan Reaksi Kimia
6. Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia
7. Hukum-Hukum Ilmu Kimia untuk Gas
Alasan:
 Di bab 4, “Stokiometri” dibahas hal ini karena setelah mempelajari ikatan kimia akan
dilanjutkan dengan pembahasan rumus empiris dan rumus molekul, dan dari setiap
unsur atau rumus empiris/molekul, akan lebih memudahkan untuk membahas dan
menentukan Massa Atom/Molekul Relatif. Dilnajutkan dengan konsep mol
Selanjutnya dengan mengetahui konsep mol dilanjutkan dengan persamaan reaksi kimia, dan
perhitungan hokum-hukum dasar kimia dsb.
Tabel 2. Daftar susunan materi pelajaran kimia kelas XI

No. Kelas Pokok Materi Sub Materi

1. Larutan
2. Konsentrasi Larutan
3. Teori Asam Basa
4. Indikator Asam Basa
5. Larutan Elektrolit dan larutan non
1. Bab V Larutan elektrolit
6. Larutan Buffer
7. Hidrolisis Larutan Menghitung pH
8. Kelarutan dan Hasil Kali
Kelarutan
9. Sifat Koligatif Larutan
XI 1. Pengertian Laju Reaksi
2. Persamaan Laju Reaksi
2. Bab VI Laju Reaksi
3. Faktor-Faktor yang Berpengaruh
pada Laju Reaksi
1. Keadaan Kesetimbangan
2. Tetapan Kesetimbangan
Bab VII Kesetimbangan
3. 3. Derajat Disosiasi
Kimia
4. Pergeseran Kesetimbangan
5. Kesetimbangan dalam Industri
1. Entalpi dan Perubahan Entalpi
4. Bab VIII Termokimia 2. Jenis-Jenis Entalpi
3. Menghitung Entalpi

BAB V LARUTAN
1. Larutan
2. Konsentrasi Larutan
3. Teori Asam Basa
4. Indikator Asam Basa
5. Larutan Elektrolit dan larutan non elektrolit
6. Larutan Buffer
7. Hidrolisis Larutan
8. Menghitung pH
9. Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
10. Sifat Koligatif Larutan
Alasan:
 Di bab 5, “Larutan”, dalam bab ini dibahas mulai pengertian larutan, konsetrasi larutan
sampai pada sifat koligatif larutan (seperti urutan di atas), semuanya itu digabung
menjadi bab Larutan, hal ini bebrbeda dari kebanyakan buku paket SMA yang
menempatkannya terpisah, hal ini karena perlu menjelaskan terlebih dahulu apa
pengertian larutan, konsentrasi larutan dan teori asam basa.
 Selanjutnya pembahasan larutan elektrolit dan larutan non elektrolit dibahas juga
dalam bab ini, yang biasanya juga ditempatkkan terpisah, alasan menggabungnya
karena materi larutan elektrolit dan non elektrolit akan lebih mudah mengetahui
mengapa suatu larutan dapat atau tidak menghantarkan arus listrik, bisa lebih
memahaminya karena telah mengerti konsep Asam dan Basa.

BAB VI LAJU REAKSI


1.Pengertian Laju Reaksi
2.Persamaan Laju Reaksi
3.Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Laju Reaksi
Alasan:
Di bab 6, “Laju Reaksi” ditempatkan lebih efiesien setelah pembahasan “Larutan” karena
pada materi larutan telah dibahas konsentrasi larutan, tekanan, suhu. Jadi lebih mudah
memahami materi laju reaksi karena sebagian konsepnya telah dibahas pada materi
larutan.

BAB VII KESETIMBANGAN KIMIA


1. Keadaan Kesetimbangan
2. Tetapan Kesetimbangan
3. Derajat Disosiasi
4. Pergeseran Kesetimbangan
5. Kesetimbangan dalam Industri
Alasan:
Di bab 7, “Kesetimbangan Kimia” ditempatkan lebih efiesien setelah pembahasan Laju
Reaksi karena setelah memahami materi laju reaksi akan lebih mudah memahami materi
kesetimbangan kimia, dimana konsep dasar pada materi kesetimbangan berhubungan
dengan materi laju reaksi, yaitu laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri.

BAB VIII TERMOKIMIA


1. Entalpi dan Perubahan Entalpi
2. Jenis-Jenis Entalpi
3. Menghitung Entalpi
Alasan:
Di bab 8, “Termokimia” ditempatkan lebih efiesien setelah pembahasan “Kesetimbangan
Kimia” karena materi Termokimia berhubungan dengan materi sebelumnya, yaitu materi
larutan dan kesetimbangan.

