Anda di halaman 1dari 63

Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi

Priyanto1*
1
Program Studi Pariwisata Program Vokasi Universitas Indonesia
ABSTRAK. Keris salah satu kebudayaan materi yang menjadi koleksi di museum dipandang sebagai
Cinderamata (souvenirs), Jimat/Pemujaan Benda (Fetish), dan koleksi itu sendiri. Museum
hendaknya dapat memberikan informasi mengenai makna di balik keris maupun masyarakat
pendukungnya, tidak hanya menampilkan objek sebagai kebudayaan materi, tetapi dapat
menampilkan berbagai aspek seperti sosial, keagamaan maupun kehidupan sehari-hari dari
masyarakat pendukungnya.
Kata Kunci: “keris”, kebudayaan material, musium
ABSTRACT. “Keris” is one of the material culture as collection museum can be assumed as souvenir, fetish,
and collection. The Museum should be giving about the meaning of “keris” and its community. Museum not
only show subject as material cultural but also show other aspect as social, religious an aspect dayly acktivity of
its community.
Keywords: “keris”,material culture, museum

PENDAHULUAN manusia yang mana para peneliti dapat


menginterpretasikannya.
Para ahli arkeologi terkadang Perbedaan antara „artefak‟ dan
menggunakan istilah artefak dan kebudayaan „kebudayaan materi‟ mungkin semuanya tidak
materi secara bergantian. Mereka sering signifikan. Kita mempertimbangkan artefak
membicarakan tentang „kebudayaan materi‟ menjadi obyek yang portable dan kebudayaan
dari sebuah situs khusus ketika mereka materi menjadi keseluruhan ekspresi-ekspresi
berhubungan dengan kumpulan artefak dan fisik yang diciptakan oleh masyarakat dari
kadang mengucapkan „artefak‟ ketika mereka suatu kebudayaan.
mengartikan kebudayaan materi. Artefak dan kebudayaan materi
Artefak merupakan sesuatu yang membutuhkan interpretasi. Artefak
dibuat dan dimodifikasi oleh tindakan membutuhkan interpretasi karena artefak
manusia. Manusia secara konstan dikelilingi bukanlah penciptaan yang benar-benar pasif.
oleh artefak. Artefak kita gunakan untuk Manusia tidak sederhana membuat suatu alat,
mengetahui siapa kita sebenarnya. menggunakannya, dan membuangnya. Pada
Kebudayaan materi termasuk artefak, tetapi kenyataanya artefak-artefak menentukan
secara umum maknanya lebih luas. Thomas struktur pada sebuah artefak di dalam
Schlereth seorang spesialis kebudayaan prosesnya.
materi, berpendapat bahwa kebudayaan Beberapa pengembangan makna
materi mencakup seluruh alam dan buatan kebudayaan materi diantaranya:
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

a) Istilah kebudayaan materi (Inggris dan Pokok Masalah


Amerika Utara) disebut dengan sejarah Bagaimanakah keris yang merupakan
sosial termasuk untuk seni terapan. salah satu kebudayaan materi di kelola sebagai
b) Istilah artefak (Inggris) dipakai terkait koleksi museum?
dengan dimensi waktu. Istilah dipakai
oleh antropolog, arkeolog, sosiolog, dan Tujuan Penulisan
pakar sejarah sosial untuk memberikan Menjelaskan keris sebagai salah satu
makna artefak yang dibuat oleh manusia kebudayaan materi di kelola sebagai koleksi
melalui bahan dasar dan teknologi untuk museum.
tujuan praktis (dibedakan dari gabungan
artefak/struktur) karena artefak dapat METODOLOGI PENELITIAN
dipindahkan ke tempat lainnya.
c) Istilah ini termasuk seni adiluhung dan Penelitian ini menggunakan
seni terapan. pendekatan metode penelitian kualitatif.
d) James Deetz: bagian dari lingkungan fisik Metode penelitian kualitatif adalah metode
yang dimodifikasi melalui perilaku budaya penelitian yang digunakan untuk meneliti
manusia, termasuk rumah dan taman, pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai
bangunan dan lahan, tari dan lagu. lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti
Termasuk hewan dan tanaman yang adalah sebagai instrumen kunci, analisis data
secara genetik dan pola hidupnya bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif
dikendalikan oleh manusia dan asupan lebih menekankan makna daripada generalisasi
makanannya. (Sugiyono, 2008). Langkah-langkah
e) Semua spesimen ilmu alam yang diproses, penelitian yang dilakukan, yaknipengum-
diseleksi, dan dikelola sebagai koleksi pulan data dengan melakukan
museum. aktivitaspendokumentasian dan studi
f) Area/lingkungan sekitar kebudayaan kepustakaan; data yang telah terkumpul
materi. diklasifikasikan, diolah, dan
Berkaitan dengan uraian tersebut di dianalisis.Kesimpulan, sebagaiintisari
atas, berikut ini penulis akan menguraikan penelitian, disajikan setelah dilakukananalisis.
bagaimana „keris‟ yang merupakan salah satu
kebudayaan materi dikelolasebagai koleksi ANALISIS HASIL PENELITIAN
museum. Sebelum menguraikan lebih lanjut,
penting kiranya memberikan gambaran umum 1. Gambaran umum mengenai keris.
mengenai keris. Penjelasan-penjelasan berikut Indonesia adalah sebuah negeri yang
merupakan pemahaman dan perspektif penulis kaya akan berbagai macam budaya, adat-
melalui berbagai studi literatur. istiadat, dan suku bangsa. Suku-suku bangsa
seperti suku Sunda, Madura, Batak, Asmat,

36
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

dan Jawa memiliki keistimewaan sendiri. keadaan perang maupun tidak dan semakin
Keistimewaan tersebut sangat bervariasi, sering dipakai memayau dianggap semakin
tersebar di berbagai daerah atau propinsi di keramat dan pemiliknyapun semakin tinggi
tanah air. Dikatakan istimewa karena di status sosialnya. Kujang juga merupakan
masing-masing suku tersebut memiliki corak senjata tradisional suku Sunda di Jawa Barat,
budaya dan variasi budaya yang menunjang yang sebenarnya bukan senjata, melainkan
potensi berbagai budaya Indonesia. Corak dan lebih sebagai benda pusaka, dan khusus
variasi ini dapat dilihat dari pola tarian, lagu- dipakai para petani. Bagi yang percaya kujang
lagu daerah, senjata tradisional, rumah, dianggap dapat menyuburkan tanah,
pakaian adat, serta logat bahasa yang berlaku menangkal hama, menangkal wabah penyakit
di masing-masing suku. Suku Sunda (Propinsi ternak, dan lain-lain. Di Aceh, ada sebuah
Jawa Barat), misalnya, dengan berbagai corak senjata tradisional bernama rencong. Selain
dan variasi budayanya sangat berbeda dengan sebagai senjata, rencong juga merupakan
budaya yang terdapat pada Suku Madura kelengkapan pakaian adat Aceh. Selain di
(Propisnsi Jawa Timur). Demikian halnya Jawa Barat, Kalimantan, Aceh, dan Keris di
dengan budaya Suku Batak (Sumatra) yang Jawa, ada senjata bernama celurit yang asli
akan sangat berbeda dengan budaya Suku Madura. Bentuk celurit mirip dengan sabit,
Asmat (Papua). selain sebagai alat bela diri juga dipakai
Dari berbagai bentuk budaya dan adat sebagai pusaka turun-temurun.
istiadat yang berlaku dan diakui di masing- Demikian halnya dengan keris bagi
masing suku di tanah air, maka senjata juga masyarakat Jawa, selain sebagai senjata dan
merupakan salah satu corak yang memiliki tolak ukur status sosial pemiliknya, maka
tempat khusus dalam hidup dan kehidupan keris cocok dengan makna filosofis dan
masyarakat. Selain sebagai tempat simbolis dari masyarakat Jawa.
pertahanan, senjata tersebut juga dapat Keistimewaan keris tidak hanya pada
berfungsi sebagai salah satu benda pusaka bentuk dan kekuatan ghaib yang terdapat di
yang dipercaya bisa menolak bala dan sebagai dalamnya. Namun lebih dari itu,
tolak ukur sosial pemilik atau penyandangnya keistimewaannya yang lain adalah pada saat
dalam masyarakat. proses pembuatannya, dan kepercayaan yang
Kekayaan budaya berupa senjata melekat pada masyarakat Jawa tentang
beberapa diantaranya adalah mandau (suku pengaruh lain keris terhadap pemiliknya,
Dayak-Kalimantan), kujang (suku Sunda-Jawa yakni sebagai kepercayaan tradisional yang
Barat), rencong (Aceh), celurit (Madura). memberi inspirasi dan spirit sesuai dengan
Mandau yang merupakan sejenis pedang karakter dan logika pemiliknya. Keris dikenal
senjata tradisional suku bangsa Dayak di sebagai sebuah tosan aji yang penuh dengan
Kalimantan, biasanya digunakan untuk misteri ghaib dan nilai-nilai spiritual. Keris
memayau memenggal kepala orang lain dalam juga dapat diartikan sebagai sebuah benda

37
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

pusaka yang dipercaya dapat memberikan Hal-hal inilah yang telah menarik
keberuntungan dan keselamatan bagi perhatian penulis untuk mengkaji lebih dalam
pemiliknya. Keris dipercaya berasal dari tanah tentang keilmiahan keris sebagai salah satu
Jawa yang lahir lebih dari 1000 tahun yang kebudayaan materi.
lalu. Hal ini terbukti dari relief-relief paling
kuno yang memperlihatkan peralatan besi 2. Definisi, Fungsi, Etika dan Makna
yang terdapat pada prasasti batu yang keris
ditemukan di Desa Dakuwu, Grabag, Menurut perspektif penulis, keris
Magelang, Jawa Tengah yang bertuliskan adalah sebuah tosan aji yang memiliki makna
menggunakan huruf Pallawa dan bahasa bagi pemiliknya, misteri ghaib, nilai-nilai
Sansekerta. spiritual, dilengkapi dengan etika dalam
Relief-relief di Candi Borobudur juga melaksanakannya, tuah yang positif maupun
memperlihatkan gambaran keris kuno. negatif, dan secara fisik adalah sebuah benda
Sementara itu, Candi Sukuh (Jawa Tengah) seni asli Indonesia yang bernilai tinggi dan
menampakkan sosok Ganesha sebagai pandai perlu dihargai dan dikenal dengan baik.
besi/empu yang membuat keris dalam bentuk Setelah mengkaji, fungsi-fungsi keris
lebih modern. yang dipahami penulis adalah sebagai salah
Gajah Mada sebagai Mahapatih satu senjata tajam, benda pusaka, benda seni
Kerajaan Majapahit yang sangat terkenal pun dan dahulu juga sebagai tolak ukur status
memiliki sebilah keris yang bernama Ki sosial dalam masyarakat Jawa.
Lobar. Konon keris ini sangat sakti, karena Etika yang harus diperhatikan antara
bisa menikam musuh tuannya dengan lain dilarang memegang dan membuka keris
sendirinya. Menurut cerita, suatu hari Gajah bila dalam keadaan marah, tegang, sedih,
Mada berburu ke hutan, tanpa disadarinya kecewa, dan stress karena dikuatirkan akan
seekor harimau yang sangat besar mengintai membahayakan diri sendiri maupun orang
dari balik semak-semak. Ketika Gajah Mada lain. Etika lainnya adalah dalam melihat bilah
telah berada pada jarak terkaman, harimau itu keris (mengeluarkan keris dari warangkanya),
pun mangaum dengan keras dan menerjang menyarungkan keris kembali ke dalam
ke arah Gajah Mada. Gajah Mada terkejut, warangkanya, memberi atau menerima keris
dan tidak mampu berbuat apa-apa. Sesaat kepada/dari orang lain baik yang lebih tua
kemudian terdengar auman yang sangat maupun kepada yang lebih muda, dan
dahsyat. Tubuh harimau itu jatuh berguling- beberapa pantangan yang ada. Menurut
guling di tanah dengan bersimbah darah. pemahaman penulis, etika-etika tersebut harus
Sebilah keris telah menancap di jantungnya. dilakukan, sebagai bentuk penghormatan
Keris itu adalah Ki Lobar yang sedari tadi benda budaya.
terselip di pinggang Gajah Mada. Menurut penulis ada, yaitu yang
disebut “isi” keris. Isi keris pun bermacam-

38
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

macam, ada yang berupa berkah, makhluk warangka, dll. Pendok adalah bagian sarung
halus, dan induksi. “Isi” keris berupa berkah keris yang dipakai untuk menutupi bilah keris,
tidak mungkin hilang, “isi” keris berupa terbuat dari logam mulia pada umumnya, dan
makhluk halus/jin dapat diusir, dipindahkan, terpisah dari warangkanya. Gandar adalah
atau pergi dengan sendirinya, sedangkan yang bagian sarung keris yang menyatu dengan
berbentk induksi (isian dari “orang pintar”) warangkanya, umumnya terbuat dari kayu
dapat hilang/luntur dalam waktu tertentu. pilihan.
Menurut penulis, keseluruhan Warangka adalah bagian dari sarung
komponen keris hanya dibagi tiga, yakni keris yang dipakai untuk menutupi gandik.
bilahnya, warangka dan gandarnya, dan yang Warangka terbagi menjadi berbagai macam,
terakhir hulu/ukirannya. Bagian-bagian namun yang penulis ketahui hanya ada tiga
penting dalam sebuah bilah keris dan patut yaitu Ladrang, yang salah satu ujungnya
diketahui antara lain adalah pamor, dapur, melingkar dan ujung lainnya melebar,
tangguh, gandik, dan bagian-bagian yang panjang, dan runcing, Gayaman, yang pada
mengelompokkan, seperti sor-soran, badan umumnya berbentuk agak lonjong, dan
bilah, pucukan, dan ganja.Pamor adalah motif Sandang Walikat yang umumnya banyak
yang terbentuk pada bilah keris, ada yang ukirannya.
menyambung ke ganjanya, ada yang terletak Hulu pun bermacam-macam, seperti
pada badan bilahnya, dan ada juga yang Tunggaksemi, Rajamala, Improvisasi Tunggak,
terdapat pada seluruh badan bilah keris. Nyamba, Abstraksi, dan lain-lain. Hulu pada
Biasanya dalam sebuah keris terdapat lebih umumnyaterbuat dari kayu-kayu pilihan,
dari satu pamor, yang juga sangat bermacam- seperti kayu cendana, serut, kelengkeng, dan
macam. Tangguh adalah perkiraan masa sebagainya. Hulu dibagi menjadi beberapa
dibuatnya keris itu, ada yang disebut tangguh bagian, yakni mendak, selut, dan hulu itu
Majapahit, karena diperkirakan dibuat pada sendiri.
masa kerajaan Majapahit. Tangguh Mataram, 3. Proses Pembuatan dan Bahan-bahan
karena diperkirakan dibuat pada masa Penyusun Keris
kerajaan Mataram, dan masih banyak Secara ringkas, pertama-tama
tangguh-tangguh lainnya. Gandik adalah „raut disiapkan bahan-bahan dasar seperti besi,
muka‟ sebuah keris. Hampir selalu terletak di bahan pamor (nikel, titanium, meteorit, dll),
atas sirah cecak, kecuali dapur cengkrong dan dan baja. Disiapkan juga berbagai peralatan
Cundrik. Sor-soran adalah bagian bilah keris yang akan dipakai, seperti paron, ububan,
yang mencakup beberapa bagian keris, dan perapen, kowen, dll. Seteleh semuanya siap
berukuran 1/3 ukuran keseluruhan keris dari barulah keris siap dibuat. Pada awalnya besi
bawah/pangkal keris. Pada warangkanya, ada dipanaskan hingga memijar dan dipipihkan
bagian-bagian seperti pendok, gandar, dengan ditempa. Setelah besi pipih, besi

39
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

tersebut dibentuk huruf „U‟, dan ditengah- 1. Angsar, yaitu suasana yang
tengahnya diselipkan lapisan bahan pamor ditimbulkan oleh keris.
yang sudah dipipihkan, lalu ditempa lagi. 2. Tayuh, yaitu forum dimana terjadi
Melipat, menyelipkan, dan menempa ini dialog antara “isi” keris itu dengan
dilakukan sampai lebih dari delapan kali, pemilik atau calon pemiliknya.
bahkan ada juga yang sampai 4096 kali. 3. Sejarahnya.
Setelah itu diputuskan pembuatan
keris lurus atau keris luk. Apabila hendak 5. Produksi Keris
membuat keris luk, diputuskan keris berluk Di Indonesia masih ada, seperti di
berapa dan dimulai pembentukannya. daerah Aeng Tong-Tong di Madura yang
Setelah bentuknya sudah hampir jadi, sudah menggunakan teknik modern, dan
tibalah saat nyepuh.Nyepuh adalah merendam terkenal di manca negara. Tempat ini pernah
dan mencuci keris setengah jadi yang memijar menerima pesanan beberapa puluh kodi dari
secara tiba-tiba dengan air atau larutan Malaysia dan Brunei. Kita juga dapat
tertentu. Menurut penulis, bagian inilah yang berkunjung ke STSI Solo untuk melihat
paling sulit, karena menentukan jadi tidaknya proses pembuatan secara langsung.
keris itu, karena jika tidak tepat
pelaksanaannya keris yang sudah 99% jadi 6. Keris &Kajian Kebudayaan Materi
bisa retak atau pecah. Selanjutnya adalah Penggunaan istilah kebudayaan
proses merendam dangan larutan kemalam. materi, obyek, artefak, dan koleksi sering
Tujuannya agar keris tamak lebih tua dan tidak konsisten dan sering tertukar dalam
indah. mendefinisikan pengertian dan interpretasi
4. Cara Memilih Keris yang Baik terhadap hasil kebudayaan manusia. Untuk itu
Segi Fisik perlu diperluas maknanya. Interpretasi obyek
1. Wutuh, keadaannya utuh, tidak retak, secara formal diidentikasi dan dikembangkan
patah, cacat, dll. dengan pendekatan filosofis. Dengan harapan
2. Wesi, keadaan besinya baik. adanya pemekaran cabang ilmu dan institusi
3. Garap, dikerjakan dengan baik. pendidikan untuk memperbesar prinsip
4. Sepuh, dalam arti sudah tua. interpretasi artefak yang dapat diterapkan
5. Pamor pada semua obyek.
6. Waja, baja, dalam arti menjamin Jika dikaitkan dengan pengembangan
kekakuaan inti baja. makna istilah kebudayaan materi seperti
7. Guaya, cahaya yang dipancarkan. diuraikan di atas, maka keris termasuk dalam
8. Tangguh, perkiraan jaman pembuatan. pengembangan makna:
9. Wangun, apakah gagah, perkasa, dll. b) Istilah artefak (Inggris) dipakai terkait
dengan dimensi waktu. Istilah dipakai
Segi Non Fisik oleh antropolog, arkeolog, sosiolog, dan

