Anda di halaman 1dari 62

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

SERVICE BERKALA 30.000 KM TOYOTA RUSH 2014


Di
CV. SINARMAS TOYOTA
(Laporan ini diajukan untuk salah satu persyaratan mengikuti uji sertifikasi
praktek kerja lapangan)

Ditulis oleh :
NAMA SISWA : CECEP RIZAL SEPTIANA
NIS : 0005050494
KELAS : XII TKRO 1
KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK KENDARAAN RINGAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN TASIKMALAYA


DIINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini telah diperiksa/diteliti dan diuji keabsahannya pada
Tanggal ...................................2018 oleh :

PEMBIMBING PENGUJI

SUDYATNO S.Pd IMAN WAHYU S.T


NIP : 19791019 201001 1 003 NIP : 19821012 201101 1 001

Mengetahui Mengetahui
Ketua Kompetensi Keahlian Pokja Praktek Kerja Lapangan

YOS ARDI S.Pd


NIP : 193080 1 2009021004 NIP
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala Puji hanya tetap bagi Allah Tuhan semesta alam. Sholawat
beserta salamnya semoga tetap tercurah limpahkan kepada Baginda Alam yakni
Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, tabi’in tabi’atnya hingga sampai
kepada kita selaku umatnya.
Saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak
karunianya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini dengan
baik dan benar, juga kepada para pembimbing yang telah membantu saya
mengedit laporan ini sehingga dapat menjadi suatu laporan yang mudah-mudahan
benar bukan hanya dalam sistematika tulisannya, juga benar dalam isi yang
diterangkan didalamnya.
Saya menulis laporan ini berdasarkan pengamatan yang telah saya lakukan di
DU/DI. Pengamatan yang saya lakukan bukan hanya melingkupi masalah yang
sering terjadi pada kendaraan ringan, tetapi mencakup semua aspek, mulai dari
keselamatan kerja, sampai dengan kebersihan dan penggunaan kunci-kunci serta
SST yang sering digunakan. Penggunaan helm saat berada dibawah kendaraan,
akan sangat penting untuk keselamatan kita ketika berada dibawah kendaraan.
Adapun penggunaan sarung tangan dan safety shoes juga sangat penting, karena
banyak benda-benda yang mengancam keselamatan kita saat bekerja.
Tidak banyak yang bisa saya sampaikan, mohon maaf bila dalam penulisan
laporan prakerin ini masih terdapat banyak sekali kesalahan-kesalahan yang tidak
terasa maupun yang terasa.

Tasikmalaya, September 2018

Penyusun
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


1. Mmm
a. Jj
1) Ddd
a) jjjj
IPTEK yang kian lama kian maju dengan pesat, memaksa berbagai
lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar
lulusannya dapat bersaing di dunia industri. Kemajuan IPTEK tersebut juga
merupakan salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya pengangguran.
Sebab daya tampung perusahaan tidak seimbang dengan banyaknya lulusan
yang terus meningkat tiap tahun. Berbagai kesenjangan yang terjadi juga
merupakan salah satu penyebab banyaknya pengangguran yang kian lama kian
meningkat. Kesenjangan atara kualitas dan keterampilan yang pada
kenyataannya berbeda dengan apa yang diharapkan, akan terus berkembang
apabila tidak adanya upaya yang dilakukan untuk mencegah kesenjangan
tersebut.
Sebagai lembaga pendidikan yang berusaha mencetak lulusannya sebagai para
mekanik yang handal, maka SMK Negeri Manonjaya berkewajiban memberikan
pengalaman yang nyata bagi para lulusannya Dimana pengalaman ini dapat
memberikan kemampuan untuk dapat menciptakan lapangan kerja baik bagi
dirinya sendiri maupun orang lain, agar dapat mengurangi jumlah pengangguran
yang sudah membludak, maka dari itu praktik kerja industri perlu dilaksanakan.

B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)


1. Siswa bisa memperoleh pengalaman langsung dari dunia kerja yang
berkaitan dengan kompetensi dan keahlian yang dipelajarinya di sekolah.
2. Siswa bisa memperoleh pengalaman langsung dari dunia kerja berkaitan
dengan disiplin, etika, tantangan, hambatan dan hal lainnya yang
berhubungan dengan dunia usaha dan industri.
c. Dunia usaha/industri dapat ikut menentukan arah pendidikan/pelatihan bagi
sekolah dengan memberikan koreksi, saran dan masukan berkaitan dengan
kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan, dan perkembangan dunia kerja.
d. Dunia usaha/industri dapat memetakan agenda kebutuhan tenaga kerja
melalui pengujian terhadap siswa yang melaksanakan kegiatan prakerin
diperusahaannya.

1.3 Tujuan Pemuatan Laporan


Tujuan pembuatan laporan PKL adalah :
a. Sebagai bukti tertulis bahwa telas melaksanakan praktek kerja
lapangan.
b. Untuk memenuhi salah satu syarat untuk menempuh ujian akhir PKL
tahun 2018/2019
c. Untuk melatih dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis
laporan.
d. Meningkatkan kemampuan dalam mengungkapkan gagasan atau
pengalaman dalam bentuk tulisan terusan secara sistematik atau
kronologi dalam bahasa Indoonesia yang baik dan benar.
e. Mengembangkan kemampuan mencari alternative pemecahan masalah
kejuruan sesuai dengan program studi yang terungkap dalam laporan
tertulis.
f. Memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pengentahuan dan
teknologi (IPTEK) dari Dunia Usaha / Dunia Industri (DU/DI) ke
sekolah.

1.4 Manfaat
a. Untuk menambah pengetahuan dan bekal dalam pelaksanaan kerja di dunia
industri / perusahaan yang sebenarnya.
b. Memperoleh pengalaman tentang manajemen industri secara langsung.
c. Memperoleh pengalaman keteknikan / ketrampilan.
BAB II
Sejarah Perusahaan

