Anda di halaman 1dari 40

RANCANGAN AKTUALISASI

PESERTA PELATIHAN DASAR


CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II
PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK
TAHIUN 2019
OPTIMALISASI PENGGUNAAN SAFETY BOX DI IGD RSUD
KERTOSONO

Disusun oleh:
Nama : Edi Susanto Amd.Kep
NIP : 199202212019031010
Angkatan :1
Jabatan : Perawat Terampil
Instansi : RSUD KERTOSONO

PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK


BEKERJA SAMA DENGAN
KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KELISTRIKAN ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI
ENERGI
2019
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI


PESERTA PELATIHAN DASAR
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II
PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK
TAHIUN 2019

Disusun Oleh :

Nama : Edi Susanto Amd.Kep


NIP : 199202212019031010
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : RSUD KERTOSONO

Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini


Telah diseminarkan pada tanggal 07 Oktober 2019
Bertempat di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia

Mengesahkan,

Peserta Diklat

Edi Susanto, Amd.Kep


NIP. 199202212019031010

DISETUJUI
Penguji Coach, Mentor,

Aspita Dyah Fajarsari, ST., M. Eng Aspita Dyah Fajarsari, ST.,M.Eng Agus Zaenal Abidin,S.Kep.Ns
NIP. 19840724 200901 2 001 NIP.198407242009012001 NIP. 197108231997031003

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME atas segala
berkat, rahmat, dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
rancangan aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi Pendidikan Kesehatan
Cuci Tangan pada Pasien dan Keluarga Pasien di Ruang IGD Rumah
Sakit Umum Daerah Kertosono” dengan baik. Kegiatan yang ada dalam
rancangan aktualisasi ini diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai dasar
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari: Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dapat
diterapkan di tempat kerja.
Penulis menyadari bahwa pembuatan rancangan aktualisasi ini tidak
dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dorongan dari banyak
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos, M.M selaku Bupati Kabupaten
Nganjuk yang telah memfasilitasi dan memberikan motivasi serta
nasehat untuk peseta Pelatihan Datsar CPNS Kabupaten Nganjuk.
2. Kepala PPSDM KEBTKEJakarta beserta jajarannya yang telah
memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II.
3. Aspita Dyah Fajarsari, ST.,M.Eng selaku penguji yang telah
memberikan kritik dan saran sehingga rancangan aktualisasi ini
menjadi lebih baik.
4. Aspita Dyah Fajarsari, ST.,M.Eng selaku coach yang telah
memberikan inspirasi, dorongan, masukan dan bimbingannya dalam
penyusunan rancangan aktualisasi ini.
5. Agus Zaenal Abidin S.Kep.Ns Kasie penelitian dan pengembangan
keperawatan RSUD Kertosono sebagai mentor yang telah memberikan
bimbingan, arahan, motivasi, dukungan, dan masukan selama
perancangan program aktualisasi.
6. Keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan serta
motivasi agar selalu lancar dan sukses.
7. Keluarga besar RSUD KERTOSONO atas dukungan dan
kerjasamanya.

iii
8. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
9. Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan memfasilitasi
kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
10. Keluarga besar peserta Latsar CPNS Golongan II Angkatan 1 tahun
2019.

Penulis sadar bahwa rancangan aktualisasi ini belum sempurna.


Penulis berharap adanya masukan yang membangun dari berbagai pihak
guna membuat rancangan laporan ini menjadi lebih baik.Sehingga,
rancangan aktualisasi ini dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan dan
pelaporan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar ASN, serta
memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Depok, 07 Oktober 2019


Penulis

Edi Susanto, Amd.Kep


NIP. 199202212019031010

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................... .................. i


HALAMAN PENGESAHAN .............................................................. ii
KATA PENGNTAR........................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................... v
DAFTAR TABEL .............................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR .......................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Deskripsi Organisasi ............................................................. 4
C. Idenifikasi isu (masalah) ....................................................... 8
D. Perumusan dan Penetapan Isu (Masalah) ............................ 15

BAB II RENCANA PEMECAHAN MASALAH (AKTUALISASI)


A. Gagasan (Inisiatif) Pemecahan Isu ....................................... 17
B. Rencana, Tahapan, dan Output Kegiatan ............................. 18
C. Keterkaitan Kegiatan dengan Substansi Mata Pelatihan
(Nilai-nilai Dasar PNS dan Kedudukan serta Peran PNS
dalam NKRI) .... ..................................................................... 28
D. Identifikasi Dampak Pemecahan Isu (Individu, unit Kerja
atau Organisasi) .................................................................... 31
E. Kontribusi TerhadapVisi dan Misi serta tujuan Organisasi .. 31
F. Kontribusi terhadap Penguatan Nilai-nilai Organisasi ........... 32

BAB III RENCANA PELAKSANAAN AKTUALISASI


A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi ................................................. 34
B. Identifikasi Kendala dan Rencana Antisipasinya ................... 34

BAB IV PENUTUP .......................................................................... 35


DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 36
LAMPIRAN ...................................................................................... 38

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Identifikasi Isu ................................................................... 10


