Anda di halaman 1dari 5

JAWABAN DISKUSI 8

RESUME MODUL 8 DAN 9 PENGANTAR EKONOMI MIKRO

Nama Mahasiswa : Septian Tri Wibowo

NIM : 031014866

MODUL 8 : KESEIMBANGAN UMUM DAN KEGAGALAN PASAR

A. KESEIMBANGAN UMUM ANTAR PASAR

1. Keseimbangan Parsial dan Umum

Keseimbangan pasar parsial merupakan analisis keseimbangan harga dan output pada pasar yang
merupakan komponen atau bagian sistem harga. Keseimbangan umum pasar menggambarkan hal
yang sama namun secara keseluruhan dengan melihat dampak dari apa yang terjadi di pasar-pasar
lain dalam perekonomian.

2. Model Dua Pasar Dua Industri

Perilaku kurva-kurva permintaan pasar adalah :

a. Kurva-kurva permintaan output berlereng menurun karena berlakunya Hukum Nilai Guna Marjinal
yang menurun.

b. Kurva-kurva penawaran output berlereng menanjak. Hal ini didasarkan pada Hukum Biaya Marjinal
yang menanjak, karena dalam periode produksi jangka pendek berlaku Hukum Penambahan Hasil
yang semakin berkurang.

c. Kurva permintaan input didasarkan pada Hukum Produktivitas Marjinal Fisik yang semakin berkurang
atau Hukum Penambahan Hasil yang semakin menurun.

d. Kurva penawaran faktor produksi variabel tenaga kerja mencerminkan preferensi individual untuk
bermalas-malas atau bekerja.

Analisis keseimbangan umum menggambarkan bagaimana situasi berubah karena adanya


perubahan yang mengganggu keseimbangan, serta bagaimana terbentuknya posisi keseimbangan
baru. Proses penyesuaian yang terjadi secara keseluruhan digambarkan pada contoh berikut,
misalkan terjadi perubahan selera dimana permintaan komoditi A naik sementara permintaan
komoditi B turun pada waktu yang sama. Penyesuaian atas perubahan ini bisa terjadi di dua pasar
output serta pasar input dalam jangka pendek serta jangka panjang dan juga penyesuaian di pasar-
pasar output dan input lain, serta efeknya atas distribusi pendapatan.

a. Penyesuaian pasar jangka pendek

penyesuaian yang terjadi hanya terbatas pada keadaan dan struktur pasar, serta perusahaan
berproduksi sesuai kapasitas yang telah ada, tanpa melihat pasar output kemungkinan masuk atau
keluarnya perusahaan dari industri satu ke industri lain, atau antarpasar input dari jenis satu ke jenis
yang lain. Pada posisi awal keseimbangan umum masing-masing perusahaan memperoleh laba
normal. Kenaikan permintaan komoditi X akan menggeser kurva permintaan ke atas dari D X1 menjadi
Dx2 , hingga perusahaan memperoleh keuntungan super normal pada tingkat harga keseimbangan
baru dengan harga px2 .
b. Penyesuaian pasar jangka panjang

Meliputi kemungkinan perluasan atau penciutan kapasitas produksi, dan juga kemungkinan masuk
atau keluarnya perusahaan-perusahaan dari industri yang bersangkutan akibat perubahan keadaan
pasar yang menyebabkan perubahan harga. Masuknya perubahan baru ke dalam industri X
menyebabkan pergeseran kurva penawaran pasar dari sx1 ke sx2 dan mengakibatkan harga turun
katakanlah menjadi px3 . Tingka output keseimbangan naik lagi akibat masuknya perusahaan-
perusahaan baru ke dalam industri tersebut menjadi X 3 . Ini merupakan posisi keseimbangan baru
pasar jangka panjang (Px3) lebih tinggi dari pada harga yang lama (PX2).

c. Penyesuaian pasar selanjutnya

Dapat dilakukan analisis dengan mengubah model tak hanya meliputi dua pasar output dan dua
pasar input, tetapi banyak pasar output dan banyak pasar input. Perubahan harga, baik harga output
maupun harga input, serta perubahan kuantitas masing-masing menyebabkan perubahan
permintaan di pasar output, yang kemudian mempengaruhi distribusi pendapatan konsumen.

B. EKONOMI KESEJAHTERAAN DAN MEKANISME HARGA

1. Kepentingan pribadi serta situasi pasar persaingan murni menyebabkan produsen memproduksi dan
menjual input pada harga sama dengan biaya marjinal.

