Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH ORINETASI BUKAAN UDARA TERHADAP KENYAMANAN TERMAL BAGI

PENGHUNI PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL (STUDI KASUS: PERUMAHAN PURI


BINTARO HIJAU)

Ashari Maulana Putra

Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik

Universitas Mercu Buana

Email : asharimp@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian terhadap kenyamanan termal dengan objek Perumahan Puri Bintaro Hijau dengan rumah
yang mempunyai orientasi bukaan kearah empat mata angin Rumah yang menghadap ke Timur Blok
C.11 No. 18, Rumah yang menghadap ke Selatan Blok C.08 No. 07, Rumah yang menghadap ke
Barat Blok C.08 No. 03, Rumah yang menghadap ke Utara Blok C.08 No. 05A. Suhu udara (Ta) yang
dianggap paling sejuk adalah yang menghadap ke selatan kemudian diikuti oleh utara kemudian timur
dan terakhir barat. Rumah yang beorientasi ke Selatan memilki suhu udara 26,2°C-32°C, Utara
memiliki Suhu Udara (Ta) 26,5°C-32°C, Timur memiliki Suhu udara (Ta) 28,6°C-32°C, Barat memiliki
Suhu Udara (Ta) 27,5°C-33°C. Kelembapan (RH) yang dianggap paling rendah ialah rumah yang
beorientasi ke selatan 65%-78,3%, Timur kelembapan 67,4%-77,3%, Utara kelembapan 68,4%-
78,5%, Barat kelembapan 68,4%-79,3%. Kecepatan angin Barat, selatan, dan utara 0-0,1m/s, timur
yang masih merasakan angin namun tidak terdeteksi oleh alat ukur.

Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Suhu udara, Kelembapan.

ABSTRACT
Or to satisfy thermal object with Housing Puri Bintaro Green with the house that has orientation
toward opening four houses facing to the Middle East Block C.11 No. 18, the house looking toward
the South Block C.08 No. 07, the house looking toward the West Block C.08 No. 03, the house
looking toward the North Block C.08 No. 05A. The temperature (Ta) that is deemed to be the most
cool toward the south is then followed by north and east and west last. The house that focus on the
South posseses air temperature 26.2 °C-32°C, America's air temperature (Ta) 26.5 °C-32°C, the
Middle East have air temperature (Ta) 28.6 °C-32°C, the West has air temperature (Ta) 27.5 °C-33
degrees Celsius. Humidity (RH) that is deemed to be the most low is the focus to the south 65%-78.3
percent, the Middle East with a 67.4 percent to 77.3 percent, America's 68.4 percent to 78.5 percent,
West with a 68.4 percent to 79.3 percent. Wind speed West, south, and the north 0-0,1m/s, the
Middle east that still feel the wind but could not be detected by measurement tools.

Key words : Thermal, The temperature comfort, the humidity.

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 1


PENDAHULUAN
Pembangunan rumah tinggal akhir-akhir ini meningkat pesat, seiring dengan pertambahan jumlah
penduduk. Dalam hal ini dengan hanya berbekal perancangan arsitektur khususnya rumah tinggal
tidaklah cukup dimana hanya mempelajari bentuk atap, struktur maupun massa bangunan, tetapi
mesti mendalami tentang kenyamanan termal dan penghawaan alami. Kenyamanan termal sangat
dibutuhkan tubuh agar manusia dapat beraktifitas dengan baik (di rumah, sekolah ataupun di
kantor/tempat bekerja). Szokolay dalam ‘Manual of Tropical Housing and Building’ menyebutkan
kenyamanan tergantung pada variabel iklim (matahari/radiasinya, suhu udara, kelembaban udara,
dan kecepatan angin) dan beberapa faktor individual/subyektif seperti pakaian, aklimatisasi, usia dan
jenis kelamin, tingkat kegemukan, tingkat kesehatan, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi,
serta warna kulit.

Lippsmeier menyatakan "pada temperatur 26°C umumnya manusia sudah mulai berkeringat serta
daya tahan dan kemampuan kerja manusia mulai menurun) dengan pembagian suhu nyaman orang
Indonesia menurut Yayasan LPMB PU, maka suhu yang kita butuhkan agar dapat beraktifitas dengan
baik adalah suhu nyaman optimal (22,8°C - 25,8°C dengan kelembaban 70%). Angka ini berada di
bawah kondisi suhu udara di Indonesia yang dapat mencapai angka 35°C dengan kelembaban 80%."

