Anda di halaman 1dari 35

LAMPIRAN

Format PLP 1-1

Lampiran 1: lembar pengamatan kultur sekolah

LEMBAR PENGAMATAN KULTUR SEKOLAH


(Untuk Mahasiswa)
Petunjuk:
1. Lembar ini untuk mencatat hasil kerja kelompok setelah melaksanakan PLP 1, pada Topik
Kultur Sekolah
2. Lembar ini untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan pembiasaan yang terjadi di sekolah tempat
PLP, yang dapat membangun sikap (karakter) baik warga sekolah
3. Mohon memberi tanda centang (√) pada kolom di bawah Ya atau Tidak (Jika Ya termasuk Baik
atau Kurang)
4. Masing-masing kegiatan yang ada dapat ditambah uraian untuk mendeskripsi-kannya lebih baik

Tanggal Pengamatan : ……….……………………………….…………….……


Nama Sekolah : SMA NEGERI 2 TANJUNGPINANG…………………
Keterlaksanaan
No Aspek Pengamatan Ya Deskripsi
Tdk
Bk Kr
Kegiatan 3S (Senyum, Sapa, Salam) √ Setiap guru dan siswa jika
bertemu maka siswa akan
1 senyum dan menyapa guru dan
apabila ingin berinteraksi siswa
melakukan salam dengan guru.
Pengkondisian awal belajar √ Sebelum memulai
pembelajaran,ketua kelas
mengkondisikan kelas terlebih
2 dahulu seperti memberi salam
kepada guru yang bersangkutan
pada saat memulai
pembelajaran.
Upacara bendera √ Setiap hari senin melaksanakan
upacara bendera dan setiap
peringatan hari nasional selalu
melaksanakan upacara bendera
3
yang dilakukan oleh seluruh
warga sekolah yang dilakukan
mulai jam 07.00 sampai dengan
jam 08.00.
Penggunaan seragam sekolah √ Setiap siswa wajib memakai
seragan sekolah selama kegiatan
belajar berlangsung dan wajib
4
memakai seragam di lingkungan
sekolah. Senin- selasa (memakai
putih abu – abu), rabu ( batik
sekolah ), kamis ( pramuka ) dan
jumat (kurung sekolah ) dan
memakai baju olahraga pada saat
jam penjas ataupun sekolah
sedang mengadakan acara
tertentu.
Anjuran menjaga kebersihan √ Terdapat dibeberapa tempat
brosur tentang menjaga
kebersihan dan guru sering
menyampaikan mengenai
anjuran kebersihan dengan
5
membuang sampah pada
tempatnya dan sudah banyak
tempat sampah yang disediakan
disekolah SMA Negeri 2
Tanjungpinang.
Anjuran menjaga ketenangan √ Siswa yang membuat keributan
dilingkungan SMA Negeri 2
Tanjungpinang akan segera
ditegur, jika tidak bisa di tegur
maka siswa tersebut akan di
tindak lanjuti oleh guru
Bimbingan Konseling (BK).Jika
ada kelas yang kosong dan tidak
ada gurunya maka kewajiban
guru piket untuk menggatikan
6
atau masuk ke kelas tersebut,
apabila siswa melanggar salah
satu peraturan sekolah maka
langsung saja dimasukkan
kedalam buku kuning atau buku
disiplin yang telah dibuat oleh
sekolah dan Segala peraturan
tentang SMA Negeri 2
Tanjungpinang terdapat didalam
buku kerja sekolah.
Anjuran memanfaatkan waktu √ Melanjutkan tugas individu
maupun kelompok yang belum
selesai pada saat pertemuan pada
7
pembelajaran dan berkumpul di
pendopo untuk saling sharing
mengenai pembelajaran.
Terciptanya suasana yang tenang dan √ Dikelas ketua kelas bertanggung
nyaman untuk belajar jawab untuk menjaga kondisi
kelasnya agar tidak berisik dan
8 tidak mengganggu kelas lain
serta harus menjaga kebersihan
kelas agar terciptanya suasana
yang kondusif.
9 Suasana di sekolah yang √ Suasana di SMA Negeri 2
menyenangkan Tanjungpinang tenang dan
nyaman karena sekolah ini lebih
bersih dan dikelilingi oleh
beberapa pepohonan yang
membuat udara disini segar dan
sejuk sehingga siswa senang
melakukan aktivitasnya, terdapat
beberapa tempat duduk yang
nyaman untuk memudahkan
siswa dalam istirahat serta
terdapat beberapa lukisan pada
dinding sekolah yang
menggambarkan bahwa sekolah
ini berbasis kemaritiman.
Apabila diadakannya event besar
disekolah maka seluruh warga
sekolah harus turut berpartisipati
dalam melaksanakan event
tersebut agar terciptanya tali
silahturahmi yang lebih erat
antara siswa dan guru.
Keterangan: Tdk = tidak ; Bk = baik ; Kr = kurang

Kelompok: Program Studi Pendidikan Kimia Nama Mahasiswa


1. MIRA SANTIKA /160384204024
Format PLP 1-2

Lampiran 2: lembar pengamatan struktur organisasi dan tata kerja

LEMBAR PENGAMATAN STRUKTUR ORGANISASI


DAN TATA KERJA (SOTK)
(Untuk Mahasiswa)

Petunjuk:
1. Lembar ini untuk mencatat hasil kerja kelompok setelah melaksanakan PLP 1, pada Topik
SOTK
2. Lembar ini untuk mendeskripsikan SOTK di sekolah tempat PLP
3. Mohon memberi tanda centang (√) pada kolom di bawah Ya atau Tidak (Jika Ya termasuk Baik
atau Kurang)
4. Masing-masing kegiatan yang ada dapat ditambah keterangan untuk mendeskripsikannya lebih
baik
Tanggal Pengamatan : ……….……………………………….…………….……
Nama Sekolah :SMA NEGERI 2 TANJUNGPINANG…………………
Keterlaksanaan
Struktur Organisasi dan Tata
No Ya Keterangan
Kerja Tdk
Bk Kr
Ada bagan struktur organisasi √ Terdapat bagan organisasi
sekolah yang terstrukur agar lebih
memudahkan setiap orang
1
untuk mencari informasi
mengenai jabatan guru yang
telah ditentukan di sekolah.
Ada deskripsi tugas untuk masing- √ Bagan yang telah dibuat
masing komponen organisasi sudah memuat deskripsi
2 tugas dan kewajiban yang
harus dilaksanakan masing –
masing jabatan anggotanya.

Keterangan: Tdk = tidak ; Bk = baik ; Kr = kurang


Uraian/Deskripsi SOTK Sekolah
Bagan struktur organisasi yang terdapat di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah dibuat
terstruktur dan sistematis mengenai jabatan guru yang telah ditentukan disekolah sehingga setiap
orang dapat mengetahui informasi dengan lebih mudah serta sudah terdapat deskripsi tugas atau
kewajiban yang akan dilakukan sehingga yang bersangkutan dapat mengetahui dengan jelas apa
saja yang harus dikerjakan.
Kelompok: Program Studi Pendidikan Kimia Nama Mahasiswa/NIM
1. MIRA SANTIKA/160384204024
Format PLP 1-3

Lampiran 3: lembar pengamatan visi misi sekolah


LEMBAR PENGAMATAN VISI MISI SEKOLAH
(Untuk Mahasiswa)

Petunjuk:
1. Lembar ini untuk mencatat hasil kerja kelompok setelah melaksanakan PLP 1, pada Topik Visi
dan Misi Sekolah
2. Lembar ini untuk mendeskripsikan Visi dan Misi Sekolah di sekolah tempat PLP
3. Mohon memberi tanda centang (√) pada kolom di bawah Ya atau Tidak (Jika Ya termasuk Baik
atau Kurang)
4. Masing-masing kegiatan yang ada dapat ditambah keterangan untuk mendeskripsikannya lebih
baik