2. Persaingan memaksa para produsen berproduksi pada biaya paling rendah. Perusahaan akan
memproduksi sampai pada tingkat di mana produk penempatan marjinal (MRP) mencapai tujuan
yakni memperoleh keuntungn maksimum.

3. Kondisi persaingan yang membuat konsumen bebas memilih dalam rangka memaksimalkan
kepuasan mereka.

Dengan dasar motif memenuhi kepentingan masing-masing secara maksimum, bank sebagai
konsumen atau produsen, sistem harga mengoordinasi, mengarahkan dan menjamin secara teoritis
dan logis tercapainya efisiensi maksimum penggunaan sumber daya ekonomi yang langka. Ini
merupakan pencapaian kesejateraan ekonomi masyarakat yang optimal dan sering disebut ekonomi
kesejahteraan.

Tabel input-output suatu perekonomian negara merupakan upaya penggambaran hubungan yang
erat dan kompleks antar sektor, industri atau pasar dalam suatu perekonomian. Dengan anggapan
bahwa koefisien produksi konstan, tabel tersebut mencoba menggambarkan output suatu sektor
digunakan sebagai input, pada sektor-sektor lain.

Pareto optimum atau efisiensi alokatif sumber daya pada sisi konsumsi dapat digambarkan dengan
menggunakan konsep Batas Kemungkinan Nilai Guna. Ini analog dengan konsep batas kemungkinan
produksi. Secara sederhana, dianggap hanya ada dua individu konsumen yang mengkonsumsi
bermacam bundel kombinasi barang-barang konsumsi. Garis atau kurva batas kemungkinan nilai
guna yang semakin jauh dari titik asal ke kanan atas menunjukkan pencapaian Nilai Guna atau
Kepuasan Lebih Tinggi.

Surplus konsumen yang ditunjukan dengan kurva permintaan individual berlereng menurun karena
berlakunya Hukum Nilai Guna yang semakin menurun, sementara konsumen membeli komoditi pada
harga yang sama yaitu harga pasar. Demikian ada selisih antara nilai manfaat yang diperoleh dengan
harga yang dibayar, yang disebut surplus konsumen. Rente ekonomi atau surplus produsen analog
dengan surplus konsumen. Hal ini karena biaya marjinal berlereng menanjak naik, sementara produsen
menjual outputnya pada harga yang sama yaitu harga pasar. Surplus produsen merupakan selisih
antara harga pasar dengan Biaya Marjinal.

KEGAGALAN PASAR (EKSTERNALITAS DAN BARANG PUBLIK)


A. EVALUASI SITEM HARGA DAN KEGAGALAN PASAR

1. Kebaikan dan Keburukan Sistem Harga Pasar

Kebaikan sistem harga pasar, diantaranya :

a. Efisiensi alokatif, sistem harga pasar mengarahkan atau menuntun kepada alokasi sumber daya
secara efisien.

b. Kebebasan mengambil keputusan ekonomi

Kritik atas sistem harga persaingan adalah pemborosan dan produksi yang tak efisien. Hal ini karena 2
(dua) hal berikut :

a. Distribusi Pendapatan Tidak Merata

Mereka yang mempunyai pendapatan tinggi mempunyai kekuatan lebih besar dalam permintaan
dan dalam menentukan jenis barang yang diproduksi serta alokasi sumber daya ekonomi dalam
masyarakat.

b. Kegagalan Pasar

Eksternalitas menyebabkan sistem pasar gagal mencakup semua manfaat dan biaya yang
berhubungan dengan produksi atau konsumsi beberapa barang dan jasa tertentu. Bentuk kegagalan
pasar kedua adalah barang publik. Cukup banyak barang dan jasa-jasa yang tak dapat dibiayai atau
diselenggarakan oleh rumah tangga individu.

2. Tangan Gaib dan Kegagalan Pasar

Tangan gaib yang menuntun mekanisme pasar persaingan gagal mencapai hasil terbaik pertama
karena ada unsur kegagalan pasar, yaitu persaingan sempurna, eksternalitas, serta barang publik.
Eksternalitas terjadi bila kegiatan ekonomi menimbulkan dampak bagi pihak lain di luar pelaku pasar
bersangkutan. Eksternalitas bisa berupa eksternalitas disekonomi yang menimbulkan biaya sosial dan
eksternalitas ekonomi yang menimbulkan manfaat sosial. Keadaan ini menyebabkan keputusan
ekonomi (produksi) atau alokasi sumber daya menjadi tak optimal. Biaya eksternal menyebabkan
output yang diproduksi oleh pihak swasta terlalu banyak karena ia tak harus menanggung biaya
tersebut.

