Anda di halaman 1dari 10

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER 1

MAGISTER BIOMEDIK FK UNISSULA

Nama : Fathia Kesuma Dinanti

NIM : MBK 1914010151

Penguji : Dra. Endang Lestari, M.Pd Med.Ed

Hari : Kamis 16 Januari 2020

1. Untuk mengatasi masalah sulitnya menemukan alat spirometer di daerah terpencil maka
Seorang peneliti ingin mengetahui beberapa factor yang dapat dipergunakan sebagai predictor
kapasitas vital paru. Beberapa factor yang diteliti sebagai predictor vital paru tersebut adalah:
usia, rentang lengan dan lingkar dada. Penelitian dilakukan pada mahasiswa laki-laki FK Unissula
angkatan 2010.
Data yang terkumpul dari 29 responden, ditampilkan pada table di bawah.
 Tentukan desain penelitian yang dapat dipergunakan oleh peneliti. Jelaskan justifikasi
pemilihan desain tersebut.

Jawab:

 Desain penelitian yang tepat adalah observasional analitik karena dalam penelitian ini peneliti
tidak memberikan perlakuan / treatment pada masing masing subjek penelitian.
 Uji hipotesis yang tepat digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda, sebab dalam
penelitian ini peneliti ini mengetahui pengaruh nilai variable dependen (usia, rentang lengan,
dan lingkar dada) terhadap nilai variable independen (kapasitas vital paru) sebagai sebuah
predictor.

 Tentukan teknik sampling yang tepat. Jelaskan justifikasi terhadap teknik sampling
pilihan Anda tersebut.

Jawab:

 Teknik sampling yang tepat digunakan adalah Probability sampling jenis Simple random
sampling. Alasannya adalah penggunaan cara probability sampling akan mengurangi resiko
terjadinya bias dalam analisis data. Simple random sampling digunakan dalam pengambilan
sampel pada populasi yang sifatnya homogen tanpa memperhatikan strata dalam populasi
tersebut. Cara ini dilakukan apabila populasinya homogen/ tidak memiliki strata. Dalam
penelitian ini, populasinya adalah mahasiswa laki laki FK Unissula angkatan 2010.

 Hitunglah factor apa sajakah yang berpengaruh terhadap kapasitas vital paru ?
Jawab:

 Diagram di bawah ini menunjukkan titik-titik mengikuti arah garis median.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

Hasil uji T parsial (Regresi Linear berganda):

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) -4.178 2.296 -1.820 .081

USIA .006 .076 .008 .075 .941


RENTANG_LENGAN .004 .010 .044 .424 .675

LINGKAR_DADA .078 .010 .848 8.092 .000

a. Dependent Variable: VITAL_PARU


Nilai P dikatan signifikan jika Sig <0,05 (Berpengaruh terhadap factor dependen)

Sehingga, factor yang berpengaruh terhadap factor dependen (kapasitas vital paru) adalah LINGKAR
DADA.

 Factor apakah yang menjadi predictor dominan terhadap vital paru?  LINGKAR DADA

No. Usia rentang lengan lingkar dada vital paru


1 21 181 83 3.48
2 21 185 78.5 2.69
3 21 184 84 3.1
4 20 176 83 3.2
5 20 173 84 3.2
6 20 177 80 3.33
7 21 180.5 80 3.26
8 21 177.5 95 3.9
9 20 173 76 2.97
10 21 168 92 4
11 19 175 77.5 2.25
12 20 167 92.5 3.78
13 20 176.5 85.5 2.68
14 20 180 86 2.73
15 20 168 77.5 2.75
16 19 196.5 94 4.2
17 20 173 79 2.72
18 20 167 86 3.2
19 20 174.5 72 2.57
20 20 171.5 78.5 2.51
21 19 172 87 3.75
22 19 175 92 4.17
23 19 176.5 78 2.75
24 19 174 75.5 2.12
25 19 175 79 2.78
26 19 176.5 91 3.9
27 21 167 79 2.8
28 19 172 77 2.7
29 19 178 82 3.35

1. Lakukan Rapid critical appraisal terhadap artikel publikasi yang terdapat dalam file pdf di
folder ini. Gunakan lembar Rapid Critical Appraisal ini untuk menilai artikel tersebut:

LEMBAR RAPID CRITICAL APPRAISAL

ARTIKEL TERAPI

A. menilai internal validity


1. apakah kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terwakili (representative) dan
sebanding?
a. Apakah pemilihan subjek dilakukan secara random?
Yang terbaik adalah Dimana Informasi ini dapat ditemukan

Seharusnya, subjek dipilih secara random dari Bagian ’Methods’ harus berisi mengenai
populasi target. Jika metode pengambilan bagaimana pasien dipilih sebagai sampel
sampel yang lain selain random sampling dan bagaimana sampel dialokasikan/
dipergunakan, maka perlu dipertimbangkan. dibagi dalam group serta apakah
Kriteria inklusi dan eksklusi juga harus randomisasi dilakukan.
ditetapkan dengan jelas. Jumlah subjek harus
besar, sehingga sampel dapat representative