Tabel 1.3.Analisis Isu Strategis Kriteria USG ..................................... 13
Table 1.4 Penentuan Prioritas Permasalahan Menggunakan Analisis USG
........................................................................................................... 16
Table 2.1 Formulir Rancangan Kegiatan Aktualisasi ......................... 18
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Aktualisasi............................................... 34
Tabel 3.2 Identifikasi Kendala dan Rencana Antisipasi ..................... 35

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1-1 Struktur Organisasi RSUD Kertosono ............................ 6


Gambar 3.2 Gap Analysis .................................................................. 14

vii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Undang – Undang No 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil
Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai
negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintah.Pegawai Aparatur Sipil Negara yang
selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Salah satu cara untuk melakukan peningkatan kinerja ASN adalah
melalui pelatihan dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Pelatihan dasar CPSN ini berdasar pada Perlan No. 12 tahun 2018 dan
dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap internalisasi dan tahap
aktualisasi.Tahap internalisasi merupakan tahap penanaman nilai-nilai
dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti
korupsi (ANEKA), sedangkan tahap aktualisasi adalah tahap perwujudan
dari nilai-nilai dasar tersebut di tempat CPNS bertugas.
Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan. Tujuan dari
Diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan,
karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.Dengan demikian
UU ASN mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan
karakter dalam mencetak PNS.Tugas dan fungsi ASN adalah
melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina

1
kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta
mempererat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
Rumah sakit adalah suatu organisasi yang dilakukan oleh tenaga
medis profesional yang terorganisir baik dari sarana prasarana
kedokteran yang permanen, pelayanan kedokteran, asuhan
keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan
penyakit yang diderita oleh pasien.Berdasarkan Undang-Undang
Republik IndonesiaNomor 44 Tahun 2009TentangRumah Sakit,
menjelaskan Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna
yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat
darurat.Gawat Darurat adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan
tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan
kecacatan lebih lanjut. Dokter adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi
tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat
yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat pada sarana pelayanan kesehaan.Pasien adalah
setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk
memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik secara
langsung maupun tidak langsung di Rumah Sakit.
Pada November 1999, the American Hospital Asosiation (AHA)
Board of Trustees mengidentifikasikan bahwa keselamatan dan
keamanan pasien (patient safety) merupakan sebuah prioritas strategik.
Mereka juga menetapkan capaian-capaian peningkatan yang terukur
untuk medication safety sebagai target utamanya. Tahun 2000, Institute
of Medicine, Amerika Serikat dalam “TO ERR IS HUMAN, Building a
Safer Health System” melaporkan bahwa dalam pelayanan pasien rawat
inap di rumah sakit ada sekitar 3-16% Kejadian Tidak Diharapkan
(KTD/Adverse Event). Menindaklanjuti penemuan ini, tahun 2004, WHO
mencanangkan World Alliance for Patient Safety, program bersama

2
dengan berbagai negara untuk meningkatkan keselamatan pasien di
rumah sakit.
Di Indonesia, telah dikeluarkan pula Kepmen nomor
496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit,
yang tujuan utamanya adalah untuk tercapainya pelayanan medis prima
di rumah sakit yang jauh dari medical error dan memberikan
keselamatan bagi pasien. Perkembangan ini diikuti oleh Perhimpunan
Rumah Sakit Seluruh Indonesia(PERSI) yang berinisiatif melakukan
pertemuan dan mengajak semua stakeholder rumah sakit untuk lebih
memperhatian keselamatan pasien di rumah sakit.
Mempertimbangkan betapa pentingnya misi rumah sakit untuk
mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik terhadap pasien
mengharuskan rumah sakit untuk berusaha mengurangi medical error
sebagai bagian dari penghargaannya terhadap kemanusiaan, maka
dikembangkan system Patient Safety yang dirancang mampu menjawab
permasalahan yang ada.
Industri jasa pelayanan masyarakat yang salah satunya rumah
sakit juga tidak terlepas dari persaingan antar pelakunya.Berbagai
rumah sakit yang ada berupaya memperoleh kepercayaan masyarakat
dengan mengemukakan pelayanan yang efisien dan berkualitas.Rumah
sakit umum daerah merupakan salah satu bagian dari industri jasa
pelayanan yang ada, sayangnya citra dari rumah sakit daerah di mata
masyarakat kurang baik dibandingkan dengan pelayanan kesehatan
rumah sakit swasta.Dalam pola interaksi sosial, persepsi pasien sangat
berperan dalam menggambarkan tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan rumah sakit. Berdasarkan persepsi ini akan timbul kesan
pasien terhadap rumah sakit, yang selanjutnya dapat disebut sebagai
kualitas pelayanan rumah sakit. Kesan yang didapat dibangun atas
persepsi masing-masing individu yang berelasi (Solichah Supartiningsih,
2017).
Mutu pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari kemewahan
fasilitas, kelengkapan teknologi dan penampilan fisik akan tetapi dari

