Anda di halaman 1dari 16

JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.

1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

PERANAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN


DAN PENGENDALIAN SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL
ATAS SISTEM ANGGARAN LEMBAGA PENDIDIKAN
DAN PENGEMBANGAN PROFESI INDONESIA (LP3I)
TANGERANG

Oleh:
Yopy Ratna Dewanti
Komputerisasi Akuntansi, Politeknik LP3I Jakarta
Gedung Sentra Kramat Jl. Kramat Raya No. 7-9 Jakarta Pusat 10450
Telp. 021 – 31904598 Fax. 021 - 31904599

Email : yopyrdewanti@yahoo.co.id

ABSTRAKSI

LP3I Tangerang resmi berdiri pada tanggal 22 September 1991, adalah sebuah
yayasan yang bergerak dibidang pendidikan profesi 2 (dua) tahun yang modalnya dimiliki
oleh sekelompok orang dan melaksanakan usaha lembaga pendidikan profesi 2 (dua) tahun
dengan program yang dibuka adalah Komputer Akuntansi, Office Management,
Informatika Komputer dan Teknik Mekanika Industri.
LP3I Tangerang menyusun anggarannya didasarkan pada rencana kerja yang disusun
oleh masing-masing kelompok unit kerja dalam Rakercab (Rapat Kerja Cabang) dan
kemudian dikonsolidasikan pada tingkat pusat (LP3I Pusat). Anggaran tersebut kemudian
dirapatkan oleh seluruh LP3I se- Indonesia dalam Rakernas (Rapat Kerja Nasional),
kemudian disahkan oleh peserta Rakernas (anggota terdiri atas Dewan Direksi, Manajer
Cabang, Asisten Manajer I Pendidikan, Asisten Manajer II Keuangan dan Personalia dan
Asisten Manajer III Marketing, dan Koordinator Bidang Keahlian seluruh Program
Profesi) dan kemudian menjadi anggaran masing-masing cabang.
Ada 5 jenis anggaran yang sekarang diberlakukan di LP3I Tangerang, yaitu anggaran
pendidikan, anggaran keuangan dan personalia, anggaran marketing, anggaran
pengembangan karir dan anggaran umum lainnya.
LP3I Tangerang menggunakan anggaran untuk merencanakan dan mengendalikan
semua pendapatan dan biaya. Anggaran tersebut digunakan sebagai alat otorisasi formal
dalam penggunaan sumber daya perusahaan dan sebagai sarana penilai efisiensi karena
perbandingan yang dilakukan selain antara biaya actual dengan anggaran yang telah
disetujui juga dengan pos-pos lainnya.
Pengendalian anggaran di LP3I Tangerang telah berjalan cukup efektif,. Setiap
semester LP3I Tangerang selalu mengadakan penilaian terhadap kinerja masing-masing
fungsi/unit yang ada melalui pertanggungjawaban anggaran. Setiap penyimpangan yang
signifikan diminta penjelasan mengenai sebab-sebab terjadinya, sehingga dapat dilakukan
perbaikan secara dini. Pada akhir tahun dilakukan lagi evaluasi terhadap realisasi seluruh
rencana kerja dan anggaran untuk menilai prestasi kerja suatu fungsi. Selain sebagai alat
pengendalian intern, Laporan Realisasi Anggaran dan analisanya, juga sebagai sarana
pertanggungjawaban Manajer Cabang Tangerang kepada Direktur Keuangan LP3I Pusat.
Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk mengetahui peranan

86
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

anggaran dalam penyusunan program perusahaan dan untuk mengetahui manfaat anggaran
dalam rangka pengendalian operasional di LP3I Tangerang.

Kata Kunci: Perencanaan, Sistem Anggaran

PENDAHULUAN TUJUAN PENELITIAN

LATAR BELAKANG MASALAH 1. Untuk mengetahui peranan


Salah satu syarat yang harus anggaran dalam penyusunan
dipenuhi oleh suatu perusahaan yang program perusahaan
ingin beroperasi dengan efisien adalah 2. Untuk mengetahui manfaat
adanya suatu perencanaan dan anggaran dalam rangka
pengedalian yang baik. Dengan adanya pengendalian operasional LP3I
perencanaan, perusahaan dapat Tangerang,
memberikan arah terhadap pencapaian
tujuannya. Untuk mendapatkan suatu LANDASAN TEORI
perencanaan yang baik, perusahaan harus
menyusunnya dengan suatu prosedur dan Anggaran
analisa yang komprehensif, dan Anggaran merupakan salah satu
kemudian dalam pelaksanaannya diikuti bentuk rencana yang biasanya dibuat
dengan pengendalian yang baik pula. dalam suatu organisasi. Anggaran
Salah satu wujud dari perencanaan yang perusahaan adalah rencana tentang
dipakai oleh perusahaan, baik perusahaan kegiatan perusahaan yang biasanya
kecil maupun perusahaan besar yang diungkapkan dalam satuan-satuan
bersifat kuantitatif dan alat bantu untuk moneter dan dimaksudkan untuk
koordinasi dan implementasi. mencapai sasaran perusahaan dalam
Adapun tujuan dari suatu sistem suatu jangka waktu tertentu. Rencana ini
anggaran di LP3I Tangerang adalah harus mencakup berbagai kegiatan
untuk memberikan kepada manajemen operasional yang saling berkaitan dan
informasi anggaran yang dibutuhkan dan saling mempengaruhi. Dengan demikian,
membantu mengukur secara finansial dapat kita katakana bahwa anggaran
hasil kerja perusahaan dalam mencapai perusahaan adalah suatu pendekatan
rencana, tujuan dan sasarannya dalam formal dan sistematis dari pelaksanaan
bentuk “Master Budget”. “Master tanggungjawab manajemen dalam
Budget”. perencanaan, koordinasi dan
pengendalian.
Anggaran bisa dikatakan sebagai
RUMUSAN MASALAH rencana manajemen, dengan asumsi
bahwa penyusunan anggaran akan
1. Bagaimana peranan anggaran mengambil langkah-langkah positif untuk
dalam penyusunan program- merealisasikan rencana yang telah
program/kegiatan-kegiatan disusun, sedangkan ramalan hanya
operasional LP3I Tangerang merupakan usaha untuk memperkirakan
2. Bagaimana manfaat anggaran apa yang akan terjadi, tanpa mengikat
dalam rangka pengendalian peramal bahwa ramalannya akan terjadi.
operasional LP3I Tangerang. Ramalan tidak perlu disyahkan oleh
pimpinan perusahaan, dapat berupa tiap
hari, minggu tanpa persetujuan atasan,
dan biasanya tidak dilakukan analisa

