Anda di halaman 1dari 67

Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia
yang berkualitas mengharuskan Pemerintah Kabupaten Berau melalui
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menyiapkan
berbagai fasilitas yang diperlukan. Untuk mewujudkan hal tersebut
melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memandang
perlu untuk melibatkan peran Konsultan Perencana untuk melaksanakan
perencanaan teknis terhadap pelaksanaan pekerjaan dilapangan, Maka
kami dari konsultan perencana CV. Arcsindo Karya Utama telah
melaksanakan survey pendahuluan sehingga kami mendapat data primer
berupa Lingkup Kegiatan pada Perencanaan Pembangunan Asrama
Mahasiswa Makasar antara lain adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan Persiapan
2. Rencana Arsitektur
3. Rencana Pekerjaan Sipil dan Struktur
4. Pekerjaan Mekanikal / Elektrikal (M/E).
Untuk memenuhi hal-hal tersebut diatas, tentunya diperlukan
perencanaan dan kajian tata letak bangunan dalam menempatkan dan
mendesain komposisi yang optimal terhadap segala fasilitas yang
diperlukan agar keinginan tersebut diatas dapat dilaksanakan karenanya
diperlukan dalam upaya memberikan gambaran tahapan-tahapan
pembangunan fasilitas tersebut agar lebih terencana sesuai dengan
kebutuhan anggaran yang diperlukan dalam pentahapannya.’

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Asrama Mahasiswa
Makasar ini adalah memberikan gambaran yang jelas terhadap

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
komposisi dan perletakan bangunan serta fasilitas pendukung sesuai
dengan kaidah perencanaan dan teknis serta kebutuhan yang diinginkan
dalam upaya peningkatkan Sumber Daya Manusia.
Adapun Sasaran dari kegiatan Perencanaan Pembangunan Asrama
Mahasiswa Makasar ini adalah :
1. Memberikan gambaran yang jelas terhadap perletakan Ruangan
dan fasilitas pendukung yang akan dibangun.
2. Memberikan hasil perencanaan berupa Detail Engineering
Design (DED) dan Estimasi terhadap kebutuhan Ruangan dan fasilitas
yang diperlukan dalam upaya penyelenggaraan Pendidkan dengan
baik.
3. Rencana Anggaran Biaya terhadap Perencanaan Pembangunan
Asrama Mahasiswa Makasar.
4. Menyusun Laporan-Laporan hasil penyusunan bangunan
Perencanaan Pembangunan Asrama Mahasiswa Makasar.
5. Mempresentasikan hasil perencanaan kepada owneer’s dalam
upaya memberikan pemahaman terhadap hasil design.
6. Menyusun dokumentasi dari hasil perencanaan Asrama Makasar
tersebut.

1.3 DATA KEGIATAN

Adapun data kegiatan adalah sebagai berikut:


1. Nama Kegiatan : Pembangunan Gedung Kantor II
2. Nama Paket Pekerjaan : Perencanaan Pembangunan Asrama
Mahasiswa Makasar
3. Lokasi Kegiatan : Jalan A.P Petterani 1 No. 1 Kota
Makassar Provinsi Sulawesi Selatan
4. Pemberi Tugas : Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Berau
5. Konsultan Perencana : CV. ARCSINDO KARYA UTAMA
6. Nomor Kontrak : 04/PPK.PGK II/Perc-AMM/VII/2018

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
7. Tanggal Kontrak : 16 Juli 2018
8. Nilai Kontrak : Rp. 206.910.000,-
9. Waktu Pelaksanaan : 16 Juli s/d 13 Oktober 2018
10. Sumber Dana : APBD Tahun 2018
1.4 SISTEMATIKA PELAPORAN
Proses pengolahan laporan menggunakan perangkat lunak Miscrosof
Office 2010 dengan program Exel dan Microsof word. Produk gambar
diolah dengan menggunakan perangkat lunak Autocad Land
Development (LDD) 2000i, Auto Cad 2009/2010, 3Dmax dan Photo shop.
Laporan akan disampaikan dalam bentuk hard copy dan soft file berupa
back up CD.
Adapun jenis-jenis laporan yang akan diserahkan oleh Konsultan
Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah:
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Penyelidikan Tanah
3. Gambar Perencana 2d Dan 3d
4. Rencana Anggaran Biaya
5. Laporan Akhir Perencanaan
6. Soft Copy Data Dalam Bentuk Hardisk

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

BAB II
GAMBARAN LOKASI STUDI & RUANG LINGKUP PEKERJAAN

2.1 GAMBARAN LOKASI STUDI

Lokasi Pekerjaan
Perencanaan Pembangunan
Asrama Mahasiswa
Makasartersebut terletak Di Jl.
A.P Petterani 1 No. 1 Kota
Makassar Provinsi Sulawesi
Selatan termasuk dalam
lingkungan yang dapat
dikategorikan daerah padat.
Posisi Lahan yang digunakan untuk Asrama Mahasiswa ini berada pada
lingkungan padat penduduk, Untuk akses masuk akan mengambil
Entrance pada Jalan A.P Petterani sesuai kondisi Asrama yang sudah
ada.
Kondisi lokasi adalah lingkungan asrama yang terbentuk sesuai
kebutuhan Asrama mahasiswa tersebut. Kondisi lahan cenderung datar
dan bersebelahan dengan bangunan rumah penduduk . Dari kondisi
tersebut tentunya diperlukan adanya penyusunan tata ruang yang dapat
memberikan kenyamanan pada pengguna terhadap proses belajar
mengajar terutama letak sirkulasi ruangan.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
2.2 LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup dari pekerjaan yang dilakukan oleh Konsultan Perencana CV.
Arcsindo Karya Utama mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK)
yang dibuat oleh Owneer’s terutama pada desain perletakan dan tata
ruang yang terdiri dari ruang – ruang yang sedemikian rupa yang dapat
memberikan kenyamanan dalam melakukan aktifitas.
Dengan demikian harapan yang diinginkan owneer’s dapat terealisasi
dengan baik.
Adapun Lingkup Pekerjaan yang harus dilakukan oleh Konsultan
Perencana meliputi:
1. Kegiatan Pradesign
Kegiatan pradesign adalah merupakan draft awal yang digunakan
untuk menuangkan ide-ide yang diinginkan oleh owneer’s dalam
bentuk sketsa desain. Sketsa Desain tersebut diasistensikan kepada
pengguna jasa untuk mendapatkan persetujuan awal terhadap
kebutuhan yang akan diperlukan oleh Perencanaan Pembangunan
Asrama Mahasiswa Makasar.
2. Kegiatan Pengumpulan Data
Data dibedakan menjadi 2 yaitu data sekunder dan data primer. Data
sekunder berupa data-data hasil olahan pihak lain yang masih relevan
dan berguna dalam proses perencanaan seperti laporan-laporan,
Peta-peta, Gambar-gambar, dan literatur-literatur / buku-buku yang
berkaitan dengan proses kegiatan perencanaan. Sedangkan data
primer adalah data yang dihasilkan dengan melakukan survey
lapangan terhadap kondisi lokasi studi dengan melibatkan team dari
personil konsultan itu sendiri. Adapun data primer yang diperlukan
adalah:
- Data Topografi Lokasi (kontur)
- Data Luasan Area Lokasi yang disurvey
- Data Kondisi Tanah di lokasi tersebut secara visual
- Data Kondisi Lingkungan Area Lokasi

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
- Data Jaringan Akses jalan
- Data Kondisi Utilitas dan drainase yang akan dibangun sesuai
dengan hasil pengukuran lapangan.
Data Primer ini merupakan data valid, aktual dan merupakan
komponen utama dalam melakukan suatu perencanaan. Dengan data
ini perencana dapat menganalisa kondisi dan situasi lokasi menjadi
lebih objectif dan aktual.
3. Kegiatan Analisa