3
sikap dan perilaku karyawan harus mencerminkan profesionalisme dan
mempunyai komitmen tinggi (Solichah Supartiningsih, 2017).
Untuk mencapai Visi dan Misi RSUD Kertosono maka perlu
disusun sebuah dokumen perencanaan yang
komprehensif.Perencanaan kegiatan dilakukan dari organisasi paling
bawah.Sebagai seorang ASN, penulis yang merupakan dokter umum di
RSUD Kertosono diwajibkan untuk memberikan pelayanan publik
khususnya di bidang kesehatan secara optimal. Program Indonesia
Sehat dilaksanakan dengan salah satu pilar utama yaitu paradigma
sehat yang dilakukan dengan menitikberatkan pada pembangunan
kesehatan, penguatan promotif, preventif, dan pemberdayaan
masyarakat. Memberikan pelayanan penanganan resusitasi dan
stabilisasi (life saving) yang optimal sesuai standar untuk dewasa dan
anak. Pemeriksaan fisik dan edukasi pasien juga harus dioptimalkan
agar kedepannya RSUD Kertosono menjadi RSUD yang akan menjadi
kebanggan dan rujukan masyarakat disekitarnya. Penulis melihat
pelayanan di RSUD Kertosono masih kurang, seperti kurang optimalnya
safety patient dalam kegiatan handover di IGD RSUD Kertosono, terbukti
masih ada kejadian tidak diharapkan dan kejadian nyaris cedera,
kesenjangan dalam komunikasi yang menimbulkan salah penafsiran
Dengan alasan tersebut diatas maka penulis menyusun laporan
aktualisasi ini dengan judul “Optimalisasi safety patient dengan
peningkatan mutu kegiatan handover di IGD RSUD Kertosono “.

B. Deskripsi Organisasi
RSUD Kertosono merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Pemerintah Kabupaten Nganjuk. RSUD Kertosono terletak di Jalan
Panglima Sudirman Kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk.
RSUD Kertosono, dibangun diatas tanah berukuran 30.354 m2 /
3,035 Hektar dengan luas bangunan 21.872 m2. Pembangunan
Rumah Sakit ini dilakukan guna memnuhi kebutuhan akan pelayanan
kesehatan khususnya untuk masyarakat kertosono dan sekitarnya.

4
Pelaksanaan pembangunan dimulai pada tanggal 2 Oktober 2015 dan
selesai pada tanggal 24 Desember 2016. Pembangunan Rumah Sakit
ini murni menggunakan Sumber Dana dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) kabupaten Nganjuk Tahun 2015 dan 2016.
Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono adalah rumah sakit kelas
C yang berlokasi di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, yang
secara administrasi merupakan rumah sakit milik dari Pemerintah
Kabupaten Nganjuk. Bangunan RSUD Kertosono awalnya merupakan
sarana pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan
pelayanan kesehatan pada karyawannya Pada jaman penjajahan
sekitar tahun 1920, Hendels Vereeniging Amsterdam (HVA) suatu
perusahaan milik Pemerintah Hindia Belanda yang didirikan bersamaan
dibangunnya Pabrik Gula Lestari yang berlokasi di Kecamatan
Patihanrowo. Namun setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik
Indonesia, Sarana Pelayanan Kesehatan tersebut diambil alih oleh
Pemerintah Republik Indonesia dan sekarang dibawah kepemilikan
Pemerintah Kabupaten Nganjuk sarana pelayanan kesehatan tersebut
dirubah atau dikembangkan menjadi rumah sakit yang diberi nama
Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono yang lokasinya di Kabupaten
Nganjuk bagian timur yaitu di Wilayah Kecamatan Kertosono.

1. Visi dan Misi


Visi

Terwujudnya Rumah Sakit yang Unggul, Bermutu, Inovatif, dan Menjadi


Pilihan Masyarakat

MISI
a. Memberikan pelayanan paripurna yang prima dan mengutamakan
keselamatan pasien dengan fokus pada kepuasan masyarakat
b. Meningkatkan kompetensi dan produktifitas SDM dengan
mengembangkan teknologi informasi
c. Mewujudkan kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel, inovatif
dan transparan

5
d. Terwujudnya rumah sakit pendidikan yang berbasis pada
perkembangan IPTEK dan bersinergi dengan mutu pelayanan

2. Struktur Organisasi
Gambar 1-1 Struktur Organisasi RSUD Kertosono

3. Tugas Jabatan Peserta Diklat

C. Identifikasi Isu
Rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di RSUD
Kertosono sesuai dengan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN)
yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
dan Anti Korupsi) dan sesuai dengan peran dan kedudukan ASN dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)


Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan

6
setiap variable dengan rentang skor 1-5, dengan Telah dipetakan
beberapa isu atau problematika, antara lain:
1. Kurang optimalnya penggunaan safety box di IGD RSUD
Kertosono (Pelayanan Publik, manajemen ASN, WOG).
2. Kurangnya kepatuhan perawat igd dalam pengisian rekam medis di
IGD RSUD Kertosono (Manajemen ASN).
3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan kartu
JKN KIS di RSUD Kertosono (Pelayanan Publik, WOG dan
Manajemen ASN).
4. Kurang optimalnya kepatuhan dan tata cara tenaga medis dalam
melaksanakan prosedur cuci tangan (Pelayanan Publik,
Manajemen ASN).