Tanggal Pengamatan : ……….……………………………….…………….……


Nama Sekolah : SMA NEGERI 2 TANJUNGPINANG……….………..
Keterlaksanaan Keterangan
No Visi dan Misi Sekolah Ya Tdk
Bk Kr
Ada visi dan misi sekolah √ Visi dan misi sekolah
1 telah ada dan terlampir
pada buku kerja sekolah.
Ada pemaparan visi dan misi sekolah di √ Pemaparan mengenai visi
beberapa tempat disekolah masih sangat
terbatas sedangkan misi
2
sekolah masih belum
tepapar di beberapa
tempat disekolah.
Keterangan: Tdk = tidak ; Bk = baik ; Kr = kurang
Uraian/Deskripsi Visi dan Misi Sekolah
Visi dan misi SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah ada dan sudah dijelaskan semua secara
rinci didalam buku kerja sekolah sedangkan mengenai pemaparan tentang visi di sekolah masih
sangat terbatas karena hanya terdapat pada satu titik saja di dinding sekolah dan sampai saat ini
misi sekolah masih belum terlihat atau terpapar dibeberapa sudut tempat disekolah masih hanya
didalam buku kerja sekolah.
Kelompok: Program Studi Pendidikan Kimia Nama Mahasiswa/NIM
1. MIRA SANTIKA/160384204024
Format PLP 1-4

Lampiran 4: lembar pengamatan kok-ekstrakurikuler

LEMBAR PENGAMATAN KOKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER


(Untuk Mahasiswa)
Petunjuk:
1. Lembar ini untuk mencatat hasil kerja kelompok setelah melaksanakan PLP 1, pada Topik
Kokurikuler dan Ekstrakurikuler
2. Lembar ini untuk mendeskripsikan Pelaksanaan Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler di
sekolah tempat PLP
3. Mohon memberi tanda centang (√) pada kolom di bawah Ya atau Tidak (Jika Ya termasuk Baik
atau Kurang)
4. Masing-masing kegiatan yang ada dapat ditambah keterangan untuk mendeskripsikannya lebih
baik
Tanggal Pengamatan : ……….……………………………….…………….……
Nama Sekolah : SMA NEGERI 2 TANJUNGPINANG……….………...
Keterlaksanaan
Kegiatan Kokurikuler dan
No Ya Keterangan
Ekstrakurikuler Tdk
Bk Kr
Ada kegiatan kokurikuler dan ekstra- √ Ada
1
kurikuler
Ada jadwal pelaksanaan kokurikuler dan √ Ada
2
ekstrakurikuler
Ada pembinaan kokurikuler dan ekstraku- √ Ada
3
rikuler
Setiap guru menjadi pembina kokurikuler √ Hanya guru yang
4
dan ekstrakurikuler bersangkutan
Setiap siswa wajib mengikuti kokurikuler √ Tidak semua siswa ikut
5 dan ekstrakurikuler terlibat (kecuali pramuka
diwajibakn kelas X)
Keterangan: Tdk = tidak ; Bk = baik ; Kr = kurang
Uraian/Deskripsi Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler
Kegiatan kokurikuler dan ekstra-kurikuler yang diselenggarakan di SMA Negeri 2
Tanjungpinang suadah ada dan suadah terlaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sudah terjadwalkan pada
hari tertentu ekstrakurikuler yang diadakan disekolah antara lain : KIR, PIK-R, English Club,
FODEDA, PKS PASUS, PMR, OLAHRAGA, PRAMUKA WAJIB DAN PRAMUKA
MINAT,SATGAS ADIWYATA, LCC 4 PILAR, KEROHANIAN ISLAM, MULTIMEDIA, TEATER,
KPS/PERPUSTAKAAN dan SENI BUDAYA yang dilaksanakan setiap hari jumat dan sabtu. Setiap
ekstrakurikuler yang diadakan memiliki masing – masing pembina sesuai dengan kemampuan dan
keahliannya. Tidak semua guru disekolah menjadi pembina dalam kegiatan kokurikuler dan
ekstrakurikuler hanya beberapa guru yang bersangkutan dan yang sesuai dengan keahlian pada
bidangnya serta sesuai dengan ekstrakulikuler yang diadakan disekolah. Tidak semua siswa diwajibkan
untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler hanya siswa yang minat saja yang mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler tersebut kecuali pramuka yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas X.

Kelompok: Program Studi Pendidikan Kimia Nama Mahasiswa/NIM


1. MIRA SANTIKA/160384204024
Lampiran 5: format penilaian laporan PLP 1

FORMAT PENILAIAN LAPORAN PLP 1


( DOSEN PEMBIMBING)

NAMA : .................................................................
NIM : .................................................................
PROGRAM STUDI : .................................................................

NILAI
NO KOMPONEN LAPORAN YANG DINILAI MAKSIMUM NILAI RIIL

1. Sistematika penulisan 10
2. Isi laporan 40

3. Kebermaknaan simpulan dan rekomendasi 20

4. Tata tulis dan bahasa. 15


Kelengkapan laporan (photo, pengesahan, dan
5. 15
lampiran

Nilai Laporan 100

Penjelasan Penilaian :
1. Sistimatika penulisan sesuai panduan PLP 1
2. Isi Laporan : a) Pendahuluan : a.1.latar belakang: menjelaskan mengapa masalah yang
diamati dianggap penting dan menarik atau dapat juga diuraikan kedudukan masalah yang
diobservasi ini dalam permaslahan yang lebih luas. a.2. Tujuan kegiatan dan a.3. Manfaat
kegiatan); b) Hasil Pengamatan mencakup seluruh pengamatan yang sudah ditentukan
dalam panduan PLP 1 ; c) Kebermaknaan simpulan merupakan pernyataan-pernyataan yang
singkat, jelas, dan tepat tentang hasil yang diperoleh sesuai tujuan dan rekomendasi adalah
pernyataan-pernyataan yang ringkas dann jelas tentang masalah-masalah atau hal-hal yang
dapat dilakukan untuk mengembangkan PLP 1 ini lebih lanjut.

Tanjungpinang,.............................20.....
Dosen Pembimbing,

Inelda Yulita S.Pd.,M.Pd


NIP.
Lampiran 6: format penilaian ujian lisan PLP 1

FORMAT PENILAIAN UJIAN LISAN PLP 1


( DOSEN PEMBIMBING)

Petunjuk
Berilah skor pada indikator/aspek yang diamati dengan cara memberi angka 1, 2, 3, atau 4
pada kolom skor sesuai penilaian dengan kriteria sebagai berikut.
Konversi nilai sebagai berikut :
NILAI
Sebutan
Angka Riil Huruf Bobot
90 ≤ x ≤ 100 A 4 Sangat Istimewa
81 ≤ x < 90 A- 3,75 Istimewa
76 ≤ x < 81 B+ 3,50 Sangat Baik
71 ≤ x < 76 B 3,00 Baik
66 ≤ x < 71 B- 2,75 Cukup Baik
61 ≤ x < 66 C+ 2,50 Cukup
51 ≤ x < 61 C 2,00 Kurang
46 ≤ x < 51 D 1,00 Sangat Kurang
0 ≤ x < 46 E 0 Gagal

Nama Mahasiswa :…………………………………………………………


NIM : ............................................
Program Studi : .............................................................................
Nama Sekolah :…………………………………………………………

Aspek Penilaian Ujian Angka


Deskriptor Skor
Lisan Nilai Riil

1. Menjelaskan hasil Skor 4 : Dapat menjelaskan paling


pengamatan kultur sedikit 6 aspek pengamatan kultur
sekolah tempat sekolah.
observasi Skor 3 : Dapat menjelaskan 4 aspek
pengamatan kultur sekolah
Skor 2 : Dapat menjelaskan 3 aspek
pengamatan kultur sekolah
Skor 1 : Dapat menjelaskan 1 aspek
pengamatan kultur sekolah

2. Menjelaskan hasil Skor 4 : Dapat menjelaskan dengan


pengamatan Struktur jelas struktur organisasi sekolah dan
organisasi dan tata mendeskripsi tugas masing-masing
kerja Sekolah komponen organisasi sekolah.

Pengenalan Lapangan Persekolahan 30


Skor 3 : Dapat menjelaskan sebagian
besar struktur organisasi sekolah dan
mendeskripsi tugas masing-masing
komponen organisasi sekolah.
Skor 2 : Dapat menjelaskan sebagian 1 2 3 4
besar struktur organisasi sekolah dan
mendeskripsi tugas sebagian kecil
komponen organisasi sekolah .
Skor 1 : Dapat menjelaskan sebagian
kecil struktur organisasi sekolah dan
mendeskripsi tugas masing-masing
komponen organisasi sekolah .