87
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

penyimpangan yang sistematis atas Pengendalian (Controlling)


perbedaan yang ada antara ramalan dan Pengendalian merupakan fungsi
hasil actual. manajemen ke lima setelah perencanaan,
Sebagai alat manajemen, anggaran pengorganisasian, penentuan staf dan
membantu manajemen dalam kepemimpinan. Manajemen harus
menjalankan fungsi-fungsi perencanaan, mencurahkan perhatiannya untuk
koordinasi dan pengendalian. melaksanakan fungsi pengendalian
Anggaran merupakan alat yang selama dan setelah operasi berjalan untuk
mendukung efektifitas perencanaan meyakinkan efisiensi operasi tersebut dan
jangka pendek dan pengendalian operasi yang bersangkutan dilaksanakan
organisasi. Suatu anggaran operasi sesuai dengan rencana yang telah
biasanya meliputi jangka waktu satu ditetapkan.
tahun dan menyatakan perencanaan atas Dalam upaya mencapai tujuan
pendapatan dan biaya untuk tahun yang organisasi, managemen harus secara terus
bersangkutan. menerus mengawasi aktivitas
Anggaran dapat dibedakan menurut operasional. Hasil nyata yang diperoleh
jangka waktu penggunaannya (time dari setiap aktifitas dibandingkan dengan
span), sifat atau jenis tanggungjawabnya. rencana, dan perbedaan yang signifikan
Berdasarkan jangka waktu dianalisa untuk dilakukan perbaikan.
penggunaanya, sementara menurut Manajemen melaksanakan fungsi
jenisnya dapat dibedakan : Capital pengendalian dengan membandingkan
Budget, yaitu anggaran yang performance atau kinerja dengan rencana
dipersiapkan untuk proyek-proyek sebagai upaya sistematis untuk mencapai
khusus, Master Budget, yaitu anggaran tujuan perusahaan.
yang menggabungkan seluruh Manajemen harus melaksanakan
perencanaan perusahaan untuk jangka ke-empat langkah ini secara sesuai.
pendek, biasanya satu tahun, Continuous Pengendalian menjadi suatu hal yang
Budget, yaitu anggaran yang sejenis penting dalam suatu operasi sehari-hari,
Master Budget yang mana selalu tersedia terutama dalam menghadapi atau
anggaran untuk dua belas bulan yang mengantisipasi perubahan lingkungan
akan datang. yang begitu cepat. Peningkatan
Perencanaan pada dasarnya kompleksitas suatu organisasi,
merujuk pada proses memutuskan apakah keterlibatan semua lapisan dalam
suatu tindakan akan dilakukan untuk organisasi dan pendelegasian wewenang
mencapai tujuan dan sasaran tertentu menjadi mutlak diperlukan.
dengan menggunakan sumber daya yang Karakteristik Efektifitas Sistem
tersedia, yang terlihat selama suatu Pengendalian, yaitu akurat, tepat waktu,
perusahaan secara terus menerus tetap objectif dan komprehensif, pengendalian
ada. Pada dasarnya perencanaan adalah strategis, realistis secara organisasi,
suatu pengambilan keputusan. realisistis secara organisasi, terkoordinir
Perencanaan dapat dikategorikan dengan aliran kerja, fleksibel, preskriptif
ke dalam dua kelompok, yaitu Strategic dan operasional, dan dapat diterima oleh
Planning (Perencanaan Strategis) yaitu seluruh anggota organisasi
perencanaan jangka panjang, yang Fungsi Anggaran Manajemen
mempunyai efek jangka panjang, dimana adalah perencanaan dan pengendalian,
setiap kali ditetapkan akan lebih sulit maka fungsi anggaran dalam organisasi
untuk dirubah. dan Tactical Planning dapat dikaitkan dengan kedua fungsi
(Perencanaan Taktis), yaitu sasaran manajemen tersebut.
diformulasikan dan kemudian strategi Program kerja pada umumnya
untuk mencapai sasaran tersebut dipilih. didukung dengan rencana-rencana

88
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

kegiatan tertentu yang lazimnya disebut persyaratan yang dituntut dalam


Action Plan. persiapan dan penyusunannya.
Manfaat anggaran sesuai dengan
Anggaran perkembangannya dapat dibagi menjadi 3
Anggaran sebagai Alat (tiga) yaitu , anggaran sebagai alat
Pengendalian dalam suatu Perusahaan, penaksir, anggaran sebagai plafon dan
meliputi rencana organisasi dan prosedur alat pengatur otorisasi, anggaran sebagai
serta catatan yang berkenaan dengan alat penilai efisiensi.
pengamanan harta dan kehandalan Anggaran harus disusun secara
catatan keuangan. Eksistensi dari proses adil, agar menjadi efektif. Maksudnya
pengendalian memungkinkan manajemen proses penganggaran harus merupakan
mengetahui dari waktu ke waktu dimana suatu system yang bottom-up, dimulai
posisi perusahaan dalam hubungannya dari manajer tingkat bawah yang
dengan posisi yang direncanakan. menyusun usulan anggaran. Jika
Pencapaian usaha harus diamati, diukur pimpinan merubah usulan anggaan
dan diarahkan agar apa yang diinginkan tersebut, maka perubahan tersebut harus
dapat dicapai, hal ini merupakan fungsi dijelaskan alasannya sehingga manajer
pokok dari pengendalian. yang mengusulkannya dapat yakin dan
Anggaran dapat dipergunakan menerima perubahan tersebut.
sebagai alat pengendalian yang cukup
efektif dan juga mencakup ketiga jenis METODOLOGI PENELITIAN
pengendalian yang telah dikemukakan
sebelumnya. Sebagai system Kerangka Pemikiran
pengendalian umpan balik, anggaran Metode yang digunakan untuk
dapat dipergunakan dengan cara penelitian ini menggunakan metode
membandingkannya dengan hasil kuantitatif dan kualitatif, dimana metode
kegiatan sebenarnya apakah telah kuantitatif digunakan untuk menyajikan
dilakukan sesuai dengan rencana atau analisis penelitian dengan angka-angka,
anggaran yang telah ditentukan. Akan sedangkan metode kualitatif digunakan
tetapi bila terdapat perubahan kualifikasi untuk menjelaskan hasil analisis
akuntansi dan keadaan perekonomian kuantitatif.
yang memburuk, maka penggunaan Jenis penelitian ini merupakan
anggaran sebagai system pengendalian penelitian analisis deskriptif, artinya hasil
umpan balik tidak akan efektif yang diperoleh akan disampaikan dengan
digunakan. apa adanya dan tanpa memberikan
Anggaran juga dapat digunakan penilaian terhadap hasil penelitian.
sebagai system pengendalian umpan Pertama kali adalah dengan mengadakan
maju apabila anggaran digunakan dengan pengumpulan data-data sesuai dengan
maksud untuk mengembangkan dan penelitian diantaranya sejarah
melaksanakan kegiatan-kegiatan agar perusahaan, struktur organisasi, laporan
sesuai dan searah dengan tujuan, rencana, keuangan perusahaan tahun yang telah
peraturan dan kebijakan perusahaan. berjalan, sedang berjalan yang kemudian
Disamping itu, anggaran sebagai dianalisa.
alat manajemen untuk keperluan Dari analisa tersebut, maka akan
perencanaan dan pengendalian dapat diprediksi keadaan keuangan pada
mengalami perkembangan dari waktu ke masa yang akan datang dimana
waktu. Perkembangan ini diukur dari segi perusahaan akan menghadapi perubahan
manfaat yang ingin diperoleh dari yang menguntungkan.
penggunaan system tersebut dalam
pelaksanaannya. Semakin banyak

