Anda di halaman 1dari 11

KARYA TULIS ILMIAH UJIAN AKHIR SEMESTER

PENYELIDIKAN LOKASI
Kegagalan Struktur Slab Lantai Kendaraan pada
Konstruksi Jembatan Cemplung di Bantul Yogyakarta

INES EPTI NONIASARI 5160811043

NIA AMELIA ROSNIATI 5160811044

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2019
PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN

Yang bertandatangan dibawah ini, saya:

Nama : Nia Amelia Rosniati


Nim : 5160811044
Program Studi : Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Sains dan Teknologi

Menyatakan bahwa Laporan Kerja Praktik dengan judul: “Proyek Peningkatan


Jalan Galuhmas – Wadas (Jalan Bharata Raya) Di Kecamatan Telukjambe Timur
Kabupaten Karawang”
Pengamatan Pekerjaan Lapis Pondasi Atas, dan Pekerjaan Rigid Pavement ini
adalah hasil karya sendiri, tidak mengandung unsur plagiat dan sumber-sumber baik
yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan mengikuti tata cara dan
etika penulisan karya ilmiah yang benar. Segala sesuatu yang berkaitan dengan
pelanggaran seperti yang dinyatakan diatas, sepenuhnya menjadi tanggung jawab
penulis.

Yogyakarta,

Penulis,

Nia Amelia Rosniati


5160811044
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Jembatan adalah suatu konstruksi yang dibangun untuk sarana menyebrangi
lembah yang dalam, saluran irigasi, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-
lain. Maka, dapat disimpulkan pula bahwa jembatan merupakan penghubung antar
daerah, juga sarana penting bagi kehidupan bermasyarakat dalam beraktifitas di
berbagai bidang. Jembatan merupakan bagian dari jalan, sangat diperlukan dalam
system jaringan trasnportasi darat yang akan menunjang pembangunan pada daerah
tersebut. Perencanaan pebangunan jembatan harus di perhatikan seefektif dan
seefisien mungkin, sehingga jembatan dapat memenuhi keamanan dan kenyamanan
bagi para pengguna jembatan.
Pada Jembatan Cemplung, Kasihan, Bantul Yogyakarta merupakan penghubung
antara Desa Kembaran dengan Desa Padokan, jembatan tersebut di bangun sekitar
tahun 1995 yang lalu namun pada tahun 2006 terjadi gempa Jogja yang
mengakibatkan Jembatan Cemplung mengalami kerusakan pada struktur bawah.
Sehingga tidak dapat dilalui kendaraan sebelum akhirnya di bangun jembatan baru
persis disampingnya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja kerusakan yang ada di konstruksi jembatan cemplung.
2. Siapa yang dirugikan dari adanya jembatan cemplung (lama) yang tidak
kunjung dibongkar.
3. Kapan awal jembatan cemplung dibangun dan terakhir difungsikan.
4. Dimana lokasi jembatan cemplung.
5. Kenapa tidak dilakukan perbaikan sebelum akhirnya dibangun jembatan baru.
6. Bagaimana solusi setelah terjadi kerusakan pada konstruksi jembatan
cemplung

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa saja kerusakan yang ada di konstruksi jembatan cemplung.
2. Mengetahui siapa saja yang dirugikan dari adanya jembatan cemplung (lama)
yang tidak kunjung dibongkar.
3. Mengetahui tahun jembatan cemplung dibangun dan terakhir difungsikan.
4. Mengetahui lokasi lengkap dari jembatan cemplung.
5. Mengetahui alasan kenapa tidak dilakukan perbaikan sebelum akhirnya
dibangun jembatan baru.
6. Menjelaskan solusi setelah terjadi kerusakan pada konstruksi jembatan
cemplung.

1.4 Metoda dan Teknik Pengumpulan Data Informasi


Untuk memperoleh informasi mengenai jembatan cemplung, maka pengumpulan
data yang kami lakukan dengan cara melakukan interview dan wawancara dengan
warga sekitar jembatan cemplung serta mengambil informasi dari media internet.

1.5 Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data Informasi


Waktu pencarian data informasi tentang jembatan cemplung dilakukan pada hari
Jum’at, 10 Januari 2020. Lokasi pengumpulan data informasi di Bantul, Yogyakarta.
Gambar 1.1 Lokasi Jembatan Cemplung
(Sumber : Google maps 2019)
BAB II

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Kerusakan Jembatan


Konstruksi jembatan sangat diperlukan dalam sistem jaringan transportasi darat.
Sebagaimana mestinya, semakin berjalannya waktu konstruksi akan mengalami
kerusakan. Salah satu factor kerusakan disebabkan adanya komponen yang sudah
tidak layak. Kegagalan bangunan/konsruksi bisa disebabkan beberapa faktor, untuk
mendapatakan aspek-aspek penyebab kegagalan bangunan bukan perkara gampang.
Sumber dari kegagalan itu sendiri merupakan akumulasi berbagai faktor, faktor
penyebab dapat dikelompokan menjadi: ulah manusia, alam atau lingkungan,
kombinasi ulah manusia dan lingkungan/alam.
Faktor kerusakan yang dilakukan manusia disebabkan oleh aktifitas yang berada
di sekitar lokasi. Sedangkan, faktor alam atau lingkungan menjadi faktor utama
rusaknya suatu konstruksi karena pada dasarnya peristiwa alam yang terjadi justru
lebih besar dibandingkan kerusakan yang dilakukan karena ulah manusia.