3. Dapat menjelaskan visi dan Skor 4 : Dapat menjelaskan dengan


misi sekolah lengkap visi dan misi sekolah secara
lengkap.
Skor 3 : Dapat menjelaskan sebagian
besar visi dan misi sekolah tempat PLP
1
Skor 2 : Dapat menjelaskan sebagian
kecil visi dan misi sekolah tempat PLP
1
Skor 1 : Tidak dapat menjelaskan visi
dan misi sekolah tempat PLP 1
4. Dapat menjelaskan peraturan Skor 4: Dapat menjelaskan bagaimana
dan tata tertib yang ada pada dengan lengkap sesuai lembar
sekolah yang diamati. pengamatan penerapan sangsi jika
terdapat pelanggaran tata tertib.
Skor 3 : Dapat menjelaskan sebagian
besar dari lembar pengamatan 1 2 3 4
penerapan sangsi jika terdapat
pelanggaran tata tertib.
Skor 2 : Dapat menjelaskan sebagian
kecil dari lembar pengamatan
penerapan sangsi jika terdapat
pelanggaran tata tertib.
Skor 1 : Tidak dapat menjelaskan
sebagian besar dari lembar pengamatan
penerapan sangsi jika terdapat
pelanggaran tata tertib.
5. Mengidentifikasi kegiatan- Skor 4 : Menyebutkan kegiatan
kegiatan seremonial-formal di seremonial-formal di sekolah dan
sekolah menjelaskan pola pembinaan
kokurikuler serta ekstrakurikuler sesuai
yang tercantum pada lembar
pengamatan.
Skor 3 : Menyebutkan kegiatan
seremonial-formal di sekolah dan
menjelaskan pola pembinaan
kokurikuler serta ekstrakurikuler
sebagian besar sesuai apa yang 1 2 3 4
tercantum pada lembar pengamatan.
Skor 2 : Menyebutkan sebagian kecil
kegiatan seremonial-formal di sekolah
dan menjelaskan pola pembinaan
kokurikuler serta ekstrakurikuler yang
tercantum pada lembar pengamatan.
Skor 1 : Tidak dapat menyebutkan
kegiatan seremonial-formal di sekolah
dan menjelaskan pola pembinaan
kokurikuler serta ekstrakurikuler sesuai
yang tercantum pada lembar
pengamatan.

6. Menjelaskan pembiasaan di Skor 4: Menjelaskan dengan sempurna


sekolah dalam kegiatan 3S pembiasaan di sekolah dalam kegiatan
(senyum,Sapa, Salam) 3S (senyum,Sapa, Salam).
Skor 3: Menjelaskan pembiasaan di
sekolah dalam kegiatan 3S
(senyum,Sapa, Salam). 1 2 3 4
Skor 2: Menjelaskan sebagian kecil
pembiasaan di sekolah dalam kegiatan
3S (senyum,Sapa, Salam).
Skor 1 : Tidak 13ias Menjelaskan
pembiasaan di sekolah dalam kegiatan
3S (senyum,Sapa, Salam).
7. Menjelaskan pengkondisian Skor 4: Menjelaskan dengan lengkap
awal belajar langkah demi langkah yang dilakukan
guru dalam pengkondisian awal
belajar.
Skor 3: Menjelaskan secara umum
langkah demi langkah apa yang 1 2 3 4
dilakukan guru dalam pengkondisian
awal belajar.
Skor 2: Hanya dapat menyebutkan
tanpa penjelasan langkah demi langkah
yang dilakukan guru dalam
pengkondisian awal belajar.
Skor 1: Tidak dapat menyebutkan
langkah demi langkah yang dilakukan
guru dalam pengkondisian awal belajar
.
8. Menjelaskan penggunaan Skor 4: Dapat menjelaskan semua
seragam sekolah. seragam yang digunakan di sekolah
dan jadwal pemakaiannya .
Skor 3: Hanya dapat menyebutkan
sebagian besar seragam yang
digunakan di sekolah dan jadwal 1 2 3 4
pemakaiannya .
Skor 2: Hanya dapat menyebutkan
sebagian kecil seragam yang digunakan
di sekolah dan jadwal pemakaiannya .
Skor 1 : Tidak lengkap menyebutkan
semua seragam yang digunakan di
sekolah dan jadwal pemakaiannya .

9. Menjelaskan kebiasaan Skor 4: Dapat menjelaskan dengan


positif yang dilakukan di lengkap kebiasaan positif yang
sekolah seperti menjaga dilakukan di sekolah seperti menjaga
ketenangan, memanfaatkan ketenangan, memanfaatkan waktu,
waktu, menciptakan suasana menciptakan suasana yang tenang dan
yang tenang dan nyaman untuk nyaman untuk belajar.
belajar. Skor 3: Dapat menjelaskan sebagian
besar kebiasaan positif yang dilakukan
di sekolah seperti menjaga ketenangan, 1 2 3 4
memanfaatkan waktu, menciptakan
suasana yang tenang dan nyaman untuk
belajar.
Skor 2 : Dapat menjelaskan sebagian
kecil kebiasaan positif yang dilakukan
di sekolah seperti menjaga ketenangan,
memanfaatkan waktu, menciptakan
suasana yang tenang dan nyaman untuk
belajar.
Skor 1: Hanya menjelaskan sebagian
dari kebiasaan positif yang dilakukan
di sekolah tempat PLP 1
10. Menjelaskan gambaran Skor 4: Dapat menggambarkan secara
secara keseluruhan suasana keseluruhan suasana sekolah yang
sekolah menyenangkan. menyenangkan.
Skor 3: Dapat menggambarkan
sebagian besar suasana sekolah yang
menyenangkan. 1 2 3 4
Skor 2: Dapat menggambarkan
sebagian suasana sekolah yang
menyenangkan.
Skor 1: Tidak dapat menggambarkan
suasana sekolah yang menyenangkan.

Keterangan:
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟
Nilai = × 100 =
40

Tanjungpinang,.............................20.....
Dosen Pembimbing,

Inelda Yulita S.Pd.,M.Pd


NIP
Lampiran 14: Sistematika laporan PLP 1

SISTEMATIKA LAPORAN
PENGENALAN LINGKUNGAN PERSEKOLAHAN I (PLP
1) FKIP UMRAH (penulisan sesuai panduan PLP 1)

Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
(mengapa masalah yg diamati dianggap penting dan menarik atau dapat juga diuraikan
kedudukan masalah yang diamati ini dalam permasalahan yang lebih luas.
B. Tujuan Kegiatan
C. Manfaat Kegiatan
BAB II HASIL KEGIATAN PENGAMATAN PLP 1
A. Kultur Sekolah
B. Struktur Organisasi dan Tata Kelola di Sekolah
C. Peraturan dan Tata Tertib Sekolah
D. Kegiatan-Kegiatan Ceremonial-Formal di Sekolah (misalnya: upacara bendera,
rapat briefing)
E. Kegiatan-Kegiatan Rutin Berupa Kurikuler, Kokurikuler, dan Ekstra-Kurikuler
F. Praktik-Praktik Pembiasaan dan Kebiasaan Positif di Sekolah.
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
LAMPIRAN
1) Surat Permohonan Izin PLP Dekan FKIP kepada Kepala Sekolah Praktikan
2) Surat Jawaban Pemberian Izin Kepala Sekolah Praktikan kepada Dekan FKIP
3) Lampiran 1, 2, 3, dan 4
4) Foto copy daftar hadir di sekolah praktikan (distempel dan diketahui kepala sekolah)
5) Dokumen/dokumentasi saat melakukan pengamatan di sekolah praktikan (gambar sekolah &
kegiatan, dll).
Lampiran 15: Halaman Judul (hardcopy warna ungu) PLP 1

LAPORAN
PENGENALAN LINGKUNGAN PERSEKOLAHAN I (PLP 1)

Nama Praktikan: Mira Santika


NIM : 160384204024
Program Studi : Pendidikan Kimia
Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Tanjungpinang

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2019
Lampiran 16: Lembar Pengesahan PLP 1

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN


PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN I (PLP 1)

Nama Praktikan : Mira Santika


NIM : 160384204024
Program Studi : Pendidikan Kimia
Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Tanjungpinang

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa praktikan sudah melakukan kegiatan pengamatan di


sekolah ini mulai dari 06 Agustus 2019 s/d ........................................(tgl/bln/thn). Adapun hasil dari
kegiatan tersebut sudah dituliskan dalam laporan Pengenalan Lapangan Persekolahan I (PLP 1) ini.

..........................,........................20....