40
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

pakar sejarah sosial untuk memberikan diberi makna dibalik benda itu sendiri oleh
makna artefak yang dibuat oleh manusia individu atau sosial yang terkait dengan
melalui bahan dasar dan teknologi untuk emosional individu pada benda itu. Pada fetish
tujuan praktis (dibedakan dari gabungan tidak bermakna kesejarahan pada lingkup
artefak/struktur) karena artefak dapat pengalaman personal, tetapi benda dimiliki
dipindahkan ke tempat lainnya. seseorang karena sudah diketahui akan secara
c) Istilah ini termasuk seni adiluhung dan alamiah sebagai respon dirinya.
seni terapan. Keris yang dikoleksi berdasarkan usia
Definisi ini sangat penting dalam pembuatan (usia keris) dikelola berdasarkan
pengembangan pendekatan secara filosofi dan ide ilmiah dan filosofi masa tersebut. Terasa
kebijakan koleksi dan pameran. Kebudayaan aneh menurut generasi selanjutnya tetapi
materi dikaji karena memberi kontribusi unik terus berlanjut hingga para intelektual
pada pemahaman kita akan pola kerja mendiskreditkannya. Sejumlah koleksi yang
individual dan komunal seperti layaknya dimiliki museum berasal dari pola
menjelaskan diri/budaya kita sendiri. pengumpulan ini, terutama keris dan menjadi
Interpretasi formal tentang obyek dapat semacam ikon kebanggaan museum itu. Jenis
diartikan sebagai penajaman pengembangan Cinderamata dan pemujaan benda masih
makna filosofi dan analisis teknik obyek menjadi pilihan dalam pengoleksian di
tunggal obyek kelompok. museum, tetapi tertinggal dalam menemukan
Kebanyakan kebudayaan materi yang posisi nilai sejarah dan di luar jangkauan
menjadi koleksi museum disebabkan tiga proposisi intelektual.
alasan : c) Koleksi
a) Cinderamata (souvenirs) Koleksi memiliki keterkaitan internal
Artefak yang dipelihara karena pada sifatnya sendiri. Kemudian hadir seorang
menyangkut representasi individu dan esensi kurator memberi makna tambahan karena
nilai benda karena pengalaman masa lalu. hilangnya informasi koleksi. Hasil kebudayaan
Seperti halnya keris, hal ini bermula dari tutur merekam kehidupan pada spesifik waktu dan
seseorang dan dipertontonkan sebagaimana ruang. Gagasan ini yang menyebabkan
kisah sesungguhnya. Keris sebagai nostalgia koleksi sejarah sosial etnografika terbaik
dan mempunyai latar belakang, romantik. terwujud. Kebijakan pengumpulan koleksi
Pengalaman dan pemberian pengertian berdasarkan arkeologi pada masa lalu sulit
seseorang berkembang kepada orang lain dilakukan karena untuk mengetahui
yang dikemudian hari ternyata juga punya masyarakat yang memiliki kebudayaan materi
memori yang sama. masa lalu itu sangat terbatas. Lebih lanjut,
b) Jimat/Pemujaan Benda (Fetish) kaitan objek dengan realitasnya saat ini
Marx dan Frued menyebut fetish menjadi masalah yang meluas
sebagai barang material. Artinya artefak historiografinya.

41
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

keterkaitan dengan benda-benda tersebut,


7. Interaksi Kurator dan Publik museum harus dapat memberikan informasi
Interpreter, kolektor, kurator, dan yang jelas kepada masyarakat tentang artefak
publik ternyata memiliki interpretasi berbeda yang dipamerkan. Standar keterpaduan antara
dalam model menginterpretasikan objek. Pada data artefak yang lengkap dan akurat serta
dasarnya masyarakat tidak netral dan objek informasi yang jelas tentang benda-benda
tampak tidak bersalah. Kelompok ini membuat tersebut seringkali tidak terpenuhi.
jejaring dan menanamkan dominasi dalam
mengeksploitasi. Semua masyarakat akan KESIMPULAN
mempercayai sama seperti usaha
Sangat tepat kiranya jika keris
memanipulasi pengetahuan dalam
dimasukkan dalam koleksi museum
mempertahankan ideologinya.
antropology. Informasi yang diberikan oleh
Semua material di museum koleksinya
museum mengenai suatu objek (dalam hal ini
diseleksi oleh individu berdasarkan
keris) tidak hanya sebatas keterangan fisik
ideologinya , kesadaran dan ketidaksadaran,
mengenai keris itu sendiri. Museum harus
dan kekurangannya. Kurator bekerja pada
dapat memberikan informasi mengenai makna
materialnya juga tidak terhindarkan dari sifat
di balik keris, masyarakat pendukungnya,
bias dirinya. Kedudukan kurator sebagai
sehingga museum tidak hanya menampilkan
profesi dan profesionalitas kerja di museum
objek sebagai kebudayaan materi, tetapi dapat
memperbesar isu bias.
menampilkan berbagai aspek seperti sosial,
Sumber utama dari museum adalah
keagamaan maupun kehidupan sehari-hari
koleksi-koleksinya yang terkait dengan
dari masyarakat pendukungnya.
material benda dan artefak kebudayaan. Selain

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, YB. 1994. Pembuatan Keris: Pande Keris STSI Surakarta. Surakarta: CV. Agung Lestari.
Fathoni, Riza. 2005. Aeng Tong Tong, Kampung Empu Keris. Jakarta: Kompas.
Harsrinuksmo, Bambang. 1990. Mengungkap Rahasia Isi Keris. Jakarta: Pustakarya Grafikatama.
Harsrinuksmo, Bambang. 1995. Pamor Keris. Jakarta: CV. Agung Lestari.
Harsrinuksmo, Bambang. 2004. Ensiklopedi Keris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hodder, I. The Meaning s of Things “Material Culture and ymbolic Expression”, England,
Southampion: University Press, Cambridge, 1986.
Kingery, W. David. Learning From Things “Method and Theory of Material Culture tudies.”
Washington and London: Smithsonian Institution, 1986.
Koesni, NA. 2000. Pakem Pengetahuan Tentang Keris. Semarang : Aneka Ilmu.

42
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi
Priyanto
Volume 1, Nomor 1, pp 35-43

M. Pearsce, Susan. 1991. Museum Studies in Material Culture. Washington: Smithsonian Institution
Press.
Rahardjo, Suhartono. 2003. Ragam Hulu Keris Sejak Zaman Kerajaan. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta

43
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi
(Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)

Deni Danial Kesa1* & Cheng-Wen Lee2*


1
Banking and Finance Department, Vocational ProgramUniversity of Indonesia,
2
College of Business Chung Yuan Christian University Taiwan

ABSTRAK. Potensi pertanian Indonesia besar, namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian
besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Melihat kesuksesan Taiwan
dalam mengembangkan inovasi dan memberdayakan sumber-sumber pertaniannya, banyak yang
dapat dipelajari dalam sistem produksinya. Terutama dalam implementasi kebijakan yang
diterapkan oleh Kementerian pertanian terhadap seluruh stakeholders di Taiwan. Untuk prospek masa
depan Indonesia, sebagai langkah aplikatif dan prospek masa depan, yang harus diaplikasikan dalam
sistem produksi beras di Indonesia diantaranya memaksimalkan produksi beras, setidaknya untuk
swasembada karenaberas merupakan makanan pokok untuk Indonesia, dengan menambah perluasan
lahan sawah di beberapa daerah yang potensial dan didukung oleh asas asas konservasi.
Pemerataan pembangunan sektor pertanian khususnya padi harus diimbangi dengan
pengembangan teknologi terpadu yang konsisten. Kuantitas harus menjadi target jangka
pendek,dengan diversifikasi lahan danpeningkatan kualitas produksi. Dibukanya akses akses
perlindungan terhadap petani dalam aspek aspek manajemen, ketersediaan alat, dan subsidi yang
berimbang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penerapan kebijakan sektor pertanian harus
konsisten, dengan adanya UU yang berlaku dan rencana strategis pengembangan pertanian
Indonesia bersinergi dengan semua pemangku kebijakan.

Kata Kunci : Kebijakan Sektor pertanian,rantai pasok beras, diversifikasi

ABSTRACT. Indonesian agricultural has big potential to developed, but in fact most of our farmers are still
many who are categorized as poor. Looking at Taiwan 's success in fostering innovation and empower
agricultural resources , much can be learned in a production system . The policy implemented by the Ministry of
agriculture and all stakeholders in Taiwan. For future prospects Indonesia, as applicable steps and future
prospects, which should be applied in the rice production system in Indonesia such as maximizing the
production of rice, with a maximum cost. Self-sufficiency for rice as staple food is main agenda for government
, with expanding farmers rice fields in several potential areas and supported by the principle of conservation
principles. Distribution of development agriculture particularly rice, should be offset consistent development of
integrated technologies . Quantity must be short-term targets, with diversified land and production quality use
unfettered access to farmers' access to protection in aspects of management, availability of equipment , and
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

impartial subsidies in accordance with applicable regulations . Policy implementation should be consistent with
the applicable law and Indonesian agricultural development strategic plan together with all stakeholders.

Keywords : Agricultural Sector Policy , the rice supply chain , diversification

PENDAHULUAN mengembangkan pertanian pada masa


yang akan datang. Kesejahteraan petani
1. Latar Belakang dan keluarganya merupakan tujuan utama
Sektor pertanian mempunyai yang menjadi prioritas dalam melakukan
peranan strategis dalam struktur program untuk kemajuan pertanian.
pembangunan perekonomian nasional Tentu hal itu tidak boleh hanya
sebuah negara. Sektor ini harus menguntungkan end user atau produsen
mendapatkan perhatian secara serius dari saja, namun diarahkan untuk mencapai
pemerintah dalam pembangunan ekonomi dasar yang kuat pada pembangunan
yang mapan. Mulai dari penyediaan lahan, nasional. Pembangunan adalah penciptaan
teknologi, penanganan hama, menentukan sistem dan tata nilai yang lebih baik
pasar, proteksi, kredit hingga kebijakan hingga terjadi keadilan dan tingkat
lain. Perekonomian berbasis sektor kesejahteraan yang tinggi.
agraris ataupun pertanian menjadi banyak Pembangunan pertanian harus
pilihan motif kebangkitan ekonomi di mengantisipasi tantangan demokratisasi
dunia, bagaimana proses negara negara dan globalisasi untuk dapat menciptakan
BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) sistem yang adil. Selain itu harus
selain membuat banyak inovasi di bidang diarahkan untuk mewujudkan masyarakat
teknologi Industri, tapi juga menjadikan yang sejahtera, khususnya petani melalui
sektor pertanian penunjang roda pembangunan sistem pertanian dan usaha
pembangunan di sektor riil (buffer zone) pertanian yang kuat dan mapan, di mana
dan memenuhi kebutuhan pangan sistem tersebut harus dapat berdaya saing,
nasionalnya. berkerakyatan, berkelanjutan dan
Potensi pertanian Indonesia besar desentralistik. Dengan alasan tersebut
namun pada kenyataannya sampai saat ini studi ini mencoba mengetengahkan
sebagian besar dari petani kita masih gambaran perkembangan Taiwan
banyak yang termasuk golongan miskin. mengenai kegiatan produksi bidang
Banyak hal yang harus kita lakukan dalam pertanian, terutama komoditas padi

45
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

dikaitkan dengan dukungan kebijakan Pertanian memainkan peranan penting


yang ada. dalam menyediakan makanan, mendukung
Taiwan terletak di daerah subtropis pembangunan pedesaan, dan kontribusi
dengan banyak sinar matahari, memiliki terhadap pelestarian lingkungan. Apabila
gunung dan bukit-bukit terjal seluas dua dibandingkan dengan negara negara lain
pertiga wilayahnya, sehingga hanya di Asia, Taiwan relatif lebih menitik
sekitar 830,000 hektar lahan yang cocok beratkan pada efisiensi pemanfaatan lahan
untuk pertanian. Lahan pertanian rata- secara modern, mengingat ketersedian
rata seluas 1.1 hektar, sehingga sebagian lahan pertanian semakin terbatas,
besar sektor pertanian terdiri dari dikarenakan perubahan pola hidup dan
pertanian keluarga kecil. Namun Taiwan gaya hidup masyarakat.
mengembangkan pertanian dengan Lahan yang menjadi budidaya atau
memperkenalkan teknologi maju dan proyeksi lahan pertaniah padi baik sawah
peralatan modern. maupun ladang sekitar 813.000 Ha, dan
Produk pertanian Taiwan sangat jumlah yang maksimal untuk dipanen dan
beragam, output sangat tinggi. Sektor memenuhi kebutuhan domestik sejumlah
pertanian menjadi landasan yang kokoh 697.000 Ha. Dengan begitu komposisi
bagi pertumbuhan ekonomi yang antara lahan yang bisa dipanen dan lahan
dinikmati Taiwan dalam beberapa dekade yang tersedia untuk padi rata rata 78,4 %
terakhir. Hasil pertanian tahunan di bisa dimanfaatkan secara efektif. Untuk
Taiwan adalah sekitar $11.8 miliar, atau memperkuat pemasaran beras dalam
1.5% dari PDB. Tanaman ladang sebesar negeri, Departemen pertanian Taiwan
43,36% dari angka ini, diikuti oleh membantu asosiasi petani lokal untuk
perikanan sebesar 24,40%, peternakan membangun merek mereka sendiri dan
32,11%, dan kehutanan 0,13%. Sekitar mengadopsi strategi pemasaran lewat
540,000 orang bekerja di bidang pertanian, diversifikasi. Departemen pertanian
dan pendapatan tahunan rata-rata per Taiwan juga menjalankan program
rumah tangga pertanian adalah $28,000. pendidikan memperkenalkan budaya
Pertanian menyumbang 1.5% dari sejarah dan tradisional padi dan beras
PDB Taiwan, tetapi pangsa ekonomi sebagai turunannya kepada masyarakat
meningkat hingga 11% jika termasuk dalam rangka untuk mempromosikan
industri sekunder dan tersier yang konsumsi lokal. Dengan terus-menerus
berhubungan dengan pertanian seperti mengamankan informasi mengenai
pengolahan makanan dan rekreasi. produksi dan pemasaran beras,

46
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

mempromosikan sistem evaluasi padi, dan keleluasaan bagi peneliti untuk


memeriksa kualitas dan status higienis di menganalisis aplikasi kebijakan di Taiwan
pasar ritel, dengan mengamankan yang terjadi dalam kerangka
keamanan pangan dan perlindungan perbandingan dan bisa memberikan
konsumen yang baik. masukan terhadap kebijakan di Indonesia.

2. Rumusan Masalah METODOLOGI PENELITIAN


Berdasarkan latar belakang masalah
tersebut maka studi ini akan terfokus Kementerian pertanian Taiwan telah
pada beberapa analisis , sebagai berikut ; mengeksekusi berbagai langkah untuk
(1) Analisis berbagai kiat atau langkah mendukung pembangunan berkelanjutan
kerja serta produksi pertanian khususnya dari industri beras, yang meliputi
padi di Taiwan, sehingga bisa menjadi produksi direncanakan, pemuliaan
faktor inisiasi kebangkitan ekonomi secara varietas baru, memperbaiki teknik
terintegrasi. (2) Rantai produksi budidaya, menganjurkan penggunaan
komoditas padi di dalam negeri Taiwan bahan kimia yang tepat untuk kontrol
sehingga dapat menjelaskan bagaimana hama, membangun produksi beras khusus
Taiwan menerapkan teknologi dengan dengan pembagian zona pemasaran,
bantuan pemerintah dalam mengatasi mendorong pengendalian mutu sistem,
serta melakukan inovasi. dan mempromosikan certified agricultural
standards/CAS (sistem sertifikasi
3. Tujuan Penelitian pertanian termasuk padi).
Tujuan dari kegiatan penelitian ini Tujuannya adalah untuk membangun
adalah : (1) Mengidentifikasi policy sistem manajemen dalam proses produksi,
aplication atau pengaplikasian kebijakan serta secara signifikan meningkatkan
pertanian padi, menganalisis pengaturan kualitas dan daya saing beras di pasar
dan strategi secara holistik (best practice). lokal maupun internasional.
(2) Merumuskan antisipasi dan prospek Sehingga berdasarkan beberapa
replikasi dan pengembangan kebijakan pemaparan tersebut, kajian ini akan
dan pengaturan kebijakan pertanian padi mencoba menggambarkan kondisi
di Taiwan. (3) Manfaat teoritis dan perkembangan pertanian terkait
aplikatif akan didapatkan dalam kajian ini komoditas padi sebagai berikut:
oleh pihak-pihak yang berkepentingan.  Penerapan kebijakan pemerintah
Aplikasi teoritis memberikan kesempatan Taiwan terkait dengan pertanian padi

47
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

dalam mendukungproses produksi Penerapan kebijakan Pemerintah


beras Taiwan terkait dengan pertanian padi
 Program pemerintah Taiwan dalam dalam mendukung proses produksi
mendukung kebijakan produksi beras beras.Lokasi geografi Taiwan terletak
Jenis penelitian yang dilakukan adalah antara 22-25"LU dan 120-122" BT serta
deskriptif, dengan menggambarkan berada di antara Jepang dan Filipina.
kondisi yang mendukung terjadinya Daerah ini termasuk daerah tropis Asia
analisis produksi beras di Taiwan. yang dihadapkan dengan tigabencana
Penelitian dilaksanakan dengan metode besar, yaitu cuaca dan angin dingin
studi literatur dan survei. Studi literatur bersuhu rendah, hujan lebat serta angin
menggunakan berbagai data sekunder ribut. Budidaya tanaman padi di daerah
yang antara lain kebijakan di Taiwan, Taiwan dapat dibedakan menjadi dua
publikasi, serta hasil kajian sebelumnya. musim, yaitu musim semi dan musim
Sedangkan survei dilakukan dengan gugur. Pengolahan sawah dilakukan pada
metode wawancara FGD Focus Group musim dingin dan gugur. Hampir 10
groupdiscussion dalam skala kecil yang tahun terakhir struktur industri pertanian
melibatkan berbagai narasumber. di Taiwan tidak mengalami perbedaan
Diharapkan dengan gabungan antara data yang signifikan. lndustri pangan memiliki
yang didapatkan dari data sekunder dan porsi sekitar 43% dari total keseluruhan
survey yang dilakukan bisa menjadi nilai industri pertanian, dan nilai produksi
gabungan analisa yang komprehensif beras mencapai sekitar 18% dari total nilai
mengenai penerapan kebijakan pertanian industri pangan.
padi yang menunjang produksi beras di Dari sekian banyak kebijakan yang
Taiwan. ada dalam penanganan pertanian
terutama padi dalam ranagka
ANALISIS DAN PEMBAHASAN meningkatakan beras diantaranya sebagai
berikut:
Analisa Langkah kerja Pemerintah
Taiwan