Setelah proses pengumpulan data dilakukan, baik pengumpulan data


sekunder maupun data primer, maka lingkup pekerjaan selanjutnya
adalah melakukan kegiatan analisa terhadap hasil pengumpulan data
tersebut. Analisa disini meliputi beberapa aspek yang menyangkut
kegiatan perencanaan tata ruang bangunan sarana pelatihan selam.
Dalam menganalisa kegiatan perencanaan tata ruang bangunan
sarana pelatihan selam tersebut, tentunya diperlukan team yang
mampu baik secara pengalaman maupun kemampuan teknisnya. Hal-
hal yang perlu dianalisa adalah sebagai berikut:
- Analisa terhadap ruang, estetika dan struktur
bangunan yang disesuaikan dengan kondisi tanah di lokasi
kegiatan.
- Analisa kebutuhan biaya pelaksanaan secara kasar
(Estimasi).
- Analisa terhadap dampak dibangunnya kegiatan
tersebut secara global (Umum).
- Analisa Utilitas, Sarana dan Prasarana pendukung
- Analisa keterikatan antara massa bangunan yang
ada terhadap komponen sarana pendukungnya.
- Analisa terhadap keamanan dan kenyamanan
- Analisa terhadap kemungkinan faktor-faktor alam
yang dapat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan bangunan
asrama mahasiswa.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
4. Hasil Analisa

Hasil Analisa adalah output dari kegiatan penganalisaan oleh team ahli

yang diwujudkan dengan bentuk fisik kegiatan seperti laporan-laporan,

gambar-gambar, peta-peta dan hasil-hasil perhitungan baik struktur

maupun kebutuhan biaya secara kasar yang digunakan sebagai acuan

dalam tahapan kegiatan pembangunan berikutnya.

5. Asistensi

Assistensi dilakukan dalam upaya memberikan kesamaan pola pikir,


harapan dan hasil akhir yang diharapkan, sehingga tujuan yang
diinginkan dapat tercapai. Dengan asistensi tersebut, meminimalkan
perbedaan pola pikir antara pihak penyedia jasa dan pengguna jasa
termasuk pihak mahasiswa sebagai penggunanya. Asistensi dilakukan
dengan kontinue dari setiap komponen kegiatan dimaksudkan agar
tahap tiap tahap pekerjaan dapat terpantau dan termonitor dengan
baik sesuai keinginan dan harapan.
6. Presentasi

Presentasi adalah memberikan pemahaman kepada pihak-pihak yang


berkompeten dalam upaya menyatukan persepsi produk hasil
perencanaan. Presentasi dilakukan setelah proses draft laporan akhir
diselesaikan untuk diekspose dan mendapatkan koreksi dan masukan-
masukan yang bersifat membangun dari pihak-pihak yang
berkompeten terhadap hasil perencanaan.

2.3 KEDALAMAN KAJIAN DESAIN


Perencanaan Pembangunan Asrama Mahasiswa Makasar ini mengkaji
dan merumuskan hal-hal sebagai berikut :
a) Kebutuhan terhadap bangunan dan fasilitas ruangan pendukung
yang diperlukan
untuk peningkatan sarana Asrama.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
b) Penempatan posisi bangunan tersebut sesuai kaidah yang benar
dengan menerapkan pola keamanan dan kenyamanan pengguna.
c) Menghitung estimasi kebutuhan biaya pembangunan secara
bertahap sesuai anggaran yang diusulkan yang disesuaikan dengan
kebutuhan pembangunan ruangan dan lahan yang tersedia.
d) Merencanakan pola sirkulasi secara baik dan benar, seperti
sirkulasi orang dan lain-lain.
e) Menganalisis secara umum (global) terhadap dampak lingkungan
dengan adanya kegiatan pembangunan nantinya.
f) Menyusun Produk-produk laporan hasil kajian yang didukung
oleh gambar-gambar, peta-peta dan dokumentasi dari kegiatan
tersebut.
g) Memberikan gambaran pentahapan dan pengembangan
pembangunan berikutnya sesuai kebutuhan pembangunan fasilitas
yang ada.

BAB III
METODOLOGI PERENCANAAN

3.1 TINJAUAN UMUM


Proses Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Asrama
Mahasiswa Makassar hanya 3 bulan kalender seperti tertuang didalam
Kerangka Acuan Kerja. Hal ini mengandung konsekwensi diterapkannya
suatu strategi penanganan yang tepat.

Oleh karenanya Kami terlebih dahulu mengenali paramater - parameter


yang berpengaruh terhadap proses penyusunan Desain Bangunan itu
sendiri, dan dalam hal ini kami melakukan pendekatan mengenai hal–hal
antara lain :

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
 Penyusunan team yang representatif dan kualitatif.
Menyadari akan singkatnya waktu yang tersedia kami berhati – hati
didalam menugaskan tenaga ahli yang kami miliki guna
penanganan pekerjaan desain baik yang tergolong dalam pekerjaan
standard maupun Non standard.
Organisasi Team dipimpin oleh Team Leader mempunyai akses
penuh terhadap sumber daya yang dimiliki oleh Perusahaan
menyangkut peralatan dan Personal, termasuk didalamnya
kewenangan meumutuskan permasalahan teknis dilapangan
sebatas tuntutan kontrak.
 Identifikasi dan koordinasi kegiatan terhadap unsur – unsur yang
terkait.
Pengenalan terhadap unsur – unsur terkait sebagai “Stake Holder”
pada kegiatan Perencanaan ini sangatlah diperlukan karena dengan
pengenalan ini Team kami dapat lebih cepat mengambil suatu
lagkah – langkah pemecahan masalah yang timbul dengan
mengakomodir berbagai input / masukan pihak – pihak yang terakit
didalam proses perencanaan ini.
Selanjutnya Koordinasi yang rutin baik bersifat formal maupun
informasl perlu dibangun dan dilaksanakan. Koordinasi tersebut
secara formal terkemas dalam kegiatan :
1. Kegiatan Pengumpulan informasi dan data – data
sekunder.
2. Diskusi dan Pemaparan Hasil / Konsep Perancangan.
3. Asistensi Hasil Perancangan baik kepada user, Pengguna
Anggaran maupun unsure Teknis terkait.
 Pengenalan permasalahan sedini mungkin guna mempersiapkan
tindakan antisipasi. Yang kami maksudkan disini adalah kami akan
melakukan survey pendahuluan secermat dan sedetail mungkin
sehingga dapat kami prediksikan permasalahan – permasalahan
yang mungkin timbul untuk kemudian kami informasikan kepada

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
pengguna anggaran / unsur teknis untuk dibicarakan dan dicarikan
pemecahan terhadap masalah tersebut sehingga didalam proses
desain nantinya sudah dapat menjadi masukan – masukan baru.
 “Quick Information” / aktif menggali informasi dan data terbaru.
Mendukung point “3” diatas sebagai wujud keaktifan didalam
penangan perencanaan ini, Identifikasi permasalahan saja kurang
memenuhi kebutuhan, oleh karenanya secara terjadwal dilakukan
Koordinasi / pertemuan rutin dengan pengelola kegiatan (tim Teknis
proyek), guna menggali informasi baru disamping komunikasi
informal yang dilakukan. Mengingat jangka waktu kegiatan 90 hari
kalender.