B. REALOKASI SUMBER DAYA DAN PENANGGULANGAN EKSTERNALITAS

Penanggulangan atau pengendalian eksternalitas pada pokok merupakan upaya internalisasi biaya
atau manfaat eksternal. Tanpa campur tangan atau peraturan pemerintah, sektor swasta yang
bersangkutan dapat menanggulangi dan menyelesaikan secara optimal melalui pendekatan
perundingan dan negosiasi, atau dengan metode liability rule. Bila pemerintah turut campur mengatur
hal ini, maka cara yang ditempuh adalah dengan peraturan berdasar hukum serta pengenaan pajak
pencemaran disertai dengan ketentuan ambang batas. Hasil yang diperoleh bukanlah penghapusan
atau meghilangkan pencemaran secara total keseluruhan, tetapi mengendalikan sampai ke tingkat
optimal.

C. BARANG PUBLIK DAN KEGAGALAN PUBLIK

Barang publik merupakan barang yang bersifat nonekslusif yang berbeda dengan barang privat. Di
sini tak dapat dipisahkan mereka yang membayar (dan kemudian memperoleh manfaat) dan mereka
yang tak bersedia membayar. Bila barang itu telah tersedia maka siapapun juga baik yang membayar
atau tidak , dapat memperoleh manfaat. Mekanisme pasar tidak bisa berfungsi dalam kasus barang
publik, karenanya harus disediakan dan diproduksi oleh sektor pemerintah atau publik, selain itu ada
juga barang kuasa publik.
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian yang merupakan reaksi untuk menanggulangi
kegagalan pasar bisa menimbulkan masalah tersendiri yaitu kegagalan birokrasi atau kegagalan
sektor publik yang menyebabkan ketidakefisienan ekonomi. Hal ini disebabkan karena kepentingan
golongan tertentu yang kuat secara politis, biaya yang jelas sementara manfaatnya tak jelas besarnya
maupun untuk siapa, bersifat tak selektif dan birokrasi membuat pengambilan keputusan dan
pelaksanaan menjadi tak efisien.

HARGA PASAR JANGKA PANJANG DAN BADAN USAHA MILIK NEGARA

A. MEKANISME KEUNTUNGAN JANGKA PANJANG

Memaksimumkan keuntungan jangka panjang harus menghitung nilai harapan sekarang dari
keuntungan sekarang maupun keuntungan di masa datang. Perusahaan harus memilih tingkat harga
yang memaksimumkan nilai harapan sekarang atau expected present value (EPV) atas keuntungan.

1. Mekanisme Penjualan dengan Target Keuntungan Minimal

W.J Baumol menyarankan fungsi tujuan yang tepat untuk perusahaan adalah maksimisasi penjualan
dalam jangka pendek dengan mendasarkan pencapaian tingkat keuntungan minimal tertentu.
Maksimisasi penerimaan penjualan dapat dicapai bila penerimaan marjinal (MR)= 0 dan tidak ada
syarat mengenai kondisi biaya . sedangkan maksimisasi volume penjualan (dengan target
keuntungan) adalah maksimisasi pangsa pasar perusahaan.

2. Kebijakan Rintangan Harga

Model kebijakan rintangan harga pertama kali disarankan oleh J. Baim yang pada pokoknya
mengatakan perusahaan terutama dalam industri oligopoli menetapkan harga yang sebenarnya
bukan merupakan harga yang memberikan keuntungan maksimal, tetapi lebih rendah sedikit dengan
tujuan mencegah perusahaan baru masuk ke pasar.

B. BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)

Di hampir semua negara di dunia dijumpai BUMN. Berbagai alasan dikemukakan mulai dari alasan
risiko, pemerataan, historis, politis dan pragmatis. Alasan risiko dan kemampuan manajerial merupakan
sebab adanya BUMN karena sektor swasta dianggap tidak bisa melaksanakan. Alasan pemerataan
karena pemerintah bertanggung jawab atas kesejahteraan warganya yang lemah dan miskin, alasan
historis karena warisan lama, dan alasan politis karena menyangkut sektor strategis dan kemungkinan
adanya tekanan kepentingan dari kelompok politik yang kuat. Sedangkan alasan pragmatis
didasarkan pada pertimbangan biaya dan manfaat ekonomis dengan adanya campur tanga
pemerintah di bidang ekonomi.

