Anda di halaman 1dari 3

4.

IUD/Spiral

onlinedoctor.lloydspharmacy.com
IUD (Intra Uterine Device) atau yang sering dikenal dengan
kontrasepsi spiral ini, merupakan salah satu alat kontrasepsi yang
cukup diminati oleh banyak pasangan di Indonesia. Selain karena
jangka waktu pencegahan kehamilan yang cukup lama, tidak
memerlukan perawatan rumit, juga tingkat kegagalannya rendah.
IUD biasa diletakkan di dalam rahim untuk menghadang sel
sperma menembus sel telur. Terdapat 2 jenis IUD yaitu yang
terbuat dari tembaga dan dapat bertahan selama 10 tahun, atau
yang mengandung hormon dan bertahan selama 5 tahun.

Efek Samping IUD:


 Keram perut atau rasa sakit pada bagian bawah perut
 Pendarahan yang cukup banyak saat menstruasi atau
bahkan menstruasi tidak teratur
 Dapat lepas atau bergeser (jika lepas biasanya akan keluar
bersama darah haid)
 Dapat terjadi infeksi jika tubuh menolak keberadaan IUD

5. Vasektomi
invitra.com
Vasektomi adalah tindakan KB yang dilakukan untuk
menghentikan aliran sperma dengan cara menutup saluran vas
deferens pada pria. Hal ini memerlukan tindakan medis atau
operasi dan bersifat permanen. Bagi pasangan yang tidak ingin
memiliki keturunan lagi biasanya akan menggunakan cara ini
sebagai salah satu option mencegah kehamilan.
Namun, karena hal ini bersifat permanen, akan lebih baik pria
yang akan melakukan sterilisasi ini benar-benar mantap dan yakin
sebelum menjalani tindakan. Dan pria yang melakukan tindakan
ini tidak perlu takut karena tidak menyebabkan ejakulasi, tidak
menurunkan gairah seks, atau kemampuan ereksi.

Efek samping vasektomi:


 Bisa terdapat darah di dalam air mani
 Memar pada testis beberapa bulan pasca operasi
 Pendarahan atau pembekuan darah pada area testis
 Infeksi pasca operasi
 Perasaan tidak nyaman pasca operasi

6. Tubektomi
huffingtonpost.com
Tubektomi merupakan tindakan KB permanent atau sterilisasi
pada perempuan, yang dilakukan dengan cara memotong atau
menutup tuba falopi sehingga sel telur tidak masuk ke dalam
rahim, sekaligus menghalangi sperma untuk masuk ke dalam tuba
falopi.
Sama seperti vasektomi, tindakan ini juga memerlukan operasi,
tidak mempengaruhi gairah seks ataupun menopause.

Efek samping tubektomi:


 Nyeri pada panggul atau perut
 Infeksi pasca operasi
 Pendarahan
 Komplikasi
 Beberapa orang juga dapat mengalami hamil ektopik
Setiap alat kontrasepsi ataupun tindakan pencegahan kehamilan
memang memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Efek
sampingnya pun akan berbeda-beda setiap orang, ada orang
yang mungkin akan mengalaminya, tapi ada pula yang tidak akan
merasakannya.
Mama dapat mengonsultasikannya pada dokter kandungan,
sebelum memilih alat kontrasepsi, terutama jika Mama saat ini
masih menyusui si Kecil.