48
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Tabel 1.
Kebijakan dari tahun ke tahun Taiwan

Tahun Fokus Kebijakan


1949 Farmland Rent Reduction Implemented, tentang sewa tanah dan hak guna
tanah dan reformasi agraria di Taiwan
1950 Rice-Fertilizer Barter Program‟ Implemented , program pupuk
1951 ale of Public Lands‟ Implemented , bantuan lahan dengan menjual tanah
umum yang terbengkalai terkait dengan land reform
1953 First- tage Land Reform: „Land-to-the-Tiller Program‟ Implemented,
pelaksanaan reformasi lahan yang meluas untuk petani
1973 Rural Development cceleration Program‟ Implemented, Pengembangan
Program Percepatan Pedesaan
1973 “ tatue for griculture Development” Promulgated, penetapan model
pembangunan pertanian
1974 Guaranteed Rice Price Purchasing Program‟ Implemented, Jaminan program
pembelian beras oleh pemerintah
1979 gricultural Mechanization Program‟ Implemented, kebijakan mekanisasi
pertanian
1982 Second-Stage Land Reform: Joint Cultivation, Contract Farming, and
Enlargement of Family Farm Size Implemented , tahap kedua reformasi lahan,
kerjasama budidaya, pertanian kontrak,dan perluasan jumlah lahan bagi
keluarga petani
Tahun Fokus Kebijakan
1984 „First ix-Year Program to Convert Paddy Fields into Cultivation of Non-Rice
Crops(1984~1989)‟ Implemented , program enam tahun pertama konversi
lahan padi untuk non padi
1988 „Rural Development Policy Guidelines‟ Implemented Pedoman Kebijakan
Pembangunan Pedesaan' Diimplementasikan
1989 “ tatute of the Farmers‟ Health Insurance” Promulgated Statuta Asuransi
Kesehatan petani '" Diundangkan
1990 „ econd ix-Year Program to Convert Paddy Fields into Cultivation of Non-Rice
Crops (1990~1995)‟ Implemented . Tahap Kedua Enam-Tahun Program
Mengkonversi sawah padi ke Budidaya tanaman non beras Tanaman (1990

49
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

~ 1995)' Diimplementasikan
1990 Agricultural utomation Program‟ Implemented Program Otomatisasi
pertanian 'Diimplementasikan
1991 Integrated gricultural djustment Program‟ Implemented Program
Penyesuaian Pertanian Terpadu 'Diimplementasikan
1994 Farmland-Irrigation Membership Fees Fully Subsidized by Government
Farmland - Biaya Keanggotaan Irigasi sepenuhnya disubsidi oleh
Pemerintah
1995 “ tatute Regarding Old- ge Farmers‟ Welfare llowance” Promulgated Statuta
Mengenai Tunjangan Kesejahteraan Hari Tua Petani '" Diundangkan
1995 Farm Land Release Program‟ Implemented Program Rilis Tanah pertanian
'Diimplementasikan
1997 „Cross-Century gricultural Development Program‟ Implemented Program
Pembangunan Pertanian yang saling mensubsidi 'Diimplementasikan
1997 Paddy Field and Dryland Adjustment Program‟ Implemented Program
Penyesuaian lahan padi dan Ladang 'Diimplementasikan
2000 “ gricultural Development ct” Modified"Undang-undang Pembangunan
Pertanian" Diubah
2001 New Agenda for Agriculture in the 21st Century‟ Implemented Agenda baru
Pertanian di Abad 21 'Diimplementasikan
2003 gricultural Finance ct” Promulgated , UU Keuangan Pertanian
"Diundangkan
2004 Statute for the Establishment and Management of Agricultural
Biotechnology Park” Promulgated Statuta untuk Pembentukan dan
Pengelolaan PertanianBioteknologi Park "Diundangkan
2004 Agricultural Financial Reform and Dual Financial System Implemented
Pertanian Keuangan dan Reformasi Sistem Keuangan Ganda
Diimplementasikan
2005 The Agricultural Bank of Taiwan Set Up pendirian Bank Pertanian Taiwan
2006 New Agriculture Movement to Enhance Global Marketing and to Promote
Traceability‟ Implemented Gerakan Pertanian Baru untuk Meningkatkan
Pemasaran Global dan untuk Mempromosikan Lacak 'Diimplementasikan
2007 Agricultural Production and Certification Management Act promulgated Produksi

50
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Pertanian dan Sertifikasi Manajemen Act "Diundangkan


Agenda for Rural Reconstruction‟ Implemented Agenda rekonstruksi Pedesaan
'Diimplementasikan, Agricultural Production and Certification Act Undang-
Undang Sertifikasi Produksi Pertanian
Tahun Fokus Kebijakan
2008 Implementing bylaw of Agricultural Products Market Transaction Act The
Agricultural Product Inspection, Sampling, and Testing Regulations Regulations of
COA's Bestowment of Agricultural Professional Accolade Perda Pelaksanaan
Transaksi Pasar Produk Pertanian, ,Inspeksi Produk Pertanian, Sampling,
dan Peraturan Pengujian, Peraturan penghargaan dari COA dibidang
keprofesian petani
2009 Regulations for Management of Agricultural Product Wholesales Market
Peraturan Pengelolaan Pasar Produk Pertanian Grosir
2010 The Plant Variety and Plant Seed Act, UU Varietas Tanaman dan Benih
Tanaman
2011 Enforcement Rules of Food Administration Act,Undang-Undang Penegakan
kebijakan pangan
2012 The Quality Agriculture Development Program and Diversification of Value in
Agriculture, Healthful agriculture, Excellence in agriculture,
LOHAS Agriculture, Program Pengembangan Kualitas Pertanian dan
Diversifikasi Nilai Pertanian, pertanian sehat, Keunggulan di bidang
pertanian, Pertanian LOHAS .

COA, Executive yuan , Taiwan. 2013. Diolah.

Dalam perkembangannya fokus Perbenihan dan perbibitan, (3)


pemerintah Taiwan hampir sama dengan Infrastruktur dan sarana, (4) Sumber daya
yang dijalankan oleh Indonesia , dengan manusia, (5) Pembiayaan petani, (6)
kebijakan yang dilakukan lewat rencana Kelembagaan petani, dan (7) Teknologi
strategis pertanian dan tujuh gerakan dan industri hilir.
masyarakat yang terdiri dari: (1) Lahan, (2)

51
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Tabel 2.
Program Pemerintah Indonesia dari tahun ke Tahun
Tahun Program
1959 Padi Sentra Varietas Si Gadis,Jelita, Dara dan Bengawan dengan label
Komando Operasi Gerakan Makmur
1965 Sama dengan Padi Sentra Perbaikan kelembagaan dankredit
1968 Intensifikasi Masal Pengenalan varietas PB5 dan PB8 (IRRI)
1969 Bimas Gotong Royong, Penggunaan varietas PB5 dan PB8 ada KUD
1979 Intensifikasi Khusus, Panca usaha tani, kelompok tani
1984 Swasembada beras
1987 Supra Intensifikasi Khusus Sapta Usahatani Penguatan
1995 Sistem Usahatani Berbasis Padi dengan Orientasi Agribisnis Varietas Cibodas
dan Membramo, Diversifikasi pertanian
1997 Intensifikasi Berwawasan Agribisnis, Pendampingan petani
1998 Gema Palagung, Sapta Usahatani Kredit Usaha Tani (KUT)
2000 Corporate Farming, Konsolidasi petani sehamparan
2000 Proyek Ketahanan Pangan
2001 Pengelolaan Tanaman & Sumberdaya Terpadu
2007 Program Peningkatan Beras Nasional, Bantuan benih, pupuk bersubsidi, pupuk
organik, perbaikan irigasi, Pengendalian operasi pasar terpadu,manajemen
pascapanen dankelembagaan
2010 Renstra kementerian pertanian, 2010-2014
Sumber : Kementerian Pertanian RI, diolah 2013

Semua kebijakan di kedua negara mengenai lahan.Kalau kita bandingkan


berdasar pada tujuan yang sama yaitu dengan luas daratan Indonesia , negara
selain mencukupi kebutuhan beras dalam kita mempunyai lahan seluas sebesar 192
negeri, juga memberikan nilai lebih juta ha, terbagi atas 123 juta ha (64,6
terhadap sektor pertanian padi yang persen) merupakan kawasan budidaya dan
mendorong komoditas beras. Banyak 67 juta ha sisanya (35,4persen) merupakan
strategi maupun penanganan yang kawasan lindung. Dari total luas kawasan
dilakukan kegua negara, Taiwan budidaya, yang berpotensi untuk areal
menerapka berbagai kebijakan yang cukup pertanian seluas 101 juta ha, meliputi
progresif diantaranya :Kebijakan lahan basah seluas 25,6 juta ha, lahan

52
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

kering tanaman semusim 25,3 juta ha dan kesinambungan” membentuk tulang


lahan kering tanaman tahunan 50,9 juta punggung dari kebijakan pertanian yang
ha. Sampai saat ini, dari areal yang dimotori oleh Kementerian pertanian
berpotensi untuk pertanian tersebut, yang atau COA (Council of Agriculture).
sudah dibudidayakan menjadi areal Meskipun Taiwan
pertanian sebesar 47 juta ha, sehingga mengklasifikasikan lahannya menjadi tiga
masih tersisa 54 juta ha yang berpotensi klasifikasi, akan tetapi International Rice
untuk perluasan areal pertanian.Tercatat Research Institute (IRRI) mengelompokkan
sebanyak 3.618.860 Ha lahan pertanian pertanian padi di Taiwan menjadi ernpat
potensial. Dengan komposisi sebanyak kelornpok, yaitu :
981.156 Ha lahan datar , 981.277 Ha  Padi irigasi, yang berada di dataran
Lahan berbukit, serta 1.606.427 Ha yang dengan sistem pengairan terpadu,
bertipikal pegunungan pada tahun 2010. yang mendominasi kebanyakan sawah
Dengan demikian luas areal persawahan di Taiwan
dan jumlah produksi lebih mudah  Padi tadah hujan, yang berada di
ditingkatkan. daerah bukit yang hanya
Perkembangan pertanian di mengandalkan air hujan sebagai
Taiwan memiliki pola yang unik. Pada sumber pengairan.
awal-awal tahun, pemerintah melakukan
 Padi dataran tinggi, yang di dominasi
reformasi agraria untuk memberikan
jenis gogo, yang tidak memerlukan
“tanah untuk penggarap”, kemudian
banyak air sebagai sumber pengairan.
membuat penyesuaian kebijakan pertanian
 Padi lahan pasang surut, yang berada
pada awalnya untuk memacu
di daerah pinggiran sungai di daerah
produktivitas yang lebih besar, dan
delta , maupun hilir pantai atau
kemudian untuk mengembangkan ekspor
sungai.
barang-barang pertanian mentah maupun
Pemerintah Taiwan mensubsidi
hasil proses. Perkembangan ini pada
tanaman lain melalui program pengalihan
gilirannya mengantarkan pada era
sawah dan lahan penduduk menggarap
pertumbuhan ekonomi yang pesat.
dengan system small land lord and big tenant
Keberhasilan Taiwan dalam
atau meskipun tanah sedikit tapi bisa
pengembangan pertanian skala kecil telah
menyewa tanah yang lebih luas, hal ini
menjadi model untuk mengembangkan
dipandang efektif selain membuka lahan
ekonomi di seluruh dunia. Prinsip-prinsip
utama dari “penyehatan, efisiensi, dan

53
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

untuk padi juga menyerap tenaga kerja diangka 411.000 Ha. Dengan begitu
secara baik. komposisi antara lahan yang bisa dipanen
Kebijakan yang mencoba untuk dan lahan yang tersedia untuk padi rata
memperluas lahan sebagai salah satu rata 78,4% bisa dimanfaatkan secara
indicator peningkatan produksi beras efektif.
menjadi perhatian yang cukup serius dari Dalam mengidentifikasi jumlah lahan
pemerintah Taiwan, mengingat yang ada maka pemerintah taiwan
banyaknya lahan yang terkonversi melakukan pembenahan lewat
kedalam fungsi lahan lainnya.Lahan yang pemanfaatan lahan dataran, bukit dan
menjadi budidaya atau proyeksi lahan pegunungan yang diklasifikasikan
pertaniah padi baik sawah maupun ladang berdasarkan fungsinya, sehingga
sekitar 813.000 Ha, dan jumlah yang membawa perubahan komposisi produksi
maksimal untuk dipanen dan memenuhi hasil pertanian dalam kurun waktu
kebutuhan domestik sejumlah 697.000 Ha. sebelas tahun terakhir.
Dan sawah hanya berkisar dibawah

Gambar 1.
Luas lahan pertanian padi Taiwan

Sumber : Soil and Water Conservation Bureau., 2013.Diolah

54
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Kebijakan mengenai larangan pertanian, serta memberikan masukan


konversi lahan sudah dijelaskan dalam terhadap termutakhir secara regular
UU pembangunan pertanian Taiwan : Meski demikian tantangan perubahan
fungsi lahan juga menimpa Taiwan,
Article 9 dengan banyaknya sentra produksi padi
In maintaining the needs of beralih ke komoditas lain misal buah
agricultural development, the pinang. Permintaan yang terus meningkat
central competent authority shall pada tahun 1990-an mengakibatkan
coordinate overall development perluasan kawasan budidaya untuk buah
principles of territory plan, regulate pinang. Petani sangat antusias untuk
the total amount of agricultural menanam tanaman buah pinang karena
lands in demand and the quantity of dalam tahun yang baik, pendapatan bisa
agricultural lands of change, and 10 kali lebih tinggi daripada menanam
comment and criticize such practices padi.

regularly. Menanggapi Delimitasi atau

Dan perubahan lahan pertanian ke non-

Article 10 pertanian, maka diterapkan standar tinggi

The delimitation or change of untuk tidak merubahnya termasuk tujuan

agricultural lands to non- yang tidak akan mempengaruhi integritas

agricultural purposes shall not lingkungan produksi padi dan harus


tunduk pada persetujuan dari pihak yang
affect the integrity of production
berwenang mengenai syarat syarat
environments and shall be subject to the
perubahannya.
prior approval of the competent authorities
Otoritas Pertanian di Taiwan.
Kementerian pertanian adalah pihak yang
Dalam menjaga kebutuhan
berwenang pada pertanian, kehutanan,
pembangunan pertanian, pihak
perikanan, peternakan dan urusan
pemerintah Taiwan harus berkoordinasi
makanan di Taiwan. Lingkup tanggung
prinsip-prinsip pengembangan
jawabnya termasuk membimbing dan
keseluruhan rencana wilayah, mengatur
mengawasi kantor provinsi dan kota di
jumlah total lahan pertanian dalam
wilayah ini. COA (Council of Agriculture)
perubahan permintaan dan jumlah lahan
berada di bawah Executive of Yuan
(lembaga eksekutif pemerintah Taiwan).

55
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Inovasilah yang mendorong kemajuan Departemen pertanian Taiwan juga


pertanian di Taiwan, dan menjadikan menjalankan program pendidikan
Taiwan rumah bagi banyak teknologi memperkenalkan budaya sejarah dan
yang paling canggih di dunia pertanian, tradisional padi dan beras sebagai
dengan memimpin keunggulan kompetitif turunannya kepada masyarakat dalam
negeri ini di berbagai bidang seperti rangka untuk mempromosikan konsumsi
peternakan, bibit produksi, reduksi efek lokal.Agrobisnis didorong oleh COA
rumah kaca, kontrol lingkungan, dan (Council of Agriculture) untuk membangun
transportasi maritim komoditas jarak ilmu pertanian dan teknologi perkebunan
jauh. serta peternakan, sebagai contoh mereka
Kementerian pertanian atau COA dapat membangun Taiwan sebagai pusat
terdiri dari bagian perencanaan, produksi bunga global juga untuk buah-
peternakan, penyuluhan pelayanan petani, buahan tropis, dan pemasok bibit ternak
kerjasama internasional, Ilmu dan dan tanaman ke seluruh wilayah Asia
Teknologi, bagian irigasi dan teknik, serta Timur. Memiliki teknologi terdepan
beberapa kantor administrasi lainnya.Ada adalah kekuatan yang akan membawa
beberapa badan yang cukup signifikan Taiwan untuk mengadopsi penerapan
dalam mengawal kemajuan pertanian di tentang penerapan model bisnis baru dan
Taiwan diantaranya AFA (Agriculture and lebih canggih untuk sektor pertanian.
Food Agency) serta DARES (District Lembaga riset pertanian bertugas
Agricultural Research and Extension memberikan terobosan serta inovasi yang
Station), TPDF ( Taiwan Provincial memperkuat pengolahan lahan,
Department of Food), Taiwan Agricultural pemasaran, dan penerapan teknologi
Research Institute (TARI), Council of tinggi dalam proses produksinya.
Agriculture, Executive Yuan , China Grain Pada 1950 atau masa awal program
Products Research & Development Institute. pemerintah di bidang pertanian, 90%
Semualembaga tersebut membantu warga petani Taiwan mayoritas
kementerian pertanian dalam mengelola menanam padi, tebu untuk gula, teh, dan
berbagai kebutuhan serta pengembangan tanaman lainnya. Dua dekade kemudian,
pertanian baik terkait dengan pengaturan pemerintah secara agresif mengejar
regulasi demi tercapainya tujuan industrialisasi berskala tinggi dibidang
kesehatan, efisiensi dan keberlanjutan bagi informasi dan teknologi yang
pembangunan pertanian termasuk beras menyebabkan ekspor pertanian tertinggal
di Taiwan. dari impor pertanian. Pada 1999,