Mengetahui,
Dosen Pembimbing, Guru Pamong, Praktikan,

INELDA YULITA S.Pd.,M.Pd SAFRAWITA S.Pd MIRA SANTIKA


NIP. NIP. NIM.160384204024

Menyetujui,
Kepala Sekolah

Drs. KARIADI
NIP.19680810 199803 1 006
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya,
sehingga pelaksanaan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 (PLP) Universitas Maritim
Raja Ali Haji tahun 2019 yang berlokasi di SMA Negeri 2 Tanjungpinang dapat terlaksana dengan
baik dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Adapun penyusunan laporan PLP 1 ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara
lengkap mengenai lingkungan sekolah mulai dari kegiatan di sekolah, kultur budaya sekolah serta
pembiasaan di sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
Penyusunan laporan kegiatan PLP 1 ini merupakan salah satu bentu
pertanggungjawaban tertulis atas terlaksanya kegiatan PLP 1. Dalam pelaksanaan PLP 1, sampai
dengan penyusun laporan ini tidak akan terlaksana tanpa adanya kerjasama dari mahasiswa PLP 1
di SMA Negeri Tanjungpinang dan guru pamong serta berbagai pihak yang telah mendukung
kegiatan PLP 1 ini, karena itulah penyusun ingin menyampaikan benyak terima kasih kepada Allah
SWT yang telah memberikan kemudahan, kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam kegiatan PLP
1 ini, Bapak dan Ibu yang selalu mendoakan dan selalu memberikan semangat kepada penulis
dalam melaksanakan kegiatan PLP 1, Syarifa Asyura selaku guru pamong lapangan di SMA Negeri
2 Tanjungpinang yang telah memberikan arahan dan bimbingannya, Drs.Kariadi selaku Kepala
Sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang atas kerjasama, dukungan dan bimbingannya, seluruh guru
dan tata usaha yang selalu bersedia membimbing kami selama PLP 1, serta dengan ikhlas telah
berkenan membantu pelaksanaan PLP 1, rekan – rekan seperjuangan terima kasih atas
kerjasamanya`, serta semua pihak yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan PLP 1 di SMA
Negeri 2 Tanjungpinang.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
penyusun berharap kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun dan dapat menjadi
referensi untuk penyusun laporan kegiatan yang sejenis.