3.1 Gambaran Umum Objek


Penulis melakukan penelitian di CV. Sinar Mas Toyota
Tasikmalaya yang beralamat di Jl. KH. Zaenal Mustofa No.294, Kota
Tasikmalaya yang bergerak dalam bidang sales, service dan spare part.
Gambaran Umum Objek ini terdiri dari Sejarah singkat perusahaan, Visi dan Misi
Perusahaan.
3.1.1 Sejarah Perusahaan
Keberadaan PT. Astra Internasional ini tidak lahir begitu saja,
melainkan melalui beberapa tahapan periode waktu tertentu dengan
perkembangan perusahaan tersebut, adapun tahapan-tahapan tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Periode Tahun 1960
Pada tanggal 2 Februari 1957 William Suryajaya (Tjia Kian Liong) dengan
adiknya Drs. Tjia Kian Tie (alm.) bersepakat untuk membuka suatu bidang
usaha dengan mendirikan suatu perusahaan yang bernama PT. Astra
Internasional, Inc. di Bandung. Pada awalnya perusahaan ini bergerak
dibidang perdagangan umum yaitu dengan menjual soft drink yang
bermerk Prem Club, mengekspor hasil bumi sepertiminyak sereh, kopra,
karet serta menjadi salah satu penyalur alat-alat kereta api yang kala itu
perusahaannya masih berstatus Perjan. Selain itu, PT. Astra Internasional,
Inc. di Bandung pun menjadi salah satu pemasok bahan bangunan untuk
proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk kawasan Jatiluhur
dan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
b. Periode Tahun 1960-1970
Sejalan dengan perkembangan perusahaan, maka pada tahun 1965 PT.
Astra Internasional, Inc. mengalihkan usahanya dari perdagangan dalam
negeri dan pengekspor hasil bumi menjadi suatu perusahaan yang
mengimpor kendaraan-kendaraan bermotor, alat-alat berat dan alat-alat
teknik yang dapat menunjang kebutuhan pembangunan nasional. Pada
tanggal 1 Juli 1969, PT. Astra Internasional, Inc. baru dapat pengakuan
resmi dari pemerintah Indonesia sebagai agen tunggal kendaraan merk
Toyota untuk seluruh wilayah Indonesia. Sebagai agen tunggal, PT. Astra
Internasional, Inc. hanya mengimpor dan memproduksi kendaraan Toyota,
tetapi tidak memasarkannya secara langsung ke konsumen. Oleh karena
itu, pada pertengahan 1970 dibentuklah “Toyota Division” yang digunakan
untuk menangani masalah distribusi dan pemasaran kendaraan Toyota.
Pada tahun yang sama perusahaan ini ditunjuk pula sebagai salah satu agen
sepeda motor Honda.
c. Periode Tahun 1970-1980
Pada periode ini, yaitu tepatnya pada tanggal 12 April1971 didirikan suatu
perusahaan baru yang bernama PT. Toyota Astra Motor (TAM), dimana
modal usahanya adalah patungan antara Astra dan Toyota Motor Company
(TMC) dengan komposisi saham 49% dimiliki oleh Astra dan 51%
dimiliki oleh Toyota Motor Company (TMC). Dengan melihat
perbandingan kepemilikan atas saham tersebut maka keagenan pun beralih
dari PT. Astra Internasional kepada PT. Toyota Astra Motor (TAM). PT.
Toyota Astra Motor (TAM) ini hanya bertugas dalam memproduksi saja,
tetapi tidak menjual langsung ke konsumen. Sedangkan kendaraan Toyota
tetap dipegang oleh PT. Astra Internasional, Inc. melalui Toyota Division
sebagai penyalur utama (main dealer) dengan bantuan kerjasama PT.
Toyota Astra Motor (TAM). Selanjutnya pada tahun 1973, PT. Astra
Internasional, Inc. ditunjuk pula sebagai agen tunggal untuk produk-
produk Daihatsu. Pada tanggal 1 September 1973 status Toyota Division
pun diubah menjadi Motor Vehicle Division. Akibat terjadinya
peningkatan pemasaran kendaraan Toyota, maka pada tanggal 1 Januari
1976 dibentuklah Astra Motor Sales (AMS), atas dasar akta notaris Kartini
Mulyadi, S.H. No. 195 tanggal 30Juli 1975 dan No. 52 tanggal 10
Oktober1975. Inilah yang dikenal menjadi penyalur utama (main dealer)
kendaraan mobil merk Toyota hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali
Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan penyalurannya dipegang oleh PT. New
Ratna Motor Semarang, Riau dan Pekanbaru oleh Agung Concern,
Sulawesi Utara dan sekitarnya termasuk Irian Jaya dipegang oleh Hadji
Kalla. Maka Motor Vehicle Division hanya bertindak sebagai agen tunggal
kendaraan Daihatsu saja karena pemasaran Toyota sudah beralih kepada
Astra Motor Sale (AMS).
d. Periode Tahun 1980-1990
Pada periode ini tepatnya bulan Desember 1988 anak cabang dari PT.
Astra Internasiona yang berada di daerah Tasikmalaya, CV. Sinar Mas
Toyota didirikan. Pada periode tahun ini pula kendaraan yang bermerk
Peugeot, Renault ikut bergabung dengan PT. Astra Internasiona, Inc.
disamping kendaraan-kendaraan merk lainnya seperti kendaraan BMW (6
Oktober 1985), kendaraan Isuzu (Maret 1988) dan kendaraan Fiat (Juni
1988). Pada tanggal 1 Januari 1989 PT. Toyota Astra Motor (TAM)
melakukan kerjasama lagi dengan Multi Astra dan Toyota Engine
Indonesia, sehingga kini PT. Toyota Astra Motor (TAM) merupakan
gabungan dari empat peusahaan, hal ini merubah komposisi saham
menjadi 51% dipegang oleh PT. Astra Internasional, Inc. dan 49%
dipegang oleh Toyota Motor Company (TMC). Dalam rangka persiapan
go public, maka pada bulan September 1989 PT. Astra Internasional, Inc.
mengadakan restrukrurisasi perusahaan dalam Astra Group tersebut. Astra
Motor Sales (AMS) digabungkan kembali kepada PT. Astra Internasional,
Inc. dan terbentuklah Astra Internasional Division dan untuk
menyederhanakan nama tersebut maka pada bulan April 1990 namanya
diganti menjadi Auto2000. Auto2000 ini merupakan tempat penjualan
resmi Authorized Main Dealer bagi kendaraan mobil merk Toyota yang
berkantor pusat di Jl. Gaya Motor Selatan III No. 3 Jakarta Utara 14330.
Auto2000 bergerak dalam bidang usaha jasa yang meliputi
penjualan mobil merk Toyota dengan suku cadang asli dan purna jual
dilakukan pada bengkel-bengkel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Saat ini terdapat puluhan showroom dan bengkel serta puluhan perwakilan
part indirect diantaranya CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya.
3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
1. Visi CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya yaitu:
a. Menjadi dealer otomotif khususnya Toyota dengan pelayanan terbaik
pada pelanggan.
b. Menjadi dealer Toyota paling handal di Indonesia melalui proses kerja
berkelas dunia.
2. Misi CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya yaitu:
a. Memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada pelanggan
dalam penjualan dan purna jual kendaraan Toyota.
b. Mencapai dan mempertahankan posisi market share nomor 1 di seluruh
segmen dan wilayah .
c. Menciptakan lingkungan kerja yang baik yang mampu memberikan rasa
aman dan nyaman bagi karyawan.
d. Menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan.
e. Menjalankan bisnis kelistrikan yang berorientasi pada kepuasan
pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
3.2 Aspek Kegiatan Usaha
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan Toyota dikenal
dengan nama 3S, khususnya di CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya diantaranya
sebagai berikut :
1. Sales (penjualan)
Dalam hal ini CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya berperan sebagai penyedia
berbagai kendaraan merk Toyota ataupun jenis-jenis kendaraan yang tergabung
dalam Toyota group. Kendaraan-kendaraan ini didatangkan dari main dealer
area Jawa Barat yang didapat dari tempat perakitan kendaraan yang berlokasi
di Jakarta atau langsung diekspor dari Jepang.
Produk-produk yang dijual meliputi :
a. Passenger Car
 Toyota Corolla
 Toyota Camry
 Toyota Soluna
 Toyota Crown
 Toyota Vios
 Toyota Yaris
b. Commercial Car
 Toyota Kijang
 Toyota Avanza
 Toyota Innova
 Toyota Rush
 Toyota Fortuner
c. General Purpose
 Toyota Land Cruiser
 Toyota Dyna
 Toyota Pick-Up
 Toyota Hi-Lux
2. Service (perawatan)
Pelayanan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan apabila terjadi
kerusakan sesuai dengan permintaan pelanggan, termasuk pengajuan garansi.
3. Spare Part (suku cadang dan aksesoris)
a. Suku Cadang, pelayanan berupa penyedia komponen-komponen kendaraan
yang khusus dibuat dan disediakan untuk konsumen oleh perusahaan mobil
bersangkutan.
b. Aksesoris, pelayanan kelengkapan kendaraan yang ditunjukan untuk
memperindah kendaraan sesuai keinginan pelanggan.
3.3 Struktur Organisasi
Organisasi merupakan fungsi penting dalam perusahaan. Dalam fungsi
ini terdapat pengaturan yang diumpamakan sebagai kereta pembawa arah untuk
kelancaran jalannya perusahaan. Organisasi merupakan sekelompok individu yang
bersama-sama dalam suatu kerjasama yang sistematis dan efektif untuk mencapai
suatu tujuan atau menyelesaikan suatu pekerjaan yang telah ditetapkan. Dengan
adanya struktur organisasi, pengaturan pekerjaan akan lebih efektif dari pimpinan
sampai dengan bawahan, serta batas-batas kekuasaan dan tanggungjawab pada
tiap bagian dapat digariskan dengan tepat.
Struktur organisasi pada CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya
merupakan struktur organisasi yang ditetapkan dan diusulkan oleh kantor pusat.
Adapun bentuk dari struktur organisasi pada CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya
adalah organisasi garis dan staf (Line and Staff Organization). Untuk lebih
jelasnya mengenai struktur organisasi CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya seperti
dibawah ini:
Kepala Cabang