2.2 Pelaksanaan Survey


Pada kesempatan ini, kami melalukan survey langsung untuk mengidentifikasi
kerusakan-kerusakan yang terdapat pada konstruksi jembatan cemplung. Kami
melalukan interview menanyakan perihal jembatan cempulng kepada warga yang ada
disekitar lokasi.
Berikut dokumentasi:
2.3 Permasalahan Konstruksi Jembatan
Pada umumnya, jembatan tidak terlindung atau bersangkutan langsung dengan
lingkungan, sampai-sampai menyebabkan sekian banyak kerusakan. Berdasarkan
kenampakan-kenampakan yang terjadi perlu dilakukan indentifikasi mengenai
penyebab kerusakan pada elemen jembatan cemplung. Identifikasi dilakukan dengan
melihat langsung dilokasi jembatan cemplung bahwa begitu banyak kerusakan-
kerusakan yang ada pada konstruksi jembatan cemplung degan penyebab yang
berbeda-beda.
Kerusakan yang terjadi pada Jembatan Cemplung, diantaranya sebagai berikut:

a. Kerusakan Rangka Baja


Jembatan cemplung teridri atas komponen baja. Adapun interaksi antara material
dan lingkungan yang menyebabkan penurunan kualitas dan keterbatasan umur
pemakaian adalah korosi. Korosi merupakan salah satu faktor yang berbahaya bagi
material baja. Hampir seluruh komponen rangka baja telah berkarat, yang
kemungkinan besar disebabkan oleh korosi. Kerusakan dapat dilihat pada Gambar 2.1

Gambar 2.1 Kerusakan pada Rangka Baja

b. Kerusakan Slab Jembatan


Slab jembatan yang mengalami keruntuhan akibat dampak dari air yang
meresap pada perkerasan maupun rembesan pada permukaan perkerasan, selain itu
karena besarnya getaran bencana gempa bumi yang terjadi di tahun 2006. Pada
kerusakan inilah jembatan cemplung sangat tidak memungkinkan apabila dilakukan
perbaikan. Kerusakan dapat dilihat pada Gambar 2.1
Gambar 2.2 Kerusakan Pada Slab Jembatan
c. Kondisi Gelagar
Kondisi gelagar memanjang ataupun melintang mulai berkarat, dan meluas pada
hampir semua luas penampangnya. Kemungkinan penyebabnya sama dengan rangka
atas jembatan yaitu baja terkena siraman air hujan dengan seiring berjalannya waktu
akan menyebabkan karat pada baja atau gelagar. Kerusakan dapat dilihat pada
Gambar 2.3

Gambar 2.3 Kerusakan pada gelagar jembatan


2.4 Solusi Untuk Permasalahan
Setelah terjadi kerusakan pada komponen jembatan akibat dari adanya gempa
jogja pada tahun 2006, pihak Pemkab Bantul melakukan peninjauan terhadap
kerusakan yang terjadi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah
yang akan diambil dalam sistem perbaikan maupun perawatan setelahnya, Dari pihak
Pemkab Bantul sebelumnya menyarankan untuk diakukan perbaikan seperti
penambalan pada konstruksi jembatan cemplung. Pekerjaan penambalan pada slab
jembatan diharapkan dapat dilakukan secepatnya. Namun, hasil peninjauan tersebut
dihasilkan bahwa kerusakan yang terjadi pada konstruksi jembatan sangatlah parah
sehingga tidak memungkinkan apabila dilakukan penambalan atau perbaikan pada
bagian slab jembatan. Selain itu, umur bagunan jembatan sudah sangat lama.
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan Identifikasi

Dilakukan adanya survey pada hari Jum’at,10 Januari 2020 pada suatu bangunan
jembatan lama yang berlokasi di Bantul. Jembatan tersebut sudah lama tidak
difungsikan sebelum akhirnya dibangun jembatan baru. Setelah dilakukan survey dan
identifikasi serta melakukan interview wawancara dengan warga sekitar lokasi
tentang kerusakan yang terjadi pada jembatan cemplung, ditemukan beberapa
kerusakan yang terdapat pada jembatan cemplung. Awal mula jembatan cemplung
terjadi kerusakan karena terjadi peristiwa alam yaitu gempa jogja pada tahun 2006
yang menyebabkan elemen dari jembatan mengalami kerusakan yang cukup parah
serta umur jembatan yang sudah lama sehingga jembatan cemplung tidak dapat
difungsikan lagi dan pada tahun 2009 area jembatan cemplung ditutup sementara.
Pada akhirnya Pemkab Bantul pada tahun 2010 membangun jembatan baru yang
berada persis disebelahjembatan kama dengan kontruksi jembatan dari beton.