Tanjungpinang September 2019


Penyusun

Mira Santika
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu interaksi manusia antara pendidik atau guru dengan peserta
didik atau siswa yang dapat menunjang pengembangan manusia seutuhnya yang berorientasi
pada nilai – nilai dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan yang berhubungan dengan
usaha – usaha pengembangan manusia tersebut. Pendidikan dipandang sebagai salah satu faktor
utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi, yaitu melalui peningkatan produktivitas tenaga
kerja terdidik dan professional. Disamping itu pendidikan jugaa dipandang mempunyai peranan
penting dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan bangsa. Kualitas pendidikan dapat
diketahui dari dua hal, yaitu : kualitas proses dan produk. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai
kegiatan yang disengaja atas input siswa untuk menimbulkan suatu hasil yang diinginkan
sebagai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai sebuah proses yang disengaja maka pendidikan
harus dievaluasi hasilnaya untuk melihat apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan
yang diinginkan dan apakah proses yang telah dilakukan efektif untuk mencapai hasil yang
diinginkan.
Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal (1) Ayat (1)
menyatakan bahwa Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pasal 8
menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasioanl. Selanjutnya pasal 9 menyatakan bahwa kulifikasi akademik sebagaimana dimaksud
didalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program dimproma
empat.
Berdasarkan amanah Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
maka penyiapan calon pendidik selanjutnya diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi,
dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan
Guru (SN Dikgu). Pendidikan guru sebagaimana dijelaskan pada SN Dikgu meliputi Program
Sarjana Pendidikan yang diselenggarakan oleh LPTK. Selanjutnya pasal 15 menyatakan bahwa
Program Pendidikan Profesi Guru yang selanjutnya disebut Program PPG adalah program
pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk
mendapatkan sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang
selanjutnyadisingkat LPTK sebagaimana dinyatakan pada Undang – Undang Nomor 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 Ayat (14) adalah perguruan tinggi yang diberi tugas oleh
pemerintah untuk menyelenggarakan program pengadaan guru pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan / atau pendidikan menengah serta untuk
menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu kependidikan dan nonkependidikan.
Implikasi dari berbagai peraturan perundangan yang terikat dengan guru dan pendidikan,
hal yang paling mendasar adalah perubahan, pengembangan, inovasi, dan penyesuaian adalah
kurikulum untuk penyiapan guru professional, khususnya kurikulum pendidikan Program
Sarjana Pendidikan. Kurikulum pendidikan Program Sarjana Pendidikan yang bermutu, akan
menghasilkan calon pendidik yang bermutu. Calon pendidik yang bermutu akan dapat
mengikuti Program PPG dengan baik, dan akhirnya akan dihasilkan luaran sebagai guru
professional. Menyikapi berbagai pandangan diatas, maka model pengembangan kurikulum
pendidikan guru yang dilakukan dengan memperhatikan prinsip – prinsip berikut.
Pertama, keutuhan penugasan kompetensi yang terkait dengan akademik kependidikan
dan akademik bidang studi. Dan jikaa memungkinkan keutuhan untuk pendidikan akademik dan
pendidikan profesi, mulai dari perekrutan, pendidikan akademik, dan pendidikan profesi.
Namun jika tidak memungkinkan terintegrasi antara pendidikan akademik kependidikan dan
akademik bidang studi adalah mutlak. Kedua, Keterkaitan mengajar dan belajar. Prinsip ini
menunjukkan bahwa bagaimana cara guru mengajar harus didasarkan pada pemahaman tentang
bagaimana peserta didik sebenarnya belajar dalam lingkungannya. Dengan demikian
penguasaan teori, metode, strategi pembelajaran yang mendidik dalam perkuliahan di kelas
harus dikaitkan dan dipadukan dengan bagaimana peserta didik belajar di sekolah dengan
segenap latar belakang sosial – kulturnya. Oleh karena itu, pada struktur kurikulum pendidikan
akademik untuk calon guru harus menempatkan pemahaman awal (early exposure), yaitu
pemberian pengalaman sedini mungkin pada calon guru dengan Pengenalan Lapangan
Persekolahan (PLP) atau Internship di sekolah mitra secara berjenjang. Ketiga, adanya
koherensi antar konten kurikulum. Koherensi mengandung arti keterpaduan (integrated),
keterkaitan (connectedness), dan relevansi (relevance). Koherensi dalam konten kurikulum
pendidikan guru bermakna adanya keterkaitan di antara kelompok matakuliah bidang studi
(content knowledge), kelompok matakuliah yang berkaitan dengan pengetahuan tentang metode
pembelajaran secara umum (general pedagogical knowledge) yang berlaku untuk semua bidang
studi tertentu (content specific pedagogical knowledge), pengetahuan dan keterampilan dalam
pengembangan kurikulum (curricular knowledge), pengetahuan dan keterampilan dalam
pemilihan dan pengembangan alat penilaian (assessment and evaluation), pengetahuan tentang
konteks pendidikan (knowledge of educational context), serta didukung dengan pengetahuan
dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran
(information technology). Selain koherensi internal, kurikulum untuk Program Sarja Pendidikan
harus memperhatikan pula keterkaitan antar konten, baik pedagogi umum, pedagogi khusus
maupun konten matakuliah keahlian dan keterampilan dengan realita pembelajaran di kelas
sehingga terbangun keterkaitan kurikulum program studi dengan kebutuhan akan pembelajaran
di kelas atau sekolah (university – school curriculum linkage).
Berdasarkan pemaparan diatas dapat dinyatakan bahwa penyiapan guru professional
harus disiapkan mulai dari jenjang akademik baik pata tataran akademik di kampus maupun
pengenalan lapangan sedini mungkin pada setting nyata (latar otentik) di sekolah atau lembaga
pendidikan lainnya. Hal ini dimaksudkan agar calon pendidik memahami, mengetahui,
menghayati, menjiwai, dan memiliki kemampuan kritis dan analitis terhadap profesinya nanti.
Untuk itulah, selruh mahasiswa Program Sarjana Pendidikan wajib mengikuti tahapan
pemagangan penyiapan calon guru profesioanl melalui PLP.
Sebagaimana dinyatakan pada Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2017 pasal 1 butir 8,
PLP adalah proses pengamatan atau observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa
Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan
pendidikan di satuan pendidikan. PLP adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan guru
professional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan, berupa penugasan kepada mahasiswa
untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah /
lembaga pendidikan, latihan mengembangkan perangkat pembelajaran, dan belajar mengajar
terbimbing, serta disertai tindakan reflektif dibawah bimbingan dan pengawasan dosen
pembimbing dan guru pamong secara berjenjang.
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) adalah suatu mata kuliah yang menjadi
kewajiban bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, PLP merupakan sarana
pembelajaran yang akan menghantarkan mahasiswa sarjana mengenal, mengobservasi,
mempelajari, menganalisis aspek – aspek pendidikan yang dapat mencakup perencanaan
pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian hasil belajar, analisis hasil belajar, pelaporan hasil
belajar, manajemen pendidikan, administrasi pendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan
serta hubungan pendidikan dengan masyarakat dan pemerintah. Adapun tujuan dari Pengenalan
Lapangan Persekolahan (PLP) harus mempunyai sasaran yang jelas, tepat dan terukur, sehingga
setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa sarjana pendidikan mempunyai wawasan
lengkap tentang aspekyang berhubungan dengan praktik atau pelaksanaan pendidikan di satuan
pendidikan. Disamping itu, Mata Kuliah PLP juga harus mampu memberikan konstribusi
kepada satuan pendidikan dalam usaha pembangunan pendidikan baik hal – hal segi konseptual,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Secara umum aspek – aspek praktik pendidikan yang
harus diamati, dianalisis, dipelajari, dan dipahami oleh mahasiswa PLP adalah : kurikulum
pendidikan, implementasi kurikulum, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,
evaluasi pembelajaran, penilaian hasil belajar, pelaporan hasil belajar, kesiswaan, manajemen
persekolahan, manajemen kelas, manajemen sumber belajar, kebijakan pendidikan, dan
lingkungan internal persekolahan. Jenis kegiatannya bervariasi, beberapa contoh yang dapat
dikembangkan dalam PLP, seperti : pengembangan metode pembelajaran efektif dan menarik,
pengembangan sumber belajar,pengembangan model penilaian hasil belajar (seperti penilaian
autentik), penilaian kolaborasi pendidikan dan lain sebagainya yang dipayungi oleh sifat
simbolis mutualis semua pihak yang terlibat dalam kegiatan PLP.
Guru yang professional adalah guru yang mau dimengerti dan cepat tanggap atas
kekurangan siswanya. Selayaknya sebagai seorang calon pendidik, guru diharapkan peka
terhadap permasalahan yang terjadi. Dengan kegiatan inilah mahasiswa dapat mengatahui
sejauh mana kemampuan yang dimilikinya untuk mendidik dan apa saja yang diperlukan untuk