Kepala Kepala Bengkel


Customer Relation
Administrasi

Partman/Partlady Service Advisor Technical Leader Foreman Controller


Billing

Kasir MRA Teknisi PDS

CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya


Kepala Bengkel

Susanti Arista

Gambar 3.1 Struktur Organisasi CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya


3.3.1 Deskripsi Jabatan
Tugas dan tanggungjawab tiap bagian struktur organisasi CV.
Sinar Mas Toyota Tasikmalaya adalah sebagai berikut :
1. Kepala Cabang
Uraian tugas :
a. Mengawasi dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan kantor cabang
yang dipimpinnya sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
b. Membuat analisa mengenai perkembangan perusahaan baik dilihat dari
sisi keuangan maupun pelaksanaan operasional perusahaan untuk
menilai efisiensi dan efektivitas kerja.
c. Menerima laporan dari setiap kepala departemen tentang hasil yang
dicapai oleh masing-masing departemen tersebut. Laporan ini kelak
akan menjadi laporan ke kantor pusat.
d. Mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab kepada masing-masing
kepala departemen sesuai dengan bidangnya.
e. Menandatangani surat-surat penting yang berhubungan dengan kantor
cabang.

2. Kepala Bengkel
Uraian tugas :
a. Membuat perencanaan dan memastikan pencapaian revenue workshop,
unit entry dan car return sesuai standar yang ditetapkan.
b. Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan bengkel (dan performance
jajaran personel bengkel.
c. Mengontrol stok gudang bengkel sesuai dengan target service rate.
d. Pembinaan dan pengembangan personel bengkel.
e. Mengevaluasi pelaksanaan sisdur bengkel.
3. Kepala Administrasi
Uraian tugas :
a. Menyusun dan menetapkan anggaran dalam rangka menilai efisiensi
dan efektivitas CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya dan memberikan
saran-saran atau perbaikan jika memungkinkan.
b. Menandatangani dan memberikan paraf sebagai tanda persetujuan atas
penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing departemen.
c. Memberikan perintah penyaluran dinas serta kerja lembur kepada
karyawan administrasi.
d. Menghadiri rapat-rapat intern bersama pemimpin lainnya baik di dalam
maupun di luar perusahaan.
e. Memusyawarahkan dan mengawasi agar administrasi dapat dilakukan
dengan benar, agar laporan dapat selesai tepat pada waktunya.
f. Mengkoordinasikan, memusyawarahkan dan mengawasi serta
memastikan bahwa pelaksanaan semua kegiatan keuangan administrasi
umum dilakukan sesuai dengan kebijakan perusahaan.
g. Mengelola bidang-bidang personalia, keuangan, persediaan dan piutang
dagang.
4. Customer Relation (CR)
Uraian tugas :
a. Memberikan laporan kepada kepala cabang mengenai hasil
kegiatannya.
b. Memelihara hubungan baik dengan pelanggan atau calaon pembeli agar
tercapai Customer for Time (pelanggan seumur hidup).
5. Service Advisor (SA)
Uraian tugas :
a. Memahami dan menganalisa benar kebutuhan service bagi pelanggan.
b. Membuat laporan material/bahan.
c. Menerangkan pekerjaan yang telah dilakukan dengan jelas pada saat
penyerahan kendaraan.
d. Bertindak sebagai penasihat service.
e. Melaksanakan tahap proses pelayanan pelanggan dan menerima
perjanjian sampai menindak lanjuti pekerjaan service.
f. Menyiapkan Perintah Kerja Bengkel/Work Order (PKB/WO) dan
catatan hasil diagnosa dalam PKB.
g. Membuat kalkulasi terhadap langganan kepada PKB, bukti pengeluaran
bahan atau part.
h. Menerima semua PKB dari SA dan melakukan sortir untuk semua PKB
klaim, service intern ke bagian administrasi.
i. Membuat kuitansi bengkel, nota jasa dan nota barang kemudian
menyerahkannya kepala kepala bengkel untuk ditandatangani dan
selanjutnya diserahkan ke kasir.
j. Melakukan final check.
6. Maintenance Remainder and Appointment (MRA)
Uraian tugas :
a. Melayani cutomer, yaitu menerima appontment (booking), reminder
customer.
b. Menganalisa kerusakan dan memberikan estimasi waktu, biaya jasa dan
part dalam proses pengerjaan kendaraan, dengan metode rekonfirmasi
kepada pelanggan.
c. Memasukan data keluhan customer mengenai kondisi kendaraan
customer ke komputer.
d. Menginformasikan pekerjaain pre-diagnosis kepada customer untuk
datang beserta estimasi biaya dan waktu tambahan yang diperlukan.
e. Memeriksa, menulis, menempel chip dan mengatur jam tersedia di
Appointment Schedule Control Board (ASB) sesuai booking kendaraan
yang akan diperbaiki dengan jumlah kapasitas bengkel.
f. Melakukan perpindahan form booking dari ASB ke today appointment
board sesuai dengan waktu kedatangan pelanggan yang telah
disepakati.
7. PIC Warranty
Uraian tugas :
a. Menerima PKB, foto copy buku service warranty dari SA.
b. Menerima laporan teknik dari TL.
c. Membuat dan memproses garansi kendaraan (jasa dan/atau spare part).
d. Membuat warranty tag untuk spare part yang digaransikan.
e. Menyimpan, mengatur dan membersihkan spare part yang digaransikan
di gudang yang telah disediakan
f. Membuat laporan mingguan, bulanan tagihan garansi/warranty.
8. Technical Leader (TL)
Uraian tugas :
a. Menganalisa PKB yang mengalami trouble sulit dari SA.
b. Membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi Foreman ata teknisi
dalam trouble shooting.\
c. Membuat Laporan Teknik (LT), Permohonan Bantuan Teknik (PBT)
dan mengirimkannya ke ATL.
d. Membantu SA dalam menangani customer complain.
e. Membantu menjelaskan kepada pelanggan tentang kondisi kendaraan
yang sedang diperbaiki.
f. Memonitor proes TWC dealer.
g. Mengupgrade skill Foreman, teknisi.
9. Foreman
Uraian tugas :
a. Melakukan pembagian tugas pada para teknisi yang dibawahinya
sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar.
b. Menganalisa catatan atas keluhan dari pemilik kendaraan.
c. Bertanggungjawab atas mutu pekerjaan teknisi selama melakukan
checking sebelum kendaraan diserahkan ke SA.
d. Melakukan pembagian tugas teknisi dengan mencatat jam pekerjaan.
10. Controller
Uraian tugas :
a. Mendapat laporan absen pagi dari Foreman.
b. Sesuaikan rencana di JPCB dengan kedatangan mekanik.
c. Masukan rekap performance mekanik dari PKB dalam buku besar
(excel).
d. Alokasikan mekanik berdasarkan ketersediaan mekanik kesokan hari
dan skill mekanik.
e. Menerima perubahan janji penyerahan, tambahan saper part dan
pekerjaan dari Foreman.
f. Mengatur alur kerja bengkel dari ketidakteraturan.
11. Billing
Uraian tugas :
a. Menerima PKB yang telah selesai diproses oleh bengkel.
b. Melakukan pengerjaan billing dan invoice dari PKB yang telah
dinyatakan selesai oleh SA.
c. Membuat registrasi kuitansi manual THS.
d. Mendistribusikan kuitansi THS yang selesai (asli/sistem) kepada
pelanggan sebagai pengganti kuitansi manual THS.
e. Melakukan monitoring terhadap PKB yang belum selesai.
f. Membuat dan mengembangkan system filing dan registrasi copy
kuitansi, OPL, dan lain-lain.
g. Membuat laporan mingguan dan bulanan WIP, faktur pajak, memo
pembebanan dan lain-lain.
h. Memelihara dan menjaga kebersihan tempat dan area kerja.
12. Kasir
Uraian tugas :
a. Menerima uang atau pembayaran dengan bukti yang sah.
b. Membuat laporan kas dan bank secara harian.
c. Menjaga keamanan uang kas.
d. Mengeluarkan uang kas atas dasar bon permintaan yang disetujui oleh
kepala cabang atau kepala administrasi.
e. Membuat laporan uang masuk atau keluar.
f. Menyetor check/bilyet giro/tunai ke bank.
g. Memonitor peminjaman kuitansi.
h. Membukukan uang muka dan persekot.
i. Membuat rekonsiliasi bank.
j. Melakukan tracking system uang muka dan pelunasan.
13. Partman/partlady
Uraian tugas :
a. Memeriksa jumlah unit, kualitas dan spesifikasi dari barang yang
diterima.
b. Ikut memeriksa fisik atas persediaan dan mencocokannya dengan saldo
menurut kartu gudang.
c. Membuat laporan penerimaan dan pengeluaran barang serta
mengirimkan copy pada bagian administrasi.
14. Teknisi
Uraian tugas :
a. Melakukan pekerjaan perbaikan sesuai PKB dan sesuai dengan standar
pengerjaan serta standar K3 yang berlaku.
b. Mencatat pekerjaan yang dilakukan di kolomPKB dan mencatat waktu
kerja pada check sheet yang berlaku untuk menetukan flate rate.
c. Meminta dan mengambil suku cadang dan bahan yang dibutuhkan
dalam pekerjaan perbaikan kendaraan.
d. Menginformasikan kerusakan yang ditemukan diluar PKB pada
Foreman untuk ditindaklanjuti.
e. Memeriksa ulang hasil kerjanya dan menyerahkan PKB yang telah diisi
kepada Foreman untuk diperiksa.
3.4 Kepegawaian
Kondisi dan komposisi kepegawaian dalam satu unit kerja
menggambarkan daya dukung yang dimiliki oleh unit kerja tersebut dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Kondisi dan komposisi tersebut juga
mencerminkan kemampuan pelayanan yang seharusnya dapat dilakukan oleh unit
kerja tersebut, termasuk unit-unit kerja di dalam lingkup CV. Sinar Mas Toyota
Tasikmalaya. Data dan Informasi bidang kepegawaian ini akan memberikan
gambaran tentang perkembangan kondisi dan komposisi sumber daya manusia di
fungsi-fungsi dan unit kerja didalamnya. Kuantitas dan kualitas yang dicerminkan
oleh tingkat pendidikan SDM sebagai pelaksana tugas dapat menjadi indikator
yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan fungsinya
melayanani kebutuhan para pelangganya. Adapun komposisi pegawai di
lingkungan CV. Sinar Mas Toyota Tasikmalaya adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Daftar Pegawai Berdasarkan Unit Kerja
Daftar Pegawai Berdasarkan Unit Kerja
No Unit Kerja Jumlah
1 Kepala Cabang 1
2 Kepala Bengkel 1
3 Kepala Administrsi 1
4 Customer Relation 1
5 Service Advisor 4
6 Maintenance Remainder and Appointment 1
7 PIC Warranty 1
8 Tecnical Leader 1
9 Foreman 3
10 Controller 1
11 Billing 1
12 Kasir 1
13 Partman/Partlady 2
14 Teknisi 14
Total 33