3.2 PENDEKATAN DAN


METODOLOGI PERENCANAAN
3.2.1 Pendekatan
Perencanaan
Pendekatan perencanaan pada dasarnya adalah suatu upaya untuk
memperoleh titik tolak perencanaan yang sesuai dengan karakteristik
objek perencanaan. Pendekatan perencanaan kemudian akan menjadi
landasan yang cukup esensial bagi tahap kegiatan perencanaan
selanjutnya.
a. Hasil Perencanaan yang Berdaya Guna, meliputi :
 Memenuhi dinamika Fungsi,
Dimana perencanaan yang dihasilkan dinamis dalam
menciptakan fungsi bangunan yang dapat menjalankan proses
fungsi terhadap aktifitas yang melekat di dalamnya.
 Memenuhi dinamika Keruangan
Dimana perencanaan yang dihasilkan dinamis dalam
menciptakan unsur Keruangan yang dapat melakukan
peranannya mewadahi fungsi yang terjadi dalam batas
kapasitas besaran ruang yang optimal.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
b. Hasil Perencanaan yang Berdaya Citra, meliputi :
 Memenuhi Dinamika Ruang dan Waktu
Dimana perencanaan yang dihasilkan dinamis dalam
memenuhi tuntutan ruang dan waktu (jaman) saat ini dan masa
mendatang.
 Memenuhi Dinamika Teknologi
Dimana perencanaan yang dihasilkan dinamis terhadap
pemanfaatan maupun penerapan teknologi yang tepat guna.
 Memenuhi Dinamika Simbol
Dimana perencanaan yang dihasilkan dinamis dalam
menciptakan simbol atau ungkapan makna sesuai fungsi
yang diembannya.
Prinsip-prinsip tersebut merupakan core (inti) yang menjadi
dasar-dasar yang baik dalam melakukan pendekatan-
pendekatan terhadap konsep Perencanaan Pembangunan
Asrama Mahasiswa. Adapun pendekatan-pendekatan
terhadap konsep perencanaan yang perlu dilakukan adalah:
a. Pendekatan aspek fungsional
Pendekatan aspek fungsional akan mengarahkan pada
efisiensi penggunaan ruang, efekstifitas hubungan antar
kegiatan dan ruang, bahkan sampai pada tipe-tipe
kamar,ruangan dan sirkulasi.
Sesuai dengan pendekatan tentang fungsional di atas,
pendekatan kebutuhan-kebutuhan ruang untuk mahasiswa
harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut :
 Kebutuhan Ruang berdasarkan hubungan-
hubungan fungsi dan aktivitas yang dijalankan yaitu
mengetahui Hirarki Fungsi dan alur proses aktivitas
yang terjadi melalui struktur organisasi dan prosedur
pelaksanaan aktivitas.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
 Kebutuhan Ruang mencerminkan jenis dan nama
ruang daya tampung / kapasitas baik dari sisi jumlah
kwantitas maupun kualitas tuntutan persyaratan ruang
yang mampu merespon kebutuhan ruang gerak bagi
aktivitas pengguna atau pelaku aktivitas maupun
mobilitas peralatan bergerak yang digunakan untuk
beraktivitas yang terjadi di dalam ruang tersebut.
 Untuk mengetahui besaran ruang dapat ditempuh
melalui analisa besaran ruang yang menganalisa
tuang gerak pelaku aktivitas, alat peralatan yang
dioperasikan oleh pelaku aktivitas dengan
berpedoman pada standart arsitektur.
b. Pendekatan aspek kinerja
Antara lain aspek yang berhubungan dengan unsur-unsur
agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan optimal.
Lazimnya, aspek ini berkaitan dengan unsur kenyamanan,
baik fisis mau pun psikologis, termasuk pula persoalan
sirkulasi dan hubungan kegiatan yang menjamin
kelancaran dan kemudahan bagi berlangsungnya seluruh
kegiatan.
Apabila kenyamanan fisis diperoleh dengan penggunaan
perlengkapan bangunan alami (atau paling tidak sebagian
besar), maka bangunan akan berperan pada
penghematan energi yang saat ini layak mendapatkan
perhatian. Disamping itu, perhatian terhadap lintasan dan
radiasi matahari dalam perencanaan akan memungkinkan
diperolehnya pengurangan pemanasan ruang-ruang
dalam yang akan pula membantu menciptakan
kenyamanan ruang. Dari uraian singkat tentang
penghematan energi ini, pendekatan dari aspek kinerja
diusulkan berorientasi pada penghematan energi dan

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
pengoptimalan pemanfaatan sumber-sumber energi alami.
Kenyamanan ini tidak hanya berhubungan dengan
kenyamanan fisis tetapi juga akan mencakup kenyamanan
visual (berhubungan dengan penglihatan) dan audial
(berhubungan dengan pendengaran, kebisingan) serta
kenyamanan psikologis yang berkaitan dengan
kenyamanan rasa sehingga suasana kerja dapat lebih
dinamis, bersemangat, teratur dan optimal.
c. Pendekatan konstekstual
Antara lain aspek yang berkaitan dengan unsur-unsur fisik
dan non-fisik diluar bangunan, antara lain persoalan tapak,
lingkungan sekitar, perkotaan, peraturan pembangunan,
arsitektur lokal, bahkan wujud-wujud sosial-kultural
masyarakat.
Pendekatan kontekstual akan sangat
mempertimbangkan seluruh unsur-unsur dan potensi
tapak, lingkungan sekitar, perkotaan dan
mendayagunakan kekayaan khasanah arsitektur
setempat, kebiasaan sosial-kultural masyarakat. Dengan
pendekatan ini akan diperoleh hasil rancangan sebagai
solusi yang diperkirakan sesuai dan tepat menjawab
persoalan-persoalan kontekstual, komplek bangunan akan
mendukung harmonisasi lingkungannya, dan akrab bagi
masyarakat.
Berdasarkan pengamatan terhadap site eksisting, potensi-
potensi yang harus mendapat perhatian adalah:
a. Potensi Fisik, meliputi:
 Luas, Bentuk dan Orientasi Site,
Kondisi site adalah lahan yang sudah jadi / matang.
Orientasi site menghadap jalan besar yang berpotensi

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
pada kemudahan aksesibilitas dan mudah ditangkap
pandang dari arah jalan tersebut.
 Kondisi fisik tanah,
Perlunya test daya dukung tanahnya untuk
memastikan berapa tingkat daya dukung tanah terkini,
apakah terjadi perubahan atau tidak.
 Aksesibilitas terhadap site,
Pencapaian yang mudah, merupakan potensi yang
baik.
 Instalasi infrastruktur tingkat kota,
Yakni mempunyai manfaat langsung terhadap site
sebagai pertimbangan perencanaan adalah Jaringan
Jalan, Jaringan Listrik dan penerangan, Saluran
Drainase kota dan Jaringan Telepon, merupakan
infrastruktur standart yang merupakan potensi.
b. Potensi Non Fisik, meliputi:
Kebijaksanaan Penyusunan Dokumen Perencanaan
Pembangunan Asrama Makassar antara lain tentang:
o Tata Guna Lahan
o Garis sempadan bangunan
o Koefisien Dasar Bangunan(KDB)
o Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
d. Pendekatan aspek arsitektural
Antara lain aspek ini lebih banyak berkaitan dengan
persoalan filosofi, estetika dan berbagai simbolisasi, yang
dapat diapresiasi melalui tampilan ruang dan bantuk
bangunan.
D.1. Prinsip dasar
Didalam melakukan pendekatan konsep perencanaan
bentuk arsitektur dapat memperhatikan prinsip-prinsip
berikut ini:

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
 Kelancaran aksesibilitas
 Keamanan Pengguna
Perencanaan tata ruang dan bentuk arsitektur
diarahkan pada penataan yang aman baik secara
hirarki fungsi maupun bentuk fisik bangunan yang
secara jelas.
 Kenyamanan Pengguna
Kenyamanan adalah prinsip umum yang selalu
dipakai dalam segala jenis perencanaan gedung.
D.2. Orientasi Bangunan
Orientasi bangunan sangat penting dalam penataan
bangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi
bangunan adalah:
 Pencapaian dari jalan/akses kota.
 Arah Mata angin kaitannya dengan faktor kualitas
pencahayaan
 Bentuk dan batas site.
 Jarak dan jangkauan tangkapan pandang skala
kawasan.
Sedangkan dalam penerapannya, aspek-aspek yang perlu
diperhatikan dalam merancang fasade bangunan adalah:
1. Aspek bentuk rangka bangunan (frame work)
Suatu bangunan secara kasar akan kelihatan baik secara
proporsional telah terlihat sejak modul dan rangka
bangunan telah terbentuk, selain proporsi, rangka
bangunan juga mengekpresikan bentuk yang sederhana
ataupun bentuk bervariasi, rangka bangunan juga
mengekspresikan tampak bangunan kelihatan ringan atau
kelihatan berat (massif- padat).
2. Aspek kekasaran bidang pengisi rangka
bangunan