meningkatkan keefektifan belajar didalam kelas. Guru harus senantiasa meningkatkan
kemampuan profesionalnya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar.
B. Tujuan
Penulisan laporan ini bertujuan untuk membangun jati diri pendidik dan memenuhi
kewajiaban yang diberikan oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji sebagai pelaksanaan tugas
keguruan selama PLP berlangsung di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, diantaranya :
1. Memberikan informasi yang dengan melakukan pengamatan langsung di tentang kultur di
SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
2. Mengetahui dan mengenal secara cermat menganai struktur organisasi dan tata kelola di
SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
3. Mengetahui tentang peraturan dan tata tertib di SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
4. Mengetahui tentang beberapa kegiatan ceremonial - formal yang sering di lakukan di SMA
Negeri 2 Tanjungpinang ( misalnya : upacara bendera, rapat briefing).
5. Mengetahui kegiatan – kegiatan rutin yang sering dilakukan di SMA Negeri 2
Tanjungpinang berupa ekstrakurikuler, dan kokurikuler.
6. Mengetahui praktik – praktik pembiasaan dan kebiasaan positif apa saja yang sering
dilakukan di SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
C. Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan laporan ini yaitu :
1. Bagi penulis, sebagai tugas untuk memenuhi Mata Kuliah dan bukti penulis telah
melaksanakan PLP 1 di SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
2. Memperluas wawasan serta menambah pengalaman pada saat melakukan observasi.
3. Memberikan informasi baru mengenai kultur di SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
4. Dapat menemukan hal baru yang belum pernah ditemukan di sekolah.
5. Memberikan informasi mengeanai hal – hal positif apa saja yang dilakukan di SMA Negeri
2 Tanjungpinang.
BAB II
HASIL KEGIATAN PENGAMATAN PLP 1
A. Kultur Sekolah
Ketika seseorang menyebut nama sekolah, kesan perta yang akan muncul dalam
pikirannya adalah kesan ceria, nyaman, kreatif, disiplin, bersih, bersemangat, dan penuh
prestasi membanggakan mengenai sekolah tersebut, atau kesan kusam, semrawut, kotor, jorok,
loyo dan karenanya tidak ada satupun prestasi yang dibanggakan kesan itulah yang terbangun
dari proses pembentukan kultur sekolah. Kultur sekolah menjadi salah satu daya tarik
konsumen untuk menggunakan jasa pendidikan yang ditawarkan sekolah. Semakin positif
kultur sebuah sekolah, maka konsumen pendidikan akan semakin tertarik kapada sekolah
tersebut, yang terpenting kultur sekolah merupakan landasan dari tercapainya semua bentuk
prestasi warga sekolah.
Kultur sekolah adalah serangkaian keyakinan, harapan, nilai – nilai, norma, tata aturan, dan
rutinitas kerja yang diinternalisasi warga sekolah sehingga mempengaruhi hubungan sejawat
dan kinerja warga sekolah dalam upaya mencapai tujuan sekolah. Kultur inilah yang menjadi
pembeda antara sekolah satu dengan yang lainnya. Menurut Gareth R. Jones dan Jennifer M.
George (2009), kultur sekolah adalah sebuah organisasi sekolah, ada yang memiliki kultur kuat
(strong) da nada pula yang lemah (weak). Ketika warga sekolah, dari kepala sekolah hingga
bagian kebersihan, memiliki komitmen yang tinggi terhadap nilai – nilai yang disepakati
bersama maka sekolah tersebut memiliki kultur yang kuat. Sebaliknya, jika sekolah atau
sebagian warga sekolah tidak memiliki komitmen terhadap implementasi nilai – nilai yang
disepakati maka sekolah tersebut memiliki kultur organisasi yang lemah. Sekolah yang tampak
semrawut karena warganya kurang disiplin dan prestasi apapun akan sulit tumbuh di
lingkungan sekolah yang tidak memiliki kemampuan kultur positif. Semua warga sekolah
betanggungjawab untuk membangun kultur sekolah serta berkontribusi dalam membangun
kultur sekolah, namun kepala sekolah sebagai manager puncak, dengan kewenangan dan
kekuasaannya yang lebih memikul tanggungjawab terbesar dalam mendorong terbentuknya
kultur sekolah yang positif. Sekolah yang memiliki kultur yang bagus pastilah dipandu oleh
seorang manager yang memiliki keberanian dan kedisiplinan yang tinggi serta sangat perhatian
terhadap detail – detail kebersihan dan ketertiban lingkungan sekolahnya, sebaliknya sekolah
yang semrawut dimana warga sekolahnya tidak memiliki komitmen terhadap kedisiplinan dan
ketertiban sekolah, dapat dipastikan kepala sekolahnya adalah sosok yang kurang bermutu dan
tidak berwibawa karena dirinya sendiri tidak memiliki komitmen terhadap kultur positif
sekolah atau tidak mampu berdiri kokoh sebagai teladan.
Kultur sekolah yang positif harus dibangun atas landasan ilmu dan pemahaman yang
memadai. Mengapa sekolah ini harus menerapkan kedisiplinan dalam berbagai hal, misalnya,
harus dipahami oleh semua warga sekolah. Oleh karena itu tahapan sosialisasi menjadi langkah
awal penanaman kultur, khususnya kepada warga baru, guru atau siswa baru. Melalui tahapan
sosialisasi, warga sekolah mengawali proses internalisasi nilai – nilai dan norma yang dianut
sekolah. Tahapan berikutnya adalah pemantapan melalui serangkaian kegiatan pembiasaan
dengan keteladanan piramid. Kepala sekolah menjadi tokoh utama keteladanan diikuti guru dan
karyawan sedangkan peserta didik menjadi followers yang menyerap nilai – nilai positif dari
perilaku para pemimpinnya. Kultur sekolah yang kuat membentuk wajah unik sekolah. Ketika
masyarakat menyebut sekolah A, maka sudah terbayang gambaran isi positif dari sekolah A
tersebut. Sebaliknya, sekolah yang kulturnya lemah, maka sudah terbayang diwajah masyarakat
bahwa sekolah tersebut kurang baik.
Di sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang memiliki kultur yang bagus karena dimana kita
ketahui bahwa sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang menjadi sekolah terfavorit menurut
masayarakat di Kota Tanjungpinang karena sekolah ini sudah terakreditasi A dan sudah
berbasis teknologi dan kemaritiman. Sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang memiliki suasana
yang nyaman, bersih, dan disiplin. Di sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang menerapkan 3S
(senyum, sapa, salam), setiap siswa yang bertemu dengan guru maka mereka secara spontan
sapa, senyum dan salam, setiap pagi ada guru yang menjaga gerbang sekolah maka pada saat
itu siswa melakukan 3S dan apabila sebelum masuk kelas juga melakukan 3S, apabila siswa
bertemu secara tidak sengaja maka biasanya siswa melakukan 3S terlebih dahulu sebelum
berinteraksi dengan guru yang bersangkangkutan. Pada saat pengkondisian awal belajar ketua
kelas wajib mengamankan kelasnya terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan doa dan salam,
ketua kelas bertanggungjawab untuk mengatur kondisi kelas sebelum awal belajar atau sebelum
guru melakukan pembelajaran. Upacara bendera, upacara dilaksanakan setiap hari senin mulai
pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.00 upacara hari senin merupakan upacara rutinitas yang
selalu dilakukan di SMA Negeri 2 Tanjungpinang upacara bendera hari senin wajib diikuti oleh
seluruh warga sekolah terkecuali guru yang piket pada saat itu. Peringatan hari upacara bendera
nasional lainnya seperti upacara memperingati hari pahlawan, upacara hari kemerdekaan, dan
masih banyak lagi juga dilaksanakan secara rutin di SMA Negeri 2 Tanjungpinang juga diikuti
oleh seluruh warga sekolah biasanya pada saat upacara mempringati hari besar nasional SMA
Negeri 2 Tanjungpinang melaksanakan upacara dengan melibatkan siswa yang tergabung
dalam Paskibraka sebagai petugas upacara, sedangkan upacara pada hari senin biasanya tiap
kelas sebagai pelaksananya, dan dilakukan secara bergantian dengan kelas – kelas lainya
dilakuakan secara adil dan merata. Apabila ada hari besar pelantikan seperti hari pelantikan
MPK (Majelis Perwakilan Kelas) maka akan langsung digabung dengan upacara setiap hari
senin. Penggunaan seragam sekolah di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, setiap siswa wajib
memakai seragam sekolah yang telah ditentukan sekolah, siswa diwajibkan memakai seragam
sekolah selama berada di lingkungan sekolah dan pada saat melaksanakan proses belajar
mengajar siswa juga diwajibkan memakai seragam sekolah. Pada hari senin - selasa siswa
diwajibkan memakai seragam putih abu – abu yang telah diberikan oleh sekolah, rabu siswa
diwajibkan untuk memakai seragam batik sekolah, kamis siswa diwajibkan memakai seragam
pramuka, jumat siswa diwajibkan memakai seragam kurung sekolah, dan sedangkan seragam
olahraga diwajibkan untuk siswa dipakai pada saat ada jam bidang studi olahraga dan pada saat
sekolah melaksanakan event – event besar terentu yang mengharuskan siswa wajib memakai
seragam olahraga. Anjuran menjaga kebersihan di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah banyak
dilakukan dengan adanya beberapa poster tentang dianjurkan menjaga kebersihan seperti
buanglah sampah pada tempatnya serta sudah disediakan banyak sekali tong sampah di
lingkungan sekolah. Dalam buku kerja sekolah sudah tertera juga bahwa siswa dilarang
membawa makan dan minum dikelas yang akan membuat kelas kurang bersih dan sudah ada
juga larangan yang di sampaikan bahwa sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang dilarang
membawa sterofoam yang dapat menyebabkan sampah di sekolah. Setiap upacara hari senin
selalu diingatkan oleh guruh bahwa jangan membuang sampah sembarangan dan setiap guru
