Anda di halaman 1dari 6

IKTERUS (HIPERBILIRUBINEMIA)

A. Definisi
Ikterus adalah pewarnaan kuning di kulit, konjungtiva dan mukosa, yang terjadi
karena meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Disebut hiperbilirubinemia apabila
didapatkan kadar bilirubin dalam darah > 5 mg% (85 µmol/L).

B. Prinsip Dasar
1. Bayi sering mengalami ikterus pada minggu pertama kehidupan, terutama bayi kurang bulan.
2. Dapat terjadi secara normal atau fisiologis dan patologis.
3. Kemungkinan ikterus sebagai gejala awal penyakit utama yang berat pada neonatus.
4. Peningkatan bilirubin dalam darah disebabkan oleh pembentukan yang berlebihan dan atau
pengeluaran yang kurang sempurna.
5. Ikterus perlu ditangani secara seksama karena bilirubin akan masuk ke dalam sel syaraf dan
merusak sehingga otak terganggu dan mengakibatkan kecacatan sepanjang hidup atau
kematian (ensepalopati biliaris).

C. Diagnostik
1. Anamnesis
a. Riwayat ikterus pada anak sebelumnya.
b. Riwayat penyakit anemia dengan pembesaran hati, limpa dan atau pengangkatan limpa
dalam keluarga.
c. Riwayat penggunaan obat selama ibu hamil.
d. Riwayat infeksi maternal, ketuban pecah dini.
e. Riwayat trauma persalinan, asfiksia.

2. Pemeriksaan
a. Pemeriksaan klinis ikterus dapat dilakukan pada bayi baru lahir asal dengan menggunakan
pencahayaan yang memadai. Ikterus akan terlihat lebih berat bila dilihat dengan sinar lampu
dan tidak terlihat dengan penerangan yang kurang. Tekan kulit dengan ringan memakai jari
tangan untuk memastikan warna kulit dan jaringan subkutan:
1) Hari pertama tekan pada ujung hidung atau dahi.
2) Hari kedua tekan pada lengan dan tungkai.
3) Hari ketiga dan seterusnya tekan pada tangan dan kaki.
b. Ikterus muncul pertama di daerah wajah, menjalar ke arah kaudal tubuh, dan ekstremitas.
Pemeriksaan penunjang kadar bilirubin serum total saat tanda klinis ikterus pertama
ditemukan sangat berguna untuk data dasar mengamati penjalaran ikterus ke arah kaudal
tubuh.
c. Tentukan tingkat keparahan ikterus secara kasar dengan melihat pewarnaan kuning pada
tubuh metode Kremer.
Tabel Pembagian Ikterus Menurut Metode Kremer
Derajat Ikterus Daerah Ikterus Perkiraan Kadar Bilirubin
I Daerah kepala dan leher 5,0 mg%
II Sampai badan atas 9,0 mg%
III Sampai badan bawah hingga tungkai 11,4 mg%
IV Sampai daerah lengan, kaki bawah, lutut 12,4 mg%
V Sampai daerah telapak tangan dan kaki 16,0 mg%

Tabel Perkiraan Klinis Derajat Ikterus


Usia Ikterus Terlihat Pada Klasifikasi
Hari 1 Setiap ikterus yang terlihat*
Hari 2 Lengan dan tungkai** Ikterus berat
Hari 3 dan seterusnya Tangan dan kaki

 * Bila ikterus terlihat di bagian mana saja dari tubuh bayi pada hari pertama, menunjukkan
kondisi bayi sangat serius. Lakukan terapi sinar sesegera mungkin, jangan menunda terapi
sinar dengan menunggu hasil pemeriksaan kadar bilirubin serum.
 ** Bila ikterus terlihat pada lengan dan tungkai sampai ke tangan dan kaki pada hari kedua
menunjukkan kondisi bayi sangat serius. Lakukan terapi sinar sesegera mungkin, jangan
menunda terapi sinar.
Pemeriksaan tanda klinis lain seperti gangguan minum, keadaan umum, apnea, suhu yang
labil, sangat membantu menegakkan diagnosis penyakit utama di samping keadaan
hiperbilirubinemianya.
d. Tindak lanjut pada neonatus yang menderita hiperbilirubinemia harus dilakukan setelah bayi
dipulangkan terutama 7 hari pertama pasca kelahiran.
e. Bila ikterus menetap sampai minggu kedua pasca kelahiran, dianjurkan untuk pemeriksaan
kadar bilirubin serum total dan direct serta kadar bilirubin dalam urin.

D. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan golongan darah ibu pada saat kehamilan dan bayi pada saat kelahiran.
b. Bila ibu memiliki golongan darah O dianjurkan untuk menyimpan darah tali pusat pada
setiap persalinan untuk pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan.
c. Kadar bilirubin serum total diperlukan bila ditemukan ikterus pada 24 jam pertama
kelahiran.

Diagnosis Banding Ikterus


Temuan
Pemeriksaan
Penunjang atau
Kemungkinan
Anamnesis Pemeriksaan Diagnosis Lain
Diagnosis
yang Sudah
Diketahui
- Timbul saat lahir - Sangat ikterus. - Hb < 13 gr/dl Ikterus haemolitik
sampai dengan hari - Sangat pucat. - Ht < 39 % akibat inkompatibilitas
kedua. darah.
- Riwayat ikterus
pada bayi
sebelumnya.
- Riwayat penyakit
keluarga: ikterus,
anemi, pembesaran
hati, pengangkatan
limpa.
- Timbul saat lahir - Sangat ikterus. Lekositosis,lekopeni, Ikterus diduga karena
sampai dengan hari - Tanda tersangka trombositopenia. infeksi berat atau
kedua atau lebih. infeksi atau sepsis sepsis (tangani dugaan
- Riwayat infeksi (malas minum, infeksi berat dan
maternal. kurang aktif, tangis fototerapi bila
lemah, suhu tubuh diperlukan).
abnormal).
- Timbul pada hari - Ikterus - Ikterus akibat obat.
pertama.
- Riwayat ibu hamil
penggunaan obat.
- Ikterus hebat timbul - Sangat ikterus. - Ensefalopati bilirubin
pada hari kedua. - Kejang (kern-ikterus) obati
- Ensefalopati timbul - Postur abnormal kejang dan tangani
pada hari ketiga - Letargi ensefalopati bilirubin.
hingga ke tujuh.
- Ikterus hebat yang
tidak atau terlambat
diobati.
Ikterus menetap Ikterus berlangsung Faktor pendukung: Ikterus
setelah usia 2 > 2 minggu pada urin gelap, feses berkepanjangan.
minggu. bayi cukup bulan pucat.
dan > 3 minggu pada
bayi kurang bulan.
- Timbul hari kedua Bayi tampak sehat. Ikterus pada bayi
atau lebih. prematur.
- Bayi Berat Lahir
Rendah.
Timbul hari ketiga. - Bayi cukup bulan. Ikterus fisiologis
- Bayi lahir > 2500
gram, tampak sehat.

E. Manajemen (Penatalaksanaan)
1. Ikterus fisiologis tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat rawat jalan dengan nasehat
untuk kembali jika ikterus berlangsung lebih dari 2 minggu.
2. Jika bayi dapat menghisap, anjurkan ibu untuk menyusui secara dini dan ASI eksklusif lebih
sering minimal setiap 2 jam.
3. Jika bayi tidak dapat menyusu, berikan ASI melalui pipa nasogastrik atau dengan gelas dan
sendok.
4. Letakkan bayi di tempat yang cukup mendapat sinar matahari pagi selama 30 menit 3-4 hari.
Jaga agar bayi tetap hangat.
5. Kelola faktor resiko (asfiksia dan infeksi) karena dapat menimbulkan ensefalopati biliaris.
6. Setiap ikterus yang timbul dalam 24 jam pasca kelahiran adalah patologis dan membutuhkan
pemeriksaan laboratorium lanjut: minimal kadar bilirubin serum total. Pemeriksaan ke arah
adanya penyakit hemolisis oleh karena itu selanjutnya harus dirujuk.
7. Pada bayi dengan ikterus kremer III atau lebih perlu dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap
setelah kondisi bayi stabil.
Panduan Terapi Sinar Berdasarkan Kadar Bilirubin Serum (Jika Fasilitas Tersedia)
Bayi Cukup Bulan Sehat Bayi dengan Faktor Resiko
Saat Timbul Ikterus Kadar Bilirubin, mg/dl (kadar bilirubin,
(µmol/L) mg/dl:µmol/L)
Hari ke-1 Setiap terlihat ikterus. Setiap terlihat ikterus
Hari ke-2 15 (260) 13 (220)
Hari ke-3 18 (310) 16 (270)
Hari ke-4 dst. 20 (340) 17 (290)
Faktor resiko: BBLR, penyakit hemolisis karena inkompabilitas golongan darah, asfiksia,
asidosis, hipoksia, trauma selebral, atau infeksi sistemik.
Pemulangan dan pemantauan lanjutan :
- Nasehati ibunya mengenai pemberian minum dan membawa kembali jika menjadi semakin
kuning.