PENGERTIAN KENYAMANAN TERMAL


Dalam kaitannya dengan bangunan, kenyamanan didefinisikan sebagai suatu kondisi tertentu yang
dapat memberikan sensasi yang menyenangkan bagi pengguna bangunan. Manusia dikatakan
nyaman secara termal ketika ia tidak dapat meyatakan apakah ia menghendaki perubahan suhu yang
lebih panas atau lebih dingin dalam suatu ruangan. Sementara itu, Standard Amerika (ASHRAE 55-
1992) mendefinisikan kenyamanan termal sebagai perasaan dalam pikiran manusia yang
mengekspresikan kepuasan terhadap lingkungan termalnya [2]. Dalam standard ini juga disyaratkan
bahwa suatu kondisi dinyatakan nyaman apabila tidak kurang dari 90 persen responden yang diukur
menyatakan nyaman secara termal.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KENYAMANAN TERMAL


Menurut Fanger (1970) "faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal adalah 1.Tahap
aktivititas (pengeluaran hawa dalam tubuh). 2.Pengaruh termal daripakaian (nilai clo). 3.Suhu udara.
4.Suhu sinaran puratan. 5.Kadar kelembapan udara dan 6.Tekanan uap air dalam udara."

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 2


STANDAR KENYAMANAN UDARA DALAM RUANG
Untuk standar kecepatan angin menurut Lippsmeir (1997:38) Ø 0.25 m/s ialah nyaman, tanpa
dirasakan adanya gerakan udara. Ø 0.25 – 0.5 m/s ialah nyaman, gerakan udara terasa. Ø 1.0 – 1.5
m/s aliran udara ringan sampai tidak menyenangkan. Ø Diatas 1.5 m/s tidak
menyenangkan.Sedangkan untuk standar tingkat kelembapan berdasarkan SNI (1993) "daerah
kenyaman termal pada bangunan yang dikondisikan untuk orang Indonesia yaitu 40 % - 70 %."dan
untuk standar kenyamanan suhu menurut · SNI-14-1993-03 menyatakan daerah kenyamanan termal
pada bangunan yang di kondisikan untuk orang Indonesia yaitu : Ø Sejuk nyaman, antara suhu efektif
20.8°C – 22.8°C, Ø Nyaman optimal, ntara suhu efektif 22.8 °C – 25.8°C, Ø Hangat nyaman, antara
suhu efektif 25.8°C – 27.1°C.

DEFINISI BUKAAN UDARA DAN ORIENTASI BUKAAN UDARA


"Bukaan adalah lubang pada dinding atau lubang utilitas (ducting AC, plumbing, dsb.) yang harus
dilindungi atau diberi katup penyetop api/asap untuk mencegah merambatnya api/asap ke ruang
lainnya." berdasarkan Pasal 19 Angka 1 UU Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) "Orientasi adalah peninjauan untuk menentukan sikap (arah,
tempat, dsb) yg tepat dan benar.serta ada pengertian lain yaitu orientasi ialah pandangan yg
mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan."

FUNGSI BUKAAN DALAM BANGUNAN


Dalam jurnal yang disusun oleh Novan H. Toisi dan Kussoy Wailan John fungsi bukaan dalam
bangunanterdiri dari beberapa macam hal. Diantaranya sebagai berikut :

 Untuk memenuhi persyaratan kesehatan.


 Untuk menghasilkan Kenyamanan Termal.
 Untuk Pendinginan Ruang.

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 3


METODELOGI PENELITIAN

KERANGKA STUDI
Pengaruh orientasi bukaan udara terhadap kenyamanan termal bagi penghuni pada bangunan rumah
tinggal memiliki beberapa keterkaitan seperti pada kerangka studi dibawah ini :

Pengaruh orientasi bukaan udara terhadap kenyamanan termal bagi penghuni pada bangunan rumah
tinggal

Bukaan udara Kenyamanan Rumah tinggal


termal

Definisi Bukaan
udara &orientasi Pengertian kenyamanan Pengertian rumah
termal
bukaan udara tinggal

Fungsi bukaan Faktor-faktor yang


Definisi ruang
dalam bangunan mempengaruhi kenyaman
termal

Fungsi ruang
Standar standar
Standar kenyamanan termal
bukaan

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 4


LOKASI PENELITIAN
Dalam penyusunan penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan mengambil objek penelitian
pada perumahan di kawasan Pondok Aren Tangerang Selatan, perumahan yang diambil adalah
perumahan Puri Bintaro Hijau yang berdasarkan ke 4 arah mata angin. rumah yang berorientasi ke
arah timur diwakilkan dengan rumah di blok C.11 no.18, untuk yang menghadap ke selatan rumah
yang beradai di blok C.08 no.07. untuk rumah yang menghadap ke barat blok C.08 no.03, dan rumah
yang menghadap ke utara blok C.08 no.05A.