Kurang optimalnya pengunaan safety box di IGD RSUD


Kertosono pelayanan kesehatan di IGD RSUD Kertosono menunjukkan
kurangnya penerapan pelayanan publik manajemen ASN dan WOG
yang ada di RSUD Kertosono sehingga masih memerlukan
peningkatan.
Daftar isu yang diperoleh dalam lingkungan kerja penulis yang
dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS (Manajemen
ASN, Whole of Government (WOG), dan Pelayanan Publik) dapat
ditampilkan pada tabel berikut

tabel 1.1 Identifikasi Isu

NO IDENTIFIKASI ISU PRINSIP KONDISI SAAT KONDISI YANG


ASN INI DIHARAPKAN

7
1. Kurang optimalnya Pelayanan Penggunaan 1. Penggunaan
penggunaan safety Publik, safety box yang safety box benar
box di IGD RSUD Manajemen kurang benar(di sesuai batas
Kertosono ASN dan isi melebihi maksimal pengisian
WOG batas yang 2. Menurunnya
ditentukan) angka kejadian tidak
diharapkan
3. Menurunnya
angka nyaris cedera
4.Kepercayaan serta
minat masyarakat di
RSUD Kertosono
meningkat

2. Kurangnya Pelayanan Rekam medis Rekam medis


kepatuhan perawat Publik dan tindakan tindakan
IGD dalam Manajemen keperawatan di keperawatan terisi
pengisian rekam ASN IGD banyak penuh sesuai
medis di IGD RSUD yang kosong tindakan yang sudah
Kertosono belum terisi dilakukan

3. Kurangnya Pelayanan Mindset Masyarakat lebih


Publik dan masyarakat jika proaktif untuk
pengetahuan
WOG berobat di IGD mengetahui penyakit
masyarakat tentang gratis karena apa saja yang
semua penyakit ditanggung JKN KIS
penggunaan kartu
ditanggung saat berobat di IGD
JKN KIS di RSUD JKN KIS
Kertosono

4. Kurang optimalnya Pelayanan Tenaga Tenaga kesehatan


kepatuhan dan tata Publik dan kesehatan mengetahui dan
cara tenaga medis Manajemen masih belum melakukan prosedur
dalam ASN patuh dan tidak hand hygiene sesuai
melaksanakan mengetahui SOP
prosedur cuci prosedur hand
tangan hygiene yang
benar

D. Perumusan dan Penetapan Isu (Masalah)


Penetapan isu/permasalahan yang akan dikerjakan selama masa
aktualisasi berdasarkan lingkup pekerjaan sebagai staff di unit kerja,

8
sehingga untuk menetukan permasalahan yang akan diselesaikan
maka digunakan metode USG.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak
atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
b. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut
terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya.
c. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Setelah membuat analisis kesenjangan mengenai isu/permasalahan
maka diketahui penyebab-penyebab dari permasalahan tersebut.
Penyebab-penyebab itu akan dijadikan sebagai tolak ukur untuk
menentukan suatu solusi. Namun, untuk menentukan prioritas
penyebab masalah yang harus diselesaikan dalam lingkup pekerjaan
unit kerja, maka digunakan metode USG.

ketentuan nilai 1 berarti sangat kecil, nilai 2 berarti kecil, nilai


3 berarti sedang, nilai 4 berarti besar, dan nilai 5 berarti sangat
besar.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu,
mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
b. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah
tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, dan
sebagainya.
c. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah
tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.

9
Tabel 1.2 Analisis Isu Strategis Kriteria USG

ISU KRITERIA USG PERINGKAT

U S G ∑

Kurang optimalnya penggunaan 4 5 5 14 I


safety box di IGD RSUD
Kertosono
Kurangnya pengetahuan 3 4 4 11 III
masyarakat tentang penggunaan
kartu JKN KIS di RSUD
Kertosono
Kurang optimalnya kepatuhan 3 4 5 12 II
dan tata cara tenaga medis dalam
melaksanakan prosedur cuci
tangan
Kurangnya kepatuhan perawat 3 3 4 10 IV
IGD dalam pengisian rekam
medis di IGD RSUD Kertosono

10
Gambar 1-2 Gap Analysis (Analisis Kesenjangan) Kondisi saat ini

GAP ANALYSIS
KONDISI YANG
PENYEBAB KONDISI SAAT INI GAP KONDISI
DIHARAPKAN

1. Safety box hanya


1.Safety box yang boleh terisi ¾ atau
Tingkat kunjungan sampai batas
pasien IGD yang tinggi terisi penuh maksimal
2.Petugas tidak 2. Petugas lebih
Belum adanya patuh untuk
mengganti safety sosialisasi terkait mengganti safety box
Adanya kejadian box yang hampir penggunaan safety yang sudah terisi
nyaris cedera di RSUD penuh box sampai batas
Kertosono 3. Penempatan maksimal
3. Safety box
safety box yang ditempatkan di
Belum adanya
tidak tepat semua troly tindakan
sosialisasi terkait
penggunaan safety
box
SOLUSI INOVATIF
Penggunaan safety box
AKIBAT JIKA KONDISI SAAT INI TIDAK 1. Konsultasi dengan mentor dan kepala
ruang IGD untuk pembuatan stiker
DISELESAIKAN: himbauan
1.Angka kejadian tidak diharapkan dan 2. Sosialisasi kepada petugas IGD
nyaris cedera di RSUD Kertosono akan
meningkat.
2. Penurunan kualitas kesehatan di IGD
RSUD Kertosono

E. Perumusan dan Penetapan Isu (Masalah)


Penetapan isu/permasalahan yang akan dikerjakan selama masa
aktualisasi berdasarkan lingkup pekerjaan sebagai staff di unit kerja,
sehingga untuk menetukan permasalahan yang akan diselesaikan
maka digunakan metode USG.
d. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak
atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
e. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut
terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya.
f. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Setelah membuat analisis kesenjangan mengenai isu/permasalahan maka
diketahui penyebab-penyebab dari permasalahan tersebut. Penyebab-
penyebab itu akan dijadikan sebagai tolak ukur.

