Anda di halaman 1dari 12

PONDASI JEMBATAN

PERENCANAAN PONDASI LANGSUNG,


SUMURAN DAN TIANG PANCANG

DISAMPAIKAN PADA ACARA


DIKLAT TEKNIS KE BINA MARGA-AN TAHUN 2010

Oleh:
Ir. Andi Indianto, MT
KPS. PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATANJUR.TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

KEMENTRIAN PEKERJAAN UMUM


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BALAI DIKLAT PU WILAYAH II
Bandung, April 2010
2

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN
.1 Kriteria Desain Pondasi Jembatan

.2 Langkah – Langkah Perancangan Pondasi

.3 Data – Data Perancangan Pondasi


3.1 Data beban struktur bawah
3.2 Data Tanah Tempat Dudukan Pondasi.
.4 Persyaratan Pondasi

.5 Jenis - Jenis Pondasi

.6 Pemilihan Bentuk pondasi

7. Pondasi Dangkal dan Pondasi langsung


7.1 Pondasi Telapak ( kedalaman 1 sampai 5 m )
7.2 Pondasi Sumuran ( Pondasi Kaison)
7.3 Pondasi Dalam
7.3.1 Pondasi Sumuran Dalam
7.3.2 Pondasi Tiang Pancang dan Tiang Bor
3

CONTOH SOAL

1. Direncanakan pondasi untuk mendukung kepala jembatan seperti gambar dibawah:

Dari data sondir didapatkan nilai tahanan ujung pada kedalaman 4 meter di tempat rencana
kepala jembatan nilai konusnya sebesar 60 kg/cm2, sehingga direncanakan menggunakan
pondasi langsung sedalam 4 m dari permukaan tanah tempat kepala jembatan.

Perhitungan Pembebanan

Pll  4.9 ton / m


qll  0.9 ton / m 2

q DL Lt. Injak  0.6 ton / m 2

  1.8 ton / m3
  340

 2   tg  45  34 2   0.28
Ka  tg 2 450   2 0

Kp  tg  45     tg  45  34   3.54
2 0 2 0
2 2
4

Pada kedalaman 4 m dari permukaan tanah tempat kepala jembatan, didapatkan nilai qc = 60
kg/cm2. berdasarkan data nilai qc tersebut, dengan menggunakan rumus empiris Meyerhof
didapatkan nlai qa = 0.05 qc = 0.05 x 60 = 3 kg/cm2 = 30 ton/m2. Dan dengan menggunakan
gambar P7 dan P8 didapatkan nilai  =340, dan nilai  = 1,8 ton/m3. Dengan memprediksi
jenis tanah dibawah pondasi berupa tanah pasir kelanauan, maka didapatkan nilai tg.δ = 0.45.

Beban-beban yang diperhitungkan :

No Besar
No Macam beban Ta Rumusan (ton/m lebar
si pondasi)
Beban mati struktur atas ditambah Q1 = QDL + QLL+Pll
1 beban hidup Pll dan QLL / meter Q1 QDL= Volume x BJ 28.40
lebar pondasi; Q1=16.48+7.72+4.2