89
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

Metode Pengumpulan Data Kegiatan operasional LP3I


Untuk dapat mengetahui gambaran Tangerang secara keseluruhan mendidik
yang sesungguhnya dari obyek tenaga muda yang professional
penelitian, maka diperlukan suatu data dibidangnya dengan kemampuan
yang baik dan tepat. Data yang tidak internasional dalam memasuki era
sesuai dengan keadaannya akan persaingan diwilayah Banten dan
menyebabkan resiko bagi pembuatan menjadi tempat pelatihan bagi karyawan
keputusan. Data-data tersebut hendaknya perusahaan di wilayah Banten. Program
akurat dan sesuai dengan kenyataan yang yang ada dibedakan menjadi :
terjadi dan bukanlah merupakan data 1. Program Profesi (Senior dan
rekaan. Akan tetapi hal ini sering terjadi Yunior)
adanya kesalahan data, karena itu 2. Program Reguler
pencarian data dibuat dengan 3. Program In House Training
klasifikasinya yaitu data menurut sifatnya
terbagi menjadi data kualitatif, yaitu data Program profesi yang diadakah
yang tidak dalam bentuk angka, antara adalah Program Office Management,
lain tentang sejarah organisasi Informatika Komputer, Komputer
perusahaan, struktur organiasasi dan Akuntansi dan Teknik Mekanika Industri,
sebagainya, dan data kuantitatif, yaitu sedangkan program regular yang dibuka
data yang berbentuk angka. Dalam hal ini tergantung pada peminat yang ada,
adalah semua laporan keuangan lembaga, seperti Bahasa Inggris, Komputer,
diantaranya neraca, laporan rugi laba dan Akuntansi dan Perpajakan. Sedangkan
data lain yang mendukung. untuk program In House Training
Pendekatan untuk memperoleh data dan diadakan dengan permintaan dari
informasi yang dibutuhkan adalah perusahaan atau sekelompok orang yang
dengan studi kepustakaan dan mengkaji akan mengadakan kerjasama pelatihan
pedoman-pedoman yang digunakan dengan LP3I Tangerang.
perusahaan dari pengamatan langsung Kegiatan LP3I Tangerang tersebut
dengan Manager Cabang, Asisten dapat dikelompokkan menjadi kegiatan
Manager, karyawan dan pihak yang operasional dan non operasional, dikelola
terkait. dengan menerapkan konsep pusat
pertanggungjawaban pendapatan
Skema Proses Analisa dapat (revenue centre) dan konsep pusat
digambarkan : pertanggungjawaban biaya (cost centre).
Divisi yang merupakan revenue
centre adalah divisi Marketing dan
Pengembangan Karir selain divisi ini
juga sebagai cost centre dan divisi yang
merupakan cost centre adalah divisi :
1. Pendidikan
2. Keuangan dan Personalia
3. Marketing
4. Pengembangan Karir

Adapun kegiatan serta


HASIL PENELITIAN DAN pertanggungjawaban setiap fungsi dapat
PEMBAHASAN diuraikan sebagai berikut :
a. Divisi Pendidikan
Kegiatan Operasional LP3I Tangerang Divisi pendidikan dipimpin oleh
seorang Asisten Manajer I (AM.1) dan