selalu menegur siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa tersebut akan
diperingati oleh guru himbauan tentang dilarang membuang sampah sembarangan agar
terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman. Anjuran menjaga ketenangan di SMA Negeri
2 Tanjungpinang, apabila ada siswa yang melakukan pelanggaran maka siswa tersebut akan
ditegur oleh guru dan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah yang
terdapat di buku kerja sekolah dan sanksi tersebut akan dikenakan point didalam buku kuning
atau buku point, teguran pertama dilakukan oleh guru apabila siswa sudah tidak bisa dietgur
lagi maka akan ditindak lanjuti oleh guru BK (Bimbingan Konseling ) dengan memanggil
orang tua atau wali murid yang bersangkutan, dan apabila tidak bisa didengar maka akan
langsung ditindak lanjuti oleh kepala sekolah. Jika pada saat jam pelajaran terdapat kelas yang
kosong atau tidak ada guru yang mengajar di kelas tersebut maka, guru piket di wajibkan untuk
menggatikan guru yang tidak ada di kelas tersebut ataupun guru piket memberikan tugas
kepada kelas tersebut agar siswa tidak berkeliaran di luar dan menjaga ketenangan kelas dan
tidak menggangu kelas yang lain. Anjuran memanfaatkan waktu di SMA Negeri 2
Tanjungpinang, siswa biasanya melanjutkan tugas yang diberikan oleh guru di tempat – tempat
yang ada di sekolah seperti di pendopo, pendopo disediakan akan memudahkan siswa untuk
saling sharing mengenai pembelajaran atau hal apapun biasanya siswa melakukan sharing
kepada sesame temannya ataupun dengan guru. Terciptanya suasana yang tenang dan nyaman
untuk belajar, di kelas ketua kelas betanggung jawab untuk menertibkan kelasnya agar tidak
berisik dan mengganggu kelas yang lain, apabila terdapat siswa di luar kelas maka tidak di
wajibkan untuk siswa menimbulkan keributan yang mengganggu siswa atau membuat siswa
tidak nyaman. Setiap kelas pasti ada jadwal piket maka kelas harus bersih agar teciptanya
lingkungan kelas yang bersih dan lebih kondusif dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Suasana yang tenang dan nyaman juga dapat dilihat di SMA Negeri 2 Tanjungpinang seperti
setiap guru yang piket selalu melakukan monitoring pada setiap kelas untuk melihat keamanan
kelas. Suasana di sekolah yang meyenangkan,suasana di SMA Negeri 2 Tanjungpinang tenang
dan nyaman karena sekolah ini lebih bersih dan dikelilingi oleh beberapa pepohonan yang
membuat udara disini segar dan sejuk sehingga siswa senang melakukan aktivitasnya, terdapat
beberapa tempat duduk yang nyaman untuk memudahkan siswa dalam istirahat serta terdapat
beberapa lukisan pada dinding sekolah yang menggambarkan bahwa sekolah ini berbasis
kemaritiman. Apabila diadakannya event besar disekolah maka seluruh warga sekolah harus
turut berpartisipati dalam melaksanakan event tersebut agar terciptanya tali silahturahmi yang
lebih erat antara siswa dan guru.
B. Struktur Organisasi dan Tata Kelola di Sekolah
Salah satu tugas manager kepala sekolah adalah menata struktur organisasi sekolah
menetapkan personil lengkap dengan rincian tugasnya. Sistem organisasi yang baik akan
mempermudah pelaksanaan tugas – tugas dan tata kerja lainnya di sekolah. Sebagai pedoman
penataan struktur oranisasi sekolah yang baik, pemerintah menerbitkan Permendikbud Nomor 6
Tahun 2019 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah. Dalam peraturan tersebut diuraikan kedudukan, tugas dan fungsi serta struktur
organisasi sekolah mulai dari tingkat, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, SDLB, SMPLB, SMALB,
yang mulai diberlakukan tahun 2019/2020. Sekolah yang menyesuaikan kepada tata kerja dan
struktur organisasi sekolah sesuai Permendikbud wajib memperbaikinya paling lambat 3 tahun
sejak peraturan tersebut diterbitkan. Dalam permendikbud tersebut dijelaskan bahwa struktur
organisasi sekolah menegah atas sebagai berikut :
Susunan organisasi SMA terdiri atas :
1. Kepala
2. Wakil kepala
3. Subbagian Tata Usaha
4. Kelompok Jabatan Fungsional
Wakil kepala sebagaimana dimaksud pada nomor 2 untuk SMA paling banyak 4 orang, untuk
melaksanakan tugas bidang akademik, kesiswaan, hubungan masyarakat,sarana dan prasarana,
dan administrasi Satuan Pendidikan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksudkan pada
snomor 3 dipimpin oleh kepala yang membawahi kelompok jabatan pelaksana. Kelompok
Jabatan Fungsional pada nomor 4 terdiri atas guru dan pustakawan.
Struktur organisasi dan tata kelola di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah sesuai dengan
Permendikbud Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah. Dimana di SMA Negeri 2 Tanjungpinang terdiri dari 1
kepala sekolah dan 4 wakil kepala sekolah antara lain :
1. Kepala Sekolah Bapak Drs. Kariadi.
2. Bagian Kurikulum Bapak Mohammad Sumadi, S.Pd
3. Bagian Kesiswaan Bapak Syafril, S.Pd.I
4. Bagian Sarana dan Prasarana Dra. Elsa Suryandayani
5. Bagian Hubungan Masyarakat M. Saman, S.Ag
Berikut merupakan 4 wakil kepala sekolah yang terdapat di SMA Negeri 2 Tanjungpinang
pada struktur organisasi dan tata kelola di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah memuat semua
subbagian tata usaha dan berdasarkan tingkatannya. Di dalam struktur organisasi dan tata
kelola juga sudah memuat semua kelompok jabatan fungsional yang dimana terdiri atas guru
dan pustakawan yang bersangkutan di SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Pada struktur organisasi
dan tata kelola sudah dijelaskan semua mengenai tugas dan kewajiban semua anggotanya.
Deskripsi tentang tugas dan kewajiban guru sudah tertera pada buku kerja, deskripsi dituliskan
didalalm buku kerja agar lebih memudahkan anggotanya untuk melihat kewajiban apa saja
yang harus dilaksanakan sesuai dengan jabatan yang telah diberikan. Struktur bagan organisasi
dan tata kelola yang terdapat di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah dibuat terstruktur dan
sistematis mengenai jabatan guru yang telah ditentukan disekolah sehingga setiap orang dapat
mengetahui informasi mengenai struktur organisasi dan tata kelola dapat lebih mudah untuk
mencarinya karena sudah dibuatkan bagan yang konkrit sesuai dengan jabatan dan tugasnya.
C. Peraturan dan Tata Tertib Sekolah
Peraturan dan tata tertib sekolah adalah semua ketentuan atau peraturan dan program yang
dibuat oleh sekolah yang mengimplementasikannya harus mengandung nilai – nilai budi
pekerti dan tidak bertentangan dengan nilai – nilai budi pekerti, sehingga membuat suasana
sekolah yang kondusif. Atau dengan kata lain, ketertiban adalah suatu kondisi yang
mencerminkan keharmonisan dan keteraturan dalam pergaulan antar warga sekolah. Ketertiban
harus tercermin dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah penggunaan
waktu belajar mengajar dan berhubungan dengan masyarakat sekitar. Ketertiban tidaklah
tercipta sendirinya, melaikan harus diupayakan oleh warga sekolah. Tata tertib sekolah
hendaknya mencrminkan nilai - nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, ketertiban, kebersihan,
dan sopan santun. Dalam rangka pembudayaan budi pekerti luhur hal – hal yang perlu
dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam tata tertib berdasarkan kurikulum pedoman dan
pembinaan guru (1986:21), antara lain :
1. Semua warga sekolah wajib mengucapkan salam selamat pagi, selamat siang, dan
sebagainya apabila bertemu atau bertatap muka.
2. Berdoa sebelum atau sesudah proses belajar mengajar.
3. Kewajiban untuk melakukan ibadah bersama guna melatih ke disiplinan beribadah, dan
jiwa kebersamaan seperti: sholat bagi agama islam.
4. Kewajiban mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksnakan oleh sekolah seperti
memperingati hari – hari besar keagamaan.
5. Kewajiban menciptakan suasana aman, bersih, sehat, indah, tertib kekerluargaan,
nyaman, saling peduli di lingdkungan sekolah, tentram, damai dan lain sebagainya.
Peraturan tersebut sebaiknya dibuat dan dibahas bersama – sama dengan melibatkan
semua unsur warga sekolah, sehingga nilai – nilai, norma – norma dan aturan yang telah
dibuat dapat disepakati dan dilaksanakan bersama dengan penuh rasa tanggung jawab.
Setiap sekolah selalu mempunyai tata tertib yang harus ditaati oleh para siswanya, secara
garis besar adalah sebagai berikut :
1. Siswa harus hadir disekolah 5 menit paling lambat sebelum bel berbunyi.
2. Berbaris dengan tertib dan diatur ketua kelas.
3. Sebelum pelajaran dimulai dan pada akhir pelajaran, peserta didik berdoa sesuai dengan
keyakinannya masing – masing.
4. Peserta didik harus mengikuti upacara sekolah dengan tertib.
5. Peserta didik diwajibkan memakai pakaian seragam sekolah sesuai yang ditentukan
yang rapi dan bersih.
6. Peserta didik berpakaian seragam, baju harus dimasukkan ke dalam.
7. Tidak dibenarkan berkuku panjang, berambut gondrong, bagi muaslim perempuan
diwajibkan memakai jilbab sesuai dengan warna yang telah ditentukan sekolah, dan
bagi peserta didik perempuan dilarang memakai perhiasan yang berlebihan.
8. Selalu hormat kepada setiap orang.
9. Harus patuh kepada peraturan dan tata tertib yang telah ditentukan sekolah.
10. Bila tidak masuk sekolah orang tua atau wali murid harus memberitahu dengan lisan
atau secara tertulis ke sekolah.
11. Peliharalah buku dan alat perlengkapan yang telah disediakan.
12. Pada waktu istirahat tidak dibenarkan jajan di luar perkarangan sekolah.
13. Harus membantu dan menjaga kebersihan sekolah, membuang sampah pada tempatnya.