11
Tabel 1-3 Penentuan Prioritas Permasalahan Menggunakan Analisis
USG

Masalah NILAI KRITERIA PERINGKAT

U S G ∑

Tingkat kunjungan pasien IGD yang 3 3 4 10 III


tinggi

Adanya kejadian nyaris cedera di 3 4 4 11 II


RSUD Kertosono

Belum adanya sosialisasi terkait 4 4 4 12 I


penggunaan safety box

Keterangan :
U = Urgent ; S = Seriousness ; G = Growth ; R = Rationalize
1 = Sangat kecil ; 2 = Kecil ; 3 = Sedang ; 4 = Besar ; 5 = Sangat
besar

Berdasarkan analisis USG diatas, maka penulis menulis


isu/permasalahan yang diselesaikan dalam masalah aktualisasi
adalah tentang belum adanya sosialisasi terkait penggunaan safety
box. Namun, untuk menentukan prioritas penyebab masalah yang
harus diselesaikan dalam lingkup pekerjaan unit kerja, maka
digunakan metode USG.

12
BAB II

RENCANA PEMECAHAN MASALAH (AKTUALISASI)

A. Gagasan (Inisiatif) Pemecahan Isu

Hasil analisis isu/permasalahan yang telah dilakukan dan penetapan


masalah yaitu mengenai kurang optimalnya penggunaan safety box
di IGD RSUD Kertosono, maka penulis memiliki gagasan untuk
menyelesaikan permasalahan mengenai kurang optimalnya
penggunaan safety box di IGD RSUD Kertosono dengan membuat
gagasan penyelesaian isu berupa konsultasi dengan kepala ruang
IGD, membuat stiker himbauan penggantian safety box, melakukan
sosialisasi ke petugas IGD, Implementasi penggunaan safety box
dan mengevaluasi hasil dari penggunaan safety box yang benar.

Dengan adanya kegiatan konsultasi dengan kepala ruang IGD,


membuat stiker himbauan penggantian safety box, melakukan
sosialisasi ke petugas IGD, Implementasi penggunaan safety box
dan mengevaluasi hasil dari penggunaan safety box yang benar
menurunnya angka kejadian tidak diharapkan, menurunnya angka
nyaris cedera, dan kepercayaan serta minat masyarakat di RSUD
Kertosono akan meningkat

13
B. Rencana, Tahapan, dan OutputKegiatan
Tabel 2-1 Formulir Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Kontribusi
Output / Hasil Penguatan Nilai-Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai Dasar Terhadap Visi
Kegiatan Organisasi
Misi Organisasi
1. Konsultasi 1.Menyampaikan Integritas
ide, gagasan ke Mentor dan AKUNTABILITAS: VISI:
dan
kepala ruang Kepala ruang Kepemimpinan, Profesionalisme
koordinasi Terwujudnya
dengan sopan dan menyetujui Tanggung jawab Kolaborasi
dengan Rumah Sakit yang
penuh tanggung gagasan dan
Mentor dan
jawab serta ide yang NASIONALISME: Unggul, Bermutu,
kepala ruang
menghargai dipaparkan Musyawa-rah sesuai Inovatif, dan
IGD RSUD
masukan panasila sila ke 4 Menjadi Pilihan
Kertosono
Masyarakat
ETIKA PUBLIK:
Kebersamaan, Respek MISI:
Memberikan
KOMITMEN MUTU: pelayanan
Orientasi mutu paripurna yang
prima dan
ANTI KORUPSI: mengutamakan
Tanggung jawab, keselamatan
Mandiri, Berani pasien dengan

14
2. membuat jadwal fokus pada
dan undangan kepuasan
sosialisasi kepada Undangan masyarakat
petugas IGD untuk AKUNTABILITAS :
sosialisasi Tanggung jawab
kepada
petugas IGD
KOMITMEN MUTU:
tersampaikan Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Jujur, mandiri
3.Menyampaikan
temuan Kepala ruang
penggunaan safety mengetahui AKUNTABILITAS :
box di IGD kesalahan Tanggung jawab,
profesionalitas
penggunaan
safety box KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ETIKA PUBLIK:
Respek

15
2 Membuat 1. Konsultasi VISI: Integritas
stiker dengan atasan Rancangan AKUNTABILITAS:
prosedur Terwujudnya Profesionalisme
himbauan tentang rancangan Kepemimpinan,
pembuatan stiker pembuatan Tanggung jawab Rumah Sakit yang Kolaborasi
penggantia
penggantian safety stiker Unggul, Bermutu,
n safety
box NASIONALISME: Inovatif, dan
box
Musyawa-rah sesuai Menjadi Pilihan
panasila sila ke 4 Masyarakat