Tabel 3.2 Daftar Pegawai Berdasarkan Umur

Daftar pegawai berdasarkan umur

No <50th >50th
1 32 1
Jml 32 1

Tabel 3.3 Daftar Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Daftar Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan


No Jenjang Pendidikan 2015
1 Sarjana 3
2 Diploma III 4
3 SLTA 26
4 SLTP -
5 SD -
Total 33

Tabel 3.4 Daftar Pegawai Berdasarkan Masa Kerja

Daftar Pegawai Berdasarkan Masa Kerja

No <5th >5th
1 15 Orang 18 Orang
Jml 15 18

Tabel 3.5 Daftar Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin

Daftar pegawai berdasarkan Jenis Kelamin

No Laki-Laki Perempuan
1 26 Orang 7 Orang
Jml 26 7

3.5 Fasilitas Yang Dimiliki


1. Ruang Pelayanan

Gambar 3.2 Ruang Pelayanan


2. Ruang Kerja Lapangan

Gambar 3.3 Ruangan Kerja Lapangan


3. Gedung Kantor
Gambar 3.4 Gedung Bangunan Kantor

Sejarah Toyota Rush


Sejarah Toyota Rush Indonesia
March 3, 2016
by ModifiSexy
4951 Views
ModifiSexy.com – Indonesia gemar terhadap kendaraan yang memiliki karakter
dengan kemampuan melahap berbagai jalan di tanah air. Terbukti, semenjak tahun
90-an, kendaraan ‘SUV’ memiliki banyak peminat. Antara 1995 hingga 2006,
pasar SUV Medium bergerak rata-rata pada angka penjualan 14.000 per tahun.
Bagi Toyota, ini merupakan kesempatan untuk menghadirkan berbagai kendaraan
yang sesuai dengan kondisi Indonesia berdesain modern dan memiliki karakter
Real SUV.
Desember 2006 hadirlah Toyota Rush dengan tampilan sporti serta maskulin.
Untuk pilihan mesin, PT Toyota-Astra Motor menggunakan unit 4-silinder 1.500
cc dengan transmisi manual 5-speed atau otomatis 4-speed.
Lonjakan penjualan segmen SUV Medium yang terjadi dari 2006 dan 2007 antara
lain berkat kontribusi Toyota Rush dengan karakter yang sporti dan performa
memadai serta stylish untuk perkotaan, yakni dari angka 3.000-an menjadi 30.000
unit.
Berkat kepercayaan yang diberikan konsumen kepada Toyota, Rush mendapat
posisi sebagai market leader dengan rata-rata m/s 44% hingga Desember 2015.
Keunggulan Toyota Rush karena dikembangkan sesuai dengan kondisi jalan di
Indonesia dan sesuai dengan kebutuhan konsumen tanah air terhadap sebuah Real
SUV yang tangguh pada on- dan off-road. Dengan ground clearance 200 mm,
Rush mampu melintasi medan tidak rata dan membuat pemilik percaya diri,
terutama saat musim banjir.
Untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan pasar, Toyota Rush mengalami
beberapa improvement, berikut milestone dari Toyota Rush :
Toyota Rush 2006
Toyota meluncurkan Rush untuk melengkapi line up di SUV medium di
Desember 2006. Tampil dengan desain yang sporty dan dinamis, serta postur yang
tinggi dan besar membuat tampilannya terlihat gagah. Selain itu, kesan maskulin
juga tergambar dari profil bodi yang kokoh dan berwibawa.
Mesin yang digunakan ialah unit 4-silinder 1.500cc. Sementara pilihan transmisi
ialah manual 5-speed dan otomatis 4-speed. Untuk pilihan model tersedia1.5 G
M/T, 1.5 S M/T, dan 1.5 S A/T.
Toyota Rush 2009
Di tahun ini, Rush mendapat beberapa improvement. Beberapa detail eksterior
mendapat sentuhan, diantaranya ornamen baru pada grille dengan bilah melintang
di tengah dan rumah foglamp diberi lis mengkilap. Selain itu, terdapat bumper
guard depan dan belakang.
Toyota Rush 2010
Awal tahun 2010, Toyota merilis Rush G otomatis, untuk melengkapi pilihan
kepada konsumen. Oktober 2010, Rush kembali mendapat penyegaran,
diantaranya grille plastik dengan ornamen bulat dan bergesernya slip melintang
dari tengah ke sisi atas grille sebagai penanda utama. Profil bumper juga turut
berubah.
Foglamp juga diberikan rumah berlapis krom. Untuk bagian samping, ubahan
yang paling terlihat ialah lengkungan di sisi bawah kedua pintu. Pelek yang
digunakan juga berganti desain. Untuk bagian belakang, penyegaran terlihat pada
lampu belakang bening dan bumper motif baru.
Toyota Rush 2013
Beberapa improvement kembali dilakukan pada Toyota Rush dan menghadirkan
varian terbaru yaitu TRD Sportivo. Pada Rush ini, terdapat peningkatan standar
kualitas dan keamanan melalui fitur dual SRS airbag pada semua tipenya, fitur
pretensioner pada sisi pengemudi dan penumpang, serta indikator pengingat
pemakaian sabuk pengaman di semua grade nya.
Pada sisi interior, perubahan dilakukan pada sisi warna yang sebelumnya
berwarna grege menjadi dark gray yang meliputi bagian interior, steering wheel,
instrument panel, seat fbric, dan door trim.
Untuk Rush TRD, menggantikan tipe S yang terdapat sebelumnya. Beberapa
pengembangan pada sisi eksterior yang meliputi front bumper spoiler, rear
bumper spoiler, TRD Sportivo emblem, dan TRD Sportivo stickers membuat
tampilan Rush TRD Sportivo semakin sporty dan dinamis.