90
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

mempunyai 2 orang staf Administrasi masing Asisten Manajer (AM) dan


pendidikan yang membantu. Selain staf manager cabang (MC) dalam rapat harian
dibawah koordinasinya, AM. 1 (daily meeting). Dalam daily meeting ini
membawahi : AM.II sebagai divisi keuangan
1. Staf Perpustakaan melaporkan pendapatan dan pengeluaran
2. Dosen dan Asisten Dosen yang terjadi satu hari kemudian. Dengan
demikian pengendalian yang dilakukan
Secara keseluruhan AM.1 bertugas semakin cepat dan masalah-masalah
untuk melaksanakan dan mengelola keuangan akan cepat ditanggapi dan
segala aktifitas pendidikan di cabang baik dicari jalan keluarnya, sehingga secara
pendidikan profesi maupun regular. cepat pengendalian juga akan terlaksana.
Biaya yang timbul dari kegiatan-
kegiatan yang berkenaan dengan tugas c. Divisi Marketing
dari divisi ini dilaporkan pada entity yang Divisi Marketing dipimpin oleh
berbeda sesuai dengan pos-pos biaya Asisten Manajer III (AM.III) dan
yang sudah dibuat. Pertanggungjawaban mempunyai 1 staff marketing, Selain
pembiayaan tersebut diberikan kepada membawahi staff marketing, AM.III
divisi keuangan yang akan melakukan membawahi Costumer Service dan
cross check (Cek silang) apakah sesuai secara menyeluruh tugas AM.III adalah
dengan yang sudah dicatat oleh melaksanakan dan menjalankan segala
keuangan, dan kemudian dilaporkan aktivitas marketing serta membina unit
kepada Manajer Cabang sebagai kegiatan mahasiswa (UKM).
penanggungjawab semua kegiatan Marketing seperti yang kita ketahui
cabang. bahwa divisi ini adalah ujung tombak
terlaksananya semua kegiatan, karena
b. Divisi Personalia dan Keuangan apabila hasil yang diperoleh dari divisi
Divisi Personalia dan Keuangan ini sebagai hasil dari kegiatan yang telah
dipimpin oleh seorang Asisten Manager dilakukan dalam hal ini perolehan siswa
II (AM.II) dan mempunyai 2 orang staff, sedikit atau tidak mencapai taget, maka
yaitu 1 (satu) orang sebagai staf kegiatan belajar mengajar dan lainnya
keuangan dan satunya sebagai staff akan berantakan sehingga menyulitkan
personalia. Selain mempunyai 2 orang proses yang akan dilakukan.
staff, AM.II membawahi : Pendapatan yang diperoleh adalah :
1. Staff umum dan logistic 1. Penerimaan siswa profesi
2. Satpam yunior
3. Supir 2. Penerimaan siswa profesi
4. Office Boy senior
5. Teknisi 3. Penerimaan siswa
regular/kursus-kursus
Secara keseluruhan AM.II bertugas 4. Penerimaan In House Training
melaksanakan dan menjalankan segala
aktifitas keuangan dan personalia di Penerimaan-penerimaan ini
kantor cabang. mempengaruhi cash flow keseluruhan
Pendapatan dan biaya-biaya dalam satu periode pencatatan keuangan.
maupun investasi yang terjadi pada setiap Divisi ini juga paling banyak
divisi akan dilakukan pengeluaran dan menghabiskan dana untuk pelaksanaan
penerimaan maupun pencatatan. Seluruh kegiatannya dalam rangka perolehan
rencana pendapatan dan biaya disimpan penerimaan, karena divisi ini harus
oleh divisi ini yang pada setiap harinya melakukan promosi-promosi, baik dalam
akan disosialisasikan kepada masing- lingkungan LP3I Tangerang maupun

91
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

lingkungan luar, yaitu pada sekolah senior akan mengumpulkan CV


SMU/K binaan, perusahaan relasi dan (Curriculum Vitae) masing-masing 10 set
media baik cetak maupun elektronik. dengan melampirkan transkrip nilai yang
Secara umum biaya marketing dikelola diberikan setiap semesternya. Apabila
sebagian oleh kantor pusat, tetapi cabang ada permintaan tenaga kerja dari
dapat melakukan terobosan-terobosan perusahaan, maka divisi ini akan
baru dalam melakukan promosinya. menentukan siswa yang akan mengikuti
Setelah divisi ini melakukan promosinya, proses seleksi karyawan di perusahaan
maka rencana-rencana pembayaran tersebut.
dikelola oleh AM II sebagai divisi Penerimaan yang ada pada divisi ini
keuangan dibantu oleh Customer Service adalah penerimaan dari siswa alumni
dan juga Penasehat Akademik yang ada yang telah diterima kerja pada sebuah
untuk setiap kelas yang dibuka perusahaan apabila sebelumnya sudah
khususnya untuk program profesi baik ditempatkan bekerja tetapu keluar karena
senior maupun yunior dan juga program sebab-sebab dari perusahaannya. Setiap
reguler pada kelas yang dibuka, karena siswa senior memperoleh kesempatan
pada program profesi senior maupun mengikuti proses seleksi kerja karyawan
yunior pembayaran dapat dilakukan 3 sebanyak 2 (dua) kali magang dan 2
(tiga) kali, 5 (lima) kali, ataupun 10 (dua) kali penempatan kerja. Khusus bagi
(sepuluh) kali pada tanggal 5-10 setiap siswa yang mendapatkan rangking 5
bulannya atau sesuai dengan rencana besar dimasing-masing kelas, divisi ini
pembayaran yang dibuat oleh masing- mempunyai tanggungjawab penuh dalam
masing Orang Tua/Wali Siswa yang penempatan kerja. Apabila siswa tersebut
bersangkutan, sedangkan untuk sudah melebihi kesempatan yang
pembayaran siswa regular dapat diberikan tetapi meminta pekerjaan
dilakukan 2 (dua) kali atau 3 (tiga) kali. ditempat lain, maka sebagai sanksinya
mereka harus menyetorkan dana sebesar
d. Divisi Pengembangan Karir 50% dari gaji yang didapat diperusahaan
Penanggungjawab divisi tersebut dengan mencicil 2 atau 3 kali
pengembangan karir ini dilakukan oleh 1 kepada LP3I Tangerang melalui divisi
(satu) orang dan koordinasinya langsung ini.
dibawah Manajer Cabang, dengan
mempunyai tugas menyelia pendaftaran, Penyusunan Anggaran LP3I
penempatan magang dan kerja serta Untuk memenuhi kewajibannya
menawarkan lulusan untuk ditempatkan dalam penyusunan anggaran, LP3I
magang atau kerja pada perusahaan Tangerang mulai mempersiapkan
relasi. penyusunan anggarannya pada bulan Juni
Divisi Pengembangan Karir ini karena tahun buku baru dimulai pada 1
melakukan tugasnya khusus untuk Juli dan berakhir pada 30 Juni.
program profesi senior. Pertama, Manajer Cabang meminta
Penanggungjawab divisi ini diberikan para asisten manajer masing-masing
wewenang untuk melakukan penempatan divisi untuk membuat rencana kegiatan
kerja dan magang bagi siswa yang sudah dan rencana anggaran sesuai dengan ide
masuk dalam program profesi senior. masing-masing divisi yang akan
Divisi ini pada saat siswa berada di dilaksanakan untuk periode mendatang
semester III (Senior) akan melakukan dengan membandingkan rencana
pelatihan bagi siswa senior sehingga anggaran dan realisasi anggaran tahun
apabila dalam proses penempatan sebelumnya.Setelah itu diadakan Rapat
kerja/magang mereka siap Kerja Cabang (Rakercab) untuk
menghadapinya, dan kemudian siswa menentukan apakah rencana tersebut