Tabel 2. Daftar susunan materi pelajaran kimia kelas XII

No. Kelas Pokok Materi Sub Materi

1. XII Bab IX Reaksi Redoks 1. Perkembangan Konsep Reaksi


dan Elektrokimia Redoks
2. Penyetaraan Reaksi Redoks
3. Sel Elektrokimia
4. Hukum Faraday
2. Bab X Koloid 1. Koloid
2. Sifat-Sifat Koloid
3. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
4. Pembuatan Sistem Koloid
5. Manfaat koloid dan Kerugian yang
Ditimbulkannya
3. Bab XI Kimia Organik 1. Peranan Gugus Fungsi dalam
Senyawa Organik
2. Reaksi-Reaksi Senyawa Organik
3. Jenis-Jenis Senyawa Organik
4. Isomer
5. Senyawa Jenuh dan Senyawa Tak
Jenuh
6. Gugus Fungsional
7. Senyawa Siklik
8. Haloalkana
9. Polimer
10. Biokimia
11. Metabolisme
12. Enzim
13. Uji Senyawa Organik

4. Bab XII Kimia Unsur 1. Akali (Golongan I A)


2. Hidrokarbon
3. Alkali Tanah (Golongan II A)
4. Halogen (Golongan VII A)
5. Gas Mulia (Golongan VIII A)
6. Unsur Periode 3
7. Unsur Transisi Periode 4
8. Unsur-Unsur Penting Lainnya

5. Bab XIII Kimia Inti 1. Unsur Radioaktif


2. Jenis-Jenis Reaksi Inti
3. Pita Kestabilan
4. Laju Keseluruhan
6. Bab XIV Kimia 1. Pencemaran Udara
Lingkungan 2. Pencemaran Air
3. Pencemaran Tanah
4. Zat Aditif Makanan
5. Pupuk
6. Pestisida
7. Antibiotik
BAB IX REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA
1. Perkembangan Konsep Reaksi Redoks
2. Penyetaraan Reaksi Redoks
3. Sel Elektrokimia
4. Hukum Faraday
Alasan:
Di bab 9, “Reaksi Redoks dan Elektrokimia” ditempatkan pada materi kelas XII berbeda
dari buku paket SMA pada umumnya, dimana konsep redoks ditempatkan di kelas X.
Alasan kami menyatukan dengan elektrokimia agar lebih memantapkan pemahaman siswa
sampai pada Hukum Faraday.
BAB X KOLOID
1. Koloid
2. Sifat-Sifat Koloid
3. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
4. Pembuatan Sistem Koloid
5. Manfaat koloid dan Kerugian yang Ditimbulkannya

Alasan:
- Di bab 10, “Koloid” ditempatkan setelah pembahasan Reaksi Redoks dan Elektrokimia
karena dapat memudahkan peserta didik dalam menuliskan dan atau membuat suatu
reaksi kimia dalam pembelajaran materi koloid.

BAB XI KIMIA ORGANIK


1. Peranan Gugus Fungsi dalam Senyawa Organik
2. Reaksi-Reaksi Senyawa Organik
3. Jenis-Jenis Senyawa Organik
4. Isomer
5. Senyawa Jenuh dan Senyawa Tak Jenuh (Hidrokarbon)
6. Gugus Fungsional
7. Senyawa Siklik
8. Haloalkana
9. Polimer
10. Biokimia
11. Metabolisme
12. Enzim
13. Uji Senyawa Organik
Alasan:
 Di bab 11, “Senyawa Organik” ditempatkan setelah pembahasan Koloid.
 Dalam pembahasan senyawa organik ini sudah tergabung dalam pembahasan
Hidrokarbon, Isomer, Gugus fungsi dsb.

BAB XII KIMIA UNSUR


1. Akali (Golongan I A)
2. Hidrogen
3. Alkali Tanah (Golongan II A)
4. Halogen (Golongan VII A)
5. Gas Mulia (Golongan VIII A)
6. Unsur Periode 3
7. Unsur Transisi Periode 4
8. Unsur-Unsur Penting Lainnya
Alasan:
Di bab 12, “Kimia Unsur” lebih efisien ditempatkan setelah pembahasan Kimia Organik.

BAB XIII KIMIA INTI


1. Unsur Radioaktif
2. Jenis-Jenis Reaksi Inti
3. Pita Kestabilan
4. Laju Keseluruhan
5. Kegunaan Radioaktif
Alasan:
Di bab 13, “Kimia Inti” lebih efisien ditempatkan setelah pembahasan Kimia Unsur.