Pembagian subjek ke dalam kelompok juga


harus dilakukan secara random

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini? YA

Comentar anda: Subjek dibagi secara random


b. Apakah kedua kelompok tersebut sama dan sebanding sejak awal penelitian?
Yang terbaik adalah Dimana informasi ini dapat ditemukan

Jika proses randomisasi dilakukan dengan baik, Pada bagian ’HASIL’ harus terdapat tabel
maka kedua kelompok akan memiliki karakter karakteristik umum dari subjek yang
yang sama. Jika kedua kelompok berbeda, menggambarkan usia, gender, dan fakor
artikel harus menjelaskan bahwa keduanya risiko lain dari ke dua kelompok subjek.
secara statistik homogen. Jika tidak, harus ada deskripsi karakter
subjek pada teks.

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini? YA

Comentar anda: data baseline kelompok perlakuan danplacebo relatively sama

c. Apakah kedua kelompok mendapatkan perlakuan yang sama (diluar perlakuan


eksperimen yang akan dibandingkan?)
What is best? Where do I find the information?

Subjek harus mendapat perlakuan yang sama, Pada bagian ’METHOD’ harus
di luar perlakuan eksperimen. menjelaskan perlakuan umum untuk
seluruh kelompok dan perlakuan khusus
untuk kelompok eksperimen.

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini TIDAK JELAS

Comentar anda: Peneliti tidak menjelaskan perlakuan umum yang diberikan un tuk seluruh
kelompok dan perlakuan khusus untuk kelompok eksperimen.

d. Apakah keseluruhan subjek yang ikut dalam penelitian dihitung hingga akhir
penelitian dan dilaporkan keberadaannya?
What is best? Where do I find the information?

Losses to follow up (jumlah yang tereliminasi Bagian RESULT harus menunjukkan


selama proses penelitian berlangsung) harus berapa subjek yang dirandomisasi, dan
minim (biasanya kurang dari 20%). Subjek berapa yang dianalisis, berapa yang
harus dianalisis di dalam kelompok dimana dia dropp out dan alasan dropp out atau loss
dirandomisasikan (intention to treat analysis) to follow up.

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini? YA

Comentar anda: Ya, dijelaskan dalam consort.


2. Apakah pengukurannya akurat
a. Apakah menggunakan single blind atau double blind (baik subjek dan investigator
tidak mengetahui treatment yang diberikan kepad tiap subjek?
What is best? Where do I find the information

Jika baik subjek maupun investigator tidak Bagian METHODE akan menjelaskan
menyadari treatment yang diberikan (double apakah subjek dan investigator
blind). Blinding tidak terlalu penting jika menyadari treatment yang diberikan,
outcome penelitiannya objektif (misal: dan bagaimana outcome penelitian
kematian) dari pada jika bersifat subjektif dikumpulkan oleh investigator.
(seperti symptom atau fungsi)

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini? TIDAK


Comentar anda: Dijelaskan dalam method bahwa treatment menggunakan cara open-label

b. Apakah outcome penelitian diukur dengan cara yang sama pada seluruh
kelompok?
What is best? Where do I find the information

Baik outcome (data yang diambil dari subjek) Bagian METODE harus menjelaskan
harus diukur dengan cara yang sama baik pada bagaimana outcome diukur atau
kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol bagaimana data dikumpulkan. Bagian
harus HASIL harus menjelaskan penggunaan
outcome/data tersebut

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini? YA

Comentar anda: Ya, outcome penelitian diukur dengan cara yang sama pada kedua
kelompok
3. Apakah kelompok kontrol memperoleh placebo?
What is best? Where do I find the information?

Kelompok kontrol harus memperoleh placebo Bagian METODE harus menjelaskan


treatmen yang diberikan kepada
kelompok perlakuan (eksperimental
group) dan pada kelompok kontrol.

Bagaiman penilaian terhadap penelitian ini? TIDAK JELAS

Comentar anda: Tidak dijelaskan dalam methode pemberian placebo pada kelompok
kontrol.

B. Apakah hasilnya karena faktor peluang?

1. Apakah pengukuran yang dipergunakan dan bagaimana pengaruh dari perlakuan?

Tidak dijelaskan dalam method maupun result jenis analisis data apa yang digunakan oleh
peneliti.

2. Apakah terjadinya efek disebabkan karena faktor peluang atau karena faktor
perlakuan?
Week 24: Nilai p=0,001

Week 52: Nilai p-0,004


Confidence interval (CI)

CI dari semua kelompok tidak mencakup


angka 1 dan kurang dari angka 1, sehingga
semua kelompok merupakan faktor proteksi
terhadap kejadian Hepatitis B.

Kesimpulan:

Validitas internal: validitas internal penelitian baik karena tidak dipengaruhi oleh bias, tidak
dipengaruhi oleh faktor peluang dan faktor perancu.

Hasil: Terapi Hepatitis B dengan Telbivudine memiliki efek penyembuhan lebih besar
dibandingkan Adefovir setelah pengobatan selama 24 minggu.