Tujuan BUMN meliputi upaya menikan efisiensi ekonomis maupun teknologi, menaikkan kemampuan
memperoleh laba, pemerataan distribusi pendapatan, serta ujian bersifat ekonomi makro. Ada tiga
bentuk formal BUMN yaitu perusahaan jawatan (perjan), perusahaan umum (perum), dan perusahaan
perseroan terbatas (persero). Pada bentuk pertama berkaitan dengan birokrasi pemerintahan sangat
erat. Dana operasi dan pendapatannya termasuk dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.
Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dituju. Perum lebih mempunyai ekonomi
dalam operasi sehari-hari dan berusaha mencari keuntungan namun sepenuhnya dibawah
pengawasan pemerintah. perseroan merupakan perseroan terbatas yang seluruh atau sebagian
besar sahamnya dimiliki oleh negara.

MODUL 9 : MIKROEKONOMIKA ENERGI DAN DAYA LISTRIK

Sumber daya energi dapat digolongkan menurut beberapa kriteria. Berdasar kriteria komersialisasi
maka dibedakan antara komoditi energi komersial, non-komersial dan energi baru. Berdasar kriteria
ketersediaannya, dibedakan antara sumber daya energi dapat diperbarui dan tidak dapat
diperbarui. Berdasar kriteria yang lain yaitu kriteria pemakaian maka dibedakan antara energi primer
dan energi sekunder.

A. MIKROEKONOMIKA HARGA ENERGI

1. Biaya dan penawaran

Mikroekonomika energi memusatkan analisisnya pada penentuan harga berbagai jenis energi
menurut mekanisme sistem harga pasar yang akan memberikan harga optimum yang selanjutnya
akan menghasilkan alokasi sumber daya secara efisien. Dengan syarat bahwa keuntungan ekonomis
adalah nol dalam kasus pasar industri persaingan murni di mana keuntungan normal sudah
dimasukkan dalam perhitungan biaya produksi maka harga jual adalah sama dengan biaya produksi.

2. Permintaan dan Nilai Netback

Mikroekonomika energi memandang penentuan harga dilakukan menurut mekanisme pasar yaitu
dari sisi biaya atau penawaran serta dari sisi permintaan yaitu konsumen. Konsumen bersedia membeli
dengan harga paling tidak sama dengan atau lebih rendah daripada menfaat yang ia peroleh
dengan membelinya dalam ekonomika energi, kesediaan membayar tertinggi disebut sebagai nilai
netback komoditi tersebut untuk pemakaian tertentu atau bagi pihak tertentu. Nilai netback komoditi
energi merupakan menfaat yang diperoleh dari penggunaan atau konsumsinya.

3. Prinsip kebijakan harga energi

Pada kasus dengan control parsial maka campur tangan atau kebijakan pemerintah terbatas pada
sekitar menjaga struktur pasar persaingan agar bisa dicapai alokasi sumber secara optimal.

MIKROEKONOMIKA DAYA LISTRIK

Dalam kondisi monopoli, produsen tunggal dapat mengurangi kuantitas agar harga pasar
menjadi di atas biaya produksi. Di banyak negara maju secara tradisional industri daya listri di dominasi
oleh perusahaan monopoli nasional atau lokal dengan regulasi harga guna mendorong agar
berperilaku efisien secara ekonomi. Bila industri pembangkit daya listrik direstrukturasi seperti yang
terjadi di banyak negara, dimana industri tersebut diregulasi, maka peranannya menjadi salah satu
penyusun pedoman pasar agar bisa menghasilkan kondisi yang kompetitif dimana harga dan
kuantitas mencapai tingkat seperti pada kondisi ideal pasar persaingan murni. Karakteristik pasar
industri monopoli atau kompetisi bisa terjadi dan dialami oleh industri daya listrik.

Untuk memproduksi atau menyediakan daya listrik dibutuhkan biaya, dan ini bersesuaian dengan
fungsi teknis produksi. Sektor pembangkit dan transmisi mempunyai ciri biaya menurun dengan volume
investasi uang yang besar terutama dalam skala dan lingkup jangka panjang. Berbagai konsep biaya
dalam pengambilan keputusan dan pencatatan antara konsep biaya ekonomi dan akuntansi, biaya
total, biaya rata-rata, dan marginal. Konsep permintaan khusus komoditi energi diuraikan dengan nilai
netback untuk berbagai penggunaan serta substitusinya.

Sumber : Modul ESPA 4111 8 dan 9