2 Berat struktur kepala jembatan G1 G1= Volume x BJ 12.24

Berat timbunan tanah dan beban G2=(vol, timbuan x BJ


3 G2 17.66
hidup di belakang kepala jembatan + Qdl plat injak + Qll )

4 Berat Headwall G3 G3 = vol Hw.x Bj beton 1.22

Berat timbunan tanah di depan


5 G4 G3 = vol, timbuan x BJ 6.26
kepala jembatan

Tekanan tanah aktif akibat berat plat Pa1=


6 Pa1 2.94
injak dan beban lalu lintas merata (qdl lt. Injak + qll).Ka.h

Tekanan tanah aktif akibat timbunan


7 Pa2 Pa2 = ½...h2.Ka 12.35
tanah dibelakang kepala jembatan

Tekanan tanah pasif penahan geser


8 Pp Pp=½...h2.Kp 12.74
tanah di depan kepala jembatan
5

Perhitungan Daya Dukung

V = Q1 + G1 + G2 + G3 + G4
= 28.40 +12.24 + 17.66 +1.22 +6.26
= 65.78 ton

Mpa = - Pa1 x 3.5 - Pa2 x 2.33 + Pp x 0.7


= - 2.94 x 3.5 - 12.35 x 2.33 + 12.74 x 0.7
= - 30.15 ton.m

Mg = -G4 x 0.95 + G3 x 0.5 + G2 x 1.05


Mpa = -6.26 x 0.95 + 1.22 x 0.5 + 17.66 x 1.05
= + 13.21 ton.m
Mg
V 65.78
V V    18.79 ton / m2
A 1x3.5
1.75 1.75
Mg 13.21
3.5 Mg   2
 6.47 ton / m2
W 1
6 x1x3.5

Mpa 30.15
18.79 18.79
Mpa   2
 14.77 ton / m2
W 1
6 x1x3.5

6.47
+
6.47 q max. = -18.79 + 6.47 – 14.77 = - 27.09
+ q max. = 27.09 ton / m2 ( tekan )
14.77
14.77 q min = -18.79 - 6.47 + 14.77 = - 10.49
= q min = 10.49 ton / m2 ( tekan )
10.49 qa = 0.05 qc = 0.05 x 60 = 3 kg/cm2
27.09
qa = 3 kg/cm2 = 30 ton/m2
qa > q max  30 ton/m2.> 27.09 ton/m2 ( ok )

Perhitungan Kestabilan Terhadap Geser

SF geser =1,5 ~ 2 Gaya geser = Pa = Pa1 + Pa2


= 2.94 + 12.35 = 15.29 ton
Tahanan gesek = Fs = V.tgδ
= 65.78 x 0.45 = 29.60 ton
Pa =15.29 t Gaya tahan = Pp + Fs = 12.74 + 29.60
V = 65.78 t = 42.34 ton
Pp =12.74 t Gaya tahan 42.34 ton
Safety Factor = =
Gaya geser 15.29 ton
Fs =29.60 t = 2.77  2 (ok)
6

Perhitungan Kestabilan Terhadap Guling

SF guling=1,5 ~ 2

Beban Besar (ton)


Q1 28.40
G1 12.24
G2 17.66
G3 1.22
G4 6.26
Pa1 2.94
Pa2 12.35
Pp 12.74

M. guling = - ( Pa1 x 3.5 ) – ( Pa2 x 2.33 )


= - ( 2.94 x 3.5 ) – (12.35 x 2.33 ) = - 39.07 ton.m

M. tahan = (Pp x 0.7) + (G4 x 0.7) + (Q1x1.75) + (G1x1.75) + (G3x2.2) + (G2x2.8)


= (12.74x0.7)+(6.26x0.7)+(28.40x1.75)+(12.24x1.75)+(1.22x2.2)+(17.66x2.8)
= 136.55 ton.m

Momen tahan 136.55


Safety Factor = = = 3.50  2 (ok)
Momen guling 39.07
7

2. Direncanakan pondasi untuk mendukung kepala jembatan seperti gambar dibawah:

Dari data sondir didapatkan nilai tahanan ujung pada kedalaman 5 meter di tempat rencana
kepala jembatan nilai konusnya sebesar 170 kg/cm2, sehingga direncanakan menggunakan 2
buah pondasi sumuran diameter 2 m ditanam sedalam 5 m dari permukaan tanah tempat
kepala jembatan.