Toyota Rush 2015


Eksterior Rush tampil sangat baru dengan desain Front Grille yang menyatu
dengan lampu utama yang juga memiliki desain yang anyar dan terlihat sangat
modern. Lower Front Bumper versi TRD memiliki desain yang stylish serta
tampil kian gagah.
Sementara bagian belakang pun hadir dengan lampu LED yang modern, serta
didukung dengan desain baru pada tire cover. Untuk varian TRD, Rush hadir
dengan pelek alloy terbaru berwarna ‘machining’ yang stylish. Pada segi interior,
selain audio system baru, pengemudi lebih nyaman dengan steering wheel yang
baru.
Toyota Rush 2016
New Rush hadirkan konsep Sporty, Multifunction and Best Value SUV dengan
tampilan yang semakin gagah dan tangguh dari sebuah Medium SUV. Sporty
dalam pengertian desain eksterior yang kian modern sesuai dengan peruntukan
dan permintaan konsumen.
Multifunction yang berarti memiliki fungsi layaknya SUV dengan Ground
Clearance tinggi (200 mm) dan akomodasi yang lapang baik untuk 5-seater (G
Grade) maupun 7-seater (TRD Sportivo & TRD Sportivo Ultimo Grade).
Penghargaan Toyota Rush
 2007: ICSA (SUV)
 2007: JD Power Asia Pasific IQS (SUV)
 2010: Autocar Reader Choice Award (Favourite Small SUV)
 2010: Target Car Award
 2011: Autocar Award (Favourite Small SUV)
 2011: Otomotif Award (Best Low SUV)
 2012: Autocar Award (Small SUV)
 2012: ICSA (Best SUV)
 2013: SWA (Favorite SUV)
 2014: ICSA 2014 (SUV)
 2014: Autocar Readers Choice Award (Best SUV)
 2015: SWA (Compact SUV)
 2015: Autocar Readers Choice Award (Best SUV)
 2016: Frontier TOP Brand Award (SUV)
BAB III
LANDASAN TEORI

A. Pengertian service berkala


Berdasarkan hasil yang kami peroleh di lapangan, Tune Up engine adalah
pengembalian kondisi mesin pada kondisi semula dengan kondisi paling
prima.
Tune Up engine ini hanya meliputi beberapa pemeriksaan, diantaranya :
a. Lampu-Lampu
b. Baterai
c. Radiator
d. Oil Filter
e. Oli mesin
f. Busi
g. Trotel body
h. Filter Udara
i. Rem
j. Bleeding
k. Oli Transmisi
l. Oli gardan
m. Final chek

2. Periode Service Berkala :


A. 1000km
Analisa dan pengaturan:
a) Periksa semua tali kipas /Inspect engine oil
b) Periksa oli mesin / inspect engine oil
c) Periksa slang-slang dan persambungan sistem pendingin dan heater /
inspect cooling and heater system hoses and connection
d) Periksa cairan pendingin mesin / Inspect engine coolant
e) Periksa pipa-pipa gas buang dan dudukannya / Inpect exhaust pipes
and mountings
f) Periksa baterai / Inspect battery
g) Periksa pedal kopling / Inspect clucth pedal
h) Periksa pedal rem & fungsi rem parkir / Inspect brake pedal & parking
breake funcions
i) Periksa minyak rem / inspect brake fluid
j) Periksa minyak kopling / Inspect clutch fluid
k) Periksa minyak power steering / Inspect power steering fluid
l) Periksa suspensi depan belakang / Inspect front and rear suspension
m) Periksa kondisi ban-ban dan tekanan pompanya (termasuk ban serep) /
inspect tires and inflation preassure ( including spare tire)
n) Periksa semua lampu-lampu, klakson, penghapus dan pembasuh kaca
depan / Inpect all light, horn, wipers and washer
o) Kencangangkan mur dan baut pada chasis dan bodi / Tightening nuts
and bolts on chassis and body
p) Periksa kecukupan isi cairan air conditioner atau pendingan udara /
Inpect refrigerant amount for air conditioner
B. 10000, 30000, 50000, 70000 & 90000
Semua pekerjaan di service berkala 1.000 ditambah :
a) Ganti oli mesin / change engine oil
b) Ganti saringan oli / change enging filter
c) Periksa ball joint dan penutup debu / inspect ball joint and dust cover
d) Periksa saringan AC / inspect AC filter
e) Rotasi ban dan Balance / Tires rotation and balance
f) Periksa pad, kanvas, tromol dan piringan / inspect brake pad, linings,
drums dan discs

C. 20000, 60000 & 100000


Semua pekerjaan 10.000km ditambah dengan :
a) Periksa ball joint dan penutup debu / inspect ball jpint and dust cover

D. 40000, 80000 & 120.000km


Semua pekerjaan di service berkala 20000km, ditambah dengan :
a) Ganti busi / change spark plus
b) Ganti oli (transmisi & differentisial) / change oil transmision and
differential
c) Ganti minyak rem / change brake fluid
d) Ganti saringan udara / change air filter
Tujuan service berkala :
a. Mengembalikan kondisi mesin pada kondisi prima.
b. Agar nyaman saat dikendarai
c. Bertujuan mencegah kerusakan fatal yang terjadi pada mobil
Manfaat servic berkala :
a. Kondisi mesin menjadi lebih prima dan baik
b. Kendaraan menjadi lebih nyaman saat di kendarai
c. Menghindari kerusakan secara tiba-tiba
BAB IV
PERMASALAHAN

A. Permasalahan Kendaraan
Permasalahan yang dirasakan oleh pelanggan sebelum dilaksanakan perawatan
berkala :
1. K
2. G

B. Temuan
Sebelum dilaksanakan perawatan berkala temuan kerusakan dari hasil
pengecekan service advisor adalah :
1. 1
2.
BAB V
LANGKAH KERJA

2.2 Alat dan Bahan


1. Radiator tester
2. Tyre pressure gauge
3. Kunci momen
4. Kunci shock shet
5. Oil Suction (dispenser oli) big
6. Car lift
7. SST oli filter
8. Sliding handle kecil
9. Majun
10. Seal tip
11. Kunci Shet kunci Ring
12. Palu karet
13. Baki
14. Hampelas
15. Grease
16. Obeng shet
17. Air gun beserta selang udara
18. Impact wrench beserta Selang impact
19. Rachet
20. Breake Cleaner
21. Injector conditioner
22. liter oli mesin, transmisi & gardan

Alat Pelindung :
2. Vender coper
3. Seat cover
4. Steering cover
5. Grill coper
6. Sarung tangan
7. Kacamata
8. Helm
9. Floor mat

2.3 Gambar Kerja

2.4 Langkah Kerja


1. Memasang cover set yang terdiri dari
a) Seat cover yang berfungsi sebagai pelindung kursi driver dari kotorang yang
bisa saja menempel dari baju teknisi.
b) Steer cover berfungsi sebagai pelindung steer dari kotoran yang menempel
di tangan.
c) Fender cover berfungsi sebagai pelindung bagian fender mobil dari kotoran
dan juga sebagai pelindung bagi baju teknisi supaya bajunya tetap bersih , tidak
terkena kotoran dari bagian fender mobil.
d) Grill cover berfungsi sebagai pelindung grill mobil dari goresan dan kotoran
serta melindungi baju teknisi dari kotoran yang menempel di grill mobil.
e) Floor mat berfungsi untuk melindungi karpet mobil dari kotoran yang
terbawa oleh teknisi di sepatunya.
Memeriksa ketegangan tali kipas/fan belt/v belt
Yang kami gunakan untuk menjelaskan adalah prosedur standar dari buku
manual toyota, tapi secara prinsip di semua mobil sama caranya.