56
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

pertanian hanya 3 persen dari PDB pemasaran elektronik, makanan sehat,


(pendapatan domestik bruto) Taiwan pengolahan makanan dan lain lain. Hasil
dibandingkan dengan 32,2 persen pada dari proyek penelitian penting dalam
1952. Pada tahun 2010 padi menempati mempromosikan modernisasi dan
persentase hanya di kisaran 18,2 persen peningkatan kualitas industri pertanian
masih kalah dengan sayur dan buah dalam berbagai aspek
buahan, nilai output pertanian terhadap Dibawah COA ada beberapa lembaga
perekonomian nasional meningkat penelitian yang membantu pertanian
setengah kali lipat karena perbaikan termasuk pertanian padi diantaranya :
produktifitas secara keseluruhan - Agriculture and Food Agency (
Peranan lembaga penelitian. termasuk cabang daerah utara,
Teknologi yang inovatif adalah kekuatan tengah, selatan, dan barat ) , riset
dan sumber yang akan menjadikan umum terkait dengan keadaan beras
kemajuan pertanian Taiwan mempunyai yang secara umum
daya saing dan berkembang secara - Agricultural Chemicals and Toxic
berkelanjutan. Berdasarkan pada Substances Research Institute, penelitian
kebutuhan untuk pengembangan industri, tentang kondisi tanah/lahan
Kementerian pertanian Taiwan selain pertanian termasuk sawah dan jenis
lembaga lembaga yang sudah terbentuk pupuk yang baik
dan dibawah kordinasi pemerintah , - Taoyuan District Agricultural Research
mereka juga mempercayakan universitas and Extension Station, balai
dan lembaga penelitian swasta untuk pendampingan petani termasuk
melakukan proyek penelitian dari petani padi.
berbagai disiplin ilmu. - Miaoli District Agricultural Research
Bidang utama penelitian meliputi and Extension Station
perbaikan varietas tanaman dan praktik-
- Taichung District Agricultural Research
praktik budidaya, pengolahan pasca
and Extension Station
panen, pengembangan tanaman
- Tainan District Agricultural Research
transgenik, kultur jaringan tanaman,
and Extension Station
pemupukan yang efektif, pengelolaan
- Kaohsiung District Agricultural
tanah, budidaya organik, teknik pertanian
Research and Extension Station
yang aman,mekanisasi pertanian dan
- Hualien District Agricultural Research
otomatisasi, pupuk hayati, pengontrolan
and Extension Station
polusi, daur ulang limbah, sistem

57
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

- Taitung District Agricultural Research - China Grain Products Research &


and Extension Station Development Institute(penelitian
- Taiwan Seed Improvement and tentang diversifikasi fungsi beras, dan
Propagation Station, balai penelitian pelatihan pengolahan pangan).
dan rekayasa benih
- Taiwan Agricultural Research Institute
(termasuk Chiayi Agricultural
Experiment dan Fengshan Tropical
Horticultural Experiment)
Gambar 2.
Alur dan fungsi salah satu lembaga penelitian pertanian di Taiwan

DARES pusat penelitian tiap provinsi Dukungan Teknis dari DARES :

1. Pembibitan
2. Perbaikan panen
3. Perbaikan kualitas lahan,
pemupukan
Asosiasi petani 4. Mengontrol hama dan penyakit
tanaman
5. Peningkatan kualitas manajemen
pertanian
6. Peningkatan serta perancangan
mesin dan peralatan yang
Petani mendukung pertanian

Sumber: Dares Kaohsiung, 2012

Menurut UU Pembangunan pertanian level and promote the


lembaga penelitian memegang peranan transformation of agricultural
yang cukup penting, dan pemerintah industries, the competent
Taiwan mengakomodirnya dengan authorities shall supervise and
pengalokasian lembaga serta pembiayaan request their respective affiliated
penelitian. agricultural research and
experiment institutes to strengthen the
Article 64 cooperation between research and
In order to upgrade experiment sectors and agricultural
agricultural science and technology industry sectors and to promote the

58
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

technology development in agricultural 312.000.000 (US $ 10.590.000) dari 217


industries perusahaan.
Taiwan memainkan peran utama
Lembaga penelitian yang bertugas dalam pengembangan teknologi pertanian
dengan pengembangan teknologi inovatif dan, melalui banyak transfer teknologi
telah membuat kontribusi yang cukup yang pertanian , hal tersebut memberikan
besar bagi keberhasilan pertanian padi kontribusi terhadap perbaikan kehidupan
Taiwan selama bertahun-tahun melalui para petani padi, karena mereka akan
transfer teknologi. Pada tahun 2011, ada diberikan pengetahuan terbaru dari hasil
126 transfer teknologi pertanian, dengan penelitian para ahli yang telah teruji.
pembayaran royalti sekitar NT $ 69 juta Aplikasi teknologi. Keunggulan
(US $ 2,34 juta) . teknologi pertanian Taiwan termasuk
Menyadari peran penting penelitian perkembangan pertanian padi adalah
,sektor swasta juga dilibatkan dalam sistem teknologi tepat guna , karena
pengembangan dan komersialisasi produk proses pertanian di dukung dengan mesin
pertanian, COA menerapkan program yang seluruh prosesnya tidak banyak
lima tahun pada tahun 2009 yang menyerap tenaga manusia. Untuk
bertujuan mempromosikan kerjasama meningkatkan teknologi produksi dan
akademisiindustri dalam penelitian meningkatkan standar hidup di pedesaan,
bioteknologi pertanian yang pada COA mengadakan kursus pelatihan
akhirnya akan meningkatkan nilai output profesional, menyediakan pekerjaan
sektor pertanian termasuk padi dengan pertanian, mengadakan bahan pelajaran
50 persen di tahun 2013. Pada Desember online, dan membentuk sebuah situs
2011, program ini telah mendanai 431 untuk menjamin akses kesempatan belajar
proyek yang menarik investasi total NT $ yang lebih luas.
Gambar 3
Alur perkembangan pemikiran adaptasi teknologi pertanian di Taiwan

59
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Keuntungan Teknologi

Penelitian dan pengembangan

Adaptasi
Ketaatan pada asas dan kebijakan Teknologi

Kesiapan Infrastruktur dan


organisasi

Selain itu, COA juga memanfaatkan Electricity fee for powering


sumber daya dari stasiun penelitian dan agricultural operation are not
penyuluhan, asosiasi petani, sekolah calculated in terms of progressive
pertanian, dan universitas-universitas increment, and during the
untuk menyediakan pelajaran tambahan suspension period of power use,
mengenai pertanian dan kerjasama basic electricity fee is to be
penelitian. Sesuai dengan amanat UU exempted.
pembangunan pertanian Taiwan :
Article 28 Dalam menerapkan pembangunan dan
The central competent teknologi pertanian padi, pihak terkait
authority shall formulate plans for yaitu COA harus memberikan bimbingan
agricultural mechanization terkait dengan mekanisasi dan otomatisasi
development, guide farmers or pertanian sebagai bagian dari adaptasi
farmers’ organizations in teknologi terhadap sektor pertanian, hal
purchasing and utilizing the tersebut merupakan jalur langsung untuk
agricultural machinery and further meningkatkan efisiensi produksi dan
assist in loan applications or kualitas produk, dan tuntutan tenaga
subsidization for the kerja sementara meningkatkan kekuatan
aforementioned purposes. lingkungan kerja, meski biaya yang
Article 29 dikeluarkan juga tidak sedikit. Sejak tahun
The price of electricity, 1990, pemerintah memperkenalkan
gasoline and water for powering langkah-langkah strategis seperti
agricultural operation shall not be penyiapan lahan, tanam, panen dan
higher than that of those for pengeringan padi dan tanaman lainnya,
general industrial purposes.

60
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

dengan hasil mencapai mekanisasi hingga petani mengurangi biaya bahan bakar
98%. motor pada proses produksi pertanian.
Otomatisasi dibantu pengembangan Irigasi. Selain teknologi, yang
secara teknis juga telah dikembangkan disediakan dengan penelitian yang
dan diterapkan pada produksi tanaman terbaru, padi di Taiwan, didukung juga
padi serta hortikultura dan khusus untuk oleh sarana pengairan yang cukup
meningkatkan lingkungan yang lebih baik kondusif.Irigasi adalah sumber kehidupan
dalam pengelolaan pertanian serta sistem dari pertumbuhan padi. Pasal 10
produksi dan panen. Pemeriksaan produk mengenai tugas dari asosiasi irigasi dalam
dan penilaian juga dapat dilakukan UU irigasi Taiwan menyatakan bahwa :
dengan cara non-destruktif (mengurangi 1.The initiation, improvement,
kerusakan) dan presisi tinggi. Teknologi maintenance, and management of
yang berkembang kemudian diperluas ke farmland irrigation operations.
petani, organisasi petani, dan produsen. 2.Precautionary and rescue measures in the
Sistem pertanian terpadu dengan event of disasters and threats on
mekanisasi, otomatisasi dan informasi, farmland irrigation association
serta dapat diterapkan secara efektif dan operations.
kompetitif dalam skala besar di masa 3.The raising of expenditure and
depan. institution of funds for farmland
Pada tahun fiskal 2011, para petani irrigation operations.
membeli 3.020 set mesin, dipilih dari 10 4.Research and development projects for the
jenis mesin yang baru dikembangkan, interests of farmland irrigation
dengan subsidi pemerintah 30 - 40% dari operations.
harga pembelian. Di antaranya adalah 5.The collaboration with central
jenis mesin pemotong, mesin pengolah
government over land, agricultural, and
tanah, mesin penanam, dan mesin
industrial policies, and rural village
pengering. Pinjaman hingga NT $ 679
development programs.
juta dilaksanakan untuk membantu petani
6.Affairs and projects consigned by
dalam pembelian mesin pertanian dan
supervising authorities
sistem otomatis. Langkah-langkah khusus
seperti menerbitkan sertifikasi mesin
Asosiasi irigasi pada intinya
pertanian, kupon bebas Pajak untuk bahan
melakukan perbaikan, dan tindakan
bakar pertanian dan lisensi kendaraan
manajemen terhadap system tata air
pertanian dilakukan untuk membantu

61
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

pertanian. Penelitian , dan tata kelola potensi produksi, mempertahankan hasil


lainnya, berkordinasi dengan pemerintah yang tinggi dan kualitas produk. Mereka
Taiwan mengenai masalah lahan, akan menurunkan kesuburan tanah,
kebijakan industry dan program apabila tidak diterapkan dengan benar
pembangunan pedesaan. atau kualitas pupuk yang kurang baik.
Di barat Taiwan, dari utara ke selatan, Oleh karena itu sangat penting untuk
sumber daya air meliputi Sungai Danshui, meningkatkan manajemen pada kontrol
Sungai Da-an, Sungai Houlong, Sungai kualitas pupuk komersial dan petani untuk
Dajia, Sungai Wu, Sungai Zhuoshui, menggunakan pupuk dengan pelatihan
Sungai Zengwen, dan Sungai Gaoping. Di yang tepat. Sementara beberapa praktek
bagian timur Taiwan, sumber daya air yang tepat diperpanjang seperti
untuk sawah termasuk Sungai Beinan, penggunaan pupuk organik dan pupuk
Sungai Xiuguluan, Sungai Hualien, dan hayati, pupuk hijau selama musim antara
sungai Lanyang. Sistem irigasi sebelum masa tanam dengan mengurangi
memberikan banyak sungai bersih, kaya derajat keasaman , dan melestarikan
nutrisi air. Selain itu, berkat kesuburan tanah.
pembangunan fasilitas irigasi, masing- Pada tahun 2011, selain untuk
masing daerah aliran sungai tersebut di meningkatkan pemeriksaan aplikasi baru
atas memiliki sistem irigasi yang luas. dari merek pupuk, kualitas dan survei
Karena sumber air dan jenis tanah mereka pelabelan pupuk dilakukan untuk 776
yang bervariasi,maka peralatan mekanik kasus, yang merupakan sampel dari pasar
modern yang digunakan oleh petani saat dan pabrik pupuk, dan 140 kasus
ini tidak sama, setiap wilayah Taiwan ditemukan memiliki beberapa kondisi
memproduksi beberapa jenis beras unggul tidak mengikuti aturan pupuk di Taiwan.
khas lokal. Hal ini telah membuat Taiwan Ada 488 kursus yang diselenggarakan
menjadi salah satu penghasil beras pada teknis pemupukan yang tepat
berkualitas. termasuk indoor training, lokakarya
Penyediaan pupuk. Situasi yang sama pelatihan, dan praktik lapangan. Dan
dengan pupuk, penyediaan pupuk lewat pengecekan online di The Fertilizer
rekomendasi para peneliti menjadi salah Registration Management System
satu indicator keberhasilan produksi beras (http://agrapp.coa.gov.tw/WFR/).
Taiwan. Pupuk adalah bahan penting Dalam rangka untuk menempatkan
untuk potensi produksi lahan pertanian, sistem pemupukan yang tepat pada pola
yang digunakan untuk meningkatkan pertanian menurut sifat-sifat tanah, ada

62
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

44.406 sampel didiagnosis setelah sampel Penyimpanan dan pengumpulan stock


dikumpulkan dari sifat tanah dan padi untuk kepentingan umum di lakukan
kandungan gizi tanaman daun serta oleh CPSK atau Contracted public stock
dianalisis. Pemerintah Taiwan juga keeper. Ketika sudah menjadi kontrak,
menggalakkan penggunaan pupuk alam , maka CPSK bertugas untuk menjaga ,
lahan pertanian didorong untuk mengumpulkan, menyimpan , memproses
menggunakan kompos berkualitas dengan dan mendistribusikan beras dengan
menggantikan sebagian pupuk kimia yang sepengetahuan pihak berwenang dalam
digunakan secara bertahap, meskipun hal ini AFA dibawah COA. Dengan syarat
masih mensubsidi sebagian besar petani. syarat yang ditetapkan missal:
- Terdaftar, berpengalaman
Rantai produksi komoditas padi dibidangnya, menjamin kapasitas
Rantai Pasok beras . Dalam proses penyimpanan,mempunyai pengawas
setelah hasil panen dan tersebarnya beras, kualitas yang disetujui oleh AFA,
disediakan sebagai stok untuk public atau bisa mengimplementasikan Agri food
negara maka AFA menunjuk pihak pihak network information system,mempunyai
yang dipercaya dan ahli dalam bidang kapasitas pengering padi sampai
bidangnya sesuai ketentuan UU pangan , dengan 50 ton.
yang menyatakan bahwa : - Memiliki masing masing tangki
penyimpan untuk beras kasar dan
Article 8 beras putih masing masing 30 ton
The competent authority may dan mempunyai kapasitas giling dan
commission contracted public stock sortir per jam 3 ton sesuai Chinese
keeper to collect, store, mill and national standard.
distribute public stock. - Mampu menyimpan 2000 ton atau
The conditions that the contracted public lebih. Namun, dengan izin tertulis
stock keeper and their warehouses dari AFA, AFA dapat meninjau
must possess, the collection, kebutuhan kemampuan penyimpanan
storage, milling, distribution, and di wilayah di bawah kendali mereka,
other administration items for dan menyesuaikan kondisi
public stock shall be promulgated by the kemampuan penyimpanan ketika
competent authority. jumlah rata-rata mengumpulkan

63
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

beras dari empat panen terakhir  Penyimpanan, di grosir atau di


apabila kurang dari 500 ton. distributor;
- Syarat syarat teknis lainnya  Fumigasi, jika diperlukan;
Secara sederhana rantai pasok yang  Pengemasan ulang apabila dijual dalam
terjadi di Taiwan dalam pemenuhan bentuk kemasan.
produksi beras adalah sebagai berikut:
 Pasar bebas, penentuan harga
 Proses pengiriman diawali dari pabrik ditentukan kualitas beras.
atau tempat pengolahan padi menjadi (Adaptasi dari Sumber: Londoño-Kent
beras. Kent dan (2003), yang diadaptasi di
 Penerapan biaya untuk ekspor Ferrantino (2006).)
seandainya padi tersebut akan diekspor
 Inspeksi, misal untuk Sedangkan apabila proses rantai
kualitas,keamanan dan penanganan pasok yang berkaitan dengan ekspor dan
 Memeriksa segel; impor maka ada bagan yang biasanya di
 Pengiriman dari tempat pengolahan ke kenal dalam proses penetrasi pasar dalam
grosir sebuah negara .

Gambar 4.
Alur Supply chain terkait proses penentuan harga
Harga ritel atau
eceran

Harga grosir
Penyesuaian harga
eceran

Biaya penurunan barang


Penentuan harga grosir

Harga CIF ketika


diimpor Tarif perdagangan

Harga FOB ketika di


ekspor Biaya pengangkutan dan
asuransi

Harga pabrik atau


petani Transportasi darat
dan biaya
pelabuhan

64
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Free On Board (FOB) adalah bagian Bahwa bisnis pangan diantaranya


dari Incoterms. Penyerahan barang dengan menjual baik grosir maupun eceran,
Free On Board dilakukan di atas kapal menjadi perantara penjualan,
yang akan melakukan pengangkutan penyimpanan padi di gudang, pengolahan
barang. Selain itu yang memiliki padi termasuk huller, milling, pembuatan
kewajiban untuk mengurus formalitas tepung beras dan lain lain.Untuk proses
ekspor adalah pihak penjual. Persyaratan produksi didalam negeri ada beberapa
dengan menggunakan FOB hanya dapat proses yang sempat teridentifikasi di salah
dilakukan untuk pengangkutan laut dan satu produsen beras di Houbi town,
antar pulau semata.CIF Adalah singkatan Tainan county proses produksi beras
dari Cost, Insurance and Freight artinya melalui rangkaian proses sebagai berikut :
Harga penawaran anda selain mencakup Dengan variasi harga yang
harga barang, biaya kapal, juga termasuk ditentukan pasar dan biaya produksi serta
asuransi.dengan kata lain harga barang kualitas produk yang dihasilkan,
disatukan dengan ongkos kirim dan biaya konsumen bisa memilih kualitas dan harga
asuransi barang, selain FOB, dasar ini beras sesuai dengan kemampuan dan
menjadi perhitungan bea-bea suatu hukum pasar.Salah satu cara melihat para
barang. pelaku pasar dengan melihat demand
Istilah dalam system perdagangan pasar, berikut ini adalah para pelaku pasar
atau pengecer padi sepertti tercantum padi atau beras yanga da di Taiwan
dalam UU pangan dianggap sebagai salah berdasar UU mengalir berlaku untuk izin
satu unsur perdagangan pangan : demander melalui pasar produk pertanian
grosir dan disetujui oleh otoritas yang
Article 3 berwenang setempat akan ada demander di
Business of a food dealership pasar grosir. Yaitu :
shall include the following: Wholesale market demander.
1. Sales: Retail and wholesale. 1. The retailer.
2. Brokerage. 2. The reseller.
3. Warehousing. 3. The shipper.
4. Milling: dehulling, rice milling, 4. The exporter.
rice flour grinding, flour 5. The processer.
grinding. 6. The great quantity consumer.