BAB XIV KIMIA LINGKUNGAN


1. Pencemaran Udara
2. Pencemaran Air
3. Pencemaran Tanah
4. Zat Aditif Makanan
5. Pupuk
6. Pestisida
7. Antibiotik

Alasan:
 Di bab 14, “Kimia Lingkungan” lebih efisien ditempatkan setelah pembahasan Kimia
Lingkungan.
 Bab Kimia Lingkungan ditempatkan bagian terakhir dalam urutan materi mengingat
sudah kelas XII, yang notabene-nya pelajaran kelas XII dihindari pelajaran yang rumit
dengan rumus-rumus yang ada.
3. Analisis evaluatif kurikulum 2013 kimia kelas X, XI dan XII

Penilaian Sikap, Pengetahuan, Dan Keterampilan


A. Penilaian Sikap
1. Pengertian
Penilaian sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku peserta didik sebagai
hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penilaian sikap memiliki
karakteristik yang berbeda dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga teknik
penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap ditujukan untuk
mengetahui capaian dan membina perilaku serta budi pekerti peserta didik.

2. Teknik Penilaian Sikap


Penilaian sikap dilakukan oleh semua guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas,
serta warga sekolah. Teknik penilaian sikap dijelaskan pada skema berikut.

a. Observasi
Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan teknik yang dilakukan secara
berkesinambungan melalui pengamatan perilaku. Asumsinya setiap peserta didik pada
dasarnya berperilaku baik sehingga yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif)
atau kurang baik (negatif) yang muncul dari peserta didik. Catatan hal-hal sangat baik (positif)
digunakan untuk menguatkan perilaku positif, sedangkan perilaku kurang baik (negatif)
digunakan untuk pembinaan. Perilaku peserta didik selain sangat baik atau kurang baik tidak
perlu dicatat dan dianggap peserta didik tersebut menunjukkan perilaku baik atau sesuai dengan
norma yang diharapkan.

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN OBSERVASI

SatuanPendidikan : ……………………………………
Mata Pelajaran : ……………………………………
Kelas/Semester : … / ………………
Tahun Pelajaran : ...............................
Waktu Pengamatan : Pada saat Pelaksanaan pembelajaran

Kompetensi dasar :
2.1

Indikator :
 Tanggung Jawab
 Jujur
 Peduli
 Kerjasama
 Santun
 Percaya Diri
 Disiplin

Rubrik:
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran:
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Cukupjika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara
terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg / konsisten.
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
PENILAIAN OBSERVASI

Kelas :...................................
Materi : ................................

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

N AspekSikap / Perilaku yang dinilai


a Tanggu
Kerjasa Percaya
m ng Jujur Peduli Santun Disiplin
ma diri
a Jawab
N
S KCB B KCB B KCB B KCB B KCB B KCB B KCB B
o
i RKAS RKAS RKAS RKAS RKAS RKAS RKAS
s 1 1 1 1 1 1 1
2 5 7 2 5 7 2 5 7 2 5 7 2 5 7 2 5 7 2 5 7
w 0 0 0 0 0 0 0
5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5 5 0 5
a 0 0 0 0 0 0 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1

K : Kurang = 00 – 25
C : Cukup = 26 – 50
B : Baik = 51 – 75
SB : Baik Sekali = 76 - 100

b. Penilaian diri
Penilaian diri dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam berperilaku. Selain itu
penilaian diri juga dapat digunakan untuk membentuk sikap peserta didik terhadap
mata pelajaran. Hasil penilaian diri peserta didik dapat digunakan sebagai data
konfirmasi.
Penilaian diri oleh peserta didik dilakukan melalui langkah-langkah sebagai
berikut.
1) Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri.
2) Menentukan indikator yang akan dinilai.
3) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
4) Merumuskan format penilaian, berupa daftar cek (checklist) atau skala
penilaian (rating scale), atau dalam bentuk esai untuk mendorong peserta
didik mengenali diri dan potensinya.

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN DIRI

Satuan Pendidikan : ……………………………


Mata Pelajaran : ……………………………
Kelas/Semester : … /……………………
Tahun Pelajaran : ......................

Kompetensi Dasar :
2.2
Indikator:
1. Memiliki motivasi internal selama proses pembelajaran
2. bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok
3. menunjukkan sikap konsisten dalam proses pembelajaran
4. menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok
5. menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau
menyajikan hasil diskusi
6. Menunjukkan sikap toleransi dan saling menghargai terhadap perbedaan
pendapat/cara dalam menyelesaikan masalah
7. Menunjukan sikap positip (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok
8. Menunjukkan sikap ilmiah pada saat melaksanakan studi literatur atau pencarian
informasi
9. Menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan
kejujuran, kerja keras, disiplin dan tanggung jawab

PENILAIAN DIRI

Nama :

Kelas :