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Pengisi rangka bangunan bisa dibuat rata dalam atau pun
rata luar atau pun kombinasi rata luar dalam, atau bahkan
sama sekali, dinding pengisi dibuat menutupi secara total
ruang bangunan, sehingga yang terlihat dari luar adalah
dinding-dinding bangunan yang dipermainkan, sebaliknya ,
dinding pengisi struktur bisa disembunyikan dibelakang
struktur bangunan, sehingga yang terlihat dari luar adalah
tampak penonjolan rangka bangunan.
3. Aspek penyelesaian akhir (finishing)
Penyelesaian akhir tampak bangunan dicapai dengan
warna dinding dan teksturnya serta tempelan-tempelan
material perindahan lainnya. Finishing juga diterapkan
pada interior yaitu pada bagian dinding, lantai dan plafond.
Pilihan-pilihan material untuk bahan finishing harus
memenuhi criteria-kriteria teknis yaitu standart bahan
bangunan yang berlaku.
4. Aspek bentuk bangunan
Aspek bentuk bangunan secara keseluruhan bisa
mengekspresikan suatu latar belakang budaya setempat,
untuk daerah Jawa Tengah, ekspresi bangunan tradisional
diwakili oleh berbagai bentuk bangunan lokal, sedang
untuk ekspresi bangunan modern banyak variasinya,
secara umum dicapai selain dengan warna juga dengan
pemilihan sistem struktur dan pemilihan material
bangunan.
5. Aspek skala tampak bangunan
Aspek skala tampak bangunan bermacam-macam,
skala manusia diterapkan untuk perencanaan bangunan-
bangunan yang bersifat ‘profan’, skala diluar manusia
diterapkan untuk perencanaan bangunan religius dan
ataupun bangunan monumental lainnya.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Dengan alasan-alasan tersebut diatas, tipologi
arsitektur yang diterapkan dalam bentuk arsitektur
bangunan pusat perkantoran dapat menyentuh segala
bagian bangunan baik dari sisi wajah depan (Façade)
maupun interior bahkan lebih jauh ke dalam ke sisi
teknologi struktur konstruksi dan rancang bangun.
e. Pendekatan Aspek Teknis
Dengan berorientasi pada kemampuan teknis dan
pembiayaan pembangunan, maka pendekatan teknis
diarahkan pada penggunaan teknologi bangunan
menengah, yakni pembangunan yang tidak banyak
bergantung pada teknologi tinggi dan ketersediaan bahan
dan peralatan kerja yang sangat cangggih. Hal ini tentu
didasarkan pada pertimbangan bahwa bangunan-
bangunan bukan berlantai banyak, ketersediaan biaya
pembangunan cukup terbatas dan harus efisien serta
pertimbangan kemampuan menyerap tenaga kerja trampil
menengah dan bawah lebih banyak dan terutama tenaga
kerja lokal. Perlengkapan bangunan juga diupayakan pada
tingakat kebutuhan yang wajar serta perlunya
mempertimbangkan biaya operasional, perbaikan dan
perawatan perlengkapan. Untuk bahan bangunan yang
digunakan, seyogyanya lebih berorientasi pada bahan-
bahan lokal (jika memungkinkan), mudah didapat,
perawatan dan perbaikan bahan bangunan diarahkan
minimal.

Pendekatan aspek teknis bila dijabarkan antara lain :


A. Sistem Struktur dan Konstruksi
1. Prinsip Dasar Perencanaan Sistem Struktur
Bangunan

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam
perencanaan sistem struktur adalah sebagai berikut:

a. Fungsional Bangunan
Fungsional bangunan tidak saling berbenturan
dengan fungsional sistem struktur bangunan, tetapi
diarahkan saling mendukung.
b. Kekuatan dan Kinerja Bangunan
Kekuatan bangunan berkaitan erat dengan pilihan
sistem dan modul struktur. Berdasarkan kekuatan
lalu dianalisis apakah juga memenuhi syarat kinerja
yang lebih luas (lendutan, retakan, keawetan,
getaran dsb).
c. Keamanan Bangunan
Keamanan struktur bangunan memperhatikan faktor
angka keamanan terhadap pilihan sistem struktur.
d. Teknologi Bangunan
Teknologi yang diterapkan berkaitan dengan
metode konstruksi struktur, pilihan teknologi yang
akan digunakan harus merupakan pilihan teknologi
yang sudah teruji dan mempunyai pengaruh besar
terhadap tiga prinsip sebelumnya.
2. Peraturan Perencanaan
Sistem Struktur Bangunan Gedung Peraturan-peraturan
tentang perencanaan dan pelaksanaan struktur
bangunan yang berlaku di Indonesia harus digunakan
dalam perhitungan struktur dan perencanaan
Pembangunan Asrama Mahasiswa Makassar antara
lain adalah sebagai berikut:
 AV (Algemen voor waarden voor de uitvoering
bijaaneming van openbare werken in Indonesia, tgl

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
28 Mei 1941 no. 9 dan tambahan lembaran negara
no. 14571)
 SNI tentang Pembebanan dan Gempa
 SNI tentang Beton Bertulang
 SNI tentang Baja Profil
 SNI tantang Bahan Bangunan.
 dan Peraturan-peraturan lain yang berlaku dan
dipersyaratkan berdasarkan SNI yang belum
tercantum diatas dan berlaku secara umum di
Indonesia.
B. Sistem Mekanikal Elektrikal
1. Prinsip dasar Perencanaan Mekanikal Elektrikal
(ME)
Yang menjadi prinsip perencanaan Mekanikal elektrikal
adalah:
a. Efisien terhadap penggunaan energi
Yaitu alat dan sistem yang digunakan memenuhi
syarat dalam pemakaian daya listrik yang seminimal
mungkin, sehingga hemat energi.
b. Funsional dan aman
Prinsip ini berkaitan dengan kinerja dari peralatan
dan sistem ME yang dipakai harus dapat
memenuhi syarat fungsional yang maksimal.
Sedangkan prinsip keamanan menyangkut kinerja
alat dan sistem ME benar-benar memenuhi
standart keamanan yang berlaku.
c. Kenyamanan
Prinsip kenyamanan dan kelancaran merupakan hal
yang ditekankan dalam pemilihan alat dan sistem
ME sampai dengan sistem operasional peralatan
yang maksimal harus memenuhi standart

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
kenyamanan terutama untuk sistem penerangan,
pengkondisian udara, dan tata
suara/telekomunkasi.
d. Ekonomis
Prinsip ekonomis yang dimaksud adalah pemilihan
alat dan peralatan sistem instalasi yang mampu
beroperasional dengan biaya operasional,
perawatan dan pemeliharaan yang semurah
mungkin. Untuk itu harus dipilih mesin dan
peralatan ME yang unggul secara mutu tetapi
ekonomis dalam operasional.
Untuk memenuhi prinsip-prinsip diatas, maka
pilihan terhadap penggunaan dan penerapan sistem
Mekanikal dan Elektrikal harus memenuhi standart
dan peraturan Mekanikal Elektrikal yang berlaku,
baik standart nasional maupun standart
internasional. Bila prinsip-prinsip tersebut
diterapkan, maka hasilnya akan berdampak
menguntungkan bagi operasional bangunan pusat
perkantoran.
2. Peraturan dan standart perencanaan Mekanikal
Elektrikal (ME)
Peraturan-peraturan tentang perencanaan dan
pelaksanaan sistem Mekanikal Elektrikal bangunan
yang berlaku di Indonesia, dan harus digunakan dalam
perhitungan Mekanikal Elektrikal dan perencanaan
bangunan adalah sebagai berikut :
 Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)-
A.V.E./V.D.E.
 SLI 1992 tentang mekanikal elektrikal
 Peraturan Umum pemadam kebakaran ( NFP)