ETIKA PUBLIK:
Kebersamaan, Respek MISI:
e. Memberikan
KOMITMEN MUTU: pelayanan
Orientasi mutu paripurna yang
prima dan
ANTI KORUPSI: mengutamakan
Tanggung jawab, keselamatan
Mandiri, Berani pasien dengan
fokus pada
kepuasan
masyarakat
2. Sosialisasi Rekan kerja AKUNTABILITAS:
penempelan stiker menerima dan profesionalitas
Tanggung jawab
memahami
tujuan
NASIONALISME:
pemasangan Tidak membedakan
stiker rekan kerja (sila II)

16
ETIKA PUBLIK:
Kebersamaan, Respek

KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab,
Mandiri, disiplin

3. Menerapkan Rekan kerja


pemasangan stiker mengerti AKUNTABILITAS:
tiap mengganti penerapan Profesionalitas
safety box pemasangan Tanggung jawab
stiker
NASIONALISME:
Sila II

ETIKA PUBLIK:
Kebersamaan, Respek

KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab,
Mandiri, Disiplin

17
3. Melakukan MISI: Integritas
sosialisasi 1. Menyiapkan Stiker dan materi AKUNTABILITAS: 1. Memberikan
bahan siap Profesionalitas, Profesionalisme
kepada pelayanan
petugas sosialisasi disosialisasikan Tanggung jawab paripurna yang
IGD prima dan
NASIONALISME: mengutamakan
sila III keselamatan
pasien dengan
ETIKA PUBLIK: fokus pada
Respek kepuasan
masyarakat
KOMITMEN MUTU:
2. Membuat daftar Daftar hadir Orientasi mutu 2. Mewujudkan
hadir sosialisasi sosialisasi terisi kelola rumah sakit
sesuai undangan ANTI KORUPSI: yang profesional,
Tanggung jawab, akuntabel, inovatif
Mandiri, Berani dan transparan

AKUNTABILITAS:
Profesionalitas,
Tanggung jawab

3. Sosialisasi Rekan kerja NASIONALISME:


penggunaan memahami cara Sila III
safety box penggunaan
safety box yang ETIKA PUBLIK:
benar respek

18
KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab,
Mandiri, Berani

AKUNTABILITAS:
4. Rangkuman Rekan kerja Profesionalitas,
sosialisasi memahami Tanggung jawab
penggunaan bahaya
safety box penggunaan NASIONALISME:
safety box yang Sila III Persatuan
salah

ETIKA PUBLIK:
Respek

KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab,
Mandiri, Berani

AKUNTABILITAS:
Kepemimpinan, VISI:

19
Tanggung jawab Terwujudnya
Rumah Sakit yang
NASIONALISME: Unggul, Bermutu,
Musyawa-rah sesuai Inovatif, dan
panasila sila ke 4 Menjadi Pilihan
1. Menempelkan Masyarakat
stiker pada Stiker terpasang ETIKA PUBLIK:
disemua safety Kebersamaan, Respek MISI:
safety box baru
box baru yang Memberikan
yang akan digunakan KOMITMEN MUTU: pelayanan
digunakan Orientasi mutu paripurna yang
prima dan
ANTI KORUPSI: mengutamakan
Tanggung jawab, keselamatan
Mandiri, Berani pasien dengan
fokus pada
kepuasan
masyarakat

AKUNTABILITAS:
4. Kepemimpinan, Integritas
Implementa 2. Memasang Tanggung jawab
si Profesionalisme
safety box Safety box
penggunaa terpasang di NASIONALISME:
disetiap troly
n safety box semua troli Musyawa-rah sesuai
tindakan
tindakan panasila sila ke 4

ETIKA PUBLIK:

20
Kebersamaan, Respek

KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab,
Mandiri, Berani

3. Menutup dan
memberi Rekan kerja
plester/lakban mampu
dibagian atas mengaplikasikan
tutp safety box penutupan dan AKUNTABILITAS:
yang sudah pembuangan Kepemimpinan,
terisi sampai safety box yang Tanggung jawab
batas maksimal benar
NASIONALISME:
dan
Musyawa-rah sesuai
memasukan ke panasila sila ke 4
kantong plastic
kuning ETIKA PUBLIK:
Kebersamaan, Respek

KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:

21
Tanggung jawab,
Mandiri, Berani

AKUNTABILITAS:
Kepemimpinan,
Tanggung jawab

NASIONALISME:
Musyawa-rah sesuai
panasila sila ke 4

ETIKA PUBLIK:
Kebersamaan, Respek

KOMITMEN MUTU:
Orientasi mutu

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab,
Mandiri, Berani

5. Evaluasi 1. Mengumpulkan Data dokumentasi AKUNTABILITAS:


VISI: Integritas
dari mentor data dokumentasi kegiatan Kepemimpinan,
dan rekan kegiatan Tanggung jawab, Terwujudnya Profesionalisme
kerja Profesional Kolaborasi
terhadap Transparan Rumah Sakit yang