92
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

dapat sesuai dengan kebutuhan dan dan anggaran periode mendatang bagi
keinginan seluruh karyawan, dengan cara LP3I seluruh Indonesia dan Kantor Pusat
membagi seluruh karyawan dalam 4 sendiri. SOP inilah yang menjadi alat
(empat) bagian sesuai dengan banyaknya perencanaan dan pengendalian anggaran
divisi yang ada. Setiap bagian diberikan cabang dalam periode yang akan datang.
rencana kegiatan dan rencana anggaran Setelah SPO dan rencana kerja
yang sudah dibuat oleh masing-masing serta rencana anggaran disepakati dan
asisten manajer. Kemudian rencana dibuat Juknis (Petunjuk Teknis), maka
anggaran dan rencana kegiatan tersebut Manajer Cabang akan membawa hasil
diolah sedemikian rupa oleh masing- Rakernas ke dalam rapat karyawan
masing bagian yang telah terbagi. cabang dan tugas dari Assisten Manajer
Masing-masing bagian divisi mempunyai Personalia dan Keuangan yang akan
wewenang untuk menentukan besarnya mensosialisasikan hasil-hasil Rakercab
kenaikan dan penurunan rencana yang disetujui dan dapat dijalankan oleh
anggaran atau menambah sub anggaran cabang dan SOP serta Juknis baru hasil
yang akan diadakan sesuai dengan Rakernas. Hasil itulah yang akan
rencana kegiatan yang ada dan dijadikan acuan dan pedoman bagi
berdasarkan pedoman yang diberikan seluruh karyawan cabang dalam
oleh kantor pusat. Selain rencana menjalankan kegiatan yang telah dibuat
anggaran dan rencana kegiatan dibuat oleh masing-masing divisi.
oleh masing-masing bagian yang
mewakili divisi, seluruh karyawan juga Anggaran Biaya Pendidikan
menentukan sasaran yang akan dicapai Anggaran biaya pendidikan
dalam tahun anggaran yang akan datang mencakup anggaran biaya yang
dan rencana kerja yang diarahkan untuk diperkirakan akan terjadi dalam tahun
mencapai sasaran (target) tersebut. anggaran dalam rangka suksesnya proses
Selanjutnya, Manajer Cabang belajar mengajar. Anggaran biaya
menjabarkan lebih lanjut rencana kerja pendidikan mencakup biaya sebagai
dan rencana anggaran yang telah berikut :
disepakati oleh seluruh karyawan cabang 1. Anggaran untuk kegiatan warga
secara horizontal kepada cabang-cabang belajar
lain dan secara vertical kepada seluruh Anggaran ini mencakup anggaran
jajaran Dewan Direksi dalam Rapat Kerja PSPL (Pengenalan Sistem Pendidikan
Nasional (Rakernas) LP3I. LP3I), kuliah umum dan psycotest
Dalam Rapat Kerja Nasional program senior, company visit program
tersebut setiap rencana kegiatan dan senior, ekstrakulikuler (LAC, LCC,
rencana anggaran masing-masing cabang SICE, Olah Raga dan Seni),
disosialisasikan dan disesuaikan dengan mengaktifkan kegiatan DCC (Daily
rencana kerja dan rencana kegiatan Conversation Club), kegiatan hari
menyeluruh. Rencana kegiatan dan berbahasa Inggris, majalah bulletin
rencana anggaran tersebut diolah dan bulanan, Ujian Nasional Komputer
disepakati kegiatan-kegiatan apa saja (UNK) dan Ujian Nasional Akuntansi
yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan (UNA), membuat dan bimbingan dalam
dan anggaran apa saja yang dapat diolah Ujian Aplication Project (AP) untuk
dan yang tidak boleh diolah oleh masing- siswa IK&OM), Ujian Tengah Semester
masing cabang. Setelah disepakati (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)
bersama maka seluruh anggota Rakernas serta melaksanakan Ujian HER dan Ujian
membuat SOP (System Operational and Susulan.Anggaran Staf dan Asisten
Procedure) yang terpusat untuk dijadikan Laboratorium Komputer
pedoman dalam pelaksanaan kegiatan

93
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

Anggaran ini mencakup anggaran


pelatihan yang sesuai dengan bidangnya, a. Anggaran Marketing
penataan ruang yang representative dan Anggaran biaya marketing dan
menyiapkan kebutuhan penerimaan keuangan mencakup anggaran biaya yang
mahasiswa baru (PMB) diperkirakan akan terjadi dalam tahun
2. Anggaran Perpustakaan anggaran dalam rangka suksesnya proses
Anggaran perpustakaan ini belajar mengajar. Anggaran biaya
mencakup anggaran untuk menciptakan pendidikan mencakup biaya sebagai
iklim gemar membaca dan meningkatkan berikut :
pengunjung perpustakaan dengan b. Anggaran biaya Public Relation
melengkapi fasilitas dan buku-buku baru, Anggaran ini mencakup anggaran
pelatihan yang sesuai dengan bidangnya untuk presentasi ke-20 SMU/K binaan,
3. Anggaran Penasehat Akademik kerjasama sertifikasi 10 SMU/K binaan,
Anggaran ini mencakup anggaran untuk workshop siswa SMU/K binaan dan
laporan akademik secara spesifik, pelatihan guru 40 sekolah binaan,
bimbingan kepada warga belajar dan pelaksanaan WIsata Ilmiah/Outbond
membentuk Penasehat Akademik. siswa Yunior.
4. Anggaran Aktifitras lain-lain c. Anggaran biaya Tool Kit
Anggaran ini mencakup anggaran Anggaran ini mencakup anggaran
bimbingan persiswa, pertemuan Orang untuk pembelian tool kit marketing, yaitu
Tua Siswa, Daily Meeting dengan MC, pembelian buku selayang pandang,
AM.I, AM.II, AM. III dan penanggung message board, buku panduan, poster,
jawab Pengembangan Karir dan evaluasi brosur operasi pasar, brosur direct
PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru). mailing, sticker, company profile, jepitan
dasi, kartu ucapan, kalender meja,
a. Anggaran Biaya Personalia dan kalender dinding, jam dinding, gantungan
Keuangan kunci, spanduk profesi, umbul-umbul,
Anggaran biaya personalia dan map, tas, spanduk HUT RI, giant banner,
keuangan mencakup anggaran biaya yang topi, pin dan komputerisasi PMB
diperkirakan akan terjadi dalam tahun Integrated.
anggaran dalam rangka suksesnya proses
belajar mengajar. Anggaran biaya d. Anggaran biaya Promosi
pendidikan mencakup biaya sebagai Anggaran biaya promosi ini
berikut : mencakup anggaran untuk pemasangan
1. Anggaran Personalia spanduk, iklan media local RADAR,
Anggaran personalia mencakup pengiriman kartu ucapan, direct mailing
anggaran untuk pelatihan Bahasa Inggris, profesi, direct mailing In House Training,
pelatihan SDM, pelaksanaan disiplin kegiatan MGM (Member Get Member)
kerja dengan memberikan insentif kepada profesi, penyebaran brosur, dan talk show
Karyawan Terbaik, pengajian Jumat dan di EMC Radio.
Yasinan Sabtu, silaturahmi ke rumah e. Anggaran biaya Sponsorship
Karyawan dari OB sampai MC, Anggaran ini mencakup anggaran
pemberian kartu ucapan dan cinderamata untuk pembuatan buku kenangan sekolah
ultah kepada karyawan. binaan, kegiatan ekstrakulikuler sekolah
2. Anggaran Keuangan binaan, partisipasi dana perpisahan
Anggaran ini mencakup anggaran sekolah binaan dan pembuatan map
untuk penagihan piutang siswa, ijasah siswa sekolah binaan.
pengiriman surat tagihan, pembayaran f. Anggaran biaya Marketing
telepon dalam rangka penagihan piutang Reguler
siswa.