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
 Peraturan Umum Air Minum (AVWI – Drink water)
 ASTM, ASME
 SMACNA
 ASHRAE, ARI, NFPA
 Dan Peraturan-peraturan lain yang berlaku dan
dipersyaratkan berdasarkan Normalisasi di
Indonesia yang belum tercantum diatas.
3. Pendekatan Perencanaan Sistem Mekanikal
Elektrikal
Pendekatan Perencanaan Sistem Mekanikal Elektrikal
(ME) bangunan perkantoran meliputi perencanaan
sistem jaringan/instalasi dan peralatan ME. Di dalam
merencanakan desain Mekanikal dan Elektrikal, pada
dasarnya harus sejalan dengan perencanaan arsitektur
dan struktur bangunan gedung. Langkah-langkah yang
harus ditempuh dalam perencanaan Mekanikal dan
Elektrikal adalah:
1. Pemahaman Aspek Arsitektur Bangunan Gedung
Yang harus dipahami dari aspek arsitektur meliputi
Fungsi dan aktifitas, Program Ruang dan persyaratan
ruang. Dari pemahaman tersebut maka akan diperoleh
gambaran kebutuhan-kebutuhan pengguna terhadap
sistem Mekanikal Elektrikal. Di samping itu juga dari
pemahaman tersebut dapat dicapai koordinasi antara
perencanaan ME dan arsitektur terutama dalam
kaitannya dengan perletakan sistem jaringan dan
perlengkapan ME di dalam wilayah arsitektural
bangunan, yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan
ruang-ruang untuk perletakan jaringan dan peralatan
ME maupun sisi-sisi estetika perletakan dan
pemasangannya.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
2. Program Kebutuhan Instalasi dan perlengkapan
Mekanikal Elektrikal
Berangkat dari pemahaman-pemahaman aspek
arsitektur dan struktur bangunan di atas, barulah dapat
diestimasi kebutuhan-kebutuhan sistem Mekanikal dan
Elektrikal yang akan dipakai. Dalam menentukan
kebutuhan sistem Mekanikal Elektrikal harus pula
berpedoman pada standart-standart dan peraturan yang
berlaku, termasuk tersedianya bahan dan material
tersebut di pasaran.
3. Analisa dan perhitungan sistem elektrikal terhadap
peralatan mesin elektris
Analisa yang dimaksud meliputi analisa perencanaan
sistem jaringan dan peralatan ME yang saling kait
mengkait secara sistemik. Bagian yang paling rumit
adalah analisa kebutuhan daya listrik dari sistem
jaringan elektrikal itu sendiri maupun sistem support
elektrikal terhadap peralatan-peralatan elektrik
mekanikal elektrikal (seperti AC, Detector, mesin-mesin
listrik, dan sebagainya). Sedangkan perhitungan yang
dibutuhkan adalah perhitungan daya dari setiap sistem
dan sub sistem ME yang digunakan. Keluaran dai
perhitungan tersebut adalah kapasitas total daya yang
dibutuhkan. Dari keluaran tersebut dapat diperkirakan
besarnya daya yang akan diajukan untuk
penyambungan daya PLN, atau dapat digunakan untuk
memperkirakan ukuran kapasitas daya genset yang
dibutuhkan, sebagai suplay daya cadangan.
4. Desain Lay Out Sistem Jaringan Mekanikal dan
Elektrikal

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Desain lay out sistem ME dapat dilakukan setelah
analisis dan perhitungan tersebut dilakukan. Desain Lay
Out Jaringan ME meliputi sistem jaringan mulai dari
sistem Primer yang merupakan sistem makro hingga
sistem mikro pada tingkat jaringan sekunder, tertier dan
seterusnya. Desain tersebut dapat saling terkait antar
sistem ataupun terpisah.
5. Pendekatan Aspek Pembiayaan
Yakni aspek yang berhubungan dengan penggunaan
biaya pembangunan. Sebagaimana lazimnya
bangunan pemerintah, biaya pembangunan fisik
cenderung terbatas, meskipun tidak harus diartikan
sebagai sederhana dan tidak optimal. Untuk menyiasati
keterbatasan ini, pendekatan manajemen alokasi
penggunaan dana perlu dipertimbangkan. Salah satu
cara yang dapat ditempuh adalah untuk ruang dan
bangunan yang kurang memerlukan tampilan-tampilan
secara spesifik diusahakan sangat efisien dan cukup
memenuhi standar minimal dan sangat fungsional
(fisik). Sebagai contoh bangunan/ruang gudang,
mekanikal-elektrikal, serta bangunan-bangunan service
lainnya. Dengan cara ini secara keseluruhan akan
diperoleh kelebihan-kelebihan yang dapat dioptimalkan
bagi ruang/bangunan yang memerlukan penyelesaian-
penyelesaian khusus. Ketinggian bangunan, ketinggian
tiap lantai diarahkan sampai tingkat memenuhi standar
saja sehingga efisiensi bahan bangunan akan
diperoleh. Pada intinya, untuk mengoptimalkan biaya
pembangunan sehingga tetap diperoleh tampilan dan
kinerja bangunan yang baik, wajar dan sesuai untuk
bangunan perkantoran, diperlukan pencermatan dalam

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
alokasi penggunaan biaya pada tiap bagian fisik
bangunan.
Pendekatan Perencanaan yang mencakup 5(lima)
aspek perencanaan, selanjutnya akan dijabarkan dalam
metoda perencanaan.
Metoda Perencanaan adalah susunan dan urutan cara
yang akan ditempuh dalam menyelesaikan persoalan
perencanaan. Perumusan pendekatan perencanaan
akan menjadi bagian-bagian penting pada tiap tahap
proses perencanaan.
Pada hakekatnya, seluruh proses perencanaan dapat
dikelompokkan ke dalam empat tahap perencanaan
yang masing-masing memiliki kadar arsitektural dan
keteknikan yang berbeda, seperti tergambar dalam
skema berikut ini :

a r s ite k tu r

P e r s ia p a n /p r e p a ra s i

Pengem bangan gagasan

P e n g e m b a n g a n ra n c a n g a n

G a m b a r K e r ja
CV. Arcsindo Karya Utama
k e te k n ik a n
Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Analisis dan pertimbangan yang bersifat arsitektural akan


banyak diolah pada tahap-tahap awal perencanaan,
sementara kadar keteknikan yang tinggi akan
mendominasi bagian akhir dari seluruh proses
perencanaan. Tentu hal ini sangat wajar, mengingat hasil
akhir perencanaan yang berupa penyusunan dokumen
kerja akan menjadi panduan dalam pelaksanaan fisik
pembangunan. Secara lebih rinci, alur proses
perencanaan dapat dicermati melalui skema berikut ini :

P R O G R A M IN G EKSPLORASI
K O N S E P D E S A IN

A S P E K F U N G S IO N A L
D E S IG N G U ID E L IN E S

EKSPLO RASI
A S P E K K IN E R J A K O N S E P P A R T IA L

g o a ls ASPEK KO NTEKSTUAL S C H E M A T IC D E S IG N
A S P E K T E K N IS D E S IG N DEVELOPM ENT
A S P E K A R S IT E K T U R A L IN T E G R A S I
KONSEP
A S P E K B IA Y A

P E N G E M B A N G A N A L T E R N A T IF -E K S P L O R A T IF

Pada tahap penyusunan program atau tahap awal


perencanaan, pendekatan-pendekatan perencanaan yang
meliputi enam aspek perencanaan dianalisis yang masing-
masing akan memberi arahan perancangan atau “design
guidelines”. Tahap pengkajian aspek perencanaan akan

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
sangat menentukan, karena pada dasarnya perwujudan
ruang dan bangunan merupakan solusi yang terpadu dan
komprehensif dari seluruh aspek perencanaan.
Konsep perancangan merupakan tahap perpindahan dari
konsep-konsep yang lebih bersifat verbal ke dalam bentuk
gagasan ruang dan bentuk baik melalui pertimbangan
parsial mau pun komprehensif. Bagian terakhir adalah
tahap yang makin konkrit sebagai solusi akhir dari seluruh
analisis dan pertimbangan perencanaan.

Selanjutnya, skema-skema berikut ini akan diharapkan


akan memperjelas penjabaran/ penguraian lebih rinci
tentang aspek-aspek perencanaan.
K e g ia ta n
- m acam
- k a p a s ita s

S is t im /O r g a n is a s i P r o g r a m k e g ia ta n
ASPEK - s tru k tu r P ro g ra m ru a n g
- hubungan A N A L IS IS
F U N G S IO N A L - p ro s e s
S ir k u la s i
Z o n in g fu n g s io n a l

P e r a la ta n
- s p e s ifik a s i
- d im e n s i
- o p e ra s i

S tru k u r :
- s is te m
- k o n s tru k s i F is is :
- suhu
- k e b is in g a n
- p e n e ra n g a n

M e k a n i k a l E l Oe kp te rriak sai ol n: a l S is te m S tr u k tu r
ASPEK - S i s t e m P e n g- hk ae wa ma aa nn a n d a n KK or int es rti ra u, ks st ai n d a r ,
- S i s t e m P e n e- r ha i nr a gr ka i n A N A L AI SN I AS L I S I S M e k a dn ai nk ap l e Er yl ea kr at rt ai kn a l
T E K N IS - S i s t e m / T a t a -s tui nag rkaa t p r i v a c y / M a t e r ui aa l n Bg a n g u n a n
- S i s t e m U t i l i t a ks e t e r l in d u n g a n

