Anda di halaman 1dari 15

MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

KENAKALAN REMAJA
GURU MATA PELAJARAN : SURYA N. JUSTIKA SILALAHI, S.Pd

Disusun oleh :
1. DWI ASTARI
2.DARA ASTIANANTA
3.DARENA FAUZI
4.ASIH
5.AGENG SUHARYANTO

SMP NEGERI 01 AIR UPAS


TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur patut kita haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat
dan kuasa-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan maksud untuk melengkapi tugas mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) dimana penulis mengambil judul KENAKALAN REMAJA dengan
melihat situasi dan kondisi lingkungan sekitar akan maraknya pergaulan bebas yang
merambat pada remaja khususnya pada anak sekolah.
Semoga dengan makalah ini dapat membantu para pendidik atau orang tua agar lebih
memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan oleh remaja.
Untuk itu, kami mengundang Bapak/Ibu untuk memberikan kritik, saran, dan masukan
yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan edisi berikutnya.
Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan Terima Kasih.

Penulis,
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................2
Daftar Isi ............................................................................................................3
Daftar Gambar ...................................................................................................4
Bab I Pendahuluan .............................................................................................5
Bab II Pembahasan .............................................................................................7
Bab III Penutup ................................................................................................. 13
Daftar Pustaka ...................................................................................................14
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 ........................................................................................................ 9
Gambar 2.2 ........................................................................................................10
Gambar 2.3 ........................................................................................................11
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani
proses- proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-
kanaknya. Masa kanak- kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan
perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan
remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada
masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam
masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma
terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah
diri.

Kenakalan remaja dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam


perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan
perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang
berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat
membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara
tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak
melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang.

Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya


perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena pelaku
kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang
disengaja, memang sengaja dilakukan, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan,
mungkin karena ingin diperhatikan, cari sensasi atau latar belakang masalah lainnya.

Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa
seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.
Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk
melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi
kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat
menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa
melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui
pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah
sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi).

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian kenakalan remaja ?
2. Apa saja faktor –faktor yang menyebabkan kenakalan remaja yang terjadi di
lingkungan sekolah ?
3. Bagaimana mengatasi masalah kenakalan remaja di lingkungan sekolah tersebut ?
4. Pendidikan seperti apa yang seharusnya diberikan kepada para remaja saat ini ?
C. TUJUAN MAKALAH

1. Untuk mengetahui pengertian dari kenakalan remaja.


2. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kenakalan remaja yang terjadi di
lingkungan sekolah.
3. Untuk mengetahui hal apa saja yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah
kenakalan remaja di lingkungan sekolah.
4. Untuk mengetahui pendidikan apa yang baik untuk perkembangan para remaja saat
ini.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Remaja

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang
tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Beberapa ahli
mengatakan :

1. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak
cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang
ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai
suatu kelainan dan disebut “kenakalan”.

2. Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja
adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma
sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

3. Singgih D. Gunarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja
digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu
: (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang
sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ; (2) kenakalan
yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan
hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang
dewasa.

Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga


tingkatan ;

1. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah,


pergi dari rumah tanpa pamit

2. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai


mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin

3. Kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah,


pergaulan bebas, pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan
remaja dalam penelitian.

Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang, pernah


dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985 : 73). dalam
bukunya “ Rules of Sociological Method” bahwa perilaku menyimpang atau jahat kalau
dalam batas-batas tertentu dianggap melanggar fakta sosial yang normal dan dalam batas-batas
tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas, dengan
demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan
dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada
sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal
yaitu perilaku nakal/jahat yaitu perilaku yang disengaja meninggalkan keresahan pada
masyarakat.

Istilah keberfungsian sosial mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh individu
akan kolektivitas, seperti keluarga dalam bertingkah laku agar dapat melaksanakan tugas-
tugas kehidupannya serta dapat memenuhi kebutuhannya. Juga dapat diartikan sebagai
kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan pokok bagi penampilan beberapa peranan
sosial tertentu yang harus dilaksanakan oleh setiap individu sebagai konsekuensi dari
keanggotaannya dalam masyarakat. Penampilan dianggap efektif diantarannya jika suatu
keluarga mampu melaksanakan tugas-tugasnya, menurut (Achlis, 1992) keberfungsian sosial
adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas dan peranannya selama berinteraksi
dalam situasi social tertentu berupa adanya rintangan dan hambatan dalam mewujudkan
nilai dirinya mencapai kebutuhan hidupnya.

Keberfungsian sosial kelurga mengandung pengertian pertukaran dan kesinambungan, serta


adaptasi resiprokal antara keluarga dengan anggotanya, dengan lingkungannya, dan dengan
tetangganya dll. Kemampuan berfungsi social secara positif dan adaptif bagi sebuah keluarga
salah satunya jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan dan fungsinya
terutama dalam sosialisasi terhadap anggota keluarganya.