65
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Retailer dilevel eceran, reseller promotion activities or designate


dengan jumlah yang lebih besar, shipper agricultural products to be produced and
pembeli antar pulau, exporter menjual ke purchased with guaranteed prices
luar Negara, The processer pembeli yang by contract as concluded between
akan mengolah ke bentuk lain missal parties of supply and demand.
tepung, mie dll. Sedangkan yang lain Article 45
adalah pembeli perseorangan yang In response to prices
membeli dalam jumlah besar missal fluctuations of domestic and
karena kebutuhan di waktu waktu international agricultural products
tertentu. and in order to stabilize the
production and distribution of
Kebijakan Harga. Pengenalan beras agricultural products, the
impor telah menyebabkan diversifikasi government shall designate
pasar beras Taiwan menjadi beraneka important agricultural products for
ragam berdasarkan jenis dan varietas the establishment of a stabilization
padinya. Kesegaran padi, varietas, dan fund either by the government or
asal-usul serta standard industri akan private sectors. The rules and
mempengaruhi harga. Antara beras putih
regulations for the establishment, custody
curah yang berkisar sekitar 34.23 NT$
and utilization of the said fund shall be
akan sangat berbeda dengan beras yang
formulated by the central competent
dikemas dengan baik lewat vacuum
authority in concert with other authorities
package, standar GAP,CAS dan TAP yang
concerned.
berkisar sekitar 100 sd 120 NT$.Hal
Promosi beras Taiwan dilakukan
tersebut sudah sejalan dengan
disela sela masa produksi dua kali dalam
pelaksanaan UU yang mndasarkan pada
satu tahun dengan masa selingan
wewenang pemerintah dalam
sebanyak satu kali, yaitu panen pertama,
menstabilkan harga :
panen kedua, dan tanaman antara. Beras
Article 44
mencoba dipromosikan menjadi bahan
In maintaining the balance
baku pembuatan makanan yang berbahan
between agricultural production dasar terigu, gandum dan sejenisnya yang
and distribution as well as didatangkan secara impor. Pembuatan kue
reasonable prices of agricultural bulan, roti beras, kue beras nanas, krim
products, the competent authorities may pembersih muka kini bisa dibuat dengan
organize domestic and international

66
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

bahan dasar yang terbuat dari beras . Dalam rangka merevitalisasi


Beras telah berubah menjadi alat penggunaan beras, banyak kalangan
substitusi bagi kampanye pemenuhan mengupayakan dengan banyak
pangan Taiwan. Pemanfaatan beras berinvestasi dalam penelitian pemasaran
sekarang tidak hanya sekedar untuk bidang pertanian dengan menentukan
makan sehari hari saja akan tetapi juga segmentasi yang terukur, sehingga setiap
sudah merambah industri, dengan petani sudah bisa menyesuaikan
cakupan fungsi yang semakin luas. kemampuannya dengan kebutuhan pasar.
Orang-orang di Taiwan Peranan asosiasi petani dalam
mengkonsumsi rata-rata dibawah 50 memberikan penanganan terhadap
kilogram beras setiap tahun. Secara umum pemasaran dengan membuat merk sendiri
pasokan dan permintaan beras terlihat dan standard kualitas terukur cukup
stabil, tetapi sebetulnya ini mengundang signifikan.Beras produksi khusus dan zona
kekhawatiran banyak pihak di Taiwan pemasaran, untuk mengatasi dampak dari
akan adanya krisis pangan yang beras impor pada industri beras dalam
diakibatkan berubahnya gaya hidup. negeri, kementerian pertanian Taiwan
Karena orang telah mengubah kebiasaan menentukan segmentasi pasar untuk
diet mereka, Taiwan harus mengimpor menonjolkan karakteristik dan kualitas
sejumlah besar makanan yang dulunya merek lokal. Beras produksi khusus dan
masih sangat asing sebagai pengganti nasi zona pemasaran juga diluncurkan dengan
misal kedelai, gandum dan jagung, atau menggabungkan petani, pemasok bibit,
bahkan sorghum. dan pabrik bersama-sama untuk
Selain itu juga dengan adanya memperbesar skala manajemen dan
diversifikasi beras di Taiwan diharapkan sekaligus menurunkan biaya produksi.
bisa menyumbang terhadap konsensus Produksi beras pada tahun 2010
global konservasi lingkungan, dengan adalah 1.016.000 metrik ton dari 244.000
mengkonsumsi makanan lokal juga akan hektar. Produksi padi untuk 2012 adalah
membuatnya ramah lingkungan dengan 1.096.000 metrik ton dari 268.000 hektar
memutus rantai pasokan dan permintaan, berdasarkan hasil normal. Taiwan
menghemat energi yang digunakan untuk memiliki 302 asosiasi petani, dan 17
transportasi serta mencapai tujuan asosiasi irigasi yang menyediakan 2.3 juta
perlindungan lingkungan dengan petani dan pelayanan yang luas seperti
mengurangi polusi karbon. suplai produk material, transportasi
produk, asuransi kesehatan petani,

67
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

penyediaan kredit dan lain lain yang beras premium yang disponsori setiap
diupayakan untuk memaksimalkan tahun oleh pemerintah dan pemasaran
produksi beras.Telah terjadi penurunan baik yang meliputi lomba mengemas
bertahap dalam konsumsi beras dan produk dan menyediakan hadiah sebagai
produksi. Selain itu, produsen beras yang penghargaanterhadap petani. Hal ini juga
terkena persaingan dari impor, beras diuntungkan dari program pertanian
masih masuk dalam peringkat sebagai kontrak yang dilakukan oleh perusahaan
tanaman Taiwan yang paling berharga, Taiwan untuk membeli semua beras hasil
dengan hasil total lebih dari 1,67 juta ton panen dari ladang yang dipilih sebelum
dari 254.225 hektar lahan untuk nilai menanam.
produksi NT $ 38,1 milyar (US $ 1,29 . Taiwan dalam ketersediaan beras di
miliar) pada tahun 2011. pasar menggunakan strategi pasar yang
Untuk memastikan kelangsungan berbeda untuk merespon pasar pasca
hidup masa depan dan meningkatkan masuk menjadi anggota WTO. Pabrik
harga, pertanian di Taiwan pabrik besar memegang peranan cukup
menyempurnakan teknik budidaya padi besar yang mengkordinir petani di
dan mengembangkan varietas berkualitas seluruh negeri. Pengusaha padi diawasi
tinggi, banyak yang sudah tersedia secara oleh pemerintah Taiwan baik yang
umum. Kualitas juga telah ditingkatkan melakukan impor dan investasi di
dengan promosi akreditasi produk penggilingan baru, maupun kemasan,
pertanian dan sistem traceability makanan fasilitas peningkatan kemampuan beras
serta sistem penilaian yang bertujuan lokal ini ditujukan untuk meningkatkan
mengeluarkan produksi beras rendah. kualitas beras agar dapat bersaing dengan
Diversifikasi yang paling menarik beras impor.
dalam pemasarannya tentu saja beras Kementerian Pertanian Taiwan,
organik, yang kembali menduduki telah merevisi kebijakan produksi
popularitas tertinggi dan menjadi bahan pertanian untuk meningkatkan
unggulan ekspor ke jepang meski dalam swasembada pangan secara bertahap
jumlah terbatas, beras organik hampir dua menyesuaikan ke atas produksi berasnya
kali lipat harganya dalam pemasaran dengan menyimpan cadangan beras
pertanian daerah, dan sekarang sebesar 400 TMT (thousand metric ton)
berkembang menjadi seluas 1.653 hektar (352 TMT atau setara dengan beras
pada Desember 2011. Sektor pertanian putih). Tujuan Taiwan adalah untuk
padi telah direvitalisasi dengan kompetisi mencapai 40 persen makanan tingkat

68
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

swasembada keseluruhan pada tahun 2020 2013 akan tergantung pada apakah
dari tingkat saat ini sekitar 32 persen konsumsi beras meningkat di kalangan
seperti yang dilaporkan oleh COA. (3% masyarakat Taiwan. AFA mengacu pada
per bulan dari total peredaran beras yang harga grosir domestik sebagai indikator
ada di pasar Taiwan) ketika mereka melakukan perbandingan
Untuk meningkatkan stok beras, harga antara domestik dan beras AS
beras target produksi Taiwan harga. Semua data beras dalam negeri
diperkirakan akan tumbuh sebesar yang bersumber dari AFA dan tersedia
delapan persen menjadi280.000 hektar secara online dari website COA di http://
pada tahun 2013, memproduksi 1.175 www.coa.gov.tw. Program pembelian
MMT(million metrics ton) . Pada tahun beras diatur dalam kebijakan operasional
2011, Taiwan produksi beras terutama lapangan di pasar dengan COA
disebabkanuntuk surplus dengan hasil mengumumkan harga pokok penjualan
normal dari 5.873 kg / ha (gabah) untuk yang berlaku, pemerintah telah
panen pertama dan 4.431 kg / ha melakukan pembelian terhadap petani,
untukpanen kedua. Hal ini naik apabila meskipun dengan harga tinggi tapi demi
dibandingkan dengan lima tahun yang melindungi petani pemerintah Taiwan
lalu berkisar di 5.343 kg / ha untuk panen menetapkan harga cukup tinggi dan
pertamadan 3.774 kg / ha untuk tanaman melakukan subsidi silang dengan sector
kedua.Pembelian beras dalam negeri lain yang sudah maju, misal industri
merupakan program pemerintah , Taiwan Harga beras dalam negeri juga
mendirikan program untuk pembelian menanggapi pengumuman ini
beras dalam negeri sejak tahun 1974. denganharga grosir rata-rata harian beras
Pada tanggal 29 April 2011,COA Japonica giling selama periode Mei 2011 -
mengumumkan kenaikan harga pembelian April 2012meningkat menjadi NT $ 34,23
dasar NT$ 3/kg harga untuk pembelian dibandingkan dengan selama periode Mei
padi domestik. SebagaiAkibatnya, 2010 - April 2011 rata-rata NT $ 30,44 /
program penjualan padi kepada kg. Taiwan memproduksi tanaman padi
pemerintah di bawah program pembelian dua kali per tahun. Dalam setiap tahun,
beras meningkat dua kali lipat dari 191 hanya ada variasi kecil di daerah produksi
TMTpada tahun 2010 menjadi 384 TMT dan hasil. Variabel utama adalah cuaca,
(thousand metric ton) tahun 2011. karena topan cenderung merusak panen
Mengingat tingkat stok beras yang kedua setiap tahun. Produksi beras pada
tinggi, target produksi perkiraan untuk tahun 2010 adalah 1.016.000 metrik ton

69
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

dari 244.000 hektar. Produksi padi Target Beras merupakan makanan pokok
untuk 2011 adalah 1.096.000 metrik ton paling penting di Taiwan. Badan
dari 268.000 hektar berdasarkan hasil Pertanian dan Pangan (AFA) dibawah
normal. kordinasi kementerian pertanian (COA)
Untuk menambah ketertarikan telah melaksanakan berbagai langkah
pembeli. Setelah dilakukan klasifikasi untuk mendukung pembangunan
mutu beras, kemudian dikeluarkan berkelanjutan dari industri beras, yang
peraturan tentang membedakan tingkat meliputi produksi yang direncanakan,
kualitas. Misalnya dengan melihat tampak pemuliaan varietas baru, memperbaiki
luar beras dan penilaian rasa maka teknik budidaya, menganjurkan
kualitas beras dapat dibedakan menjadi: (i) penggunaan bahan kimia yang tepat
Beras berkualitas, (ii) Beras biasa, dan (iii) untuk kontrol hama, membangun
Beras jelek. Tiga tingkatan kualitas yang produksi beras khusus dan zona
berbeda kemudian digunakan sebagai pemasaran , mendorong diberlakukannya
standar untuk menguji kualitas beras di sistem pengendalian mutu, dan
tiap daerah. Kualitas beras selain mempromosikan sistem sertifikasi CAS
dipengaruhi oleh jenis padi sendiri juga untuk komoditas padi.
dari faktor lokasi penanaman, cuaca waktu Tujuan lain selain memberikan
penanaman, teknik penanaman, proses kemudahan produksi beras dalam sebuah
panen, pengelolahan dan penyimpanan sistem manajemen, juga secara signifikan
serta faktor lainnya. Pengaruh jenis padi meningkatkan kualitas dan daya saing
dan lokasi terhadap kualitas beras tidaklah beras di pasar lokal dan internasional.
sama untuk tiap daerah. Dengan Untuk memperkuat pemasaran beras
rnemahami kondisinya, maka perlu dalam negeri, Pihak terkait di Taiwan
dilakukan penyesuaian jenis padi membantu asosiasi petani lokal 'untuk
berkualitas pada tiap daerah. Perubahan membangun merek mereka sendiri dan
pada kualitas beras dan masalah kualitas mengadopsi strategi pemasaran dengan
beras pecah kulit dan lainnya dapat diversifikasi. Badan ini juga menjalankan
diberikan pilihan lokasi pengernbangan di program pendidikan memperkenalkan
masa depan dan peraturan pembedaan budaya tradisional dan sejarah terkait
tingkat kualitas sebagai pedoman. dengan industri beras kepada masyarakat
dalam rangka untuk mempromosikan
KESIMPULAN konsumsi beras lokal.

70
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Strategi mengamankan informasi Hal ini akan membuat para petani


mengenai produksi dan pemasaran beras, tidak memiliki semangat untuk menanam
mempromosikan sistem penilaian padi, padi. Memahami perubahan kualiias pada
dan memeriksa kualitas dan status jenis padi berkualitas yang disarankan
higienis di pasar ritel, tujuan untuk ditanam di lokasi yang berbeda
penyimpanan keamanan pangan dan melalui peraturan pemisahan jenis dan
perlindungan konsumen yang tepat telah tingkat kuallitas dapat digunakan sebagai
tercapai dengan baik.Menurut pedoman lokasi penanaman padi
kementerian Pertanian (COA) "Neraca berkualitas dan menerapkan penjualan
makanan", konsumsi per kapita beras padi dengan tingkatan harga yang
adalah 48 kg pada tahun 2009. Otoritas berbeda.Untuk prospek masa depan
Taiwan mempromosikan konsumsi beras Indonesia , Sebagai langkah aplikatif dan
dan harapan bahwa konsumsi per kapita prospek masa depan, yang harus
akan meningkat menjadi 51 kg pada akhir diaplikasikan dalam sistem produksi beras
tahun 2014, sehingga meningkatkan di Indonesia adalah :
energi tertimbang swasembada pangan 1. Memaksimalkan produksi beras,
tingkat ke 32.72% dari 32% pada tahun dengan maksimal setidaknya, untuk
2009. Otoritas Taiwan ingin membalikkan swasembada karena beras merupakan
penurunan per kapita konsumsi beras makanan pokok makanan untuk
sebagai cara untuk mengurangi impor Indonesia, dengan menambah
gandum. perluasan lahan sawah di beberapa
Saran untuk Indonesia. Taiwan daerah yang potensial dan didukung
dengan Negara lebih dari 90% oleh asas-asas konservasi.
swasembada produksi beras, dengan pasar 2. Indonesia harus bisa mencontoh
beras stabil dalam negeri. Sebagaimana konsistensi dan pemerataan
dicatat, Taiwan telah melakukan upaya pembangunan misal harus
untuk mempromosikan konsumsi beras mempertahankan/menambah sistem
meningkat sebagai pengganti impor irigasi dan drainase, dalam hal
gandum. Dalam pemasaran (pembelian kebutuhan, pertumbuhan padi masa
dan penjualan), apabila tidak tanam bisa berlanjut dengan normal.
memperhatikan perbedaan tingkat 3. Berbeda dengan Taiwan , Indonesia
kualitas maka harga beras berkualitas dan lebih harus menitikberatkan ke
harga beras biasa tidak akan ada kuantitas, sambil diiringi kualitas
perbedaan harga. secara bertahap. Taiwan masih lebih

71
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

baik hanya menekankan pada melakukan pembangunan gudang


produksi beras berkualitas baik untuk penyimpanan yang tersebar merata di
memenuhi kebutuhan konsumen lokal, seluruh Indonesia.
meskipun konsumsi terhadap beras 7. Semakin diperbanyaknya penelitian
semakin turun. dan kerjasama lintas riset untuk
4. Beras harus dapat di rotasi ke daerah membuat benih yang berkualitas
daerah yang potensial untuk lahan berdasarkan karakteristik wilayah
persawahan, dengan diimbangi yang ada di Indonesia
diversifikasi berdasarkan kearifan 8. Dibukanya akses-akses perlindungan
lokal untuk menurunkan terhadap petani dalam aspek aspek
ketergantungan Indonesia terhadap manajemen, ketersediaan alat, dan
beras. subsidi yang berimbang sesuai
5. Meningkatkan daya saing pemasaran dengan peraturan yang berlaku.
untuk industri beras dengan memilih 9. Penerapan Kebijakan dari atas sampai
benih, penyediaan pupuk, subsidi dan ke bawah harus konsisten, dengan
peningkatan diversifikasi fungsi lahan adanya UU yang berlaku dan rencana
dengan tidak mengurangi produksi strategis pengembangan pertanian
yang ada. Indonesia bersinergi dengan semua
6. Impor sebagai salah satu indikator stakeholder.
kuat penentuan harga di Indonesia,
dikurangi dengan memperbanyak
pembelian beras ke petani, dan

DAFTAR PUSTAKA

Amin, M., Djankov, S., 2009. Determinants of Doing Business Reforms Enterprise Note No. 7.
The World Bank, Washington, DC.
Kementerian perdagangan Republik Indonesia.2010. Rencana Strategis Kementerian
Perdagangan periode 2010-2014.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia.2011. Rencana Strategis Kementerian Pertanian
2010-2014.
CEPD, 2011.Taiwan Statistical Data Book, Council for Economic Planning and
Development, Executive Yuan, R.O.C. (Taiwan) Edition: First edition ISSN:
1016-2224 July 2011.
Chang, T.-T. 1985. Crop history and genetic conservation: rice - a case study. Iowa State J.
Res. 59:425-455.