22
kegiatan 2. meminta pendapat dari Unggul, Bermutu,
yang telah pendapat dari rekan rekan kerja Inovatif, dan
dilakukan kerja NASIONALISME: Menjadi Pilihan
Musyawarah sesuai
Masyarakat
3. Berdiskusi Hasil evaluasi pancasila sila ke 4
bersama mentor kegiatan
untuk mengevaluasi ETIKA PUBLIK: MISI
hasil kegiatan Kebersamaan, Respek Mewujudkan kelola
rumah sakit yang
KOMITMEN MUTU: profesional,
Perbaikan akuntabel, inovatif
berkelanjutan dan transparan

ANTI KORUPSI:
Tanggung jawab, Jujur

23
C. Keterkaitan Kegiatan dengan Substansi Mata Pelatihan (Nilai-Nilai
Dasar PNS dan Kedudukan serta Peran PNS dalam NKRI)

1. Konsultasi dengan kepala ruang IGD

a. Akuntabilitas

Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan atasan dan


dapat dipertanggungjawabkan. Tercipa lingkungan yang akuntabel
dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang
penting dalam menciptakan hal tersebut. Kemudian menyampaikan
gagasan dan ide.

b. Nasionalisme

Bermusyawarah dengan atasan dalam mengambil keputusan


untuk kepentingan Rumah Sakit mencerminkan sila ke IV.

c. Etika Publik

Dalam berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan dengan


respek berprilaku sopan dan santun.

d. Komitmen mutu

Pekerjaan yang dilakukan menggunakan masukan dari sumber


yang lebih berpengalaman sehingga kualitas pekerjaan tetap
terjaga.

e. Anti Korupsi

Transparansi dan jujur antara atasan, penulis, dan rekan kerja


maka semua pekerjaan dapat diawasi dan dikontrol oleh semua
pihak.

2. Membuat stiker himbauan penggantian safety box

a. Akuntabilitas

Pembuatan stiker yang berisi himbauan mengambarkan jiwa


kepemimpinan untuk perubahan yang lebih baik.

b. Nasionalisme

Adanya tujuan dengan dipasangya stiker untuk tujuan


keselamatan semua petugas .

24
c. Etika Publik

Adanya kebersamaan dan saling menghargai dari upaya untuk


menjalankan pelayanan kepada pelanggan. Serta kepedulian
petugas kesehatan untuk mencoba mencari solusi bersama saat
ada permasalahan.

d. Komitmen mutu

Pemasangan stiker dilakukan sebagai wujud pelayanan sepenuh


hati serta berorientasi mutu untuk senantiasa melakukan pekerjaan
dengan tujuan untuk kualitas pelayanan prima.

e. Anti korupsi

Pemasangan stiker dilakukan dengan tanggung jawab, disiplin


tepat waktu.

3. Melakukan sosialisasi

a. Akuntabilitas

Melakukan sosialisasi dengan penuh tanggung jawab


menunjukkan profesionalitas.

b. Nasionalisme

Melakukan sosialisasi tanpa membeda-bedakan suku,


keturunan, agama, kepercayaan, kedudukan sosial sebagai wujud
dari sila ke II.

c. Etika Publik

Menggambarkan kedewasaan saat melakukan sosialisasi.


Adanya kesopanan dalam penyampaian sosialisasi

d. Komitmen mutu

Melakukan sebagai wujud orientasi mutu untuk meningkatkan


kualitas pelayanan RS.

e. Anti korupsi

Dilakukan secara jujur, dan apa yang kita sampaikan dapat


dipertanggungjawabkan kebenarannya.

25
4. Implementasi penggunaan safety box

a. Akuntabilitas

Implementasi penggunaan safety box yang benar ke petugas


kesehatan sebagai wujud profesionalitas dan tanggung jawab yang
dilakukan secara transparan.

b. Nasionalisme

Sesuai sila ke II implementasi penggunaan safety box dilakukan


secara adil tanpa membedakan suku, keturunan, agama,
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial warna kulit dan
sebagainya.

c. Etika publik

implementasi penggunaan safety box sebagai wujud respek dan


kepedulian kita.

d. Komitmen mutu

Sebagai wujud orientasi mutu untuk menjaga kualitas pelayanan


demi keselamatan pasien dan petugas kesehatan.

e. Anti korupsi

Implementasi dilakukan terhadap semua petugas yang ada di


IGD tanpa terkecuali secara jujur dan transparan.

5. Evaluasi dari mentor dan rekan kerja terhadap kegiatan yang telah
dilakukan

a. Akuntabilitas

Evaluasi data dilakukan secara profesional dan transparan untuk


dikonsultasikan kepada mentor dan bertanggung jawab terhadap
hasilnya.

b. Nasionalisme

Sesuai sila ke IV bermusyawarah untuk mengevaluasi hasil yang


ada serta dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima
hasil musyawarah walau hasilnya tidak sesuai dengan yang kita

26
harapkan. Tidak memaksakan kehendak kita kepada rekan kerja
agar tujuan rancangan terealisasi sesuai dengan yang kita
harapkan.

c. Etika publik

Dalam berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan dengan


respek berprilaku sopan dan santun. .

d. Komitmen mutu

Melakukan evaluasi kegiatan dengan perbaikan yang


berkelanjutan untuk melakukan suatu perbaikan setelah melihat
situasi dan kondisi yang ada di unit kerja.

e. Anti korupsi

Evaluasi data dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab


tidak mengutak atik data yang ada walau hasilnya tidak sesuai
dengan yang kita harapkan.