Perhitungan Pembebanan
q DL Lt. Injak  0.6 ton / m 2
Pll  4.9 ton / m

qll  0.9 ton / m 2

G3

G1

G2
8

Berat setengah lebar kepala jembatan

Berat
No Macam beban Notasi Rumusan ( ton)

Struktur atas dan beban hidup


1 Q Q = 28.4 x 3.5 = 99.40
diatasnya

2 Kepala Jembatan G1 G1 = 4.26 x 2.4 x 4 = 40.90

Pondasi ( tebal dinding = 0.2 m G2 = ( x 1.8 x 0.2 x 2.4 x 4)


3 G2 15.68
dan tebal plat dasar = 0. 4 m ) + ( ¼ x  x 1.62 x 2.4 ) =

Timbunan tanah di belakang kep


G3 = (( 4.08 x 1.8 ) + ( 1.5 x
4 jembatan , perkerasan dan beban G3 36.58
1. 2 ) x 4 =
lalu lintas merata

V = Beban vertikal pada satu pondasi 192.56

Perhitungan Daya Dukung

Nilai qc pada kedalaman 5 meter ( dasar pondasi) dari permukaan tanah tempat kepala
jembatan = 170 kg/cm2.
Dari gambar P7 didapatkan nilai  = 410
Dari gambar P8 didapatkan nilai  =2.1 ton/m3.
Dari tabel P6 didapatkan nilai C = 0.49 kg/cm2 = 4.9 ton/m2
Dengan nilai  = 410, dari tabel P4 didapatkan nilai Nc= 83.86, Nq = 73.90,
N = 130.22.

Nilai qc pada kedalaman 3 meter ( tengah-tengah pondasi) dari permukaan tanah tempat
kepala jembatan = 40 kg/cm2.
Dari gambar P7 didapatkan nilai  = 320
Dari gambar P8 didapatkan nilai  =1.75 ton/m3.
Dari tabel P6 didapatkan nilai CA = 0.1.7 kg/cm2 = 1.7 ton/m2.
Dari tabel P5 didapatkan nilai tgδ = 0.45

Dasar pondasi berada 5 meter dibawah permukaan tanah, tahanan gesek pada dinding pondasi
boleh dihitung dan boleh juga diabaikkan..
9

Tahanan Gesek (Qs)


Ka  tg 2 450  
2   tg  45  32 2  0.31
2 0

PH1 = (1.75 x 1 x 4 x 0.31) = 2.17 ton/m


P H1
PH2 = ( 1 2 x 1.75 x 42 x 0.31) = 4.34 ton/m
P H2

PH = PH1 + PH2 = 6.51 ton/m

Qs = (( CA x Z) + (PH x Tgδ))Kll
= (( 1.7 x 4) + (6.51 x 0.45) x  x 2 = 61.13 ton

Qb = 1,3.c.Nc   .Z .Nq  0, 3. .D.N   . Ab 

= [(1.3 x 4.9 x 83.86)+ (1.75 x 4 x 73.90) + (0.3 x 2.1 x 2 x 130.22 )] x ¼  22 =


= ( 534.19 + 517.3 + 164.08 ) 3.14 = 3816.89 ton
Seluruh tubuh pondasi terendam air banjir, maka nilai Qs dan Qb direduksi 50%,
sehingga Qs = ( 0,5 x 61,13 ) = 30.56 ton , dan Qb = ( 0,5 x 3816.89) = 1908,45 ton.
 Qs Qb   30.56 1908,45 
QA        391.88ton
 SF SF   3 5 
Daya dukung pondasi QA= 391.88 ton > V = 192.56 ton ( ok )
Jika menggunakan pendekatan Meyerhof tanpa memperhitungkan tahanan gesek maka
 qc   1700 
QA =  xAb  =  x 0.25 x π x 22  =267.04ton > V = 192.56 ton ( ok )
 20   20 
10

3. Direncanakan pondasi untuk mendukung kepala jembatan seperti gambar dibawah:

Dari data sondir didapatkan nilai tahanan ujung pada kedalaman 12 meter di tempat rencana
kepala jembatan nilai konusnya sebesar 140 kg/cm2, sehingga direncanakan menggunakan
pondasi tiang pancang diameter 0.4 m