72
Kebijakan Sektor Pertanian sebagai Awal Kebangkitan Ekonomi (Studi Kasus Taiwan Dalam Mengelola Komoditas Padi)
Deni Danial Kesa, Cheng-Wen Lee
Volume 1, Nomor 1, pp 44-73

Everage, Laura (October 1, 2002). "Understanding the LOHAS Lifestyle".Gourmet Retailer


Magazine (Nielsen Business Media).
Grist D.H., 1960. Rice. Formerly Agricultural Economist, Colonial Agricultural Service,
Malaya. Longmans, Green and Co Ltd. London.
Hanks, L.M. 1972. Rice and Man. Aldine-Atherton, Inc. 16-22.
Hartwell, J.L. 1967–1971. Plants used against cancer. A survey. Lloydia 30–34.
KDARES, 2011. Profile organization. Kaohsiung district agriculture research and
extension. Taiwan
Khush, G.S. 1997. Origin, dispersal, cultivation and variation of rice. Plant Molecular
Biology 35: 25-34.
Londono-Kent, ,Maria del Pilar, and Paul E. Kent. 2003 "A Tale of Two Ports: The Cost of
Inefficiency." Report for the World Bank,.
Luh, B.S., 1991. Rice Production, Volume I.Published by Van Nostrand Reinhold, New York
Oka, H. 1974. Experimental studies on the origin of cultivated rice. Genetics 78:475-486
Rodrik, D., 2004. Industrial policy for the twenty-first century. Harvard University Kennedy
School of Government Faculty Research Working Paper Series RWP04-047,
Cambridge, MA.
Wooldridge, M Jeffrey, 2002. Econometric analysis of cross section and panel data.
Massachusetts Institute of Technology

Website:
Kementerian pertanian Taiwan: www.coa.gov.tw
Biro pusat statistik: Taiwan www.cepd.gov.tw
Perwakilan Indonesia di Jakarta: www.kdei-taipei.org
Kementrian Perdagangan RI: www.kemendag.go.id
Global Agricultural Information Network Online: http://gain.fas.usda.gov
Easy Agritourism: http://ezgo.coa.gov.tw
Pingtung Agricultural Biotechnology Park: http://www.pabp.gov.tw
Safe Agricultural Industry Web Portal (Chinese only): http://agsafe.coa.gov.tw
Taiwan Agriculture and Food Traceability System (Chinese only): http://taft.coa.gov.tw
Taiwan Agriculture Land Information Service (Chinese only): https://talis.coa.gov.tw/asso
The Farmers‟ Academy (Chinese only): http://academy.coa.gov.tw

73
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas
dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan

Elsa Roselina1*, Saroha Pinem2*, & Rochimah2*

1
Dosen Program Studi Perumahsakitan Vokasi UI
2
Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III

ABSTRAK. Hiperbilirubinemia merujuk pada akumulasi bilirubin secara berlebihan dalam darah
yang dikarakteristikkan dengan jaundice atau ikterus, dimana warna kulit dan organ-organ lain
menjadi menguning. Terdapat dua faktor risiko yang berhubungan dengan hiperbilirubinemia, yaitu
faktor maternal dan neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya variabel mana dari faktor
maternal dan faktor neonatus yang berhubungan dengan hiperbilirubinemia di RS Persahabatan.
Penelitian ini menggunakan rekam medik yang berjumlah 216 rekam medik ibu beserta bayinya.
Sampel penelitian diambil dari bulan Oktober 2008 sampai dengan bulan Oktober 2009. Desain
penelitian ini adalah kasus kontrol dengan tingkat signifikansi 5% dan kekuatan uji 80%. Analisis
statistik yang digunakan adalah regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor
yang berhubungan dengan hiperbilirubinemia di RS Persahabatan adalah jenis persalinan (nilai p
0,000) dan prematuritas (nilai p 0,022). Jenis persalinan merupakan variabel dominan yang
berhubungan dengan hiperbilirubinemia dan neonatus yang lahir dari jenis persalinan yang tidak
spontan memiliki peluang mengalami hiperbilirubinemia 50,193 kali dibandingkan dengan neonatus
yang lahir melalui persalinan spontan setelah dikontrol oleh prematuritas (nilai OR 50,193).
Kata kunci: hiperbilirubinemia, jenis persalinan, prematuritas

ABSTRACT. Hyperbilirubinemia refers to an excessive level of accumulated bilirubin in the blood and is
characterized by jaundice, or icterus, a yellowish discoloration of the skin and other organs. There are two risk
factors that related to hyperbilirubinemia. Those factors are maternal factor and neonates‟ factor. The aim of
this research knew which variables which catagorized as maternal factor and neonates‟ factor that related to
hyperbilirubinemia in Persahabatan hospital. This research used medical records from 216 neonates and
his/her mother from October 2008 until October 2009 as samples. Research design was case control, with used
5% level of significant and 80% power. The statistical analysis was multivariable logistic regression. Factors
that related to hyperbilirubinemia in Persahabatan hospital were type of labor (p value 0.000) and
prematurity (p value 0.022). Type of labor is a dominant variable that related to hyperbilirubinemia and
neonates from un-spontaneous labor has probability to be hyperbilirubinemia 50.193 times than neonates from
spontaneous labor after controlled by prematurity (odds ratio 50.193).
Keywords: hyperbilirubinemia, type of labor, prematurity
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

PENDAHULUAN yang lahir dengan vakum paling tinggi yaitu


Latar Belakang 43% (11 dari 32 persalinan). Sisanya diikuti
Hiperbilirubinemia adalah akumulasi oleh neonatus yang lahir dengan sectio caesaria
bilirubin secara berlebihan dalam darah yang yaitu 24% (37 dari 156 persalinan) dan
dikarakteristikkan dengan jaundice atau neonatus yang lahir dengan spontan yaitu
ikterus, dimana warna kulit dan organ-organ 10% (31 dari 317 persalinan).
lain menjadi menguning (Hockenberry dan
Wilson, 2007:317). Hiperbilirubinemia dapat Pokok Masalah
menyebabkan terjadinya kerusakan Proporsi kejadian hiperbilirubinemia di RS
neurologis, kehilangan pendengaran bahkan Persahabatan cukup besar dimana proporsi
kejang dan kematian (Way, 2007). terendah berasal dari neonatus yang lahir dari
Porter dan Dennis (2002) menyatakan persalinan spontan. Penelitian serupa belum
bahwa secara umum terdapat dua faktor risiko pernah dilakukan di RS Persahabatan.
terjadinya hiperbilirubinemia neonatus, yaitu
faktor maternal dan faktor neonatus. Faktor Tujuan Penelitian
maternal terdiri dari (1) golongan darah ABO Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
atau inkompatibilitas Rh, (2) pemberian ASI, diketahuinya variabel apa dari faktor maternal
(3) penggunaan obat (diazepam atau dan neonatus yang berhubungan dengan
oxytocin), (4) etnis dan (5) penyakit maternal: hiperbilirubinemia di RS Persahabatan, dan
diabetes gestasional. Adapun Faktor (2) diketahuinya variabel yang paling
neonatus terdiri dari (1) trauma saat lahir dominan terhadap hiperbilirubinemia di RS
(termasuk melahirkan dengan penggunaan Persahabatan.
alat), (2) obat: Sulfisoxazole acetyl dengan
Erythromycin ethylsuccinate (Pediazole), METODE PENELITIAN
Chloramphenicol (Chloromycetin), (3)
penurunan berat badan neonatus secara Desain penelitian ini adalah kasus kontrol.
berlebihan setelah lahir, (4) infeksi: TORCH, Populasi adalah neonatus bersama ibu yang
(5) jarang menyusu, (5) jenis kelamin laki-laki, melahirkannya di RS Persahabatan. Sampel
(6) Prematuritas dan (7) riwayat anak adalah 216 orang neonatus bersama ibu yang
sebelumnya dengan hiperbilirubinemia. melahirkannya di RS Persahabatan dari
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Oktober 2008 sampai Oktober 2009.
RS Persahabatan yang didapatkan melalui Penelitian menggunakan sumber data
data rekam medis dari bulan Agustus sampai sekunder (rekam medik) dengan tehnik
Oktober 2009, proporsi kejadian pengumpulan secara simple random sampling.
hiperbilirubinemia adalah 15,64% (79 dari 505 Nilai alpha yang digunakan dalam penelitian
kelahiran), dimana dari proporsi tersebut ini 5% dengan kekuatan uji 80%. Analisis
kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus statistik yang digunakan adalah univariabel,

75
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

bivariabel (uji kai kuadrat) dan multivariabel Neonatus yang lahir kebanyakan
(uji regresi logistik ganda). berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109
orang (50,50%). Mayoritas lahir dalam
ANALISIS DAN PEMBAHASAN kondisi tidak prematur yaitu sebanyak 203
orang (94%). Neonatus yang mengalami
1. Analisis Univariabel hiperbilirubinemia dan tidak masing-
Mayoritas ibu tidak mendapatkan masing berjumlah 108 orang.
induksi oksitosin sebelum persalinan yaitu Hasil analisis univariabel dapat dilihat
sebanyak 146 orang (67,6%). Mayoritas pada tabel 1 dan 2.
ibu melahirkan secara spontan yaitu
sebanyak 149 orang (69%).
Tabel 1.
Karakteristik responden berdasarkan faktor ibu di RS Persahabatan
dari Oktober 2008 sampai Oktober 2009 (n = 216)
No Faktor Ibu Jumlah Persentase
1. Induksi oksitosin
Tidak 146 67,6
Ya 70 32,4
2. Jenis persalinan
Spontan 149 69,0
Tidak spontan:
Sectio caesaria 52 24,1
Ekstraksi vakum 11 5,0
Forcep 4 1,9

Tabel 2.
Karakteristik responden berdasarkan faktor neonatus
di RS Persahabatan dari Oktober 2008 sampai Oktober 2009 (n = 216)
No Faktor Neonatus Jumlah Persentase
1. Jenis kelamin
Laki-laki 109 50,5
Perempuan 107 49,5
2. Prematuritas
Tidak 203 94,0
Ya 13 6,0
3. Hiperbilirubinemia
Tidak 108 50,0
Ya 108 50,0

2. Analisis Bivariabel dan prematuritas dengan


Hasil uji kai kuadrat memperlihatkan hiperbilirubinemia.
adanya hubungan antara jenis persalinan Berdasarkan hasil analisis hubungan
antara jenis persalinan dengan

76
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

hiperbilirubinemia diperoleh bahwa dengan hiperbilirubinemia, dimana


terdapat perbedaan proporsi antara terdapat perbedaan proporsi antara
responden dengan jenis persalinan tidak responden yang mengalami prematuritas
spontan (sectio caesaria, ekstraksi vakum, dengan responden yang tidak mengalami
forcep) dengan responden yang mengalami prematuritas terhadap hiperbilirubinemia.
persalinan spontan terhadap Hasil uji statistik menunjukkan adanya
hiperbilirubinemia. Hasil uji statistik hubungan yang bermakna antara
menunjukkan adanya hubungan yang prematuritas dengan hiperbilirubinemia
bermakna antara jenis persalinan dengan (nilai p 0,022). Hasil analisis juga
hiperbilirubinemia (nilai p 0,000). Hasil memperlihatkan bahwa bayi yang lahir
analisis juga memperlihatkan bahwa ibu dalam kondisi prematur berpeluang 6,010
dengan jenis persalinan tidak spontan kali mengalami hiperbilirubinemia
memiliki peluang 50,909 kali bayinya dibandingkan dengan bayi yang lahir tidak
mengalami hiperbilirubinemia dalam kondisi prematur.
dibandingkan dengan ibu dengan jenis Hal ini dapat dilihat pada tabel 3.
persalinan spontan.
Demikian juga halnya dengan hasil
analisis hubungan antara prematuritas

Tabel 3. Distribusi responden di RS Persahabatan dari Oktober 2008


sampai Oktober 2009
(n = 216)
Hiperbilirubinemia
OR
Tidak Ya Jumlah Nilai p
No Variabel 95% CI
(n = 108) (n = 108)
n % n % N %
1. Induksi oksitosin
Tidak 2 49,3 74 50,7 146 100 0,919 0,884
0,520 – 1,625
Ya 36 51,4 34 48,6 70 100
2. Jenis persalinan
Spontan 105 70,5 44 29,5 149 100 50,909 0,000*
15,179 – 170,744
Tidak spontan 3 4,5 64 95,5 67 100
3. Jenis kelamin
Perempuan 58 54,2 49 45,8 107 100 1,397 0,276
0,818 – 2,386
Laki-laki 50 45,9 59 54,1 109 100
4. Prematuritas
Tidak 106 52,2 97 47,8 203 100 6,010 0,022*
1,299 – 27,801
Ya 2 15,4 11 84,6 13 100
* hubungan bermakna

77
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

Hubungan jenis persalinan sectio hiperbilirubinemia berkembang selama 5


caesaria dengan hiperbilirubinemia hari pertama kehidupan bayi, terjadi pada
dipersepsikan oleh peneliti memiliki 80% neonatus yang prematur dan 45%
hubungan yang tidak langsung, dimana sampai 60% pada neonatus yang matur.
persalinan sectio caesaria akan menunda ibu Hal ini pun sejalan dengan kondisi
untuk menyusui bayinya, yang kemudian fisiologis organ hati pada neonatus yang
dapat berdampak pada lambatnya rentan mengalami hiperbilirubinemia.
pemecahan kadar bilirubin. Hal ini sesuai Kondisi ini disebabkan oleh organ hati
dengan pernyataan Dewey et.al (2003) neonatus yang memiliki kandungan
bahwa salah satu faktor yang berhubungan hepatosit 20% lebih sedikit dari organ hati
dengan penundaan menyusui bayi oleh ibu dewasa, juga berkurangnya enzim
segera setelah melahirkan adalah ibu yang glukoronil transferase yang berperan pada
melahirkan dengan operasi sectio caesaria. peristiwa pembentukan bilirubin tak
Kearnay dalam Roirdan dan Auerbach terkonjugasi menjadi bilirubin
(1998) juga memberikan penjelasan yang terkonjugasi yang mengakibatkan masih
logis terkait dengan hal ini, bahwa ibu tingginya kadar bilirubin tak terkonjugasi
yang melahirkan dengan operasi sectio dalam darah (Wong, et.al, 2009). Fungsi
caesaria membutuhkan waktu yang lebih hati yang immatur pada neonatus
lama untuk pemulihan kesehatannya dan prematur lah yang memperberat risiko
adanya tingkat rasa sakit yang lebih tinggi mengapa neonatus prematur lebih sering
dibandingkan dengan ibu yang melahirkan mengalami hiperbilirubinemia
per vaginam (spontan), sehingga dibandingkan dengan neonatus yang
pemberian ASI kepada bayi akan tertunda. matur.
Hasil penelitian Gustina, Ismail dan
Roselina (2008) juga menunjukkan adanya 3. Analisis Multivariabel
hubungan yang bermakna antara jenis Hasil akhir analisis regresi logistik
persalinan dengan perilaku pemberian ganda dapat dilihat pada tabel 4. Tabel
kolostrum (nilai p 0,044), dimana ibu tersebut memperlihatkan bahwa jenis
dengan jenis persalinan operasi sectio persalinan merupakan variabel yang paling
caesaria memiliki peluang 2,37 kali untuk dominan berhubungan dengan
memberikan ASI kolostrum setelah 24 jam hiperbilirubinemia, dimana neonatus yang
persalinan dibandingkan dengan ibu lahir dengan jenis persalinan tidak spontan
dengan jenis persalinan normal (nilai OR berpeluang mengalami hiperbilirubinemia
2,37). 50,193 kali dibandingkan dengan yang
Hubungan prematuritas dengan lahir secara spontan setelah dikontrol
hiperbilirubinemia sejalan dengan apa prematuritas.
yang dinyatakan White (2005:188), dimana

78
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

79
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

Tabel 4.
Model akhir analisis regresi logistik ganda
Model B P Wald OR
Hiperbilirubinemia dengan jenis persalinan dan prematuritas
pada:
jenis persalinan 3,916 0,000 50,193
prematuritas 1,691 0,052 5,425
konstanta -0,948 0,000 0,387
Berdasarkan tabel 4, model regresi 2. Ibu dengan jenis persalinan tidak
logistik ganda yang dihasilkan adalah: spontan dan bayi yang dilahirkannya
Logit (hiperbilirubinemia) = - 0,948 + tidak prematur
1,691 prematuritas + 3,916 jenis Nilai Logit (hiperbilirubinemia) = -
persalinan. 0,948 + 1,691*0 + 3,916*1 = 2,968
Model regresi logistik ganda tersebut Nilai P = 1= 0,95
akan digunakan dalam menentukan 1 + e – 2,968
peluang hiperbilirubinemia yang dihitung Artinya: Peluang seorang bayi akan
dengan persamaan: mengalami hiperbilirubinemia jika
P= 1 ibunya mengalami jenis persalinan
1 + e – Logit (hiperbilirubinemia) tidak spontan dan bayi tersebut
dilahirkan dalam kondisi tidak
Hal ini berarti bahwa peluang prematur adalah sebesar 95%.
hiperbilirubinemia pada neonatus berbeda- 3. Ibu dengan jenis persalinan spontan
beda sesuai dengan kondisi responden, dan bayi yang dilahirkannya prematur
yaitu: Nilai Logit (hiperbilirubinemia) = -
1. Ibu dengan jenis persalinan tidak 0,948 + 1,691*1 + 3,916*0 = 0,743
spontan dan bayi yang dilahirkannya Nilai P = 1 = 0,68
prematur 1 + e – 0,743
Nilai Logit (hiperbilirubinemia) = -
0,948 + 1,691*1 + 3,916*1 = 4,659 Artinya: Peluang seorang bayi akan
Nilai P = 1 = 0,99 mengalami hiperbilirubinemia jika
1 + e – 4,659 ibunya mengalami jenis persalinan
spontan dan bayi tersebut dilahirkan
Artinya: Peluang seorang bayi akan dalam kondisi prematur adalah sebesar
mengalami hiperbilirubinemia jika 68%.
ibunya mengalami jenis persalinan 4. Ibu dengan jenis persalinan spontan
tidak spontan dan bayi tersebut dan bayi yang dilahirkannya tidak
dilahirkan dalam kondisi prematur prematur
adalah sebesar 99%. Nilai Logit (hiperbilirubinemia) = -
0,948 + 1,691*0 + 3,916*0 = - 0,948

80
Hubungan Jenis Persalinan dan Prematuritas dengan Hiperbilirubinemia di RS Persahabatan
Elsa R., Saroha P., Rochimah
Volume 1, Nomor 1, pp 74-81

Nilai P = 1 = 0,28 prematuritas dengan hiperbilirubinemia. Jenis


1 + e 0,948 persalinan merupakan variabel yang paling
dominan, dimana neonatus yang lahir dengan
Artinya: Peluang seorang bayi akan jenis persalinan tidak spontan berpeluang
mengalami hiperbilirubinemia jika untuk mengalami hiperbilirubinemia 50,193
ibunya mengalami jenis persalinan kali dibandingkan dengan yang lahir secara
spontan dan bayi tersebut dilahirkan spontan setelah dikontrol prematuritas (nilai
dalam kondisi tidak prematur adalah OR 50,193). Nilai peluang terjadinya
sebesar 28%. hiperbilirubinemia pada neonatus pun
berbeda-beda sesuai dengan kondisi ibu dan
KESIMPULAN bayi, dimana peluang seorang bayi akan
mengalami hiperbilirubinemia paling besar
Berdasarkan hasil penelitian yang telah jika ibunya mengalami jenis persalinan tidak
dilakukan, dapatlah disimpulkan bahwa spontan dan bayi tersebut dilahirkan dalam
terdapat hubungan antara jenis persalinan dan kondisi prematur, yaitu sebesar 99%.

DAFTAR PUSTAKA

Dewey, et al. 2003. Risk Factors for Suboptimal Infant Breat Feeding Behaviour, Delay Onset of
Lactation, and excess Neonatal Weight Loss. Pediatrics. Vol. 112. No. 3. September 2003. pp
607-619.
Gustina, Ismail R. dan Roselina, E. 2008. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku
Pemberian Kolostrum pada Ibu Post Partum di RS Persahabatan. Jurnal MADYA. Vol. 4, No. 1,
Juni 2008.
Hockenberry, M.J. dan Wilson, D. 2007. Wong‟s: Nursing care of infants and children, 8th ed. St. Louis:
Mosby Elsevier.
Porter dan Dennis. 2002. Hyperbilirubinemia in the term newborn.
http://www.aafp.org/afp/20020215/599.pdf. Diunduh tanggal 16 Oktober 2009.
Riordan, J. dan Auerbach, K. 1998. Breastfeeding and human lactation. Jones and Bartlett Publishers,
Toronto.
Way, K. 2007. Jaundice in newborns. http://www.childbirthsolutions.com/
articles/postpartum/jaundice/index.php. Diunduh tanggal 19 September 2007.
White, L. 2005. Foundation of maternal and pediatric nursing, 2nd ed. New York: Thomson Delmar
Learning.
Wong, D. L. et. al. 2009. Wong‟s essentials of pediatric nursing, 6th ed. Missouri: Mosby.