P s ik is
M a te r ia l : - v is u a l
- s p e s if ik a s i - f e e lin g
- in s t a la t io n - a u d ia l S k e m a a s p e k p e ra n c a n g a n

K e w a ja r a n :
- v o lu m e t r ik K r it e r ia d e s a in
- penggunaan bahan
A N A L IS IS d a n m a te ria l
- k e t e r s e d ia a n

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


S k e m a a s p e k p e ra n c a n g a n
-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Tapak :
- d im e n s i
- b e n tu k
- p o s is i
- to p o g ra fi
- ta n a h
- v e g e ta s i
- b a n g u n a n e k s is tin g

L in g k u n g a n :
- p o la ja la n /tr a n s p o r t a s i
- t a ta g u n a ta n a h s e k ita r
- f a s ilit a s - u t ilit a s
- “ s o s ia l- e k o n o m i- b u d a y a ”
K r it e r ia d a n
ta n g g a p a n
A N A L IS IS te rh a d a p ta p a k ,
K o ta :l lin g k u n g a n
- S is te m p e r k o t a a n d a n k o ta
- L in g k a g e

M a k r o - n o n f is ik
- P e ra tu ra n p e m b a n g u n a n l
- P e ra tu ra n k h u s u s
- K lim a t o lo g is

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

BAB IV
KOMPOSISI TEAM ,TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TENAGA AHLI

4.1 KEBUTUHAN TENAGA AHLI


Tenaga ahli adalah tenaga yang memiliki kemampuan yang dilihat dari
segi akademisi dan pengalaman kerja pada suatu lingkup pekerjaan
tertentu sesuai disiplin ilmunya. Dalam melaksanakan suatu kegiatan,
tenaga ahli memegang peranan penting dalam mengelola dan
memberikan analisa terhadap suatu pekerjaan sesuai bidangnya masing-
masing.
Untuk melaksanakan pekerjaan Perencanaan Pembangunan Asrama
Mahasiswa Makasar tenaga ahli yang dipersiapkan oleh konsultan
adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1. Kebutuhan Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

4.2 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TENAGA AHLI


Setiap personil tenaga ahli memiliki tanggung jawab dan tugas-tugas
yang harus dilaksanakan di kantor dan di lapangan. Adapun tugas dan
tanggung jawab setiap personil adalah sebagai berikut :
1. Team Leader
Team leader adalah seseorang yang mampu memberikan bimbingan,
instruksi, arahan dan kepemimpinan kepada anggota tim perencanaan
dengan tujuan dapat mencapai hasil yang baik dalam pekerjaan
perencanaan.
Tugas dan tanggung jawab Team Leader sebagai berikut :
Mengikuti petunjuk–petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan,
terutama sehubungan dengan Pengertian yang benar tentang
Spesifikasi, metode pelaksanaan untuk tiap jenis pekerjaan yang
disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Sebagai pemimpin team lapangan konsultan perencana dalam
mengarahkan dan mengkoordinir anggota team konsultan di
lapangan, agar dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan
pedoman perencanaan yang berlaku.
Melakukan koordinasi secara aktif dengan Pemilik Kegiatan dan
pejabat-pejabat yang berkompeten dengan permasalahan
perencanaan yang ditangani sehingga akan terjalin komunikasi yang
baik.
Sebagai panutan yang perlu dicontoh dari anggota team yang
bertugas dilapangan sehingga terjalin komunikasi antar team dan
melakukan koordinasi antar team guna menghindari terjadinya konflik
internal team.
Memeriksa dan mengarsipkan semua berkas-berkas Kegiatan
termasuk koordinator dalam pembuatan Final Report / Laporan Akhir
perencanaan yang ditanganinya.
2. Ahli Arsitektur

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Ahli arsitektur bertanggung jawab kepada team leader dalam
Menyelesaikan desain sesuai kebutuhan dan peruntukan bangunan
tersebut.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Arsitektur mencakup, tapi tidak terbatas
pada hal-hal sebagai berikut :
Membantu Melakukan Design dari segi Arsitektur detail dan
interior / eksterior
Membantu merumuskan site plan lokasi bangunan
Membantu membuat rencana kerja / teknis gedung dari segi
bahan / material bangunan agar menghasilkan pembangunan
gedung yang baik dari segi kualitas
Menyusun rencana Anggaran Biaya
3. Ahli Elektrikal
Ahli Elektrikal bertanggung jawab kepada Team Leader Dalam
Menyelesaikan mekanikal/elektrikal sesuai kebutuhan dan peruntukan
bangunan tersebut.
Tugas dan tanggung jawab Ahli mekanikal/elektrikal mencakup, tapi tidak
terbatas pada hal-hal sebagai berikut :
Menyusun program kegiatan perencanaan pekerjaan mekanikal
elektrikal.
Menyusun pedoman-pedoman pengendalian dan evaluasi
pekerjaan, serta melakukan Kontrol terhadap gambar pekerjaan
elektrikal
Menggali dan menyampaikan informasi teknologi yang berkaitan
dengan metode perencanaan pekerjaan elektrikal.
Memberikan usulan/sasaran pemecahan atas masalah elektrikal
yang timbul.
4. Surveyor
Berpendidikan SMK, berpengalaman minimal 3 tahun dalam pekerjaan
Surveyor.
Uraian tugas Surveyor adalah sebagai berikut :
Menentukan Titik – titik batas area proyek
Menentukan Elevasi / Kontur Tanah

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Melakukan survei lapangan dan penyelidikan serta pengukuran
tempat-tempat lokasi yang akan dikerjakan.
5. Juru Gambar
Berpendidikan SMK, berpengalaman minimal 2 tahun dalam pekerjaan
Juru Gambar.
Uraian tugas Juru Gambar adalah sebagai berikut :
Membantu tugas arsitek dalam menyiapkan gambar rancangan
dan gambar kerja
Membuat gambar rancangan dan gambar kerja arsitektur sesuai
dengan persyaratan dan spesifikasi teknis
Melakukan penggambaran secara manual dan komputer
Mempelajari gambar skesa/draft
Menyesuaikan dengan spesifikasi teknis
Mengedintifikasikan keterangan sketsa yang tidak jelas
Menyerahkan gambar kepada team leader dan ahli arsitektur

Penugasan personil dari tenaga pendukung konsultan untuk Pekerjaan


Perencanaan Pembangunan Asrama Mahasiswa Makasar bisa dilihat pada
tabel Komposisi Tim dan Penugasan.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

BAB V
RENCANA KERJA

5.1 UMUM
Sebelum melakukan kegiatan perencanaan, konsultan perencana harus
membuat rencana kerja sebagai penjabaran dari apa yang diharapkan
oleh Kerangka Acuan Kerja (KAK). Rencana kerja tersebut meliputi
penentuan personil, pendelegasian job diskription, struktur organisasi,
peralatan yang diperlukan, membuat time scedule dan menyusun
anggaran pelaksanaan perencanaan.
Dengan rencana kerja yang matang melalui analisa dan pembahasan
langkah-langkah kerja diharapkan output yang dihasilkan dapat sesuai
dengan keinginan pengguna jasa.