Cara mengganti oli mesin


1. Parkir mobil di permukaan datar dan pastikan rem tangan terpasang.
2. Angkat mobil menggunakan dongkrak — ikuti instruksi keselamatan pada
manual.
3. Nyalakan mesin selama 2 atau 3 menit untuk menghangatkan oli —
ini dapat membantu oli untuk mengalir keluar dengan lebih mudah dan
membersihkan partikel debu. Kemudian matikan mesin.
4. Lepaskan tutup tangki oli agar oli mengalir keluar dengan mudah. Di sinilah
tempat Anda akan menambahkan oli baru setelah oli lama dikeluarkan.
5. Cari pan oli — pan oli adalah sebuah metal rata yang berlokasi di bagian
bawah mobil, lebih dekat dengan mesin daripada transmisi, dan memiliki
baut atau steker yang mengarah ke bawah. Jika anda tidak dapat
membedakan antara pan oli dan pan transmisi, nyalakan mesin selama 5
atau 10 menit — steker oli seharusnya menjadi hangat, sedangkan transmisi
tidak.
6. Lepaskan baut pada steker untuk mengeluarkan oli dari pan.
7. Lepaskan steker oli dengan kunci inggris — penggunaan kunci inggris yang
tidak sesuai dengan steker oli akan merusak steker. Berhati-hatilah agar
steker tidak jatuh ke oli. Anda juga perlu mengganti filter oli apabila
diperlukan – filter oli yang masih dalam kondisi baik dapat digunakan
kembali.
8. Tunggu sekitar 20 menit untuk memastikan seluruh oli keluar dari mobil.
Saat oli telah berhenti keluar dari tangki, pasang steker dan filter oli.
9. Bagaimana cara mengganti filter oli?

Cara mengganti saringan oli


1. Cari filter oli — filter oli berbentuk silinder dengan diameter sekitar 8
hingga 10 cm, dan berwarna biru atau hitam atau putih. Filter oli berada
pada sisi yang sama dengan mesin, dekat dengan pan oli. Namun, pada
kendaraan baru biasanya filter oli terdapat di bawah kap. Untuk
mempermudah pekerjaan, kami menyarankan agar Anda menggunakan
kunci inggris untuk filter oli.
2. Lepaskan filter oli yang lama.
3. Walaupun anda telah mengeluarkan oli, filter oli yang lama mungkin masih
mengandung oli panas. Posisikan oli di bawah penyaring lama, kemudian
berhati-hatilah dalam menggunakan kunci inggris untuk melepaskan
penyaring lama
4. Gunakan lap untuk membersihkan permukaan mesin, dan pastikan karet
dari filter lama tidak terjebak pada mesin.
5. Lumasi filter baru dan karetnya dengan sedikit oli agar sedikit lembab —hal
ini membantu untuk memberikan segel yang lebih baik, dan pasang kembali
karetnya ke tempat filter oli dengan menggunakan tangan.
6. Tuangkan oli baru dan kemudian cek ketinggian oli.

Pemeriksaan AC
- Hidupkan mesin, kondisikan temperature max dingin dan max blower.
Buka jendela depan kanan dan kiri.
- Periksa kipas pendingin condenser harus berputar, kemudian periksa sign
glass kondisi tidak boleh terdapat buih udara.
* Sign glass adalah kaca transparan yang terdapat pada pipa AC, untuk
melihat refrigerant.
- Periksa suhu hembusan angin pada kabin dengan tangan.
- Penggantian saringan AC
- Periksa kecukupan isi cairan ac

Pemeriksaan saringan udara


- Buka tutup filter udara lalu angkat saringan udara dan bersihkan dengan
angin bertekanan.
Pemeriksaan Ball joint
-Naikan lift setinggi dada lihat sedara visual karet penutup ball join. Lalu
coba goyangkan roda bila ban roda terasa menggejlig sebaiknya harus di
ganti.
 Pertama silahkan anda dongkrak roda depan kendaraan, pasang jackstand
kemudian turunkan dongkraknya.
 Pegang sisi sisi roda pada bagian atas dan bagian bawah, kemudian
goncang goncangkan roda tersebut ke arah luar dan dalam, bila terdapat
bunyi atau adanya spasi atau roda tersebut goyang, cobalah meminta
bantuan teman untuk menginjak pedal rem mobil dan ulangi pengecekan
dengan cara yang sama.
 Bila setelah di injak rem dan dilakukan pengecekan ulang ternyata
kocaknya hilang bisa dipastikan bahwa yang rusak hanyalah bearing
rodanya. Namun jika baik rem di injak maupun tidak dan dilakukan
pengecekan ternyata hasilnya sama sudah bisa dipastikan ball joint telah
mengalami kerusakan dan harus sebaiknya dilakukan penggantian.

Pemeriksaan Battery
- Periksa konektor battery apakah terdapat karat, bersihkan dan berikan
sedikit grease untuk mencegah karat.
- Gerakkan kabel battery untuk memeriksa kekencangan konektor. Jika
terdapat gerakan pada konektor kabel, kencangkan dengan menggunakan
kunci.
- Periksa ketinggian level fluida battery harus berada pada level min dan
max. (level fluida tertera pada sisi samping battery), penambahan fluida battery
disesuaikan dengan spesifikasi masing-masing battery.
Pemeriksaan rem
-Buka mur & rodanya, menggunakan kunci shok 21. Buka rem depan
menggunakan kunci 14, lihat pad kit bila sudah tipis harus di ganti dan bila
masih tebal cukup amplas pad kit dan piringan cakramnya.
a) Rem cakram
1) Pasang car lift
2) Naikkan mobil sampai melayang hingga roda setinggi dada.
3) Buka ban menggunakan impact wrench (simpan baut roda di baki)
4) Buka baut caliper menggunakan pas-ring 14
5) Buka caliper, lepaskan pegas pengembali dan lepaskan brake pad dari
dudukannya
6) Periksa ketebalan brake pad apakah kurang dari limit sebesar 2 mm
7) Apabila belum mencapai limit, ratakan brake pad dengan hampelas
8) Semprot menggunakan udara bertekanan dari air gun
9) Beri grease pada unjung-unjung brake pad yang bersinggungan dengan
besi
10) Beri grease pada pin caliper bagian atas dan bawah
11) Semprot juga caliper menggunakan udara bertekanan dari air gun
12) Pasangkan kembali brake pad beserta pegasnya
13) Pasang caliper
14) Pasang baut caliper
15) Pasangkan ban
16) Momet baud roda dengan ukuran momen 120N.

b) Rem tromol
1) Buka ban menggunakan impact wrench (simpan baut roda di baki)
2) Buka tromol dengan dipukul menggunakan palu karet
3) Periksa ketebalan brake shoe, apakah belum mencapai limit atau belum
(limit 2 mm)
4) Apabila belum mencapai limit, ratakan dengan hampelas
5) Hampelas juga tromolnya
6) Semprot brake shoe beserta tromolnya menggunakan udara bertekanan
dari airgun
7) Beri grease pada bagian belakan brake shoe yang bersinggungan dengan
backing plat
8) Pasang kembali tromolnya
9) Setel rem menggunakan obeng (-) besar
10) Pasang roda
11) Turunkan car lift pada keadaan ban mobil menempel pada lantai
12) Moment semua baut roda dengan menggunakan kunci moment sebesar
120N.m
13) Lepaskan car lift

Pemeriksaan Pedal Rem


1) Lepaskan konektor switch lampu rem.
2) Kendorkan mur clevis
3) Sesuaikan ketinggian pdal dengan memutar pedal push rod.
Ketinggian pedal dari lantai 150,9 mm
Pengontrolan kerja rem parkir pada kedua roda
Tarik rem parkir satu demi satu klik sampai roda tidak dapat berputar, dan
pastikan ketika melakukan penarikan tuas rem parkir satu demi satu klik selalu
periksa hambatan gesek pada kedua roda belakang kiri dan kanan. Hambatan
gesek antar roda harus sama.
Pemeriksaan pedal kopling
1.periksa bahwa tinggi pedal benar .
tinggi pedal dari lantai kuramg lebih143,7sampai dengan 153,7 mm
bila perlu stel tinggi pedalnya.

