Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kelompok Pancasila

Alfira Fadilla Yasmin (5160811009)

Muntiyawati (5160811013)

Novella Fridayanti (5160811023)

Ines Epti Noniasari (5160811043)

Nia Amelia Rosniati (5160811044)

1. Cerita singkat isi artikel

Artikel 1 menjelaskan tentang kasus suap dan korupsi masalah perizinan


pembangunan meikarta yang terjadi di lippo Cikarang Jawa Barat yang banyak melibatkan
pejabat pemerintahan Bekasi. KPK menggeledah lima lokasi terkait dugaan suap dalam
proses perizinan proyek dan melanjutkan ke lima tempat lain yaitu rumah James Riady,
Apartemen Trivium Terrace, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam
Kebakaran. KPK menyita dokumen-dokumen yang terkait perizinan oleh Lippo Group ke
Pemerintah Kabupaten Bekasi. Total 10 lokasi yang digeledah di tanggerang dan bekasi.
KPK menetapkan Bupati bekasi Neneng Hassanah Yasin dan petinggi Lippo Billy Sindoro
sebagai tersangka. Dan KPK menetapkan kepala bidang tata ruang dinas PUPR bekasi
Neneng Rahmi dan tiga kepala dinas sebagai tersangka. Suap diberikan oleh pejabat
pengembangan properti lippo group dan dijanjikan uang 13 miliar, dan baru terjadi
pembayaran 7 miliyar.

Cerita singkat isi artikel 2

Artike 2 menjelaskan tentang kasus perselisihan pendapat antara KPU dan Bawaslu.
Pihak KPU melarang koruptor menjadi caleg adalah sebagai bagian dari upaya KPU untuk
menjalankan pemerintah yang anti KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Selain pihak
Bawaslu tidak sependapat dengan PKPU adalah kalangan DPR dan Menteri Hukum dan
HAM, Yasona Laoly. Kedua badan ini tidak menemukan kesepakatan dan akhirnya
diserahkan ke MA yang memutus uji PKPU.

Cerita singkat dari isi artikel 3

Artikel 3 membahas polemik terkait mantan napi korupsi yang mencalonkan diri
menjadi lembaga legislatif dalam Pemilu 2019 mendatang. MA menyatakan atas
pertimbangan hakim bahwa mantan napi korupsi diperbolehkan mencalonkan diri menjadi
caleg sesuai aturan yang ada dengan mengikuti peraturan yang berlaku. Informasi tersebut
baru sebatas kabar dari pemberitaan media massa sehingga KPU sendiri masih belum
mengambil sikap tetang keputusan MA.Nantinya KPU akan mengadakan rapat pleno untuk
membahas mekanisme perubahan Peraturan KPU khususnya tentang pencalonan Anggota
Legilatif. Disisi lain, KPK angkat bicara terkait keputusan Mahkamah Agung, KPK sendiri
mengharapkan adanya keputusan bersama dalam menyaring calon-calon legislatif agar
kedepannya Lembaga Legislatif bisa lebih bersih, tidak terjadi adanya korupsi yang terjadi di
DPR atapun DPRD , terlebih saat ini banyak kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat
negara.

2. Analisa sudut pandang terhadap artikel-artikel diatas


1) Ketuhanan yang maha esa
Dari sudut pandang kelompok kami tentang tiga artikel diatas apa yang
mereka lakukan sudah mengingkari sumpah mereka kepada agama mereka
sendiri, sumpah mereka terhadap tuhannya dan KKN (korupsi, Kolusi dan
Nepotisme) sangat tidak sesuai dengan apa yang ada diajaran dalam agama
manapun.

2) Kemanusiaan yang adil dan beradab


KKN sangat tidak dibenarkan karena telah mengambil hak-hak rakyat yang
seharusnya menjadi milik rakyat namun digunakan untuk kepentingan pribadi,
untuk memperkaya diri mereka sendiri tanpa memikirkan rakyat miskin yang
seharusnya dibela hak-haknya bukan malah mengambil hak mereka.
3) Persatuan indonesia
Adanya KKN membuat perselisihan antara pihak yang anti terhadap KKN dan
dengan pihak yang pro atau cenderung membela mereka yang melakukan
korupsi dengan dalih mereka juga memiliki hak sebagai manusia.
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
Rakyat menginginkan adanya keputusn bersama dalam membuat kebijakan-
kebijakan tapi nyatanya keputusan hanya sepihak dan semua tergantung
petinggi-petinggi rakyat.
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Tidak adil bagi rakyat yang telah diambil hak-haknya oleh mereka yang
melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Seperti kasus nenek yang mencuri
kayu jati dengan hukuman yang lebih berat dibanding dengan para koruptor
yang dengan mudahnya mengambil uang rakyat.

3. Apakah kelompok anda setuju atau tidak setuju apabila mantan koruptor
diperbolehkan nyaleg?

TIDAK SETUJU! Karena jika mereka diberi kesempatan mereka tidak memiliki efek
jera terhadap apa yang telah mereka lakukan kepada rakyat sebelumnya. Hal tersebut pasti
akan terus terulang karena hukuman yang tidak setimpal dengan apa yang telah mereka
lakukan sebelumnya sehingga mereka menyepelekan hukum, lagi pula kepercayaan rakyat
sudah mulai memudar. Dan rakyat sudah mulai pintar dan bijak dalam menentukan pilihan
mereka.

4. Berikan pandangan anda sebagai mahasiswa cara-cara jitu dan ampuh untuk
menghapuskan segala tindak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Kita sebagai mahasiswa hanya bisa memberi edukasi kepada mereka yang kurang
paham akan KKN, Menanamkan sifat takut kepada sang pencipta sehingga mereka akan
merasa takut dan berdosa jika melakukan KKN.