Anda di halaman 1dari 4

Efusi Pleura

12 Nov 2018 22525 kali

Efusi pleura merupakan kondisi di mana terdapat cairan pada pleura, yaitu
selaput pembungkus permukaan paru. Kondisi ini dapat disebabkan oleh
dua faktor, yaitu produksi cairan yang berlebih atau penurunan
kemampuan lymphatic absorption. Normalnya, ruangan pleura ini juga
berisi cairan, namun dalam jumlah yang sangat sedikit, yaitu sekitar 10 ml.
Adanya cairan berlebih ini dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari
infeksi paru, penyakit jantung, cirrhosis, trauma, bahkan keganasan.

Sumber Gambar : medicinenet.com


Cairan efusi pleura ini dapat berupa transudate atau exudate. Cairan
transudate merupakan cairan yang serupa dengan cairan normal pada
ruangan pleura. Cairan transudate ini dapat ditemui pada kasus efusi pleura
karena penyakit jantung. Cairan exudate merupakan cairan yang banyak
mengandung protein, darah, bakteri, serta sel-sel peradangan. Cairan
exudate ini dapat ditemui pada kasus efusi pleura karena pneumonia atau
kanker paru. Cairan exudate inilah yang biasanya lebih berbahaya dan
direkomendasikan dokter untuk segera dilakukan ‘evakuasi'.

Sumber Gambar : medcomic.com

Untuk dapat menegakkan diagnosis efusi pleura, dokter pertama-tama


harus melakukan anamnesis terhadap pasien. Seperti misalnya, apakah
pasien memiliki riwayat trauma, keganasan, penyakit infeksi, penyakit liver,
penyakit jantung, dll. Selain anamnesis, dokter akan memperhatikan tanda
dan gejala yang mengarah ke efusi pleura. Karena efusi pleura ini
merupakan penumpukan cairan pada ruangan pleura, maka proses
pengembangan paru-paru akan terganggu saat bernapas. Oleh karena itu,
sesak napas adalah gejala utama dari kondisi ini. Selain itu, batuk juga dapat
menjadi gejala dari efusi pleura, terutama jika efusi pleura dilatarbelakangi
oleh infeksi pada paru-paru, seperti bronchitis atau pneumonia.
Pada pemeriksaan fisik, terutama pada efusi pleura dengan akumulasi
cairan > 300 ml, dokter biasanya menemukan beberapa abnormalitas pada
pemeriksaan paru-paru, misalnya suara redup pada perkusi paru,
pengembangan paru yang tidak simetris, serta penurunan fremitus taktil.
Untuk diagnosis pasti efusi pleura, dokter akan merekomendasikan
pemeriksaan radiologi paru seperti rontgen thorax atau CT scan paru.
Sedangkan untuk menegakkan penyebab dari efusi pleura, dokter akan
merekomendasikan pemeriksaan thoracocentesis untuk memeriksa
transudate atau exudate yang ada.

Sumber Gambar : britannica.com

Efusi pleura harus mendapatkan penanganan yang adekuat untuk


mencegah terjadinya perburukan kondisi dan komplikasi, seperti kollaps
paru yang dapat menyebabkan gagal pernapasan. Pengobatan untuk efusi
pleura dilakukan dengan cara mengobati kondisi yang melatarbelakanginya.
Misalnya, efusi pleura disebabkan oleh tuberculosis, maka pasien harus
menjalani terapi untuk kondisi tuberculosisnya. Selain itu, dokter mungkin
juga akan merekomendasikan dilakukan thoracentesis atau penyedotan
cairan pleura, terutama pada kasus di mana penumpukan cairan sudah
sangat banyak sehingga menyebabkan gejala yang sangat mengganggu
penderita, seperti sesah napas yang berat.