14. Bersihkan kembali WC yang telah digunakan.
15. Dilarang merusak sarana dan prasarana sekolah.
16. Menjaga lingkungan sekolah dan tidak merusak fasilitas sekolah.
17. Dilarang keras merokok.
18. Tidak dibenarkan membawa uang jajan berlebihan.
19. Harus menjaga nama baik sekolah dimanapun berada.
20. Tidak membuat kerusuhan di sekolah.
21. Tidak cabut pada saat jam pelajaran sedang berlangsung.
Berdasarkan penjelasan di atas di SMA Negeri 2 Tanjungpinang telah sangat disiplin
karena sesuai dengan visi dan misi di sekolah tersebut adapun bunyi visi dan misi antara lain
sebagai berikut :
Visi
Misi
Sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang sudah memenuhi aturan yang telah ditetapkan
karena di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, apabila ada siswa yang terlambat maka akn diberikan
sanksi yang sudah disepakati antara guru siswa dan orang tua atau wali murid, apabila siswa
melakukan pelanggaran makan juga akan diberikan sanksi, sanksi yang diberikan berupa point,
point tersebut tercatat didalam buku kuning atau buku pelanggaran yang dilakukan siswa. Jika
siswa melakukan pelanggaran yang dibatas wajar maka akan ditindak lanjuti oleh guru BK
(Bimbingan Konseling), yang kemudian jika tidak mendapat perubahan maka akan ditindak
lanjuti secara langsung oleh kepala sekolah dengan melakukan panggilan kepada orang tua atau
wali murid yang bersangkutan untuk memperingati siswa tersebut dan melakukan perjanjian
agar tidak melakukan hal yang dapat melanggar atauran sekolah dan merugikan diri sendiri.
Peraturan di SMA Negeri 2 Tanjungpinang harus ditaati oleh semua warga sekolah, ada
peraturan tentang guru dan siswa. Siapa saja yang memiliki keterkaitan dengan SMA Negeri 2
Tanjungpinang wajib mentaati atauran yang telah dibuat tanpa alas an apapun. Apabila guru
melakukan kesalahan atau melanggar maka akan di tegur oleh atasan yang menangani guru
tersebut. Dengan adanya peraturan yang dibuat oleh sekolah maka terciptalah sekolah yang
aman, nyaman, tentram dan damai, tanpa melakukan hal yang tidak diinginkan.
D. Kegiatan – kegiatan ceremonial – formal di Sekolah ( misalnya : upacara bendera,
rapat briefing)
a. Pelaksanaa kegiatan upacara bendera
Setiap hari senin disetiap lembaga pendidikan terutama sekolah dilaksanakan kegiatan
upacara bendera, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Dan hal itu, sudah menjadi
suatu kewajiban di sekolah. Begitupun dengan SMA Negeri 2 Tanjungpinang selalu
mengadakan upacara bendera setiap hari senin dan dilaksanakan di lapangan sekolah SMA
Negeri 2 Tanjungpinang itu sendiri. Terkecuali ujian sekolah tidak dilaksanakan upacara
bendera setiap senin. Setiap peringatan hari upacara nasional di Indonesia SMA Negeri 2
Tanjungpinang juga melaksanakan upacara untuk memperingati hari tersebut yang
dilaksanakan di seluruh Indonesia, yang mana pada upacara tersebut petugasnya dilakukan
oleh purna paskibra dari sekolah. Apabila ada pelantikan seperti ketua OSIS dan ketua MPK
maka dilaksanakan pada upacara bendera setiap hari senin.
b. Ceremonial lainnya
E. Kegiatan-Kegiatan Rutin Berupa Kurikuler, Kokurikuler, dan Ekstra-
Kurikuler
a. Kegiatan kokurikuler dan ekstrakulikuler (meliputi jenis kegiatan dan jadwal pelaksanaan)
Untuk kegiatan kokurikuler di SMA Negeri 2 Tanjungpinang tidak diadakan. Menurut
informasi yang saya dapat, SMA Negeri 2 Tanjungpinang tidak mengadakan kegiatan
kokurikuler seperti les dikarenakan jadwal siswa sudah padat maka tidak diperlukan
mengadakan kegiatan seperti itu. Biasanya siswa melaksanakan les diluar sekolah seperti
bimbel.
Adapun kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Tanjungpinang terdiri dari PKS
Pasus, PIK R, PMR, Olahraga, IPTEK/KIR Pramuka wajib/ Pramuka minat, FODEDA,
English Club, Satgas Adiwiyata, LCC 4 PILAR, KEROHANIAN ISLAM, MULTIMEDIA,
TEATER, KPS/PERPUSTAKAAN dan SENI BUDAYA. Kegiatan ekstrakurikuler ini
dilaksanakan setiap hari jumat dan sabtu,kegiatan ekstrakurikuler tidak diwajibakn untuk semua
siswa hanya siswa yang berminat saja yang boleh mengikuti ekstrakurikuler yang diadakan di
sekolah. Kecuali, kegiatan ekstrakurikuler pramuka wajib, kegiatan ini diwajibkan bagi siswa
kelas X sedangkan untuk kelas XI dan XII tidak diwajibkan. Ekstrakurikuler pramuka biasanya
diadakan setiap satu minggu sekali dimulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 10.00 yang
dilaksanakan pada hari sabtu. Bagi siswa yang tidak hadir diwajibkan mengirim surat keterangan
dari dokter. Apabila tidak ada keterangan, maka siswa tersebut di panggil dan menghadap
pembina pramuka itu sendiri.
b. Peran guru dalam membina kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Karena tidak adanya kegiatan kokurikuler di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, maka peran
guru dalam hal ini tidak ada. Untuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka wajib, peran guru
disini adalah melihat keadaan kepada peserta didik, setelah itu pembina atau guru yang
bersangkutan menyuruh murid untuk mengambil alih untuk memberikan materi atau pun
game – game dengan peserta didik yang sudah diberikan oleh kakak pembina pramuka
(guru). Sedangkan peran guru untuk ekstrakurikuler lainnya yaitu merencanakan suatu
kegiatan yang akan dilakukan anggotanya dan guru memberikan arahan untuk rencana
tersebut.
c. Keterlibatan siswa dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Karena tidak adanya kegiatan kokurikuler di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, maka
keterlibatan siswa tidak ada. Keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler yang diadakan di
sekolah SMA Negeri 2 Tanjungpinang yaitu untuk selalu hadir dalam acara yang diadakan,
misalnya peserta didik diwajibkan untuk hadir dalam kegiatan seminar yang diadakan oleh
anggota dalam ekstrakulikuler dan lembaga luar lingkungan sekolah. Sedangkan untuk
pramuka yaitu kewajiban siswa kelas X untuk ikut dalam kegiatan pramuka setiap
minggunya.
F. Praktik-Praktik Pembiasaan dan Kebiasaan Positif di Sekolah.
a. Kebiasaan pengkondisian interaksi dan komunikasi siswa di lingkungan sekolah. O
Setiap sekolah menginginkan suasana yang tenang dan nyaman selama berlangsungnya
kegiatan belajar mengajar (KBM). Seperti yang telah saya amati untuk kebiasaan kondisi
interaksi dan komunikasi peserta didik di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sangatlah kondusif.
Bahkan ketika waktu istirahatpun lingkungan SMA Negeri 2 Tanjungpinang sangatlah
tenang. Hal itu disebabkan oleh cara interaksi siswa sangat sopan dan tidak ada yang
berbicara dengan nada tinggi (teriak – teriak ) sehingga tidak membuat suasana lingkungan
sekolah menjadi gaduh. SMA Negeri 2 Tanjungpinang sangatlah peduli terhadap kebersihan
sekolah baik didalam maupun diluar kelas. Untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah,
upaya yang dilakukan sekolah dengan meletakkan tempat sampah di depan kelas dan juga
membuat jadwal piket harian kepada siswa di setiap kelas. Setiap sebelum pelajaran dimulai
dan setelah pelajaran berakhir, guru juga membiasakan siswa untuk melihat keadaan
disekitarnya jika ada sampah beliau menyuruh siswa itu mengambilnya dan membuangnya
ke tempat sampah. Begitupun dengan kondisi kantin, seperti yang telah saya amati SMA
Negeri 2 Tanjungpinang cukup memperhatikan pola kebersihan dan asupan makanan,
begitupun dengan sarana dan prasarana seperti halnya ruang lab, toilet dan lain – lain sangat
dijaga kebersihannya.
b. Pembiasaan dalam menjaga ketenangan dan kedisiplinan waktu.
Dalam hal kedisiplinan waktu, guru – guru SMA Negeri 2 Tanjungpinang sangatlah
bertanggung jawab dengan tugasnya. Seperti yang telah saya amati jarang sekali ada kelas
yang kosong ketika jam pelajaran dimulai, guru SMA Negeri 2 Tanjungpinang selalu
mengusahakan tidak ada jam kosong di kelas meskipun beliau ada kepentingan pribadi.
Begitu pula dengan peserta didik di SMA Negeri 2 Tanjungpinang mereka sangatlah disiplin
mengenai waktu. Mereka selalu tepat waktu dan selama saya berada di SMA Negeri 2
Tanjungpinang saya jarang melihat siswa datang terlambat ke sekolah. Begitupun ketika bel
masuk kelas mereka semuanya masuk ke dalam kelasnya masing – masing. Sehingga tidak
ada murid yang berada di luar kelas saat jam pelajaran. Jika ada kelas yang kosong maka
guru yang piket diwajibakan untuk mengganti atau memberikan tugas dengan kelas yang
kosong tersebut.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang saya lakukan, dapat disimpulkan bahwa SMA Negeri 2
Tanjungpinang sangat baik dalam melayani peserta didiknya. Sekolah memberikan sarana dan
prasarana yang lengkap terhadap peserta didiknya seperti halnya laboraturium sehingga dapat
menunjang kegiatan belajar peserta didik. SMA Negeri 2 Tanjungpinang juga sangat peduli
terhadap lingkungan, baik itu menjaga kebersihan, baik menjaga kebersihan di luar maupun
didalam kelas sehingga lingkungan sekolah pun menjadi bersih dan nyaman. Dan sikap yang
ditunjukkan guru – guru di SMA Negeri 2 Tanjungpinang sangatlah ramah dan terbuka,
sehingga murid merasa nyaman tidak ada rasa tenggang dalam melakukan kegiatan belajar
mengajar. Keunikan yang ada di SMA Negeri 2 Tanjungpinang itu sendiri adalah jadwal
pulang peserta didik tidak sama, kelas satu dengan yang lainnya, dan hal ini baru sayatemui di
SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
B. Saran

Anda mungkin juga menyukai