81
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC
Tahun 2006-2008

Supriadi1*

1
Program Studi Perumahsakitan Vokasi Universitas Indonesia

ABSTRAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa Unit Hemodialisa di rumah sakit
ABC yang dibuka pada tahun 2005, merupakan unit yang menghasilkan, namun dalam penentuan
tarif pelayanan hemodialisis belum dilakukan secara detil, dimana komponen biaya hanya meliputi
biaya operasional bahan langsung tanpa memperhitungkan biaya pegawai, telpon dan biaya logistik
umum. Permasalahannya adalah apakah pendapatan berdasarkan tarif yang belum dihitung secara
detil dapat menutupi biaya yang dikeluarkan oleh unit hemodilisia tersebut atau bagaimanakah Cost
Recovery Rate (CRR) dari Unit Hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
menggunakan data sekunder berupa laporan bulanan dari beberapa unit kerja RS ABC untuk
menghitung total pendapatan dan total biaya Unit Hemodialisa. Data yang digunakan adalah data
tahun 2006, 2007 dan 2008. Hasil penelitian menunjukkan CRR Unit Hemodialisa tahun 2006 =
41,69%, tahun 2007 = 71,36% dan tahun 2008 = 83,11%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
bahwa selama 3 tahun CRR masih di bawah 100%, hal ini menunjukkan bahwa pendapatan yang
diperoleh Unit Hemodialisa selama 3 tahun belum mampu menutupi biaya yang dikeluarkan untuk
operasional unit tersebut.

Kata Kunci : Cost Recovery Rate, pendapatan, tarif

ABSTRACT. This research is motivated by the thought that Hemodialysis Unit at ABC hospital which
opened in 2005 , is a unit that produces , but in the determination of rates of hemodialysis services have not
been done in detail , which includes only the cost component of operating costs of direct material regardless of
personnel costs , telephone and general logistics costs . The issue is whether income rates that have not been
calculated in detail to cover the costs incurred by the unit or how hemodilisia Cost Recovery Rate ( CRR ) of
the Hemodialysis Unit.This study is a qualitative study using secondary data from monthly reports of several
ABC RS unit to calculate total revenue and total cost Haemodialysis Unit. The data used is the data of
2006,2007and2008.The results showed CRR Haemodialysis Unit 2006 = 41.69 % , 2007 = 71.36 % and
2008 = 83.11 %.Based on the results obtained during the 3 years that CRR is still below 100 % , it indicates
that the income earned Haemodialysis Unit for 3 years has not been able to cover the costs incurred for the
operation of the unit.
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Keywords : Cost Recovery Rate, income, rates

PENDAHULUAN unit yang menghasilkan pendapatan dan


memiliki surplus dari hasil pendapatan

Latar Belakang tersebut. Namun setelah lebih dari 3 tahun di


buka, belum pernah di lakukan perhitungan
Pelayanan Cuci Darah atau yang
secara detil apakah unit hemodialisa ini
dikenal sebagai Hemodialisa merupakan jenis
sebagai unit yang surplus operasional atau
pelayanan yang masih terbilang baru di
malah defisit.
Rumah Sakit ABC (RS ABC) yang terletak di
Penentuan tarif tindakan hemodialisa
Jalan Pluit Raya no 2 Jakarta Utara ini. Unit
di RS ABC selama ini hanya didasari
Hemodialisa mulai dibuka pada akhir tahun
perhitungan biaya langsung yaitu meliputi;
2005. Ruangan unit hemodialisa
pemakaian obat dari apotik, bahan kimia dan
menggunakan ruangan selasar lantai 2 yang
alkes habis pakai dari PT Mendjangan, asumsi
menghubungkan antara gedung A dengan
biaya pemakaian listrik, biaya administrasi
gedung P dengan luas ruangan kira-kira 150
operasional dan potongan untuk rumah sakit.
M2.
Biaya tersebut belum termasuk biaya utilisasi
Unit Hemodialisa ini merupakan
air, telpon, bahan logistik umum dan biaya
Kerja Sama Operasional (KSO) antara RS
pegawai.
ABC dengan PT Mendjangan, dimana RS
ABC menyediakan ruangan, dan semua
Pokok Masalah
kelengkapan termasuk SDM, sedangkan PT
Menjangan menyediakan alat Hemodialisa Penentuan tarif tindakan hemodialisa

dan melakukan pemeliharaan terhadap alat selama ini belum berdasarkan perhitungan

tersebut. Untuk bahan kimia operasional alat yang detil, melainkan hanya

tersebut, RS ABC harus membeli dari PT memperhitungkan asumsi-asumsi biaya yang

Mendjangan. digunakan dalam pelayanan tersebut.

Target pasien untuk layanan Berdasarkan perhitungan tarif yang belum

hemodialisa ini adalah pasien Gakin ( dilakukan secara detil, apakah pendapatan

Keluarga Miskin) yaitu pasien yang dibiayai yang di terima oleh unit hemodialisa mampu

oleh Pemda DKI, dan pasien SKTM (Surat menutupi biaya yang dikeluarkan oleh unit

Keterangan Tidak Mampu) yaitu pasien yang tersebut.

mendapatkan sebagian biaya bantuan Pemda


DKI dan pasien umum yang membayar Tujuan Umum Penelitian

sendiri layanan ini. Berapakah cost recovery rate dari

Sebagai salah satu revenue centre, unit pendapatan unit hemodialisa terhadap biaya

hemodialisa diharapkan merupakan sebuah

83
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

opersaional langsung tindakan hemodialisa 4. Mengetahui surplus defisit unit


tahun 2006, 2007 dan 2008. hemodialisa tahun 2006,2007 dan
2008.
Tujuan Khusus Penelitian 5. Mengetahui CRR tarif hemodialisa
1. Mengetahui jumlah tindakan tahun 2006,2007 dan 2008.
hemodialisa dan jenis pasien unit
hemodialisa tahun 2006,2007 dan Manfaat Penelitian
2008. 1. Bagi peneliti menambah pengalaman
2. Mengetahui pendapatan total unit dalam menghitung Cost Recovery Rate
hemodialisa tahun 2006,2007 dan unit di rumah sakit.
2008. 2. Bagi RS ABC untuk mengetahui
3. Mengetahui total biaya operasional seberapa besar tarif yang telah
langsung tindakan hemodialisa tahun ditetapkan dapat menutup biaya yang
2006,2007 dan 2008. dikeluarkan dan akan menetukan
kebijakan selanjutnya.
KERANGKA KONSEP

Jumlah Kunjungan HD Pendapatan Total


tahun 2006, 2007, HD tahun
2006,2007, 2008
2008

CRR HD tahun
Biaya Operasional Langsung:
2006,2007,2008
 Biaya Pegawai
 Biaya Adm HD
 Biaya Paket Obat
 Biaya Bahan Kimia & alkes
habis pakai
 Biaya Bahan Logistik
 Biaya Utilisasi

METODE PENELITIAN langsung dengan pelayanan tindakan


hemodialisis maupun tidak langsung.
Penelitian ini adalah penelitian
Data yang digunakan merupakan
kualitatif bersifat operasional riset. Karena
data sekunder. Untuk menghitung
keterbatasan data, maka penelitian ini hanya
pendapatan total unit hemodialisis digunakan
menghitung seluruh biaya operasional dari
laporan bulanan Bagian Akuntansi, sedangkan
Unit Hemodialisa RS ABC, bai terkait biaya
untuk menghitung biaya total unit
hemodialisa digunakan laporan bulanan

84
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Bagian Akuntansi, laporan bulanan Bagian diestimasikan dengan menghitung jumlah


Keuangan, laporan bulanan pemakaian bahan titik pemakaian air dan asumsi jumlah
logistik umum dari Unit Logistik, laporan pemakaian air tersebut.
pemakaian obat dari Instalasi Farmasi dan Data yang digunakan adalah laporan
laporan bulanan dari operator telpon. tahun 2006, 2007 dan 2008. Untuk
Untuk data biaya pemakaian listrik menghitung Cost Recovery Rate (CRR) Unit
unit hemodialisa menggunakan laporan Hemodialisa dengan menggunakan rumus:
tagihan listrik RS ABC secara keseluruhan, CRR:
kemudian di estimasikan dengan menghitung Total Pendapatan Unit Hemodialisa x100%
besar daya listrik yang ada di unit hemodialisa Total Biaya Unit Hemodialisa
serta lama pemakaian alat tersebut.
Sedangkan data biaya pemakaian air HASIL PENELITIAN
menggunakan laporan tagihan air PAM RS 1. Jumlah Kunjungan Pasien
ABC secara keseluruhan, kemudian
Tabel 1.
Jumlah kunjungan pasien di unit Hemodialisa tahun 2006, 2007 dan 2008

Jenis Pasien 2006 2007 2008


SKTM 67 312 675
GAKIN 42 164 434
UMUM 87 76 118
TOTAL 196 552 1227

Sumber: Laporan kunjungan bulanan unit Hemodialisa tahun 2006, 2007 dan 2008

Dari tabel 1 di atas terlihat kunjungan tersebut, kemudian dijumlahkan untuk


pasien SKTM meningkat lebih besar mendapatkan nilai pendapatan setahunnya.
dibanding pasien lainnya. Pertumbuhan Tarif sekali tindakan hemodialisa
kunjungan pasien di unit Hemodialisa tahun tahun 2006 sampai tahun 2008 tidak
2007 dibanding tahun 2006 meningkat mengalami perubahan, namun untuk setiap
sebesar 181,6% sedangkan pertumbuhan jenis pasien dikenakan tarif yang berbeda-
kunjungan pasien tahun 2008 dibanding beda. Adapun tarif sekali tindakan
tahun 2007 meningkat sebesar 122,3%. hemodialisa berdasarkan data dari Bagian
Akuntansi adalah:
2. Pendapatan total unit Hemodialisa. - Pasien SKTM : Rp 550,000,-
Pendapatan total unit Hemodialisa - Pasien GAKIN: Rp 550,000,-
diperoleh dengan mengalikan jumlah pasien - Pasien Umum: Rp 500,000,-
setahun dengan tarif untuk setiap jenis pasien

85
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Untuk tindakan pasien baru SKTM 2008 dengan mengalikan daftar tarif pasien di
dan Umum adalah Rp 650,000,- sedangkan atas dengan jumlah kunjungan pasien pada
untuk pasien baru GAKIN tetap Rp 500,000,-. tabel 1.
Untuk menghitung pendapatan total Total pendapatan unit hemodialisa
unit hemodialisa tahun 2006 sampai tahun adalah sebagai berikut:
Tabel 2.
Pendapatan unit hemodialisa tiap jenis pasien pada tahun 2006, 2007, dan 2008

Jenis Pasien 2006 2007 2008


SKTM 36,850,000 171,600,000 371,250,000
GAKIN 23,100,000 90,200,000 238,700,000
UMUM 43,500,000 38,000,000 59,000,000
Pasien Baru 1,700,000 3,000,000 3,300,000

TOTAL 105,150,000 302,800,000 672,250,000


Sumber: disarikan dari laporan bulanan unit hemodialisa dan laporan Bagian Akuntansi

Berdasarkan tabel 2 di atas, 3. Biaya operasional langsung unit


pendapatan unit hemodialisa cenderung Hemodialisa
meningkat dalam 3 tahun dan dari ke 3 jenis Biaya operasional langsung unit
pasien, peningkatan pendapatan pada jenis hemodialisa adalah :
pasien SKTM lebih besar dibanding dari jenis a. Biaya pegawai.
pasien yang lain. Biaya pegawai adalah semua biaya
Pertumbuhan pendapatan total unit pegawai, baik gaji bulanan, THR dan
hemodialisa tahun 2007 dibanding tahun 2006 insentif yang diterima oleh pegawai
meningkat sebesar 187,9 %. Sedangkan unit hemodialisa, termasuk perawat
pertumbuhan tahun 2008 dibanding tahun penanggung jawab ruangan, wakil
2007 sebesar 122,0%. kepala dan kepala unit hemodialisa
dalam setahun.
Tabel 3.
Daftar biaya pegawai unit Hemodialisa tahun 2006, 2007 dan 2008
Jenis Pegawai 2006 2007 2008

Pelaksana 105,094,171 113,782,883 148,053,996

Perawat Ka HD (50%) 19,931,215 22,114,083 24,622,763


Tunj.Jabatan Ka HD (50%) - - 4,800,000
Tunj.Jabatan WaKa HD (50%) - - 3,250,000
TOTAL 125,025,386 135,896,966 180,726,759
Sumber: Laporan gaji bulanan dari Bagian SDM dan Diklat RSAJ tahun 2006, 2007 dan 2008

86
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Perhitungan biaya gaji pegawai untuk akhir bulan Ka hemodialisa akan


perawat Ka HD, tunjangan jabatan membuat rekap jumlah dan jenis
Ka HD dan tunjangan jabatan WaKa pasien yang menjalani tindakan
HD diasumsikan 50% karena tenaga hemodialisa. Bagian Keuangan akan
tersebut selain menjabat struktural di membayar “biaya administrasi”
unit hemodialisa, juga menjabat tersebut ke Ka hemodialisa.
struktural di ICU. Besar biaya administrasi untuk setiap
Tunjangan jabatan Ka HD dan WaKa pasien adalah sebagai berikut:
HD baru di berlakukan pada tahun  Pasien SKTM : Rp 136,566,8
2008 sehingga praktis untuk tahun  Pasien GAKIN : Rp 166,226,8
2006 dan 2007 tidak ada.  Pasien Umum : Rp 136,566,8
Untuk mendapatkan biaya adminitrasi
b. Biaya Administrasi Hemodialisa setahun, maka jumlah kunjungan
Biaya administrasi hemodialisa pasien pada tabel 1 dikalikan dengan
merupaka honor dokter dan insentif biaya adminitrasi hemodialisa
tenaga perawat yang mengerjakan bedasarkan jenis pasiennya.
tindakan hemodialisa. Biaya ini Hasilnya adalah sebagai berikut.
tergantung dari jenis pasien . Pada
Tabel 4.
Biaya administrasi hemodialisa tahun 2006,2007 dan 2008

Jenis Pasien 2006 2007 2008


SKTM 9,149,975.60 42,608,841.60 92,182,590.00
GAKIN 6,981,525.60 27,261,195.20 72,142,431.20
UMUM 11,881,311.60 10,379,076.80 16,114,882.40
TOTAL 28,012,812.80 80,249,113.60 180,439,903.60
Sumber: disarikan dari laporan bulanan unit hemodialisa dan laporan Bagian Akuntansi

c. Biaya Paket Obat Apotik Untuk menghitung biaya paket obat


Biaya ini merupakan biaya paket obat setahun, maka harga paket obat tiap
untuk setiap kali melakukan jenis pasien di atas dikalikan dengan
tindakan hemodialisa. Paket obat ini jumlah kunjungan pasien pada tabel 1.
juga bervariasi tergantung dari jenis Selanjutnya biaya tersebut di jumlah
pasien. Besar paket obat tersebut setahun.
adalah: Jumlah biaya paket obat selama
 Pasien SKTM : Rp 133,810,- setahun pada tahun 2006, 2007 dan
 Pasien GAKIN : Rp 61,650,- 2008 adalah sebagai berikut:

 Pasien Umum : Rp 133,810,-

87
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Tabel 5.
Biaya paket obat Apotik unit Hemodialisa tahun 2006,2007 dan 2008
Jenis Pasien 2006 2007 2008
SKTM 8,965,270 41,748,720 90,321,750
GAKIN 2,589,300 10,110,600 26,756,100
UMUM 11,641,470 10,169,560 15,789,580
TOTAL 23,196,040 62,028,880 132,867,430
Sumber: disarikan dari laporan bulanan unit hemodialisa dan laporan Bagian Akuntansi

d. Biaya Bahan Kimia dan Alkes Habis dan merupakan kesepakatan dalam
Pakai PT Mendjangan. Kerja Sama Operasional dengan RS
Biaya bahan kimia dan alkes habis ABC. Biaya pembelian tersebut adalah
pakai untuk operasiaonal tindakan sebagai berikut:
hemodialisa dibeli dari PT Mendjangan

Tabel 6.
Biaya pembelian bahan kimia dan alkes habis pakai dari PT Mendjangan
tahun 2006,2007 dan 2008

Jenis Biaya 2006 2007 2008


Bahan kimia dan
63,358,858 127,743,605 283,869,740
alkes habis pakai
Sumber: disarikan dari
laporan bulanan Bagian Akuntansi

e. Biaya Pemakaian Barang Logistik Barang ini antara lain, sabun, tissu,
Biaya ini adalah merupakan biaya ATK dll. Data pemakaian ini diambil
pemakaian barang-barang yang di dari laporan bulanan unit Logistik.
ambil dari logistik umum RS ABC.