SIFAT PENELITIAN
Sifat penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu metode yang digunakan untuk meneliti pada
sampel tertentu, mengidentifikasi suhu nyaman dan rentang nyaman di ruang tamu beberapa rumah
di perumahan Puri Bintaro Hijau.

PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung terhadap objek penelitian
yang bersangkutan, yaitu kondisi termal di dalam ruang tamu selama 11/2 jam berdasarkan
3 waktu pagi siang dan sore. Setiap 15-20 menit dilakukan pengukuran faktor yang
berpengaruh fakor yang berpengaruh terhadap kenyamanan termal: suhu udara (T a),
kecepatan udara (Va), dan kelembaban udara (RH) di ruang tamu. Pengumpulan data
dengan pengukuran menggunakan LM-800A ke 4 titik.

METODE PENGOLAHAN DATA


Data yang diperoleh diolah dengan metode grafik. Data primer di tabulasi dan digambarkan secara
grafik. Data yang digrafikkan tersebut pengukuran fakor yang berpengaruh terhadap kenyamanan
termal: suhu udara (Ta), kecepatan udara (Va), kelembaban udara (RH).

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 5


HASIL PENGUKURAN KENYAMANAN TERMAL
Berdasarkan hasil penelitian dilapangan hasil pengukuran dari ke empat rumah yang berorientasi ke
empat arah mata angi dapat di bandingkan seperti ini :
pada suhu udara

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 6


Kelembapan

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari penelitian dan berdasarkan SNI-14-1993-03 menyatakan daerah kenyamanan
termal pada bangunan yang di kondisikan untuk orang Indonesia adalah hangat nyaman antara suhu
25,8°C-27,1°C jadirumah yang paling nyaman berdasarkan SNI-14-1993-03 adalah rumah yang
menghadap ke arah selatan kemudian rumahyang menghadap utara lalu timur dan kemudian yang
paling tidak nyaman adalah rumah yang menghadap ke arah barat.
Berdasarkan hasil penelitian dan berdasarkan standar SNI 1993 menyatakan daerah kenyaman
termal pada bangunan yang dikondisikan untuk orang Indonesia yaitu 40 % - 70 % sehingga rumah
yang paling nyaman berdasarkan SNI 1993 pada rumah yang paling nyaman untuk tingkat
kelembapannya adalah rumah yang menghadap ke arah timur kemudian barat, selatan dan trekhir
utara.

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 7


SARAN
Untuk kepentingan pengabdian di bidang arsitektur, terutama di bidang teknologi bangunan dan
kenyamanan termal, maka dari hasil penelitian dapat direkomendasikan beberapa hal yaitu :

Untuk tercapainya Kenyaman termal yang optimal dan efisiensi energi , maka disarankan untuk
merancang atau menata kembali penggunakan bukaan udara serta penambahan penghawaan
buatan seperti : kipas angin dan AC.
Membuat penghijauan di luar bangunan supaya udara yang masuk ke dalam bangunan lebih sejuk.
Membuka seluruh bukaan agar kecepatan angin yang masuk lebih banyak serta dapat menurunkan
suhu di dalam bangunan.

DAFTAR PUSTAKA

Ardhi. 2010. BUKAAN RUANG. http://ardi-architect.blogspot.com/2010/06/bukaan-ruang.html.


23 juni 2014

Atrium. 2011. Standar Kenyamanan Termal, Visual, dan


Audial.http://archzal.blogspot.com/2011/05/standar-kenyaman-termal-visual-dan.html. 24 juni 2014

ASHRAE, Hand book of Air Conditioning, Fundamental ASHRAE, Inc, USA 1989
Departemen Pekerjaan Umum. Standar Nasional Indonesia Tentang Standar Minimum Luas Bukaan.

Fanger (1970), Thermal Comfort : Analysis and Application in Environmental Engineering,


Danish Technical Press, Denmark.

Koenigsberger, O.H., Ingersoll, T.G., Mayhew, A., dan Szokolay, S.V., (1973), “Manual of
Tropical Housing and Building”, Part I Climatic Design, Longman, London.

Lechner. Norbert. 2001:70. Heating, Cooling, Lighting:Design Methods for Architects. New
York : Wiley.

Toisi. Novan H dan Kussoy Wailan John. (2009). Pengaruh Luas Bukaan Ventilasi Terhadap
Penghawaan Alami dan Kenyamanan Thermal Pada Rumah Tinggal Hasil Modifikasi Dari Rumah
Tradisional Minahasa, (manado), 23 juni 2014

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | 8