B. Faktor Penyebab Kenakalan Remaja di Lingkungan Sekolah

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja di lingkungan sekolah,


antara lain yaitu :
1. Faktor Kepribadian
Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis pada system psikosomatis dalam
individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan
lingkungannya (biasanya disebut karakter psikisnya).Masa remaja dikatakan sebagai suatu
masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk
menuju masa dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu krisis identitas karena belum adanya
pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja
atau perilaku menyimpang.

2. Faktor Pendidikan Dari Orangtua


Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak
memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi
penyebab terjadinya kenakalan remaja.
3. Faktor Perubahan Sosial Budaya yang Begitu Cepat
Perkembangan teknologi di berbagai bidang khususnya dalam teknologi komunikasi dan
hiburan yang mempercepat arus budaya asing yang masuk akan banyak mempengaruhi pola
tingkah laku anak menjadi kurang baik, lebih-lebih anak tersebut belum siap mental dan
akhlaknya, atau wawasan agamanya masih rendah sehingga mudah berbuat hal-hal yang
menyimpang dari tatanan nilai-nilai dan norma yang berlaku.
4. Faktor Status dan Peranannya di Masyarakat
Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah
selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar dari penjara), sering kali pada saat kembali
ke masyarakat status atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit
terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimpangan hukum
karena meresa tertolak dan terasingkan.
5. Faktor Hubungan di Sekolahnya
Dalam kasus ini pengaruh teman sangat besar terhadap pengaruh moral remaja. Biasanya
remaja saat ini berkelompok dan melakukan sesuatu yang sama dengan teman
sekelompoknya. Sedangkan banyak remaja itu sendiri yang tidak tahu apa perilaku itu benar
atau tidak.
C. Bentuk-bentuk Kenakalan Remaja
Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi
hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua
kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum,
yaitu :
Gambar 2.1
1. Kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang
sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hokum.

2. Kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan


undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila
dilakukan orang dewasa.

Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga


tingkatan, yaitu :

1. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi
dari rumah tanpa pamit .

2. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil
tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin.

3. Kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah,


pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam
penelitian.

D. Akibat Kenakalan Remaja

Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja antara lain:

1. Bagi diri remaja itu sendiri

Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan


berdampak bagi dirinya sendiri dan sangat merugikan baik
fisik dan mental, walaupun perbuatan itu dapat memberikan
suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan
sesaat saja. Dampak bagi fisik yaitu seringnya terserang
Gambar 2.2 berbagai

penyakit karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan dampak bagi mental yaitu
kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental yang lembek, berfikir
tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral yang pada akhirnya
akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus berlangsung selama remaja
tersebut tidak memiliki orang yang membimbing dan mengarahkan.

2. Bagi keluarga
Anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang punggung
keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja. Apabila remaja selaku anak dalam
keluarga berkelakuan menyimpang dari ajaran agama, akan berakibat terjadi
ketidakharmonisan di dalam kekuarga dan putusnya komunikasi antara orang tua dan anak.
Tentunya hal ini sangat tidak baik karena dapat mengakibatkan remaja sering keluar malam
dan jarang pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-
senang dengan jalan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Pada akhirnya
keluarga akan merasa malu dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. Padahal
kesemuanya itu dilakukan remaja hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap
apa yang terjadi dalam keluarganya.

3. Bagi lingkungan masyarakat

Apabila remaja berbuat kesalahan dalam kehidupan


masyarakat, dampaknya akan buruk bagi dirinya dan
keluarga. Masyarakat akan menganggap bahwa
remaja itu adalah tipe orang yang sering membuat
keonaran, mabuk-mabukan ataupun mengganggu
ketentraman masyarakat. Mereka dianggap anggota
masyarakat yang memiliki moral
Gambar 2.3

rusak, dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek. Untuk
merubah semuanya menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang
penuh keikhlasan.

E. Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja di Lingkungan Sekolah

Usaha yang bisa dilakukan dalam mengatasi kenakalan remaja di lingkungan sekolah
adalah sebagai berikut :

1. Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang


dihadapinya.

2. Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan


keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi
pekerti dan etiket.
3. Memperbaiki keadaan lingkungan sekitar, keadaan sosial keluarga maupun
masyarakat di mana banyak terjadi kenakalan remaja.

4. Memperkuat motivasi atau dorongan untuk bertingkah laku baik dan merangsang
hubungan sosial yang baik.

5. Mengadakan kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukakan


pandangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif.

6. Menyediakan sarana-sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi


perkembangan pribadi yang wajar

7. memberikan sanksi tegas kepada pelaku kenakalan remaja.

