Anda di halaman 1dari 3

Penyusunan Artikel dengan Memperhatikan Fakta

Menyusun Artikel Sesuai Fakta


Mengonstruksi berasal dari kata konstruksi. Konstruksi dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia berarti susunan atau model bangunan; susunan dan hubungan kata
dalam kalimat atau kelompok kata. Istilah mengonstruksi dapat berarti membuat
susunan atau menyusun kata dalam kalimat menjadi satu bentuk model (karangan,
paragraf) yang padu.

Artikel memiliki konstruksi atau struktur sebagai berikut.

a. Judul
Judul mewakili tema yang akan dibahas atau pendapat yang akan disampaikan.
Judul harus singkat (tiga sampai lima kata) dan padat (sarat makna). Judul mampu
menggugah orang lain untuk membaca tulisan secara keseluruhan. Sebaiknya, judul
menggunakan istilah atau idiom populer agar menarik.

b. Pembuka
Bagian pembuka berisi masalah yang akan dibahas. Pada bagian pembuka dapat
menanggapi opini orang lain atau mengajukan opini tersendiri berdasarkan masalah
yang akan dibahas.

c. Isi
Bagian penjelas berfungsi menjelaskan masalah yang telah disampaikan di
bagian pembuka. Dibagian penjelas, penulis bebas menyampaikan opini-opini
berdasarkan masalah. Opini-opini yang disampaikan harus sesuai dengan fakta yang
ditemukan. Pada bagian penjelas, penulis dapat menggunakan referensi untuk
menguatkan opininya. Referensi tersebut untuk menunjukkan bahwa semua pendapat
yang sama atau berbeda sudah dipertimbangkan secara ilmiah.
Bagian isi artikel memuat aspek-aspek berikut.
1) Fakta berkaitan dengan masalah yang dibahas.
2) Argumen atau opini penulis berdasarkan masalah yang dibahas.
3) Solusi atau pemecahan masalah berdasarkan masalah yang dibahas.
4) Teori atau referensi yang sesuai dengan masalah.
5) Contoh-contoh pemecahan masalah.

d. Penutup atau Simpulan


Bagian penutup berisi simpulan uraian yang terdapat dalam bagian pembuka
dan bagian penjelas. Penulis harus menggunakan kalimat yang menggugah, bukan
memaksakan kehendak kepada pembaca. Sebaliknya, kalimat simpulan mampu
membuka kesempatan orang lain untuk berbeda pendapat dengan penulis.
Menyajikan Artikel dengan Kebahasaan yang Baik dan
Benar
Menulis artikel dapat berdasarkan dua hal yaitu berdasarkan pengalaman
sendiri dan fakta yang terkumpul dari bacaan. Gunakan langkah berikut untuk
menyusun artikel.
a Menentukan tema.
b Menetapkan tujuan penulisan.
c Menentukan fakta berkaitan dengan tema yang dipilih.
d Menentukan opini-opini berdasarkan fakta yang ada.
e Menyusun opini-opini dan fakta menjadi artikel padu dan runtut dengan
memperhatikan tata bahasa dan ejaan.
f Membuat kalimat simpulan berdasarkan opini dari masalah yang dibahas dalam
artikel.

Penanda-penanda sebuah opini dalam artikel.


a. Menggunakan kutipan kata-kata seseorang, biasanya ditandai dengan adanya
tanda petik dua (“...”).
b. Menggunakan sudut pandang penulis dalam bentuk penafsiran terhadap fakta.
c. Menggunakan kata yang tidak pasti (mungkin, rasanya).
d. Menggunakan kata yang bertujuan menyampaikan sesuatu (sebaiknya, saran,
pendapat).

Bahasa dalam artikel menggunakan ragam tulis baku sesuai dengan konteks
situasinya. Ragam tulis baku meliputi tata tulis atau ejaan baku, tata bahasa (bentuk
kata, kalimat, dan kosakata baku). Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam menyajikan artikel, di antaranya sebagai berikut.

1. Pola pemecahan topik


Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang
ditemakan menjadi subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian,
menganalisisnya masing-masing.

2. Pola masalah dan pemecahannya


Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah, baik itu masalah pokok. maupun
beberapa masalah. Namun, masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama.
Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu
yang bersangkutan.

3. Pola kronologi
Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, kebersinambungan,
keberlanjutan bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.

4. Pola pendapat dan alasan pemikiran


Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/
pendapatnya sendiri. Kemudian, berargumen secara jelas tentang hal tersebut.

4. Pola pembandingan
Pola ini sama seperti gaya penulisan komparatif, yaitu dengan membandingkan
dua aspek atau lebih dari satu topik lalu menunjukkan persamaan atau perbedaan.

Anda mungkin juga menyukai