2.kendorkan mur pengunci dan putar baut penyetel sampai tercapai tinggi
pedal yang tepat.
-kencangkan mur pengunci
-setelah penyetelan tinggi pedal,periksa dan stel gerak bebea pedal

3.periksa bahwa gerak bebas pedal benar,tekan pedal pelan-pelan sampai


permukaan hambatan terasa
gerak bebas pedal 15 s/d 25 mm.

4.bila perlu stel gerak bebas pedal pada ujung garpu pembebas
-lepas pegas penahan
-kendorkan mur pengunci putar mur penyetel sampai gerak bebas ujung
garpu pembebas
-kencangkan mur pengunci dan pasang pegas penahan
-periksa kembali gerak bebas pedal.
Cara mangganti minyak rem
1. Posisikan kendaraan di tempat yang aman dan memiliki permukaan yang rata.
2. Kendurkan semua baut roda.
3. Angkat mobil menggunakan dongkrak dan ganjal dengan jack stand.
4. Lepas semua baut dan copot roda, lalu letakkan di kolong mobil.
5. Buka penutup reservoir penampung minyak rem yang terletak di depan booster
rem.
6. Masukan kunci ring dan slang ke nipple brake di kaliper rem lalu
hubungkan dengan penadah di bawahnya.
7. Putar nipple brake dengan kunci ring hingga minyak rem keluar.
8. Untuk mempercepat pengurasan, injak pedal rem berkalikali sambil terus
memantau jumlah minyak rem di plastik.
Namun, jangan sampai minyak rem di dalam reservoir habis agar udara tidak
terjebak masuk ke dalam sistem rem.
9. Tambahkan minyak rem di dalam reservoir, lalu injak kembali pedal rem.
10. Perhatikan warna minyak rem di dalam slang, bila sudah terlihat bening atau
warnanya kembali cerah berarti minyak telah tergantikan oleh yang baru.
11. Segera tutup nipple brake menggunakan kunci ring yang masih menempel.
12. Lakukan prosedur tersebut pada keempat roda.
13. Pasang roda kembali dan kencangkan baut rodanya.
14. Bila minyak rem terkena bodi mobil, segera siram dengan air agar tak
mengakibatkan kerusakan cat.
Ganti Oli gardan & transmisi
1. Buka baut oli transmisi untuk tap oli lama (tempat ada di sisi
kanan, dekat roda depan kanan, sebelah belakang roda gendheng, mesti
ngolong)
2. Tunggu sampai oli lama benar2 habis dari transmisi,
3. Isi oli transmisi dengan spek yang direkomendasi (gunakan SAE
40 seperti oli mesin, misal nya punya Agip)
4. Bisa menggunakan plastik ukuran 2 literan untuk menampung
sementara oli dari botolnya sebelum dituang ke tempat transmisi.
5. Volume +/- 2 ltr
6. Ganti oli transmisi dengan melihat jarak tempuh (biasanya 10.000
km)
Untuk ganti oli gardan, maka dilakukan dengan cara sbb :

1. Buka baut oli gardan untuk tap oli lama (tempat ada di belakang,
posisi di tengah roda belakang, mesti ngolong)
2. Tunggu sampai oli lama benar2 habis dari gardan,
3. Isi oli gardan dengan spek yang direkomendasi (misal HDA SAE
140 Pertamina)
4. Bisa menggunakan plastik ukuran 2 literan untuk menampung
sementara oli dari botolnya sebelum dituang ke gardan.
5. Volume +/- 2 ltr
6. Ganti oli gardan dengan melihat jarak tempuh (biasanya 10.000
km)
Pemeriksaan suspensi
a. goyangkan mobil kearah samping, dan goyangan kesamping harus cepat
berhenti
b. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka
getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi
sebelumnya.
c. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan
melewati jalan yang rata.
c. Bila pegas lemah, maka keausan ban menjadi tidak normal
d. Shock absorber (peredam getaran )
Komponen
ini
berfungsi
untuk
mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan
tidak rata. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih,
pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas.

Pemeriksaan side slip


pemeriksaan lampu
cek semua lampu yang ada pada kendaraan, termasuk lampu interior
mobil.

Cek baud dan mur pada komponen


-Gunakan kunci shok 12,14 dan 17 untuk mengecek Chasis

Pemeriksaan Air Radiator (coolant)


- Periksa jumlah air radiator pada tangki cadangan. Jumlah air radiator
harus berada pada batas min dan max, tambahkan jika kurang.
- Buka tutup radiator dan periksa jumlah air radiator harus penuh,
tambahkan jika kurang (*jangan membuka tutup radiator pada saat kondisi
mesin panas).
pemeriksaan busi
- Buka cover saringan udara menggunakan obeng 10. Buka manipul dari
satu persatu rumah busi menggunakan kunci shock 10 bila sudah buka
busi. Lalu cek busi amplas busi dan cek ukuran busi dengan ukuran 0.9
mm

Pemeriksaan Air Wiper


- Buka tutup pengisian air wiper (tutup tabung/tangki air bertanda khusus
atau bertuliskan washer fluid only), isi sampai penuh kemudian tutup kembali.
*untuk mencegah tersumbatnya nozzle gunakan air murni/sulingan atau air wiper
khusus.
* jika ada tambahkan cairan pembersih wiper untuk memaksimalkan
pembersihan kaca.