Perhitungan Pembebanan
q DL Lt. Injak + qll  0.6  0.9  1, 5 ton / m 2
Q

HR
nilai  =340, dan nilai  = 1,8 ton/m3
vv 0.9 Pa1

G2 Pa2
3.1
G1 2.35
1.57

Tanah timbunan  = 340 , dan  = 1,8 ton/m3


Ka  tg 2 450  
2   tg  45  34 2  0.28
2 0

PH1 = (1,5 x 4,7 x 0,28) = 1,98 ton/m


PH2 = ( 1 2 x 1,8 x 4,72 x 0,28) = 5,57 ton/m
11

Berat
No Macam beban Notasi Rumusan ( ton)
Struktur atas dan beban hidup
1 Q Q = 28.4 x 7 = 198,80
diatasnya

2 Kepala Jembatan G1 G1 = 4.26 x 2.4 x 8= 81,18

Timbunan tanah di belakang


G3 = (( 4.08 x 1.8 ) + ( 1.5 x
3 kep jembatan , perkerasan dan G2 21,36
1. 2 ) x 8 =
beban lalu lintas merata
Diagram gaya rem untuk
4 Gaya Rem HR 5,00
l = 20m
Tekanan tanah aktif akibat
5 perkerasan dan beban hidup Pa1 1,98 x 8 15,84
merata

Tekanan tanah aktif akibat


6 timbunan tanah dibelakang Pa2 5,57 x 8 44,56
kepala jembatan

Perhitungan gaya untuk satu tiang

Direncanakan digunakan tiang pancang  0,4 m sebanyak 10 buah.


Kemampuan maksimum untuk satu tiang adalah sebagai berikut:

0,8 0,8
a. Akibat gaya vertikal:
R1 akibat gaya vertikal
Q + G1 + G2
R1 akibat gaya vertikal= 
10
R2 akibat momen 198,80+ 81,18+21,36
= 30.13
10
b .Akibat momen
(-Pa1x2,35)-(Pa2x1,57)-(HR x3,1)+(G2x0,9)
R 2 akibat m = 
10 x 0,8
(-15,84x2,35)-(44,56x1,57)-(5x3,1)+(21,36x0,9)
  12,93
10 x 0,8
qs qs qs qs

Gaya yang bekerja pada satu tiang pancang (R ) = R1 + R1


R = 30,13 + 12,93 = 43,06 ton

qb qb
12

Perhitungan kapasitas / Daya dukung tiang pancang

Qu =qc.Ab +qs.Kll.Ls
Qu
Qa  , SF  3 ~ 5
SF
Tiang Pancang diameter 0,4 m,  Ab = 1
4 .π.0,42 = 0,13 m 2
. Kll =  .0,4 = 1.26 m
Tabel perhitungan daya dukung

Qb = Qs =
Kedalaman qc qs Qu Qa = Qu/4
No qc.Ab qs.Kll.
(m) ton/m2 ton/m ton ton
ton ton
1 6 70 8 9 10 19 5
2 7 120 12 16 15 31 8
3 8 200 16 26 20 46 12
4 9 240 18 31 23 54 13
5 10 400 21 52 26 78 20
6 11 100 24 13 30 43 11
7 12 1400 28 182 35 217 54

Efisiensi tiang

   (n -1).m  (m -1).n  
E  1 -  .  
 90  .m.n 
dimana θ = arc tg (D/k) = arc tg (0,4/1,6) = 14,04
m=2
n =5
D = 0,4
k = 1,6
14, 04  (5 -1) x 2  (2 -1) x5  
E 1 -  .    0,80
 90  2 x5 

Kedalaman Pemancangan
Kedalaman pemancangan 12 m, karena pada kedalaman 12 m daya dukung tiang mencapai (
54 x 0,80 ) = 43,20 ton > beban pada satu tiang = 43,06 ton.

Anda mungkin juga menyukai