94
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

Anggaran ini mencakup anggaran i. Anggaran sebagai Alat


untuk operasi pasar, iklan RADAR, Perencanaan
pembuatan spanduk dan pemasangannya, Kegiatan perencanaan untuk
pameran dan MGM Reguler. anggaran tahunan sangat erat
g. Anggaran Pengembangan Karir hubungannya dengan kegiatan-kegiatan
Anggaran biaya marketing dan operasi dan keuangan jangka panjang.
keuangan mencakup anggaran biaya yang Keputusan-keputusan mengenai operasi
diperkirakan akan terjadi dalam tahun jangka pendek tidak dapat dibuat dengan
anggaran dalam rangka suksesnya proses tetap kecuali Direksi telah membuat
belajar mengajar. Anggaran biaya rencana-rencana jangka panjang untuk
pendidikan mencakup biaya sebagai pertumbuhan perusahaan dikemudian
berikut : hari.
1. Anggaran biaya pembinaan mitra Tahap perencanaan di LP3I
perusahaan mencakup baik perencanaan jangka
Anggaran ini mencakup anggaran panjang maupun jangka pendek. Rencana
untuk mengadakan In House Training jangka pendek mencakup hal-hal yang
atau seminar dalam rangka menjalin terperinci, sedangkan rencana jangka
kerjasama dalam pemagangan dan panjang hanya mencakup garis besarnya
penempatan kerja bagi siswa senior dan saja.
alumni. Perencanaan jangka panjang sangat
2. Anggaran biaya pelatihan tergantung pada analisa permintaan pasar
Anggaran ini mencakup anggaran dikemudian hari dan operasi penunjang
untuk pelatihan psycotest, computer, yang diperlukan untuk memenuhi
Bahasa Inggris, Akuntansi Siswa Senior. permintaan tersebut. Rencana-rencana
3. Anggaran biaya Direct Mailing jangka panjang mencakup sasaran-
Anggaran ini mencakup anggaran sasaran seperti berikut :
untuk mengirim ucapan selamat kerja
untuk Orang Tua Siswa, ucapan selamat 1. Pindah gedung ke tempat yang
hari raya, ultah untuk relasi perusahaan lebih representative, yaitu di
dan alumni. pinggir jalan raya yang mempunyai
4. Anggaran biaya Kuliah areal parkir yang luas.
Umum/AMT 2. Memperbesar dan memperbaiki
Anggaran ini mencakup anggaran sarana dan prasarana
untuk pemberian motivasi, pengarahan 3. Memenuhi permintaan akan
dan menyampaikan informasi bagi siswa fasilitas untuk tahun-tahun yang
senior dan alumni dan persiapan akan datang
pemagangan dan penempatan kerja. 4. Merubah letak ruang belajar
5. Anggaran biaya pembinaan IKA maupun ruang management dan
Alumni merenovasi seluruh gedung.
Anggaran ini mencakup anggaran Perencanaan jangka pendek
untuk berita actual pemagangan dan dikembangkan atas dasar tahunan
penempatan kerja bagi siswa alumni. berlandaskan pola sebagai berikut :
h. Analisa Peranan Anggaran di 1. Manajer Cabang merinci sasaran-
LP3I sasaran dalam garis besar, asumsi-
Peranan dan fungsi anggaran di asumsi perencanaan dan
LP3I secara garis besar mencakup dua pengarahan yang disampaikan
hal penting, yaitu alat perencanaan dan kepada para asisten manajer dari
pengendalian. masing-masing divisi.
2. Para asisten manajer ini
mengembangkan bagiannya sendiri