Rotasi ban

CARA MEMERIKSA SISTEM BAHAN BAKAR


TANGKI BAHAN BAKAR (FUEL TANK)
Unit Pemeriksaan :
1. Periksa tangki bahan bakar dari keretakan dan kebocoran. Jika
pada tangki bahan bakar atau komponennya terdapat kerusakan, maka
perbaiki tangki bahan bakar atau jika kerusakannya terlalu parah atau
banyak maka ganti tangki bahan bakar dengan yang baru.
2. Periksa saluran bahan bakar dari kerusakan dan kebocoran. Jika
pada saluran bahan bakar terdapat kerusakan sebaiknya diganti saluran
bahan bakar tersebut dengan yang baru.
3. Periksa apakah saluran dan penutup bahan bakar telah terpasang
dengan benar. Jika tutup saluran bahan bakar belum terpasang dengan
benar, maka buka kembali tutup saluran bahan bakar kemudian pasang
kembali tutup tersebut dengan benar.
4. Periksa apakah ada kerusakan di penutup tangki dan gasket. Jika
penutup tangki dan gasket terdapat kerusakan maka gantilah dengan yang
baru.
POMPA BAHAN BAKAR (FUEL PUMP)
Pemeriksaan :
Removal
1. Lepaskan kabel dari terminal negatif baterai.
2. Lepaskan tangki bahan bakar, jangan menyalakan korek api disaat
sedang melakukan perbaiki pada sistem bahan bakar.
3. Lepaskan pompa bahan bakar.
Pemasangan :
1. Pasang pompa bahan bakar baru ke tangki baha bakar dengan
gasket interposed baru.
2. Kencangkan baut pengikatnya.
3. Pasang tangki bahan bakar dan komponen yang terkait.
MEMERIKSA SALURAN BAHAN BAKAR
1. Periksa secara visual saluran bahan bakar dan selang-selangnya
dan dari retak, patah, bocor atau rusak. Jika terdapat keretakan/kerusakan,
perbaiki atau ganti.
2. Periksa hubungan saluran-saluran bahan bakar dari kendor atau
bocor. Jika terdapat sambungan yang kendor atau bocor, perbaiki atau
ganti.
3. Pastikan kunci kontak dalam posisi "OFF"
4. Lepaskan tutup kotak relay pada ruangan mesin.
5. Lepaskan relay fuel pump dari relay Box. Lihat buku panduan.
Hindari debu, air dan sebagainya agar tidak masuk kedalam socket,
masuknya debu, air atau kontaminasi terhadap socket terminal relay fuel
pump dapat menyebabkan fuel pump tidak berfungsi, atau akan timbul
masalah lain, juga mengakibatkan lemahnya insulator pada tiap-tiap
terminal.
6. Hubungkan terminal 1 dan 2 relay fuel pump pada kotak relay.
Jangan merubah atau merusak terminal selama menghubungkan. Jangan
pernah menghubungkan terminal kecuali sesuai dengan spesifikasi.
Pengabaian pada masalah ini dapat mengakibatkan masalah yang serius.
Hindari debu, air dan sebagainya agar tidak masuk kedalam relay box,
masuknya debu, air atau kontaminasi terhadap socket terminal relay fuel
pump dapat menyebabkan fuel pump tidak berfungsi atau timbul masalah
lain, juga lemahnya insulator pada tiap-tiap terminal.
7. Posisikan kunci komtak pada posisi "ON"
8. Pastikan tidak ada kebocoran pada saluran-saluran bahan bakar.
9. Posisikan kunci kontak pada posisi "OFF"
10. Lepaskan kabel dari terminal relay fuel pump pada relay block.
Jangan merubah atau merusak terminal selama pemeriksaan atau
perbaikan. Jangan pernah menghubungkan terminal kecuali sesuai dengan
spesifikasi. Pengabaian pada masalah ini dapat mengakibatkan masalah
yang serius. Hindari debu, air dan sebagainya agar tidak masuk kedalam
relay box. masuknya debu, air atau kontaminasi terhadap socket terminal
relay fuel pump dapat menyebabkan fuel pump tidak berfungsi atau
masalah lain, juga lemahnya insulator pada tiap-tiap terminal.
11. Pasangkan relay fuel pump pada relay box.
12. Pasangkan tutup relay box.
MENGGANTI FUEL FILTER (SARINGAN BAHAN BAKAR)
Melepaskan :
1. Pastikan kunci kontak dalam kondisi "OFF"
2. Buka tutup tangki bahan bakar untuk membuang tekanan yang ada
di dalam tangki.
3. Lepaskan fuel pump relay dari relay box pada ruang mesin.
4. Start mesin dan tunggu sampai mesin mati dengan sendirinya.
5. Posisikan kunci kontak pada posisi "OFF"
6. Dongkrak kenderaan da ganjal dengan menggunakan jack stand.
7. Lepaskan klem (clip) selang bahan bakar. Jangan menggunakan
klem (clip) selang yang lama, Pengabaian pada hal ini dapat menyebabkan
kebakaran.
8. Lepaskan selang bahan bakar dari fuel filter dan tutup selang bahan
bakar dan pipa fuel filter dengan tutup yang pantas atau sesuai.
9. Keluarkan bahan bakar yang ada pada selang bahan bakar ketika
selang bahan bakar dilepaskan, selanjutnya sumbatlah selang bahan bakar
dan pipa fuel filter.
10. Lepaskan fuel filter dari clemannya.
Memasang :
1. Pasang fuel filter beserta clemannya, pastikan ketika memasang
fuel filter tanda IN berhubungan dengan saluran dari pompa, dan tanda
OUT berhubungan dengan mesin. Kesalahan pada pemasangan dapat
menyebabka fuel filter tidak berfungsi.
2. Pasang clem yang baru pada selang bahan bakar.
3. Hubungkan selang bahan bakar dengan fuel filter sampai
menyentuh body fuel filter.
4. Pasang clem pada kedua ujung selang bahan bakar, jangan
menggunakan clem yang lama.
5. Pasang tutup fuel filter.
6. Periksa kebocoran bahan bakar, lakukan pemeriksaan dengan
melihat pada selang-selang dan sambungan-sambungannya.

Pemeriksaan dan penyetelan klakson:

1. Hubungkan secara seri sebuah ampermeter antara klakson dan


tombol klakson seperti pada gambar berikut:

2. Kendorkan baut penyetel klakson


3. Putar kunci kontak pada posisi ON
4. Tekan tombol klakson sambil mengatur kekerasan baut
penytelannya. Bunyi klakson yang terbaik adalah bila besar arusnya
sekitar 2 - 3 amper.
5. Jika klakson tidak berbunyi, lakukan pemeriksaan sebagai berikut:
o Lepas klakson
o Sambungkan langsung kedua kabel klakson dengan terminal
baterai.
o Jika klakson berbunyi berarti klakson baik
o Sambungkan kabel positif multimeter ke kabel hijau muda dalam
kotak lampu depan.
o Sambungkan kabel negatir multimeter pada body sambil tekan
tombol klakson.
o Jika jarum multimeter bergerakt berarti tombol baik. Jika tombol
klakson baik berarti penyebab gangguan terlatak di bagian lain. Mungkin
sekering putus. kabel lepas atau kendor, atau terjadi hubungan singkat.
Untuk itu periksa sekering dan kabel - kabelnya.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Perawatan mobil seperti sudah sepantasnya mendapatkan perhatian
khusus demi menjaga umur mesin agar tetap awet dan tahan lama. Karena
seperti sebuah ungkapan lebih baik mencegah daripada mengganti baru yang
justru akan lebih mahal tentunya. Disamping itu, perawatan berkala menjaga
agar kendaraan tetap dalam kondisi prima, sejarah kendaraan tercatat rapi,
mampu meningkatkan nilai jual kendaraan kembali, menghemat pengeluaran
uang anda, karena dengan perawatan secara berkala fungsi dari masing2
komponen akan tetap terpelihara dengan baik dan anda akan terhindar dari
kerusakan yang diakibatkan dari keterkaitan antara komponen yang satu
dengan komponen lainnya dan mobil anda akan memiliki riwayat
pemeliharaan.
Rasa aman dan nyaman setiap anda berkendara, sehingga kelak tidak
menyusahkan saat kendaraan sedang dikendarai , mengurangi rasa khawatir akan
kondisi kendaraan saat di perjalanan (terutama saat di luar kota) .
Semoga dengan perawatan mobil secara rutin dalam menjaga performa mobil
dalam keadaan baik bisa menghindarkan serta mengurangi resiko kecelakaan di
jalan raya.

3.2 Saran
1. Untuk sekolah:
a. Persiapan yang kurang matang menyebabkan pelaksanaan praktek kerja
industri menjadi terganggu karena banyaknya siswa peserta praktek kerja industri
yang merasa diabaikan dengan telatnya para pembimbing melakukan monitoring.
b. Pemberian materi yang lebih ditingkatkan, agar pelaksanaan praktek kerja
industri menjadi lancar.
c. Kerjasama antara sekolah dengan perusahaan lebih ditingkatkan lagi guna
menjaga tali silaturahim.
2. Untuk bengkel/perusahaan
a. Pengenalan terhadap kunci-kunci hendaknya lebih diperhatikan lagi, karena
siswa peserta praktik kerja industri kurang mengenal nama-nama kunci yang ada
dibengkel.
b. Pemberian materi sebaiknya lebih interaktif lagi agar peserta praktik kerja
industri lebih mengerti tentang apa yang diajarkan.
c. Kedisiplinan harus lebih diperhatikan guna meningkatkan stabilitas kerja.
3. Untuk siswa peserta praktik kerja industri
a. lebih ditingkatkan lagi keaktifannya dalam menanyakan pertanyaan.
b. Disiplin terhadap waktu menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan
seseorang dalam melakukan tugasnya.
c. Keberanian yang harusnya lebih ditingkatkan agar siswa lebih aktif lagi,
lebih disiplin supaya dapat menjadi siswa yang berkualitas.