PENGERTIAN
Pemeriksaan Kramer adalah suatu pemeriksaan (tindakan atau cara) dalam menilai /
menentukan derajat ikterus yang merupakan risiko terjadinya kern-ikterus.
Ikterus, yaitu perubahan warna kuning pada kulit, membrane mukosa, sclera dan organ lain
yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin di dalam darah.
Kern-ikterus(ensefalopati bilirubin) adalah suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin
indirek pada otak.
TUJUAN
Pemeriksaan Kramer dilakukan untuk menilai kadar bilirubin didalam darah dan menentukan
derajat ikterus pada bayi baru lahir.
MANFAAT
Pemeriksaan Kramer dilakukan untuk:
Menghilangkan/mengatasi penyebab.
Mencegah peningkatan kadar bilirubin lebih lanjut
Menentukan asuhan kebidanan yang akan diberikan pada bayi dengan ikterus
Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas pada masalah bayi dengan
Ikterus neonatorum
Melaksanakan dan mengantisipasi masalah potensial / diagnosa lain pada bayi dengan
Ikterus neonatorum
Mengambilan keputusan tindakan segera / kolaborasi pada bayi dengan Ikterus neonatorum
Menyusun rencana / planning kebidanan pada bayi dengan Ikterus neonatorum
PENILAIAN IKTERUS MENURUT KRAMER
Ikterus dimulai dari kepala, leher dan seterusnya. Dan membagi tubuh bayi baru lahir dalam
lima bagian bawah sampai tumut, tumit-pergelangan kaki dan bahu pergelanagn tangan dan
kaki seta tangan termasuk telapak kaki dan telapak tangan.
Cara pemeriksaannya ialah dengan menekan jari telunjuk ditempat yang tulangnya menonjol
seperti tulang hidung, tulang dada, lutut dan lain-lain. Kemudian penilaian kadar bilirubin
dari tiap-tiap nomor disesuaikan dengan angka rata-rata didalam gambar di bawah ini :
PENENTUAN DERAJAT IKTERUS MENURUT PEMBAGIAN ZONA TUBUH
(MENURUT KRAMER)
 KRAmer I. Daerah kepala
(Bilirubin total ± 5 – 7 mg).
 Kramer II daerah dada – pusat
(Bilirubin total ± 7 – 10 mg%)
 Kramer III Perut dibawah pusat s/d lutut
(Bilimbin total ± 10 – 13 mg)
 Kramer IV lengan s/d pergelangan tangan tungkai bawah s/d pergelangan kaki
(Bilirubin total ± 13 – 17 mg%)
 Kramer V s/d telapak tangan dan telapak kaki
(Bilirubin total >17 mg%).

PENYEBAB / FAKTOR RISIKO IKTERUS


1.Proses hemolisis / produksi bilirubin meningkat
Hematoma, memor
Spherositosis kongenital
Enzim Gg PD rendah
2. Gangguan Transportasi
Albumin rendah (Prematur, kurang gizi)
Ikatan kometitif dengan albumin rendah (obat-obat atau bahan lain)
Kemampuan mengikat albumin rendah (asidosis)
3. Gangguan Konjugasi
Belum adekuatnya enzim glukoronil transferase (prematur, konginetal).
4. Gangguan Ekskresi
Obstruksi saluran empedu (cholestasis)
Obstruksi usus (sirkulasi enterohepatik meningkat)
BAGAN PENANGANAN IKTERUS BBL
TANDA- Warna kuning pada kulit dan sclera mata(tanpa
TANDA hematomegali,perdarahan kulit,dan kejang-kejang)
KATEGORI Normal Fisiologik Patologik
PENILAIAN
 Daerah 1 1+2 1-4 1-5 1-5
Ikterus(rumus
Kramer)
 Kuning hari ke
 Kadar Bilirubin 1-2 >3 >3 >3 >3

≤ 5mg% 5-9mg% 11-5mg% >15-20mg% >20mg%


PENANGANAN
Bidan atau Terus  Jemur di matahari pagi jam 7-9 selama 10  Rujuk
puskesmas diberi ASI menit kerumahsa
 Badan bayi telanjang,mata bayi ditutup kit
 Terus beri ASI  Banyak
 Banyak minum minum
Rumah Sakit Sama Sama dengan Terapi Terapi sinar
dengan diatas sinar
diatas
Periksa golongan darah ibu dan bayi
Periksa kadar bilirubin
Nasihat bila Waspadai Tukar
semakin bila kadar darah
kuning,kembali bilirubin
naik>0,5
mg/jam
Coomb’stest