95
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

melalui rencana kerja sesuai dalam penggunaan sumber daya atau


dengan pengarahan secara garis pengambilan tindakan tertentu secara
besar efektif. Dengan demikian, fungsi
3. Asisten manajer memberikan anggaran sebagai alat komunikasi
rencana kerja mereka kepada tambahan antara Manajer Cabang dengan
Manajer Cabang untuk penelitian berbagai divisinya terlaksana dengan
secara kritis, penilaian dan sasaran baik.
perbaikan, bila perlu. Rencana anggaran dalam proyeksi
4. Rencana-rencana yang sudah ada laba/rugi dari arus kas (Income
diteliti oleh seluruh karyawan Statement&Cash Flow Projection) untuk
dalam rapat kerja cabang periode tahun 2002-2003 yang terjadi
(Rakercab) untuk ditetapkan dan dijabarkan ke dalam arti moneter sebagai
akan dibawa oleh Manajer Cabang berikut :
dan dikonsolidasikan lebih lanjut
dalam Rapat Kerja Nasional j. Anggaran sebagai Alat
(Rakernas LP3I) Tahunan. Pengendalian
5. Rencana-rencana yang telah Bila suatu anggaran untuk tahun
disetujui dalam Rapat Kerja anggaran yang baru sudah disetujui dan
Nasional (Rakernas LP3I) diumumkan serta tahun anggaran tersebut
Tahunan, maka rencana tersebut mulai berjalan, maka mulailah tahap
disosialisasikan kepada seluruh pengawasan dan pengendalian.
karyawan. Sasarannya adalah menjamin agar
pelaksanaannya sesuai dengan sasaran
Rencana jangka pendek mencakup dan rencana perusahaan yang telah
jangka waktu setahun (12 bulan) dan ditentukan lebih dahulu. Hal ini
dibagi lebih lanjut dalam triwulanan atau menyangkut pembuatan laporan-laporan
bulanan serta dibagi menurut berkala, yang menyoroti perbedaan
tanggungjawab rencana organisasi, (varian) dalam pelaksanaan
Alasan pembagian dalam bulanan atau sesungguhnya dari rencana anggaran,
triwulanan ini adalah untuk serta menentukan dan memberitahukan
memungkinkan perbandingan anggaran sebab musabab untuk kepentingan
dengan realisasinya dapat dilakukan tepat pimpinan yang lebih tinggi.
waktu. Suatu system pengendalian yang
Anggaran sebagai alat bantu baik menentukan standar-standar
manajemen dalam proses perencanaan, pengukuran, memperbandingkan hasil
disini terlihat pada saat anggaran disusun, kerja actual dengan hasil kerja standar,
jika anggaran terdiri dari biaya-biaya membuat laporan-laporan yang
yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan, memperinci hasil-hasil yang dicapai,
maka divisi keuangan dan personalia serta menentukan sebab-sebab dari
akan mengkonfirmasikan kepada divisi perbedaan (Varian) dan akhirnya
yang bersangkutan sehingga mengambil tindakan koreksi yang
pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat diperlukan.
dicegah. Selanjutnya dengan disusunnya Dalam menilai dan menyelidiki
anggaran berarti diperlukan analisa data suatu perbedaan (varian) untuk
yang lebih teliti untuk dapat digunakan menentukan sebab-musabab,
dalam pengambilan keputusan atau diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
tindakan yang paling menguntungkan. 1. Bahwa perbedaan tersebut tidak
Anggaran yang telah disetujui oleh signifikan, baik perbedaan yang
Dewan Direksi melalui Rakernas menguntungkan maupun yang tidak
bermanfaat sebagai alat otorisasi formal menguntungkan.

96
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

2. Perbedaan yang disebabkan oleh Kemudian membuat laporan


kesalahan-kesalahan dalam realisasi anggaran. Laporan
pelaporan, baik sasaran anggaran realisasi anggaran ini merupakan
maupun data actual yang diberikan bentuk feedback control atas
oleh Divisi Keuangan harus dinilai penyimpangan terhadap anggaran
untuk mendapatkan kepastian yang terjadi.
bahwa tidak terdapat kesalahan- 3. Melakukan analisa terhadap
kesalahan dalam pencatatan. penyimpangan-penyimpangan atau
Analisa perbedaan diterapkan perbedaan yang terjadi serta
antara lain untuk : mencari sebab musababnya agar
a. Hasil actual periode berjalanb tidak terulang pada anggaran yang
dengan periode yang sama akan datang. Tujuan ini bermanfaat
tahun sebelumnya sebagai Feedback Control.
b. Hasil nyata dengan biaya 4. Mengadakan tindakan perbaikan
standar atas hasil analisa penyimpangan
c. Hasil nyata dengan sasaran yang menguntungkan agar
anggaran anggaran pada akhir periode dapat
mencapai tujuan yang telah
Pengendalian anggaran di LP3I ditetapkan dalam pelaksanaan
meliputi proses penilaian pelaksanaan anggaran.
dan perbaikan atau penyempurnaan suatu
aktivitas apabila pelaksanaan suatu Setiap triwulan LP3I Tangerang
kegiatan berbeda dengan rencana. selalu mengadakan penelitian terhadap
Pengendalian merupakan aktifitas yang kinerja masing-masing fungsi yang ada
harus dilaksanakan untuk mencapai melalui pertanggungjawaban anggaran
tujuan organisasi yang telagh ditetapkan keuangan. Setiap penyimpangan yang
secara umum dan untuk menjamin signifikan diminta penjelasan mengenai
apakah anggaran yang telah disusun sebab-sebab terjadinya, sehingga dapat
dilaksanakan sesuai dengan rencana atau dilakukan lagi evaluasi terhadap seluruh
standar. rencana kerja dan anggaran untuk menilai
Anggaran yang telah disusun dan suatu prestasi kerja divisi atau cabang
disetujui merupakan dasar pelaksanaan Tangerang itu sendiri.
kerja operasional LP3I Tangerang. Oleh Selain untuk keperluan intern,
karena itu pengendalian anggaran di LP3I Laporan Realisasi Anggaran beserta
Tangerang ditujukan untuk : analisanya juga dikirimkan kepada
1. Memonitor apakah setiap Divisi Direktur Operasional dan Direktur
melaksanakan tugas sesuai dengan Keuangan LP3I Pusat untuk dijadikan
anggaran yang telah ditetapkan, sebagai Laporan Pertanggungjawaban
dan mengarahkan aktifitas, tugas pimpinan perusahaan kepada Direktur
dan tanggungjawabnya kepada Utama dan Pemegang Saham.
tujuan yang telah ditetapkan dalam
anggaran. Hal ini menimbulkan Evaluasi
motivasi yang berpengaruh LP3I Tangerang pada periode tahun
terhadap penilaian kinerja. Tujuan 2002-2003 telah meraih pendapatan
ini sesuai dengan manfaat anggaran sebesar Rp. 1.871.129.376,-. Total biaya
sebagai penilai efisiensi dari yang dikeluarkan sebesar Rp.
aktifitas tiap divisi. 1.631.216.802,-, sehingga laba yang
2. Membandingkan anggaran dengan diperoleh sebesar Rp. 239.912.574,-
realisasinya yang dilakukan oleh dengan Net Profit yang dihasilkan
semua tingkat manajemen.