5.2 STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN


Struktur organisasi adalah merupakan susunan team yang menjabarkan
tugas, fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing personil dengan
garis komando yang jelas dalam upaya keteraturan sistem kerja yang
ada. Untuk melaksanakan pekerjaan Perencanaan Pembangunan
Asrama Mahasiswa Makasar dapat diuraikan struktur organisasi
perencana sebagai berikut :

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Gambar 5.1. Struktur Organisasi


Team Leader

Pekerjaan Wahyu
Wahyu Mahendra
Mahendra T.A,
T.A, ST.,MT
ST.,MT

AHLI ARSITEKTUR
: Perencanaan Pembangunan Asrama
Mahasiswa Makasar Hadi
Hadi Purwanto,
Purwanto, ST
ST
Lokasi

AHLI ELEKTRIKAL

Achmad : Kota Makassar


Achmad Fachrianoor,
Fachrianoor, ST
ST Provinsi Sulawesi Selatan
Sumber dana

: APBD Kab.
Berau
Tahun Anggaran

JURU GAMBAR 1 : 2018 JURU UKUR

Harno
Harno Mardiansyah,
Mardiansyah, A.Md
A.Md

JURU GAMBAR 2
CV. Arcsindo Karya Utama
Hal
62

APBD Kab. Berau


MuradTahun Anggaran 2018
Murad
-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

5.3 JADUAL PELAKSANAAN

Jadual pelaksanaan adalah merupakan estimasi waktu yang diperlukan


dalam menyelesaikan suatu kegiatan / pekerjaan dengan

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
memperhitungkan kapasitas kerja dan waktu kontrak yang telah dibatasi.
Dengan menyusun jadual pelaksanaan dapat memberikan kontrol
terhadap waktu penyelesaian pekerjaan. Untuk melaksanakan Pekerjaan
tersebut diatas diperlukan estimasi waktu minimal 2 bulan. Adapun jadual
pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi:

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Asrama Mahasiswa Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018
Hal
62
-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
d. Diskusi dengan Pemberi Tugas dan Pemakai.
Diskusi dengan calon pemakai/user dilakukan untuk mendapatkan
gambaran yang lebih rinci akan spesifikasi dan karaktrisik
program, peralatan kegiatan serta kebutuhan-kebutuhan khusus
lainnya untuk masa sekarang maupun masa akan datang.
e. Pengumpulan Data
Data yang dikunpulkan adalah untuk menunjang
perencanaan dan perancangan arsitektur.data yang dibutuhkan
meliputi :

 Kebutuhan peralatan dan spesifikasi.


 Kondisi lingkungan.
 Kondisi dan karaktristik tanah.
f. Penyelidikan Tanah.
Penyelidikan tanah dengan sondir dilakukan untuk mengetahui
karaktristik fisik tanah yang meliputi :
 Daya dukung tanah.
 Komposisi tanah dan karaktristiknya.
 Muka air tanah.
g. Menyusun Konsep Perancangan.
Merupakan uaraian secara diskriptif konsep perancangan yang
mencakup bidang arsitektur, sistem mekanikal, sitem elektrikal,
sistem utilitas, sistem struktur, equipment operasional, interior dan
eksterior pengembangan lahan. Secara garis besar konsep
rancangan berisi cara-cara pendekatan serta alternatif
pemecahan permasalahan pada setiap bidang. Konsep ini juga
menjelaskan spesifikasi dan keandalan masing-masing sistem
yang akan diterapkan.

Secara keseluruhan konsep perancangan ini berisi kriteria-kriteria


dan patokan-patokan perancangan yang akan menjadi dasar
transformasi ke dalam rancangan fisik.
h. Pra Rancangan Arsitektur

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Berisi gagawan awal rancangan arsitektural dan lansekap yang
merupakan hasil tranformasi dari konsep rancangan arsitekturnya.
i. Pra Rancangan
Struktural,Mekanikal,Elektrikal,Utilitas,Equipment
operasional, Interior dan exterior.
Berisi uraian dan diagram skematis sistem-sistem struktur,
mekanikal, elektrikal, utilitas, Equipment operasional, Interior dan
exterior yang diterapkan sesuai dengan fungsi karaktristik
bangunan jaga penjelasan fungsi dan cara penerapannya masing-
masing sistem dalam sistem bangunan secara keseluruhan.
j. Pengembangan Sistem dan Rancangan.
Pengembangan sistem dan rancangan mencakup gambar-gambar
hasil pengembangan rancangan arsitektural, lansekap, struktur,
mekanikal, elektrikal, utilitas, equipment operasional. Sebagai satu
sistem bangunan yang utuh.Oleh karena penentuan dan
penempatan setiap sistem harus memperhitungkan
sistem-sistem lainnya, sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada
dalam konsep perancangan. Sistem yang dipilih juga harus
mempertimbangkan kemudahan pelaksanaannya.
k. Perhitungan dan Pembuatan Detail Rancangan.
Dalam tahap ini akan didahului dengan perhitungan –perhitungan
pada masing-masing sistem beserta dasar-dasarnya sesuai denga
peraturan dan persyaratan yang berlaku.
l. Perhitungan Struktur.

Berisi perhitungan-perhitungan struktur yang diterapkan dalam


rancangan sesuai dengan peraturan dan persyaratan yang berlaku
perhitungan struktur akan merupakan dari dokumen lelang.
m. Penyusunan Spesifikasi Teknis.
Spesifikasi teknis berisi penjelasan terinci tentang jenis, ukuran
dan karaktristik teknis setiap material yang akan digunakan
mencakup bidang pekerjaan. Untuk memudahkan pelaksanaan

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
konstruksi kemungkinan bisa dilakukan oleh beberapa sub
kontraktor.
n. Penyusunan Gambar Kerja.
Berisi gambar-gambar rancangan, detail dan tapak bangunan yang
mencakup semua bidang/sistem.
o. Penyusunan BQ dan RAB.
Berisi volume seluruh pekerjaan konstruksi yang akan
dilaksanakan dan tafsiran biaya pembangunannya.
p. Penyusunan Dokumen Pengadaan Administrasi.
Berisi tata cara dan persyaratan bagi kontraktor yang mencakup
tahap penawaran maupun pelaksanaan konstruksi.
q. Laporan Perancangan.
Berisi semua aspek yang telah dilakukan oleh konsultan dalam
menyusun konsep sampai dengan tahap transformasi rancangan.
r. Penjelasan Pekerjaan.
Konsultan berkewajiban memberikan penjelasan kepada kontraktor
pelaksana yang akan mengajukan penawara, tentang segala
sesuatu yang mencakup masalah-masalah teknis dalam dokumen
pengadaan.
s. Pengawasan Berkala.
Konsultan juga berkewajiban melaksanakan pengawasan berkala
selama pelaksanaan konstruksi dan membantu memecahkan
permasalahan di lapangan yang menyangkut teknis perancangan.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

BAB VI
GAMBARAN UMUM LOKASI,DOKUMENTASI SURVEY AWAL DAN
IDENTIFIKASI PEKERJAAN

6.1 Rona Kota Makassar


6.1.1 Letak Geografis
Kota Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar
merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan
pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan
Provinsi Sulawesi. Makassar terletak di pesisir barat daya Pulau
Sulawesi dan berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat,
Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros
di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.
Dari aspek pembangunan dan infrastruktur, kota Makassar tergolong
salah satu kota metropolitan di Indonesia, yaitu kota terbesar di luar
pulau Jawa setelah kota Medan. Dengan memiliki wilayah seluas
199,26 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,6 juta jiwa, kota ini berada
di urutan kelima kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya,
Bandung dan Medan.Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi
etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di
dalamnya, di antaranya yang signifikan jumlahnya adalah Bugis, Toraja,
Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
Secara geografis Kota Metropolitan Makassar terletak di pesisir pantai
barat SulawesiSelatan pada koordinat 119°18'27,97" 119°32'31,03"
Bujur Timur dan 5°00'30,18" - 5°14'6,49" Lintang Selatan dengan luas
wilayah 175.77 km2 dengan batas-batas berikut :
 Batas Utara : Kabupaten Pangkajene Kepulauan
 Batas Selatan : Kabupaten Gowa
 Batas Timur : Kabupaten
Maros
 Batas Barat : Selat Makasar
Secara administrasi Kota Makassar terbagi atas 14 Kecamatan dan 142
Kelurahan dengan 885 RW dan 4446 RT Ketinggian Kota Makassar
bervariasi antara 0 - 25 meter dari permukaan laut, dengan suhu udara
antara 20° C sampai dengan 32° C. Kota Makassar diapit dua buah
sungai yaitu: Sungai Tallo yang bermuara disebelah utara kota dan
Sungai Jeneberang bermuara pada bagian selatan kota.

Gambar Peta Administrasi Kota Makassar

6.1.2 Iklim dan Curah Hujan

Iklim Kota Makassar adalah tropis. Terdapat curah hujan yang


signifikan di sebagian besar bulan dalam setahun. Musim kemarau

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
singka memiliki sedikit pengaruh pada iklim secara menyeluruh. Iklim di
sini diklasifikasikan sebagai Am berdasarkan sistem Köppen-Geiger.
Suhu rata-rata di Makassar adalah 26.2 °C. Presipitasi di sini rata-rata
2875 mm. Bulan terkering adalah Agustus, dengan 14 mm hujan.
Dengan rata-rata 671 mm, hampir semua presipitasi jatuh pada Januari.

