Anda di halaman 1dari 2

PEMISAHAN MINERAL LEMPUNG UTAMA DALAM LEMPUNG RIAU DAN

LEMPUNG BOYOLALI DAN IDENTIFIKASINYA DENGAN METODE DIFRAKSI


SINAR - X

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-02-09 08:55:35


Oleh : Endang Tri Wahyuni, S2 - Chemistry
Dibuat : 1991-08-00, dengan 1 file

Keyword :
Identifikasinya dengan Metode Difraksi Sinar -X
Nomor Panggil (DDC) :
T 548.83 WAH
Url : http://93/5884

ABSTRAK:

Mineral lempung kelompok kaolin dan monmorilonit mempunyai kegunaan yang luas
dan sifat yang cukup penting- Identifikasi mineral lempung pada umumnya dilakukan
dengan metode difraksi sinar-X. Kesulitan dalam intepretasi difraktogram yang sering
timbul dalam teknik identifikasi ini adalah terjadinya pola difraksi yang kompleks akibat
adanya interstratifikasi berbagai jenis mineral lempung dan mineral non lempung dalam
lempung alam, dan terbentuknya pita difraksi yang lebar yang disebabkan oleh adanya
cacat kristal dan keteraturan krist'al lempung yang rendah. Kesulitan-kesulitan tersebut
dapat diatasi dengan menggunakan mineral lempung standar yaitu berupa kaolinit dan
monmorilonit murni sebagai pembanding. Tetapi pada kenyataannya lempung murni
sangat jarang ditemukan. Namun sesungguhnya mineral lempung murni dapat diperoleh
dengan cara sintesis ataupun pemisahan mineral lempung utama dalam lempung alam.
Dalam penelitian ini telah dilakukan pemurnian lempung dari Riau untuk mendapatkan
kaolinit dan dari Boyolali untuk monmorilonit murni, dengan cara pemisahan fraksinasi
berat jenis. Sebagai larutan pemisah digunakanbromoform dalam kloroform. Identifikasi
lempung hasil pemurnian dilakukan secara difraksi sinar-X . Kaolinit murni didapatkan
dari larutan bromoform dengan berat jenis 2,52 g/mL sedangkan monmorilonit pada
2,455 g/mL. Karakterisasi lempung murni meliputi analisis spektroskopi inframerah,
analisis kimia, penetapan harga kapasitas pertukaran kation total dan pemotretan secara
fotomikroskopi

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK:

Clay minerals of kaolinit and monmorilonit groups are widely used and have important
properties. The X-ray method is widely used for identification of the clay minerals. Some
difficulties of, diffractograms
may arise in this technique, such as : the presence of complex of diffraction patterns
affected by interstratifications of the different types of clay minerals and non clay
minerals in natural clays and, broad diffraction bands caused by imperfection and poor
arrangement of the crystals. The difficulties could be overcame by using standard clay
minerals of pure kaolinit and monmorilonit as a reference . Infact, the pure clays are very
rarely found. However, pure clay minerals could be produced by either synthetyc or
purification methods of natural clay. Purification of natural clays from Riau and Boyolali
to produce pure kaolinit and monmorilonit, respectively, has been done using density
fractionation separation technique. As a seperation solution bromoform is used. . The X-
ray diffraction technique is used to identify the kaolinit and monmorilonit product. The
pure kaolinitis abstracted from the bromoform solution having 2,52 and the monmorilonit
from the 2,455 densities in g/mL. Characterization of pure . clays includes the analyses of
infrared spectroscopy, chemical analyses, determinations of the value of the total cations