97
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

12,82% dari Net Income Ratio yang Dibawah ini disajikan rekapitulasi
ditetapkan sebesar 23,5%. perbandingan target dan realisasi periode
2002 dan periode 2003.

Apabila dibandingkan dengan 5. Tingginya biaya umum dan


tahun lalu Net Profit mengalami kenaikan administrasi karena sewa
yang sangat signifikan sebesar 52.53%. kendaraan
Tidak tercapainya target tahun 6. Naiknya biaya penyusutan karena
2002 s/d 2003 disebabkan oleh : adanya penambahan aktiva.
1. Terjadinya kenaikan drop out siswa
yang sangat tinggi (target 5%, Dibawah ini disajikan Analisa
realisasi 7%) Keuangan dan Interprestasi laporan target
2. Pendapatan Reguler tidak tercapai dan realisasi LP3I Tangerang untuk
3. Target In House Training tidak periode Juli 2002 s/d Juni 2003 sebagai
tercapai berikut :
4. Kenaikan biaya Marketing yang
signifikan

ANALISA LAPORAN KEUANGAN


LP3I TANGERANG

98
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

INTERPRESTASI
LAPORAN TARGET DAN REALISASI
PERIODE 01 JULI 2002 S/D 30 JUNI 2003

KESIMPULAN siswa drop-out, menekan biaya


a. Peranan Anggaran LP3I Tangerang marketing yang meningkat secara
sangat tinggi signifikan, mencari jalan dalam
b. Prosedur penyusunan anggaran di mensukseskan program In House
LP3I sudah baik dilakukan untuk Training dan program Reguler
periode 2002-2003 didasarkan pada sehingga dapat meningkatkan kualitas
struktur organisasi yang baik dengan lembaga.
pembagian tugas, wewenang dan
tanggungjawab yang jelas. SARAN
c. Manfaat anggaran dalam rangka a. Sistem perencanaan anggaran yang
pengendalian operasioal, LP3I telah dlakukan untuk tahun anggaran
Tangerang sudah dapat dirasakan 2002-2003 akan tetap dilaksanakan
dengan melihat evaluasi yang untuk tahun-tahun anggaran
menyatakan bahwa pada periode berikutnya.
2002-2003 ada kenaikan keuntungan b. Setiap “Staff” baik karyawan maupun
sehingga dapat melaksanakan Staff Pengajar diharapkan untuk tetap
program-program yang akan ikut dalam proses penyusunan rencana
direncanakan untuk tahun anggaran kerja maupun rencana anggaran.
berikutnya. c. Setiap perubahan baik penambahan
d. Manfaat anggaran dalam rangka anggaran maupun pengurangan
pengendalian operasional dapat anggaran diharapkan untuk dilakukan
dirasakan sehingga menekan kenaikan secara terbuka kepada seluruh

99
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

karyawan, sehingga semua dapat


membantu dalam proses pengendalian Robert N. Anthony, Vijay Gonindarajan,
anggaran tahun-tahun berikutnya. Management Control Sistem,
th
Dalam penyusunan anggaran harus Richard D Irwin Inc, 8 Edition,
dibuat anggaran khusus untuk 1995
mengantisipasi keperluan mendadak.
Robert N. Anthony, John Dearden,
Northon M. Bradford, Management
DAFTAR PUSTAKA Control System, Topan Co, Ltd,
1984
Akhmed Belkaoni, Cost Accounting, New
York, Dryden Press, 1983 Robert N. Anthony, The Management
Control Function, Harvard Business
Bierman, Jr Harold, et, al, Cost School Press, Boston,
Accounting : Concept and Massachusetts, 1988
Managerial Applications, PWS
KENT Publishing Co, Cincinnati, Robert N. Anthony, Glenn A. Welsch,
Ohio, 1990 Fundamental of Management
Accounting, Illinois, Richard D.
Charles T.Horgren,George Foster, Srikant Irwin Inc 1981
M.Datar : Cost Accounting : A
Managerial Emphasis, Englewood Russel L. Ackoff, A Concept of Corporate
Cliffs, New Jersey, Prentise-Hall Planning, New York, John
Inc, 1994 Willey&Sons Inc, 1990
D. Hartanto, Akuntansi Untuk Usahawan, Soemarso S.R, Akuntansi Suatu
Jakarta, LPFEUI, 1986 Pengantar, Buku 2, Jakarta,
LPFEUI, 1986
Fess, Philip E and Waren, Cares,
Accounting Principles, South Syafaruddin Alwi, MS, Drs, Alat-alat
Western Publishing Co, Cincinati, Analisis dalam Pembelanjaan, Andi
Ohio, 16th Edition, 1990 Offset Yogyakarta, 1993
Hussey, D.E, International Review of Glenn A Welsch, Ph D, CPA,
Strategic Management, Volume 1, Penyusunan Anggaran Perusahaan
John Willey&Sons, 1990 (Budgeting) : Perencanaan dan
Pengendalian Laba, Fadli, RA, Bec
Jakhotiya, G.P, Bugeting and Budgetary Tien Kartini Rai, Dra, 5th Edition,
Control, Tata Mc. Graw Hill Bumi Aksara Jakarta, 1990
Publishing Co.Ltd, New Delhi, 1989
James A.F.Stoner, Management, Richard Welsch, Hilton & Gordon, Anggaran
D Irwin Inc, Homewood Illinois, 2th Perencanaan dan Pengendalian
Edition, 1984 Laba, Buku 1&2, Purwaningsih SE,
MBA, Maudy Warouw SE, Ak, 5th
Apandi Nasehatun, SE, Budgeting and Edition, Salemba Empat Prentice-
Control; Sistem Perencanaan dan Hall, 1996
Pengendalian Terpadu, Konsep dan
Penerapannya, PT. Gramedia Rencana Kerja LP3I Tangerang tahun
Widiasarana Indonesia, Jakarta buku 2002-2003
1999

100
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol.2 No.1, Mei 2016 / ISSN 2339-2991

Laporan Tutup Tahun periode Juli 2002


s/d Juni 2003 LP3I Cabang
Tangerang

Job Description Kantor Cabang LP3I


Tangerang

101

Anda mungkin juga menyukai