Pola iklim di Kota Makassar dipengaruhi oleh dua musim, yaitu musim
hujan dan musim kemarau. Musim hujan berlangsung dari bulan
Nopember – April, sedangkan musim kemarau, dimulai bulai Mei –
Oktober, temperatur udara rata-rata periode 1996 – 2000 adalah
26,50°c, kelembapan udara 89,20% dengan persentase penyinaran
matahari maksimum sebesar 89,0% terjadi pada bulan Agustus,
minimum sebasar 15% yang terjadi pada bulan Desember. Berdasarkan
pencacatan stasiun meteorologi maritim Paotere, secara rata-rata
kelembapan udara sekitar 77,90%, curah hujan 2729 mm, hari hujan
144 hari, temperatur udara sekitar 26,5° - 29,8°c, dan rata-rata
kecepatan angin 4 knot.

Grafik Iklim Kota Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Curah Hujan Kota Makassar Makassar

6.1.3 Kondisi Geologi

Jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Kota Makassar terdiri dari Tanah
Inceptisol dan Tanah Ultisol. Jenis tanah incepsitol terdapat hampir di
seluruh wilayah Kota Makassar, merupakan tanah yang tergolong
sebagai tanah muda dengan tingkat perkembangan lemah yang
dicirikan oleh horizon penciri kambik. Tanah ini terbentuk dari berbagai
macam bahan induk, yaitu aluvium (fluviatil dan marin), batu pasir, batu
liat, dan batu gamping.
Penyebaran tanah ini terutama di daerah dataran struktural berelief
datar, landform structural/tektonik, dan dataran/perbukitan volkan.
Kadang-kadang berada pada kondisi tergenang untuk selang waktu
yang cukup lama pada kedalaman 40 - 50 cm. Tanah Inceptisol memiliki
horizon cambic pada horizon B yang dicirikan dengan adanya
kandungan liat yang belum terbentuk dengan baik akibat proses basah
kering dan proses penghanyutan pada lapisan tanah.
Sedangkan Tanah Ultisol merupakan tanah berwarna kemerahan yang
banyak mengandung lapisan tanah liat dan bersifat asam. Warna
tersebut terjadi akibat kandungan logam, terutama besi dan aluminium
yang teroksidasi (weathered soil). Umum terdapat di wilayah tropis pada
hutan hujan, secara alamiah cocok untuk kultivasi atau penanaman
hutan. Selain itu juga merupakan material yang stabil digunakan dalam
konstruksi bangunan.
Tanah ultisol berkembang dari batuan sedimen masam (batu pasir dan
batu liat) dan sedikit dari batuan volkan tua. Penyebaran utama terdapat

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar
pada landform tektonik/struktural dengan relief datar hingga berbukit
dan bergunung. Tanah yang mempunyai horizon argilik atau kandik dan
memiliki kejenuhan basa sebesar kurang dari 35 persen pada
kedalaman 125 cm atau lebih di bawah batas atas horizon argilik atau
kandik.
Tanah ini telah mengalami pelapukan lanjut dan terjadi translokasi liat
pada bahan induk yang umumnya terdiri dari bahan kaya
aluminiumsilika dengan iklim basah, sifat-sifat utamanya mencerminkan
kondisi telah mengalami pencucian intensif, diantaranya: miskin unsur
hara N, P, dan K, sangat masam sampai masam, miskin bahan-bahan
organik, lapisan bawah kaya aluminium (AI), dan peka terhadap erosi.
Parameter yang menentukan persebaran jenis tanah di wilayah Kota
Makassar adalah jenis tanah batuan, iklim, dan geomorfologi lokal,
sehingga perkembangannya ditentukan oleh tingkat pelapukan batuan
pada kawasan tersebut. Kualitas tanah mempunyai pengaruh yang
besar terhadap intensitas penggunaan lahannya. Tanah-tanah yang
sudah berkembang horisonnya akan semakin intensif dipergunakan,
terutama untuk kegiatan budidaya.
Sedangkan kawasan-kawasan yang mempunyai perkembangan lapisan
tanahnya masih tipis biasa dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya.
Penentuan kualitas tanah dan penyebarannya ini akan sangat berarti
dalam pengembangan wilayah di Makassar, karena wilayah Makassar
terdiri dari laut, dataran rendah, dan dataran tinggi, sehingga perlu
dibuatkan prioritas-prioritas penggunaan lahan yang sesuai dengan
tingkat perkembangan dan intensitas pemanfaatannya.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

6.2 Dokumentasi Survey Awal

Survey awal yang dilakukan adalah survey identifikasi lapangan dalam


bentuk foto dokumentasi dan pengukuran.

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 1
Tampak Depan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 2
Tampak Depan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 1
Tampak Depan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 1
Tampak Depan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 3
Kondisi Saluran Drainase Depan
Asrama Mahasiswa Kab. Berau
Kota Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 4
Kondisi Halaman Parkir Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 5
Kondisi Garasi Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 6
Kondisi Garasi Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto
Kondisi Garasi Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto
Kondisi Garasi Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 8
Kondisi Kamar 1 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 8
Kondisi Kamar 2 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 9
Kondisi Kamar 3 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 10
Kondisi Kamar 4 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 11
Kondisi Kamar 5 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 12
Kondisi Kamar 6 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 13
Kondisi Kamar 7 Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 14
Kondisi Selasar Antar Kamar
Asrama Mahasiswa Kab. Berau
Kota Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 15
Kondisi Dapur Umum Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 16
Kondisi Dapur Umum Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 18
Kondisi Kamar Mandi Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 19
Kondisi Kamar Mandi Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 20
Kondisi Halaman Belakang
Asrama Mahasiswa Kab. Berau
Kota Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 21
Kondisi Halaman Belakang
Asrama Mahasiswa Kab. Berau
Kota Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 22
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 23
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 24
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 25
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 26
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 27
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 28
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 29
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 30
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

Foto Dokumentasi Keterangan

Foto 31
Kondisi Kerusakan Asrama
Mahasiswa Kab. Berau Kota
Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

BAB VII
PENUTUP

7.1

KESIMPULAN

Dalam melaksanakan suatu pekerjaan


atau kegiatan diperlukan adanya
langkah-langkah kerja yang diwujudkan
dengan perencanaan dan prosedur yang
tepat dalam upaya mengarahkan
kegiatan tersebut agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,
seperti tersebut diatas.
Untuk itu, konsultan perencana hendaknya membuat rencana kerja yang
mengacu kepada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah dibuat oleh
pengguna jasa yang dalam hal ini sebagai pemilik kegiatan. Yang perlu
diperhitungkan dalam menyusun rencana kerja adalah sebagai berikut:
1. Membuat Sistem Organisasi Kerja Perencanaan.
2. Menyusun team ahli sesuai dengan bidangnya.
3. Menjabarkan Tugas dan Tanggung-jawab dari tenaga-
tenaga ahli tersebut dengan baik sehingga peran serta dalam
organisasi jelas.
4. Mengestimasi waktu yang diperlukan oleh perencana
karena dibatasi oleh waktu dalam kontrak kerja yang ada.
5. Menyusun peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan
selama melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut.
Dengan langkah-langkah dan rencana kerja yang tersusun dengan baik
sesuai dengan unsur-unsur yang terkait termasuk kaidah perencanaan
yang benar, diharapkan kegiatan ini mendapatkan output yang sesuai
dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam Kerangka Acuan Kerja yang
ada.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

7.2 SARAN
Saran yang mungkin dapat kami sampaikan dalam laporan pendahuluan
ini adalah sebagai berikut:
1. Diperlukan adanya komunikasi yang kontinue dalam upaya
menyamakan persepsi terhadap hasil kerja perencanaan dengan
melakukan rapat-rapat rutin selama masa pelaksanaan agar produk
yang ada sesuai dengan keinginan dan harapan yang telah tertuang
dalam KAK.

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-
Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Perencanaan Pembangunan


Asrama Mahasiswa Makassar

CV. Arcsindo Karya Utama


Hal
62

APBD Kab. Berau Tahun Anggaran 2018


-