Tabel 7.
Biaya pemakaian barang logistik oleh unit hemodialisa
tahun 2006,2007 dan 2008

Jenis Biaya 2006 2007 2008

Barang logistik 1,326,514 2,757,422 5,569,240

Sumber: disarikan dari laporan bulanan unit Logistik

f. Biaya Utilisasi

88
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Biaya ini merupakan biaya pemakaian hemodialisa dikali jam operasional dan
telpon, air dan listrik. Perhitungan dikali nilai kwh yang tertera di
ini dibantu oleh unit Pemeliharaan tagihan bulanan PLN RS ABC.
Sarana RS ABC. Perhitungan biaya Sedangkan asumsi biaya pemakaian air
telpon didapat dari laporan langsung adalah dengan mengalikan jumlah kran
dari catatan operator , sedangkan air yang ada di unit hemodialisa dikali
perhitungan air dan listrik dengan asumsi jumlah pemakaian air
menggunakan asumsi. dan di kali dengan tarif per meter3
Asumsi biaya pemakaian listrik unit yang tertera dalam tagihan bulanan air
hemodialisa diperoleh dari jumlah daya PAM RS ABC.
alat listik yang ada di unit

Tabel 8.
Biaya utilisasi unit hemodialisa tahun 2006,2007 dan 2008

Jenis Biaya 2006 2007 2008


Air 2,225,768 4,149,180 9,221,472
Listrik 7,851,342 10,013,245 14,364,228
Telepon 1,245,624 1,504,325 1,786,852
TOTAL 11,322,734 15,666,750 25,372,552
Sumber: disarikan dari laporan bulanan operator dan perhitungan asumsi

g. Biaya Total Operasional Langsung dari menjumlahkan semua komponen


Unit Hemodialisa. biaya operasional yang telah dihitung
Biaya total operasional di atas.
langsung unit hemodialisa di peroleh

Tabel. 9.
Perhitungan biaya total unit hemodialisa tahun 2006,2007 dan 2008

Jenis Biaya 2006 2007 2008


Pegawai 125,025,386 135,896,966 180,726,759
Admin HD 28,012,813 80,249,114 180,439,904
Paket Obat Apotik 23,196,040 62,028,880 132,867,430
Bahan/obat PT Mendj. 63,358,858 127,743,605 283,869,740
Barang Logistik 1,326,514 2,757,422 5,569,240
Utilisasi 11,322,734 15,666,750 25,372,552
TOTAL 252,242,345 424,342,737 808,845,625

89
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

4. Perhitungan Surplus/Defisit Unit unit hemodialisa di kurangi biaya


Hemodialisa operasional langsung.
Perhitungan surplus/defisit unit
hemodialisa dengan cara pendapatan total

Tabel 10.
Perhitungan Surplus/Defisit Unit Hemodialisa tahun 2006, 2007 dan 2008

Keterangan 2006 2007 2008


Pendapatan Total 105,150,000 302,800,000 672,250,000
Biaya Total 252,242,345 424,342,737 808,845,625
Surplus/Defisit -147,092,345 -121,542,737 -136,595,625
CRR 41.69% 71.36% 83.11%

Dari perhitungan di tabel 10 terlihat optimal. Idealnya sebuah unit revenue akan
selama 3 tahun unit hemodialisa masih surplus pada 3-5 tahun setelah dibuka.
defisit. Artinya pendapatan yang diperoleh Dalam penetapan tarif tindakan
dari tindakan hemodialisa belum mampu
hemodialisa belum menggunakan cost
menutupi biaya yang di keluarkan.
based sehingga tidak diketahui dengan
Kemampuan pendapatan menutupi
pasti apakah tarif tersebut akan
biaya yang di keluarkan atau disebut cost
menghasilkan surplus atau malah defisit
recovery rate (CRR) masih di bawah 100%.
bagi unit hemodialisa itu sendiri.

PEMBAHASAN Penentuan biaya satuan untuk setiap


tindakan hemodialisa akan memberikan
gambaran tentang struktur biaya yang
Unit Hemodialisa adalah
terdapat dalam total biaya yang dikeluarkan
merupakan unit yang menghasilkan atau
untuk tindakan hemodialisa, sehingga bila
disebut dengan revenue centre, dan bila
biaya yang dikeluarkan terlalu tinggi
dikelola dengan baik maka akan sehingga akan menaikkan tarif, di satu sisi
menjadikan unit tersebut sebagai salah dengan tarif yang tinggi tidak akan dapat
satu unit yang akan menambah surplus bersaing dengan rumah sakit pesaing. Dengan
dari pendapatan total sebuah rumah sakit. melakukan penelusuran biaya, dapat diketahui
Unit hemodialisa RS ABC biaya mana saja yang dapat ditekan untuk
merupakan unit baru, yang dibuka akhir meningkatkan profit atau mengurangi loss

tahun 2005, sehingga pada tahun 2006 dalam pelayanan tindakan hemodialisa.

belum menghasilkan pendapatan yang Secara umum kemampuan


pendapatan menutupi biaya yang

90
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

dikeluarkan untuk memberikan pelayanan 1. Jumlah tindakan hemodialisa tahun:


tindakan hemodialisa adalah dengan a. 2006 sebanyak 196 tindakan

menilai cost recovery rate (CRR) dari b. 2007 sebanyak 552 tindakan
c. 2008 sebanyak 1227 tindakan
pendapatan yang diterima di banding
2. Pendapatan total unit hemodialisa tahun
dengan biaya yang dikeluarkan.
a. 2006 sebesar Rp 105,150,000,-
Selama 3 tahun berturut-turut
b. 2007 sebesar Rp 302,800,000,-
terjadi peningkatan jumlah kunjungan
c. 2008 sebesar Rp 672,250,000,-
pasien di unit hemodialisa RS ABC, hal ini 3. Total biaya operasional langsung unit
secara langsung meningkatkan pula hemodialisa tahun
pendapatannya, namun disisi lain ternyata a. 2006 sebesar Rp 252,242,345,-
biaya yang dikeluarkan juga semakin b. 2007 sebesar Rp 424,342,737,-
meningkat. Bila dilihat CRR masih c. 2008 sebesar RP 808,845,625,-
dibawah 100%, yang artinya pendapatan 4. Surplus/defisit unit hemodialisa tahun

yang diterima masih belum mampu untuk a. 2006 sebesar Rp -147,092,345,-


b. 2007 sebesar Rp -121,542,737,-
menutupi biaya yang dikeluarkan. Tetapi
c. 2008 sebesar Rp -136,595,625,-
perlu di lihat adanya peningkatan CRR
5. CRR unit hemodialisa tahun
dari 41,69% di tahun pertama menjadi
a. 2006 sebesar 41,69%
83,11% di tahun ke tiga sehingga dapat
b. 2007 sebesar 71,36%
dikatakan kinerja keuangan unit c. 2008 sebesar 83,11%
hemodialisa membaik. 6. Berdasarkan hasil penilaian CRR tahun
Perlu dianalisa kembali komponen 2006-2008 yang masih di bawah 100%,
biaya tindakan hemodialisa agar dapat dapat disimpulkan bahwa total pendapatan
ditekan sehingga meningkatkan CRR unit hemodialisa belum mampu menutupi
pada tahun berikutnya. total biaya yang dikeluarkan untuk
melayani tindakan hemodialisa.

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Bermen, HowardJ. & Lewis Weeks, 1986 The Financial Management of Hospital, Sixth Edition :
Michigan Health Administration Press.
Brown,M. 1992 Health Care Financial Management, Health Care Management Review : Aspen
Publisher.Inc/ Gaitherburg, Maryland,.
Cleverley,WO 1997 Essentials Of Health Care Finance Fourth Edition, An Aspen Publication, Aspen
Publisher.Inc Gaitherburg, Maryland.

91
Cost Recovery Rate Unit Hemodialisa Rumah Sakit ABC Tahun 2006-2008
Supriadi
Volume 1, Nomor 1, pp 78-92

Chusnun,PS, 2003 Manajemen Keuangan Rumah Sakit, Lokakarya Pembiayaan RS PERDHAKI


Horngren et al 2003, Cost Accounting A, Manegerial Emphasis, Press Prentice Hall, Upper Saddle
River,NJ 07458
Gani, A, 1994 Aspek Ekonomi Pelayanan Kesehatan, Cermin Dunia Kedokteran: Edisi Khusus No.90.
1994
Gani, A 1996 Perkembangan Biayadan beberapa Teknik Pengendalian Biaya Pelayanan Kesehatan;
Seminar PT ( Persero ) Asuransi Kesehatan Indonesia, Jakarta 31 Oktober 1996
Gani, A 1990 Pricing Policy untuk Rumah Sakit, Kursus Manajemen RS Pasca Konggres Persi:
Jakarta 29 Nopember – 1 Desember 1990
Mc Lean, RA 1997 Financial In Health Care Organization. Delmar Publisher a division of
International Thomson Publishing Inc.
Mulyadi, 2003 Activity- Based Cost System, Sistem Informasi Biaya untuk Pengurangan Biaya: UPP
AMP YKPN. Yogyakarta,
Nadjib, M 1998 Pola Perhitungan Tarif Rumah Sakit Berdasarkan Unit Cost, Pelatihan Penyusunan
Pola Tarif RS Pemerintah, DitJen Yanmed DepKes RI. 20 Oktober 1998
Neumann,BR et al 1988 Financial Management, Concepts and Applications for Health Care
Providers. Second Edition:National Health Publishing.
Suver,JD et al 1995 Management Accounting for HealthCare Organizations : Health Financial
Management Association and Precept Press Devisions of Bonus Books. Inc. Chicago.

92
PEDOMAN PENULISAN NASKAH
JURNAL VOKASI UNIVERSITAS INDONESIA

Penulis diharapkan berpedoman ide penelitian selanjutnya (what


kepada ketentuan yang dibuat ketika next research idea)
menyiapkan naskahnya. Semua naskah  Perkembangan kebijakan di
yang dikirm akan di telaah oleh satu editor tingkat nasional dan
dan paling sedikit dua reviewer. Penulis internasional,
bisa mengajukan nama-nama calon  Pemikiran mendalam peneliti,
reviewer.  Perkembangan telaah buku-buku
Jurnal Vokasi memegang prinsip yang menjadi pokok ilmu.
anonymous (tanpa nama) ketika dilakukan
review terhadap naskah dimana identitas II. PENGIRIMAN NASKAH
baik penulis maupun reviewer akan dijaga Naskah dikirim ke
kerahasiaannya. Kantor Redaksi Gedung Administrasi Dan
Laboratorium Program Vokasi,
I. BENTUK NASKAH Universitas Indonesia, Depok 16424. Atau
Jurnal Vokasi menerima naskah dalam kirim email ke: jurnal@vokasi.ui.ac.id, atau
bentuk hasil penelitian (research article), bisa hubungi telp: 021-29027481 ; Fax:
ulasan (review), baik dalam Bahasa 021-29027480.
Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris. Penulis diharap menyebutkan bentuk
1. Hasil Penelitian (Research Article), naskah yang dikirim:
ide penting dan asli (original) dalam
ilmu sosial dan kesehatan yang Hasil penelitian (Research Article), atau
memiliki ruang lingkup penelitian Ulasan (Review) di POJOK KANAN
yang luas, serta pembahasan temuan ATAS HALAMAN JUDUL ARTIKEL.
yang mendalam, baik dalam bentuk Naskah dikrim dalam tiga hard copy, satu
field research maupun desk research. soft copy dalam bentuk CD atau melalui
2. Ulasan (Review) dapat berupa email jurnal@vokasi.ui.ac.id
 Perkembangan keilmuan terkini,
 Ringkasan hasil beberapa III. FORMAT NASKAH
penelitian dengan penekanan pada 1. Naskah dapat berupa hasil
pemikiran maupun hasil penelitian.
Naskah ditulis dalam bahasa kilometer, 25 tahun. Semua angka
Indonesia dengan gaya naratif. lainnya disajikan secara numerik.
Pembabakan dibuat sedrhana 6. Persentase dan decimal untuk
sedapat mungkin menghindari penggunaan teknis dapat
pembabakan bertingkat. Tabel dan menggunakan symbol (%) dan (,)
gambar harus mencantumkan 7. Tabel dan gambar diletakkan pada
sumber. Table dan gambar diberi halaman yang terpisah dan
nomor secara berurut sesuai diletakkan pada akhir teks. Masing-
dengan kemunculannya. Semua masing tabel atau gambar diberi
kutipan dan referensi dalam naskah nomor dan judul lengkap yang
harus tercantum dalam daftar menunjukkan isi table atau gambar.
pustaka dan sebaliknya, sumber 8. Acuan ke masing-masing tabel atau
bacaan yang tercantum dalam gambar harus ada dalam teks.
daftar pustaka harus ada dalam
naskah. IV. URUTAN NASKAH
2. Nomor halaman diletakkan di Naskah disusun dengan urutan sebagai
tengah halaman (center) bawah. berikut:
Bagian pertama tulisan tidak perlu 1. Judul dalam Bahasa Indonesia dan
diberi halaman. Inggris untuk naskah Bahasa
3. Nomor baris diletakkan di sebelah Indonesia, Judul dalam Bahasa
kiri tiap kalimat. Inggris untuk naskah bahasa
4. Halaman cover harus menunjukan Inggris (Judul maksimum 14 kata)
judul tulisan, nama penulis, 2. Nama Lengkap penulis tanpa gelar
institusinya, dan korespondensi 3. Asal Instansi penulis untuk
berupa nomor telepon dan e-mail korespondensi .
(diharapkan e-mail institusi) 4. Abstrak dalam bahasa Inggris
5. Angka dilafalkan dari satu sampai (diutamakan di bawah 200 kata).
sepuluh, kecuali jika digunakan Abstrak diharapkan mencakup latar
dalam tabel atau daftar dan ketika belakang masalh, tujuan penelitian,
digunakan dalam unit atau metode penelitian, dan kontribusi
kuantitas matematika, statistic, atau penelitian.
teknis, misalnya empat hari, 5 5. Kata kunci (keywords) dalam
Bahasa Inggris paling banyak 3-5
kata kunci yang akan memudahkan 5. Pendahuluan (termasuk
pemberian indeks. Kata pertama kerangka teori dan tujuan
menjadi kata yang paling penting, penelitian)
dan diurut seterusnya. 6. Metode Penelitian
6. Korespondensi penulis pada catatan 7. Hasil dan Pembahasan
kaki halam pertama 8. Kesimpulan
7. Bentuk naskah terdiri dari 2 (dua) 9. Daftar Pustaka, dengan
jebis, yaitu: mempertimbangkan
1) Hasil Penelitian (Research a. Derajat kemutakhiran
Article). Naskah dibuat bahan yang diacu
menggunakan Microsoft Office dengan melihat
Word. Seluruh bagian dalam proporsi, diharapkan
naskah diketik dengan huruf mencakup minimal 60%
times new roman. Ukuran 12pt, terbitan sepuluh tahun
spasi 1, ukuran kertas A4, dan terakhir,
margin 2 cm untuk semua sisi b. Semakin tinggi pustaka
serta jumlah halaman tidak primer yang diacu,
melebihi 25 halaman termasuk semakin tulisan
daftar pustaka. Untuk bermutu,
kepentingan penyuntingan c. Keseringan pengarang
naskah seluruh bagian naskah mengacu pada diri
(termasuk tabel, gambar, dan sendiri (self citation)
persamaan matematika) dibuat dapat mengurangi nilai
dalam format yang dapat jurnal.
disunting oleh editor. Editor 10. Ucapan terima kasih jika ada
dapat meminta data yang 2) Ulasan (Review). Naskah
digunakan dalam gambar untuk dibuat menggunakan Microsoft
kepentingan penyuntingan. Office Word. Seluruh bagian
Struktur artikel ini meliputi: dalam naskah diketik dengan
1. Judul huruf times new roman. Ukuran
2. Nama penulis 12pt, spasi 1, ukuran kertas A4,
3. Asal isntitusi dan margin 2 cm untuk semua
4. Abstrak dan Keywords sisi serta jumlah halaman tidak
melebihi 20 halaman termasuk (Andi, 1984), dua penulis (Andi dan
daftar pustaka. Clark, 1984), lebih dari dua penulis
Struktur artikel meliputi (Andi dkk., 1984), lebih dari dua
1. Abstrak dan Keywords sumber diacu bersamaan (Andi, 1984;
2. Pendahuluan (termasuk Cipta, 1990), dua tulisan atau lebih
kerangka teori) oleh satu penulis (Andi, 1984; 1990).
3. Pembahasan  Acuan penulisan yang merupakan
4. Kesimpulan karya institusional sedapat mungkin
5. Daftar Pustaka, dengan harus menggunakan akronim atau
mempertimbangkan singkatan sependek mungi. Contoh:
a. Derajat kemutakhiran Komite SAK-IAI, PSAK 28, 1984)
bahan yang diacu
dengan melihat Catatan Kaki
proporsi, diharapkan Catatan kaki tidak digunakan untuk acuan.
mencakup minimal 60% Catatan kaki digunakan hanya untuk
terbitan sepuluh tahun perluasan informasi yang jika dimasukkan
terakhir, ke dalam teks bias mengganggu
b. Keseringan pengarang kontinuitas bacaan. Catatan kaki diketik
mengacu pada diri dalam spasi 1 dan ditempatkan pada akhir
sendiri (self citation) teks.
dapat mengurangi nilai
jurnal. Daftar Acuan (Daftar Pustaka)
6. Ucapan terima kasih jika Setiap naskah harus mencantumkan daftar
ada Acuan (Daftar Pustaka) yang isinya hanya
karya yang diacu. Hal-hal yang harus
V. DOKUMENTASI diperhatikan dalam penulisan daftar
Acuan pustaka adalah
Karya yang diacu harus menggunakan 1. Nama penulis didahului dengan
format penulis-tahun. Yang mengacu pada penulisan nama belakang atau nama
karya daftar acuan. keluarga,
 Dalam teks, karya diacu dengan cara 2. Disusun secara urut berdasarkan
berikut: nama akhir/ keluarga penulis abjad,
dan tahun dalam tanda kurung. Contoh 3. Tidak menyebutkan nomor halaman,
4. Penulisan dilakukan dengan system Jurnal:
paragraph menggantung. Chotim, Erna E dan Yulia I. Sari. 1999.
Contoh: Krisis:
Buku: Peluang bagi Usaha Kecil?. Jurnal
Bromley, Daniel W. 1989. Economic Analisis Sosial. Vol. 4 No. 1
Interests and (Januari).
Institutions, The Conceptual Hardjosoekarto, Sudarsono. 1993.
Foundations of Public Policy. New Perubahan
York: Basil Blackwell. Kelembagaan: Teori, Implikasi,
Senge, Peter M. 1990. The Fifth Discipline danKebijakan Publik. Jurnal Ilmu
Fieldbook: the Art and Practice of the Administrasi dan Organisasi, Bisnis
Learning Organization. & Birokrasi, Volume 1, Nomor 11
New York: Currency-Doubleday. (Januari)
. 1994. The Fifth Discipline
Fieldbook: Internet:
Strategies and Tools for Building a Depdiknas Libatkab Elemen Masyarakat
Learning Organization. New York: Dalam
Currency-Doubleday. Berantas Buta Huruf. 2005.
Keterangan: jika ada lebih dari satu buku www.kompas.com. 27 Januari.
yang dikarang oleh seoorang penulis, tidak Kramadibrata, Ade Moetangad. 2004.
perlu menulis nama lagi, hanya membuat Pengelolaan Sampah Terpadu.
garis sepanjang empat ketukan. www.detik.com. 13 Mei.

Peraturan Perundang-Undangan: Sumber:


Republik Indonesia. Ketetapan MPR Keputusan Dirjen DIKTI No.
No.II/MPR/1998 tentang Garis- 11/DIKTI/Kep./2006
Garis Besar Haluan Negara. tentang Paduan Akreditasi Berkala
. Undang-Undang No.7 Tahun Ilmiah, Dirjen DIKTI, Depdiknas,
2004 2006
tentang Sumber Daya Air. Lembaran HAYATI Journal of Biosciences, Penerbit:
Negara Tahun 2004 Nomor 32. Perhimpunan Biologi Indonesia
dan Departemen Biologi FMIPA
IPB, ISSN 0854-8587