Usaha pencegahan kenakalan remaja secara khusus dilakukan oleh para pendidik
terhadap kelainan tingkah laku para remaja. Pendidikan mental di sekolah dilakukan oleh
guru, guru pembimbing dan psikolog sekolah bersama dengan para pendidik lainnya. Usaha
pendidik harus diarahkan terhadap remaja dengan mengamati, memberikan perhatian khusus
dan mengawasi setiap penyimpangan tingkah laku remaja di rumah dan di sekolah.

Bimbingan yang dilakukan terhadap remaja dengan dua pendekatan:

1. Pendekatan langsung, yakni bimbingan yang diberikan secara pribadi pada remaja itu
sendiri. Melalui percakapan mengungkapkan kesulitan remaja dan membantu
mengatasinya.

2. Pendekatan melalui kelompok, di mana ia sudah merupakan anggota kumpulan atau


kelompok kecil tersebut.

F. Peran Pendidikan Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Lingkungan Sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap
perkembangan remaja. Ada banyak hal yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk memulai
perbaikan remaja, di antaranya melakukan program “monitoring” pembinaan remaja melalui
kegiatan-kegiatan keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah dan
penyelenggaraan berbagai kegiatan positif bagi remaja.

Di lingkungan sekolah, kepala sekolahlah yang berwenang dalam pelaksanan hukuman


terhadap pelanggaran tata tertib sekolah. Dalam beberapa hal, guru juga berhak bertindak.
Akan tetapi hukuman yang berat seperti skorsing maupun pengeluaran dari sekolah
merupakan wewenang kepala sekolah. Guru dan staf pembimbing bertugas menyampaikan
data mengenai pelanggaran dan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran maupun akibatnya.
Pada umumnya tindakan represif diberikan dalam bentuk memberikan peringatan secara lisan
maupun tertulis kepada pelajar dan orang tua, melakukan pengawasan khusus oleh kepala
sekolah dan tim guru atau pembimbing dan melarang bersekolah untuk sementara waktu
(skors) atau seterusnya tergantung dari jenis pelanggaran tata tertib sekolah.

Mengingat pentingnya pendidikan , rasanya sangat baik apabila pendidikan yang baik itu
ditanamkan sejak dini, agar kelak dapat tumbuh dan terbentuk karakter dan jiwa para remaja
yang benar-benar berkualitas. Penanaman pendidikan sejak dini ini dapat diawali dari
penanaman pendidikan yang diajarkan di lingkungan keluarganya . Apabila keluarganya
menanamkan pendidikan yang tidak baik , maka karakter anaknya juga akan menjadi
buruk.Sebaliknya , apabila orangtua mengajarkan pendidikan yang baik maka anak-anaknya
akan menumbuhkan karakter anak bangsa yang baik dan berkualitas.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau dursila yang terjadi pada anak-anak
remaja secara sosial yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial , sehingga
mereka mengembangkan bentuk tingkah laku yang menyimpang dan tidak sesuai
dengan ajaran norma yang berlaku.

2. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja di lingkungan sekolah ,


antara lain yaitu faktor kepribadian, faktor Pendidikan dari orangtua, faktor perubahan
sosial budaya yang begitu cepat, faktor status dan peranannya di masyarakat,dan
faktor hubungan di sekolahnya

3. Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-
cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga,
orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses
perkembangan jiwa remaja tersebut.

B. SARAN

1. Dengan mempelajari ini, kita dapat lebih mengetahui apa saja bentuk-bentuk dan
faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja.

2. Sebagai seorang remaja, kita seharusnya bisa bertanggung jawab atas apa yang
terjadi pada perkembangan kenakalan remaja yang sudah memprihatinkan saat ini.
Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk implementasi dari tanggung jawab
tersebut terhadap kenakalan remaja adalah dengan berusaha semaksimal mungkin
menjadi remaja yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Kartini Kartono. 1988.Psikologi Remaja. Bandung : PT.Rosda Karya
Singgih D. Gunarso.1988.Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT
Gramedia
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Kenakalan%20Remaja%20Atau
%20Kenakalan% 20Orang%20Tua&&nomorurut_artikel=72

http://www.google.co.id/imgres?
imgurl=http://www.tranungkite.net/photo/albums/userpics/10001/653800892_l5B15D.jpg&i
mgrefurl=http://dftr0809.wordpress.com/latar-
belakang/&h=450&w=600&sz=90&tbnid=4y0PvFiQeATNBM:&tbnh=101&tbnw=135&prev=/images
%3Fq%3Dkenakalan
%2Bremaja&hl=id&usg=5H_mJWU4gYlNab6_s4wUZYLFUCs=&ei=w6xWSsHpOoziNb2N
hZ0I&sa=X&oi=image_result&resnum=4&ct=image

http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=12915