Anda di halaman 1dari 5

Proposal Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja

l. Latar Belakang

Masa remaja adalah masa yang begitu penting dalam hidup manusia, karena terjadi proses
awal kematangan organ reproduksi pada manusia yang disebut masa pubertas. Masa
peralihan dari masa anak – anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan dalam hal
fisik maupun psikis. Masa remaja dibedakan menjadi masa remaja awal usia 10 – 13 tahun,
masa remaja tengah usia 14 – 16 tahun serta remaja akhir pada usia 17 – 19 tahun (Rachmi,
2007). Kesehatan yang paling utama pada masa remaja adalah kesehatan reproduksi. Masa
remaja merupakan proses perjalanan hidup dari masa anak – anak yang terbebas oleh
tanggungjawab sampai pada masa dewasa yang memiliki berbagai tanggungjawab (Manuba
et al, 2009).

Situasi kesehatan reproduksi remaja usia 15 – 19 tahun adalah proposi pertama kali
berpacaran pada usia 15 – 17 tahun. Sekitar 33,3% remaja perempuan dan 34,5% remaja laki
– laki mulai berpacaran sebelum usia 15 tahun, sehingga mereka akan memiliki resiko
perilaku pacaran yang tidak sehat antara lain melakukan hubungan seks pranikah, sebagian
besar hubungan seksual pranikah didapatkan 57,5% pada laki – laki, 38% pada perempuan,
dan dipaksa oleh pasangan 12,6%. Kehamilan pada usia muda (<15 tahun) adalah 1,97%
dipedesaan lebih tinggi daripada dikota.

Hasil survey yang dilakukan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) didapatkan
data dari 33 provinsi yang menunjukan 62,7% remaja SMP tidak perawan. BKKBN tahun
2009 menyebutkan data yang sama bahwa terdapat 22,6% remaja melakukan seks bebas.
Sedangkan 89% remaja tidak setuju ada nya seks pranikah tetapi pada kenyataan nya yang
terjadi pada lapangan 82% remaja melakukan seks pranikah dengan temannya (Arliani,
2013).

Menurut BKKBN, program kesehatan reproduksi remaja adalah untuk membantu remaja agar
memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku hidup reproduksi sehat
bertanggungjawab, melalui advokasi, promosi, KIE, konseling dan pelayanan kepada remaja
yang memiliki permasalahan khusus. Materi kesehatan reproduksi remaja mencakup aspek
kehidupan remaja yang terkait dengan pengetahuan, sikap dan perilaku kehidupan seksual
serta berkeluarga. Di Jawa Tengah pada tahun 2010 khususnya pada Kota semarang, tingkat
pengetahuan kesehatan reproduksi menunjukan 43,2 % memeliki pengetahuan rendah, 37, 2
% memiliki pengetahuan cukup dan 19,5 memeiliki pengetahuan yang baik (PKBI, 2010).

ll. Tujuan

a. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan


reproduksi remaja pada siswa/siswi kelas VIII di SMPN 16 Medan.

b. Tujuan Khusus

a. Mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sebelum diberi pendidikan


kesehatan.

b. Mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja setelah diberi pendidikan


kesehatan

c. Menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan


kesehatan.

lll. Pelaksanaan

1. Topik kegiatan
a. Pengertian Kesehatan reproduksi remaja
b.
c.
2. Sasaran
Para siswa/siswi di SMPN 16 Medan
3. Strategi
a. Penyaji memberi informasi tentang pengertian kesehatan reproduksi remaja
b. Penyaji memberi informasi tentang
c. Penyaji memberi informasi tentang
d. Penyaji memberi informasi tentang
4. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi/tanya jawab
5. Media/Alat
a. Alat pembelajaran
1) Infokus
2) Laptop dan pointter
b. Media pembelajaran
1) Powerpoint
2) Leaflet
3) Video
6. Waktu dan Tempat
Hari /tanggal :
Pukul :
Tempat : di kelas
7. Pengorganisasian Waktu
a. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara :
1. Mardiati Silean
2. Aprilia Nababan
b. Penyuluhan tentang masalah kesehatan reproduksi remaja disampaikan oleh :
1. Meylani
2. Jesika S Silitonga
3. Dian surbakti
c. Penutup oleh pembawa acara :
1. Mardiati Silean
2. Aprilia Nababan
8. Organisasi Keanggotaan
Ketua Panitia : Asmadi Winranto
Sektretaris : Chisca Sintya Manullang
Bendahara : Salma Safitri
W. Bendahara : Dwina febriyanti
Penyaji / Leader : 1. Meylani
2. Jesika S Silitonga
3. Dian Surbakti

Pembawa acara : 1. Mardiati Silean


2.Aprilia Nababan

Moderator : Ns. Lasmarina Sinurat S. Kep, M. Kep

Seksi Peralatan : 1. Bhatiar A Ziliwu


2. Maulidan

Seksi Dokumentasi : 1. Darman Mendrofa


2. Mindayani

Seksi Konsumsi : 1. Salinda Manurung


2. Anamega S Berutu

Seksi Humas : 1. Ririn Sintinjak


2. Febrina M Sihombing

9. Uraian Tugas
a. Ketua Panitia
Bertanggung jawab terhadap kelangsungan acara sejak perencanaan,
persiapan, pelaksanaan, hingga berakhirnya kegiatan serta
mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan
b. Sekretaris
Bertanggung jawab mendokumentasikan seluruh kegiatan
(perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi)
c. Bendahara
Bertanggung jawab mempersiapkan dana untuk kegiatan
d. Penyaji
Bertanggung jawab memimpin dan mengarahkan proses
acara,merencanakan pertemuan berikutnya dan menutup acara
e. Pembawa Acara
Bertanggung jawab dalam memfasilitasi siswa dan siswi untuk
menggali informasi yang berhubungan dengan kesehatan, membuka
dan menutup acara selesai
f. Peralatan
Bertanggung jawab sepenuhnya atas semua perlengkapan yang dipakai
dari awal hingga berakhirnya kegiatan
g. Dokumentasi
Bertanggung jawab mendokumentasikan seluruh kegiatan penyuluhan
dari awal mulai sampai selesai
h. Konsumsi
Bertanggung jawab mengatur konsumsi semua peserta yang mengikuti
penyuluhan baik makan maupun minum
10. Tertib Acara
a. Pembukaa oleh pembawa acara
b. Penyampaian materi penyuluhan
c. Evaluasi oleh observer
d. Penutup
11. Evaluasi
1.Struktur
a. Peralatan yang disediakan dengan rencanakan yaitu LCD, Laptop.
b. Peserta hadir sebanyak
c. Seluruh mahasiswa hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut.
d. Tempat sesuai dengan yang direncanakan yaitu di ruangan/aula
e. Pelaksanaan penyuluhan berjalan sesuai dengan rencana.
2. Proses
a. Mahasiswa hadir sebelum acara
b.Semua peserta memperhatikan materi penyuluhan diberikan dengan baik.
3. Hasil
a.Siswa/ siswi mengerti bagaimana merawat
b. Siswa/siswi mengerti bagaimana caramencegah dan menanggulangi