D. Identifikasi Dampak Pemecahan Isu (Individu, Unit Kerja atau


Organisasi)
a) DampakIndividu

Setelah melaksanakan kegiatan pemecahan masalah pada saat


aktualisasi maka penulis akan mengetahui bagaimana menjalin
komunikasi dan kerja sama dengan rekan kerja juga atasan, serta
meningkatkan kompetensi substansial, dan bekerja
secaraprofesional.
b) Dampak Unit Kerja
Dengan membuat berbagai inovasi sebagai gagasan pemecahan
isu diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetensi rekan kerja
dan penulis sehingga siap dalam meningkatkan mutu pelayanan
serta patient savety di IGD RSUD Kertosono.
c) DampakOrganisasi
Dengan adanya aktualisasi ini maka diharapkan setiap ASN baru
selalu meningkatkan internalisasi nilai-nilai dasar ASN, sehingga

27
akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang jujur,
profesional, melayani, inovatif, dan berarti untuk membantu
pencapaian visi dan misi organisasi.

E. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi serta Tujuan Organisasi

Dengan pelaksanaan kegiatan handover diharapkan komunikasi


handover saat serah terima pasien sesuai dengan Nine live saving patient
savety, menurunnya angka kejadian tidak diharapkan, menurunnya angka
nyaris cedera serta meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat di
RSUD Kertosono sesuai dengan visi RS yaitu terwujudnya Rumah Sakit
yang Unggul, Bermutu, Inovatif, dan Menjadi Pilihan Masyarakat serta misi
RS yakni dapat memberikan pelayanan paripurna yang prima dengan
fokus pada kepuasan masyarakat dan Mewujudkan kelola rumah sakit
yang profesional, akuntabel, inovatif dan transparan.

F. Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai ASN


dalam menguatkan nilai-nilai organisasi sebagai budaya kerja:

1. INTEGRITAS bermakna keselarasan antara perkataan dan perbuatan


sesuai etika, moral dan kemanusiaan.
2. PROFESIONALISME bermakna kompetendan bertanggung jawab
dalam menjalankan tugas.
3. KEPEDULIAN bermakna melayani dengan empati, tulus dan peduli.
4. KOLABORASI bermakna bekejasama secara terpadu dalam
kesetaraan untuk mencapai tujuan bersama.
5. KEUNGGULAN bermakna menghasilkan yang terbaik secara kreatif,
inovatif dan berkelanjutan.

28
BAB III

A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di IGD RSUD


Kertosono pada tanggal 10Oktober 2019 sampai dengan
21November 2019. Kegiatan-kegiatan aktualisasi akan dijabarkan
dalam timeline kegiatan pada tabel .

Tabel 3-1 Jadwal kegiatan aktualisasi

29
B. Identifikasi Kendala dan RencanaAntisipasinya

Dalam pelaksanaan 4 kegiatan aktualisasi dan habituasi ANEKA,


terdapat kemungkinan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami
kendala sehingga rancangan kegiatan ini tidak dapat direalisasikan
secara optimal atau tidak tercapai aktualisasinya. Oleh karena itu
perlu disampaikan kendala-kendala yang mungkin terjadi, langkah-
langkah antisipasi menghadapi kendala tersebut, dan perlu dicari
secara cermat strategi untuk menghadapi kendala tersebut. Kendala,
resiko dan solusi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3-2 Identifikasi Kendala dan Rencana Antisipasi


No Kegiatan Kendala yang Antisipasi dan Strategi
dihadapi menghadapi kendala
1 Koordinasi Sulit menentukan Menggunakan media
dengan Mentor jadwal untuk komunikasi yang
dan kepala ruang berkonsultasi lain(telephone, WA,email)
2 Membuat stiker Mencari kata kata Membuat stiker dengan
himbauan yang cocok untuk kata kata ajakan yang unik
penggantian himbauan dan sopan
safety box
3 Melakukan Banyak yang tidak Melibatkan pimpinan
sosiaisasi datang saat instansi sebagai sosok
sosialisasi yang berwibawa untuk
memberikan pengarahan
4 Implementasi Menambah beban Memberikan pengertian
penggunaan kerja perawat manfaat penggunaan safety
safety box box untuk kepentingan
keselamatan semua
petugas

30
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai
Negeri Sipil. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan III : Akuntabilitas.Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Nasionalisme. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I/II dan III : Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

31
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pendidikan


dan Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.

Supartiningsih, Solichah. 2017. Kualitas Pelayananan Kepuasan Pasien


Rumah Sakit: Kasus Pada Pasien Rawat Jalan. Jurnal
Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 6 (1): 9-15

Permen PAN RB No 139 Tahun 2003. Tentang Jabatan Fungsional Dokter


dan Anggka Kreditnya : MenPAN RB

Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.


Jakarta: Republik Indonesia.

Undang – undang Nomor 44 Tahun 2009. Tentang Rumah sakit.Jakarta :


Republik Indonesia

32
LAMPIRAN

33

Anda mungkin juga menyukai