Kelompok : ………………………………………

Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 15,tulis masing-masing angka sesuai dengan pendapatmu!
100 = Selalu 75 = Sering 50 = Jarang 25 = Tidak pernah
1 Saya memiliki motivasi dalam diri saya sendiri selama proses pembelajaran
2 Saya bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok
3 Saya menunjukkan sikap konsisten dalam proses pembelajaran
Saya menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
4
kelompok
Saya menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya,
5
atau menyajikan hasil diskusi
Saya menunjukkan sikap toleransi dan saling menghargai terhadap perbedaan
6
pendapat/cara dalam menyelesaikan masalah
7 Saya menunjukan sikap positip (individu dan 33ocial) dalam diskusi kelompok
Saya menunjukkan sikap ilmiah pada saat melaksanakan studi 33 iterature atau
8
pencarian informasi
Saya menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan
9
kejujuran, kerja keras, disiplin dan tanggung jawab
10 Selama diskusi saya mengusulkan ide kepada kelompok untuk didiskusikan
11 Ketika kami berdikusi, tiap orang diberi kesempatan mengusulkan sesuatu
12 Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan
13 Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya
Selama kerja kelompok, saya ….
Mendengarkan orang lain
Mengajukanpertanyaaan
14 Mengorganisasikan ide-ide saya
Mengorganisasi kelompok
Mengacaukan kegiatan
Melamun

Selama kegiatan pembelajaran, tugas apa yang kamu lakukan?


....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
15 ....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Pedoman Penskoran : Skor 100, jika A = Selalu
Skor 75, jika B = Sering
Skor 50, jika C = Jarang
Skor 25, jika D = Tidakpernah

𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑷𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏


Skor Perolehan = 𝟓𝟔

c. Penilaian antarteman
Penilaian antarteman adalah penilaian dengan cara peserta didik saling
menilai perilaku temannya. Penilaian antarteman dapat mendorong: (a) objektifitas
peserta didik, (b) empati, (c) mengapresiasi keragaman/perbedaan, dan (d) refleksi
diri. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarteman. Kriteria
penyusunan instrumen penilaian antarteman sebagai berikut.
1) Sesuai dengan indikator yang akan diukur.
2) Indikator dapat diukur melalui pengamatan peserta didik.
3) Kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak
berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda.
4) Menggunakan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik.
5) Menggunakan format sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik.
6) Indikator menunjukkan sikap/perilaku peserta didik dalam situasi yang
nyata atau sebenarnya dan dapat diukur.

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


TEMAN SEBAYA
SatuanPendidikan : ………………………….
Mata Pelajaran : ………………………….
Kelas : ………………………….

Kompetensi dasar :
2.3

Indikator:
1. Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika mengerjakan tugas
individu
2. Siswa tangguh dalam menyelesaikan masalah
3. Siswa menunjukkan sikap kritis dalam diskusi kelompok maupun klasikal
4. Siswa menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu
maupun kelompok

Instrumen

Petunjuk:
Berilahtanda (X) padapilihan yang paling menggambarkankondisitemansejawatkamudalamkurunwaktu 1 (satu)
mingguterakhir.
Nama Teman yang Dinilai : ……………………..
Kelas : ……………
Tidak Pernah
Jarang
Sering

Selalu
Aspek Penilaian
No.
100 75 50 25
1. Siswabertanyakepadatemanketikamengerjakantugasindividu
2. Siswa meniru/menyontek pekerjaan teman pada saat ulangan
3. Siswatidakmengeluhketikamenyelesaikantugasindividuataukelompok
4. Siswa menuntaskan tugas yang diberikan guru
5. Siswa bertanya kepada guru atau teman ketika proses pembelajaran
berlangsung
6. Siswa mengumpulkan tugas tepat waktu
Jumlah
Total Skor
Keterangan:
 Kategori:
TidakPernah 86 – 100sikap: yang
(intensitas Sangat Baiktidak muncul) 71
diamati – 85 : Baik
 Jarang (intensitasnyasikap yang diamatisebagiankecilmuncul)
 Sering (intensitasnyasikap yang diamatisebagianbesarmuncul)
 Selalu (intensitasnya sikap yang diamati selalu muncul)

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝑲𝒐𝒓 𝑷𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏


Nilai = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟐𝟒
55 – 70 : Cukup < 55 : Kurang

B. Penilaian Pengetahuan
1. Pengertian
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan
peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif,
serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi. Penilaian ini berkaitan
dengan ketercapaian KD pada KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran.
Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik penilaian. Guru mata
pelajaran menetapkan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik kompetensi yang
akan dinilai.
2. Teknik Penilaian Pengetahuan
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan
karakteristik masingmasing KD. Teknik yang biasa digunakan adalah tes tertulis,
tes lisan, dan penugasan. Skema penilaian pengetahuan dapat dilihat pada gambar
berikut.