Anda di halaman 1dari 4

KOMUNIKASI SBAR

(Situation, Background, Assessment, Recommendation)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


09/SPO/PMKP/RSGM/IX/2017 000 1/2
STANDAR PROSEDUR
Tanggal Terbit : Disahkan oleh:
OPERASIONAL Direktur,
06-September-2017
(SPO)

drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS

Pengertian Suatu cara untuk menyampaikan informasi mengenai suatu kondisi


baik kondisi pasien, hasil pemeriksaan penunjang yang kritis,
ruangan, peralatan, permintaan dll, kepada seseorang (dokter,
perawat, kabag/karu, atasan, bawahan dll) melalui telepon maupun
secara lisan yang dilakukan secara efektif, jelas, akurat, lengkap,
dimengerti, tidak duplikasi dan tepat kepada penerima informasi
sehingga dapat mengurangi kesalahan dan untuk meningkatkan
keselamatan pasien. Komunikasi efektif dilakukan dengan metode
SBAR (Situation, Background, Assessment, dan Recommedation)
dan metode TBAK (Tulis, Baca, Konfirmasi)

Tujuan Sebagai acuan tata cara penerapan langkah-langkah untuk


berkomunikasi menggunakan sistim SBAR.

Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI Nomor:
010/SKep/DIR/RSGM/VIII/2017 Sasaran Keselamatan Pasien.
Prosedur 1. Sebelum menelpon dokter gigi / dokter jaga atau dokter
penanggung jawab pasien, perawat/dokter gigi /dokter jaga
telah melakukan pemeriksaan fisik, anamnesa (pengkajian), dan
membaca rekam medis pasien
2. Perawat/ dokter gigi /dokter jaga menekan nomor telepon sesuai
dengan tujuan
3. Perawat/ dokter gigi /dokter jaga melaporkan kondisi pasien
sesuai dengan metode SBAR. Situation dengan menyebutkan
nama penelpon, dari unit mana, melaporkan hal yang berkaitan
tujuan menelepon (pasien baru , hasil pemeriksaan, perubahan
kondisi). Background berisi informasi yang mendukung kondisi

1
KOMUNIKASI SBAR
(Situation, Background, Assessment, Recommendation)

STANDAR PROSEDUR No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


OPERASIONAL 09/SPO/PMKP/RSGM/IX/2017 000 2/2
(SPO) Tanggal Terbit :
drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS
06-September-2017

pasien seperti masuk Rumah Sakit dengan keluhan apa, riwayat


penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit
keluarga, riwayat alergi, laboratorium / pemeriksaan penunjang
yang sudah dilakukan, obat yang dikonsumsi, keadaan umum,
kesadaran dan Tanda vital saat lapor (tensi, nadi, suhu, RR, sat
O2, nyeri), pemeriksaan fisik lengkap (Head To Toe), terapi
yang didapat saat ini. Asessment merupakan hasil pengkajian
kondisi pasien terkini dan masalah saat ini yang menjadi
penyebab. Recommendation merupakan usulan (terapi
tambahan, pindah ruang, pemeriksaan penunjang), tindakan
yang harus dilakukan (konsul ke dokter lain, apakah perlu lapor
kembali, bisa datang untuk memeriksa pasien).
4. Dokter yang ditelepon akan memberikan instruksi dan instruksi
tersebut dicatat oleh perawat/ dokter gigi /dokter jaga (tulis).
5. Setelah dicatat, perawat/ dokter gigi /dokter jaga akan
membacakan ulang instruksi dokter dan meminta dokter/
dokter gigi untuk mengulangi instruksi tersebut (baca).
6. Dokter / dokter gigi akan mengulang instruksi yang diberikan
(konfirmasi).
7. Petugas melakukan pendokumentasian di catatan perkembangan
pasien terintegrasi
8. Petugas memberikan tanda / cap bertuliskan Tulis (+), Baca (+),
dan Konfirmasi (+) jika sudah dilakukan
9. Verifikasi di catatan perkembangan terintegrasi dilakukan
dalam 1 x 24 jam dengan tanda tangan dokter dan stempel
dokter
Unit Terkait Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Kamar Bedah, Radiologi,
Laboratorium.
KOMUNIKASI SBAR
(Situation, Background, Assessment, Recommendation)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


09/SPO/PMKP/RSGM/IX/2017 000 1/2
STANDAR PROSEDUR
Tanggal Terbit : Disahkan oleh:
OPERASIONAL Direktur,
06-September-2017
(SPO)

drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS

3
KOMUNIKASI SBAR
(Situation, Background, Assessment, Recommendation)

STANDAR PROSEDUR No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


OPERASIONAL 09/SPO/PMKP/RSGM/IX/2017 000 2/2
(SPO) Tanggal Terbit :
drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS
06-September-2017